PFI,ESIDEN. REFUBLIi< INDONESIA.
PERATTIRAIT
PRESIDEN REPT]BLIK INDONESIA
NOMOR 38 TAHUN 2OO8
TENTANG
RENCANA
ruRJA PEMERINTAH
Meivrrtbang : a.
Mengingat : L.
c.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PERATTJRAN PRESIDEN REPTJBTIK INDONESIA NOMOR 3S TAHI.'N 2OO8
TTNTANG
RENCANA KE\IA pErvrERrNrAH TAHT.JN 2OO9
DENGAN MHMAT TI.J}IAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.
bahwa untuk melaksanakan ketenfuan pasal Z ayat (I) PerafinanPemerintah Nomor 20 Tahm 2OO4 tentangRencana Kerja Pemerin tah, p,erlumen)rusun Rencana Kerja pemerintah; bahwa Rencana Kerja pemenntah memuat arah kehijakan nasional satu tahrtn yang mervpakan komitmen pemeitrftah nntuk memberikan kepastian kebljakan dalam melaksanakan pembangunan nasionalyang berkesinambungan ;
bahwaberdasarkanpertrmbangansebagaimanadimaksud,pada huruf a dan hurtrf b, dtpandang perlu menetapkan perataran Presiden tentangRencana Keda pemefintah (RKp) Tahun ZOOS;
Pasal 4 ayat (1) lJndang-IJndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 7945;
Undang-Undang Nomor tT Tahun 2OOg tentang yteuangan Negara (l,embarun Negara Republik Indonesia Tahun ZOOT Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2.
ffip
. PRESIDEN
REPUBLIK INDONESTA
2
-3. undang:undar8 Nomor zs Tahqn zoo4 tentang $istem
Perene,ainan pembangunan Nasional (kntbaran Negara
Republik lndonesia Tahun zoo4 N6mor !04, Tambahan
LenfuarunNegara
Republik
hdonesia Nomor 44Zl);
4- Perafinan Pemerintah
Nomor zo rahurt 2oo4 tentang Rencana
Kerja Pemenntah
(kmbatan Negara Republik Indonesia Tahun
2OO4 Nomor 24, Tantbahan Lembaran Negara Republik
Indonesia
Nomor 4405);
5. Perafinan Pemenntah Nomor zt rahtm. zoo4 tentang
Penyrsunan Rencana Kerja dan anggaran Kementerian
N egara
/ I'emb
aga (Lemb
ar an Negara Republik Indonesia T ahun
2OO4 Nomor Ti, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia
Nomor 4406);
6, Peraturan Presiden Nomor z Tahun zo}s tentang Rencana
Pembanganan
Jangl<a
Menengah Nasionar Tahun zoo4-zoog
(I*mbaranNegara
Repubtk Indonesia
Tah'n 2oos Nomor 11);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN
PRESIDEN
reNrtNc RENCANA
RGRIA PEMERINTAH
TAIIUN zOAg.
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA3
-Pasal
I
(1) Rencana Kerja Pemerintah'Tahun z}Ogryang selanjutrya disebut RKP'Tahun 2OOg, adalah dokumen perencaflaan nasional untuk periode 1 (satu)
Y*, yaitu tahvn 2Od9. yarng dimulai pada langgal 1 Januari 2OO9 dan berakhir pada tanggal31'Desember 2009.
(2) RKP Tahun
dari:
2OO9 sebagaircana
dimaksud pada ayat (1), terdiri
a. Buku I, yaifu sebagainana
dimaat dalalrLllamptran
I; dan
b. nuku ti, yaitu sebagaimaia
dkauat dalamlamprranll;
P
er aturanPresiden
ini.
Pasal2
(1) RKP Tahun 2OOg mentpalan penjabaran dan Rencana Pembangr.rnan Jangka Menengah Nasional Tahun 2OO4-2OO} sebagatmana ditetapl<an dalam. Peraturart Presiden Nomor 7 Tahun 2005, yang memrnt RancanganKerangka Ekonomi Makro
tahan 2OOg yang anbra lain terrnasuk di dalanrrya arah keb$ak,an fiskal dan moneter, prioritas pembangunan, rencana ketl a dan p endanaanrty a.
.rt45'>i\\. .$tr--\'ir,
BR\r.iUr'9
7 - \
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
4
-(2) RI@ Talrun 2oog sebagaimana dimaksud pada ayat (l) menjadir a. peAonnn bagl Kemenferia n Negaru / Lerrrbaga dalam menyusun
RencattaKerjaKementerianNegara/LembagaTahwtzoog; b. acuan bagp.pemenntah Daemh daram menJnrsun Rencana
Kerja Pemerintah. D aerah Tahwr ZOO} ;
c. pedoman bal, pemerintah dala,,L menJnrsun paneangan Artggaxan pendapabn dan Belanja Negaxa (RAPBI\) Tahun 2009.
Pasal3
D alam rangla penyusunan MPBN Tahun ZOO} :
a. Pemerintah menggunakan RKp rahun zoog sebagai bahan pembahasan kebtjakan umum dan priontas anggaran dt Dewan Perwakilan Ralcyat;
b. Kementerian Negara/Lembaga menggt4takan RI(p rahtm 2oog dalam melalrrkbn pembartasan. &encana.Kerja dan Anggaran Kementeria n Negara / kmbagp denganDewan perwakilan Rakyat.
( 1 ) Kementerian.
Negar
a / Lembaga
mentbuat
lapomn kinerj a triwulan
dan tahrman atas pelaksarlaan
tencan^keqa dan anggaran yang
berisi uraian tentang keluatan kegqatan
dan rndtkator kinerja
masrng-masmg
program
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
5
-(2)
Lapomn sebagainana dimalcud pada ayat.(I), disampail<ankepada Menteri Keuargan dan Menteri Negara pere-ncanaan Pembanganqn Nasional./Kepala Bappenas palrrrg, Iambat 14 (empat belas) han setelah berukhirnya ffiwulan yang bersangfuftan.
Lap or am Kinerja menj adt masukan dan b ahan petfrnrb angan bag1 analisis dan evaluasi usulan .anggel,:arL tahwt berikutnya yang
drajl;Jr,an oleh Kementerian Negaru / Lembaga yangbersangkutan. .
. pasal S
Menteri Negara P erencanaan Pembangunan Nasionav Kepala. Bappenas meneraah kesesuaian antara Rencana Kerla dan AnggaranKementerian Negaru/I'embaga Tahrxt 200g hasil pembahasart bercama Dewan Perwakilan Rakyat denganRKp Tahun ZOO\.
PasaL 6
Dalam hal RKP Tahun 2oog yang dttetapkan sebagaimana dirnaksud. dalam Pasal g berbedz da'n hasil pembahasan bercama Dewan Perwakilan Rakyat, Pemerintah menggma!<an RKp rahun zo0g hasil pembahasan dengan Dewan P erw akJart Rakyat
I
I'
I
(3)
REpuffifflR55*'"^
6
-Pasal7
Petaturan
Prcsiden ini murai berlahr sejak unggar ditet4pkarr
DitebpkandiJatarta
padatttrgal28 Mei Z@g
PRESIDE,IY
REPI.IBIIK
INDONESIAb
. t t d
DR H. SUSIIO
BAI\4BANG
Yt.'DHoYoNo
PR.ESIDEN R E P U B L I K I N D O N E S I A
LAMPIRAN I
PERATI]RAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 38 TAHUN 2OO8
:
TENTANG
RENCANA KERJA PEMERTNTAH
TAHUN 2OO9
Buru I :
PnronrrAs PnnnnANGUNAN,
sERTA
KERANGKA ETonOMI MAKRO DAN
PRESIDEN REPUBI.IK INDONESIA
D.q.rrARIsr
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAIIT'LUAN ... I.1.1
BAB 2 TEMA DAI\T PRIORITAS PEMBANGT'NAI\T NASIONAL
TAIIUN 2007 .,...j... I.Z.1
A. Kondisi Umum...
A.1. Pencapaian Tatrun 2007 danperkiraan Tahun 200g ... ... r.z - | ; A.1.1. AgendaAmandanDamai... LZ_l 4.1.2. AgendaAdildanDemolaatis... .... l.Z_g A.l .3. Agenda Kesejahteraan Ralryat.;...:... 1.2 - 6 A.2. Masalah dan Tantangan pokok Tahun 2009 ...;...:... I.2 _I7 B. Tema Pembangunan Tahun 2009 danpengarusutamaan
-Pembangunan ... i.Z _34
C. Prioritas Pembangunan Tahun 2O0g ... :I.Z _ 36 L Peningkatan pelayanan Dasar dan pembangunan
Perdesaan.
II. Percepatan pertumbuhan yang Berkualitas Dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi yang Didr*ung Oleh Pembangrman pertanian, InfrasrukhA dan Energi...
I.Z _ 54 m. Penin_gkatan Upaya Anti Korupsi, Reformasi Birokrasi,
serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam
Negeri...;... ....:...-... ...I.2 _.77 BAB 3 KERANGKA EKONOMI MAIRO DAI\I PEMBIAYAAN
PEMBANG[JNAN... ... r.3 _ 1
Kondisi Ekonomi Tahun 2007 dan perkiraan Tahun 2009... I.3 _ 1 Lingkungan Eksternal dan Intenial Tahun 2009 ...:... ... L3 - 10
Tantangan Pokok . I.3 - 11
Arah Kebijakan Ekonomi Malao
Sasaran Ekonomi MakroTahun 2009 ... I.3 _ 13
BAB 4 KAIDAII PELAKSANAAN ... I.4 - 1
LAMPIRAN. : MATRII(SPRIORITAS,FOKU$DANKEGIATAN
PRIORITAS RENCANA KERJA PEMERINTAE TAETJN
2 0 0 9 . . . . . . J L - 1
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BAB 1
..r4{K>5t'
.|ra'r- I :'\!r
' . N r t . - l l t z
*ilt\- ;lt.t
aSN-Y.-lD'l2
-7-:-PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BAB 1
PENDAHULUAI\
Penyusunan Renca"a Ketia Pemerinah (RKP) merupekari pelaksanaan deiUndang-UndanlNomor 17 Tahuo 2003 tentaag Keuangan Negan dan Undang"Undo.g Nomor 215
2004 tentang Sistem Petencanaan Pembangunan Nasionat. OAr- hi ini, sesuai dengan.ketentuan Petaturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004, penyus,rnq.n RKp mengacu kepada RPJMN. RKP Tahun 2009 merupakan pelaksanaan talun kelima (t"hoo terakhir) dad Rencana Pembangunan J^nglrr Menengah Nasional (RPJM{) tahun i00q-2009 dan metupakatr kelanjutan RKP Tahun 2008. Di ddhm RPJiW Tahun 2OO4F2OO1 yang
lelah ditetapkrn dengan Petaturan Presiden Nomor 7 ta+ggal 19 Januati 2004 sebagai peniabaran Visi dan Misi Ptesidea te4pilih dalan Pemilu Fiesidcn pada tahun 2004, ditetapkaa 3 Agenda Pembanguaan, yaitu:
1. MenciptaLan Indonesia yang Aman dan Damai
2. Menciptakan Indonesia yaag Adil dan Demoktatis; dan 3. Meningkatkan Kesejahteaaa Rakyat
tr(etiga Agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lan dan nerupakan pilar pokok untuk mencapai tujqn pembangunan llstond sebagaimana tertuang dalam Perribukaan Un&ng-Undang Dasar-Tahun 1945. Kebethasilan pelaksatoan satu agen& akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda larnnya, yffig dalan pela^ksanaan tahuaah .lirinci ke d"lr- RKp. Dengar. mempertimbangkan kebertrasilan pelaksanaan pembangrman yang telah dicapai pada tahua sebehrnrnya, sefta masalah dan antangan yang akan dihadapi pada pelaksanaan t hoo ru<P, ditet4pkan Tema Pembarrgunan Nasional yang memrnjukkao titik berat pelalsanaaa Aglnda Pembangunan. Dengan mempetimbangkan ketetsediaan sumber-daya yang tetbatas, selaniutnya ditetapkan prioritas pembanguaag nasional tahunan yang diiabarkan ki dalam fokus, Progtam daa kegiatan pokok pembangunan untuk mencapai sasatan-sasaran pembangunan.
Pdotitas pembangunan nasional tahunan disusun betdasatkan kdteda sebagai bedkut: 1. Memiliki damFak yang besat tethadap pencapaian sasaran-sasaran pembangunan sesuai
tema pembangunaq
2. Memiliki sasatan-sasatan dan indikator kine{a yang terukut sehingga langsung dapat djrasakan manfaanya oleh masyarakaq
3. Mendesak dan penting untr:k segera dilaksanakary
4. Metupakan tugas dan tanggung iawab pemedntah untuk melaksanokatnya; 5. Realistis untuk dilaksanakan dan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun.
W
PRESIDEN REPUBL]K INDONESIA
Sebagai dokumen petencauaan. pembangun ^o o^rioo^t, RKp memgat priodtas pembanguoan, ranca-ngan
- kerangka _ekonomi makto serta progr^-_irngr"_ femenlbdan/Lembaga" lintas kementedanfembaga, dan lintas wilayah ia"t 6girtrfl, 61 ketaugka tegulasi, serta (i) ketangka investasi pemedntah dan layanan umum.
DenSm demikian
[Sj..fpakaa Sgdggan bagr penyusunan Anggaran pendapatan {1 B3lania Negara (APBI.[), di ma',a lebijakan Apbm aitetapkan ,.6r, b"rrr-".]r"-oleh Dewan Perwakilan Rdryat (DIry dan pemetintah. Deng"n cakupan dan can penetapar tenebul RKP
"'emFunyai fimgsi pokok sebagai berikut"
1.. tvtgn_i3di acuan bagi seluuh pelaku pembangunaa U.o" foemuat seluruh kebijaLan pubtik
2. Meoiadi. peidoman
{alam penyusu"an ApBN, karena hemnat arah kebijakan pembangunan nasional sattr tahun; dan
3. Menciptakan kepastian kebijrkar, karena merupaLan komitmer pemedntah.
-- tsliL hoi"q- sesuai Petaturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tortang Reacana Ketja Pemetintah" RKI ,:ry meojadi acuan bagi pemedntah o""tan drtam plny.usutian RKP
-Daerah G.KPD). sebagair.ana RKp seLehmnya, dokunren RKp rahun 2009 dile-ngkapi dengan Buku II yang bedsi utaian t
"t""g Progtarr dan Kegiatan beserta indikasi pagu untuk masing-masing program.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BAts 2
TEMA DAN PRIORITAS
PEMBANGUNAN
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
BAB 2
TEMA DAN PRIORITAS PEMBAI\GUNAN NASIONAL
TAHIJN 2O(}9
A. Ko}IDISIUMuM
A1. PeNcApATAN TerruN ZOOZ oeN pEnnneeN TenuN 200g
- Peleksaaaad pembangunan aihun 2007 dan pe*iraan tahun 2008 yang merupakan tahun ketig dan tahun keempat RPJM Tahun 2004 - 2009 mbmbedLan.kemajuan penting dol,m pelaksa"aq' ketiga agenda pembangunan yang terdid dad: Mewujudkan'Indonesia Yang Aban dan Damai; Meociptakan Iadonesia Yang Adit da' Demolratis; serta Meningkatkan Kesejahteraarr Ralryat Kemajuan penting tersebut adaJahsebagai bedkur
A.1. 1. AcSNDAAMAN DAN DAMAI
Pelaksanaan Ageada Anran dan Damai telah rnencapai kemajuan dengan tetwujudnya kondisi keamaaan dan kete*iban m4syamkat yaag semakin kondusif. Peaanganaa be$agai tindak lcimind seperti kejahaan konvei.rsioaal mauprm traosnasioaa! konflik hodzootal, konflik vertikal, penyalahgunaan dan peredatan gelap narkoba, serta berbagai bentuk kdminalitas yang lunnya, baik secara kuantitas maupuo kualitas telah mepunjuklan hasil yang signifikan. Upaya tersebut akan terus dilakukan secara konsisten dan seyogyaoya did+ung penuh oleh seluruh lapisan mzsyonkat agar kondisi amar- dan tetib dapat semakin diwujudkan.
Faktor kompleksitas kepeatingan sosial politik, 0"66"12r{ilaq teseniengan kesejahteraan ekonomi dan provoliasi yang mengeksploitasi perbedaan etnis, agarna dan golongan netupaLan faktot-faktor yang melatarbelrka',g teqadtnya gangguafl keamanan dan ketettiban terutana konflik berdinensi kekerasan di beberapa daerah. Globalisasi dan dibedakukannya pasar bebas akan meningkatLaa mobilitas penduduL baik inter maupun antat negera. Sementara itu, perkenbangan etganisasi kelahatan intemasional yang didukung oleh kemajuan teknologi kpmuaikasi dan infonnasi serta teknologi persenjataan, menyebabkaa kefahatan ttansnasional seperti narkoba, penyelunduparr, peniucian *ng, petdagaagan PetehPuao dan anak, bahkan ancafiran keselamatan, keamanin, dan ldulinas 14it d* sebagainya menjadikan kejafrrutzn ttansnasioual meoiadi sulit tettangani; Efektivitas inteliien dan pengamanan tahasia fleg ta metupakan faktor penentrr diJam pencegahan, pengungkapan dan penanganan tindak ke jahatanttansnasionaL
. . P-e- tangka tneniawab tantTgT global dan senua bentuk gengg,uan keamanar yang !da! lagr mengerul batas tegata (bordcrisi ctin\, makl te4a sama'intiiasion^l rirerupalei. iawa.!-an bagi selunrh p"n"$k h;kum di dud-untuk b;gki;;etaaei.keiahatan vang bersifat transnasional Ketja sa*'a intelryignal t"toii proroio"a-'p"ffigod;;
keiahatan telah dilalukan
-d"lg* Jeman (GsG), J"p*g drcal, dan Ametika Setikat (ICITAP, ATA, DEA)- selanjutnya, darrm iangka -"tuL[* p"d"i""*rG-""r*"
ifli_11"*:irvmg.berada di luat ges*i" ry! te]ar ditempatLn po*i" p""iu"u,rig po/s!o).d bql"g"i negaf,a, al12sztoln,Arab saudi" Malaysl, ru.ilna, rrrrpi"u Ti-; Leste, dan Australia.
Salah satu sebab utama belum optimalnya penanganan kriminalitas, penegakan hokoq pengelolaan ketetiban maiyatakag serta kelambaln antisipasi p"o"og"no
kejahatan transnasional adalah lemahnya ptofesionrlisne lembaga kipolis'i.rn. Oleh karena itu
*t-***
i9,--!"s"
leqokln
yang
efeku{
efisien,
d;
",."..--.:d"t
;;G;il"#
tur, alghiliki ptofesionalisne dalam iLqn aspek ,truttrla
€*tit"ri organisasi sus.nan dan kedudukan);
"splt instrumental (elosJfi, doktdq h*!"rng"d komF.etenbi' kemampual fuagsi, dan iptek); dan aspek r"rt"ra (mrnrjem"n ,onob"r dlf manaje_mel opeasional
*. *.t"- p""g"-^n di r'aryaaka$. Dal,m ,*6 meaiagkatkan kemampuao Poki d"lat -"o"!grh dan meaindai kejahatan tetorisme ian nlkoba, ai s9$n Polda telah terbentuk oen-ag.- peningkataa kemampuan pold juga S"-p* melalui percepatan penambrhan, i*4rh p"itonil dan ruaita, p"rrooit
l,:T-,*,*i: ryg.personil
dtuptyakan
-ry"i rakuiden dengan
sasaran
t : eOO
yang
drFerkirakaa akaa tetcapai Pada tahun 2009, sedangkr' peningkatan kualitas p"t"oi diupayakan melalui pendidikan dan latihan--.Di sadping i
" "i*
rrasyarakat t-po membina sistem keamanaa dan ketertibaa di ringkuagannia, potirih"*. b"qp*"a ,"b"i*i' pembina dan penyelia dalam tangka mendukung t".r"it"t"y"tekanisme ,o*hr6rypoffi
Di sisi lai', secara. geopolitik dan geosttategi" Indonesia teietak pada posisi yang sttategis dan menentukan aauy, :9,ta petgulan- duaia dan kawasan. D""d; p"i"*: ancaban yang tidak dngan seta kondisi sosia! ekonomi, dan budaya yrng b.tagk, i*gr", dan negata Indonesia memedukan kemamp,,an petahanaa i.g*-y""g-k;t .r.jt k men$ntn teap tegaknya kedaulatan NKRI. sgiaian dengan t[* n*fri a"o p"t
" pertahanan neqara tidak semata -mrtubanya aitulutan kepadJanca-"an dad iuat, a""pr;"g lefrngsi untuk nengatasi ancaman dT tam neged, r"p"iti pembetontakan bers"ny"t", dil dalam menangaai dampak bencana. Kemanrp*" potnr*"I yang kuat dan solid, tia"t *;" alran-mrenefirPar'Lan NKRI se-makin disegani dan dihotinad d'ad pergaulan intetnasiooal tetapi juga membetiL^a- mmfaat yang besat bagi masyatakat di dafa* nenangani bencana di dalam nege4 seperti bencana
"Lm-y*g telah"tetjadi di b"b"r"pa *ilay"h.
Dalam t1n1qry. pen)'rapaa cetak biru pettahanan telah disusr.lr, Rencana Strategi Pettahanan 2a05-2009, kebijakan nrhum dan kebilat an penyelenggaraan pertaha.an, seti
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
W
. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Strategic Defence Review sebagai acuan dotar' tngk^ pembinaan kemampuan dan pembangunan ketuatan pettahanan negara. Upaya peningkatan ptofesioaalisme petsonel ditempuh melalui penqtrren otganisasi, peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan, sefia pemantapan refotmasi TNI Fng dihadapkan dengan suprenasi sipil. Reformasi TNI telah Sethasil menempatkan TNI secara tepat seiuai dengan peran dan tugas pokok yang diembannye, yaitu dalam rangka menegaHran kedaulatan uegare, mehpefrahaokan keutuhan wilayah NKRI, serta melindungi segenep bangsa da.' seluruh tumpah darah dati setiap aacaman dan gangguan"
Dalam tangka meningka&an kesiapan alutsista TNI, dihaclapkan di"g4n ketetbatasan aoggata$, maka pembangunan kemampuan pettahanan.negata secara runurr ditujukan tidaL rmtuk memperbesar kekuatan yang sudah ada tetapi hanya uotuk mempertahaokan kemampuan dan ketuatan yang sudah dimiliki, antara lain melalui tepowedng, rcftofitting, pemelihatan" .lan pengadaan alutsista secara terbatas. Untuk
ketetgantungan sumbet pengadaan dutsista kepada satu atar dua negara saia, telah ditempuh lalgkah-langkah ke atah diversifikasi dalam pengdaaa alutsista yang beketja so-a dengan lebetapa nqlare. Adanya keterbutesrn dukungan enggeran menfadi faktor petimbangan dalam penyusunan tenc ttr-' kebutuhari daleo pembangunan pertahanaa sehingga pemenuhan kcbutuhan pertahanan belum dapat mencapai pembentukan kekuatan pokok mininnum (nininun essntial forcQ TNI. Namun demikiarq upaya mewujudlran Indonesia yang a*an dan da"raai keterb^t^safl yafrg ada tidak menjadikan kendala dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damei.
4.1.2. AcsNDA ADrL DAI-.r Drnaomaus
Dalam :rarrgkz pemberantasan korupsi, selama tahun 2007 langkah-langkah untuk rnenciptakan ilrlitn taft1 korupsi semakin mempediha&an perkembangan yang positif baik di li+gkugan penyelenggag r'eg ra, dunia usaha maupur. masyatakat. Langkah-langkah pencegahaa dan petind"ken dilakukan secafa bercamaan, agat efeknya benar-benar rnempedihatkan efek jera di semua lini kehidupan masyarakat.
Untuk lnngk'h pencegahan, telah dilahrkan upaya memperkuat pemberdayaan Instruksi Prcsiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi" yaag dalam salirh satu dikhrm, khusus menginstnrksikan dibuatnya Ret'cana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PI9. Pada tahua 2007, sosialisasi RAN PK darr penyusunen Rencana AIsi Daerah Pemberanasan Korupsi (RAD PI9 telah dilakukan pada dua ptovinsi Meldui UU No 7 /200.6,Indonesia meratifikasi Konvensi Anti Korupsi Tahun 2003 (UNCAC 2003), sebagai salah satu bentuk komitmen dalam upaya pembetantasan kotupsi.
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Pada awal d* 29g8:^g{.ne{a nenjadi tuan tumah penyelengaman co{mm of tbe
Tun Panies
(cosP)
tr qlc+c -+ pg ai,"grn mempriodtaskan
pet up^y,
pJ"g"^b;r,
aset korupsi baik yang b*d1 di dalam nigeri maupun di luar. i"g"4 .!fa"i a"ntata lain !-enfesllan peraturan penrndang-undangen nasional yang sejalani""ga" Konvensi Anti Korupsi 2003.
- Sedangkar untuk langkah penindakan $ailr yang dilahrkan oleh Kejalsaan Agung besetta
-.firyy" m.upoo Ko'isi pemberaatalan Korupsi (Kpq jog" ;"t"fi mlmqedihatlen penrngkatan yang semal"in signifikan. Sepanjang tahud 2007, i"iAa"f"" terhadap geiabat fryta yang diduga melahrkai tindak pi&na koL,ipsi baik di tingka, p** mauprn daetah dtt"ryq *anFa mengala:ni hanbatan yaag beraii Salah satu"s"t"Uny ?dyh cePatnya pembefan i"i" y""g-dibetiltari oleh presii"n kepada lembaga p"o"g;k hukurc uatuk 4 aa\k1n pemeriftsaaa keryd1 setiap negu^ y ng betdasatkan infor"asi dati maiyatakat maupdrdati hasilinvestig;si telah melakukan tindak pidana korupsi.
Pada tahun 2008, upaya pembemntasan korupsi tetap akan dilaniu*an melalui l"ogk"h pencegahrin dan penindakan hukum. Untuk pencegahan korupsr, akan dilakukan k"gir* sosialisasi RAN PK daa penyusunan RAD pr ai + Gmp"t) plovinsi. selain itu irg"-"t^n secara intensif @.::sialisasi terhadap fconvertsi-Anti Korupsi 2003 d; it
"t"gi 'rosioaaleya
lang akan_mi:libatlran semua apiat penetintah pubat dan daetah, dunia usafi dan masyaiakat luas.
!P"y pembenntasan kotupsi terus dilaktrkan oleh Keiaksaan darr I{PI! yang-akan dipednrat dengaadibentuknya Pengadilan Thdak Pidana Korupsi d"f,g"lr uadang-undang tersendfui. Fokus penindakan kotupsi akan ditujukan p"d"
t'"sur-kalsos-korupsi yang nenatik pethatian masyamkat luas. .
Dalaln tangka pelaksanaan refotmasi bfuokrasi yang menjadi bagian dati agenda pembangunan nasional be6agai kemajuan teUh aicapai paia tahri. 2007. Inlsiatif tefonnasi birokasi telah dilaksanakan & lingkungan l"tt"nri pemerintah sebagar upaya nentngkatlan kinetja penyelenggataan pemetintahan, y"og
"r:t"* lain aitandai d"nga;: tetsrisunnya be$agai naskah RUU sebagai landasaao petaksanaan reformasi biroktsi, llpeti RUU Pelayanan Publih RUU Administasi Pemetintahan, RUU Kementerian I"g"9, RUU Tata Hrrbuagan Kewenangan Pemedntah Pusat dan'Daetab, RUU Etika Penyelenggata Negata,
1T n lainnya. Bebetapa naskah RUU tetsebut telah ailahas dengan DPR daa dihatapkaa pada tahun 2008 terdapat perlembangan yang betarti
Kemajuan di bidang pelayanan publik, ditandai antata lain: penerapan pelayanan satu pintu di be$agai daerafu penggunaantekoologi infornasi dar,rm pelayarran pAnU p-nntarl l"*:* 99T Proses pengadaan barang dan iasa Qpnarein)i ta*t- aite*ittonnyl l"f""i* Tlknis Penyusuna4 dan Peaetapan Standat Pelayanan tttlrri-a GPND -"I^ioi feinel{agfi No. 6 Tahun 2007 sebagai.peraturan pelaksanaan dati PP No. 65 tahrm 2005; dan telah diselenggarakan berbagai diklat mapjemen SPM. Sedangkan di bidang ,rrmb.i
PR.ESIDEN R.EPUBLIK INDONESIA
daya matrusia (SDlt! apaf,atut, terdapat kemaiuan sa14ss laln2 upaya perryempurnaa$ tqgulesi di bidaig SDM apatatru; peningkatan kompetensi aparatur negara inelalui penyelenggataan astcsttcnt cefltnr dan betbagi diklat baik struktural maupun firngsiora} datr petb"iLan tiqgk"t kesejahteraan aparehff negata meskipun masih terbatas; setta pengangkatan tenaga honotet sebagai PNS dan pengadean PNS secata nasional Di bidang peaataan kelembryLe, ketatalalsanaan dag pengawasafl apastur negara! juga telah berhasil dicapai betbagi kemajuan yang cukup bgatti, antxzlaiat dite6itlannya PP No. 41 Tahun 2007 tenang Otganisasi Peangkat Daerah; beberapa instansi pemerintah di pusat telah melahrkan inisiatif refomasi birokrasi seperti Depkeq MA dan BPK; makin
Lapasitas kelembagaan lan kompetensi auditor ekstemd yang ditandai dengan dibukanya pemakilan BPK di ptovinsi sesuai t'andat UU No $/n}e tenqng BPK dan reknrihen tenaga auditot; dan dilahrkannya perguatan kapasitas kelemb4gaan dan. SDM/apatat pengawas intenal pemerintah.
Pada tahun 2008, beberapa'pencaBahn peabrg yang diharapkan dapat terwuiud diantatanya: dilaniutkannya penyusunao dan penobrhasan dengan DPR berbagai RUU yang tetkait dengan pelaksanaan refornasi birokrasi diundangkannya UU Pelay.anan Publik; tersusunnjra SPM sektotal bidang kesehatan, pendidikan a"n inAmmttrt y":eg dir"r*ik* dengan PP No 65 Tahun 2005; tersusunnya standat pelayanan perkotaaa (SPP); meningkatnya pelayanan publik di bidang kependudukan, investasi/penaoaman modat petpajakan dan kepabeanan, pertanahan, pengadaan barang dan jasa pemerintah/publik; ditiagkatlanflya Lapasitas aparat pemeiintah daerah dalam penerapan SPM; dilalukannya penyempuniaan Sistem Koneksi (tterpltatQ Nomot Induk Kependudukan (NIIg y"ng terintegnsi aat ^t instatrsi yaag terkait, daa ditingkatkannya peoetapan e-gouewment vnttk mendukung kuditas pelayanan publik. Pencapaian penting lainnya yang dihaepkan dapat diwujudkan pada tahua 2008 adalah diselesaikanaya Reacana Induk Refotmasi Birolcasi, Pedot'an Umum ReformasiBirolmsi beserta juklak dan fuknisnya.
Untuk pembangunan SDM apatatur, tahun 2008 diharaplaa tersusuo. penyempurnaan sistem. temunetasi PNS yaag adil, layak, dqn nendorong paringkatan kio.ri" PNS; da" temusun sistem penilaiar kinefa PNS yang lebih akuntabel sebagai pengganti sistem DP3. Di samping itu, di bidang kelembagaan dan ketatrlal<szrna^\ dihatapkan tersusun pedoman sistem tnan2jg6gn kineria instansi pemedntab, sebagai respon at s penerapan aflggaran betbasis kneqa dan ftrntutaa atis peningkatan akuntabilitas kinetia instansi pemedntah. Secata be*ahap, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk melakukan upaya penataan kelembagaon atas lerrbaga non struktutal (quasi bitoktasi) agar betfirngsi secara lebih efektif dan efuien. Dihatapkan pula terwulud peningkatan Lqpasitas kelembagaan di biilang perga\wasan dan pemeriks^ n\ yaftg didukung dengan meningkatnya kohFeteffi terag pengawas dan pemedks * f awdtor.
Petkenrbangan yang dicapai pada tahun 2007, adalahditeapkannya UU No. 2|Tahrn 2007 terl/;qng Penyblenggata Pemilu, sebagai landasan proses penguatan lembagaJembaga
ffip
REpuS$FIRFU*="^
ainoQ{$ususoyl pelaflanaan pemilu 2009.pdaawal200g telah ditetapkan UU No. 2 tahun 2008 Terran-g Parai Politik den w No. 10 tahun 200g rentang pei;tit,an Aoggot DP& DTD, dan DPRD. .Hasit penting t"Lry .lalam pemboogu"o" f"-U.g a"mffrn i pada tahuu 2w7 Ld^l reryilih a"n tJuentoty" k"anggota"n-*"-iri pernirihan umum (KPU) yaqg baru. Kemaiuan pelembagaan a"*,it"*ir& pg" p"tr" mendepat perhatian pada tahun ?-007 adalah keikusertaar calon independl e;;pon"o" melalui kepuhrsan Mahkamah Koastit'si yan-g mengabvtkan jud;ciaitzdeu tedndaf w N;i t-;,il;04
tentang Pemedntah Daetah.
Pada tahun 2008, sisa 2 (dy)pak* W bidl'g politik yang belum dapat ilisetesaikan pembahasanoya atan seges dibahas dan diundaigLn pad. i"hon zooa. D"ngrn ar.;" disslgsaikaranya semna pernbahasan dan ditetapkan-r"-rri UU bidang politik, -iu p"a" tahun 2008 semra. p_:tlp".l pevksmaan/p.:tuniuk pa"t LtTp.arorok
.Jr.ri, penyelenggataan Penilu
l0j? r:eh-a"pat diselesiik1ni."y"r""r""y". oirmiirg it" G diharapkan sudah dapat.$4*p p"oi"-p,,-""n dan perb,rt an data pemilifu vedfikasi peserta penilu dan validasi calon anggota teguatir; p-enyediaan ,*"i" a*'pr"r** pendpkung Pemilu 2009; danpenyediaan logistik pemitu zobg. Secara kelembagian, pada tahun 2008 diharapkan ada perfukat n ylng cuk"p signifikan d"l"h hal kap"asitas'dai kompetensi ^pr"tupemrctintah a"n rpulrpgD r;b"ft iembaga penyelenggata penilu di pusat dan daetah. {d lin fans sengdt penting untof alc^pA i"d" ."t r'o 200g a.l,lah qe3tnsta!1$e"tit"t dair kesiapan p"*i plti*-J"n otganisatioig"oir"ri masyarakat sipil dalam melakukan sosialisasi d"n pendidikan poritik m^syirakat p";fiL.
4.1.3. AcnNDA KEsBJAHTERAAT.I RAKYAT
Stabilitas ekononi ;akrg yeruplkan posyat.! bigr petumbuhau. ekoaomi yang betkualitas dalam tangka p"r-g!"g4 kesejaltetaan
"W;. St"ulit"r tersebut diwujudkai T:lrl"i siner,gi ^nrtatl kebiiakan fiska! noneter, penguaLr lembaga keuangan, dao'r"kioi riit '
, .Dt sisi -kebijakan fiska[ kebijakan diupayakan untuk meaiaga hetahanan fiskal yang f*esiynfurgan setta membedkan stimolos bagi pettunbuhan-ekonomi. Defisit ApBN diupayakaa pada baas-batas aman keuangan
""g; maahi peningkatan pendapaaa negaf,a lfta neningkatar efuiensi pengeluaran rcgera. Hal-hel p&"k tltat a""d k bi,ri; fiskal adalah sebagaiberikutr
-a. Realisasi.pendapatl rLeg t^ dan hibah sampai
i:gg4" ^khir tahun 2007 dipetkinkan mencapai sebesat Rp708,5 gtT" qg,z q3i"n pDB) Realisasi tetsebut r,rlil, &ggi
i:P::T
2:1 peyen ata1133$
|nt+,+
*tiu" dad tatget ApBN-p tahun 2OoZ.
jffi
P.1"9gk1i dengan
APBN tahun
2006,
Pentlapatan
Negara
dan Hibah tanun ZbOZ
l!?tl t"ggt 11'1 pe$en-atau naik {pZqS ttiliun. Pencapaian penerimaan negata dan hihaft 1ffr.6ut teftrtama bersumber dati peuedmaan p"{p4"Lr"^rebesar np+gig ttili;d. Defisit angatao dalam f,p31q-P tahun 2008 diperkfuakan mencapai 2,0 petsgn pDB, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi ahun 2007 yang mencapai 1,3 pemen pDB. Meskipun meningkat, defisit APBN tetsebut masih berada pada batas-batas amrn keuangan negara.
Dati sisi kebijakan moneter, stabilitas moneter tetap diiaga:r"p*1"og tahua 2007. Terjadinya knsis s*bprine ntortgogr pasai keuangan Amerika Setilrat di bllan Juli 2007 tidak membetikan pengaruh signifikan tethadap pasar uang Indonesia. Peocapaian sasasn di bidang moneter dan keuangan antzralain:
^. Nilai tokar yang meletnah pada bulan Agustus 2007 menjadt Rp 9:367,- per USD kembali mengua.t menjadi Rp 9.107,- per usD pada bulan oktobet 2007. secxa
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
(13p pemen PDB), Penedmaan Negara Buken Paiak (PNBP) sebesat Rp215,0 tuliun (5,7 petsen PDB), dan hibah sebesat Rp1,7 ttiliun
Realisasi peogeluatan tregfta sampai dengan 31 Desemher 2007 mencapai sebesat Rp 757p tdtiua (20p petsen PDB), yang tediti dari belania pemedntah pusat sebesar &, 5040 ttiliun (13,3 persen PDB) dan belania ke daemh sebesat Rp 253,3 tdliun (6,2 petsen PDB). Realisasi tercebut lebih ": ggr Q6 persen atau heningkat Rp d9 ttiliuo dari tary411p31t-P tahun 2007.Jik^ dibanilfukan dengan APBN tahun 2006, tealisasi pengelua&n n€gara pada tahun 2007 lebih tinggi 13,5 persen atau meningkat sebesat Q 90,1 ttiliun.
Defisit APBN tahun 2007 mencapai 1,3 persen PDB, lebih enggi dibandingkan tedisasi APBN tahun 2006 yarg mencapai Q9 persen PDB, namun lebih rendah dari yang ditargetkan.lalatn APBN-P tahun 2007 sebesat 1,7petsen PDB.
keseluuhan, tuta,-mt^ nilai 6fta1rupiah harian pa4a tahun 2007 meocapai Rp 9.140 pec USD atau herguat 0,3 persen dibandingkan tahun 2006. Dalatn emFat b"lan petama ahun 2008, tatg,.t^t^ hadan nilai tukat sebesar Rp, 9.246 dengan trend tetap t r.,g,. pada rentaog Rp. 9.000 - 9.300 per USD.
Pada tahun 2007 bju inflasi mencapd 6,59 persen (y+-11), rclaaf sa*'a dengaa tahrm 2006 (6,60 pefsen). Memasuki tahrm 2008, laju irrflosi meningka! tenrtarna didotong oleh kenaikan haga kelompok komoditi makanan dan makanra jadi, dengan inggjnye harga komoditi pertariar di pasat duuia. Pa& b"la' Aptil 2008, laiu inflasi setahun (y: o-y) mencapai 8,96 pgtsen. Dengan progta:n stabilisasi haqa kebutuhaa pokok didukuag oleh kebij"kan moretef yang bertrati-ha4 laj" inflasi diupayakan tetap terkendali
stabilnya niLi firkar ruPiah dan laju inflasi yang tetkendali nendorong penurunan suku bunga petb"nlran secata bettahap.. Suku buaga acuan (BI rate) ditunrnkan secata bertahap drti 9,5 persen pada bulan Januati 2007 menjadi 8,0 persen pada bulan Desember 2007 'lon tetap dipertahankan hiagga bulan Apdl2008. Tekanan inflasi yang Esningl.at sejak bulaa Desember 2007 meriuntut kebiiakan moneter yang bethati-hati
W
PRES!DEN REPUBLIK INDONESIAguru e€hlantu Peartuoenekspektasi infla:i-Sulo bunga acuan tetap dieertahanken sampai bulan Aptil2008, muhi &tingkatt an butan Mei ZOE8 nq"a Sp5 fisen" --_ d" ' sejatq
9*qr {ens'a}ra .soi, pasat. modar" petan sekrot keuangeo daram
heniale*rP
f"eepyl *bq intemeiiasi t"*og* j"gi1"*.u" nembaik. Hat ini tercermin dad meninglatnya
f;$ rang airt rt*"-p#"iuo-G"rr, 26,4 pers"n (y-o_ y) d"" terus tuorbuh aencapu2g,S por"o (y-y) pia" fU**iOOe.
e' Dalam hnbka -..sbFr kuaritas p.*T*Lg" ekonomi, per'mbuhan tredit kepada usaha mikro
*d..d* g:"!"grh pruncug,_;dJ;*l ;;-G;;
lSfnskat Penyalwan ktedit uI\dKIt[ rirpa denganakhir *lo" zooz tumbuh sebesar 22,4 petsen.(y-o-y).
, u!ry"-.oq?y" yyg ditempuh iersebut telah matnFu mendukung petekonomian untuk dapag kembali t'mbuh."t"p
+ggr pada tahun- z0oz,peteko;;;" nmbuh sebesar 6,3 petsen lebih tinggi drri t"h"n ,ebJumny y"ng sebesar Si
p"r."o-Dati sisi permintaaq petumbuhan eLononi pada tahun za07 @n*,ffi,didotong oleh investi'si berupa pembentukaa modal tetap bruto fprtngl d"n etspoi batang a* i#yrg masing-masing tumbuh seb1s1 9,2 pet-sen
d." gp pot*. sl-""tata itu, konsumsi masyankat tr:mbuh sebesar 5,0 penei dan konsumsi
femetintah meningkat sebesar 3,9
Pefsefl.
Dad sisi produksi" fernrmbuhan ekonor'i .terutaha didotong oleh sektor industri pengolahan terutama aonnigas yang hrmbuh sebesar 5,2 petsea d"n'r.ktot tetsier terutaha
pengangkutaa
dan konunikasli
listrik, gas rten ait bersih;
seta banffi; ,frififfi
nasing tumbuh sebesat 1d4 petsen; 10,I petsen" dan g,6 p"rr*. A;p,- sektor pertaniatr serta pertambangaa dan peqggalian tuhbuh sebesat 3,5 peisen a* ip p"rr*.ruomentum o"o1nluh:l terus bedanjut pada. triwulan I/200g. Drtam tdqrutan r/2008, ekononitumbnh 6,- persgn g-Saia?rroogtot"t
"t"ioi'ur""on dan iasa serta oleh ekspor batang dan jasa serta
pembeatukan modal su ,|4o4 Dsru
rfir^*.-^^r-L r-^__--*t,"_1p o*:.. yang meningkar_15,0 persen aan 73li persen serta
ditopang oleh konsumsi m"ryrr"k"t y"ni me'i,.€lka1 5,5;#;G;i. Momeatum pertr:mbuhan
Sejak patuh kedua tahr:o2007, perekono-ial Tldonesia dihadapkan pada tiga gejolak :kt"ryty. tP T:"i"gFTy" harp minyak mentah dunia.a"o f"rg"To-oditidunie lainnya, da-F* dari kdsis subgu3e mortgage di As, setta melamb"Cf" p*tr-uuhan ekonomi As. Besamya tesiko dari gejorak-eLtemal tetsebut -.rrootot il"gk h-i*gk"h-rd; Pen{ek yang hatus ditemp$ setta penyesuaian-penyesuaian y""g r* dila}ukan dalam-nngka hengamankan pembangunan, i"t*rof aprN zoos E"og* perubahan yaag dilakukan pada awal-awal tahun 200s: Dengan *"Tp"iu*"st"" -J9*o gejorak erstemal r-1ng cukup besat, sasamrr pertumbth.an etilomi talun zoog"dalanr awal-awal tahun 200g disesuu tJ'on dad-6,8
.eersel me{1{ !,4 pgsen Meningkatnya t "rg mioy"t -"o*n Jooi"
yang
dalam
keselunrhan
dry399-s apautatan uuninggi aJ ,?luro-"y" sefta tekaaan
i*i
r"g b:r1l be4potensi
tebih mlmperrambat
peraffb.han-ltooo-i. Dalam tahun
2008, ekonomi diperkiakan tumbuh 6;0plren.PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Dalam hd ketenagakaiaan, sejalan dengan petekonomian yeng terus meningket, kondisi keteoagekedaen merur{1rklr.n pe&embangan yar€ baik lapangen ketla yang tetcipta antara Febtuati 2O07-Febtuati 2008 meningkat sangat tinggi yaihr hampit 4,5 iua lapangan peketjaan batu Pada kunrn wdctu yang sama angkatan ketja meniirgkat ded 108,1 iuta meniadi 111J iuta atau meningkat sekitat 3,3 juta orang. Hil ini pada gilinnnya dapat heonnukan tingkat pengangguraa terbuka yaitu dari 9,75 petsen pada Febnrari 2007 meniadi 8,46 petsen oaqgpada Februati2008.
Penganggut usia muda hasih netupaLan ptopotsi tetbesat dad keseluuhan pengaoggur terbuka. Pada Agustus 2007, penduduk usia 15-19 tahun yang
mencapai 2A 1ota otarlg atau 30p2 petsen Keadaan ini cukup memprihatinkan larena usia nereka masih usia sekolah. Jrnlah penganggur usia ?-0-24 tahun mencapai sekiar 3,2 iua orang atau ?.?-42 petsen Dari jrmlah penganggut usia'?-o-24 tahun tecsebug 42n58 persennya atau sekiar 1,4 i$z onag beti& di petdesaan. Penganggutao teAuka masih didominasi oleh meteka yang belpendidikan seLolah menerigah pe.rtama ke bawah. Pada Agustus 2007 propotsi peoganggut dengan pendidikan sekolah menengah pettama ke bawah mencapai sekitar 5,0 juta orarg atau 49,?1 persen, bahkan 2,7 jua dari mereka atau 27,10 persen hanyalah lulusan SD ke bawah.
Penciptaan lrp*gro keda bagi penduduk bedatat pendidikan relatif tendah, miskin dan tidak tetomFil telah diupayakan oleh Pemetintah. Betbagai progmh peduasan kesenrpatan ketia yarg dibiayai oleh APBN, termasuk rcvitalisasi pertani"n;petikanan, kehutanan dan perdesaan, telah mulai dikembangkan dan dikonsolidaiikan agat tenaga keria yang dicakup semakio. banyak dan merata.
Secata sektotal, pada tahun 2007 pertumbuhan sektot pertaoian, pedkat'an dan kehutanan mencapai sebesat 3,5 petsen, lebih "1ggr dati target yang dfuencanakan sebesar 2,7 peneo. Tatget ini tedampaui katena danya, peningkatan ptoduksi pertanian hingga melebihi sasatan yaag telah dicanangkan antata Tain ptoduksi padi/6ems yang mencapai sebesat 57,05 juta ton GI(G yang merupakan angka peirtumbuhan tetinggi selama 10 tahun terakhir atau meningkat 4,77 persen dibanding tahun 2006. petnilrian j.rg" untok produksi iagung 5eningtat 1d44 petsen dibanding ahrm sebelumnya datl 71,61iuta ton meniadi 73,29 juta ton. Sebaliknya pada tahun tetsebut ptodulsi kedelai mengalami penufturan sebesat 20,76 persen dibanding tahun.sebelumnya m"niadi'sekitar 592,4 tibu ton Penuunan tetsebut tetiadi katena berkuangrye luas panen sekitat 121,7 rib:uha.ete:u1l persen dibanding tahun sebelumnya, meskipun produktivitas mengalami kenaikan 003 kuintal per hektar atau 0,23 pe$en.
Pertumbuharl sektot pettanian menuniukkan keceoderungan yang meningkat Pada tahun 2007 PDB peranian (diluar petilranan dan kehutanan) meningkat d62 persen, perhrmbuhan tettinggi dicapai oleh sub settor turnarnan bahan makanan sekitat 5,86 petsen, perkebunaa sekitat 2,44 petsen dan peternakan sekiat 2,14 persen. Demikian pula PDB Pedkaoan pada tahun 2007 konttibusinya naik meniadi sebesat 2,32 petsen'terhadap PDB Nasional atau naik sebesar 7,6 persen dibandingkan taliun 2006. Sebdiknya pertumbuhan
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
sub sektor kehutairan- melgalami penumnan
|yna Tasih banyaknya ikgrl bgirrg y ag mengakiba+kan ket rs,bl h"gg sehi4gga benkibat pada menun nnya proi"uiTrfrr'a"i lutal alaq fans belum dapat digantikan-dengan produksi hasil hutan tanaman industti dan non kayu lainnya. Hal tetsebut telah menyebadloo,bznyabya indusui hasil hutaa yang hrhrp.
P"l.- nngka pd^ksanaan revitalisasi, t"gg"q di'- bidang petilta{ran difohskan pada gentngkatan ptodulsi dan pengembanqal tigakomoatas pe.i$€, yait'udang, ikar ;na, dan rumput laut, dengan t"t"p -arntio
"p"y" p"oiogt"Lo -oto dL k"gt"o oP{'odisasi plngelola* Pldlrrr'"o sejqk !,ri penangLp; ik"; (onfam)hidgga p"*I*ro Untukmenduhrng peningkatan produksi p.;t r"^i ta-*,gl.oF, pJ-oi"t"f tehh melak'1an lehabiliate-9!*gT^1 peniiglratan fasilitas p"na,Gag'b"ropa pelabuhan petikanan Samudn, Pelabuhan P_gdkaaan Nusantata, petaiuhan pelkanan pantai, dan bebetapa Pangkalan Pendaratan 1ft21. $etain itu, dilaksaqakan jug rchabilitasi dan'peagemba!fi Pelabuban Pendantan I+T di- 33.ptovinsi Pada sub'ri.to, kehutanan, upaya revitalisasi masih terus dilakukan seiak beberapa tahun lqng talu tntztalnin -aA* f.bi""*"gf""", (t) Pengembangan pemanfaatan hutan alam dengan meningkatkan -a,,.jeien Ijin fJsaha petnanfaatan Hasil Hutaa Brrkan rayu flunHurl; 00 peie,tir* p"r"d"r* h"ril hot"n .drl"- tangka mengoptima\ll_Mp dan Dana R"bois"ri (Dnj; fi! pembangunan kesatuaa porgelolaan hutan (IGFI); (v) peagembangar. Hutan'T"."-ro Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Rak-yat ftIrn); (v) pengelolaan-Hutan produksi y"G;d"k;i;;
h^k / iil'- pemanfaatan; d* ("0 Restruktutisariiod*t i pti-et kehutanan.
- Di bida'rg inftastruktut, upaya peningkatao pelayanan iaftastuktur sesuai stahdat P*yT"" mllnum pada tahun 200s tdah=dhvuj"aUi mehlui pembangunan ,A.u"n
"it Paku d:$an kapasitas terpasang 1,00 m3ldetik;'tehabilitasi
" rio^/pr^J*;pd;d"li
banjir di 62lokasi pembanguaan" pemelihanan prasarana p"r'g^.oro. p"ot^i ,"p"diqg zo !-, prasarana air tanah untuk air miaum di dairah t"ry.n"itipabaisan ,"lri", lgf h", kondisi jalan nasional telah mencapai 81 petsen_manap Ad p*i"rrg iotaq nasional d;-d; peningkatan pelayanan prasarena ialan menjadi 45 km per jam; i"mu"ag""." irJ"""di pulau-pulau terpescil
9T p"1"" a4* sepaaiang 100 hn; p"-u*gr "" i"r"" ai k"*r* perbatasan se-panjang 110 krn, perrbedan subsidi operasi p;"dr
"igk"d jabnp1;1a 15;3 lintas_, pengadaaa bus qq3tir sebanyak 340 unig p"t"yo* p.layi"r p"dod" ;*k ;t ttaA subsidi opetasi
$ta-s renreberangan p"ti"iir p"i" bo ur:t r"o, pelayanaa penerbangan paintis uot'k 90
]Tre,, !"oyud,taan pttblic s*;o ottigotioz psby i^*t P.?v^Y algkutan penunpang KA kelas ekonomi sebanyak 70 Kd dan angkritan laut \!1_ekonoroi pada n \ayek" tehabilitasi dan pembangunan jalan poros dla melalui (DAK) sePTiang 88.205.
Y d* pgnsn{aan sarana "agkot"o p'oao"*; pengembangan enetgi
- PodTlry, pemngkatan aLsesibilitas enets- petdeiaan, tetsosialisasikaniya pemrnfaatan Biofuel di sektot industti dan bangunan, pelgembangan pulau kecil ted# melalui pemanfaatan eneqi terbarukan non listrilg p"ngJou"ng; disa wisata
""od, tedalsananya
ftoq,"g futcgrated nicmlydn darchpne,t oa oppuition pngrar, gtfrDAfi', penrbangunaa listrik di perdesaati yaitu: PLTS 5o wp sebanyii 59,000 u;t, p;1 bayu gii
PR,ESIDEN R.EPUBLIK INDONESIA
k!7 sebanyak 14Uniq PLTMH sebaayak 12?0 k\r, Gadu Disttibusi sebanyak 930 Buah/ 44,950 kVA, InU sebanyak 1,803 lrns, JTR sebanyak'1,453 lrtns; peayediaan PSO pos untuk 2.350 kantot pos cabang lirar kota; pembangunan ruhah susun sederhana sewa besera presatabe dn' sarani dasamya sebanya& 75.44 unit / 30 kawasarl pengembangen Desadesa Pusat Petumbuhan dt 146 kawasan di 32 provinsi penyediaan prasamna den sataoe dasat untuk rumeh sederhana sehat (&St{) dar rumah susun sebanyak 28.000 unit, pembaqgunan Sarane dan Ptasasua Air Minum dan Penyehatan Ungtungan Becbasis Masyamkat di 1800 desa, Pembangunan Satana dan Ptasarana Air Limbah Percontohati Skala Komunitas (SANIMAS) di 100 lobsi" peningkatan pengelctlaan TPA/Sarttxy Landfil/Sisten Rqgional di 35 kab/kota.
- D^lq a4gka peninglratan daya saing sektot tiif pada progtam pembangunan bideng in&astuktut telah dilakukan tehabilitasi jzfrfrguf, itigasi seluas 210,73 tibu ha dan taua seluas 207,67 su hektaq pembangunan 7 waduk dan 35 embung, pembalguaan
satana/przsatrne pengenddi banjit sepanjzng 745 km" pembangunaa
" :gt1p:re'r"^"" Peryamao pantai sepanjeag77,l km, tanggap daruat bencana di daemh industri dan pusat-. pusat petekonomiaq tehabilitasi jalan nasioral sepaujang 4.000 km, pembanguaan Jalen Lintas Pantai SelatanJawa sepanjang 70 km, pembangunan jalan batu dan peningkaran ialan sttategis sepanjang 150 kb, tehabilitasi/peningkaan ialan provinsi/kabupaten/kota :epa4a+g 418.346 krn nelalui DAli peningkatan/ pembangunan ialan daa jembata+ Lintas sepanjang 4.470 km, pembangunao ialan baru dan peningkatan idan suategis sepanjang 150 km pengadaan safana KA Kelas Bkonomi, Kercta Rel Listrik, dan Keteta Rel Diesel /Ketea Rel Diesel Electdc /Kerea Diesel Kelas 3 sebanyak 45 unig tehabilitasi Detmaga Penyebetangan pada 36 Deuiraga, pembangunan dermaga sungai" Danau dan Penyebera.g"" padz 129 Detmaga, pengadaan kapal petintis dan bus ait sejumlah 84 Buah, tehabilitasi landasan dan fasilitasnya 450.000 m2; pingenbangan Energi Altematif &n Tekaologi Energi Baru Terbarukan" pengembangan wilayah distdbusi gas bumi untuk rumah tangga, industti kecil, dan ttanspottasi (gas koa), pembedan insentif penyediaan energi alternatif, I-and Mark penciptaan dan pemanfaitan sumbet energi batu tetbarukan (Koordiaasi Pengembaogan daa Pemnfaaao, Biofuel), pengembangaa teknologi pembangkit 1"61! letnFu hemat ene4gi; pembangmaa fasilitas ketenagalistrikan yang dilakukan BUMN PT. PLN baik untuk pembaagunan pembangkit listdlr yang baru ataupur tehabilitasi dan repowering pembangkit listtik betbahan bakar batubara" gas dan enetgi terbarukan hidro da. panas bumi" serta untuk premhangunan ianng.an penyalruan ttanst isi dan disttibusinya, pengembangan tegulasi dan pengawasan. dalam tanglra meningkatlarr Penggunaan kompoaeir dalat negeti serta meningkattan pembinaan industti penuniang ketenagelisttikan dalam neged meldui pembinaan usaha serta pengembangan standadsasi dan settifikasi pembahasan RUU Pos pengganti UU No. 6 Tahun 1984 tentang Pos, penyusunan RUU Telekomuaikasi pengganti uu No. 36 Tahun 1999 tentang Tdekomunikasi" pengembangan Indonsia Secxi! Incident P*tponn Tean on. Interndt Infaanmn 1D-SIRTID dalam tangke pengabanan dan pengawasan jrrr"gan iatemet di Iadonesia, pembangunan ptototipe ptoduk telekomunikasi radio Bnadbad Virchss Accer,
PR.ESIDEN REPUBLIK INDONESIA
penyediaan inftastruktur TiK-.meldui pro8Fam connnig Acers poiit (cAp) dan watung masyarakat infotmasi" penyediaao sarana
d* pt rrt n air fimbrtr sisiem ieryosat di ZE Y:::^1*n::,::9angu9an sarana dan pnsanna.air minum pld,e,69 k"*r# ;;;:
dan pengemb'ngn sistem dainase di 1l kabupaten / kotz,
.S:'."1g 'dengan kebUakan Pemednah untuk mempercepat penye.riaan in6"struktur melalui kuiasaaa Perneriatah danBadan usaha" hin6" ori-iooe telah rlil.rrsanarran persiapan pedaksanaan Prbhc-Prioac Pnttcrsh-ip
ebP)Jffirk pd"di"* Ait Baku Industti; pe$rapan pelaksanaan pembangunan ;aan tofat P,ar.drrr:r*rj N"." di s;;;u;;
pemberian hal' lfiusus pembangunan jadngan pipa gas a"ti rorinnt"n Timut ke Iarpa
fe+a!_gene.rtjtan per:aturan-tentang'p"oit"p* tarf betbasis br"r;"il;];i";
Mented Kominfo Nohor 9 Tahun zooe ientang Tzacznp;r;;; Tadf Arxrrl dao Tarif l:rubabi|]a1a reQgni Dasat melalui frdngan Tetap dan pera^tl:en Mented Ko-niinfo Nomot 12 Tahun 2006 tentang Tata Cad'Peneiapan Tatif PetubahanJasa Teleponi Dasar lg"g"" Bergetak selular; dt penetapar a4ggota Komite Regurasi relekomunikasi
Indonesia.
Terkait fenomena grober.{enselai perubaban il.rim, }ebijakan penetinah mengen4i peningkatan kapasitas.nitigasi dan-adaptlsi tethadap p"*u"i*itrii dr"."k"ligp, d:,1"; rangka perguangan risiko bencana t"t"u air"t"r"ir. q'antara lain. penb"og**"pr";;;;
pengendali banjir seluas 500 ha. d* p"nj"og 951 km; p"m"lih"r"ii prasarana pengendali banjit sepanjangl,3\T kn; pembangrinan ti^*/po^iip""gr.r" pantai sepanjang
70.
km; pemdihataaa
por,*ry
lensamag
pantai
rd*i"og zdtJGgil
*,*p'j.frr.
bencana di daerah indus_tri d"n pus"t-B,t"t p"r"toooiiuo; 6;'penangakan banik dilakzna, Bogoq Deqok, t*g";""g bekasi, a"n ci"njtri sabodeabekjur) secata terpadudenganpe'anganan daerahhul" danhilirsungai / - \
- lgmentaa itq setelah :.p"! tahun pasca bencana gempa b,tni dan tsunami di Aceh 9T F p"t""an Nias, ty" !l-plfg" t"il"" peloL"62a[ t"g;; d*in"dan.Rehabilitasi dan |et11stt$si l7ilayah,lan Kchidupan M"syar"kat ai rr"inii Nrnggtoe Aceh Darussalam dan Kepulauau Nias Ptovinsi sumatera utata (BRR Nao-Ni"rjJ"*aga tersebut akan segeta mengakhtui -y_l€r_rll" pada but3 ApaJ ZOOf y^"g'*r" {^r^g.
Dengan Pejaklifflya hrgas dad gRR NAb-Nias temebu! ri"t" p"a.'t"ri- iooo p*oyltrrj^;; 5:!j{|/"g,aeghtar rehabilitasi dan rckonsttuksi di provinsi NAD dan K+rIr;N|; akan dilaniutkan oleh kementedan/lembaga terkait dan penetintah daetat' di provinsi langgtoe Aceh Darussalatl setta Kabuf,aten Nias dan' r"Gp"t"" Nias Selatan di
ffiH
Sumatera
Utan, sesuai
sesuai
dingan ketentuan
d;;;*;;;;n;
- - . !"d" tahun 2007, pencapaian dati ptogt.am rchabilitasi dan tekonstnrksi di provinsi
IYD d* Kgeulauan
Nias-yang
tetau aiatsanak"n
oleh Cnn Nao-Ni"r;;;;rr*;
bebaana kegiatan pok* yartu: penyelesaian rehabiliasi dan rekonstruksi p"*-"h"r; satanl-dan pasar:n.^ try"h, prasarana lingkungan pethukimao- air bercih d*,*it ii pemulihan petekonot"ian m"syL"k"t, p""idt"d ke'sejahtenan;ri"L p"-rrur"o r"ritit",
ffip
PRESIDENREPUBLIK INDONESIA
petdukung ke,hidupan sosid ketasyamkatan sepetti pendidikan dan lcesehaan, serta pemulihan kapasitas kelembagaan pemedntah dan t'*yatakat
- Pada ahun 2008 pelalsanaan tebabilitasi dan tekopstruksi di wilayah Ptovinsi NAD dan Kepularian Nias difokuskan pada perringlratan kudias in&astnrktut, penyelesaian perumahaa dan permukihan bagi kotban beacana" pengelolaaa lingkungan-hidup, dan penyelesaian nasalah pertanahan .lan penaaan tuang wilayah. Pelats4naan'tehabiliasi dan rckonsttuksi dilakukaa Eelxlui proses legelisasi perahrtan daeta\ peninglratlran SDI\4 pemgnuhal pdayanan dasat, danp"ngrn r"tan; gender, deogan dempJuot landasan perckonomian yang berkelaniutan..lan berwawasan lingluogal\ mempefiuat kapasitas kelembagaan" tneningkatan koodinasi antatpelaku - p"lrkr^t ean lebabjlitasi dan rekonstruksi" serta meningkatkan kehidupan rori.l ekonomi masyamkat dan pengembangan wilayab"
- S"Li': di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias, pelaks* tehabilitasi dan tekoustrulsi pascabencana iuga dilakukan sela-a hampir dua tahun tetakhir ini di provinsi Daetah Istimewa Yogyakarta (DIY) d"" Provinsi jawa Tengah, pascakija.lian gempa bumi pada tznggal n Met2006 yffiglalu. Sesuai dengan Kepuiusan Plesiden No. g-rah;n 2006, pelaksanain tehabiliasi da'' rekonstruksi di wilayah Ptovinsi DIY dan Ptovinsi Jawa. Tfl&h pasca bencana gempa'bumi 27 Mei2006,dijadwal[an dapat diselesaikan pada bulan Juni 2008. Pelalrsanaan pemulihan pascabencana r.reldui pendanaan APBN s"j"t t"U"n 2006 hiogga 2008, menunjul&an bahwa pemulihan petumahan korban bencana telah diselesaikan melalui .pendanem sebesat Rp5,74 ttiliun; sementara utituk pemulihan pt^s t^na publik telah ilialokasikan sebesat Rp1,2 ttiliun; dan untuk pemulihan petekonor'ian nasyarakat dan daerah telah dialokasikan sebesat Rp430,4
"rifi;. Namun demikiatr,. t asih banyak tantangan yang alran ditiadapi p"a" t hon zooo dalam penbangunan daetah'pascatehabilitasi dan-rekonstruksi, dloti"oy", (1) penataan ruang Pltr$-"" den pengembangan lahan skala besat yang memenuhi tata linghrngan yang baik dengan pendekatan penguaogan dsiko bencana; (2) masih dipedukan p"rh"drn;t"k meningkatkan pelayanan dasar bagi masyaakag terutama bagi kelompok rentan; (3)'masih diperlukanny-a dukuggan yang difokuskan bagi peagembangan usaha kecil dan menengah sefta pemulihan in&asttuktut petekonomian lokal serta (4) dukungao bagi perumusan kebii^kan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam pengutangan risiko beniana.
Delam Rencana Kerja Pemedntah 2008, telah ditetapkan program dan fokus k@tno pengurangar dsiko bencana melalui pendayagunaan tenc4na aa n;afrg witayah sebagai salah satu itrstrumen utama untuk mengurangi tesiko bencao.a dan peningkatan kualitas infomasi, data miupun peta wilayah tawan bencana yang memadai bagi analisa pola petnar,faatan n"ng sekaligus menguatkan kelembagaan di rirgkat daerah dd"m peagendrlian pemanfaatan rencana tata ruaag wilayah.
Di bidang kesehatan, status kesehatan masyatakat terus menunjukkan perboilran, hal ini 1","t" bi" dapat dioil^i melalui perbailras berbagi in.{ikqtor kesehatan siperti pen111unan Aagka Kematian Ibu (AKI) dai334 (SDKI 7997) menjadt3}T per 100.000 kelahitan hidup
ffip
REpuJAFfRBU*="'^
ll?tr 2092:?903). Naqrpje-qi{an'nhrknencapai-slatan penurunan AKI pada tahun 2009 menjadi 226 p,er 100.000 kelahian hidup, aib"tr**;;;;-y
"grebih kens. salah satu upaya yang petlu adalah dengg mdi"gk"tk"" p-lr.ir"ri* p"rr"ilt-"r"r
,f*q.9*p,lg
saat
ini baru
nen yvJ1t,o,p"r.; (suseias
iooti.up"y"
p"o*
rusr ruga petlu didukung delgan qe$aikan keadaan_gizi ibu ha*it, p*a&it""1u,r, p"rr" Perempuan' penangulangan kemiskinan, serta peningkatan saf,afla prasaf,ana tanspoftasi
. Demikian pula dengan stalu -Fd anak bariq mengarami petb,ir.an yaug ditandai
aSger g:nuftrrlya
ryi:Tp* 9ai1r+I!"srt".t
dk"r*fi
wi d^n 34,4%o
pllra
tahun 19.99
meajadi
z1,o?%
pada tahrrn
loos $*"o", zoo4.'N"-oo di:mikien
untnk
nencapai.target
sebesar
20o/o
padz
tahun 2009,
perlu upaya
ffi r"uu i"""rrr a""il
*net'ingkatkan ketetsediaan p-""g* di tingkat nrmah g"&q J"miauru pora asuh, ian 'netringkatlran pelayaaan kerit"Ln d"s^t. "
Flu burung telah meniadi isu global da. nasional katena memiliki da*F* besat pada ketugian sosial ekonomi d^o t9$an jiwa manusia. J,mlah kasus kernatian temak unggas f_:-T.$-tjTq san€at " ggr dan tersebar di s"lwrf, p-oirrri. S"-"ourr^ i,,mtah kasus flu Duf,ung pada manusia juga cendetung terus meningkai. Sampai al,hir Febtuari 200g kazus flu burung pada manusia mencapai-129 kasus aan tos ditt"r"oy" meniqggal Dengan ko$isi rnr, gencegahan dan peng;ndatiao ftr burung i"*"rr"t""
"paya.menyelutuh dan :;11""::Y.r.-lf".hkana keseh.tan hewan ai k,"nrt o -oosia, ternasukupaya ctat4tn tangka kesiapsiaaganrr_ menghadapi pandemi. Rencana strategis N"rio*i (Renstranas) Pengendalian rq
9r*"g d*'r"ri"pri,.g,n p;J; Influenza 2006-290g menjadi acuan &ebijaLan pelaksanaan op"y" p.og"odaliqn flu burung dan saat ini Rensftanas tersebut
:"j3ng d:la'l proseJ pentausan kenbali tJp^y pencegahtn dan penanggulangan di bidang kesehatan minusia yang telah .lilaksxrraLan mencakuo penatalaksaaaan kasus di rumah sakiq penyediaan *""i lrot"ri p";;""
dt ,oo*"ffi vlrit rujukan, penguatan lafoltodun i""gqi"tt p"oyJdi"* o[at onltaaiair, surveilans
epidemiologi
pedindunganlgt.p".t*Jyrrgt*irti." i"**t,p"Gt"t""
uf"rit", ;*r
kesehatan, serta melakukan t a;itinaaf. oo-' r ----tcakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk miikin dan kutang mampu tneralui proqa$ ianin,n pelay-aaan keseha'antagi masyaakat hiskh 0pK-i\nvD/Asklskin terus
yaitu dad 36,4 juta otang-(2005j menjadi 76,4 iua
"ri^g pOOTU"J; ;;; tahua 2009 Askeskin p".+ t"-*. au"i"*"" u:lo";r-u" r"J"r"tan pada masyatalat (ankesmas) untuk meningkatkan alses penduduli"*ti" dan kuang mampu di'kelas III S i* pelayanan kesehatan dasat bagi ta"*u penduduk di p"rk;t, a*;""io*"o,,1o-Selain rtra penyediaan fasilitas pelayanan kesehat^n dasat temtama di daeah toft"g€A ter.pencil daetah petbatasan, dan dz.edhbencarra petlu ditingkatkan.
l"h.*"tg* derigan pgmbangunal keluatga kecil betkualitas, pengendalian kuantitas
p""9r1"k
ryrprtry salah.satu-
asp* n*tiu untuk menjamLi"t";p"i"y, p;;d;rk
-se_imlang
aan pemuangunan
u&t.tanj"trn di n"ri **
"t*
*.i""i J"hrah
penduduk
rndonesia
d,ti tahun
ke tahun
terus
meningkat
-"rrifG r4" p"ttoiintffi
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
teflrs menutun Pada taliun 2000 penduduk Indonesia betjr,nlah 205 iua jiwa, tahun 2008 meniadi 228 iua iiwa, dan hingga sahr dekade ke depan dipetkimkan bertambah sekiar 3 iua iiwa pet tahun Penunrnan angka kelahitan dan kematian b"n y"qg toi"di selatne ini telah metubah sttuktut umut penduduk yaitu persentase penduduk usia ptodukt'f tenrs mg4ngket sementara petsertase penduduk usia non-ptoduktif; khususnya penduduk muda (0-1a tahua) semakiq henurua. Keadaan ini di satu sisi mengindikasikan telah tetjadi penuunan Pe$entase penduduk sebagai beban pemhangunan (depdnE rAio) srmietlteta dt sisi lain juga menrpaLan keunnrqgan ekonomi (Bonus Denogtafi/BD). penurunan Persentase penduduk guda mgngutangr besarnya biaya untuk pemenuhan kebutuhannya :e-hingga:unby daya dapat .lialihkan kegunaannya untuk membiayai pembangunan bidaag Iainnya. Diperl5irakan, BD "kan. tercotang hingga sekitar tahun 2020. Rasio beban k*e{gantungan yang sebesar 48,9 petsen (tahun 2006) dipe*irakan turun menjadL 47,2 pTt"" (t h.ro 2008) dan terus menuruo bingga mencapai titik terendah 44,5 petsen pada tahun 2017. .Pada waktu rasio beban ketergantungan mencapai angtra tLendah ini lglb'kalah jendela fogsehFatan Qbe vhdav of oplotltriry) untuk Indonesia. Namun demikian kesempataa yang mengunhrogker pembangunan itu tidak aLan pemah tercapai bahkan akan melqgikan bila laju pethrmbuhan penduduk tidak dikendalikan dan hralitas penduduk tidak ditingkat}an secefa tetus menlenrs dan konsisten, tntara lain melalui kegiataa Kduatga Berencana (3).
Sementan itu, PemerinJah secata terus-rlen&us membedkan perhatian yangbesar pada pembangunaa pendidikan. Kesungguhan Pemedntah tetsebut terce*nin oleh hasil yang culup mengembirakan qeperti yang tetlihaj did peningkatan angka pa*isipasi perrdidikan pada senna i*irag.Pada tahun 2007,^frdk^partisipasimumi (ApMypadal*i""g soA,n dalr yang sedetaiat mencapai 9d90 penen. sedangkan Aryka partisipaii rasar (A!K) pada i."ryr sMP/MTs dau yang sederajat serta SMA/SMK/MA/SMALB/paket'G
"-rl"g-mas*9.-mencrpx 92,52 persen dan 60,51 persen. sem.enara itq APK pada ienjang pen${itan dnggi CT) yang mencakup pula peguruan ti.ggi agama (pIA), d; Univ;itas Terbuka (UT) adalah sebesar 17,25 petsen. Adapun angka pattisipasi sekblah (APS) atau Persentase penduduk yang mengikuti pendidikan fotr'rl untuk kelompok umur 7-72 tallr;6-tetc t^t sebesar 97,4 persen, kelompok uniur 13-15 tahua sebesx 84,r petseq dan kelornpok umut 16-18 tahun sebesat 53,9 pelsen
?erkenbangan yang cukup menggembitakaa te{adi dalam penitglratan kuantitas fasilitas lzyarm,pendi&kan. Rasio mudd per ruang ketas sebesat 26 uutuk SD/Uf dan 40 untuk SMP/MIs. Pada saat yang slma" asio mudd per guu adalah 21 untuk SD/M dan 13 untuk SMP/MTs.
Dalam hat petbaikan pengelolaan sumbet daya hutan berbagai upaya untuk tetah banyak dilakukan oleh pemetinah. Pada tahun 2007 pelatsanaan kegiatan yang dilakukan telah menghasilkan berbagai pencapaian. Dalah pengamanan kavzasaa hutan telah rtilalsanakan ^ntat^ lain: (1) opetasi pengaooanao fungsioaril dan opetasi khusus melelui ferj.a sama dengan POLRI, Keiaksaan" TNI AL, BIN, PPATK di 10 ptovinsitawan ilhgal loggiry dar (2) penguatan Lapasitas kelembagaan Pengamanan Flutan @amhut) dan
W
. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
pemburtukaa Masyatakat tvfitr"
.lo,lh* (I\rlvlp) di 19 lokasi Semeotara rr+ upaya penetibau pecedatan hasil hutan telah mencapA'f"sit antaa lain- (1) penerimoqo'N,#; P** raj$ €NnD $r" qgotgt"t sebesatb persen dati tahun 2006; (2) uji coba Sistem Infomasi-Penaa Usahaan Hasil Hutau (SI-PUHH) d- t;ilahaan ptovisi Sumbei
Dava Hutan/Dana
Reboisasi
(pspH/DR) u"ru"#r*o6ugl tofomri grg& 3;rbi
Pemantauao
Pemanfaatan
q"*grd"l"i
@Jzupl(a).impi"-ntnri penatausihaan
sI-PUI{H
dan
PSDH/DR
f1ras1
r\(:r-ni.!r1
{i,irry; Atdii,}"d"r, monev
ithgat
hghg dan monev hasil lelaqg hasil Lutarilegal dr" €tiJ"g"-U^g" ,*iru"ri j?o pengujian hasilhutan.
, l"Fi"9y^, ngmbanguaan bidang eneqgi dan sumbet daya -iool selana tahn2007 telah dilakukan beberapa kegiatan,
"iat liio, penyelesaian'bkepintpeningkatan kapasitas f;:l{!1gt liavak dan gas b-mi (mrgas) Tt"g"iop"y p"irgk *" kapasitas nasional o'ram rndusttl mrgas, perumusa'' kebiiakan &g regulasi us-aha penunjang migs.besetta kebelpihakannya, pena-qr-arao 30 wiraiah na: t&r b"& .;; penawaf,an rangsung atauPun penavearar tendel @grl6rdan.dir?ct ofe), penandataugaian 26 konrak"ketii
s.ary 6ro de"sn komirnen
investasi
untuk
3 t1r.'g'-nienaatr.g
slbesar
us$ 640fl1-;;
fan
bonyltaada
tangan
sebesar,us$
so,sr juta.
sejak
utr*,.afiuu No. 22 tahun
2001
l":?hg lvfigas, kegiatan pengusahaan nligls terus meningkat secata bettruut-tutut, tahun 2:0:kdaks^Ta2Skeglatz,ausaha, tahua i}oe t rJ^lu^o^s"2k"giatau us ^h^ dxrtahuo 2007 teflaksana 35 kegiatan.usaha. Kegratan-kegiataa ini tetutamalerkaitan de.gan k"gi"; k",t"t"." keniagaan miges tennat*
"irg; uh'm BBr4 LpG, hasil oraha. dx1 rain seDaganya.
Semeatata itu, pembangurran bidang lingkungal hidup tetap rlil^lrsanakan dengan menitikberatkan pada pengenddian p""gg"*r" ,i-b"t d"y" d"t secara betkeranjutan t"3 q:1g*dalian praktek petusakaa/penurunan ko"litar li,rgk""g"q. Hingga tahon i007, telah
l:ibksaoakan t g"tT.4dipq1 rtost"- penir-ian e"d;;k^; fi;etja perusahaan rraratn
flt:,:3",99!m,trig
Enbeen;,
p':q"- k li io,ih, il;; r^#.G
l:1PT:1iil_""jlr,i
tlvPAr, program
rnenuju
Indonesia
hijau,
progri- DebtfirNatui
Jntap deflg^n Pemetinah,Jetmar\ p-*gtg pembangunan b"trih y"g diko"tdiosi oleh Komnas Melrahis6g Pembangunan-B"irn gnrnn;, p"igt"-""ogi Je"i""si di industti kecil
*:*T:g*
l'::s'k^
h*um ti"ek*g
"
qa" p"'nrJfi^
^^py*^lk
t y*g t"to"
a*an dir4krrken untuk mempcdu":
""k"p"aly1.- Indonesia sebagai bagian dad maslaakat dunia iuga telah melalsanak"n kegiaran di'bidang p"rraa""[""-r"]ir* oroo'L"uJ penghapusan pemakaian bohan p"G"r ozon (Bpo]
$ ulaii murL p"odiogio 1*;n4 dan memasyamkatkan penggunaan netend dwcd )nbdhi(IrlDD.
. .u"$ -:ningkafta' kapasitas daetah di hidaag hidup, pada tahun 2007, telah disalutkan Da." Alokasi Khusus (DAK)"gid*g "fingkungn
Hidup kepada Pemedntah Daetah, tefttama pemedntah tol"p"tt/ror"rroo*!"-*rrrrrr kualitas ait, pengendajian peacehatan
lt serta pedinauagan sunbet a"ya ar.Ta-hal tetsebut dt r'.s
terus dilanjutu qi& tahun 2008 t t
"irt
m"mtang,ii a"rjlilT;;ft;""fi;
Ilngkungao' seta kebijakan nasional mitigasi dan adaptasi dampak penrbahan ilrtir. --
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
42. Meser-lrr DAN TAr,trAr{cerv Poror TAHUN 2009
De4gan be.$agai kemajuan yang dicapai pada uhrm 2007 dan petkitaan pada tahun 2008, dad 3 (tiga) agenda pembangunan yaog ditetapkan dal,m RPJMN 20042009, hasil pelalsanaan agenda pembangunan atnen dai damai seita agenda pembanguoan adil dan demolratis telah meoganh kepada keadaan yang &inginlran. Sementta itu, hasil gelaksanag lggda perringlcatan kesejahtetaan masyaakat tenrs menuniul&an kemajuaa. Namun detnikian, '^asih banyak pe.masalahan dar tantangar yaag hants <lihadapi dan diselesaikan. Masalah dan tantangan uama yang dihadapi pada tahun 2009 dientamnya
ad"l^h sebagaiberikur
MEMBAI{GI'N DAIV MSNIEMPURI{ATAI.I STSTNU PERLINDUNGAN SOSTET. Krrususr.rvn Bect Masveneret.MrsmN. Terkait dengan upaya penuflman jr.ntah penduduk miskio, upaya pembangunan dan penyempurnaaa sistem pedindungan sosial masih merupaLa' nasalah dan tantangan tetsendiii yang harus dipecablan. Akses masyarakat terutaga mesyarakat miskio tethadap pelayanan dasat, meliputi pendidikar, kesehatan" perumahan sefta air benih dlan sanitasi dasar maslf, tetbatas. Sqlah itq iurolah penduduk yang tertan untuk iatuh nistin katena guncar€an ekonomi maupuo'katent bencana alam masih cukup besat Saat ini ter&pat 3,8 juta jiwa kotban bencaae ahrn, ?-,5 iuta iiwa orang cacat, 2,8 iulg. anak telantar, t+5 lbu an4k iol^".rn daa 1,5 iutri penduduk lanjut usia, 64 tibu gelandangan dan pengemis, serta 66 ribu tuna susila yang membutuhkan bantuaa dan iarninen sqsial Selain itu, kondisi kemiskinan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga-haqa kebutuhan pokok dan haga Bahan Bakar Minyak @BM), yangpada akhimya "Lon mempengaruhi daya beli masyatalat miskin. Kesemuanya irri neruprLon masalah dan tantanganyng harus ditanga^ ^gu efektifitas penuruoatr iuhlah penduduk miskin dapat ditingkatlan.
MENYETvIPuRT.IAKAT\I DeN MeupERLUAs CAKupAN Pnocnau PEryrBAr.rcuNAN BsRBasts Mesvenerer. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk nenuruokan iumleh penduduk biskin dan pertumbuhan ekonomi secara befahap terus meningkat, iunlah penduduk yang hidup di bawah guis kemiskinan masih besat dan penunrnannya boi"l"" lambat Petsentase penduduk miskin pada Triwulaa I Tahun 2007 sebesat 16,6 petsen dan desa miskin/tertinggal mencapai lebih dad 46 petsen. Masalah pokok yang dihadapi dqlrr. menurunkan iunlah penduduk miskin 4a1a7s ldn addah sebagai beritut: Pcrtama, upaya pembanguaan yang dilahrkan masih belum mEtzitl 'dan belum mencapai seluuh masyatakag l:hususnya b"g y""g berada di petdesaan dan luar Jawt. Padoh"I sebesat 63,5 petsen dali iutnlah penduduk miskia tinggal di petdesaao" daa petsentase kemislrirran diluar PulauJawa tetutama Nusa Tenggara, I\daluku dan Papua juga lebih tinggi dibanding di PulauJawa. Kedxa, pelaksanaan pt6gtam pembangurrar masih betsifat parsial dan belnm tedokus. ktiga, kemandidan masyankat dalqtn proses pembangunan berbasis
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
hesya'takat'masih sangat tetbatas. oleh sebab itu tantan-gan yaqg harus {ihadapi adalah nenyemp r*nakan dan mr-mpeduas carrupan progrn p"mu""ng;a; betbasis -"d*k";
MSMPTRKUAT USETTE MESYENETTTT BSRPENDAPATAIY Rr,NOErr. TiNgKAt peadapatao masyarakat sa4gat bergantung pada kete$ediaan d,;h;sp" bagi pet&eo$angaa usaha meteka. Dukuqgan y*g dir"hrhk;,.*rid;;g"+'t; blasi usaha, prasaana d^n satana fisik perekononiani""g -.*a"i
"r,".* t"d"A;G-oa"y", daa peningkatan kapasitas masratakal g"- 1""i"-r""gk"" dan meagirola usaha. Dukungan usaha nasyamkat yang terbatas. menimbulkan
iemasarahaa !l*p" ,iogt". p*d"p;;;;; tendab, akses tethadap gehyanaa'sori^!
"iononi dan politit y"ng t"tuatas, kerrirausahaan ,dan.,kaqasitar p"og"tol" *+ y""g i"oa"b" ,.it"
"r"r iebijakan pembaugunan kewilayahan yang masih berorienasi iada ..inwatd
looking,'--sehi.gga menghambat be*embangnya Pusat?usat petumbrhil ekonomi baro. Keierbatasan dukungan aLses tethadap sumbetdaya,rS:::* pe,fbia.raan, meruprt ari -r"l"h
yang pnring nendesak uut'k ditangani Hal ini terutama-dirasal,an oleh ."tyotri-.irlio, hampir miskin dan tida& mamFu yang rrynailli kegpetaa usah. prcduk ttf'yang r*G* di betbagn rapangan usaha dan lokasi Kerompok masyanrrat beqpendapatan ,l,'a"t i"*"uut pada umuhnya tidak memiliki ;***..b* *1"p u"trt -"oi"kr., tt"aitrp.-u i,.yaan perba,,r.an, meskipun mereka -={ili.*fr" yang rayak ,""i" .toioJ-"I*n
dibiayai. Kondisi tersebut mendotong di|gruatkannya pt&; Kteditusaba n"rry", lruny yaitu petcepatan
penyaluran
ktedit/pembiayaan
yog i.;a
dati sumber
a""" pJ"urluo a;rffi;hi"g*
peniarninal unt'k kredit usaha milro, kecil daa m. enengah CI'^*^,D dan kopetasi 0;Fres 06/2007). KUR dibetikan kepada ui'aru a"" 4"dJ-|"g*J"-un usaha ptoduktif yang bersifat individra kelompo\ kemiftaan am!itz;1.*# yJg r"y"k unt*k dibiayai namun belum meniadi nasabah bank" Besatnya ktedit/pembuy"kepada uMKM dan }op..l"tj menjangLu kebutuhan rcf.ip"t t,as/aakat ' b"q,"nd"p"t n rendah (kredit/pembiaya n &,bau,'h y.5 i"") iaa k"but'h"n k"lompok masyarakat
yang usahanya terus berkemb*s, Gt"$t/n
"^aoya ".Rp 5 juta - Rp soo iuta). ptogtam KUR jugadilengkapi dengan p"oa"mprng* -"r"i d"i pTr.?;
p6; krcdit samFai.densan pengg,naan kredit (penpetolaan keuangan).^ rjr"tti"il, 'p"iya** KUR dan pendampinganaya m;rupakan
.t""pog"" 1* hr- ditangiJ secan tepat uatuk aendr$ung upaya perkuataa usaha arn!."i"guL p""ap"*i""., y,^tzk,,t
MENTN.KATKAI{ Axsrs DAr.I KuAlrras pnnororxerv. salah satu u,,ur pelayanan dasat yang dipedukan-masyarakat adalehpendidikan. p"mr"ra*i"i utama ya'g dihadapi bidang pendidikan 2,Aalehmasih diperlukanlya peninglraj2l akses, pefr.erataan, dat kualitas pendidikan terutam,r oada jenjangi""didik"n ai."r. fra * n*",i,[o* dengan pencapaian \rajib Belajat Pendi&kan o"t"t11"-uit"o r"n ro J*g ;rih;;uiuhkan upaya kens *S
Tttopai tatget RPlryn{ 2004-2009.upy t"oi itri p"tr" Jir*ru tenrratna sln g rneningkatkan angka parisipasi kasar (ApKj Slrrpzrwr"i5;*"r"
yang banr mencapai 92,52 petsen pada tahun 2ool. oi .t"-ning rt'" masih aiteioi adanyt kesenjangan pencapaian APK yang cukup tl"ggi *t"td;"t h, antatkota d"r, d*", serta anta4renduduk
W
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
kaya darr miskin. Keseniangan antardaeah tenebut tedihat dari masih adanya. 75 kabupaten/kota yang vatiasi pencapaian APK SMP/lvfrs/sedeniat kutang dad ?5 p"ts"4 d^a 127 kabupaten/kota yang APK-nya sekitat 75-90 petsen.
$elain tantaflgan unhrk meninglratkqn anglrr p6lisipesi kasat, petmesalahan dqn tante$an Lirr yrng dihadapi di bidang pendidikan adalah besarnya tumt h lulusan SMP/MIs yang lareaa alasan ekonomi ticlak melaojutkan pendidiilran k" i"ni"qg se,lanjutnya, misalnya dengan xl2sal ingin membantg metingankan beban ekonomi k{ugga, sehinga mercka lebih memilih bekeia dibandingkan melanjutkan k" i*i""g sekolah
Petmasdahan dan taatangan lain yang iuga tidak kalah pentingnya idalah memperkecil kesenjangan artara sasaran dau Bencapaian angka buta aksaa p"naodot usia 15 tahrm ke atas yang mencapai 2,2 petsen $ecata pefsentase a?ELa tersebut mehang tidak terlalu besat, ''amun henginget propotsi buta atsata terjadi pada penduduk usia 4ltahun.ke atas yang umumtlya meniliki ninat belajat yang rcndab" -al.a upaya yang dilahrlon hatus lebih besar:Dalam hal id petan pendidikan nonfotmal menjadi sarigat dipedukan dan hatus daFat
ditiranfaatkan-\afsninglratkan mutu da