Harmfull (Berbahaya) : 1. Amonia (NH3)
Amonia merupakan suatu bahan kimia berbentuk gas yang tidak berwarna namun berbau tajam. Bahan ini bersifat mengiritasi atau korosif terhadap jaringan
terbuka. Menghirup uapnya dapat menyebabkan edema paru dan pneumonitis. Bahan ini sedikit mudah terbakar. Amonia juga bersifat tidak stabil. Bahan ini dapat bereaksi keras dengan fluor, klor, HCl, HBr, nitrosyl klorida, chromyl klorida, nitrogen dioksida, trioxygen difluoride dan triklorida nitrogen(Sutresna,2007).
2. Benzyl Alcohol
Berbahaya dalam kasus kontak kulit (iritan), kontak mata (iritan), dari inhalasi. Sedikit berbahaya jika terjadi kontak kulit (Permeator), menelan. Berbentuk cair, tak berwarna dan berbau aromatik. Bahan ini bersifat stabil dan reaktif terhadap oksidator dan
asam(Parthasarati,2005).
Flammable(Sangat mudah terbakar) : 1. Benzoat
Senyawa kimia yang dapat menyebabkan iritasi apabila bersentuhan langsung dengan kulit. Berbentuk padatan kristal berwarna putih, mudah larut dalam air dan berbau aromatik. Bahan ini stabil dan reaktif terhadap oksidator. Mudah terbakar pada suhu
tinggi(Rahayu,2005). 2. Aseton
Senyawa ini berbentuk cairan, tak berwarna dan mudah terbakar. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi dan sedikit berbahaya apabila bersentuhan langsung dengan kulit. Senyawa ini juga reaktif dengan oksidator, asam dan alkali(Pringgodigdo,2004).
Oxidizing (Pengoksidasi) : 1. Hidrogen peroksida
Senyawa berbentuk senyawa bening, sedikit kental dan merupakan oksidator kuat. Dapat menyebabkan iritasi kulit dan inhlasi (sensitizer paru) apabila dihirup. Senyawa ini reaktif terhadap pereduksi dan bersifat sedikit mudah terbakar(H.Stem,2004)..
2. Kalsium Perklorat (KclO4)
Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi bila bersentuhan langsung dengan kulit. Berbentuk kristal/padatan yang tak berwarna dan tak berbau. Senyawa ini dapat mengalami dekomposisi yang berbahaya, reaktif pada kondisi shock atau jika terjadi peningkatan suhu atau tekanan secara tiba-tiba(H.Stem,2004).
Explosive (bersifat mudah meledak) : 1. Amonium nitrat
2. Nitroselulosa
Senyawa ini merupakan bahan baku dari bahan peledak. Berbentuk padat dan mudah terbakar. Senyawa ini daat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi saluran pernafasan. Dapat dengan mudah meledak apabila terkena ppanas, kejutan dan gesekan(A.Tracton,2005).
Corrosive (Korosif) : 1. Belerang
Berbentuk padatan berwarna kuning tidak berbau dan tidak berasa. Bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi mata. Senyawa ini juga mudah terbakar(Salirawati,2008). 2. Klorin
Berbentuk gas kuning kehijauan, bersifat korosif dan beracun. Dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit serta kerusakan lingkungan. Senyawa ini dapat menghasilkan gas beracun apabila bereaksi dengan asam(Rahayu,2005).
Toxic (Sangat Beracun) : 1. Arsen Triklorida
Senyawa ini sangat berbahaya apabila tertelan. Berbentuk padat, tak berbau dan tak berwarna. Bersifat reaktif dengan oksidator, asam dan kelembaban serta bersifat sedikit mudah terbakar pada suhu tinggi(Clarkson,2008).
2. Mercury Klorida
Senyawa ini sangat berbahaya apabila tertelan, dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Berbentuk padatan putih tak berbau. Mudah larut dalam air, metanol dan dietil eter. Reaktif terhadap oksidator, logam, asam dan alkali(Clarkson,2008).
Dafpus :
Parthasarati, G., Nyfort, K., dan C. Nahata, Milap.2005.A Text Book of Clinical Pharmacy Practice:Essential Concepts and Kills.New Delhi:Orient Longman Private Limited
Salirawati, Das.2008.KIMIA.Bandung:Grafindo Media Pratama Sutresna, Nana. 2007. KIMIA. Bandung : Grafindo Media Pratama
Clarkson, Thomas W.2008.Advances in Mercury Toxicology.New York:Plenum Press Rahayu, Imam.2005.KIMIA.Jakarta:Visindo Media Persada
Pringgodigdo.2004.Ensiklopedi Umum.Yogyakarta:PENERBIT KANISIUS H.Stem, Kurt.2004.High Temperature Properties.USA:CRC Press LLC