• Tidak ada hasil yang ditemukan

lentur beton 2 lapisemail

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "lentur beton 2 lapisemail"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

e-

m

ai

l:

s

w

id

od

o@

u

n

y.

ac

.id

OPTIMASI KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA STRUKTUR BANGUNAN

DI DAERAH RAWAN GEMPA

Oleh :

Agus Santoso, Slamet Widodo, dan Nuryadin Eko Raharjo Staf Pengajar FT UNY

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi penampang yang optimum dalam tinjauan perilaku lentur balok komposit beton yang dibuat dengan dua jenis beton yaitu hybrid fiber reinforced concrete (HFRC) dan high strength concrete (HSC).

Jumlah benda uji terdiri dari : (1) 6 silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 30 mm, untuk pengujian kuat tekan beton. (2) 6 silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 30 mm, untuk pengujian kuat tarik belah beton. (3) 6 balok beton dengan ukuran 150x150x750 mm, untuk pengujian kuat lentur beton. (4) 15 balok beton bertulang dengan ukuran 150x250x2400 mm, untuk pengujian perilaku lentur balok beton bertulang. (4) 3 buah tulangan untuk diuji tegangan lelehnya. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian yang diperoleh antara lain (1) Modulus elastisitas beton HFRC lebih besar dari beton HSC, yaitu modulus elastisitas HFRC sebesar 28618,611 MPa dan HSC sebesar 21790,660 MPa. (2) Penggunaan serat campuran dapat meningkatkan beban first crack pada balok beton komposit sebesar 29,753 % sampai dengan 33,267 %. Peningkatan yang paling besar pada komposisi HFRC 100 %. (3) Penggunaan serat campuran dapat meningkatkan beban maksimumnya artinya dapat meningkatkan balok beton bertulang dalam menerima beban layan. Peningkatan beban maksimum sebesar 11,284 % sampai 16,030 %. Peningkatan yang paling besar terjadi pada komposisi HFRC 50 % dan HSC 50 %, dan (5) Komposisi yang paling optimum balok beton komposit adalah 50 % HFRC dan HSC 50 %.

Abstract

The paper summarizes the experimental result of flexural capacity of full scale reinforced concrete beam prepared as a composite members consisting of two concrete layers made of Hybrid Fiber Reinforced Concrete (HyFRC) and High Strength Concrete (HSC).

(2)

e-

m

ai

l:

s

w

id

od

o@

u

n

y.

ac

.id

The experimental results indicated that HyFRC shows higher modulus elasticity compared with HSC, it was 28618,611 MPa for HyFRC, and 21790,660 MPa for HSC. All types of composite members and full depth of HyFRC shows higher first crack load capacity compared with HSC structural reinforced concrete beam. The first crack load capacity increase ranging from 29,753% up to 33,267%. All types of composite members and full depth of HyFRC also shows higher maximum load capacity compared with HSC structural reinforced concrete beam. The first crack load capacity increase ranging from 11,284% up to 16,03%. Based on the experimental test results, it can be suggested to apply partial depth of HSC and HyFRC; 50% HSC and 50% HyFRC on static determinate RC beam.

Referensi

Dokumen terkait

1) Mengetahui besarnya peningkatan kuat lentur optimum akibat penambahan fibre plastic beneser secara komposit pada balok beton bertulang mutu normal, sesuai dengan beban

Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir dengan judul “ STUDI PERILAKU MEKANIK KEKUATAN BETON RINGAN TERHADAP KUAT LENTUR.. BALOK ” adalah untuk melengkapi syarat untuk

Tujuan penelitian adalah mendapatkan dan membandingkan kemampuan beban maksimum, defleksi dan kapasitas lentur yang terjadi pada balok beton normal (BN-1),

PENGUJIAN LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT UJI TEKAN..

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kuat lentur balok beton bertulang komposit yang menggunakan angkur dan chemical anchor sebagai shear connector.

KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG PASCA BAKAR DENGAN PERBAIKAN PASTA

Tujuan penelitian adalah mendapatkan dan membandingkan kemampuan beban maksimum, defleksi dan kapasitas lentur yang terjadi pada balok beton normal (BN-1),

ANALISIS KAPASITAS LENTUR BALOK BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PANJANG RONGGA PADA PENAMPANG TARIK Syahrul Sariman1, Herman Parung2, Rudy Djamaluddin3 dan Rita Irmawaty4