• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS CAMEL UNTUK MENILAI KESEHATAN KEUANGAN BANK PADA PD BPR BANK KLATEN PERIODE 2010-2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS CAMEL UNTUK MENILAI KESEHATAN KEUANGAN BANK PADA PD BPR BANK KLATEN PERIODE 2010-2012."

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

PADA PD BPR BANK KLATEN PERIODE 2010-2012

TUGAS AKHIR

Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh

Gelar Profesi Ahli Madya

Oleh:

Albirru Adiar Muhammad

10409134029

PROGRAM STUDI AKUNTANSI DIPLOMA III

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

(2)
(3)

ii Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:

Nama : Oky Ardiyanta

NIM : 10409131042

Program Studi : Akuntansi D III

Judul Tugas Akhir : Analisis Strategi Distribusi untuk Meningkatkan

Volume Penjualan pada PT. Salama Nusantara

Menyatakan bahwa karya ilmiah ini merupakan hasil kerja sendiri dan sepanjang

sepengetahuan saya tidak berisi materi yang dipublikasikan atau dipergunakan sebagai persyaratan penyelesaian studi di perguruan tinggi oleh orang lain kecuali

pada bagian-bagian tertentu saya ambil sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilimiah yang telah lazim. Apabila terbukti pernyataan ini tidak benar, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Yogyakarta, 2013

Yang menyatakan,

(4)
(5)

v

 Jadilah orang yang selalu berguna bagi orang lain.

 Semua yang ada di dunia tidak ada yang abadi. Jadi manfaatkan sebelum kamu menyesalinya.

(6)

vi

1. Bapak dan Ibu, yang telah memberikan kasih sayang serta doa dan

mengajarkan arti kehidupan yang sebenarnya.

2. Untuk kakakku Dedy Kurniawan dan adikku Rifky Aditya yang selalu

menghibur dan memberikan motivasi.

(7)

vii

ANALISIS STRATEGI DISTRIBUSI UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA PT. SALAMA NUSANTARA

Oleh: Oky Ardiyanta

10409131042

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui secara langsung bagaimana strategi distribusi yang dipakai PT. Salama Nusantara. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dialami PT. Salama Nusantara dalam mendistribusikan produknya.(3) Untuk mengetahui jumlah volume penjualan PT. salama Nusantara.

Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Salama Nusantara. Data yang diambil selama 6 tahun dari tahun 2007-2012 yang terdiri dari strategi distribusi dan volume penjualan setiap tahun. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dilakukan dengan cara melihat dokumen atau pembukuan, teknik wawancara dilakukan dengan tanya jawab secara langsung dengan pemilik perusahaan, dengan data yang diperlukan untuk penelitian dan teknik observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan dengan meninjau langsung terhadap penerapan strategi distribusi dan juga volume penjualan yang terjadi pada PT. Salama Nusantara. Analisis data yang dilakukan adalah menggunakan metode analisis diskriptif kualitatif.

(8)

viii

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Analisis Startegi Distribusi Untuk Meningkatkan Volume

Penjualan Pada PT Salama Nusantara”. Diajukannya Tugas Akhir ini untuk memenuhi sebagian syarat penyelesaian program studi Akuntansi Diploma III

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk memperoleh Gelar Profesi Ahli Madya (A.Md.).

Tentunya penyelesaian tugas akhir ini berjalan dengan lancar berkat

bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A., Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

2. Dr. Sugiharsono, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri

Yogyakarta.

3. Dapan, M.Kes., Ketua Pengelola Kampus Wates Universitas Negeri

Yogyakarta.

4. Ani Widayati, M.Pd., Koordinator Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

(9)

ix penelitian.

7. Orang tua yang selalu memberi motivasi untuk terselesaikannya Tugas Akhir ini.

8. Saitri Defi Romansari yang selalu membantu, mendampingi dan memberi

semangat dalam penyusunan Tugas Akhir.

9. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah memberikan

bantuan selama penyusunan Tugas Akhir ini.

Disadari sepenuhnya bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritik selalu diharapkan demi perbaikan

lebih lanjut. Selain itu penulis juga berharap semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Yogyakarta, ……….. 2013

(10)

x

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERNYATAAN ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN... iii

HALAMAN PENGESAHAN... iv

MOTTO... v

PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Identifikasi Masalah ... 3

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Rumusan Masalah ... 4

E. Tujuan Penelitian ... 4

F. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II LANDASAN TEORI ... 6

A. Deskripsi Teori... 6

(11)

xi

BAB III METODE PENELITIAN... 23

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 23

B. Metode Pengumpulan Data ... 23

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 24

D. Metode Analisis Data ... 24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 25

A. Deskripsi Data Perusahaan... 25

B. Hasil Penelitian ... 35

C. Pembahasan... 46

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 45

A. Kesimpulan ... 48

B. Saran... 49

DAFTAR PUSTAKA ... 50

(12)

1

(13)

dilihat dari berbagai Aspek, penentuan tingkat keuangan kesehatan Bank menggunakan

lima kelompok faktor yaitu permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen,

rentabilitas dan likuiditas atau lebih dikenal dengan sebutan CAMEL. Dalam mengukur

skala operasi dan struktur permodalannya. Pada analisis CAMEL tersebut ada kriteria

yang telah di tentukan oleh Bank Indonesia adalah tentang seberapa besar presentase

kinerja keuangan yang memenuhi kreiteria yang telah di tentukan oleh Bank Indonesia

selaku Badan Pengawasan Perbankan di Indonesia untuk dinyatakan sehat dan tidak

merugikan pihak-pihak yang berkepentingan.

Analisis CAMEL di kuantifikasikan sebagai aspek penilaian penilaian yang

merupakan perhitungan rasio keuangan.Oleh karena itu rasio keuangan bermanfaat untuk

menilai tingkat kesehatan suatu Bank. Semakin besar skala operasi Bank diukur dengan

total aset dan semakin tinggi jumlah modal dari Bank, diharapkan kinerja Bank akan

semakin membaik.

Keberhasilan suatu Bank Perkreditan Rakyat dapat di cerminkan dari peranannya

menggerakan roda perekonomian di masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang

berlaku.Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Bank Perkreditan Rakyat perlu

diadakannya penilaian terhadap tingkat keuangan Bank yang menyeluruh, hasil dari rasio

keuangan digunakan untuk menilai tingkat kesehatan keuangan Bank dalam suatu periode

apakah mencapai target yang sudah di tetapkan.

Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk memilih dan menulis tingkat

kesehatan keuangan Bank Perkreditan Rakyat. Untuk itu penulis mengangkat judul Tugas

Akhir “Analisis CAMEL untuk Menilai Kesehatan Bank pada PD BPR Bank Klaten

(14)

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang diatas maka dapat di identifikasikan suatu masalah-masalah,

sebagai berikut:

1. Laporan keuangan Bank Perkreditan Rakyat belum dapat menggambarkan secara

jelas dan terperinci untukn memprediksi kondisi kesehatan perbankan

2. Perlunya penilaian tingkat kesehatan keuangan Bank dalam mempertahankan

loyalitas para nasabah dan untuk menjaga kelangsungan usahanya

3. Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan analisis CAMEL sebagai

pengukuran tingkat kesehatan keuangan Bank pada Bank Perkreditan Rakyat

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah di sebutkan dalam identifikasi masalah di

atas, yang akan di bahas dalam penelitian ini dibatasi pada permasalahan tingkat

kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah di kemukakan di atas, maka penulis

merumuskan permasalahan penelitian adalah:

Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank ditinjau dari analisis CAMEL pada

PD BPR Bank Klaten periode tahun 2010-2012?

E. Tujuan Tugas Akhir

Adapun tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan

keuangan Bank diukur dengan analisis Camel pada PD BPR Bank Klaten periode tahun

(15)

F. Manfaat Tugas Akhir

Adapun manfaat dari tugas akhir ini, penulis berharap dapat bermanfaat antara

lain:

1. Manfaat Teoritis

Penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperkaya khasanah ilmu

pengetahuan dalam bidang akuntansi, terutama dalam hal analisis untuk menilai

tingkat kesehatan keuangan Bank khususnya pada PD BPR Bank Klaten

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Bank

Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada

manajemen dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang akan

berlaku di masa yang akan datang

b. Bagi penulis

Untuk menerapkan teori yang sudah di dapatkan ketika berada di bangku

kuliah kedalam praktik yang sesungguhnya khususnya pada obyek yang di

teliti

c. Bagi publik

Sebagai bahan masukan dalam rangka pembuatan karya ilmiah yang

selanjutnya dan memberikan gambaran tentang referensi kinerja keuangan

(16)

5

'

A

(

DA

SAN TEORI

A. Kajian Teori

1. Kesehatan Bank

Kesehatan bank dapat diartikan sebagai kemampuan suatu Bank untuk

melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal seperti kemampuan

menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain, dari modal sendiri,

kemampuan mengelola dana, kemampuan untuk menyalurkan dana ke karyawan,

pemilik modal, masyarakat dan ke pihak yang lain. Pemenuhan peraturan

perbankan yang berlaku dan mampu memenuhi semua kewajiban dengan baik

dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.(Sigit

Triandaru dan Totok Budisantosa : 2006)

Secara sederhana keuangan suatu Bank dapat dikatakan sehat karena Bank

dapat menjalankan fungsinya dengan baik, Bank mempunyai modal yang cukup

agar dapat menjaga kualitas asetnya dengan baik. Selain itu, suatu Bank harus

senantiasa memenuhi berbagai ketentuan dan aturan yang telah di tetapkan yang

pada dasarnya berupa berbagai ketentuan yang mengacu pada prinsip-prinsip ke

hati-hatian di bidang perbankan.(PBI : 2006)

Kesehatan keuangan Bank adalah kemampuan suatu Bank untuk

melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal dan mampu memenuhi

semua kewajibannya dengan baik dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan

perbankan yang berlaku. Menyadari arti pentingnya suatu kesehatan Bank bagi

(17)

prinsip ke hati-hati dalam dunia perbankan, maka Bank Indonesia menerapkan

tentang kesehatan keuangan bank. Penilaian tingkat kesehatan bank dapat di ukur

dengan menggunakan analisis CAMEL

Kriteria terhadap penilaian dalam kesehatan keuangan Bank di tetapkan

dalam empat predikat tingkat kesehatan Bank yaitu sebagai berikut:

Tabel 1. Nilai Kredit Penggolongan Tingkat Kesehatan Keuangan Bank

Nilai Kredit Predikat

81-100 Sehat

66-<81 Cukup Sehat

51-<66 Kurang Sehat

Kurang dari 51 Tidak Sehat

Sumber: Lab Pengembangan Perbankan – 1

Dengan penilaian tingkat kesehatan keuangan Bank di harapkan bank

selalu dalam kondisi yang sehat sehingga tidak melakukan kegiatan yang bisa

merugikan masyarakat yang berhubungan dengan dunia perbankan. Rasio tingkat

kesehatan keuangan Bank dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Rasio tingkat Kesehatan Bank dengan Rasio CAMEL

Kriteria ) * +,t*- Ass.t /*0 *1. 2.nt 3* 40,n1 5 , 6 7, 8,ty

KAP PPAP Umum Risiko ROA BOPO CR LDR

Sehat >8% 0 –

10,35%

>81% 33 – 40 49 – 60 >1,215% <93,5% >4,05% <94,75%

(18)

Kriteria 9 : ;<t:= Ass>t ?:@ :A> B>nt C: D@<nA E < F G< H<ty

KAP PPAP Umum Risiko ROA BOPO CR LDR

Kurang

>6,5% >14,5% <51% < 21 < 31 <0,765% >95,92% <2,25% >102,25%

Sumber: SK DIR BI Nomor: 30/21/KEP/DIR tanggal 30 April 1997 tentang Tata

Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank

2. IJK LtJM (Permodalan)

Menurut Taswan (2006) “Modal Bank adalah dana yang di investasikan

oleh pemilik dalam rangka pendirian badan usaha yang di maksudkan untuk

membiayai kegiatan usaha bank, di samping untuk memenuhi regulasi yang di

tetapkan oleh otoritas moneter”.

Berdasarkan ketentuan Bank indonesia, pengertian modal Bank dibedakan

antara Bank yang didirikan dan berkantor pusat di Indonesia dan kantor cabang

asing yang beroperasi di Indonesia. Modal bank yang didirikan dan berkantor

pusat di Indonesia terdiri atas modal inti atau primary capital dan modal pelengkap atau secondarycapital.(lukman Dendawijaya: 2003)

Menurut Munawir S. (2002), “Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki

oleh pemilik perusahaan yang di tujukan pada pos modal (modal saham), surplus

dan laba yang di tahan atau kelebihan nilai aktiva yang di miliki perusahaan

(19)

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa modal adalah dana investasi

yang di miliki oleh pemilik perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya

sehingga menghasilkan laba. Dalam aspek ini yang di nilai adalah permodalan

yang di miliki oleh bank yang di dasarkan kepada kewajiban penyediaan modal

minimum Bank.Penilaian tersebut di dasarkan pada CAR (NO PQtO R Adequaty Ratio) yang telah di tetapkan oleh Bank Indonesia.

Langkah-langkah perhitungan penyediaan modal minimum Bank adalah

sebagai berikut (Lukman Dendawijaya:2003)

a. ATMR aktiva neraca di hitung dengan cara mengalikan nilai nominal

masing-masing aktiva yang bersangkutan dengan bobot risiko dari masing-masing-masing-masing pos

aktiva neraca tersebut.

b. Total ATMR = ATMR neraca aktiva + ATMR neraca administratif.

Rasio modal bank dihitung dengan cara membandingkan antara modal Bank

[modal inti (modal disetor, cadangan, laba rugi tahun lalu, laba rugi tahun

berjalan) + modal pelengkap (PPAP x ATMR)] dan total ATMR.

c. ATMR administratif dihitung dengan cara mengalikan nilai nominal rekening

administratif yang bersangkutan dengan bobot risiko dari masing-masing pos

rekening tersebut.

Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, dapat diketahui apakah Bank

yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan CAR (kecukupan modal) atau

tidak. Jika hasil perbandingan antara perhitungan rasio modal dan kewajiban

(20)

bersangkutan telah memenuhi ketentuan CAR. Sebaliknya bila hasilnya

kurang dari 100%, modal Bank tersebut tidak memenuhi ketentuan CAR.

Table 3. Hasil penilaian Aspek Permodalan

Kriteria Hasil RasioSTU VtTW

Sehat ≥ 8 %

Cukup Sehat 7,999 % - 8 %

Kurang sehat 6,5 % - 7,999 %

Tidak Sehat ≤ 6,5 %

3. AX XYt(Kualitas Aktiva)

Aktiva produktif sebagaimana di maksud dalam Surat Edaran Bank

Indonesia No. 31/147/KEP/DIR tanggal 12 November 1998 adalah penanaman

dana baik dalam rupiah atau valuta asing dalam bentuk kredit, surat berharga,

penempatan antar Bank, penyertaan, termasuk komitmen dan kontinjensi pada

transaksi rekening administratif.

Kualitas aktiva produktif adalah semua aktiva dalam rupiah atau valas

yang dimiliki oleh Bank dengan maksud untuk memperoleh penghasilan sesuai

dengan fungsinya yaitu pemberian kredit, kepemilikan surat-surat berharga dan

penempatan dana kepada Bank lain baik dari dalam maupun luar negeri terkecuali

penanaman dana dalam bentuk giro atau penyertaan.(Lukman Dendawijaya:2003)

Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa kualitas aktiva produktif

adalah tolak ukur untuk menilai tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana

(21)

ini upaya yang di lakukan adalah untuk menilai jenis-jenis Z [ [\t yang di miliki oleh Bank. Penilaian Z [ [\t harus sesuai dengan peraturan yang di terapkan oleh Bank indonesia dengan membandingkan antara aktiva produktif yang di

klasifikasikan terhadap aktiva produktif, kemudian rasio penyisihan penghapusan

aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang di klasifikasikan. Salah satu dari

jenis rasio kualitas aktiva produktif adalah NPL (Non Performing Loan).

Menurut Mudrajat kuncoro (2002), “ NPL adalah suatu keadaan dimana

nasabah sudah tidak sanggup membayar sebagian atau seluruh kewajibannya

kepada Bank seperti yang telah di perjanjikannya”

Table 4. Hasil penilaian aspekAsset

Kriteria

Hasil RasioAsset

Rasio KAP Rasio PPAP

Sehat 0 – 10,35% ≥ 81%

Cukup Sehat 10,35% - 12,6% 66% - 81%

Kurang sehat 12,60% - 14,5% 51% - 66%

Tidak Sehat ≥ 14,5% ≤ 51%

4. Management(Manajemen)

Menurut Stoner dalam T. Hani Handoko (2003), “Manajemen adalah

proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha

para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi

(22)

Menurut Luther Gulick dalam T. Hani Handoko (2003), “Manajemen

adalah suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis

untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai

tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.”

Jadi pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah

suatu proses yang menggunakan metode ilmu dan seni untuk menerapkan

fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian pada

kegiatan suatu kelompok manusia yang dilengkapi dengan sumber ekonomi atau

faktor produksi untuk mencapai tujuan yang telah dicapai sebelumnya.

5. ]^_ `a `b(Rentabilitas)

Menurut Scott (2003), “]^_`a`b adalah pilihan yang dilakukan oleh beberapa manager dalam menentukan kebijakan akuntansi untuk mencapai

beberapa tujuan tertentu”.

Analisis rasio rentabilitas Bank adalah alat untuk menganalisis atau

mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank yang

bersangkutan. Selain itu, rasio-rasio yang ada pada kategori ini dapat pula

digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan keuangan Bank.(Lukman

Dendawijaya:2001)

Rentabilitas adalah kemampuan Bank untuk menghasilkan keuntungan

(23)

total eff gt (ROA), dan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional Bank (BOPO).

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia Nomor:

30/12/KEP/DIR tanggal 30 April 1997, kriteria penilaian tingkat kesehatan

keuangan Bank terhadap hasil rasio untuk aspek rentabilitas dapat dilihat pada

tabel berikut ini:

Tabel 5. Hasil Penilaian Aspek Rentabilitas

Kriteria Rasio ROA Rasio BOPO

Sehat ≥ 1.215% ≥ 93,52%

Cukup Sehat ≥ 0,999% - 1,215% 9,352% <×< 94,72%

Kurang Sehat ≥ 0,765% - < 0,999% 94,72% <×< 95,92%

Tidak Sehat <0,7665% >95,92%

6. hij k il ity (Likuiditas)

Rasio likuiditas adalah kemampuan suatu Bank dalam memenuhi

kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.Suatu Bank dapat dikatakan

liquid apabila bank bersangkutan mampu membayar hutang-hutangya terutama

hutang jangka waktu pendek, dalam hal ini yang di maksud hutang jangka waktu

pendek adalah simpanan masyarakat yaitu seperti tabungan, giro dan deposito.

Suatu Bank dapat dikatakan liquid apabila saat di tagih Bank mampu

membayar, kemudian Bank juga harus dapat pula memenuhi semua permohonan

kredit yang layak dibiayai.Dalam hal ini, rasio likuiditas yang di pergunakan

(24)

noan to Deposito Ratio (LDR) adalah rasio antara seluruh jumlah kredit yang di bayarkan Bank dengan dana yang di terima oleh Bank (Lukman

Dendawijaya:2003). Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan Bank

dalam membayar kembali kewajibannya kepada para nasabah yang telah

menanamkan dananya dengan kredit-kredit yang telah di berikan kepada para

debiturnya.

B. Kerangka Berfikir

Penilaian tingkat kesehatan keuangan Bank Perkreditan Rakyat diatur melalui

Peraturan Bank Indonesia no.8/26/PBI/2006. Penilaian kesehatan keuangan Bank

Perkreditan Rakyat menggunakan analisis CAMEL dan analisis yang di pergunakan

ada 5 faktor yaitu Capital (permodalan), Asset Quality (kualitas aktiva produktif),

Management(manajemen),Earning(Rentabilitas) danLiquidity(likuiditas)

1. Kesehatan Bank dapat di artikan sebagai kemampuan suatu Bank untuk

melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal seperti kemampuan

menghimpun dana dari masyarakat, dari lembaga lain dan dari modal sendiri,

kemampuan mengelola dana, kemampuan untuk menyalurkan dana ke

masyarakat, karyawan, pemilik modal dan pihak Lain

2. Permodalan (Modal Bank) adalah dana yang di investasikan oleh pemilik dalam

rangka pendirian badan usaha yang di maksudkan untuk membiayai kegiatan

usaha Bank di samping untuk memenuhi regulasi yang di tetapkan oleh ketentuan

(25)

3. Ao opt (Kualitas Aktiva Produktif) adalah semua aktiva dalam rupiah atau valas yang di miliki oleh Bank dengan di maksudkan untuk memperoleh penghasilan

sesuai dengan fungsinya, yaitu pemberian kredit, kepemilikan surat-surat berharga

dan penempatan dana kepada Bank lain baik dari dalam maupun dari luar negeri

terkecuali penanaman dalam bentuk giro atau penyertaan.

4. qrs rtpupnt (Manajemen) adalah kegiatan manusia untuk mengawasi dan memimpin bekerjanya badan usaha. Manajemen ini terpusat pada administrasi

dan mengintregasi manusia, material dan uang ke dalam suatu unit yang efektif,

mengawasi berbagai kegiatan dalam perusahaan.

5. vrwsxs t (Rentabilitas) adalah pilihan yang di lakukan oleh manajer dalam menentukan kebijakan akuntansi untuk mencapai tujuan tertentu.

6. yx z {x |xty (Likuiditas) adalah menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban saat di tagih, perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban

keuangannya tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan

liquid.

C. } ~€ayaan Penelitian

1. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten

dilihat dari aspek permodalan selama periode 2010-2012?

2. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten

dilihat dari rasio kualitas aktiva produktif selama periode 2010-2012?

3. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten

(26)

4. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten

dilihat dari rasio rentabilitas selama periode 2010-2012?

5. Bagaimana tingkat kesehatan keuangan Bank pada PD BPR Bank Klaten

(27)

16

ƒ

E

„

ODE PENE

…

I

„

IAN

A. De

†‡

in Pene

ˆ

iti

‡

n

‰Š‹ ŒŽ  ŠŽŠ ‘ ŒŽ ’Š “”  Œ• ŒŽ ‹ ” Œ‘ ” “ŠŽ – ŒŽŒ ” Ž ‘ ”• ’Š“ŒŽ – ŒŽ— ’ŠŽ — ŠŽŒ – Œ“Œ ’А Œ •”•ŒŽ  ŠŽŠ ‘ ŒŽ˜ Œ™Œ ”Ž ™Š‹ ŒŽ  ŠŽŠ  ‘ ŒŽ šŒŽ— Œ •Œ Ž ™ — ”ŒŽŒ •ŒŽ  ŒŒ› ™Š‹ ŒŽ  ŠŽ Š‘ ŒŽ ŒŽ Œ ‹ ‹ ™Š‹•“ ‘œ •” ŒŽ ‘ ‘ Œ‘ œ, •Œ“ŠŽŒ ™Œ‘ Œ-™Œ ‘Œ šŒ Ž — Œ •ŒŽ ™ —”Ž Œ • ŒŽ Œ™ŒŒ› Œ “ŒŽ • Š” ŒŽ—ŒŽ šŒŽ — ž Š“ ”Ÿ ”™ ŒŽ—• Œ-ŒŽ—• Œ ”Ž ‘”• ’ŠŽ—Š ‘Œ›”  Ž  Œ ™Œ“  ŒŽŒ‹ ‹ “ Œ‹   ™ŒŽ Ÿ ”—Œ ”Ž ‘ ” • ’ŠŽ—Š‘Œ›” ‘ Ž —•Œ ‘ •ŽŠ“ ŸŒ •Š ”Œ Ž —ŒŽ Œ™Œ  ‰ ¡ ¢ ¡ŒŽ• £Œ‘ ŠŽ¤ ‰ Œ ‘Œ šŒŽ— ‘ Š Œ› ™ Š“  Š› ™ ŒŽ Œ ‹‹ •Š ’”™ ŒŽ ™ ‘ Œœ‹ “ •ŒŽ ™ŒŽ ™ ‘ Œ“ • •Š‹’” ŒŽ žŠ“™Œ‹ Œ “ •ŒŽ‘Š “ .

B. ¥¦§t¨©¦n ªe«¬¦ ­ Pene®iti¦ ¯ 1. °Š ’Œ‘ ŠŽŠ  ‘ ŒŽ

 ŠŽ Š  ‘ ŒŽŽ™ Œ•”•ŒŽ™ ‰¡ ¢¡ŒŽ•£Œ ‘ŠŽ 2. Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret Tahun 2013

C. ªe§ni§ Pen±¨«¬¨ ®¦ ¯ D¦­¦

Dalam melakukan penelitian ini metode pengumpulan data sesuai dengan desain

penelitian yang telah disebutkan, yaitu menggunakan metode Dokumentasi.Metode

dokumentasi adalah teknik mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen arsip,

(28)

² ³ ´µ¶· ¸· ¶µ ¶¹ µ ¸º» º¼ » ½¾¿ »À²· ¹·º» ¶´» ¶· ³¿· ¼ ¾ ½· ¶¸» µ· ¶´· ¶² ³ÁÂÃÁÄ Ã· ¶¸ Å¿ · ¹» ¶Æ Ç· ¶ ´

¸» ºµ² ³· ¶ µ ¶¹ µ ¸ º» ¶´À ³¹ µ¶ ´

ȶ· ¿ ³É³É ķɳ¾ Ê· ¼ ¾½· ¶ Å»µ· ¶´· ¶ ¶Ç· ɻ˷ ´· ³ ²·É· ½ ¼ » ¶³¿· ³· ¶¸³ ¶»½Ì·¸ »µ· ¶´ · ¶Ë· ¶ ¸.

D. ÍÎ ÏÐÑÒ AÐÓ ÔÑ ÕÑ ÕÖÓ ×Ó

ĵ ºµÉ ½·É³¾ Ç· ¶ ´ ² ³ ´µ¶· ¸· ¶ µ ¶¹ µ ¸ º» ¶³¿· ³ ¹³ ¶´ ¸· ¹ ¸»É»À · ¹· ¶ ¸ »µ· ¶´· ¶ ÷ ¶ ¸ Á»½¸½»²³¹· ¶Ä· ¸Ç· ¹(ص ºË»½: ØÅ ÙÄà ÙÚ¾º¾½: 30/21/ÅÛ Á/ ÙĹ· ¶ ´´·¿ 30 ȼ ½³¿ 1997 ¹» ¶¹· ¶´ Ü· ¹· Ý·½· Á » ¶³¿·³· ¶ ܳ ¶´ ¸· ¹ Å »É»À· ¹· ¶ ÷ ¶ ¸) µ ¶¹ µ ¸ º·É³¶ ´-º·É³ ¶´ Þ· ¸¹¾½ ²· ¶ ·É¼ » ¸¸¾ º¼ ¾ ¶» ¶¶Ç·, ɻ˷ ´· ³Ë»½³¸µ ¹:

1. Á»½ º¾²·¿· ¶(Cß àá âß ã)

Á»½Ë· ¶² ³ ¶´· ¶ · ¶ ¹·½ · º¾² ·¿ ÷ ¶¸ ¹»½À·²·¼ ȸ¹ ³ä· Ü»½ ¹³ ºË· ¶´ å»¶ µ½ µ¹ ijɳ ¸¾ (ÈÜåÄ).(Ü·Éæ· ¶ç2006)

·. Á»½À ³¹ µ¶ ´· ¶ÈÜåÄ

ÈÜ åÄèȸ¹³ä·Ú»½ ·é·ê˾˾ ¹½ ³É³ ¸¾

Ëë Á» º»¶ µÀ · ¶¸»æ·Ì³Ë· ¶¼» ¶Ç»²³· · ¶º¾²· ¿º³¶³ ºµ º (ÅÁåå) ÅÁååè 8% êÈÜ åÄ

é. ķɳ ¾å¾²·¿ (ÝÈÄ)

ÝÈÄ º»½ µ¼ · ¸· ¶ ¼ »½Ë·¶²³¶ ´· ¶ · ¶ ¹· ½· º¾²·¿ Ë· ¶ ¸ ² » ¶´·¶ · ¸¹ ³ä· ¹»½¹³ ºË· ¶´ º»¶ µ½ µ¹

½ ³É³¸¾ÈÜåÄ

ÝÈÄè × 100%

(29)

1+

,% × 1íî ïð ñïòóô õ ïö

÷ñ óñøôùïð ñï ñùúñûöüóøô óýüõñð ñùõ ïþïöÿù ô óõ ññóûñùûóï öôóï ñôñ ñ ïô ó ïûÿö: ñïü ýüõñð 8% õôù ñù ùïðñï ûóô õ ïö 81 õïô óï øóô õïûñö ôþñ ö õñù ÿùöÿû ô öï ñø ûôùñ ïûñù 0,1% ýÿðñïõ ñ óï 8% õôù ñùùïðñïûóô õ ïö 81 õï öñýñþ 1 ýñûïýÿý 100. ô öï ñøøôùÿóÿ ùñù0,1% õ ñ óï 7,9% õïô óïøóô õ ïûñöûÿó ñù ôþñ öõ ôù ñùùïðñ ïûóô õï ö 65 ûÿó ñù ï 1

2. òÿñð ï öñûöï ñóüõÿ ûöïú (A )

ñð ñýýô ð ñûÿûñùøôùïð ñ ï ñùöô óþñõ ñø ûüýø üùôùúñûöüóûÿñðïö ñ õïõññóûñù ñö ñóñïü ñï öÿ

ñ.

òÿñðïö ñûöï ñóüõÿ ûöïú (

ò)

ñïüí × 100%

ñïüí × 100%

ÿ ýô ó: ññù(2006) òô öô óñù ñù

òíòÿóñù ñùñ ó íï óñ ÿ ûñù íñô ö ûöï ñøóüõÿ ûö ïú

í

ûóô õ ïöñù õïô óïûñùùö ñóñù ûûöï ñ ôýô óïñùî ïðñûóô õï öñõ ñð ñþ

(30)

2) !" #$ %&" ' () )&! # *#! (! 0,15% +#, (' 22,5%, !' , (' $* &-' " -'"(+.(/ $( ! 1

-&!0(!

+($ %' +#+100

.1 2& *.(!-'!0( ! )&!3' %' / ( ! )&!0/'+) # !( ! 4$"'5( )*6- # $"'7 3(!0 -'.& !"#$ (224YD)

Rasio = × 100%

Sumber: Taswan (2006)

Pemberian kredit adalah

1) Untuk rasio 0% diberikan nilai kredit 0

2) Untuk setiap kenaikan 1% mulai dari 0% nilai kredit ditambah 1 dengan

maksimum 100

3. Aspek Faktor Manajemen

Penilaian aspek manajemen di bedakan menjadi dua aspek, yaitu

a. Manajemen Umum

Aspek manajemen umum terdiri dari beberapa faktor, antara lain:

1) Manajemen Strategi

2) Manajemen Struktural

3) Manajemen Sistem

b. Manajemen Risiko

Aspek Manajemen risiko terdiri dari berbagai macam faktor, terdiri dari:

1) Manajemen likuiditas

2) Manajemen kredit

3) Manajemen operasional

(31)

89 :; <= >?@A?? <BA <C:9 D <=>?=>CE9 = <AFF9 := A?GA A?HA? A I9 H9?D<J9:<?<B A < 0 EA HFA <D9?@A?KD 9?@A ?C:<=9 :<A:

1) L <B A < 0 CM? D <E <B9HA; 2) L <B A < 1,2,3 CM ?D<E<A ?=A :A 3) L <B A < 4 CM? D <E <JA < C

N9B A?I>=?GA D A :< ;AE<B F 9? I >HB A;A? GA ?@ D <F 9 :MB9 ; A= AE 25 F9 :=A ?GA A? O F 9 :?GA =A A? =9 :E 9 J>= A CA? D<F 9 :MB9; ?<B A <C:9 D <=, >? = > C C9PA I <JA? D<CAB < CA ? D9 ?@A ?J M JM= QA C= M : HA? A I9H9?E9 J 9A EA : 20% E9;<?@@AD<D AFA =A ?@CA?<B A <C:9D<=QAC= M :HA?A I9 H9?R 4. SAE<MS9 ?= A J<B <=A E

TA BA H H9B A C>CA ? F 9? < B A <A ? = 9 :; A DA F CMHF M?9?-CMHFM? 9? :AE <M :9 ?= A J<B <=A E F9 ? >B <EH9 ?@ @>? A CA?U:AE<MVGA <=>W

A. SXYZ × 100%

[9 =9 :A?@A ?W

1) \? = > C:AE<M]^A= A >? 9@A=<QD<J9 :< CA?? <BA <C:9D<= 0

2) \? = > CE9=<A FC9 ?A <CA ? 0,015% H>B A <D A :< 0% C:9 D <=D<= A HJA;CA?D9 ?@A ?? <BA <

HACE <H> H 100

JR _<A GAXF 9 :A E <M? ABD < JA ? D<?@CA ?D9?@A?89?D AFA = A?XF9 :AE<M ? A B (_X8X) 89HJ9 :< A?? <BA <C :9 D <=AD A BA ;W

1) \? = > C:AE<M` ]]^A= A >B9J<;D A :<?<B A <C:9D<= 0

(32)

5. a bcd efdghd id j b c

b. klmndj ho pboCqr sa b cdet

Cqr sa bcd eu × 100%

klvwlmdbood x bdgmlid j:

y zu (a bcdet 0,05) { 1 (vbg cdvhv 100) yd x bd|bgj em:

yd x bdFaktor = Bobot ROA x NK

b. Perhitungan Rasio LDR:

LDR= × 100%

Perhitungan Nilai kredit:

NK = (115-Rasio) x 4(Maksimum 100)

Nilai Faktor:

(33)

22

~‚ƒ„…†… ƒ‡ ~†ˆ~†„… ‰}~~‚~†

~Š „rofil „ˆ}„‹}ŒkŽlŒen

‘ ’“ ’ank ”laten awalnya merupakan penggabungan dari tiga bank milik pemerintah daerah yaitu ’ank asar•’ank ”esejahteraan ’uruh dan ’adan ”redit ‘esa menjadi

erusahaan ‘aerah emerintah kabupaten ”laten dengan nama “’ank ‘aerah” berdasarkan –urat ”eputusan ‘“ ‘”abupaten ”laten tanggal —˜ ™š ›œ ž Ÿ o¡Ÿ¢ –”¢ ‘“ ‘¢œ ž Ÿ¡£abang¤ cabang ’ank daerah tersebut ditetapkan dengan nama ’ank asar

•

’ank ”esejahteraan ”aryawan dan ’ank ‘esa¡erusahaan bank daerah terssebut berstatus ’adan ¥ukum¡‘alam –” ‘“ ‘ tersebut ’upati kepala ‘aerah diberi kuasa menetapkan peraturan¤peraturan pelaksanaannya¡

‘engan di undangkannya ¦ndang¤undang  o¡ œ § tahun œžŸ tentang pokok pokok perbankan• maka ¨enteri ”euangan dengan keputusannya  o¡ ’ © ©œ¢¨” ¢ªV/8/1970 tanggal 6 Agustus 1970 «ress Release Bank Indonesia tanggal 21 Agustus 1970 telah memberikan pedoman dan petunjuk tentang pendirian bank Desa dan Bank Pasar, diantaranya mengenai

larangan pendirian Bank Pasar dan Bank Desa baru dan penilaian oleh Bank Indonesia. Atas

press release tersebut maka Perusahaan Daerah bank kabupaten Klaten masih diperbolehkan melakukan kegiatan usaha sambil mengajukan ijin usaha kepada menteri Keuangan.

Atas saran dari bank Indonesia dalam rangka pengajuan ijin usaha maka Perusahaan

Bank Derah Kabupaten Klaten harus mempunyai anggaran dasar yang berupa Peraturan Daerah.

Untuk melaksakan saran ini maka dengan Peraturan Daerah kabupaten Klaten No. 2 tahun 1980,

(34)

¬erusahaan ­ank ®aerah ¯abupaten ®ati °° ¯laten diubah menjadi ¬erusahaan ®aerah ­ank ¬asar ¯abupaten ®ati °°¯laten

±

²etelah mempunyai ³nggaran ®asar maka ¬erusahaan ®aerah ­ank ¬asar ¯abupaten ®ati °° ¯laten mendapat ijin usaha dari ´enteri ¯euangan dengan ²urat ¯eputusan ´enteri ¯euangan µepublik °ndonesia tanggal ¶·®esember ¶ ¸¹ º»o±¯¼¬±º½·¾¯´±¶¶ ¾¶ ¸¹ºyang berisi antara lain sebagau berikut¿“´emberi ijin kepada ¬®­³»¯¬³²³µ¯³­À¬³Á¼ »®³¼µ ³Â

Á°»Ã ¯³Á °°¯ ijÁ¼» »¬WP 729.107 H alamat Jl. Pemuda Utara No. 1 Klaten, Jawa Tengan untuk melakukan usaha Bank Pasar”. Kemudian pada tahun 2012 Perusahaan Daerah Bank Pasar

Kabupaten Datri II Klaten diubah namanya menjadi PD BPR Bank Klaten.

ÅÆ ÇisiÈ ÉdÊisi ËÌÍ ËÎÍÈÉkÏlÈ Ðen a. Visi

Terwujudnya bank yang sehat, tangguh, bermanfaat dan prima dalam pelayanan.

b. Misi

Memberikan citra yang sehat, memberikan mutu pelayanan dan memperluas jangkauan

pelayanan yang optimal serta memberikan hasil yang baik.

ÑÆ ÏegiÈ tÈnÒÓÈhÈ

PD BPR Bank Klaten yang berfungsi sebagai penyalur dana dari dan untuk masayarakat

memberikan jasa pelayanan perbankan kepada masayarakat berupa produk-produk sebagai

(35)

aÔ Õabungan

Ö)

Õabungan

×iØÙnis

ÚeunggulanÛ diperuntukan untuk semua golongan masyarakatÜ bunga yang kompetitifÜ tidak ada biaya administrasiÜ setoran minimal Ýp Þ ßÔàà àÜ saldo minimal Ýp ÖàÔ àà àÜ transaksi bisa dilakukan semua Úantor Úas áarian

×yaratÛ foto copy ÚÕâ dan mengisi blanko aplikasi tabunganÔ Þ) Õabungan ×emar

ÚeunggulanÛ bunga kompetitifÜ tabungan dapat dijadikan jaminan kreditÜ dapat mengikuti undian berhadiahÜ tabungan dijamin oleh

ãembaga

âenjamin ×impananÜ setoran minimal Ýp ßà Ôà à àÜ saldo imnimal Ýp Öà Ô àààdan transaksi dapat dilakukan se sekuruh Úantor Úas áarian

×yaratÛFoto copy KTP dan mengisi balnko aplikasi tabungan.

b. Deposito

1) Deposito Si Tampan

Keunggulan: tingkat suku bunga kompetitif, deposito dapat dijadikan jaminan kredit,

perpanjangan deposito secara otomatis, bebas memilih jangka waktu deposito dan

setoran dapat ditransfer

Syarat: mengisi blanko aplikasi pembukaan rekening, foto copy KTP dan menyerahkan

(36)

cä åinjaman

æ) çredit umum

çeunggulanè bebas memilih jenis bungaé suka bunga sangat bersaingé bebas memilih sistem angsuranésistem pelunasan sangat ringané dicover assuransi jiwaé diikut sertakan tabungan dengan undian berhadiah

êyaratè mengisi aplikasi permohonan kredité foto copy çëåéfoto copy çartu çeluargaé foto copy agunanéfoto copy buku nikah dan dokumen lain yang diperlukan

ì) çredit karyawan

çeunggulanè suku bunga sangat bersaingé angsuran dipotong secara otomatis dari gaji bulanané sistem pelunasan sangat ringané dicover assuransi jiwa dan diikut sertakan tabungan berhadiah

êyaratè mengisi aplikasi permohonan kredité foto copy çëå dan êç sebagai karyawan íî ï ðñðòemenóôõ óöõðñk÷lðøen

æ) ùupati çabupaten çlaten

ì) úewan åengawas (êatuan åengawas ûntern) a) çepala êub ùagian åemeriksaan

b) çepala êub ùagian üdministrasi dan åelaporan åemeriksaan

ý) úirektur þtama ÿ)

úirektur

) çepala ùagianþmum

a) çepala êub ùagian çesekretariatan dan umas b) çepala êub ùagian êumber

úaya

(37)

) epala agian embukuan a) epala

ub

agian administrasi dan elaporan embukuan b) epala ub agian usat ata lektronik

) epala agian as

a) epala ub agian dministrasi dan elaporan as b) epala ub agian asir

) epala bagian ana

a) epala ub agian eposito dan abungan b) epala

ub

agian

dministrasi dan

elaporan ) epala agian redit

a) epala ub agian nalis

b) epala ub agian ektor reditaryawan c) epala ub agian ektor redit mum )epala agian ukum

a) epala ub agian okumentasi b) epala ub bagian enyelesaian

)epala antor as arian () a) aur ana

b) aur redit

(38)

eskripsi ukook emen k!l "ne a# $agian %mum

&) $ertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan dan dan penyelesaian tugas bagian umum

') (elaksakan dan melakukan tugas koordinasi) pengwasan) pengarahan) penilalian terhadap kegiatan dalam pelaksanaan tugas sub*sub bagian dibawahnya

+) (embantu dan bertanggung jawab kepada ,ireksi dalam melaksanakan tugasnya b# -ub $agian .esekretariatan dan /umas

&) (elaksakan pengawsan dan evaluasi tugas sekretariat yang meliputi mengagenda surat keluar masuk dan mengajukan surat*surat baru kepada direksi untuk ditandatangani dan didisposisi

') (embuat konsep dan mengetik surat dari direksi

+) (enyampaikan kepada direksi mengenai jadwal dan kegiatan direksi

0) (elakukan pengecekan pengeluaran bahan bakar dan keperluan operasional kantor lainnya

1) (elakukan pengecekan terhadap penyimpanan arsip) surat keluar masuk) dokumentasi) grafik dan data statistik

2) (elaksanakan pengecekan terhadap inventaris buku*buku perpustakaan kantor 3) (engurus surat*surat perijinan yang berkaitan dengan aktiva tetap) ijin usaha dan

lain*lain

4) (elaksankan pengarsipan terhadap berita*berita yang berkaitan dengan perusahaan 5) (embina hubungan dengan pihak eksternal maupun internal dalam bidang

(39)

6 7)8ertanggungjawab atas penyelengaraan rapat9 pembuatan notulen hasil rapat dan menyampaikannya kepda yang berkepentingan

66):embantu memberikan pelayanan kepada media masaa dalam memberikan keterangan;keterangan yang diminta yang menyangkut perusahaan

6<):engadakan dan menylenggarakan promosi produk bank9 baik dalam penghimpunan dana maupun pengeluarannya

c= >ub 8agian >umber ?aya :@nusia

6) :elaksanakan tugas pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian <) :erencakan dan menyelenggarakan proses pengelolaan pegawai

A) :elaksakan tugas;tugas yang berhubungan dengan pendidikan9 seminar9 kursus bagi pegawai

B) :elaksnakan tugas koordinasi di lingkungan pegawai

C) :elaksakan tugas urusan pengankatakan9 muatsi9pemberhentian9skorsing9 cuti dan regrisrtasi pegawai

D) :elakukan pengecekan rekapitulasi apel dan absensi E) :embuat konsep ?aftar Frut kepangkatan pegawai

G) :empross dan melaksanakan laporan perubahan pengurus perusahaan kepada 8ank Hndonesia

I) :embantu Jepala

8agian

Fmum dalam melaksanakan tugasnya d= >ub 8agian Kumah Langga

6) :elaksakan tugas urusan perlengkapan dan pergudangan termasuk inventaris kantor

(40)

M) Nengkoordinasi dalam hal menyiapkanO menyimpan dan memelihara perlengkapan untuk rapatO

P Qndidikan

Oupacara dan pertemuan lainnya

R) Nengajukan permohonan dan pembelian alatSalat tulis dan perlengkapan kantor yang lain

T) Nangadministrasi dan mengevaluasi keluar masuk alat tulis dan perlengkapan kantor

U) Nelakukan evaluasi kondisi fisik gedungOVingkungan dan keamanannya

W) Nerencanakan dan melksankan pengadaanX Yemeliharaan serta penghapusan inventaris atau perlengkapan kantor sesuai dengan prosedur dengan ketentuan dan

prosedurnya

Z) [ertanggungjawab atas pembuatan daftar inventaris beserta mutasinya \) Nembantu ]epala [agian ^mum dalam melaksanakan tugasnya eX [agian pembukuan

_) Nalaksakan tugas yang ebrhubungan dengan pembukuanX`nggaran dan menerima laporan dari bagianSbagian lain yang terkait

a) Nembuat laporan kepada bewan YengawasO [upati dan [ank cndonesia serta instasi lain yang terkait dengan ketentuan

M) Nembantu dan bertanggungjawab kepada bireksi dalam melaksanakan tugasnya fX dub [agian administrasi dan pelaporan pembukuan

_) Nencatat dan membuku semua trnsaksi pembukuan kantor secara harian dan ditutup setiap akhir bulan

a)

(41)

e) femonitor pengeluaran biaya dan pendaptan serta belanja inventaris untuk disesuaikan dengan anggaran

g) fenyimpan arsip yang berhubungan dengan nagggaran dan administrasi oembukuan

h) felakukan penelitian pembukuanij kkti penerimaan dan pengeluaran

l) fencatan administrasi yang berhubungan dengan transaksi dari bank lain mengenai depositoitabunagniangsuranipendapatan bungani ongkos mmhi jasa niro dan laino lain selanjutnya diberikan kepada yang bersangkutan serta administrasi

oemindahbukuani

p qmbetulan pembukuan dan pembuatan rmms

t) femastikan laporanolaporan kepada pihat eksternal tepat waktu dan benar u) fembantu vepala wagian membukuan dalam melaksanakan tugasnya gx rub wagian musat yata zlektronik

{) rebagai petugas |eknologi }nformasi

~) ferencanakani emngevaluasi dan mengembangkan halohal yang berhubungan dengan sistem komputer dalam mendukung pelaksanaan informasi manajemen

e) fempersiapkani memeriksa dan memelihara perangkat keras dan pernagkat lunak sistem komputer diperusahaan

g) fenjaga kebersihan dan keakuratan data h)

fembantu

vepala wagian

membukuan dalam melaksanakan tugasnya hx wagian vas

{) felaksanakan tugas yang berhungandengan penerimaan dan penyimpanan uang ~)

fengkoordinir

i mengawasi dan mengarahkan tugas kegiatan rub

(42)

) €emegang kunci dan membuka pintu brankas )

€enjaga kelancaran operasional teller baik dikantor pusat maupun di

‚antor ‚as ƒarian

„) €embatu …ireksi dalam melaksnakan tugasnya i† ‡ub ˆagian ‰dministrasi dan Šelaporan ‚as

‹) €engambilŒenghitung dan menyetorkan uang ke bank Ž) €enghitung dan merekap uang kas pada akhir pekerjaan

) €embuka dan menutup rekening tabungan dan deposito antar bank )

€eminta laporan dari teller

Œkas lecil dan kantor kas

„) €enyimpan arsip yang berhubungan dengan administrasi dan pelaporan kas

) €enyelengarakan administrasi atau surat menyurat yang berhubungan dengan kasir ) €embantu ‚epala ˆagian ‚as dalam melaksnakan tugasnya

j† ‡ub ˆagian ‚asir

‹) €alakukan tugas administrasi pengeluaran uang termasuk pentausahaan bukti pengeluaran uang

Ž) €embuat voucher pengeluaran uang untuk kreditŒongkos kantor dan tabungan ) €embuat laporan tentang posisi keuangan setiap hari kepada ‚epala ˆagian ‚as

dan ‚epala ˆagian Šembukuan

)

€engisi cek untuk mengambil uang di bank

„) €elakukan pembayaran untuk semua pembelian barang dan keperluan sesuai dengan keputusan direksi

)

(43)

‘) ’enyimpan “ ”•yang dikeluarkan melalui kas kecil –)

’enyetorkan ””h dan

””— ke bank dan melaporkan ke kantor pajak ˜ ™)’embantu šepala ›agian šas dalam melaksanakan tugasnya kœ ›agian ana

˜) ’embuat target dan rencana kerja

ž) ’engkoordinirŸmengevaluasi dan melaksanakan tugas dan kegiatan penghimpunan dana

 ) ’emberikan informasi dan promosi tentang produk tabungandan deposito ¡) ’embantu dan bertanggungjawab kepada ireksi dalam pelaksanaan tugasnya lœ “ub ›agian eposito dan ¢abungan

˜) ’elaksanakan tugas yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran deposito dan tabungan

ž) ’encari dana dalam bentuk deposito dan tabungan

 ) ’emberi informasi kepada nasabah segala sesuatu yang berhubungan dengan deposito mauoun tabungan

¡) ’elakukan promosi dan sosialisasi produk deposito dan tabungan £) ’embantu šepala ›agian ana dalam melaksanakan tugasnya mœ “ub ›agian ¤dministrasi dan ”elaporan

˜)

’elaksanakan administrasi tabungan dan deposito

ž) ’enyimpan arsip yang berhubungan dengan deposito dan tabungan  ) ’embuat laporan harian dan bulanan deposito dan tabungan

(44)

¥) ¦enghitung suku bunga deposito dan tabungan §)

¦embuat laporan fee penjaminan dana pihak ketiga ke

¨embaga ©enjamin ªimpanan

«) ¦embantu ¬epala ­agian ®ana dalam melaksanakan tugasnya n¯ ­agian ¬redit

°) ¦embuat dan melaksankan strategi serta rencana kerja ±) perkreditan termasuk penagihan dan pembinaan nasabah

²) ¦emenuhi pencapaian target penyaluran kredit baik secara kualitas maupun kuantitas

³) ¦elakukan evaluasi periodik terhadap pencapaian target kredit

´) ¦engkoordinirµ membina dan mengawasi sub bagian di bawahnya dalam melaksanakan tugasnya

¥) ¦enyerahkan data kredit bermasalah yang akan diselesaikan melalui jalur hukum kepada bagian hukum

§) ¦emberikan persetujuan atas pengeluaran aguna

«) ¦elakukan koordinasi dengan bagian hukum dalam meyelesaikan kredit bermasalah

¶) ¦embantu dan bertanggungjawab kepada direksi dalam melaksanakan tugasnya o¯ ªub

­agian ·nalis

°) ©enelitian syarat¸syarat dan kelengkapan administrasi calon nasabah kredit

(45)

nilai jaminan dan analisa kemampuan bayar calon seta melakukan cek data atau

invetigasi ke lapangan

¹) ºoordinasi dengan bagian terkait terhadap pelaksanaan tugas

») ¼emberian saran dan pertimbangan kepada ºepala ½agian ºredit mengenai langkah¾langkah dan atau tindakan¾tindakan yang perlu diambil di bidang tugasnya

¿) Àembantu ºepala ½agian ºredit dalam melaksanakan tugasnya pÁ Âub ½agian ºredit ºaryawan

Ã) Àelaksanakan strategi dan rencana kerja serta melakukan evaluasi secara periodik atas pencapaian target kredit karayawan

Ä) Àelaksanakan tugas operasional kredit untuk dinas¾dinas atau insatansi¾instansi baik pemerintah maupun swasta

¹) Àeneliti atau mengoleksi perabot dan kelengkapan syarat¾syarat pengeluara kredit karyawan

») Àeneliti kelengkapanÅkebenaran laporan harian dan bulanan untuk kredit karyawan ¿) Àembantu mengurus nasabah yang memasuki masa pensiun ke kantor taspen Æ) Àengkoordinir dan memonitoring tugas staf dan ÇÈ

É) Àengadakan koordinasi mengenai kesepakatan jadwal penagihan dengan bendahara instansi yang bersangkutan

Ê) Àelakukan koordinasi bagian kredit dan administrasi pembukuan qÁ Âub ½agian Ëmum

Ã) Àelaksanakan strategi dan rencana kerja pemasaran seluruh produk kredit Ä)

(46)

Ì) Íemonitoring dan penagihan terhadap kredit yang te;lah dikeluarkan sehingga terjaga kualitas kredit dalam kondisi lancar

4) Melakukan analisa awal terhadap ajuan kredit dan memastikan kelengkapan

dokumen ajuan kredit

5) Melaksanakan tugas dan bertanggungjawab keapada Kepala Bagian Kredit

6) Melaksanakan strategi dan rencana kerja serta melakukan evaluasi secara periodik

dan pencapaian target kredit umum

7) Mengadakan cheking calon nasabah

8) Melakukan pemantauan pembinaan dan pelaporan dari kredit umum pasca

pemberian kredit

9) Membantu Kepala Bagian Kredit dalam melaksnakan tugasnya

r. Bagian Hukum

1) Mengevaluasi dan mengkoordinir sub bagian dibawahnya

2) Membuat konsep dan merevisi SK Direksi

3) Membantu rancangan atau konsep serta mengevaluasi peraturan-peraturan yang ada

di perusahaan

4) Menerima dan menindaklanjuti pengaduan nasabah dan dilaporkan ke Bank

Indonesia

5) Mengususlkan, merumuskan dan merekomendasikan kegiatan penelitian dan

pemengembangan

6) Menyiapkan perencanaan, pemikiran dan penelitian dalam rangka untuk perbaikan

(47)

Î) Ïewakili Ðireksi dalam berurusan dengan masalah hukum di dalam maupun di luar pengadilan

sÑ Òub Óagian Ðokumentasi

Ô) Ïelaksanakan tugas membuat ÒÕÐireksi

Ö) Ïembuat draft perjanjian kredit dan perjanjian kerjasama dengan instansi atau dinas lain

×) Ïengadakan survey dan analisa pasar secara umum untuk membantu penilaian terhadap pelaksnaan tugas bagian untuk pengembangan perusahaan

Ø) Ïembantu Õepala

Óagian

Ùukum dalam melaksanakan tugasnya tÑ Òub Óagian penyelesaian

Ô) Ïenyelesaikan segala permasalahan yang harus diselesaikan secara hukum yang terjadi di perusahaan

Ö) Ïenangani dan menyelesaikan secara hukum untuk kredit bermasalah bersama bagian yang terkait

×) Ïengajukan permohonan somasiÚÛ Üta eksekusi samapai proses lelang

Ø) Ïenangani dan menyelesaikan kredit yang sudah dihapus buku tetapi belum hapus tagih

Ý) Ïembantu kepala Óagian Ùukum dalam melaksanakan tugasnya uÑ Òatuan Þengawas ßntern

Ô) ÏerencanakanÚàengkoordinir dan menyusun program judul pemeriksaan

Ö) Ïelakukan pemeriksaanÚ penilaian dan pengawasan terhadaop kegiatan operasional bank

(48)

á) âengkoordinir dan mengevaluasi kegiatan pengawasan dan pemeriksaan sub bagian di bawahnya

ã) âembuat laporan berkala atas hasil temuan pemeriksaan berikut saran perbaikannya kepada äireksi dan äewan åengawas

æ) âembuat saran dan masukan kepada direksi ç) âembantu dan bertanggungjawab kepada äireksi vè éub êagian åemeriksaan

ë) âembuat perencanaan dan jadwal pemeriksaan ì) âengkoordinir jalannya pemeriksaan

í) âengevaluasi hasil pemeriksaan

á) âemastikan bahwa sistem dan prosedur telah dijalankan dengan benar pada setiap bagian

wè éub êagian îdministrasi dan åelaporan

ë) âenyiapkan administrasi pemeriksaan ì) âembuat laporan hasil pemeriksaan

í) âembuat surat menyurat yang berhubungan dengan pemeriksaan á) âembantu kepala éåï dalam melaksanakan tugasnya

xè ðepala ðantor ðas ñarian (ððñ)

ë)

âelaksanakan tugas yang berhubungan operasional ððñ

ì) âenggkoordinir dan membina serta mengawasi staf yang ada dibawahnya í) âelakukan koordinasi dengan kepala wilayahòó å ôä òäesa di wilayah kerjanya á) âeneliti kelengkapan administrasiò kelayakan usahaò kelayakan jaminan dan

(49)

õ) öelakukan pembinaan dan penagihan terhadap nasabah ÷)

öeneliti kebenaran data nasabah baik administrasi maupun keuangannya

ø) öenyampaikan laporan harianù bulanan dan tahunan kepada úepala ûagian úredit maupun üana

ý) öembantu üireksi dalam menjalankan usahanya yþ úaur úredit

ÿ) öemasarkan memberikan penjelasan mengenai produk kredit kepada calon nasabah ) öenerima ajuan permohonan kredit dari calon nasabah

) öelakukan pengecekan dan penelitian kelengkapan blanko ajuan kredit

) öelakukan pengecekan usaha calon nasabahù mengenai kelayakan usaha dan kelayakan agunan

õ) öembuat laporan kepada úepala úantor úas arian tentang kegiatan operasionalnya

÷) öembantu úepala úantor úas arian dalam menjalankan tugasnya z. Kaur Dana

1) Melakukan kegiatan promosi dan memberikan penjelasan kepada calon nasabah

mengenai produk dana baik tabungan maupun deposito

2) Mengurus dan mengusahakan pengumpulan dana pihak ketiga

3) Menyelenggarakan administrasi lengkap yang berkaitan dengan dana pihak ketiga

menjaga dan mengawasi arsip deposito mapun tabungan

4) Menjaga dan mengawasi arsip deposito maupun tabungan

5) Membuat laporan kepada Kepala Kantos Kas Harian tentang kegiatan

(50)

) embantu epala antor as arian dalam menjalalnkan tugasnya l nliti

t

(ermodalan)

nalisis Faktor Permodalan, Rasio CAR : × 100%

CAR 2010 = . . , × 100%= 19%

CAR 2011 = . . ,

. . , × 100%= 18,71%

CAR 2012 = . . ,

. . , × 100%= 15,84%

Tabel. 6. Perhitungan Rasio CAR

NO URAIAN Tahun Tahun Tahun

2010 2011 2012

1 CAR 19% 18,71% 15,84%

2 TURUN - (0,29%) (2,87%)

3 ATMR 82.120.197,7 85.990.201,15 116.633.077,85

4 KPMM 6.569.615,8 6.879.216,1 9.330.646,2

5 KRITERIA ! "# $ ! "# $ ! "# $

Dari tabel perhitungan rasio CAR pada tabel di atas dapat diketahui bahwa CAR

tahun 2010 sebesar 19%. Pada tahun 2011 terdapat penurunan sebesar 0,29%

menjadi 18,71% dan pada tahun 2012 terdapat penurunan sebesar 2,87% menjadi

15,84%. Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai CAR pada tahun 2010

sampai dengan tahun 2012 terus mengalami penurunan, hal ini menunjukan

(51)

keperluan pengembangan usaha serta menampung kemungkinan risiko kerugian

yang di akibatkan dalam operasional %ank semakin menurun&'al ini dikarenakan rasio ()* baik pada tahun + ,- ,. +,- - dan + ,-+ masih di atas kriteria yang ditentukan oleh pemerintah yaitu sebesar /0. sehingga nilai ini termasuk dalam kategori sehat

+ & 12 23t(4ualitas )ktiva)

5alam melakukan penilaian terhadap komponen faktor kualitas aktiva 6roduktif menggunakan +*asio.yaitu7

a& *asio 4)6

*asio 4)6menggunakan perhitungan 8

× 100% b& *asio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap penyisihan

penghapusan aktiva produktif yang wajib di bentuk

(52)

KabelL MNerhitungan Oasio Pktiva Nroduktif Yang Di Klasifikasikan terhadap Aktiva Produktif

NO URAIAN Tahun Tahun Tahun

2010 2011 2012

1 Rasio KAP 12.6% 10% 14%

2 Turun/Naik - 2,6% (4%)

3 Kriteria QRS RTUVW X Y UVW X Y S RZX[ \UVW X Y

Hasil perhitungan diatas aktiva produktif pada tabel perhitungan aktiva produktif

yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif menunjukan adanya pergerakan rasio

KAP tahun 2010 sebesar 12,6%. Pada tahun 2011 terjadi kenaikan sebesar 2,6%

menjadi 10% kembali pada tahun 2012 terjadi penurunan sebesar 4% menjadi 14%.

Dari pergerakan rasio KAP tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2010 sampai

dengan 2012 terjadi keadaan yang tidak stabil pada PD BPR BANK KLATEN, hal

ini mengharuskan kinerja keuangan Bank dalam menarik nasabah harus lebih

ditingkatkan lagi agar didalam neraca Bank terjadi kenaikan terus menerus

Tabel 8. Perbandingan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) terhadap

Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif yang Wajib Dibentuk (PPAPWD)

NO URAIAN Tahun Tahun Tahun

2010 2011 2012

1 Rasio PPAP 54% 55% 35%

2 Turun - 1% (19%)

(53)

_asil perhitungan aktiva produktif pada tabel diatas menunjukan bahwa ada pergerakan rasio ``a ` pada tahun bc dcsebesar efghpada tahun bc d dsebesar ee g dan pada tahun bc d b sebesar bcdb sebesar ie%j kari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa dari tahun bcdc sampai tahun mengalami peningkatan sebesar

dg namun pada tahun bcdb mengalami penurunan drastis sebesar d lg yang mengindikasikan bahwa `kj m`n ma op p qa rs o mengalami keadaan yang kurang sehat bahkan tahun bc d b sampai turun menjadi dalam kriteria tidak sehat artinya kemungkinan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk tersebut

mengandung potensi yang tidak baik untuk `k jm`nma o ppqa rso

ij tu vu wx yxnt (z{najemen)

`erhitungan faktor manajemen `km`nma o p pqars o dapat dilihat dari tabel di bawahh|}bagai berikut ~

rabell j`erhitungan aspek z{najemen mum

€ ‚ƒ „… „€ †ahun †ahun †ahun

‡ ˆ ‰ ˆ ‡ ˆ ‰ ‰ ‡ ˆ ‰ ‡

‰ Šumlah €ilai ‹redit Œ  Œ Ž Œ 

‡ Growth€ilai ‹redit  ‰ ‡

Œ ‹riteria ‘’“ ” • ‘’“ ” • ‘’“ ” •

–abel— ˜™šerhitungan ›spek œanajemen isiko

€ ‚ƒ „… „€ †ahun †ahun †ahun

‡ ˆ ‰ ˆ ‡ ˆ ‰ ‰ ‡ ˆ ‰ ‡

‰ Šumlah €ilai ‹redit Ž ˆ Ž ‡ Ž Ž

‡ Growth€ilai ‹redit  ‡ Œ

Œ ‹riteria

(54)

žari hasil penelitian terhadap faktor manajemen pada Ÿž Ÿ¡ ¢£¤¤¥¢ ¦§£ pada tabel di atas¨ dapat di lihat bahwa aspek manajemen umum mengalami peningkatan dari tahun ke tahun¨ yaitu pada tahun © ª« ª dengan total nilai manajemen umum sebesar ¬ ­poin¨ pada tahun © ª«« ¬ ®poin dan pada tahun ©ª« ©adalah ¬ ¯ poin° £ilai± nilai ini menunjukan bahwa manajemen umum baik pada tahun ©ª« ª ¨© ª« «¨ dan © ª«© termasuk dalam kondisi sehat

Faktor manajemen risiko dapat dilihat pada tabel diatas menunjukan bahwa pada tahun

2010 total nilai manajemen risiko sebesar 50 poin, tahun 2011 sebesar 52 dan pada

tahun 2012 sebesar 55 poin. Nilai-nilai ini menunjukan bahwa manajemen risiko pada

tahun 2010-2012 termasuk dalam kondisi sehat. Manajemen umum dan manajemen

risiko pada PD. BPR BANK KLATEN berada dalam kondisi sehat artinya pada tahun

yang bersangkutan BPR BANK KLATEN mampu mengatur Bank baik dalam segi

strategi, struktur, sistem, kepemimpinan maupun setiap risiko yang timbul pada setiap

aktivitasnya sehingga Bank dapat maksimal dalam pencapaian usahanya.

4. Earning(Rentabilitas)

Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan suatu perusahaan dengan modal sendiri

yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan keuntungan atau laba. Rentabilitas bank

dapat dihitung dengan dua rasio yaitu:

a) Return On Asset(ROA)

Rasio laba bersih terhadap aset adalah kemampuan aset yang dimiliki oleh suau bank

untuk menghasilkan laba, dihitung dengan rumus:

= × 100%

Perhitungan ROA tahun 2010 = . .

(55)

¹erhitungan º »¼ tahun ½¾ ¿ ¿À operasionalnya̺asio Ë»¹» dihitung dengan rumus sebagai berikutÍ

= 12

Ëerdasarkan pada perhitungan pada tabel diatas diperoleh hasil untuk

(56)

ðerdasarkan ñ ò ó ôõ ðô öo÷ ø ùú ûüú òý þúó ôõú ÿ maka õ pada þó ðþõ ðö ò

óari hasil perhitungan õasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (ðþ ) pada tabel diatas menunjukan kefisiensian suatu ðank dalam operasionalnya yang mempengaruhi terhadap pendapatannya÷

Liquidity(ikuiditas)

ikuiditas adalah kemampuan bank untuk membayar kewajiban keuangan yang harus dipenuhi÷ikuiditas dapat diukur dengan menggunakan rasio óõ (Loan to Debt Ratio) danCR (Cash Ratio)÷

(57)

b3 Cash Ratio(45)

6erhitungan

4ash 5atio dapat menggunakan rumus 7

Kabel:>36erhitungan 5asioCash Ratio

OP QR ST SO Uahun Uahun Uahun

Nari tabel menunjukan bahwa rasio MN5 pada setiap periodenya berpredikat kurang baik yang berarti bank dalam keadaan kurang likuid atau kemampuan membayar

kewajiban keuangannya tidak sehat meskipun kinerja keuangannya mengalami

peningkatan=

(58)

main halnya pada nash oatio pabel perhitungan nash oatio diatas menunjukan bahwa tahun qr sr adalah sebesar t uvw u pada tahun qr s s terjadi peningkatan sebesar xw menjadi sebesar ss uvw dan pada tahun qrsq terjadi peningkatan kembali sebesar y ux% sehingga nash oatio qr sqmenjadi sebesar szuzw{|emakin tinggi rasio ini berarti semakin baik posisi aktiva lancar untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya{

}~ €m‚‚ƒ ‚h n

pingkat kesehatan keuangan „ank pada …† „…o „‡ˆ‰ ‰m‡pŠˆ dengan analisis n‡‹Šm adalah sebagai berikut

Œ s{ …ermodalan (Capital)

†ari hasil analisis pengukuran tingkat kesehatan keuangan „ank berdasarkan faktor permodalan pada …†„ …o„‡ˆ ‰‰m‡pŠˆ memperlihatkan bahwa …†„ …o„ ‡ˆ ‰

‰m‡pŠˆ berada pada posisi yang sehat{ al iniu dapat dilihat dari perhitungan ‡p‹o yang cukup baik serta berdasarkan perhitungan ‰…‹‹ tersebut lebih kecil dibandingkan dengan jumlah modal yang tersedia sehingga mempunyai kelebihan

modal{ al ini berarti peluang bagi …† „…o „‡ˆ‰ ‰m‡pŠˆ masih luas dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat{†engan kondisi tersebut …† „…o „‡ˆ‰

‰m‡pŠˆ dituntut lebih berhatiŽhati dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat yang bersumber dari tabungan dan deposito untuk menghindari adanya kredit yang

bermasalah{

q{ ‰ualitas ‡ktiva…roduktif(Asset)

(59)

 ‘‘ terjadi kenaikan sebesar  ’“ ” menjadi ‘% kembali pada tahun ‘  terjadi penurunan sebesar •” menjadi ‘•%– —ari pergerakan rasio ˜™ š tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun  ‘  sampai dengan   ‘terjadi keadaan yang tidak stabil pada š—›šœ›™˜˜ž™Ÿ  ’ hal ini mengharuskan kinerja keuangan ›ank dalam menarik nasabah harus lebih ditingkatkan lagi agar didalam neraca ›ank etrjadi kenaikan terus menerus–šada œasio š š™š ada pergerakan pada tahun ‘ sebesar

¡•”’ pada tahun ‘ ‘sebesar ¡¡% dan pada tahun  ‘  sebesar  ‘ sebesar ¢¡”– —ari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa dari tahun  ‘  sampai tahun mengalami peningkatan sebesar ‘ ” namun pada tahun ‘  mengalami penurunan drastis sebesar ‘ £ ” yang mengindikasikan bahwa š— – ›šœ ›™˜ ˜ž™Ÿ  mengalami keadaan yang kurang sehat bahkan tahun ‘  sampai turun menjadi dalam kriteria tidak sehat artinya kemungkinan penghapusan aktiva produktif yang

wajib dibentuk tersebut mengandung potensi yang tidak baik untuk š— – ›šœ›™˜

˜ž™Ÿ  

¢– ¤anajemen(Management)

(60)

menjadi sebesar ¨¨ © ª% dan pada tahun « ¬¨« terjadi peningkatan kembali sebesar

­©® ¯ sehingga °ash ±atio

«¬¨ « menjadi sebesar

¨²©²¯³ ´emakin tinggi rasio ini berarti semakin baik posisi aktiva lancar untuk memenuhi kewajiban jangka

pendeknya³

µ¶ · ¸¹¸º¸»¼eneliti¸ »

½ntuk membantu mempermudah menarik kesimpulan© maka jawaban atas penelitian adalah ¾

¨³

¿agaimana tingkat kesehatan keuangan ¿ank pada

À Á³¿À± menyediakan dana untuk keperluan pengembangan usaha serta menampung

kemungkinan risiko kerugian yang diakibatkan dalam operasional ¿ank semakin menurun³

«³ ¿agaimana tingkat kesehatan keuangan ¿ank pada ÀÁ³¿À±¿ank Älaten dilihat dari rasio kualitas aktiva produktif selama periode «¬¨¬ È« ¬¨«É

Æingkat kesehatan keuangan ¿ank pada

ÀÁ³ ¿À±

(61)

diklasifikasikan terhadap aktiva produktif menunjukan adanya pergerakan rasio ÍÎÏ tahun ÐÑ ÒÑ sebesar Ò ÐÓ Ô%Õ

Ïada tahun

ÐÑÒÒ terjadi kenaikan sebesar ÐÓ Ô% menjadi ÒÑ Ö kembali pada tahun ÐÑÒÐ terjadi penurunan sebesar ×Ö menjadi Ò× ÖÕ Øari pergerakan rasio ÍÎ Ï tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun ÐÑÒÑsampai dengan

ÐÑÒÐ terjadi keadaan yang tidak stabil pada ÏØ ÙÏÚ ÙÎÛÍ ÍÜÎÝ Þ ÛÓ hal ini mengharuskan kinerja keuangan Ùank dalam menarik nasabah harus lebih ditingkatkan lagi agar didalam neraca Ùank etrjadi kenaikan terus menerusÕÏada

Úasio ÏÏÎ Ï ada pergerakan pada tahun ÐÑ ÒÑ sebesar ß× ÖÓ pada tahun ÐÑÒÒ sebesar ßß Ö dan pada tahun ÐÑ ÒÐsebesar ÐÑÒÐ sebesar àß ÖÕØari hasil perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa dari tahun ÐÑ ÒÑ sampai tahun mengalami peningkatan sebesar

ÒÖ namun pada tahun ÐÑ Ò Ð mengalami penurunan drastis sebesar ÒáÖ yang mengindikasikan bahwa ÏØÕÙÏÚÙÎÛÍÍÜÎÝÞ Û mengalami keadaan yang kurang sehat bahkan tahun ÐÑÒÐ sampai turun menjadi dalam kriteria tidak sehat artinya kemungkinan penghapusan aktiva produktif yang wajib dibentuk tersebut

mengandung potensi yang tidak baik untuk ÏØÕÙÏÚÙÎÛÍÍÜÎÝÞÛ

àÕ Ùagaimana tingkat kesehatan keuangan Ùank pada ÏØÕÙÏÚÙÎÛÍÍÜÎÝÞ Û dilihat dari faktor manajemen selama periode ÐÑÒÑâÐÑÒÐã

(62)

å æç èéê untuk mengatur ëank baik dalam segi strukturì strategiì sistemì kepemimpinan maupun setiap risiko yang timbul pada aktivitasnya sehingga ëank dapat maksimal dalam pencapaian hasil usahanyaí îanajemen ïð ëïñ ë çêå

å æç èéê menunjukan adanya peningkatan dari tahun ke tahun dan mempunyai kriteria sehatì hal ini dikarenakan kinerja manajemen ïðí ëïñ ë çê å å æç è éê mengalami peningkatan dalam mengatur strategi dalam usaha pencapaian tujuan

ëank sehingga dapat dioptimalkan dan mengalami peningkatan dalam pengaturan likuiditasnya yang berakibat pemberian kredit dan pengawasan kegiatan operasional

telah sesuai dengan prosedur yang berlakuí

òí ëagaimana tingkat kesehatan keuangan ëank pada ïðíëïñëank ålaten dilihat dari rasio rentabilitas selama periode óôõôöóô õ ó÷

èingkat kesehatan keuangan ëank pada ïðí ëïñ ëank ålaten dilihat dari rasio ñentabilitas dalam kategori sehatí ëerdasarkan pada perhitungan pada ñasio ñø ç diperoleh hasil yaitu pada ïðíëïñë çêåå æç èéê pada tahun óôõ ôsebesar õìùú û tahun óô õõ terdapat kenaikan sebesar ôìõ ú û menjadi sebesar óìôùû dan pada tahun

óô õ óterjadi kenaikan kembali sebesar ôìüòû menjadi sebesar óìù óûíëerdasarkan ýå ðþñ ëþêoí ÿôõóåéïðþñúüì maka ñøç pada ïð ëïñ ë çê å å æçèéê berada dalam kondisi ýé ç è karena nilai ñøç baik pada tahun óô õôìóôõ õdan óôõódiatas penilaian ëþ yaitu sebesar õìóõûí perhitungan ñasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (ë øïø) pada tabel diatas menunjukan kefisiensian suatu

(63)

agaimana tingkat kesehatan keuangan ank pada laten dilihat dari rasio likuiditas selama periode

ingkat kesehatan keuangan ank pada ank laten dilihat dari faktor likuiditas rasio selama periode dalam kategori yang tidak sehat dan dilihat dari ash atio selama periode dalam kategori yang sehat asio ada setiap periodenya berpredikat kurang baik yang berarti bank dalam keadaan

kurang likuid atau kemampuan membayar kewajiban keuangannya tidak sehat

meskipun kinerja keuangannya mengalami peningkatan tetapi kondisi ini harus segera diperbaiki oleh manajemen keuangannya

(64)

dari tahun ke tahun dan mempunyai kriteria sehat hal ini dikarenakan kinerja manajemen !"# #$!%&" mengalami peningkatan dalam mengatur strategi dalam usaha pencapaian tujuan ank sehingga dapat dioptimalkan dan mengalami peningkatan dalam pengaturan likuiditasnya yang berakibat pemberian

kredit dan pengawasan kegiatan operasional telah sesuai dengan prosedur yang

berlaku

' entabilitas(Earning)

erdasarkan pada perhitungan pada asio (! diperoleh hasil yaitu pada !" # #$! % &" pada tahun

) *+ * sebesar +,-. tahun ) *++ terdapat kenaikan sebesar *+ -% menjadi sebesar )*,% dan pada tahun ) *+)terjadi kenaikan kembali sebesar */' . menjadi sebesar ),) . erdasarkan 0 # 1 1 "o

2 *3+ )3#& 3 1 3 -/ maka (! pada !" # #$! %&" berada dalam kondisi 0 &4!% karena nilai (! baik pada tahun ) *+ * )*+ + dan ) *+) diatas penilaian 1 yaitu sebesar +) +. perhitungan asio biaya operasional terhadap pendapatan operasional ( (() pada tabel diatas menunjukan kefisiensian suatu

ank dalam operasionalnya yang mempengaruhi terhadap pendapatannya 5 $ikuiditas(Liquidity)

4al ini menunjukan bahwa rasio $ pada setiap periodenya berpredikat kurang baik yang berarti bank dalam keadaan kurang likuid atau kemampuan membayar

kewajiban keuangannya tidak sehat meskipun kinerja keuangannya mengalami

peningkatan tetapi kondisi ini harus segera diperbaiki oleh manajemen keuangannya

Referensi

Dokumen terkait

1) Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijaksanaan yang berhubungan dengan kelangsungan pada PD. BPR Bank Klaten. 2) Hasil penelitian ini diharapkan memberikan

Dapat memberikan masukan yang berguna bagi Bank Perkreditan Rakyat yang digunakan untuk melihat sejauh mana tingkat kesehatan bank dan sejauh mana kemungkinan bank akan

Hasil penelitian ini adalah Pengukuran tingkat kesehatan bank pada PD BPR BKK Kantor cabang Tirtomoyo tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 dengan menggunakan metode CAMEL yang

yang diperoleh bahwa dengan menggunakan t-test dan logit model, rata-rata rasio keuangan model CAMEL bank tidak sehat lebih besar daripada bank yang sehat serta rasio keuangan

Hasil dari analisis CAMEL rating system tersebut digolongkan menjadi empat kategori tingkat kesehatan bank yaitu sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat yang hasilnya

Rasio dengan metode CAMEL yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio keuangan berdasarkan ketentuan yang telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia mengenai penilaian

Selanjutnya tingkat kesehatan bank pada dasarnya dinilai dengan pendekatan kuantitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan

Penilaian kualitas aktiva produktif didasarkan pada dua rasio, yaitu menggunakan rasio Aktiva Produktif yang Diklasifikasikan (APYD) terhadap totalaktiva produktif,