Uji Preferensi Kepik Cokelat Riptortus linearis Fabr (Hemiptera: Alydidae) Pada Tanaman Kacang Kedelai, Kacang Hijau dan Orok – Orok (Crotolaria pallida Aiton.)di Rumah Kassa

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

37

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T. 2005. Kedelai.Penebar Swadaya, Jakarta.

Alfaida, Samsurizal M.S, Musdalifah N. 2013. Jenis-Jenis Tumbuhan Pantai di Desa Pelawa Baru Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong dan Pemanfaatannya sebagai Buku Saku. Universitas Tadulako.Palu.

Amalia, M. Mawan, A. 2010. Statistika Demografi Riptortus linearis F. (Hemiptera : Alydidae) pada Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). IPB Press. Bogor.

Atman, 2007. Teknologi Budidaya Kacang Hijau (Vigna radiata L.) di LahanSawah. Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, Sumatera Barat.

Beck, S.D. 1965. Resistance of Plants to Insect. Annual Rev. Entomology No.10 :p. 207-217.

Dirjen Tanaman Pangan. 2014. Laporan Tahunan Direktorat Tanaman Pangan 2013. Kementerian Pertanian – RI Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Jakarta.

. 1992. Pedoman Pengenalan dan Pengendalian Hama Tanaman kedelai, Sumut.

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, 2013. Prospek Pengembangan Agribisnis Kacang Hijau, Jakarta.

Fraenkel GF. 1959. The Raison D’etre of Secondary Plant subStances. Science 129:1466-1470.

Hanum, C. 2008. Teknik Budidaya Tanaman. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Haryanto, E., T. Suhartini, dan E. Rahayu. 1995. Budidaya Kacang Panjang.Penebar Swadaya, Jakarta.

Hosang, M. L. A. 2010. Ketahanan Lapang Aksesi Kelapa Genjah Kopyor Terhadap Hama Oryctes rhinoceros di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Balai Penelitian Tanaman kelapa dan Palma Lain, Manado.

Humaedah, U., 2011. Syarat Tumbuh dan Budidaya Kacang Hijau.http://cybex.deptan.go.id/penyuluhan/syarat-tumbuh-dan-budidaya-kacang-hijau.Diakses pada tanggal 05 September 2014.

Kalshoven, L. G. E., 1981.The Pest of Crops in Indonesia. Revised and Translatedby P.A. Van der laan. P.T. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta.

(2)

38

Kiruthiga, Rakkimuthu and Aravinthan K. 2014. Antibacterial Activity of Crotalaria pallida Aiton. (Fabaceae). Indian Journal of Pharmaceutical and Biological Research (IJPBR). India.

Kartosowondo U, Sunjaya. 1990. PotentialRole of Wild Crucifers in The Preservation of Diadegma eucerophaga Horstm. (Hymenoptera: Ichneumonidae), a Parasitoid of Thediamond Back Moth Plutella xylostella Linn. (Lepidoptera: Plutellidae). Biotropika 4:31-40.

Marzuki, H. A. dan H. S. Soeprapto, 2004.Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya, Jakarta.

Metcalf, R. L. and W. H. Luckman. 1982. Intruduction to Pest Management. Wiley Intersci Publish Moustiuer John of Metz Wiley and Sons, New York.

Muchlish,A. dan Susanto, G. W. A. 2008. Penciri Ketahanan Morfologi Genotipe Kedelai Terhadap Hama Penggerek Polong.Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 27(2). Malang.

Mudjiono, G., B.T. Rahadjo dan T. Himawan. 1991. Hama – hama Penting Tanaman Pangan. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang.

Painter, R.H. 1951.Insect Resistance in Crop Plants. Mac Millan and Co. NewYork : 25-33.

Puput, 2007. Kepik Pengisap Polong (Riptortus linearis). http://hamautama.blogspot.com/20070901archive.html.Diakses pada 05 September 2014.

Purwono dan R. Hartono. 2005.Seri Agribisnis:KacangHijau. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rasplus, J. 1994. Parasitoid Communities Associated with West African Seed-feeding Beetles. Parasitoid Community Ecology.Oxford University Press,Oxford.

Rosanah, S. 2014. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Kedelai. Repositori Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Rukmana, R. dan U. Sugandi. 1997. Hama Tanaman dan Teknik Pengendalian. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Sastrapradja, S. dan J. J. Afriastini. 1984. Polong-polongan Perdu LembagaBiologi Nasional – LIPI. PN Balai Pustaka, Bogor.

Sastrosupadi, A. 2010. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Kanisius, Jakarta.

Sodiq, M. 2009. Ketahanan Tanaman Terhadap Hama. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jawa Timur.

Soemaatmadja, S., M. I. Sumarno, M. Syam, S.O Manurung dan Yuswadi, 1985.Kedelai.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. Hal: 87.

(3)

39

Suprapto, 2001. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tengkano, W. dan M. Dunuyaali. 1976. Biologi dan Pengaruh Tiga Macam Umur Polong Kedelai Terhadap Produksi Telur Riptortus linearis F. LaporanKemajuan Penelitian Seri Hama/Penyakit.

Tengkano, W., M. Arifin, dan A.M. Tohir. 1992.Bioekologi, Serangan dan PengendalianHama Pengisap dan Penggerek PolongKedelai. DalamMarwoto, N. Saleh, Sunardi,dan A. Winarto (Ed.). Risalah Lokakarya Pengendalian Hama Terpadu TanamanKedelai, Malang 8−10 Agustus 1991. BalaiPenelitian Tanaman Pangan Malang.

Tengkano, W. Suharsono, Bedjo, Y. Prayogo dan Purwantoro. 2006. Evaluasi status hama penyakit kedelai dan musuh alami sebagai agens hayati untuk pengendalian OPT pada kedelai. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2006. Balitkabi Malang.

Wahyu, A. 2010. Laporan Dasar Perlindungan Tanaman, Hama Penting Tanaman Utama. Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang.

Zakaria, K, A. 2010. Program Pengembangan Agribisnis Kedelai Dalam Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani. Bogor.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...