• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota B (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota B (2)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

1 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

4.1 Forecast Kemacetan ... 11

4.2 Pendapatan Pajak Vs Polutan ... 11

Bab 5 Simpulan dan Saran ... 12

5.1 Simpulan ... 12

5.2 Saran ... 12

Daftar Pustaka ... 13

(2)
(3)
(4)

4 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

Bab 1 Pendahuluan

1.1

Latar belakang

Kemajuan jaman mengakibatkan kebutuhan akan transportasi kian meningkat, dengan kemudahan mendapatkan moda transportasi pribadi seperti saat ini, wajar kalau begitu banyak moda transportasi yang menguasai jalan raya saat ini. Moda transportasi berupa mobil dan motor pribadi yang notabennya sekarang sudah begitu banyak, bertambah dengan signifikan tiap harinya. Data menyebutkan pertambahan mobil pribadi tiap harinya adalah sekitar (pertambahan mobil) dan motor sebanyak (pertambahan motor).

Dengan adanya penambahan tersebut membuat jangkauan transportasi lebih luas, hal ini seperti pisau bermata dua. Disamping memiliki efek positif, juga menimbulkan efek negatif. Pertambahan kendaraan bermotor membuat sektor perekonomian tumbuh dan pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor makin meningkat. Namun pertanyaannya sekarang apakah pajak dan kenaikan perekonomian tersebut sebanding dengan kerugian yang di sebabkan penambahan tersebut?

Kerugian atau efek negatif akibat penambahan kendaraan bermotor selain subsisi bahan bakar, juga dampak pada sosial dan lingkungan. Terlalu pesatnya penambahan kendaraan bermotor membuat jalan raya tidak efektif lagi digunakan. Kemacetan dan polusi menjadi monster yang terus dibesarkan dijalan raya. Selain masalah sosial yang ditimbulkan.

Dengan penambahan setiap harinya, perlu dilakukan suatu upaya untuk melihat profit yang dihasilkan keadaan ini. Jika berbicara tentang profit kita tidak bisa lepas dari keuntungan dan kerugian, dimana profit adalah total manfaat yang didapatkan dikurangi total biaya yang dikeluarkan. Atau disini kita membandingkan nilai keuntungan dan kerugian yang didapatkan. Sehingga didapatkan suatu hasil, baik itu positif ataupun negatif.

Pembandingan disini diperlukan untuk mengatur kebijakan penambahan kendaraan bermotor, dengan adanya perbandingan tersebut kita bisa mengatur kebijakan yang sedemikian rupa sehingga kita dapat menjaga tingkat keuntungan yang diperoleh dari penambahan kendaraan bermotor ataupun mengurangi kerugian yang dihasilkan.

1.2

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dibahas disini adalah

1. Membandingkan efek positif penambahan kendaraan berupa pajak kendaraan bermotor dan efek negatif berupa kemacetan dan polusi yang dihasilkan.

2. Menghitung forecat penambahan kendaraan bermotor terhadap penambahan luas jalan dikota Bandung.

3. Mengevaluasi kebijakan terkait kepemilikan kendaraan bermotor di kota Bandung.

1.3

Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang akan dibahas disini adalah

1. Wilayah terbatas pada daerah administratif kota Bandung.

2. Kendaraan yang dibahas disini adalah kendaraan yang terdaftar dikota Bandung. 3. Kendaran bermotor disini terbatas pada mobil.

(5)

5 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

1.4

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah

1. Memperlihatkan perbandingan antara efek positif akibat penambahan kendaraan bermotor berupa pajak dengan efek positif berupa polusi dan kemacetan.

2. Mendapatkan tahun dimana pertambahan kendaraan bermotor dikota Bandung suda masuk kategori merugikan.

3. Mendapatkan tahun dimana kota Bandung akan mengalami kemacetan total, jika tidak dilakukan pengendalian jumlah kendaraan.

4. Melakukan evaluasi terkait kebijakan kepemilikan kendaraan bermotor dikota Bandung.

1.5

Metoda Penelitian

Untuk memudahkan penelitian ini digunakan berbagai macam metoda, diantaranya

1. Wawancara,

2. Survey data sekunder, dan 3. Studi literatur.

1.6

Hipotesa Awal

Dari hasil diskusi dan pengamatan, dirumuskan hipotesa awal untuk penelitian ini yaitu ada nilai optimum jumlah kendaraan bermotor dikota Bandung dimana jika nilai ini dilewati maka akan terjadi kerugian dikarnakan jumlah kendaraan bermotor dikota Bandung. Dan kebijakan terkait penambahan kendaraan bermotor dikota Bandung perlu diatur sedemikian rupa sehingga nilai optimum ini dapat tercapai.

1.7

Luaran

Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah

1. Didapatkan perbandingan antara efek positif dan negatif penambahan kendaraan bermotor dikota Bandung.

2. Evaluasi kebijakan kepemilikan dan penambahan kendaraan bermotor dikota Bandung.

(6)

6 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

Bab 2 Studi Literatur

2.1

Kota Bandung

Kota Bandung merupakan ibukota dari Jawa Barat yang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Medan. Jumlah penduduk Kota Bandung pada tahun 2011 mencapai angka 2.424.957 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.01% dan kepadatan penduduk sekitar 14.429 jiwa per km2 (Sumber: Jabarprov.go.id)

Selain itu kota Bandung juga merupakan pusat dari Provinsi Jawa Barat dan terletak sekitar 180 km di sebelah tenggara Jakarta. Kota Bandung merupakan kota ke empat terbesar dengan jumlah penduduk 2.424.957 (Kota Bandung dalam Angka, 2012) dan termasuk sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk tercepat.

Kota Bandung terbagi menjadi enam wilayah pengembangan, 33 daerah administratif dan 139 kelurahan. Kota Bandung terletak di pusat jaringan transportasi Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung juga dilayani oleh jalur kereta api regional utama.

Gambar 2. 1Wilayah Pengembangan Kota Bandung

(sumber :RTRW Kota Bandung)

Sedangkan pertumbuhan penduduk kota bandung dapat dilihat dari tabel dibawah,

Tabel 2. 1Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kota Bandung Tahun 2011

(7)

7 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

(Sumber: Kota Bandung Dalam Angka, 2012)

2.2

Kemacetan

(8)

8 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

penumpukan kendaraan yang tidak dapat lagi ditanggung oleh ketersediaan lahan jalan. Kemacetan membuat penggunaan jalan menjadi tidak efektif dan efisien lagi, dimana banyak timbul dampak negatif dari hal ini. Dampak negatif yang biasa timbul akibat kemacetan antara lain kerugian waktu yang dikarnakan tersendatnya kendaraan, pemborosan energi, keausan kendaraan lebih cepat (biaya perawatan kendaraan meningkat), polusi udara, tingkat stres bertambah, terganggunya fasilitas publik seperti amulance dan pemadam kebakaran dll.

Kemacetan disebabkan beberapa permasalahan antara lain, perbandingan penggunaan lahan dan lahan yang tersedia, kecelakaan, banjir, perbaikan jalan, hambatan samping, pasar tumpah, kegiatan yang menggunakan lahan jalan dll. Diantara banyak penyebab kemacetan tersebut dapat digolongkan lima faktor besar yang menjadi kunci utama penyebab kemacetan.

1. Faktor Jalan Raya

Faktor jalan raya meliputi kondisi jalan dan ketersediaan lahan pada jalan tersebut. Penyebab kondisi jalan raya yang buruk antara lain karna adanya kerusakan sebahagian atau keseluruhan jalan, pemanfaatan jalan untuk keperluan yang bukan seharusnya dll.

2. Faktor Moda Kendaraan

3. Faktor Manusia (pengguna jalan)

4. Faktor Alam

5. Faktor lain-lain

Kota Bandung sebagai salah satu kota besar di Indonesia adalah salah satu kota yang tidak terlepas dari jerat kemacetan.

2.3

Pajak Kendaraan

2.4

Polusi

Polusi adalah dampak dari pencemaran lingkungan yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan dan menggangu kesehatan bagi mahluk hidup terutama pada manusia. Salah satu polusi yang mengganggu kesehatan manusia adalah polusi udara, polusi ini banyak penyebab diantaranya pembakaran hutan, pemakaian kendaraan bermotor, limbah pabrik, dll. Salah satu contoh yang polusi yang sering dirasakan setiap hari adalah polusi kendaraan bermotor, secara tidak sadar setiap harinya manusia tercemar dengan polusi ini dimulai dengan kesehatan yang berawal dari gangguan pernafasan sampai dengan kematian tidak hanya itu polusi yang diperparah dengan jumlah kendaraan yang banyak juga berdampak pada kemacetan.

(9)
(10)

10 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

Bab 3 Data dan Pengolahan

3.1

Data

Data jumlah kendaraan

Data pertumbuhan kendaraan pertahun

Data pajak perkendaraan (rata-rata)

Data polutan per kendaraan (rata-rata)

Data ruas jalan yang tersedia dikota bandung

Data pertambahan ruas jalan

3.2

Pengolahan

(11)

11 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

Bab 4 Analisis

4.1

Forecast Kemacetan

(12)

12 | Pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung

Bab 5 Simpulan dan Saran

5.1

Simpulan

(13)
(14)

Gambar

Tabel 2. 1Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Kota Bandung Tahun 2011

Referensi

Dokumen terkait

Proses perencanaan pembelajaran kursus kewirausahaan berbasis teknologi informasi yang disusun merupakan langkah kolaboratif atau kerja sama yang dibuat dengan

Pada faktor pertama, pengemudi ojek pangkalan yang masih enggan untuk bergabung menjadi mitra Gojek masih beralasan klasik, yaitu segalanya tampak berbeda

Salah satu kerja sama Universitas Muhammadiyah Malang dengan instansi asing yang telah berjalan sejak tahun 2010 adalah dengan European Union dalam beasiswa Erasmus Mundus

 melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan

Berdasarkan penjelasan dari narasumber mengenai peluang yang hadir dalam event ini penulis mempunyai kesimpulan bahwa Tabloid RUMAH melalui event-nya Rumah Goes to

As’at mengaku sudah berupaya menertibkan tambang yang ada di Lumajang. As’at melemparkan kesalahan kepada mantan Bupati Lumajang Almarhum Sjahrazad Masdar.. Polda memproses

Hermanto (2008: 6) dalam jurnal penelitiannya menyatakan bahwa pada umur-umur awal anak, pembentukan organ artikulasi baik pradasar maupun dasar merupakan prasyarat

Dalam penelitian ini akan mencoba untuk menganalisis campuran bahan bakar premium dengan nilai Oktan 88 dengan pertamax plus yang mempunyai nilai Oktan 95