• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PROSEDUR BANK DALAM PENGAWASAN INTENSIF & DALAM PENGAWASAN KHUSUS Jika diperpanjang maka akan diumumkan ke publik

Bank mengalami kesulitan yang dapat membahayakan kelangsungan usahanya & ditempatkan dalam pengawasan khusus BI (special survellance),dengan kriteria :

Faktor Solvabilitas / Struktural:

♦ CAR < 8 % ; atau

Faktor Likuiditas:

♦ GWM < 5% dan trend menurun relatif cepat atau permasalahan likuiditas mendasar

Bank Indonesia melakukan CDO (tindakan sesuai Pasal 37 ayat (1) dan Pasal 52) untuk tujuan penyehatan Bank, dalam rangka special surveillance antara lain :

Pelaksanaan CDO dalam jangka waktu maksimal (khusus untuk Bank Domestik) ♦ 6 (enam) bulan untuk listed bank; atau

♦ 3 (tiga) bulan untuk non-listed bank

(Jangka waktu dapat diperpanjang maksimal 3 bulan atas pertimbangan perkembangan program penyehatan Bank yang realistis)

Bank memiliki potensi membahayakan kelangsungan usahanya dengan kriteria: 1. Predikat TKS = KS atau TS;

2. memiliki masalah potential dan actual dibidang likuiditas, profitabilitas dan solvabilitas berdasarkan Composite Risk Assesment;

3. Pelanggaran/pelampauan BMPK dan action plan dinilai tidak mungkin dicapai; 4. Pelanggaran PDN dgn usulan penyelesaian Bank yg tidak mungkin dicapai; 5. Rasio GWM > 5% namun memiliki permasalahan likuiditas;

6. Memiliki permasalahan profitabilitas yang mendasar; 7. Memiliki NPL (netto) > 5 % dari total kredit.

Pengawasan Normal (judgement)

Bank Indonesia dapat melakukan tindakan-tindakan antara lain:

1. Meminta tambahan laporan-laporan dari Bank

2. Peningkatan frekwensi pengkinian dan pemantauan Business Plan 3. Penyusunan Action Plan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Bank 4. Penempatan OSP (untuk tujuan monitoring)

5. CDO sesuai dengan bank dalam SSU (apabila diperlukan)

Bank Indonesia mengumumkan Bank yang dikenakan Mandatory Supervisory Action serta tindakan yang diminta utk dilakukan Bank

Bank ditempatkan dalam intensive supervision dan Bank Indonesia memberitahukan kepada Bank.

Bank memiliki potensi systemic risk, antara lain: 1. Total Aset

cukup besar; 2. Bank Peserta

Program Rekapitalisasi

1. Capital Restoration Plan dan beberapa tindakan lainnya: Bank dengan CAR > 6% namun <8% 2. Mandatory Supervisory

Action :

a. Bank dengan CAR < 6% b. Capital Restoration Plan

tidak dipenuhi atau tidak disetujui BI

3. Tindakan lain sesuai Ps 37 (1) dan Ps 52: ♦ Mengganti Pengurus Bank;

♦ Menghapusbukukan Kredit Macet;

♦ Melakukan Merger atau Konsolidasi dengan Bank lain

♦ Menjual Bank kepada pihak lain

♦ Menyerahkan pengelolan seluruh/sebagian kegiatan kepada pihak lain

♦ Menjual sebagian atau seluruh harta atau kewajiban Bank

♦ Membekukan kegiatan usaha tertentu Kondisi Bank tidak membaik

Kondisi Bank membaik

(2)

PROSEDUR BANK DALAM PENGAWASAN INTENSIF & DALAM PENGAWASAN KHUSUS

Kriteria Bank yang akan disehatkan oleh BPPN ♦ memiliki pengaruh terhadap perekonomian

nasional dan daerah ♦ memiliki CAR < 8%

♦ dinilai dapat meningkatkan CAR menjadi > 8%

Penyerahan Bank kepada BPPN dengan Status “BDP” dan BPPN melakukan langkah-langkah penyehatan.

Apakah program penyehatan oleh BPPN berhasil ?

Kriteria Bank: ♦ CAR < 2%

♦ GWM < 0% dan tidak dapat diselesaikan

Kriteria Bank : ♦ CAR > 8 % ; atau ♦ GWM > 5%. B

Setelah jangka waktu berakhir dan kondisi Bank tidak berubah

A

Sebelum jangka waktu berakhir dan kondisi Bank

menurun dengan cepat

TIDAK

TIDAK

Apakah Bank memenuhi kriteria penyehatan oleh BPPN tersebut ?

YA

Kriteria Bank :

♦ CAR > 8 %;

♦ GWM > 5%;

♦ Tidak terdapat permasalahan BMPK, PDN dan PPAP

NPL membaik

Business Plan mengindikasikan pencapaian CAR > 8% akan berkelanjutan (sustainable CAR)

♦ Kriteria lain yang ditetapkan Ketua BPPN.

Pengawasan Intensif

Pengawasan Intensif & diumumkan bagi Bank yang juga diumumkan pada saat dikenakan Mandatory Supervisory

Action

C

Setelah jangka waktu berakhir dan kondisi Bank membaik

YA

Pengawasan Normal (judgment)

BBKU BBKU

(3)

PROSEDUR BANK DALAM PENGAWASAN INTENSIF & DALAM PENGAWASAN KHUSUS

Penempatan dalam pengawasan khusus (special surveillance) apabila telah memenuhi kriteria

Bank Indonesia melakukan tindakan CDO sebagai upaya penyehatan

Apabila tidak berhasil, maka Bank akan dilikuidasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi Bank Asing dan Joint Venture Bank, jangka waktu SSU hanya 15 hari

(4)

PROSEDUR BANK DALAM PENGAWASAN INTENSIF & DALAM PENGAWASAN KHUSUS

T

TAAHHAAPPAANNCCAAPPIITTAALLRREESSTTOORRAATTIIOONNPPLLAANN

S

SEELLAAIINNCCAAPPIITTAALLRREESSTTOORRAATTIIOONNPPLLAANN,,BBAANNKKDDEENNGGAANN66%%<<CCAARR<<88%%,,JJUUGGAADDIIKKEENNAAKKAANNTTIINNDDAAKKAANN::

LLaarraannggaannddiissttrriibbuussiiMMooddaall;;

LLaarraannggaannttrraannssaakkssiiddeennggaannppiihhaakktteerrkkaaiitt,,kkeeccuuaalliiaattaassiizziinnBBaannkkIInnddoonneessiiaa

PPeemmbbaattaassaann eekkssppaannssii uussaahhaa aattaauu kkeeggiiaattaann bbaarruu,, kkeeccuuaallii aattaass iizziinn BBaannkk I

Innddoonneessiiaa

PPeemmbbaattaassaann ppeenniinnggkkaattaann GGaajjii//ppeemmbbaayyaarraann BBoonnuuss//KKoommppeennssaassiiuunnttuukk ppeenngguurruuss B

Baannkk

LLaarraannggaannppeemmbbaayyaarraannSSuubboorrddiinnaatteeLLooaann

LLaappoorraannppeerruubbaahhaannkkeeppeemmiilliikkaann<<1100%%

LLaarraannggaann ppeerruubbaahhaann kkeeppeemmiilliikkaann >> 1100%% bbaaiikk llaannggssuunngg mmaauuppuunn sseebbaaggaaii p

peemmeeggaannggssaahhaamm‘‘aaccttiinnggiinnccoonncceerrtt’’

KKeewwaajjiibbaannppeennyyaammppaaiiaannllaappoorraann--llaappoorraanntteerrtteennttuu

PPeenneemmppaattaannOOSSPPddaannppeemmbbeerrllaakkuuaannCCDDOOllaaiinnnnyyaa((aappaabbiillaaddiippeerrlluukkaann)) CRP diajukan Bank kpd Bank Indonesia paling

lambat 15 hari kerja sejak Bank menerima surat pemberitahuan dari BI

Bank Indonesia menilai CRP selama 15 hari kerja dan memberitahukan kepada Bank atas

persetujuan atau penolakan CRP

Bagi Bank dengan CAR <8% dan tidak mengajukan CRP, wajib memenuhi Mandatory Supervisory Actions dan Bank Indonesia menilai REVISI CRP selama 10 hari kerja dan memberitahukan kepada Bank atas persetujuan atau penolakan REVISI CRP

Bank yang tidak mengajukan Revisi CRP atau Revisi CRP ditolak Bank Indonesia, wajib memenuhi Mandatory Supervisory Actions

(5)

PROSEDUR BANK DALAM PENGAWASAN INTENSIF & DALAM PENGAWASAN KHUSUS

1. Kewajiban melaksanakan Capital Restoration Plan (CRP); dan

2. Mandatory Supervisory Actions:

Larangan distribusi Modal;

Larangan transaksi dengan pihak terkait, kecuali atas persetujuan

Bank Indonesia

Pembatasan pertumbuhan asset dan penyaluran kredit baru, kecuali

atas persetujuan Bank Indonesia

Pembatasan ekspansi usaha atau kegiatan baru, kecuali atas

persetujuan Bank Indonesia

Pembatasan peningkatan Gaji/pembayaran Bonus/Kompensasi untuk

pengurus Bank

Larangan pembayaran Subordinate Loan

Laporan perubahan kepemilikan < 10%

Larangan dari perubahan kepemilikan > 10% baik langsung maupun

shareholder acting in concert

Larangan penjualan asset (termasuk peningkatan komitmen dan

kontinjensi) tanpa persetujuan Bank Indonesia kecuali SBI, Giro Bank Indonesia, Tagihan Antar Bank, dan Obligasi Pemerintah;

Penempatan OSP dalam rangka persiapan BBKU (tugas OSP dalam tahap

ini berbeda dengan OSP dalam tahap intensive supervision maupun dalam tahap CRP)

Kewajiban menyampaikan informasi dan dokumen tertentu: susunan

kepengurusan, kepemilikan, data nasabah, laporan keuangan anak perusahaan, dan struktur organisasi perusahaan induk

Bank Indonesia memberitahukan Mandatory Supervisory Action kepada

Referensi

Dokumen terkait

1.4 Tujuan Penelitian Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan pembahasan skripsi ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat polinomial permutasi pada modulo

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah: mengetahui dan mendeskrisikan tentang strategi komunikasi dengan menggunakan Social strategy melalui stratgy impact dan

- Proses pemilihan penyedia barang dan jasa untuk paket pekerjaan jalan non- hotmixberlangsung secara fair, dimana untuk setiap paket pekerjaan rata-rata diikuti

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemilihan penyedia barang dan jasa pemerintah, yaitu pihak pengguna jasa (pemerintah)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:.. Tingkat adopsi inovasi budidaya jarak pagar oleh petani di Desa Babatan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan.

Pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah yang bersifat open open open----ended open ended ended ended (atau illillillill----structured structured structured structured

Cerita yang berkembang dalam masyarakat disana adalah nama Sepulu diambil dari jumlah santri yang dulu pernah datang ke wilayah tersebut.. Konon, ada 10 santri musafir pengelana