• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWI AGUSTIYANI (21020113120060) BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DEWI AGUSTIYANI (21020113120060) BAB IV"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

63 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN 4.1. Kesimpulan

Berdasarkan data pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai dasar perencanaan dan perancangan Pusat Kesejahteraan Lansia, sebagai berikut :

a. Dengan meningkatnya jumlah lansia dari tahun ke tahun seiring dengan laju pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Batang, menjadikan semakin banyak jumlah lansia yang tidak terurus oleh keluarganya dan terlantar. Maka dari itu perlu adanya suatu perencanaan dan perancangan fasilitas berupa fasilitas tempat tinggal, fasilitas keseharian, kesehatan dan ketrampilan dalam bentuk sebuah hunian panti lansia.

b. Pusat Kesejahteraan Lansia merupakan sebuah hunian yang dapat mensejahterakan hidup lansia serta memenuhi kebutuhan lansia secara fisik maupun non fisik .

c. Pusat Kesejahteraan Lansia merupakan suatu institusi hunian bersama para lanjut usia berdasarkan karakter lansia tersebut yaitu potensial atau non potensial, apabila ditinjau dari klasifikasinya menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 adalah sebagai berikut:

a. Lanjut Usia Potensial, kebutuhannya meliputi: 1. Pelayanan keagamaan dan mental spiritual; 2. Pelayanan kesehatan;

3. Pelayanan kesempatan kerja;

4. Pelayanan pendidikan dan pelatihan;

5. Pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum;

6. Pemberian kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum; 7. Bantuan sosial.

b. Lanjut Usia Tidak Potensial, kebutuhannya meliputi: 1. Pelayanan keagamaan dan mental spiritual; 2. Pelayanan kesehatan;

3. Pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum;

4. Pemberian kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum; 5.Perlindungan sosial.

Pusat Kesejahteraan lansia ini akan direncanakan pada lokasi strategis, dekat dengan fasilitas kesehatan, serta didukung oleh suasana lingkungan yang nyaman dengan penerapan Konsep Home, agar lansia tersebut bisa merasakan berada dirumahnya sendiri.

(2)

64 4.2. Batasan

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi batasan dalam lingkup perencanaan dan perancangan Pusat Kesejahteraan Lansia di Batang :

a. Perencanaan dan perancangan Pusat KesejahteraanLansia mengacu pada studi literatur, studi banding, serta peraturan daerah setempat yang ada di kabupaten Batang.

b. Bangunan fasilitas ini direncanakan akan terdiri dari fasilitas untuk tempat tinggal, fasilitas pelayanan harian dan fasilitas Home Care khusus menengah kebawah dimana lansia yang masih ingin tinggal dilingkungan keluarga namun dalam keadaan tidak mampu secara ekonomi bisa ikut berkegiatan di panti ini.

c. Semua lansia mereka yang telah berusia 60 tahun keatas dapat tinggal didalam Pusat Kesejahteraan lansia ini tidak terkecuali bagi lansia yang non potensial dan tidak aktif.

4.3. Anggapan

Berikut ini adalah anggapan-anggapan yang digunakan dalam proses perencanaan dan perancangan Pusat Kesejahteraan Lansia :

a. Sebelumnya belum ada Pusat Kesejahteraan Lansia di Kabupaten Batang

Referensi

Dokumen terkait

lingkungan tempat tinggal serta fasilitas belajar yang sesuai dengan.

RINGKASAN PERUBAHAN KOLOM [3] KE KOLOM [2] DAN KOLOM [6] KE KOLOM [5] BLOK V PADA KONDISI DAN FASILITAS BANGUNAN TEMPAT TINGGAL - Ada perubahan kondisi dan fasilitas

Harga jual bangunan dan tanah tempat tinggal yang dimiliki oleh responden didasarkan pada kepemilikan hak atas tanah dan bangunan, tercatat sebanyak 74 orang di

Mall Toserba Yogya yang berada di sekitar kawasan menengah, menengah kebawah sehingga bangunan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.. Di Mall Toserba Yogya 60

Untuk sirkulasi vertikal pada bangunan apartemen direncanakan menggunakan lift sebagai sirkulasi utama, dan untuk bangunan mal menggunakan eskalator dan lift, sedangkan untuk

Setelah itu, barulah dibuat bangunan objek simulasi berupa ilustrasi atau gambar bangunan dengan bentuk yang mewakili karakter fasade bangunan-bangunan rumah tinggal di

Umumnya rumah-rumah tinggal yang beralih fungsi menjadi tempat usaha dan jasa di Bandung merupakan bangunan kuno yang sudah didirikan sejak jaman kolonial.Bangunan kuno

Ha : Terdapat pengaruh tingkat pendapatan, pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, kesehatan anggota keluarga,