• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KIMIA ASAM BENZOAT DAN SAKARIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS KIMIA ASAM BENZOAT DAN SAKARIN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRATIKUM KIMIA LINGKUNGAN

“ANALISIS KIMIA ASAM BENZOAT DAN SAKARIN PADA SAMPEL

MINUMAN”

Kelas : 1A KELOMPOK 3

ANGGOTA :

AISAH AULIANI : 151110001 FEBIOLA ALVANESA : 151110004 HANIF ICHSANDI : 151110009 INDRIANI ZARA : 151110011 ISMAUL KHAIRO : 151110012 LISA WELNI : 151110015

M. AGIEL ALHAFID : 151110016 MUTIA RAHMAH : 151110025 REFLI PRAPTIKASARI : 151110029 SRI RANTI EKA PUTRI : 151110034

DOSEN PEMBIMBING:

SUKSMERRI, S.Pd, M.Pd, M.Si

INSTRUKTUR:

TIKA SARI, A.MKL

PRODI D-III JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

(2)

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan pratikum “Analisis Kimia Asam Benzoat Dan Sakarin Pada Sampel Minuman” yang telah di laksanakan di Laboratorim Fisika Poltekkes Kemenkes Padang pada hari Senin tanggal 21 Maret 2016 pukul 8.30 WIB sampai 11.30 WIB yang telah di periksa dan di setujui oleh:

Dosen Pembimbing Instruktur

SUKSMERRI, S.Pd, M.Pd, M.Si Tika Sari, A.MKL

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Tuhan yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan kurnianya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dan kami berharap Semoga laporan ini dapat di pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.

Pratikum ini adalah mata kuliah yang wajib di ikuti oleh Mahasiswa jurusan Kesehatan Lingkungan prodi Diploma III di Poltekkes Kemenkes Padang. Laporan praktik ini di susun sebagai pelengkap kerja praktik yang telah di laksanakan pada tanggal 21 Maret 2016 di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Padang.

Terima Kasih kami ucapkan pada dosen pembimbing dan instruktur yang telah memberikan pengarahan untuk penulisan laporan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang memberikan motivasi sehingga laporan ini bisa diselesaikan.

Laporan ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

Padang, Maret 2016

Kelompok 3

(4)

DAFTAR ISI

2.6Dampak Benzoat Yang Terkandung Di Dalam Minuman Ringan... 7

2.7Pengertian Sakarin... 7

2.8 Dampak Sakarin Yang Terkandung Di Dalam Minuman Ringan... 8

2.9 Permenkes No. 722 Tahun 1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan... 8

BAB III HASIL ... 9

3.3.1Pemeriksaan Asam Benzoat Pada Sampel minuman... 10

3.3.2 Pemeriksaan Sakarin Pada Sampel Minuman... 11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 13

4.1 Hasil... 13

4.2 Pembahasan... 13

(5)

BAB V PENUTUP... 14

5.1 Kesimpulan ... 14

5.2 Saran... 14

DAFTAR PUSTAKA... . 15

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya pengamanan makanan dan minuman pada dasarnya meliputi orang yang menangani makanan, tempat penyelenggaraan makanan, peralatan pengolahan makan dan proses pengolahannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya keracunan makanan, antara lain adalah higiene perorangan yang buruk, cara penanganan makanan yang tidak sehat dan perlengkapan pengolahan makanan yang tidak bersih (Chandra, 2006).

Dalam penyehatan makanan dan minuman, kebersihan alat makan merupakan bagian sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas makanan dan minuman. Alat makan yang tidak dicuci dengan bersih dapat menyebabkan organisme atau bibit penyakit yang tertinggal akan berkembang biak dan mencemari makanan yang akan diletakkan diatasnya. Angka kuman dan adanya bakteri coli pada permukaan makan yang telah dicuci dapat diketahui dengan melakukan uji dengan cara usap alat makan pada permukaan alat makan. Uji alat makan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan alat tersebut.

Organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) pada tahun 1984 menerbitkan suatu seri pedoman pengawasan mutu makanan (“Manual 14/5, Food inspection) yang digunakan sebagai pedoman pemeriksaan makanan. Pedoman tersebut memuat uraian tentang pengambilan sampel makanan dan teknik pemeriksaan pabrik yang sangat bermanfaat sebagai bahan pelajaran teknik pengambilan dan pemeriksaan contoh.

(7)

peralatan yang bersih dan sehat pula. Dengan menjaga kebersihan peralatan makan (piring, gelas, sendok,dll.), berarti telah membantu mencegah pencemaran atau kontaminasi makanan yang dikonsumsi (Djajadinigrat, 1989 dalam Pohan, 2009).

Asam benzoat/ asam benzene karboksilat/ asam phenil karboksilat (C7H6O2 atau C6H5COOH) merupakan suatu senyawa kimia yang umum digunakan sebagai bahan pengawet yang dianggap GRAS oleh FDA, dan secara kimia dapat dihasilkan melalui oksidasi fase cair dari toluena (Srour, 1989; WHO, 2000). Asam benzoat memiliki bentuk serbuk kristal padat, tidak berwarna, tidak berbau, sedikit terlarut didalam air, tetapi larut dalam etanol dan sangat mudah larut dalam benzena dan aseton. Asam benzoat, dalam bahan pangan umum digunakan sebagai bahan pengawet. Namun diluar itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai penghambat korosi (WHO, 2000). Menurut PerMenKes RI No.722/MenKes/Per/IX/88 batas maksimum penggunaan asam banzoat dalam minuman ringan adalah 600 mg/kg.

Sakarin adalah pemanis buatan yang memiliki struktur dasar sulfinida benzoat. Karena tidak strukturnya berbeda dengan karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan kalori. Sakarin jauh lebih manis dibanding sukrosa, dengan perbandingan rasa manis kira-kira 400 kali lipat sukrosa. Namun sayangnya dalam konsentrasi sedang sampai tinggi bersifat meninggalkan aftertaste pahit atau rasa logam. Untuk menghilangkan rasa ini sakarin dapat dicampurkan dengan siklamat (akan dibahas di bagian 4) dalam perbandingan 1:10 untuk siklamat. Menurut PerMenKes RI No.722/MenKes/Per/IX/88 batas maksimum penggunaan sakarin dalam minuman ringan adalah 300 mg/kg.

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan umum:

Untuk mengetahui apa saja alat, fungsi, bahan dan cara analisis kimia Asam Benzoat dan Sakarin pada sampel minuman.

1.2.2 Tujuan Khusus:

 Untuk mengetahui alat yang di gunakan analisis kimia Asam Benzoat dan Sakarin pada sampel minuman.

 Untuk mengetahui fungsi alat yang di gunakan dalam analisis kimia Asam Benzoat dan Sakarin pada sampel minuman.

(8)
(9)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Makanan

Makanan adalah semua substansi yang diperlukan oleh tubuh, kecuali air dan obat-obatan dan substansi- substansi yang diperlukan untuk pengobatan (Anwar dalam Pohan 2009: 18).

Makanan sehat merupakan makanan yang higienis dan bergizi mengandung zat hidrat arang, protein, vitamin, dan mineral. Agar makanan sehat bagi konsumen diperlukan persyaratan khusus antara lain cara pengolahan yang memenuhi syarat, cara penyimpanan yang betul, dan pengangkutan yang sesuai dengan ketentuan. Makanan sehat selain ditentukan oleh kondisi sanitasi juga di tentukan oleh macam makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak,vitamin dan mineral (Mukono, 2006 ). Agar makanan sehat maka makanan tersebut harus bebas dari kontaminasi. Makanan yang terkontaminasi akan menyebabkan penyakit yang dikenal dengan food borne disease.

Semua alat makan mempunyai peluang bersentuhan dengan makanan harus selalu dijaga dalam keadaan bersih dan tidak ada sisa makanan yang tertinggal pada bagian-bagian alat makan tersebut. Apabila hal tersebut dibiarkan, akan memberi kesempatan kuman yang tidak dikehendaki untuk berkembang biak dan membusukkan makanan (Winarno,1993).

Menurut ketentuan Direktur Jendral PPM dan PLP, inspeksi atau uji sanitasi alat makan atau alat masak perlu dilakukan pada tempat-tempat pengolahan makanan dan sampel sebaiknya diambil dari lima jenis alat makan yang ada, yaitu:

a. Sendok b. Gelas c. Piring d. Mangkok

Dalam pelaksanaan uji sanitasi alat makan atau alat masak hendaknya memperhatikan hal-hal berikut :

a. Untuk cangkir atau gelas uji usap dilakukan pada permukaan luar dan dalam bagian bibir yang terkena atau biasanya bersinggungan langsung dengan konsumen.

(10)

c. Untuk piring, uji usap dilakukan pada permukaan dalam tempat makan. Biasanya luas piring dibagi menjadi empat bagian dan pengusapan dilakukan dengan mengusap dua juring yang saling berhadapan.

d. Setiap satu alat makan menggunakan satu swab. Alat makan yang kurang bersih dapat menyebabkan terjadinya penyakit. Oleh karena itu, perlu diupayakan agar alat makan yang akan dipakai harus memenuhi syarat kesehatan.

2.2 Pengertian Minuman

Minuman merupakan bahan yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, yang berguna bagi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, kualitas minuman harus terjamin agar konsumen sebagai pemakaian produk minuman dapat terhindar dari penyakit akibat minum terlebih minuman yang mengandung bahan tambahan makanan seperti bahan pengawet makanan. Definisi minuman adalah segala sesuatu yang dapat dikonsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus. Minuman umumnya berbentuk cair, namun ada pula yang berbentuk padat seperti es krim atau es lilin. Minuman kesehatan adalah segala sesuatu yang dikonsumsi yang dapat menghilangkan rasa haus dan dahaga juga mempunya efek menguntungkan terhadap kesehatan. (Winarti, 2006)

2.3 Penggolongan Minuman

Jenis minuman yang tersedia setiap hari bervariasi. Minuman dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Air putih, ini merupakan minuman netral dengan syarat tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.

b. Kopi dan teh, ini minuman yang dapat dikonsumsi selagi panas ataupun dingin c. Wedang jahe, wedang ronde yang dikonsumsi umumnya selagi panas

d. Es sirup yang lazim dikonsumsi dingin. Es sirup ini dibuat dari gula pasir yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu, lalu direbus sampai mendidih. e. Jus buah juga sering diminum sebagai minuman dingin, yaitu minuman yang dibuat

dari buah-buahan yang dihaluskan menggunakan satu macam buah atau campuran beberapa buah ditambah dengan sirup atau gula pasir dan es batu.

f. Es buah, yaitu es sirup yang diisi dengan beberapa macam buah yang dipotongpotong kecil dan ditambah es.

(11)

h. Es puter, adalah mirip dengan es krim. Bedanya kalau es krim menggunakan susu. i. Es teller yaitu es yang diisi dengan berbagai macam bahan, seperti nangka masak,

kelapa muda, tape dan alpukat.

j. Minuman ringan (Soft drinks), yaitu minuman yang tidak mengandung alkohol, hanya mengandung gula, atau soda. Misalnya merek Cola-cola, Sprite, Fanta dan juga minuman berenergi yang salah satunya adalah Minuman Isotonik.

2.4 Pemeriksaan Higiene Sanitasi

Menurut Permenkes RI No. 1096 : Pemeriksaan higiene sanitasi dilakukan untuk menilai kelayakan persyaratan teknis fisik yaitu bangunan, peralatan dan ketenagaan serta persyaratan makanan dari cemaran kimia dan bakteriologis. Nilai pemeriksaan ini dituangkan di dalam berita acara kelaikan fisik dan berita acara pemeriksaan sampel/specimen.

Pemeriksaan laboratorium terdiri dari : a. Cemaran kimia pada makanan negative

b. Angka kuman E.coli pada makanan 0/gr contoh makanan c. Angka kuman pada peralatan makan 0 (usap alat)

Tidak diperoleh adanya carrier (pembawa kuman patogen) pada penjamah makanan yang diperiksa (usap dubur/rectal swab).

2.5 Pengertian Asam Benzoat

Asam benzoat/ asam benzene karboksilat/ asam phenil karboksilat (C7H6O2atau

C6H5COOH) merupakan suatu senyawa kimia yang umum digunakan sebagai bahan

(12)

Sakarin adalah pemanis buatan yang memiliki struktur dasar sulfinida benzoat. Karena tidak strukturnya berbeda dengan karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan kalori. Sakarin jauh lebih manis dibanding sukrosa, dengan perbandingan rasa manis kira-kira 400 kali lipat sukrosa. Namun sayangnya dalam konsentrasi sedang sampai tinggi bersifat meninggalkan aftertaste pahit atau rasa logam. Untuk menghilangkan rasa ini sakarin dapat dicampurkan dengan siklamat (akan dibahas di bagian 4) dalam perbandingan 1:10 untuk siklamat.

2.6 Dampak Benzoat Yang Terkandung Di Dalam Minuman Ringan

Penggunaan pengawet natrium benzoat dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit Lupus (Systemic Lupus Eritematosus/SLE). Efek samping lain yang bisa timbul adalah edema (bengkak) akibat dari retensi (tertahannya cairan di dalam tubuh) dan bias juga karena naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma akibat pengikatan air oleh natrium. Dapat menyebabkan kanker karena natrium benzoat berperan sebagai agen karsinogenik. Misalnya saja pada minuman berisotonik dimana vitamin C (ascorbic acid) yang ditambahkan dalam minuman isotonik akan bereaksi dengan natrium benzoat menghasilkan benzen. Benzen tersebut dikenal sebagai polutan udara dan dapat menyebabkan kanker. Untuk asam benzoat dan natrium benzoat bisa menimbulkan reaksi alergi dan penyakit saraf.

2.7 Pengertian Sakarin

Sakarin adalah pemanis buatan yang memiliki struktur dasar sulfinida benzoat. Karena tidak strukturnya berbeda dengan karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan kalori. Sakarin jauh lebih manis dibanding sukrosa, dengan perbandingan rasa manis kira-kira 400 kali lipat sukrosa. Namun sayangnya dalam konsentrasi sedang sampai tinggi bersifat meninggalkan aftertaste pahit atau rasa logam. Untuk menghilangkan rasa ini sakarin dapat dicampurkan dengan siklamat (akan dibahas di bagian 4) dalam perbandingan 1:10 untuk siklamat.

(13)

dalam penggunaan sakarin. Selain itu sakarin tidak bereaksi dengan bahan makanan, sehingga makanan yang ditambahkan sakarin tidak mengalami kerusakan. Sifat yang penting untuk industri minuman kaleng atau kemasan. Karena itulah, sakarin dalam hal ini sering digunakan bersama dengan aspartame; agar rasa manis dalam minuman tetap bertahan lama. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, aspartame tidak bertahan lama dalam minuman kemasan.

2.8 Dampak Sakarin Yang Terkandung Di Dalam Minuman Ringan

Pemanis sintetis dipasarkan sebagai satu produk diet, tapi ini sama sekali bukanlah produk untuk diet. Kenyataannya, ini dapat menyebabkan berat tubuh bertambah karena dapat membuat kecanduan karbohidrat.Membuat berat tubuh Anda bertambah hanyalah sebuah hal kecil yang dapat dilakukan oleh pemanis sinteti. Pemanis sintetis adalah bahan kimia beracun yang dapat merubah kimiawi pada otak dan sungguh mematikan bagi orang yang menderita parkinson. Bagi penderita diabetes, hati-hatilah bila mengkonsumsi untuk jangka waktu lama atas produk yang mengandung pemanis dengan kadar gula tinggi karena dapat menyebabkan koma, bahkan meninggal.

2.9 Permenkes No. 722 Tahun 1988 Tentang Bahan Tambahan Makanan

Parameter Satuan Kadar maksimum yang diperbolehkan

Keterangan

Asam Benzoat mg/kg 500 Sakarin mg/kg 300

(14)

HASIL

3.1 Waktu Dan Tempat Pratikum

Hari/Tanggal : Senin/21 Maret 2016 Pukul : 8.30 WIB – 11.30 WIB

Tempat : Laboratorium Fisika Poltekkes Kemenkes Padang

3.2 Pemeriksaan Benzoat

Pemeriksaan Asam Benzoat Pada Sampel minuman Pemeriksaan sampel:

 Masukan 100 ml sampel dan 25 ml buffer Ph 4 ke dalam corong pemisah.

 Lalu tambahkan 25 ml larutan eter.

 Lalu ekstraksi sebanyak 3 kali dan dikeluarkan gasnya.

(15)

 Lalu keluarkan lagi larutan eter, masukan larutan eter tersebut ke dalam erlenmeyer 100 ml.

 Lalu masukan kembali 25 ml air yang berada di erlenmeyer ke dalam corong pemisah.

 Lalu tambahkan kembali 25 ml larutan eter, Lakukan hal tersebut sebanyak 3 kali.

 Setelah di lakukan sebanyak 3 kali, pisahkan air ke dalam erlemeyer 100 ml untuk di lakukan analisis sakarin.

 Pisahkan kembali larutan eter ke dalam erlenmeyer 100 ml dengan cara di saring.

 Lalu masukan larutan eter ke dalam cawan penguap.

 Lalu uapkan larutan eter didalam water bath sampai residunya ± 5 ml.

 Lalu pindahkan sampel ke dalam erlenmeyer.

 Lalu tambahkan 5 ml larutan aseton 50% dan 1-2 tetes fenol red.

 Lalu titrasi menggunakan larutan NaOH 0,05 N sampai sampel berubah menjadi warna merah.

 Lalu catat pemakaiannya.

Sampel 1,1 ml

 Perhitungan kadar benzoat Rumus

Perhitungan :

Kadar benzoat = 1,1 x 0,0061 Kadar benzoat = 0,00671 mg/kg

3.3 Pemeriksaan Sakarin 3.3.1 Alat

(16)

Nama Alat Jumlah

 Tambahkan 10 ml HCL pekat ke dalam sisa air dari pemeriksaan benzoat.

 Lalu masukan ke dalam corong pemisah.

 Lalu ekstraksi sebanyak 3 kali.

 Lalu keluarkan air yang telah terpisah dengan eter ke dalam erlenmeyer 100 ml.

 Lalu keluarkan lagi larutan eter dan masukan larutan eter tersebut ke dalam erlenmeyer 100 ml.

 Lalu masukan kembali air yang berada di erlenmeyer ke dalam corong pemisah.

 Lalu tambahkan kembali 25 ml larutan eter.

 Lakukan hal tersebut sebanyak 3 kali.

 Setelah di lakukan sebanyak 3 kali, pisahkan kembali air dan eter ke dalam masing-masing erlemeyer 100 ml.

(17)

 Lalu bilas air yang berada di corong pemisah dengan 10 ml larutan eter.

 Lalu ekstraksi sampel air sebanyak 3 kali.

 Lalu masukan hasil bilasan air ke dalam erlenmeyer.

 Lalu campurkan larutan eter ke dalam erlenmeyer 100 ml yang telah berisi larutan eter sebelumnya.

 Lalu masukan larutan eter yang berada di erlenmeyer ke dalam corong pemisah.

 Lalu bilas larutan eter menggunakan 10 ml aquadest.

 Lalu ekstraksi larutan eter sebanyak 3 kali.

 Lalu masukan sisa bilasan aquadest ke dalam erlenmeyer yang telah berisi air sebelumnya.

 Kemudian masukkan larutan eter (sari eter) ke dalam erlenmeyer dengan cara di saring.

 Lalu masukan kembali larutan eter yang telah di saring ke dalam cawan penguap.

 Kemudian uapkan sari eter didalam water bath sampai residunya melekat.

 Lalu larutkan residu sampel ditambahkan 3 ml aseton.

 Lalu uapkan lagi sampel sampai menguap.

 Lalu pindahkan sampel ke dalam erlenmeyer.

 Kemudian tambahkan 2 ml aquadest ke dalam cawan penguap untuk menghilangkan sisa aseton.

 Lalu masukan bilasan ke dalam erlenmeyer yang telah berisi sampel.

 Lalu homogenkan sampel dengan cara di goyangkan.

 Lalu panaskan dan dinginkan sampel dengan suhu kamar.

 Lalu tambahkan 1-2 tetes BTB ( bron timol blue).

 Lalu titrasi dengan NaOH 0,05 N sampai berwarna biru.

 Lalu catat hasil pemakaiannya.

Sampel 12,1 ml

(18)

Perhitungan :

Kadar Sakarin = 12,1 x 0,00916 Kadar Sakarin = 0,11083 mg/kg

(19)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

NO ANALISIS HASIL STANDAR PERMENKES No. 722 TAHUN 1988 1. Benzoat 0,00671mg/kg 500 mg/kg 2. Sakarin 0,11083 mg/kg 300 mg/kg

4.2 Pembahasan

Dari pratikum pemeriksaan parameter Benzoat sampel minuman didapatkan hasilnya yaitu 0,00671 mg/kg. Dan standar Benzoat menurut permenkes No. 722 tahun 1988 = maks 500 mg/kg. Jadi sampel yang diperiksa adalah minuman yang memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh permenkes.

Akibat banyak mengkonsumsi benzoat yaitu, Kesulitan Bernafas, Iritasi Kulit, Infeksi Sistem Pernafasan, Diare, Rasa Terbakar di Tenggorokan, Mual dan Muntah dan Sakit Kepala.

Dari pratikum pemeriksaan parameter Sakarin sampel minuman didapatkan hasilnya yaitu 0,11083 mg/kg. Dan standar Sakarin menurut permenkes No. 722 tahun 1988 = maks 300 mg/kg. Jadi sampel yang diperiksa adalah minuman yang memenuhi standar sesuai dengan syarat-syarat atau ketentuan dari permenkes.

Akibat banyak mengkonsumsi sakarin yaitu, migrain dan sakit kepala, kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dang gangguan seksual, kebotakan, kanker otak dan kanker kantung kemih.

(20)

5.1 Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan membuktikan bahwa sample minuman yang diuji mengandung asam benzoat dan sakarin . Alat yang di gunakan dalam pemeriksaan yaitu, buret,erlenmeyer, water bath dan cawan penguap.

Dari pratikum pemeriksaan parameter Benzoat sampel minuman didapatkan hasilnya yaitu 0,00671 mg/kg. Dan standar Benzoat menurut permenkes No. 722 tahun 1988 = maks 500 mg/kg. Jadi sampel yang diperiksa adalah minuman yang memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh permenkes.

Dari pratikum pemeriksaan parameter Sakarin sampel minuman didapatkan hasilnya yaitu 0,11083 mg/kg. Dan standar Sakarin menurut permenkes No. 722 tahun 1988 = maks 300 mg/kg. Jadi sampel yang diperiksa adalah minuman yang memenuhi standar sesuai dengan syarat-syarat atau ketentuan dari permenkes.

5.2 Saran

Masyarakat dapat mengatahui rasa minuman yang mengandung pengawet benzoat dan pemanis sakarin. Jika minuman tersebut di minum maka di tenggorokan akan terasa sedikit nyeri ataupun terasa pahit. Akibat yang di sebabkan dari berlebihnya pemakaian pengawet dan pemanis buatan pada minuman salah satunya yaitu penyakit lupus, Kesulitan Bernafas, Iritasi Kulit, Infeksi Sistem Pernafasan, Diare, Rasa Terbakar di Tenggorokan, Mual dan Muntah dan Sakit Kepala.

(21)

Cahyadi, Wisnu.2008. Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambah Pangan. Bandung: Bumi Aksara

Buckle.K.A., Edwards.R.A., Fleet.G.H., Wootton.M.1987. Ilmu Pangan. Jakarta: UI Press. Hayun, Y. Harahap & C. N. Aziza. (2004). Penetapan Kadar Sakarin, Asam Benzoat, Asam

Sorbat, Kofeina, Dan Aspartam Di Dalam Beberapa Minuman Ringan Bersoda Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi. Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol. 1. No. 3. Pp 148-159.

Hussain, I ; A. Zeb ; I. Shakir & A. S. Shah. (2008). Combine Effect Of Potassium Sorbate And Sodium Benzoate on Individual And Blended Juices Of Apricot And Apple Fruits Grown In Azad Jammu and Kashmir. Journal Pakistan of Nutrition. 7(1). Pp.181-185.

Referensi

Dokumen terkait

PENETAPAN KADAR ASAM BENZOAT DAN SAKARIN DALAM JELI SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI..

Karena banyaknya industri yang menggunakan asam benzoat sebagai bahan baku untuk pembuatan produk menyebabkan peningkatan jumlah impor asam benzoat selain itu

Likopen tidak larut dalam air tetapi larut pada aseton, alkohol dan benzena, sehingga pada praktikum kali ini digunakan larutan acetone phospat buffer untuk melarutkan

1) Asam sitrat berbentuk granul atau serbuk putih, tidak berbau, memiliki rasa sangat asam, mudah larut dalam air, higroskopis. Asam sitrat memiliki kristal monohidrat

Selenium amorf biasanya berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca). Selenium Kristal monoklinik berwarna merah tua, sedangkan selenium Kristal

Aspartam merupakan senyawa yang tidak berbau, berbentuk tepung kristal berwarna putih, sedikit larut dalam air, dan berasa manis. Kajian digestive dari Monsato

Asam malat merupakan asam yang berupa serbuk kristal berwarna putih, bersifat mudah larut dalam etanol 95% dan air, tidak dapat larut dalam benzen, salah satunya terkandung pada

Amylum • Pemerian : serbuk hablur putih halus sampaiagak putih, tidak berbau, memiliki rasa lemah, higroskopis • Kelarutan : praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol 95%