Kunci jawaban tes formatif 1
2. Cara kerja rem kaki tipe hidrolis adalah apabila pedal rem diinjak maka pada master silinder rem akan terjadi tekanan dan diteruskan ke silinder roda, kemudian silinder roda tersebut mendorong sepatu rem dan terjadilah pengereman.
3. Cara kerja master silinder tandem kerja normal pada kendaraan tipe FR
a. Saat rem tidak bekerja
yang menuju ke reservoir tank tertahan. Apabila pedal ditekan lebih dalam, hal ini akan mengakibatkan tekanan hidraulis pada silinder piston 1 meningkat dan tekanan ini diteruskan melalui pipa-pipa rem ke silinder roda belakang. Dan bila tekanan hidraulis yang sama menekan piston 2, maka tekanan tersebut akan diteruskan pada silinder roda pada roda bagian depan.
4. Komponen – komponen rem kaki :
1. Pedal rem
2. Master silinder
3. Pegas pengikat ( spring retainer )
4. Tangki penampungan ( reservoir tank )
5. Katup balik keluaran ( outlet check valve )
6. Booster rem
7. Katup pengimbang ( proportioning valve )
Kunci jawaban tes formatif 2
1. Komponen penting dalam sistem rem tromol :
1. Backing plate ( pelat tromol ) 2. Wheel cylinder ( silinder roda )
3. Brake shoe dan brake lining ( sepatu rem dan kanvas rem ) 4. Brake drum ( tromol rem )
2. Langkah – langkah dalam penyetelan pada rem tromol : Putar roda gigi penyetel pada silinder roda sampai habis melalui lubang penyetel pada backing plate ( sampai roda tidak berputar ) dan kemudian kembalikan gigi penyetel tersebut berkisar antara 3 – 6 gigi. Lakukan hal tersebut pada setiap roda.
3. Pada rem piringan, air akan terlempar keluar karena adanya gaya sentrifugal. Hal inilah yang dapat membantu mengurangi air dan dapat meningkatkan efisiensi pengereman serta water recovery yang baik.
4. Langkah – langkah dalam membuang udara yang terjebak di dalam master silinder adalah :
1. Pasangkan selang penampung minyak yang tembus pada nipel pembuang udara.
telah keluar.
4. Ulangi langkah 2 dan 3 hingga anda yakin minyak rem keluar tanpa gelembung.
5. Pekerjaan ini dilakukan oleh dua orang.
5. Macam – macam rem parkir :
1. Tipe rem roda belakang : Mekanisme tipe rem parkir ini digabung dengan rem kaki, sepatu rem akan mengembang oleh tuas sepatu rem dan shoe strut.
2. Tipe rem parkir centre brake : Tipe ini merupakan satu dari tipe tromol, namun mekanisme pemasangannya antara bagian belakang transmisi dengan propeller shaft.
Kunci jawaban tes formatif 3
1. Sistem ABS sangat diperlukan untuk :
1. Menghindari terjadinya penguncian pada roda – roda saat dilakukan pengereman secara mendadak.
2. Menstabilkan pengendalian kendaraan pada kondisi jalan yang tidak rata.
3. Menjamin terjadinya pengereman yang handal antara roda – roda dengan jalan dan kestabilan kemudi pada pengereman jarak dekat.
4. Meningkatkan kemampuan kendaraan untuk beradaptasi secara baik pada kondisi jalan kering serta pada jalan berlumpur yang licin.
- Hydraulic Control Unit, berfungsi untuk mengubah perintah ABS ECU dari bentuk sinyal menjadi perintah fisik seperi perubahan tekanan hidrolis.
- Wheel Speed Sensor, berfungsi untuk mendeteksi terjadinya akselerasi atau deselerasi pada masing - masing roda kendaraan.
3. Apabila piringan sensor berputar melewati sensor, maka medan magnet akan berubah secara teratur. Oleh karena itu, pada sensor terjadi tegangan induksi yang rendah dan dikirimkan berupa sinyal kecepatan roda pada ECU ( Electronic Control Unit ). Frekuensi sinyal sesuai dengan kecepatan roda dan unit kontrol menggunakan sinyal – sinyal tersebut untuk menentukan pengurangan kecepatan yang dapat mengurangi slip.
4. Sistem ABS aktif jika dalam keadaan pengereman mendadak.
5. a. Metode pengurangan tekanan :
- Kondisi aktuator pada saat pengereman secara mendadak.
No. 1 PHV : On, port A : Close
No. 1 PHV : Off, port B : Open
PRV : On, port C : Open
- Kondisi aktuator pada Pressure Reduction Rear saat pengereman secara mendadak.
No. 1 PHV : On, port A : Close
No.1 PHV : On, port B : Close
b. Metode Pressure Holding :
No. 1 PHV : On, port A : Close
No. 1 PHV : Off, port B : Open
PRV : Off, port C : Close
c. Metode Low Pressure Increase :
Ada dua cara untuk melakukan metode ini, yaitu :
- Penambahan tekanan bagian belakang :
No. 1 PHV : On, port A : Close
No. 1 PHV : Off, port B : Open
PRV : Off, port C : Close
- Penambahan tekanan bagian belakang :
No. 1 PHV : On, port A : Close
No. 1 PHV : On, port B : Close
PRV : Off, port C : Close
d. Metode Rapid Pressure Increase :
No. 1 PHV : On, port A : Open
No. 1 PHV : On atau Off, port B : Open / Close
1. c 11. a
2. b 12. c
3. e 13. d
4. a 14. b
5. b 15. a
6. c 16. e
7. d 17. e
8. a 18. a
9. a 19. c