PENGARUH KUALITAS LABA TERHADAP KINERJA
PERUSAHAAN STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK
INDONESIA
Yonathan Dwi Satria 1513071
Akuntansi A
Universitas Atma Jaya Makassar
ABSTRAK
Kualitas laba perusahaan merupakan salah satu komponen yang terdapat dalam laporan
keuangan yang dapat digunakan untuk publik dan dapat digunakan investor untuk menilai kinerja manajemen, mengestimasi kemampuan laba dalam jangka panjang, dan menilai risiko investasi suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan kualitas laba dengan dua pengukuran yang dipilih, yaitu persistensi laba dan prediktabilitas laba terhadap kinerja pasar dan kinerja keuangan perusahaan jasa transportasi dan telekomunikasi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2011. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan jasa transportasi dan telekomunikasi yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia ) selama tujuh tahun penelitian periode 2006-2011. Alat uji dalam penelitian ini menggunakan Partial Least Square untuk mengetahui pengaruh kualitas laba terhadap kinerja pasar dan kinerja keuangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas laba tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar dan kualitas laba berpengaruh terhadap kinerja keuangan.
*Penelitian ini merupakan pemenuhan tugas dari Mata Kuliah
Akuntansi Keuangan II diProgram Sarjana Akuntansi, Fakultas
Ekonomi, Universitas Atma Jaya Makassar
I.
PENDAHULUAN
Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana dan laporan perubahan ekuitas. Menurut Standar Akuntasi Keuangan (SAK, 2012) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen atau pertanggunjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai laporan keuangan yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen. Pihak pemerintah (pajak) merupakan sumber pendapatan bagi negara karena dasar dalam menentukkan besarnya beban pajak dari laporan keuangan tersebut. Berdasarkan teori signaling bahwa laba dapat memberikan sinyal yang positif mengenai prospek perusahaan di masa depan perusahaan. Dengan adanya pertumbuhan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun, akan memberikan sinyal yang positif mengenai kinerja perusahaan. Selain itu peningkatan laba akan berdampak pada value of the firm (nilai perusahaan) yang akan tercermin pada nilai saham. Jadi dengan demikian nilai saham merupakan indeks yang tepat untuk mengukur efektivitas perusahaan, sehingga seringkali dikatakan memaksimumkan nilai perusahaan juga berarti memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Saham suatu perusahaan bisa dinilai dari pengembalian (return) yang diterima oleh pemegang saham dari perusahaan yang bersangkutan. Return bagi pemegang saham bisa berupa penerimaan dividen tunai ataupun adanya perubahan harga saham pada suatu periode (Ross 2002). Hal ini, yang mendorong perusahaan untuk memanage atau melaporkan laba sedemikian agar harga saham/investor merespon baik tentang kinerja perusahaan. Dengan demikian laba menjadi salah satu komponen penting dalam
management merupakan suatu cara penyajian laba yang disesuaikan dengan tujuan yang diinginkan oleh manajer, melalui pemilihan suatu set kebijakan akuntansi atau melalui pengelolaan akrual (Scott, 2000). Earnings management dapat dilihat dalam dua prespektif: pertama, earnings management merupakan prilaku manajemen yang oportunistik yang dikaitkan dengan mekanisme kompensasi, kontrak utang dan biaya politik. Kedua, earnings management merupakan prilaku manajamen yang efisien yang bermanfaat bagi perusahaan, jika dilihat dari prespektif efisiensi kontrak. Penelitian terdahulu terkait pengaruh earning management terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang bervariasi (positip, negatif). Pertama, earning
management berpengaruh positip terhadap nilai perusahaan seperti earning management melalui aktivitas riil Challen dan Siregar (2012), transakasi derivatif Huang et al (2009) dan Oktavia (2011). Kedua, earning management berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan seperti Zhang et al (2006), Ewert dan Wagenhofer (2004). Sedangkan Dyah (2013) dan Yip dan Nguyen (2011) tidak menemukan pengaruh earning management terhadap nilai perusahaan. Hasil
penelitian terdahulu mengenai pengaruh manajemen laba terhadap kinerja perusahaan
menunjukkan hasil yang belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh manajemen laba terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Tingkat Laba berpengaruh terhadap Kinerja Perusahaan?
2. Apakah Tingkat Laba berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan ?
3. Apakah Tingkat Laba berpengaruh terhadap Kinerja Pasar?
TUJUAN PENILITIAN
Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai pengaruh kualitas laba terhadap kinerja perusahaan.
Tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk menguji apakah kualitas laba berpengaruh pada kinerja perusahaan
2. Untuk menguji apakah kualitas laba berpengaruh pada kinerja keuangan
3. Untuk menguji apakah kualitas laba berpengaruh pada kinerja pasar
MANFAAT PENELITIAN
1. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi investor dan manajemen perusahaan.
2. Sebagai bahan referensi bagi pihak yang ingin melakukan penelitian denganobjek yang sama namun dengan latar belakang yang berbeda.
II.
LANDASAN TEORI
Penelitian ini didasarkan pada teori hipotesis pasar efisien (Efficient Market Hypothesis/EMH) mengasumsikan bahwa pasar modal Indonesia termasuk dalam kategori efisien setengah kuat. Dalam bentuk ini, harga saham akan mencerminkan berbagai informasi yang dipublikasikan, termasuk informasi dalam laporan keuangan. Secara subtitusi berarti manajemen dapat memilih untuk menggunakan derivatif atau akrual diskresioner dalam mengelola labanya. Dalam hal ini bahwa tindakan manajemen laba yang dilakukan manajemen dalam rangka efisiensi sehingga nilai perusahaan meningkat Dari argumen dan literatur di atas maka hipotesis yang diajukan adalah:
H1: Real activity Earnings management berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
III.
METODE PENELITIAN
Model regresi yang digunakan untuk mengetahui pengaruh real acitivity earnings management terhadap kinerja perusahaan yaitu, sesuai dengan penelitian Huang et al. (2009), Siregar dan Utama (2008). Model matematis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian ini Mengikuti Huang et al. (2009), Siregar dan Utama (2008), model matematis untuk menguji hipotesis 1. Variabel independen berupa managemen laba melalui aktivitas real. Earnings management melalui aktivitas real diukur dengan nilai estimasi penjualan yang dimanipulasi (Roychowdhury, 2006; Oktorina, 2006). Nilai estimasi penjualan yang dimanipulasi dihitung dengan arus kas aktivitas operasi dibagi dengan total asset tahun
sebelumnya. Variabel-Variabel Kontrol dalam penelitian ini ada dua yaitu Tingkat pertumbuhan (GROWTH). Pertumbuhan yang berkelanjutan dapat menjadi sinyal positif kepada investor. Perusahaan yang berkembang pun akan dinilai oleh investor dengan lebih baik.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling (judgement sampling), yaitu pemilihan sampel dengan kriteria sebagai berikut:
a. Perusahaan publik non-keuangan yang terdaftar di BEI periode 2010 – 2013. b. Memiliki nilai ekuitas positif, karena nilai ekuitas negatif akan membiaskan nilai
perusahaan yang diukur dengan Tobins Q. Selain itu, nilai ekuitas negatif juga berarti perusahaan memiliki nilai hutang yang melebihi total aset, sehingga tidak mencerminkan nilai modal
sebenarnya.
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. SAMPEL DAN POPULASI
Populasi dari penelitian ini diambil dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 – 2015. Peneliti mengambil informasi data perusahaan ini dari www.idx.co.id karena laporan keuangan yang ditampilkan terbuka untuk umum dan mudah untuk ditemukan. Kriteria perusahaan yang
dijadikan sampel penelitian adalah perusahaanmanufaktur yang memiliki akun aset pajak tangguhan dan saldo laba pada laporan keuangan pada tahun 2010 - 2015.
2. PENGUKURAN VARIABEL DAN METODE PENELITIAN
Variabel independen di sini adalah jumlah saldo laba pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Sedangkan variabel dependennya adalah jumlah modal saham pada perusahaan sampel yang telah dipilih. Penelitian ini menggunakan aplikasi IBM SPSS 24 untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan independen.
3. HASIL DAN ANALISIS
Setelah menguji hubungan antara kualitas laba dengan kinerja perusahaan, berikut adalah hasil yang ditemukan :
a. Model Summary
Dari data di bawah ini ditemukan nilai R square sebesar ,010 yang berarti bahwa sebesar 01,0 % variable saldo laba berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Selisihnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Change Statistics
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .101a .010 .009 373659304500.0
0000
.010 6.424 1 627 .012
a. Predictors: (Constant), Saldo Laba
b. Anova
Dari data di bawah ini, ditemukan data Sig = ,000 di mana jika Sig lebih kecil dari 0,05 ( < 0,05) berarti bahwa variabel memiliki pengaruh yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa saldo laba berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perusahaan.
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 8968575989000
a. Dependent Variable: Modal Saham b. Predictors: (Constant), Saldo Laba
c. Coefficients
Dari data di bawah ini, dapat dirumuskan Y = (1,951E + 11) + 10,089X. Dari persamaan regresi tersebut dapat diketahui bahwa saldo laba memiliki hubungan searah dengan kinerja perusahaan.
Model
B Std. Error Beta Zero-order Partial Part 1 (Constant) 188739333500.0
00
15270500940.00 0
12.360 .000
Saldo Laba .023 .009 .101 2.534 .012 .101 .101 .101 a. Dependent Variable: Modal Saham
V.
PENUTUP
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengujian dalam
penelitian ini sebagai berikut: pengaruh real earnings management terhadap kinerja perusahaan. Secara umum, penelitian menemukan pengaruh positif aktivitas real earnings management terhadap kinerja perusahaan. Dengan semakin baiknya perusahaan dalam melakukan aktivitas real earnings management akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini konsisten dengan beberapa penelitian terdahulu seperti Challen dan Siregar (2012), menyatakan bahwa aktivitas real earnings management dapat meningkatkan nilai perusahaan dalam konteks
perusahaan di Indonesia. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini perlu dikemukakan agar interprestasi hasil penelitian dilakukan secara hati – hati dengan mempertimbangkan segala keterbatasan yang ada. Selain itu, keterbatasan penelitian berguna bagi pengembangan penelitian sejenis dimasa depan. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini sebagai berikut: pertama, pengukuran kinerja perusahaan. Didalam penelitian ini nilai
perusahaan diukur dengan menggunakan tobins Q yaitu market value equity ditambah book value asset dikurangi book value equity dibagi dengan total asset. Pengukuran tobins Q tersebut belum mengcapture kinerja perusahaan. Kedua, pengukuran real earnings management. Didalam penelitian ini
pertama, Pengukuran kinerja perusahaan, dapat menggunakan harga saham rata – rata selama tiga bulan tersebut agar efek volatility harga saham
terjaga. Selain itu pengukuran nilai perusahaan dapat diproksikan dengan return saham dan abnormal return atau cumulative abnormal return. Kedua, Pengukuran real earnings management, dapat menggunakan absolute
revenue atau pengukuran lain yang lebih sesuai.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/33751152/PENGARUH_ASET_PAJAK_TANGGUHAN_ TERHADAP_MANAJEMEN_LABA_STUDI_KASUS_PADA_PERUSAHAAN_MANUFAKT UR_YANG_TERCATAT_DI_BURSA_EFEK_INDONESIA
https://www.academia.edu/33651634/Pengaruh_Konservatisma_Akuntansi_te rhadap_Kualitas_Laba_dimoderasi_Good_Corporate_Governace
https://www.academia.edu/17605235/ANALISIS_PENGARUH_PENGAKUAN_PPh _PASAL_23_TERHADAP_LABA_BERSIH_DAN_PAJAK_TERUTANG_PADA_PT_DELA _CEMARA_INDAH_CIBITUNG
http://p2m.polibatam.ac.id/wp-content/uploads/2016/09/15-Nanik-Lestari_Anjelina_ABEC_2016.pdf
https://www.translate.com/english/abstractkualitas-laba-perusahaan- merupakan-salah-satu-komponen-yang-terdapat-dalam-laporan-keuangan/30558622
LAMPIRAN
Indocement Tunggal Prakasa Tbk Semen Baturaja Persero Tbk
Holcim Indonesia Tbk d.h Semen Cibinong Tbk
Semen Indonesia Tbk d.h Semen Gresik Tbk
Wijaya Karya Beton Tbk Asahimas Flat Glass Tbk Arwana Citra Mulia Tbk
Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk Keramika Indonesia Assosiasi Tbk Mulia Industrindo Tbk
Surya Toto Indonesia Tbk Alaska Industrindo Tbk
Alumindo Light Metal Industry Tbk Saranacentral Bajatama Tbk Beton Jaya Manunggal Tbk Citra Turbindo Tbk
Gunawan Dianjaya Steel Tbk Indal Aluminium Industry Tbk
Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk Jaya Pari Steel Tbk
Krakatau Steel Tbk
Nama Perusahaan Manufaktur
Lion Metal Works Tbk Lionmesh Prima Tbk
Tembaga Mulia Semanan Tbk Barito Pasific Tbk
Budi Starch and Sweetener Tbk d.h Budi Acid Jaya Tbk
Duta Pertiwi Nusantara
Ekadharma International Tbk Eterindo Wahanatama Tbk Intan Wijaya International Tbk Sorini Agro Asia Corporindo Tbk Indo Acitama Tbk
Chandra Asri Petrochemical Unggul Indah Cahaya Tbk Alam Karya Unggul Tbk
Argha Karya Prima Industry Tbk Asiaplast Industries Tbk
Berlina Tbk
Lotte Chemical Titan Tbk d.h Titan Kimia Nusantara Tbk d.h Fatra
Champion Pasific Indonesia Tbk d.h Kageo Igar Jaya Tbk
Impack Pratama Industri Tbk Indopoly Swakarsa Industry Tbk Sekawan Intipratama Tbk
Siwani Makmur Tbk Tunas Alfin Tbk
Nama Perusahaan Manufaktur
Yana Prima Hasta Persada Tbk Charoen Pokphand Indonesia Tbk Japfa Comfeed Indonesia Tbk Malindo Feedmill Tbk
Siearad Produce Tbk
SLJ Global Tbk d.h Sumalindo Lestari Jaya Tbk
Tirta Mahakam Resources Tbk Alkindo Naratama Tbk
Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk Fajar Surya Wisesa Tbk
Indah Kiat Pulp & paper Tbk Toba Pulp Lestari Tbk
Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk
Kedaung Setia Industrial Tbk pindah dari sub sektor peralatan
Suparma Tbk
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
Ateliers Mecaniques D'Indonesie Tbk baru IPO 10-Des-2015
Grand Kartech Tbk Astra International Tbk Astra Auto Part Tbk
Garuda Metalindo Tbk )baru IPO 07-Jul-2015 Indo Kordsa Tbk d.h Branta Mulia Tbk
Nama Perusahaan Manufaktur
Goodyear Indonesia Tbk Gajah Tunggal Tbk
Indospring Tbk
Multi Prima Sejahtera Tbk d.h Lippo Enterprises Tbk
Multistrada Arah Sarana Tbk Nippres Tbk
Prima alloy steel Universal Tbk Selamat Sempurna Tbk
Polychem Indonesia Tbk Argo Pantes Tbk
Centex Tbk
Eratex Djaya Tbk
Ever Shine Textile Industry Tbk
Panasia Indo Resources Tbk d.h Panasia Indosyntec Tbk
Indo Rama Synthetic Tbk Apac Citra Centertex Tbk Pan Brothers Tbk
Asia Pasific Fibers Tbk d.h Polysindo Eka Persada Tbk
Ricky Putra Globalindo Tbk Star Petrochem Tbk
Tifico Fiber Indonesia Tbk Sri Rejeki Isman Tbk
Sunson Textile Manufacturer Tbk Trisula International Tbk
Nusantara Inti Corpora Tbk Sepatu Bata Tbk
Jembo Cable Company Tbk KMI Wire and Cable Tbk Kabelindo Murni Tbk
Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk
Voksel Electric Tbk Sat Nusa Persada Tbk
Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Tri Banyan Tirta Tbk
Cahaya Kalbar Tbk Delta Djakarta Tbk
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Indofood Sukses Makmur Tbk Multi Bintang Indonesia Tbk Mayora Indah Tbk
Prashida Aneka Niaga Tbk
Nippon Indosari Corporindo Tbk Sekar Bumi Tbk
Sekar Laut Tbk Siantar Top Tbk
Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk Gudang Garam Tbk
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk Bentoel International Investama Tbk Wismilak Inti Makmur Tbk
Darya Varia Laboratoria Tbk Indofarma Tbk
Merck Tbk
Pyridam Farma Tbk
Schering Plough Indonesia Tbk
Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk
Tempo Scan Pasific Tbk
Akasha Wira International Tbk d.h Ades Waters Indonesia Tbkbaru pindah sektor.
Kino Indonesia Tbk baru IPO 11-Des-2015. Martina Berto Tbk
Mustika Ratu Tbk
Mandom Indonesia Tbk Unilever Indonesia Tbk Chitose Internasional Tbk Kedaung Indag Can Tbk