• Tidak ada hasil yang ditemukan

Reduksi Harmonisa Dengan Menggunakan Filter Pasif Single Tune dan Filter Matrix (Studi Kasus Pada Industri Pengolahan Plastik)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Reduksi Harmonisa Dengan Menggunakan Filter Pasif Single Tune dan Filter Matrix (Studi Kasus Pada Industri Pengolahan Plastik)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemakaian energi listrik pada bangunan industri sebaiknya menjadi kajian awal sebelum perencanaan bagi pemilik dan penggunanya. Dengan demikian pemilihan peralatan listrik yang akan digunakan seperti mesin produksi, motor listrik, lampu penerangan, mesin pendingin dan pengaruh pengaturan operasionalnya sangat diperhatikan, sehingga biaya pemakaian energi listrik dapat ditekan seminimal mungkin. Pada bangunan yang sudah dibangun dengan menggunakan teknologi yang sudah ada dan belum menggunakan manajemen energi perlu ada kajian untuk mengetahui efisiensi energi yang terpakai.

Pelaksanaan perencanaan energi merupakan langkah awal untuk memulai manajemen energi yang baik. Dengan mengetahui perencanaan energi tersebut akan diperoleh data yang konkrit mengenai kondisi peralatan yang ada pada gedung industri, kebutuhan biaya operasional energi, dan manajemen energi yang akan dipakai. Dari data-data ini dapat dianalisa dan diidentifikasi untuk mengetahui sejauh mana peluang penghematan energi yang dicapai [1].

(2)

komponen listrik yang tergolong kategori beban linier dan beban non linier. Penggunaan perangkat control yang terdiri dari komponen elektronika dapat menimbulkan beban listrik menjadi tidak linier. Hal ini disebabkan karena terjadinya proses switching dari komponen tersebut.

Harmonisa merupakan fenomena yang disebabkan dari pengoperasian beban listrik non-linier, dimana akan terbentuk gelombang yang berfrekuensi dasar 50 Hz atau 60 Hz dan menyebabkan bentuk gelombang arus dan tegangan yang idealnya adalah sinusoidal murni menjadi tidak sinusoidal [2]. Sistem kelistrikan yang terdapat pada industri plastik dan menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.1 berikut:

TT 150 kV TM 20 kV

1000 kVA

Mesin Produksi Kantor Peralatan/ Utility

Crusher

Pembangkit Saluran Transmisi Primer

Saluran Transmisi Sekunder

PCC Sekunder

Industri Plastik Beban

Gardu Induk GI TAMORA

(3)

Gambar 1.1 memperlihatkan diagram satu garis catu kelistrikan mulai dari Gardu Induk Tanjungmorawa sampai ke beban yang menjadi objek penelitian yaitu beban yang tergolong dalam pengelompokan beban mesin produksi.

Hasil pengukuran harmonisa yang telah dilakukan pada objek penelitian seperti terlihat pada Tabel 1.1 berikut.

Tabel 1.1 Data Pengukuran Harmonisa Beban Mesin Produksi

IHD Ordo

IHDv-L1 (%)

IHDv-L2 (%)

IHDv-L3 (%)

IHDI-L1

(%)

IHDI-L2

(%)

IHDI-L3

(%)

1 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

3 0,22 0,32 0,41 2,20 2,46 2,83

5 0,73 0,33 0,77 14,22 14,48 12,84

7 1,31 1,62 0,99 2,35 3,52 2,14

9 0,22 0,09 0,14 0,84 0,38 0,75

11 0,58 0,75 0,83 1,21 1,70 1,77

13 0,18 1,15 0,48 1,03 1,10 0,83

15 0,36 0,17 0,34 0,49 0,40 0,13

17 0,18 0,11 0,13 0,84 0,54 0,79

19 0,10 0,21 0,19 1,20 1,13 0,78

21 0,09 0,09 0,10 0,24 0,14 0,15

23 0,11 0,11 0,08 0,81 0,31 0,68

(4)

Perbandingan arus hubung singkat (ISC) dengan arus beban maksimum (IL) disebut dengan Short Circuit Ratio (SCR). Nilai SCR digunakan sebagai penentu batasan standar harmonisa sesuai dengan standar IEEE 519-1992. Sebelum menentukan batasan standar harmonisa perlu dilakukan perhitungan untuk arus hubung singkat (Isc). Sehingga dapat ditentukan apakah sistem yang dijadikan objek penelitian perlu dilakukan perbaikan harmonisa atau tidak. Dari Tabel 1.1 terlihat bahwa data pengukuran harmonisa arus pada individual harmonic distortion (IHD) orde 5 adalah 14,22% pada phasa L1, 14,48% pada phasa L2, dan 12,84% pada phasa L3. Angka IHD tersebut sudah termasuk besar dan kemungkinan telah melampaui batas yang ditetapkan standar IEEE 519-1992. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa sistem kelistrikan pada industri tersebut layak untuk dilakukan penelitian yaitu dengan mereduksi harmonisa menggunakan filter.

(5)

Tabel 1.2 Penelitian Filter Pasif

Nama Judul Penelitian Penelitian Hasil yang diperoleh Young Sik

Cho et all, 2011 [3]

Single tuned passive harmonioc filter design considering variances of tuning and quality factor

Filter pasif single-tuned

THDi 5 berkurang dari 72,6%

menjadi 7,9 %, harmonisa ke 7 dari 61,8 % menjadi 11,2%, harmonisa ke 11 dari 20,9% menjadi 4,5%,

harmoisa ke 13 dari 13,2% menjadi 2,9%

Pemasangan filter untuk jaringan tiga phasa, dapat menurunkan THDi 6,40% menjadi 1,46%

G.Suresh Babu et all, 2009 [5]

A Novel approach in the design of optimal tuning frequency of a single tuned harmonic filter for an alternator with rectifier loads

Filter Single Tuned

Menurunkan harmonisa arus Ke-5 dari 47,26% menjadi 16,17%

Zubair of Industrial Power System Using Passive Filters

Filter Pasif Single Tuned

filter pasif mengurangi distorsi total harmonik dari sumber 20,77 mrnjadi 4,32%. Hasil reduksi memenuhi standar harmonisa direkomendasikan IEEE 519.

Harun Rasjid, 2006 [7]

Kajian Penggunaan Filter Pasif sebagai pereduksi efek harmonisa

Filter pasif Dari hasil pengujian THDi lampu

(6)

Tabel 1.2 (Sambungan)

Nama Judul Penelitian Penelitian Hasil yang diperoleh Supri

Hardi [8]

Filter matrix sebagai filter harmonisa dan perbaikan faktor daya: studi kasus pada transformator 400 Kva 20kv/400v, bengkel listrik di Politeknik Negeri Lhokseumawe

Menggunakan filter matrix

Total Harmonic Distortion (THD) tegangan dari 5,60% telah

dikurangi menjadi 2,30% dan THD arus dari 7,80% mampu dikurangi menjadi 3,15%. Filter matrix di tuning pada harmonisa ke 3 tapi mampu meredam harmonisa ke 5, dan 7 yang juga merupakan amplitudo arus atau tegangan terbesar menjadi lebih rendah. Filter matrix juga mampu

memperbaiki faktor daya dari 0,71 menjadi 0,983

1.2 Perumusan Masalah

Masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Harmonisa arus yang terdapat pada beban industri pengolahan plastik akibat penggunaan beban yang non linier tidak sesuai dengan standar IEEE 519-1992.

(7)

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mereduksi harmonisa dengan menggunakan Filter Pasif Single Tuned dan Filter Matrix pada industri pengolahan plastik. Tujuan ini juga dapat membantu industri pengolahan plastik tersebut dalam mereduksi kandungan harmonisa arus sehingga sesuai standar IEEE 519-1992.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah yang akan diteliti adalah :

1. Penelitian hanya difokuskan pada masalah filter hamonisa pada beban produksi industri pengolahan plastik dengan menggunakan Filter Pasif

Single Tuned dan Filter Matrix.

2. Mengamati hasil reduksi harmonisa arus menggunakan Filter Pasif Single

Tuned dan Filter Matrix yang telah ditentukan dengan menggunakan

software Matlab/Simulink.

(8)

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan diperoleh pada penelitian ini adalah :

1. Memberikan informasi kepada menejemen perusahaan pengolahan plastik tersebut tentang besarnya kandungan harmonisa arus yang dihasilkan oleh mesin-mesin produksi.

2. Mengetahui nilai komponen filter yang digunakan untuk reduksi harmonisa arus sesuai standar IEEE 519-1992.

3. Mengetahui kemampuan Filter Pasif Single Tuned dan Filter Matrix dalam mereduksi harmonisa.

Gambar

Gambar 1.1 Diagram Satu Garis Sistem Kelistrikan
Tabel 1.1 Data Pengukuran Harmonisa Beban Mesin Produksi
Tabel 1.2 Penelitian Filter Pasif

Referensi

Dokumen terkait

yang ditandai oleh biaya produksi total bersama ( joint total production cost ) dalam memproduksi dua atau lebih jenis produk secara bersama adalah lebih kecil daripada

Penelitian ini tergolong tipe penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan program BPJS Ketenagakerjaan Bukan Penerima Upah bagi pedagang Tradisional dipasar Melati

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana merancang sebuah layanan sistem informasi yang dapat memberikan informasi terbaru terkait barang yang menjadi

bekerja di sektor infomal yang belum mendaftar dalam program BPJS. Ketenagakerjaan, ini dikarenakan kurangnya pengetahuan

Hak warga negara untuk memilih dan dipilih ( right to vote and right to be candidated ) adalah hak yang dijamin oleh konstitusi, undang-undang maupun konvensi internasional, maka

Sebagai lembaga pendidikan profesional Politeknik Ubaya menyiapkan lulusannya menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi memadai sesuai bidangnya agar siap

Standar pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. sebagai landasan

Analisis Yuridis Dampak Pemborongan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh Terhadap Hak-Hak Pekerja Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan” adalah