Nomor ISSN:
A216.1370
C
AKRAWALA
PEI\'DIDIKAIY
Jurnal
Ilmiah
Pendidikan
Februari
2013,
Th.
)OO([I,
No.
1
Cabwala
Pendidtfu.n terbit tigakali
setahun pada edisi Februari,Junl danNors6!€r,)aqg berisi
kajianilmiah
dar
hasil penolitian pendidikan
Berdasarkan
sK
Dirjen
Dikti
KemdikbudNomor:
8}lDil;trlKql2}l?.,
ti"ggal
13 Desember zo,lz,tentang Hasil Akreditasi Terbitaa Berkala .Ihniah
PeriodeII
Tahun 2012,Nams
Terbitan cabatpala
pendidikan,
Jurnal Imiah
Pendldikan ISSN:
021G1370; penerbit Lembaga Pengembangan dan PerfaminanMutu
PendidikanuNy,
ditetapkan sebagaiTerbitan Berkala
Ilmiah Terakredttasi
sampai dengan Desember 2017PENERBIT
Lembaga
Pengembangan
dan
renjaminan Mutu pendidikan
(tppMp)
EIi Rohaeti Suwardi, dan Jaslin Ikhsan
FMIPA
Universitas Negeri Yogyakartaemaik [email protected]
Abstrak
Pe'nelitian tindakan kelasini
bertujuan unfuk mendeslripsikan prestasi dan kemandirian belajar mahasiswa setelah mengiluti kegiatau pernbelajaran dengan pendekatan reciprocal teaching dan cooperativeleaming.
Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidilan KimiaFMIPA UNY
yang
menempuh mata larliahKimia
Fisika
tr
pada tahun akademikz0[9n0rc.
Penelitian tindakan kelas dengan dua siHusini
meliputi langkah-langkah perencanaan, inrylementasi tindakaq observasi, dan reflelsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti perluliahan, terdapat 92,3lyo rnahasiswa yang mencapai ketuutasan belajar secaraindivi&al.
Ke,rnandirian belqia,rmahasiswa
juga
meningkat. Mahasiswa menunjukkan tanggapanpositif
terhadapperhliabaa
Mahasiswa antusias mengikuti hrliah.Kata
Kunc*
cooperative learning, belajar mandiri, kimiafrsika, reciprocal teachingIMPROVING
STT'DENTS'ACHIEVEMENT
ANDLEARNING
INDEPENDENCETHROUGH RECIPN.(rcAL TDACHING APPROACH AI{D COOPERATIW LEARNING
Abstrach This
action research was aimedat
describingthe
students' achievement and learningindepeodence after
joining
the instruction using the reciprocal teaching approachand
cooperative learning. The subjects were the students of the chemisfiy education deparbnent of EMIPA UNY taking the physics chemistry coursetr
in the 20A9D0rc academic year. The stepsof
this two-cycle actionresearch included: planning, acting observing and reflecting. The findings showed that after
joining
the inskuction, 92.31% of students had reached mastery learning individually. The students' learniug
independence also improved The students showed positive evaluation toward the instnrction- The
students were enthusiastic injoining the course.
Keywords.' cooperative learning, independent learning, physics chemistry, reciprocal teaching
PENDAIIT]LUAIY
Kimia
FisikaII
merupakan mata larliah yaug dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan kemaryuan mahasiswaber-pikir
abstralg berpikir analitis, bernalar denganbailq dan berkemaryuan memecahkan masalah
dengan
baik
pula.
Secara operasional, untuk menunjang pencapaiankemarnpuan-kemampu-an tersebut diperlukan adanya sarana
pendu-kung
pemilihan metode, pendekatanpembela-jaran yang sesuai, dan penciptaan suasana
kon-dusif yang melibatlan mahasiswa secara
aktif
dalam kegiatan pembelajaran (Riyanto, 2010).
Berdasarkan pengamatan selama
ini,
ke-mampuar
yang
seharusnyafimbuh
melalui aktivitas perrbelbjaranKimia
Fisikatr
belum tercapai denganbaik
Mahasiswa masihmerg-alami
kesulitan memahaminya dengan bailqterutama dalamhal memecahkan soal yang me-merlukan penalaran dan kemarnpuan analisis lebih lanjut. Begitu pula dengan aspek keman-dirian belajar mahasiswa belum tumbuh dengan
optimal. Salah-satu indikator yang
menurg'uk-kan hal tersebut adalah ketika mahasiswa di-minta
untuk
menjelaskan suatu konsep yang terdapat dalambuku
ajar,
mahasiswa masih mengalami kesulitan. Indikator lainnya adalahketika mahasiswa mengerjakan tugas atau
po
kerjaan rumah, mahasiswa belum benrsahase-cara matsimal
untuk
mengatasihal
ters$ut.
Mahasiswa belum berusaha dengan cara men-dislorsikannya dengan teman atau me,ncari re-ferensi yang
relwan
Ditinjau dari keterlibatandalam kegiatan perlarliahaq mahasiswa secara
umum masih pasif.
Tudapat
beberapafaltor
yang menye-babkan kondisi sebagainrana dikemukakan diatas, diantaranya adalah pelalsanaan
pernbe-lajaran
yang lurang
melibatkan mahasiswasecara
aktif
yang dapat melatih ke,uandirianbelajar
mahasiswadan
pemanftatansuder
belajar yang belum optimal. Faktor
lain
yang menyebabkan belum tumbuhnya kemaudirianbelajar
mahasiswa dimungkinkanjuga
oleh pelalaanaan Siste,mKrdit
Se,meter (SKS) belum optimal. Salah-satu penyebabnya adalahberkenaan dengan pe,mberiaa tugas terstnrltur
yang kurang tereni:ana dengan baik, di
sarying
belum
adanlra kontuol terhadap pelalcanaantugas tersebut.
Mencermati hal-hal
di
atas, diperlukanperbaikan proses
pdelajaraa
dengao cara mengimplementasikan pendekatanpe,mbelajar-an
relevan yang dapat meoingkatkan prestasibelajar dan dapat menumbuhkembangtan
ke-mandirian belajar mahasisura. Salah-satu
pen-dekatan pembelajaran yang diharapkan dapat
meningkatkan kemandirian belajar rnahasisv/a,
dan kemarryuan nnahasiswa dalam mengkomu-nikasikan ide-idelrya sekaligus dapat
meman-faatkau sarana pendu*ung yang telah tersedia
adalah pe,ndekatan reciprocal teaching.
Reci-procal
teaching adalah suatu prosedtrpeng-ajaran atau pendekatan pengajaran
yang
di-rancang untuk mengajarkan mahasiswa tentang strategi-strategi kognitif serta untuk membantu rrahasiswa memahami materi perluliahan de_
ngan
baik @oolittlg*.aL
2006:106; Are,nds,1997:266)
Dooliftle
(2006:102)dan
AnIl
Brown(Arends,
1997:266) mengemukakan bahwapada pendekatan reciprocal teaching diajarkau
beberapa shategi pemahaman
mandiri
yangspesifilq
seperti meringkasatau
meranghrm (summarizing) me,mbuat pertanyaan (question gezerate), dan menjelaskan ataumempresen-tasikan (clarifying).
Mabasiswadiberi
tugasuntuk
mempelajari suatutopik
atau
konsepselanjutnya rnahasiswa
diturtut untuk
dapat men:ahami pokok atau inti pada topik tersebuf,memberikan contoh soal dan penyelesaiannya,
tt7
kemudian mempertanggungiawabkan tugas ter-sebut dengan mempresentasikannya
di
kelas.Dengan demikiaq mahasiswa telah dilatih
un-tuk belajar secara mandiri derigan
memanfaat-kan sumber belajar yang tersedia.
Keteraryilan-keterarryilan yang
dikem-bangkan melalui aktivitas pembelajarao dengaa
pendekatan
reciprocal
teaching
akau
l$ih
efeldif dikuasai mahasiswa apabila diinple,men-tasikan melalui aktivitas interaksi sosial
antar-mahasiswa. Memperhatikan hal terselut,
pffi-dekatan lain yang relevan dikombinasikan
de-ngan
pendekatan
teaching adalahpendekatan cooperative leaming,
Pernbelajaran de,ngan
pwdekatat
reci-procal
teaching daa coaperativelearning
se-jalan
denganprinsip
pgnabelajaankonstruk-tivisme deugan pernahaman bahwa mahasiswa
akrn 1e516 mudah menemukan dan memahami
konsep-konsqp y&ng sulit apabila dapat saling meodiskusikan konsep-konsep tersebut de,ngan
temannya
(Lundgren, 1994;
Slsvi&
lg95). Pembelajaran dengan pendekatanini
jirga
re-lerran dengan sistem SKS, meirgingat
mahasis-wa diberi tugas
seara mandti
untukmempe-lajari suatu materi. Dengan demikian peodekaf
an
ini juga
diharapkan dapat mengoptimalkanirrylementasi sistem laedit se,mester.
METODE
Penelitiau
ini
merupakan penelitiantin-dakan kelas terdiri atas dua siHus. penelitian
ini
dilaksanakan
di
Jurusan pe,ndidikan KimiaFMIPA
UNY
Yogyakartra, selama bulanFeb-ruariJuli
2010.
Subjek penelitianini
adalahrnahasiswa Program Studi pendidikan Kimia Kelas yang sedang menempuh sernester genap
pada tahtrn akademik 20O9l2OlO. Target subjek
penelitian
ini
berjumlah 39 mahasiswa.prose-dur
penelitian yang dilakukan mengacu padarancatrgan penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc.Taggart (Suknadinata, ZW6; Kunandar, 2008)
terdiri
atas tiga tahap, yaitutabap perencanaan, tahap pelaks anarrn (tindal€a
dan observasi), dan tahap refleksi.
Penelitian Tindakan kelas yang dilalorkan
t€rdfi
atas dua siHus, siklus pertama dilalorkandalam
tujuh
kali
pertemuan, sedang sikluskedua enam kali (semuanya 13 kali pertemuan).
Untuk
memperoleh data penelitian digunakandua
perangkat pembelajararq)aitu
rqrcanapoluliahan
danbulu
ajar. Inskumen penelitianyang digurakan
terdiri
atas lembar observasikegiatan pembelajarar, lembar peirilaian
pre-se,ntasi mahasiswa, angket kerrandirian belajar mabasiswa,
angk*
tanggapan mahasiswa, dan tes prestasi belajar.Data yang
diperoleh dianafisis secarakuantitatif
dar
hralitatif. Teknik lsalitatif
digunakanunhrk
menentukan ket€rlal$anaanrencana perl*uliahan
dan
rencana tfudaka&mendeskripsikan
al*ivitas
mahesiswa dan dosen dalam kegiatan pembelajalaqan mnhasiswa berdishrsi dan
mempresqntasi-lan
tugas, s€rta hambgtan-hatrSatan yaogmun-cul
dalam pelal$anam pe,mbelajaran Teknikluantitatif
digunakanuetuk
rieadeelaipsikau prmtasi belajar mabasisna, tanggapanmahasis-wa terhadap kegiatan pembelajaraq dan
untrk
mengetahui apakah irylementasi pe,mbelajaran dapat meningkatkan kemandirian belajar maha-siswa.
Untuk
mendeskripsikan implementasipendekatan reciprocal teaching dan cooperative
learning
akan
ditinjau dari
aspek aktivitas dosen dalam melal$anakan kegiatauperrbela-jaran,
aktivitas
mahasiswa dalarn mengi*uti kegiatan pembelajaran, partisipasi mahasiswadalam kegiatan penrbelajaraq kendala-kendala
yary
dihadapi dalam
mengimplementasikanpendekatan reciprocal teaching dan eooperative learning, dan aspek-aspek spesifik lainnya.
Untuk
mendeskripsikan prestasi belajar mahasiswa akan ditinjaudari
ketuntasanbe-lajarnya. Seorang mahasiswa dikatakan hrntas
belajar
jika
memperolehnilai
lebihdari
atau sama denganC+
(atau skor 64 dalam rentangpenilaian
0
-
100). Selanjutnya suatu kelasdikatakan tuntas secrlra klasikal,
jika
terdapatpaling
sedikit
?SYo mehasiswatelah
tuntasbelajar s@ara individual.
Uutuk mendckripsikan kemampuan pre-sentasi mahasiswa digunal@n
hasil
observasikemampuan presentasi mahasiswa dengan
menggunakan lernbar observasi kemampuan
presentasi mahasiswa. Penilaiau kemamprran
presentasi mahasiswa
tidak dilalukan
s@araindividual, melainkan terhadap kelompok
Kri
teria
penilaian kemanrpuan presentasi maha-siswa (KPM) analmh sebagaiberilut:
1,0
<KPM <2,A;
Kurang memuaskao 2,0<KPM
<3,0:
Cnkup mernuaskaa3,0
<KPM
< 3,5 : Memuaskan (Baik)3,5 S I(PM < 4,0 : Sangat memuaskan
Untuk mendestripsil€n tan ggapan
rnaha-siswa terhadap kegiatan pembelajaran dan ke-mandirian belajar mahasiswa setelah mengikuti kegiatan pembelajararL digunakan hasil angket
yaog
diberikan kepada
mahasiswa setelahberalfiirnya kegiatau perkuliahan"
tlasil
ke&ra angkst tersebut dianalisis dengan cara sebagaiberiht,
Mabasiswa dikataksn telah memilikikemandirian belajar
png
baik bila jumlahrata-ruts
persentase mahasfuuxayang
memilihkategori Selalu dan Sering lebih besar daripada
jumlah
ruta-rata perseirtase mahasiswa yangmemilih kategori Jarang,
Tidak
Pernr[
danTidak
berpendapat.
Selanjutnya mahasiswrdikatakan mempunyai ta{ggapan
positif
terhadap kegiatan pembelajaran
bila
jumlahruta-rata persentase mahasiswa yang memilih
kategori Setuju dan Sangat SetuJu lebih besar daripada juml ah rata-rata pusentase mahasiswa
)ang
memilih kategori Ragu-ragu, Tidak
Setuju, dan SangatTidak
Setuju.HASIL
DAII
PEMBAHASAI\
Hasil
Belajar
Mahasiswapada
Perkuliahan Kimia FisikaII
Nilai
akhir
mahasiswa ditentukanber-dasarkan kesepakatan dengan mahasiswa pada awal
perluliahaq
yaitu ditentukan berdasarkannilai
tugasdon
presensi,nilai
ujian
sisipan selama2 kali,
dannilai
ujian akhir
semester.Hasil
ujian
sisipanI
(Siklus
I)
terdapat 10rnahasiswa day:
39
mahasiswa Q5,64%) yangmendapatkan nilai 64 ke atas. Selanjutnya pada siklus
II
telah dilaksanakan ujian sisipanII
danUjian akhir Semester dengan hasil: pada ujiaa sisipan
tr
sebanyak28
dar.
39
rnahasiswaQl,8OYo) mendapatkan
ntlai 64 ke
atas dan pada ujianakhir
semester sebanyak2l
lroorllr,: siswa dari 39 mahasiswa mendapatkannilai
64ke atas (53,85%0).
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa
berdasarkan
nilai
mumi hasil ujian sisipan dan ujian akfiir semesterbaik
pada siklusI
maupun pada siHusII
belum tercapai ketuntasan belajarsecara klasikal. Namua demikian, apabila
dili-hat dari nilai rata-rata ujian sisipan menuqiuk-kan kenaimenuqiuk-kan dari 54,38 menjadi 75,64. Begitu
pula dengan
nilai
minimzrl dannilai
nratsimrlmahasiswa meagalami peningkatan dari siklus
I
ke
siklus
tr.
Kemudiandilihat
dari
standardeviasinya mengalami penurusan pada siklus
IL
hal
tersebut
menu4iukkan kdmampuanmabasiswa se,makitr s€rag&m" Secara sederhana
dapat dikatakan bahwa kemampuaa mahasiswa
relatif
meningkat.Hal
ili
dapat disebabkauadanya aldivitas individu dan kelompok yang
dilah*atr
oleh
mahasiswa dalam memahami materi yang ditugaskandi
sarying
6i6lingan
yang diberikandosen-Tabel 1 menunjuldcan daftar nilai Kimia
Fisika tr, sebanyak 36 mahasiswa dari 39
mahe-siswa
(92,31%) t€lah mengalami ketuntasanbelajar secara individual. Seorang mahasiswa
dikatakm telah tuotas belajar secara individual apabila
ia
memperolehnilai
paling sedikit 64atau paling rendah C+. Dengan mengacu pada
lcriteria ketuntasan belajar s@ara Hasikal yang telah ditentukan, yaitu ketuntasan belajar secara klasikal dapat dicapai apabila terdapat paling sedikit 75Yo mehasiswa telah mengalami
ketua-tasan belajar s@ara ipdividual.
Dengan
demikiaq dapat
disimpulkan bahwa secara klasikal mahasiswa telahmeng-alami ketuntasan belajar.
tlal ini
ditunjukkanoleh
persentasernahasiswa
yang
tuntasbelajarnya secara individual sebanyak 92,3
lyu
Ketuntasan belajar
yang telah
dicapaidnpat
disebabkanoleh
aktivitas
mahasiswadalam
mengerjakan tugasatau materi
yangharus dipahaminya melalui kegiatan
di
luar kelas sebelum pembelajaran dengan caramen-cari
refereosilain, berdislusi
dengan teman,konsultasi dengan dosen
di
luar jamperluliah-119
an,
serta
adanya tuntutanuntuk
mengulangmateri
perlarliahan(Hamra
and
Syatriana,20l2:l).
Tentu saja, hal tersebut sangatpositif
sehingga
di
samping memberikan pesaneks-plisit
kepada mahasiswauntuk
mengerjakantugas seperti merangkum, membuat pertanyaaq dan mempresentasikan tugasnya. Pembelajaran
yang
dikembangkanjuga
memberikan pesarirylisit. Hal
tersebut
sesuai dengan yang dikemukakan oleh Denton Q0l2:37).Pesau
irylisit
yang dimaksud berkenaan dengan proses yangdilakuhn
oleh mahasiswadalam
mengerjakandan
mempresentasikantugasnya deagan meryertahankan pemahamatr konsep di hadapan mahasiswa lain" Hal tersebut
sesuai dengan
yang
dikemukakanoleh
Pata-hudin dan
Siti
Maesuri (1998) bahwa dalam memberikan hrgas kepada mahasiswa, yangdipentingkan
bukan
hanya
tujuan
elsplisitmelainkan
juga
pesan implisit.Psan
implisit tersebutmeliputi
perilaku
yang
diharapkandimiliki
oleh rnahasiswa dan slmrat yang harusdikerjalcn mahasiswa agar dapat meulerjakan ttrgas dengan
baik
(Haley-Mize dan Reeves,20t3:75).
Dengan demikian, pesan implisitdalam
pendekatanreriprocal
teaching
dancooperative learning adalah pada saat
maha-siswa mengerjakan tugas, ruahamaha-siswa ditutrtut
berdiskusi,
saling
bertukarpikiraq
botanyapada dosen di luar jam perktrliahan dan
nusing-masing berusaha gsmalcimal unrngkin agar
kelompoknya berhasil @ostwick et al, 2013).
Mencermati proses yang dilalarkan oleh mahasiswa dalam melalsanakan tugas, dapat
dilihat bahwa mahasiswa s@ara aktif berusaha
memahami
materi
perlattahan.
Mahasiswa berusaha mengkonstruksi pengetahuan mereka dengan cara membaca baban ajar, referensi lain, berdiskusi dengan teman, atau bertanya kepadadosen @enton, 20L2:35).
Hal
tersebut secaratidak langsuug akan meningkatkan p€mahaman mahasiswa tuhadap materi perluliahan.
Tabel 1. Deskripsi Nilai
Kimia
fisika
ll
MahasiswaIuml,hmaha-3 (7,69%)
siswa
41,02o/o13 (33,33) t0 Qs,@oto) 5
(15,39W
4 (t0,26yo) 5r,29/o0
(0%)
3 (7,690/o) 0 (0%)7,69Yo
U/oTabel 2. Kemampuan Presertasi Mahaslswa
Kemampr:an Presentasi KategoriKPM
Rerata skor kelompok siklus
II
Rerata skor total KPM
2,57
2,30
Cukup Memuaskan C\rkup Memuaskan
Tabel 3.
Deslripsi
Kemandirian Belajar MahasiswaPersenbse Mahasiswa yan g Kemandirian Belajar (7o) Persentase (70)
Me,mberikan Tanggapan
Selalu
Ll,l4
Sering
Jarang Tidakpemuh Tidak borpendapat
40,29 38,43 6,86 3,43
51,43
48,71
Tabel 4. Tanggapan Mahasiswa terhadap Kegiatan Pembelaj aran
Rata-rata persentase mahasiswa Tanggapan lv{ahasiswa (%) Persentase,(%)
yang pemilih kategori
Sangat
setuju
6,79Sefirju Tidak setuju
Sangat tidak setuju Tidakbemendapat
60,36 24,11 0,71 8.04
6'1,L4
32,86
Kemampuan Presentasi Mahasiswa
Tabel
2
menunjukkan deskipsikemam-pum
presentasi mahasiswa(I$M)
unh*
66gin g-masing siklus pembelajaran yang dilak-sanakan Terdapat 11 aspek yang rlinifui untuk mengetahui kemampuan prsentasi mahasiswa.
Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa
rata-rata
kemampuan presentasi mahasiswa padasiklus pertama dan kedua berturut-turut adalah
2,03
dan 2,57, Dengan demikian kemampuan presentasi mahasiswa telah mengalami pening-katan. Peningkatan kemarnpuan rnahasiswada-lam presentasi dapat dimengerti karena seiring berjalannya waktu, mahasiswa banyak belajar bagaimana
cara
mempresqtasiletr tugasnyadengan
baik
Mahasiswa dapatbelajar
dari kelompok lain yang telah presentasi dan tentusaja juga belajar dari komentar-komentar serta
bimbingan dosen terhadap presentasi kelonrpok (Hsiung, 2012:134).
Perbaikan kemampuan presentasi
maha-siswa juga dapat disebabkan oleh adanya
bim-bingan yang relatif memadai dari dosen
sebe-lum
suafu kelompok memprese,lrtasikan tugas-nya. Namundemikian,
presentasi mahasiswa(KPM)
secara keseluruhan adalah 2,30. Berdasarkanlaiteria
yang telah diteutu-kan, kemampuan presentasi mahasiswa terma-suk kategori cukup memuaskan(culup
baik).Hal
tersebut dapat disebabkanoleh
adaqrabeberapa kelompok yang tidak memanfaatkan konsultasi dengan dosen
di
luar jamperkuliah-an untuk
menanyakan konsepyang
sulit
[image:6.612.55.567.29.762.2]dan tidak
dapat menjawab pertanyaan maha-siswa lain denganbaik
Kemandirian Belaj ar Mahasiswa
Berdasarkan Tabel 3, jumlah perseirtase
mahasiswa yang memilih kategori setalu dan
sering sebesar 5l,43yo
lebih
besar daripada mahasisnra yang memilih kategori jaraug; tidakpernah, dan tidak berpendapa! yaittt, 48,71Yo.
Dengan demikian
dapat
disiryulkan
bahwa mahasiswa memiliki kemandirian belajar yangbaik
Namr:a karema perbedaannya hanyase-kitzr
2,72o/o, sehingga antara rnahasiswa yangmandiri dalam belajanrya dengian yang behrm
haryir
samajumtahnya.Ttrmbuhnya kemandirian belajar
maba-siswa diwujudkan dalam bentuk meningkatnya keyakinan
diri
mahasiswa, m€,nentukao shategi belajar secara mandiri, meningkahya aktivitas mahasiswa dalam kegiatan pembelajara4 dantumbuh motivasi yang baik pada
diri
mahasis-wa (Sumarmo,2004;
Mpard
2WZ).Indihtor
tumbuhnya keyakinandiri
mahasiswa terlihatdari hasil angket bahwa sebagian besar
maha-siswa mengaku
jika
megalami kesulitar,me-reka berusaha menyelesaikannya deirgan cara
mencari referensi, berdislarsi dengan te,maq
atau bertanya pada dosen, yakin dapat
meng-ikuti
kegiatan perlarliahan dengan baik, yakindapat rnempetoleh nilai yang baik dalamperku-liahan, yakin dapat menyelesaikan masalah atau
soal
denganbailq
dan mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka. Ditinjau dari aktivitas mahasiswa dalam mengikuti kegiatanperlu-liahan,
sebagianbesar
mahasiswa mengaliudapat mengilarti kegiatan pembelajaran dengan
baik
Terdapat
hal
yang perlu
mendapatkanperhatiaq yakni sekitar 50% mahasiswa
meng-alor jarang menetapkan tujuan dan shategi be-lajar, jarang mengevaluasi strategi, jarang mem-buat jadwal belajar dan menepstin]., jarang mempelajari terlebih dahulu materi yang akan
dilulialkan,
jarungmeryelajari
dan
meng-ulang kembali rnateri, jarang mengerjakan
soal-soal
latihan
yang
bukan tugas
pakuliahanKimia
Fisika
tr,
dan jarang
memanfaatlan12t
waktu
luanguntuk
mempelajari materi per-kuliahan. Dengan demikian, masih banyakma-hasiswa
yang belum memiliki
kemandirianbelajar.
tlal
tersebut
karenamereka kurang terbiasa dan perlu ditingkatkan lagi kemandirian belajarnya.
Tanggapan Mahasiswa
terhadap
KegiatanPembelajaran
Ilasil
tanggapan *ahasiswa ditunjuk*anpada Tabel
4.
Jumlah perse,ntase mahasiswayang memilih kategori sangat setuju dan setuju
sebesar 67,14o/o lebih besar daripada mahaeiswa
yang memilih kategori tidak
sffiju
sanpt tidaksdnjr:,
dantidak
berpendapatyaitu
32,86o/it.De,ngan demikian, dapat disimpulkan bahrva
mahasiswa memberilan tanggapan positif
tu-hadap kegiatan perkuliahan Kimia Fisika tr.
Minat yang tumbuh pada diri rnahasiswa
dimanifestasikan de,ngan
cara
aktif
dalammengiluti penrbelajaran Aktivitas yang
dimak-sud meliputi alsivitas dalam meirpreseotasikan tugas, berdislarsi, bertranya, dan me,ncriri refe-rensi
lain
selain buku ajar. Berdasarkanp€Nrg-amatan peneliti, pada tahap awal perkuliahan, hanya bebaapa rnahasiswa yang terlibat
aktif
dalam disle$i atau tanya jawab.
Namnn,
pada
perternuan berilutnya, mahasiswa sernakin antusias bertaqra kepadakelornpok yang sedang memprese,ntasikan
tu-g€$rya. Antusiasme tersebut sesuai dengan
hasil angkef yaitu 65,71%o mahasiswa berminat
mengikuti kegiatan perkuliahan dan, 57,14oA
mahasiswa
berani
mengemukakan pendapat,97,L5yo mahasiswa bersedia menerima pen-dapat teman dalam dislusi, 97,t4yo rnahasiswa
mengungkapkan setuju untuk
pedrli
terhadapkesulitan teman ketika berdislarsi, dan 97,L4o/o
mahasiswa bersedia berbagi hrgas dalam
nre-nyelesaikan tugas dalam kegiatan
dislusi.
Se-banyak
57,14o/o mahasiswayakin
dapat me-mahami materi perkuliahan dao 82,86Yamaha-siswa yakin bahwa Kimia Fisika
tr
bermanfaatdan mereka mengetahui manfaat
dari
perku-liahanKimia FisikaII
tersebut.Hal tersebut sesuai dengan yang
dike-mukakan
oleh
Slameto (1995) bahwa minatdimanifestasilsrn
melalui
partisipasi
dalamsuatu aktivitas dan cenderung memberikan
pa-hatian yang lebih besar terhadap objek tersebut.Mencermati proses yang dilakukan oleh
rnaha-siswa dalam melaksanakan tugas tersebut dapat
diperhatikan bahwa mahasiswa secara
aktif
berusaha memahami materi perluliahan
Mahasiswa
tidak
tergantung padapen-jelasan dos.en di kelas. Sebanyak 91,43o/o
maha-siswa mengatu bila me,ngalami
ksulitan
dalammempelajari Kimia Fisika
II,
mereka mendisku-sikannya dengan tematr atau membaca btrlulain
yaug
sesuai
dan
sebanyak
54,29o/ornahasiswa mengalu bahwa suasana kegiatan
potuliahan
dapat me,mbantu merekamema-hami materi kuliah.
Ha1 tersebut
juga
sesuai dengan pahamkonstruldivisme @enton, 2012; Suparno, 1997;
Nur,
1995) bahwa pengetahuantidak
dapatdipindahkan
begitu
saja dari
dosen kepadarnabasiswa. Prqses
ini
secaratidak
langsungakan
meoingkatkan pemahamau mahasiswaterhadap materi perluliahan. Namun de,mikian,
irnplementasi pendekatan reciprocal teoching
dan cooperative
learning memiliki
beberapakelemahan. Kelesrahan yang dfunaksud antara
lain
memerlukan wakturelatif
lama, terlebih apabila kelompok yang mendapat giliran untuk presentasibelum
menguasaimateri
denganbaik
Hal
tersebut menuntut dosen untukme-ngorelsi, merrperjelas, atau bahkan mengulangi peqielasan mahasiswa. Keadaan tersebut di-lala*an juga dalampenelitian ini.
Pada perternuan
lain,
dosen mengulaskembali materi yang disampaikan mahasiswa
dan memberikan latihan soal. I-amanya waktu yang diperlukan akan berakibat tidak
terselesai-kannya materi perkutahan yang relatif banyak
Hal tersebut dapat diatasi dengan memilih
be-berapa
topik
yang akan
ditugaskan kepadamahasiswa untuk dipresentasilan.
Di
saryingmempertimbanekan
tirykat
kesulitan materi.Terbatasnya waktu pertemuan
juga
tidakme-mungkinkan semua mahasiswa mendapatkan
giliran untuk mempresentasikan tugas, Namun,
hal
tersebut dapat diatasi dengan melakukan penunjukkan atau dengan cara diundi terhadapkeloryok
mahasiswayang
alan
melalukan presentasi.Hal
tersejbut tentu saja diharapkanagar semua kelompok atau mahasiswa
senan-tiasa mempersiapkan diri.
Terlalu seringnya pemberian tugas
me-mungkinkan mahasiswa
akan
merasa bosa4apalagi materi yang ditugaskan relatif sulit bagi mahasiswa.
Oleh
karenaitu,
perlu
dipertim-bangkan pemilihan materi yang akan ditugas-kan kepada mahasisqra, yaitu materi yang tidakterlalu sulit. Hal lain yang dapat diamati adalah
seringnya presentasi yang dilalarkan malrasis. wa, kesempatan untuk
bslatih
soal ce,nderung berkurang sehingga ke,mampuan pemecahan masalah yang lebih komplets cendenrng akanberkurang. Pada tipe-tipe soal yang tidak terlalu sulit, mahas,iswa cenden:ng dapat mengerjakan dengan
baik
Setidalnyahal
tersebut t€rlibat padaujian
sisipanI
daoII
sertaujian
alihir. Tentu saja hal tersebut perlu dipertimbangkan mengenai frekuensi pembelajaran denganpe,n-dekatan reciprocal teaching daa cooperatiw
learning, sehingga untuk berlatih soal dapat
tc-sedia waktu yang cukup. Hal lain yang dipan-danglurang
mendukung imple,mentasipende-katar
reciprocal teaching
Qan cooperativelearning dalam perkuliahan
Kimia
Fisika
tr
adalah minimnya referensi relevandi
perpus-talaan"PEh[UTT]P
Berdasarkaa hasil penelitian dan m€ng-acu pada masalah yang diajukan dapat dike-mukalan kesimpulan bahwa setelah mengiluti
perkuliaban dengan
pendekatan reciprocalteaching
dan
cooperativeleaming,
terdapat 92,31yo mahasiswaprodi
PendidikanKimia
semester genap
tahun
akademik 2009120L0yang telah firntas belajarnya secara iadividual pada matalnrliah
Kimia
Fisika
tr.
Atas dasar ketuntasan belajar mahasiswa s@ara individual lebih dari 75o/o,ttaka secara Hasikal rnahasiswatersebut sudah tuntas belajarnya. Kemandirian belajar mahasiswa prodi Pendidikan
Kimia
se-mester genap tahun akademik 2009/2010
se-telah mengikuti perlarliahan dengan pendekatau
me-nunjukkan tanggapan positif terhadap kegiatan pembelajaran. Mahasiswa terlihat antusias dan
terlibat
aktif
dalam mengilcuti pembelajaran Kernampuan presentasi mahasiswa dikategori-kan cularp dan meningkat dari siHusI
ke siklusII.
Berdasarkan hasil penelitian yang
dip€r-olelq peneliti
menyarankanhasil
penelitian dapat dimanfaatkan sebagai pertinrbangan bagi para dosen dalam melakukan pembelajarar:- De-ngan menerapkan pendekatan recipromlteach-ing
dan cooperativelearning,
pembelajaranakan lebih bervariasi. Aktivitas mnhasiswa dan
juga minat mahasisu,rs akan meningkat Deugan de,mikian sebaiknya pendekatan reciprocal
teaching dan cooperative learning diterapkan dalam perkuliahan
ruita
kuliahlaiq
meskipunhanya
sebagaivariasi
atau
pelengkap saja.Untuk lebih
mengoptimalkan irylementasipendekatan
ini
dalam
kegiatan perlnrliahanperlu didulung
referensi yang memadai sertaperlu adanya pengelolaan wakfu secara optimal.
UCAPAIi{
TERIMA
KASIII
Penelitian
ini
dilaksanakan atasban-tuan dana Program Hibah Kompetisi Insti-tusi tahlrn anggaran 2Ol0/20L1nomor
kon-trak
06/KTG-PHKU[IV20I0.Unark
iru,penulis mengucapkan terimakasih kryada pernberi dana.
DATTAR
PUSTAKAArends, Nchard
l.
1997. Classroom Instntctionand Managemezt. New
York
Mc.Graw-Hill.
Bostwiclg D., J. Foster,
A.
Bloomfield and P.Rutledge. 2013. "Clicking Your Way to Student Success", dalam Techniques, 88
(l),
28-
31.Denton,
D.W.
2012. "Enhancing Insfiuctionthrough
Constructivism,
Cooperative learning, and CloudCoryuting",
dalamTechTrends, 56 (4),
3441.
Doolittle, E. P., D. Hicks, C. F. Triplett, andW.
D.
Nichols. 2006. "Reciprocal Teaching123
for
Reading Cornprehensionin
Higher Education:A
Strategyfor
Fostering the Deeper Understandingof
Texts", dalamInternational
Journal
of
Teaching andLearuing
in
Higher E&tcation,
l7
Q),105-11E.
Haley-Mize, Shannon
and
R.
Stacy.
2013.*Universal
Design
for
Learning
andEmergent-literacy Development;
Instruc-tional
Practicesfor
Young
Learners",dalam Delta Kappa Gamma Bulletin, 79
Q),7A-78.
Hamra, A. andE. Syrafiana.2012.
"A
Modelof
Reading Teachingfor
University EFLShrdents; Need Analysis and Model
De-sign", dalam English Language
Teach-ing,5(10),
I
-
11.Hsinng, Chin
Min
2012. *The Effectivenessof
Cmperative Leandng", dalamJounnl
of
Engineering Education, 1 01(1); tt9-137 .
Kr:nandar.
2@8. Penelitian Tindalun
Kelassebagai Pengernbangan
Profesi
Gunt.Jakarta:PT Raj agrafindo Persada.
Lundgren,
Linda.
1994. Cooperative Leaming in the Science Classroon. Ohio: Glencoe.Mynard
Jo and Sorflaten. 2002. Independent Learning in Your Classroom. www.e-psi-kologi.com. Diunduh 2 Maret 2010.Nur,
Muhammad.1995.
Pendelcatan-pende-katan KonstruWivis dalam Pembelaj aran Kooperattf, Surabaya : IKIP Surabaya.
Patahudin,
Siti
Maesuri. 1998. MetodePem-berian Tugas
Menulis
Terfolnrs dalamProses Pernbelajaran Matematika Siswa
Kelas
tr
SMU Khadijah Surabaya. Tesis,Pascasarjana IKIP Surabaya.
Slameto. 1995. Belajar dan FaHor-FaHoryang.
Memp engaruhiny a. J dr,arfa: Rineka Cipta
Slavin, Robert E. 1995. Cooperative Learning:
Iheory and Prrctiee. Boston :
Allyn
andBaconPublisher.
Sukmadinaa, Nam Syaodih" 20o6.Iv{etade Pe'
nelitian Pendtdikan Baduog:PT R*,maje
Rosdakaryra.
Srrmarm,
t
tsri
20O4. "Kemaudiriao Belajar:Apa, Mcngopa" daa Begaimsna Dikom'
basglan pada Peeerta
Didik?'.
frlakal*hLofr*arya.
Jurdik
Matematika FMIPAI,JNY.
Spparao, Paul. 199?.
Fitsdd
Kottstruhivlsrlafulan
Pa&dikn.
Yoryatarbtrknisius.
Rifraotq
Ystie
20iA.Pudigra
Bsu
Pq*
belqjuon:
Sfugat
R{crerrsf bagiPq?
di&k
dat&n hnplanentasi Panbelaiwanymg
EI",Hlf
dm
Bqtualitos.
Iahr6: