40
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Desain PenelitianJenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis quasi experiment. Menurut Sugiono (2013:77) bentuk ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Quasi Eksperimental design digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontol yang digunakan untuk penelitian.
Design penelitian yang digunakan adalah two group posttest only. Desain ini digunakan karena diasumsikan bahwa kelas kontrol dan kelas eksperimen sudah setara dan berdestribusi normal sehingga dalam penelitian ini hanya melakukan posttest. Penelitian ini melibatkan dua kelompok. kelompok eksperimen yaitu kelompok pertama yang pengajarannya diberikan perlakuan/treatment dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan berbantuan media video pembelajaran dan kelompok kontrol kelompok kedua yang pengajarannya diberikan perlakuan/treatment dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan berbantuan media gambar.
Kedua kelompok kemudian dievaluasi untuk mengetahui hasil belajar IPA setelah mendapatkan perlakuan/treatmen. Tabel desain yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam Gambar 1 sebagai berikut:
X
1Q
2X
2Q
4Gambar 1 Desain Two Group Posttes Only Keterangan:
X1 : Perlakuan model Problem Based Learning berbantuan media video pembelajaran.
X2 : Perlakuan model Problem Based Learning berbantuan media gambar.
Q2 : Hasil belajar IPA pada siswa setelah mendapat perlakuan (postest) pada kelas eksperimen,
Q4 : Hasil belajar IPA pada siswa setelah mendapat perlakuan (postest) pada kelas kontrol.
Model eksperimen ini melalui 2 langkah yaitu :
1. Memberikan perlakuan kepada kedua kelas subyek penelitian yaitu pembelajaran dengan diberi perlakuan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media video dan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media gambar.
2. Memberikan postest untuk mengukur variabel terikat setelah memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Pada sub bab 3.2 akan dijabarkan variabel penelitian dan definisi operasional. Variabel penelitian diuraikan pada sub bab 3.2.1 dan definisi operasinal akan diuraikan pasa sub bab 3.2.2.
3.2.1 Variabel Penelitian
Menurut Sugiono (2013:38) Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini menggunakan dua macam variabel, yaitu variabel bebas (x) dan variabel terikat (y). Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi penyebab perubahannya timbulnya variabel terikat. Variabel bebas sebagai treatment yaitu penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video (X1) dan sebagai pembanding, yaitu kelompok kontrol yang diberi perlakuan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media gambar (X2) sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar IPA. Hasil belajar IPA diukur melalui posttest yang berbentuk pilihan ganda. Hasil belajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif siswa setelah mendapatkan tretment.
3.2.2 Definisi Operasional
Dalam pelaksanaan penelitian agar penelitian ini tidak keluar dari variabel penelitian maka perlu batasan masalah dan definisi operasional. Definisi operasional dalam penelitian ini adalah variabel dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media video didefinisikan secara operasional sebagai proses pembelajaran IPA kelas 5 SD Negeri 01 Ampel. Pada saat pembelajaran siswa dihadapakan dengan masalah dengan bantuan media video kemudian siswa bekerjasama dengan kelompoknya untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran.
Selain itu penelitian ini menggunakan variabel penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media gambar didefinisikan secara opersional sebagai proses pembelajaran IPA kelas 5 SD Negeri 01 Ampel. Pada saat pembelajaran siswa juga dihadapkan pada masalah dengan bantuan media gambar kemudian siswa bekerjasama dengan kelompoknya untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah sehingga membuat siswa aktif dalam pembelajaran.
Hasil pembelajaran IPA didefinisikan secara operasional sebagai ketercapaian hasil belajar secara kognitif dan proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning berbantuan media video pembelajaran dan model Problem Based Learning berbantuan media gambar. Hasil belajar IPA dapat diketahui dengan memberikan tes kepada siswa. Dari tes tersebut akan didapatkan skor hasil belajar siswa. Sebab hasil tes dapat dipakai untuk mengevaluasi berbagai aspek kognitif pada siswa. KD yang digunakan adalah 7.3 Mendiskripiskan permukaan bumi yang diukur dengan menggunakan tes hasil belajar menggunakan 20 soal pilihan ganda.
3.3 Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 01 Ampel, Kecamatan Ampel semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014. SD Negeri 01 Ampel letaknya sangat staregis yaitu di Jl. Raya Solo-Semarang Km 40, Desa Gentansari RT 01 RW 01, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. SD Negeri 01 Ampel terakreditasi A sejak tahun 2008 sampai tahun sekarang dan memiliki kualitas yang baik. Hal ini dibuktikan dengan siswa yang berprestasi dan menjuarai lomba dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga povinsi.
SD Negeri 01 Ampel memiliki tenaga kependidikan sebagai berikut: 1 orang Kepala Sekolah, 9 orang Guru Kelas, 1 orang Guru Pendidikan Jasmani, 1 orang Guru Agama Islam, 1 orang Guru Agama Katholik, 1 orang Guru Agama Kristen, 1 orang Guru Agama Budha, 1 orang Guru Bahasa Inggris, 1 orang Tata Usaha, dan 1 orang Penjaga Sekolah.
Kondisi SD Negeri 01 memiliki luas tanah 1280 m2 dan luas bangunan 911 m2. Luas bangunan SD Negeri 01 Ampel terdiri dari: Ruang KBM 9 Kelas dengan luas 432 m2, ruang Kepala Sekolah 24 m2, ruang Guru 24 m2 , ruang PSB 56 m2, ruang agama 25 m2, Mushola 25 m2, UKS 11 m2, luas kamar mandi dan MCK 24 m2, ruang dapur 36 m2, gudang 56 m2, tempat parkir/garasi 12 m2, tempat bermain 182 m2 dan kantin 4 m2.
Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari penggunaan model PBL dengan memanfaatkan media video pembelajaran maka subjek penelitian meliputi siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 1 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali semester II tahun pelajaran 2013/2014 dengan siswa Kelas 5A dan 5B yang memiliki siswa berjumlah 46 anak. Kelas 5A sebagai kelas eksperimen dan kelas 5B sebagai kelas kontrol. Pengambilan subjek penelitian ini memiliki nilai rata-rata yang seimbang pada mata pelajaran IPA, dengan melakukan uji kesetaraan untuk menentukan kesetaraan terhadap kelas ekperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian disajikan pada Tabel 1 sebagai berikut:
Tabel 1
Data Siswa kelas 5A (Kelompok eksperimen) dan Kelas 5B (Kelompok kontrol) SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester 2 Tahun
Pelajaran 2013/2014
Kelas Kelompok Jenis Kelamin Jumlah
Siswa Laki-laki Perempuan
Kelas 5A Eksperimen 7 16 23
Kelas 5B Kontrol 12 11 23
Jumlah 46
Dilihat dari tabel 1 dapat diketahui bahwa subjek penelitian pada SD Negeri 01 Ampel berjumlah 46 siswa, dengan jumlah siswa masing-masing 23 siswa pada kelas 5A sebagai kelompok eksperimen dan 23 siswa pada kelas 5B sebagai kelas kontrol. Pemilihan kedua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan secara acak atau random. Pada kelas 5A sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 7 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan sedangkan kelas 5B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.
Pemilihan subjek penelitian menjadi beberapa pertimbangan anatara lain adalah SD Negeri 01 Ampel memiliki kelas paralel salah satunya adalah kelas 5 hal ini dapat memudahkan proses penelitian dan pada kelas 5 sudah memiliki LCD sehingga dapat digunakan pada saat penelitian. Selain itu penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media video pada penelitian ini belum pernah dilakukan pada saat proses pembelajaran IPA. Pemanfaatan media video pembelajaran masih belum maksimal sehingga guru belum memanfaatkan media ini dengan sebaik-baiknya.
Dalam penentuan subjek penelitian perlu dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui apakah terdapat kesamaan diantara subyek penelitian tersebut. Untuk mengetahui tingkat kesetaraan antara kelompok eksperimen dan kontrol maka dilakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji t. Sebelum melakukan uji homogenitas perlu dilakukan uji normalitas terlebih dahulu. Hal ini dilakukan apakah data yang diteliti berdestribusi normal atau tidak. Tes awal yang dilakukan
sebelum diberikan perlakuan bertujuan untuk melihat kesetaraan kemampuan awal antara dua kelompok yang digunakan sebagai subyek penelitian.
Pada penelitian ini uji kesetaraan mennggunakan 20 soal pilihan ganda yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Uji kesetaraan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji t Independent Sample Test. Sebelum dilakukan uji kesetaraan, dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji kesetaraan yang dilakukan pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen di uji t dengan menggunakan bantuan program SPSS 16 for windows.
Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data empirik yang didapatkan dari lapangan itu berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji Normalitas pada penelitian ini menggunakan Shapiro-Wilk karena jumlah koresponden yang diteliti kurang dari 50 siswa. Pengambilan keputusan apakah data tersebut berdestribusi normal adalah apabila nilai signifikan > 0.05 (lebih besar dari 0.05) maka data tersebut berdestribusi normal, sedangkan jika signifikasi < 0.05 (kurang dari 0.05) maka data tidak berdestribusi normal. Hasil analisis ujinormalitas dapat dilihat pada Tabel 2 sebagai berikut:
Tabel 2
Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Kesetaraan Kelas 5A dan 5B SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali
Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014
Berdasarkan tabel 2 terlihat bahwa analisis uji Shapiro-Wilk tingkat signifikasi pada kelompok eksperimen 0,268 dan pada kelompok kontrol memiliki nilai signifikan 0,310 yang berarti memiliki signifikansi lebih besar dari 0,05 maka kedua kelompok ini berdestribusi normal. Berikut disajikan gambar plot yang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdestribusi normal. Berikut ini disajikan gambar plot yang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdestribusi normal.
Gambar 2 Normal Q-Q plot Skor Hasil Tes Kesetaraan IPA Kelompok Eksperimen
Gambar 3 Normal Q-Q plot Skor Hasil Tes Kesetaraan IPA Kelompok Kontrol
Berikut untuk melihat hasil uji homgenitas antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dapat dilihat dari Tabel 3.
Tabel 3
Hasil Uji Homogenitas Nilai Tes Kesetaraan Kelas 5A (Kelompok Eksperimen) dan 5B (Kelompok Kontrol)
SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014
Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa signifikasi sebesar 0.319 Karena signifikasi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varian yang sama. Setelah diketahui uji normalitas dan uji homogenitas maka dilakukan uji t antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4
Hasil Uji t Nilai Tes Kesetaraan Kelas 5A (Kelompok Eksperimen) dan 5B (Kelompok Kontrol) SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten
Boyolali Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014
Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa sig (2-tailed) sebesar 0.474 sedangkan kriteria berdasarkan signifikasi adalah lebih besar dari 0.05 maka H0 diterima dan Ha ditolak dengan signifikasi kurang dari 0.005. Berdasarkan perhitungan uji t pada table 4 tersebut sig (2-tailed) diketahui sebesar 0.474 yang artinya lebih besar dari 0.05 (0.474 > 0.05) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Adapun H0 dan Ha adalah sebagai berikut:
H0 : Tidak ada perbedaan antara skor rata-rata skor hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Ha : Ada perbedaan antara rata-rata skor hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Berdasarkan perhitungan uji t maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata skor hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
3.4 Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes dan observasi. Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sedangkan teknik observasi untuk melihat keterlaksanaan sintak pembelajaran dalam penelitian. Berikut ini akan diuraikan teknik pengumpulan data yang berupa teknik tes dan teknik observasi pada sub bab 3.4.1.1 dan 3.4.1.2.
3.4.1.1 Teknik Tes
Teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar IPA pada aspek kognitif dengan pokok bahasan Susunan Bumi Kelas 5A dan 5B semester 2 di SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali. Tes biasanya dipergunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran dalam jangka waktu tertentu. Tes yang digunakan pada penelitian ini merupakan tes tertulis yang berbentuk pilihan ganda. Tes yang diberikan yaitu pre tes dan post tes. Pre tes diberikan sebelum dilakukan perlakuan (treatment), sedangkan Post test diberikan setelah dilakukan perlakuan (treatment). Keduanya berfungsi untuk mengetahui sampai dimana penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dan untuk mengukur sampai sejauh mana keefektifan pelaksaaan program pembelajaran.
3.4.1.2 Teknik Observasi
Tekinik observasi merupakan teknik pengumpulan data yang mempunyai ciri yang spesifik tidak hanya terbatas pada orang saja tetapi juga pada objek-objek lain. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Observasi digunakan untuk
mengetahui ketelaksanaan treatmen selama proses pembelajaran. Observasi ini dilakukan terhadap proses pembelajaran IPA yang menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media video pada kelompok eksperimen di kelas 5A dan model Problem Based Learning berbantuan media gambar pada kelompok kontrol di kelas 5B.
3.4.2 Instrumen Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi pada saat proses pembelajaran IPA dan tes hasil belajar yang dilakukan setelah proses pembelajaran. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci instrumen pengumpulan data yang digunakan.
3.4.2.1 Lembar observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengetahui dan mengontrol keterlaksanaan perlakuan (treatmen) dalam proses pembelajaran yang dilakukan di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Untuk mengetahui keterlaksanaan perlakuan (treatmen), maka lembar observasi disusun mengikuti langkah-langkah berdasarkan sintak model pembelajaran yang dijadikan indikator dalam lembar observasi. Berikut tabel 5 adalah kisi-kisi observasi penggunaan model Problem Based Learning berbatuan media video.
Tabel 5
Kisi-Kisi Lembar Observasi Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Video untuk Kelas 5A (Kelompok Eksperimen) di SD Negeri 01 Ampel
Indikator Kegiatan Pembelajaran
1. Orientasi siswa pada masalah a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran.
b. Guru mengajak siswa melakukan tanya jawab tentang bumi sebagai tempat tinggal makhluk hidup. c. Guru memberikan motivasi kepada
siswa untuk belajar dengan memberikan masalah terlebih dahulu.
2. Mengorganisasi siswa untuk belajar dengan pemanfaatan media video
a. Guru memutarkan video sesuai dengan materi pembelajaran. b. Guru membagi siswa dalam
beberapa kelompok kecil (3-5 orang) secara heterogen. 3. Membimbing penyelidikan
individual maupun kelompok
a. Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok.
4. Mengembangkan dan meyajikan hasil karya
a. Guru memfasilitasi siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompoknya
b. Guru mengajak siswa melakukan tanya jawab kepada kelompok lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya.
c. Guru memberikan reward bagi kelompok siswa yang sudah mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik. 5. Menganalisis dan mengevaluasi
proses dan hasil pemecahan masalah
a. Guru melakukan refleksi atau evaluasi dan membuat kesimpulan. b. Guru memberikan pesan
penyemangat dan memotivasi siswa
Selain dilakukan pada kelas eksperimen kegiatan observasi ini juga dilakukan pada kelas kontrol dengan menggunakan media gambar. Berikut ini adalah Tabel 6 kisi-kisi observasi penggunaan model Problem Based Learning berbantuan media gambar.
Tabel 6
Kisi-Kisi Lembar Observasi Penggunaan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Gambar untuk Kelas 5B (Kelompok Kontrol) di SD Negeri 01 Ampel
Indikator Proses Pembelajaran
1. Orientasi siswa pada masalah a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran.
b. Guru mengajak siswa melakukan tanya jawab tentang bumi sebagai temapat tinggal makhluk hidup.
c. Guru memotivasi siswa untuk belajar dengan memberikan masalah terlebih dahulu.
2. Mengorganisasi siswa untuk belajar dengan pemanfaatan media gambar
a. Guru mengajak siswa menyimak gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran.
b. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok kecil (3-5 orang) secara heterogen. 3. Membimbing penyelidikan
individual maupun kelompok
a. Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok.
4. Mengembangkan dan meyajikan hasil karya
a. Guru memfasilitasi siswa dalam menyampaikan hasil kerja kelompoknya dan memberikan penguatan.
b. Guru mengajak siswa melakukan tanya jawab kepada kelompok lain yang sedang mempresentasikan hasil diskusinya
c. Guru memberikan reward bagi kelompok siswa yang sudah mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah
a. Guru melakukan refleksi atau evaluasi dan membuat kesimpulan.
b. Guru memberikan pesan penyemangat dan memotivasi siswa.
3.4.2.2 Lembar Tes Hasil Belajar
Instrument tes dalam penelitian ini berupa lembar soal guna memperoleh data yang terkait dengan hasil belajar siswa. Jenis tes yang digunakan berupa tes formatif dengan bentuk soal pilihan ganda. Kisi-kisi disusun berdasarkan SK Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam. Sedangkan KD yang sudah ditetapkan, yaitu Mendeskripsikan struktur bumi Kisi-kisi untuk mengukur hasil belajar IPA dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7
Kisi-kisi Tes Hasil Belajar IPA Kelas 5 SD Negeri 01 Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014
SK KD Indikator Butir Soal
7. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam.
7.3 Mendeskripsikan struktur bumi Menceritakan proses terbentuknya bumi. 1, 3. Menyebutkan lapisan atmosfer. 2, 4, 6, 7. Menyebutkan bagian-bagian lapisan troposfer dan lapisan ozon
5, 13, 30, 31. Mengidentifikasi lapisan stratosfer dan lapisan mesosfer 8, 9, 27, 33 Menyebutkan lapisan termosfer dan lapisan eksosfer. 10, 11, 12, 23, 36. Menentukan lapisan bumi dan kerak bumi.
14, 16, 18, 21, 22, 34.
Menentukan lapisan selubung atau mantel bumi
15, 17, 32, 35, 37, 39, 40.
Mengidentifikasi lapisan inti bumi.
19, 20, 24, 25, 26, 28, 29.
Berdasarkan Tabel 7 kisi-kisi tes hasil belajar IPA kelas 5 SD Negeri 01 Ampel semester 2 Tahun Pelajaran 2013/2014 pembelajaran pada materi susunan bumi memilki delapan kisi-kisi soal yang tertuang dalam 40 soal yang berbentuk pilihan ganda.
3.5 Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas dan reliabilitas merupakan hal yang terpenting dalam penelitian karena menunjukkan apakah suatu instrumen itu mampu mengukur apa yang akan diukur dan menunjukkan sejauh mana instrumen itu dapat dipercaya dan diandalkan. Untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas maka instrumen yang telah dibuat diujicobakan di sekolah yang tidak menjadi subjek penelitian, Instrumen soal ini diujicobakan di SD Negeri Mangunsari 02 Kota Salatiga kelas 5 dan 6 dengan jumlah siswa 59 siswa. Berdasarkan hasil uji coba instrumen tersebut dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan bantuan SPPS version 16.0 for windows.
3.5.1 Validitas Instrumen
Sugiono (2013 :121) mengatakan hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya diteliti. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu harus valid. Valid berarti instrumen tersebuat dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk dapat menentukan butir soal yang valid semua item soal harus mencapai koefisien minimal 0,20 daya pembedanya dianggap sangat memuaskan hal ini dikemukakan oleh Arikunto (2012:89). Agar dapat mengatahui validitas instrumen soal, validitas instrument soal dihitung menggunakan bantuan Software SPSS version 16.0 for windows. Dengan langkah-langkah Analyze – Correlate – Bevariate kemudian untuk mengatahui hasilnya yang valid atau tidak, dapat dilihat pada output hasil perhitungan, apabila nilai koefisien kuramg dari 0,02 maka item soal tersebut tidak valid dan tidak dapat digunakan.
Dengan instrumen yang valid dan reliabel diharapkan mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah dikatakan tes yang tidak relevan sesuai dengan tujuan pengukuran. Dari uji
validitas yang sudah dilakukan maka diperoleh 23 soal yang valid dan 17 soal yang tidak valid. Untuk hasil uji validitas dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8
Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Hasil Belajar IPA
Indikator Soal Nomer Soal
Hasil Uji Validitas
Nomer soal yang digunakan untuk tes hasil belajar
IPA Valid Tidak Valid Menceritakan proses terbentuknya bumi. 1, 3. 1 - 1,3 Menyebutkan lapisan atmosfer. 2, 4, 6, 7. 2, 4 6,7 - 2, 4, 6, 7 Menyebutkan bagian-bagian lapisan troposfer dan lapisan ozon
5,13, 30, 31, 5 13, 30, 31, 5 Mengidentifikasi lapisan stratosfer dan lapisan mesosfer. 27, 8, 9, 33 8, 9, 33 27 8, 9, 33 Menyebutkan lapisan termosfer dan lapisan eksosfer 10, 11, 12, 23, 36. 10, 12, 36 11, 23, 10, 12, 36 Menentukan lapisan bumi dan kerak bumi 14, 16, 18, 21, 22, 34. 14, 21, 34 16, 18, 22, 14, 21, 34 Menentukan lapisan selubung atau mantel bumi. 15, 17, 32, 35, 37, 39, 40. 17, 32, 37, 39 15, 35, 40, 17, 32, 37, 39 Mengidentifikasi lapisan inti bumi.
19, 20, 24, 25, 26, 28, 29 20, 24, 26 19, 25, 29, 28 20, 24, 26
Setelah melakukan uji validitas butir soal materi susunan bumi. Dari 40 butir soal, diketahui bahwa 23 butir soal yang dinyatakan valid dan 17 butir soal yang dinyatakan tidak valid. Dari 23 butir soal yang valid diambil 20 soal yang digunakan sebagai instrument penelitian. Setiap indikator yang tercantum pada soal harus mewakili minimal 1 soal, untuk indikator yang memiliki beberapa soal
yang valid digunakan semua atau beberapa soal sesuai dengan tingkat validitasnya yang paling tinggi dan juga harus memperhatikan reliabilitas instrument.
3.5.2 Reliabilitas Instrumen
Setelah melakukan uji validitas maka dilakukan uji reliabilitas untuk mengetahui ketepatan alat ukur. Setiap alat ukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu. Ketentuan reliabilitas pada penelitian ini mengacu pada pendapat Azwar (2010:98) menyatakan bahwa reliabiliti kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan di atas 0,8 adalah baik.
Instrumen dikatakan reliable apabila nilai alpha > 0,7. Reliabilitas instrumen dapat dihitung menggunakan bantuan Software SPSS 16.0 yaitu dengan cara Analyze kemudian Scale dan Reliability Analysis kemudian untuk melihat hasil dari analisis ini, dapat dilihat pada output hasil penghitungan (hasil pengujian output reliabilitas disajikan dalam lampiran.
Hasil uji reliabilitas yang diperoleh melalui Sofware SPSS 16.0 for windows dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Tes Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD
Berdasarkan Tabel 9 cronbach’s alpha dari 23 soal yang valid adalah 0.837 sehingga dengan kata lain reliability diatas 0,8 yang berarti hasil uji reliability diatas 0,8 yang berarti hasil uji reliabilitas adalah baik.
3.6 Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah data tes hasil belajar IPA Pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan dengan menguji perbedaaan rata-rata dari kedua kelas tersebut. Teknik Analisis yang digunakan adalah uji t Independent Samples Test. Tujuan dari Uji t Independent Samples Test dilakukan untuk membandingkan rata-rata dari dua kelompok yang tidak berhubungan satu dengan yang lain, apakah kedua kelompok yang diteliti
mempunyai rata-rata yang sama atau tidak secara signifikan. Sebelum melakukan uji t-test ada beberapa syarat yang harus dilakukan yaitu melakukan uji normalitas dan homogenitas yang dapat dihitung dengan bantuan SPSS versi 16.0 for windows.
Uji normalitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapatkan berdistribusi normal atau tidak, jika data berdestribusi normal maka menggunakan statistik parametrik sebaliknya jika data tidak berdestribusi normal maka menggunakan statistika non parametrik. Sedangkan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah beberapa varian populasi adalah sama atau tidak. Sebagai kriteria pengujian uji homogenitas, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama. Uji homogenitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Untuk mengetahui homogenitas varians digunakan uji Levene-Test.
Jenis data yang diperoleh pada penelitian ini merupakan data kuantitatif yang didapatkan dari tes hasil belajar IPA pada kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data yang sudah diperoleh dihitung perbedaan rata-ratanya dengan uji t.