• Tidak ada hasil yang ditemukan

BA B I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BA B I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BA B I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah sarana yang menumbuh-kembangkan potensi-potensi kemanusiaan untuk bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurna. Manusia memiliki ciri-ciri yang secara prinsip membedakan manusia dari hewan, meskipun antara manusia dan hewan memiliki banyak kemiripan biologis (Suardi, 2012). Dari hal pendidikan kita dapat melihat bahwa pendidikan merupakan wadah yang dapat meningkatkan potensi-potensi kemanusiaan agar bisa bermasyarakat dan menjadi manusia yang sempurn a melalui pembelajaran.

Pembelajaran merupakan suatu proses pendidikan yang di dalamnya terdapat kegiatan belajar dan mengajar serta dengan segala hal yang melengkapi proses, seperti: guru, siswa, materi, media, metode, situasi dan lainnya. Belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan, dan sikap. Belajar dimulai sejak manusia lahir sampai akhir hayat (Baharuddin, 2007).

Belajar adalah proses ketika organisme mengubah perilakunya karena hasil pengalaman. Menurut morgen et. al,. dalam buku (Suardi, 2012) belajar itu relative permanen dan merupakan hasil dari praktik atau pengalaman. Dari pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa belajar terdapat dua hal penting yaitu, pengalaman dan perubahan perilaku. Salah satu yang menjadi objek belajar adalah bahasa.

Bahasa tidak dapat dipisahkan dari manusia, karena bahasa adalah salah satu alat komunikasi dalam berinteraksi antara manusia satu dengan manusia lainnya. Bahasa juga sebagai alat untuk menyampaikan ungkapan pikiran dan perasaan. Pembelajaran bahasa sangat diperlukan sekali di era moderen sekarang ini mengingat fungsi bahasa tersebut. Belajar bahasa bukanlah hal yang mudah dan bukan pula hal yang sulit. Mudah atau sulitnya belajar bahasa itu tergantung dari individu pelajar sendiri, situasi pembelajaran, dan seluruh aspek pembelajaran.

Dalam pembelajaran bahasa asing bukanlah suatu hal yang mudah, dalam mempelajarinya membutuhkan dorongan serta keinginan yang kuat dalam mempelajarinya karena bukan bahasa penutur asli yang biasa digunakan. Maka hal ini tidaklah bisa diingkari dapat berpotensi pada problematika pembelajarannya.

Demikian juga pembelajaran bahasa Arab, mengingat bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional, dan bahasa agama Islam yang digunakan sehari-hari dalam beribadah,

(2)

maka belajar bahasa Arab tentulah harus bermakna. Tujuan kebermaknaan tidak dapat dicapai dengan mudah tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak dan segala aspek yang berperan didalamnya.

Lembaga pendidikan yang berusaha mengembangkan bahasa Arab tidak jarang ditemukan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan, hal ini mungkin disebabkan karena belum terkelolanya manajemen pembelajaran dilembaga tersebut, manjemen itu sendiri yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan dan pengawasan/evaluasi sehingga tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.

Proses pengajaran bahasa Arab di Indonesia sampai saat ini belum mampu menunjukkan keberhasilan yang dapat dibanggakan, bahkan materi pelajaran bahasa Arab pun sering cenderung menjadi momok yang tidak disukai oleh banyak siswa (Fitrianah, 2018). Kenyataan seperti ini membawa kesan bahasa Arab merupakan bahasa yang sulit untuk dipelajari dan dipahami, dibandingkan dengan bahasa asing lainnya meskipun pada dasarnya bahasa Arab tidak sesulit yang dibayangkan khususnya bagi orang Indonesia yang mayoritasnya beragama islam (Ni'mah, 2018).

Seperti yang sudah diatur dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tetang Standar proses pendidikan dasar dan menengah pada Bab III tentang perencanaan pembelajaran telah dijelaskan tentang desain pembelajaran yang terdapat perencanaan pembelajaran dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bulan kajian mata pelajaran. Sedangkan RPP merupakan rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Menurut (Muslich, 2007) yang harus dilakukan guru agar RPP yang disusun bisa efektif dan efisien antara lain, pemetaan kompetensi dasar perunit, melakukan alokasi waktu, menyusun program tahunan (prota) dan program semester (prosem).

Dengan adanya manajemen perencanaan lebih khusus dan proporsional maka peserta didik akan mendapatkan layanan pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Ketuntasan dalam belajar peserta didik juga harus lebih cepat memahami dan mendalami ilmu sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya.

(3)

Berdasarkan hasil Observasi yang telah Penulis lakukan selama kegiatan proses praktek lapangan persekolahan (PLP) di Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar kota pada tanggal 03 September - 26 Oktober 2019 telah ditemukan bahwa banyaknya siswa kelas VIII yang tidak paham terhadap pelajaran Bahasa Arab Padahal siswa mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir proses pembelajaran. Sehingga menjadikan Pelajaran bahasa Arab ini momok yang tidak disukai oleh siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda. Padahal di tinjau dari kurikulum Pelajaran bahasa Arab ini merupakan salah satu pelajaran pokok di Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda.

Dari uraian dari latar belakang diatas, menggambarkan pentingnya Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab yang ditinjau dari Perencanaan sebagai bahan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan. Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, efesien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup untuk perkebangan fisik serta psikologi pererta didik. Dan tentu berpegang pada prinsip penyusunan RPP yaitu berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat, krearif, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.

Berdasarkan dari penjelasan diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda Mendalo Darat yang berfokus pada manajemen perencanaan pembelajaran bahasa Arab dengan mengangkat judul “ Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda Kecamatan Jambi Luar Kota. 1.2 Identifikasi Masalah

Sebelum penulis melakukan observasi awal, dimana hasil dari observasi tersebut dapat diidentifikasi, bahwa:

1. Banyaknya Siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda tidak paham terhadap pembelajaran bahasa Arab

2. Manajemen Perencanaan Pembelajaran bahasa Arab Di Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda Yang tidak efektif.

3. Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda masih menjadi momok yang tidak disukai bagi siswa.

(4)

1.3 Batasan Masalah

Adapun fungsi dasar manajemen ialah perencanaan (planning), pengorganisasian

(organizing) menggerakkan (actuacting), dan pengendalian (controlling). Maka untuk

menghindari meluasnya permasalahan agar pembahasan lebih terfokus, maka perlu adanya batasan masalah. Adapun batasan masalah dalam penelitian ini hanya berfokus pada (planning) yaitu perencanaan pembelajaran bahasa Arab kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda Kecamatan Jambi Luar Kota.

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penelitian ini dapat dirumuskan permasalahan penelitiannya adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proses perencanaan pembelajaran bahasa Arab dikelas VIII Madrasah

Tsanawiyah Swasta Nurul Huda ?

2. Apa kendala guru dalam merencanakan pembelajaran bahasa Arab di Kelas VIII

Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda?

3. Bagaimana cara guru untuk mengatasi kendala-kendala dalam merencanakan

pembelajaran bahasa Arab di Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda? 1.5 Tujuan Penelitian

Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui manajemen perencanaan dalam pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda

2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru bahasa Arab dalam melakukan

perencanaan pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda.

3. Untuk mengetahui upaya guru bahasa Arab dalam melaksanakan perencanakan

pembelajaran bahasa Arab di kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda 1.6 Manfaat Penelitian

Mengapa penelitian ini penting, ialah mengingat bahwa manajemen pembelajaran sangat penting di bentuk pada semua materi pelajaran oleh guru, terlebih bagi guru mata pelajaran Bahasa Arab khususnya, dan umumnya bagi para pelaku pendidik di setiap kegiatan

(5)

pembelajaran, maka penelitian ini memang dinilai sangat penting demi terwujudnya peningkatan kualitas pendidikan dan terciptanya manjemen perencanaan pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan bahasa Arab dan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah terlebih pada pembelajaran Bahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan dalam memahami pelajaran Bahasa Arab yaitu :

1. Secara Teoritis

Dapat dijadikan sebagai salah satu acuan dalam meningkatkan mutu pendidikan Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda terlebih pada pembelajaran Bahasa Arab dalam meningkatkan pemahaman pembelajaran Bahasa Arab.

2. Secara praktis

a. Bagi pengajar (guru), dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi yang akan di ajarkan dalam pembelajaran bahasa Arab.

b. Bagi siswa, dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda untuk lebih semangat agar mereka tidak menganggap belajar bahasa Arab itu sulit.

c. Bagi peneliti, penelitian ini bisa di jadikan sebagai pedoman untuk meningkatkan keberhasilan belajar bahasa Arab siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Huda sehingga terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.

1.7 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu adalah uraian sistematis mengenai keterangan yang dari pustaka-pustaka yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, penulis menggunakan referensi atau kepustakaan yang dikaitkannya dengan judul proposal skripsi penulis. Adapun telaah pustaka dalam penelitian ini terdapat dari beberapa sumber yaitu:

1. Pertama, Nurul Faiqah (Faiqah, 2017), dalam penelitiannya yang berjudul “Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab di Sekolah Studi Kasus di SMK Muhammadiyah 2 Playen Yogyakarta”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa Pada tahapan proses, pembelajaran bahasa Arab di kelas X TKR tersebut terbilang cukup sinergis dan suportif antar komponen satu dengan yang lainnya, seperti tujuan pembelajaran, pendekatan, metode,strategi, materi pelajaran atau bahan ajar, media pembelajaran, sistem evaluasi,

(6)

kondisi sisiwa, kondisi guru dan pengelolaan kelas. Namun demikian ada yang menarik dalam prosesi belajar-mengajar di kelas TRK ini. Guru memiliki strategi pengelolaan dan gaya memenej pembelajarannya sendiri. Dalam hal ini, penulismencoba memetakannya dalam kerangka dan format sebagai berikut. Guru sebagai motivator, gaya mengajar guru dan gaya kepemimpin guru di kelas. Adapun kesamaan yang ada dalam penelitian tersebut adalah mengkaji tentang Prosesi Pembelajaran Bahasa Arab yang sangat penting dalam mengantarkan tujuan pembelajaran bahasa Arab yang efektif dan efisien.

2. Kedua, Muh.Ariadi Muslim (Muslim, 2016), dalam penelitiannya yang berjudul

“Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Hakim Putra Kediri NTB”. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana Perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan evaluasi pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nurul Hakim serta dampak dari hal tersebut. Dan hasil penelitiannya menunjukan bahwa untuk manajemen pembeljaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren ini sudah tersusun dengan baik dengan menggunakan program tahunan, program semester dan RPP dengan pokok pembahasan standar kompetisi, kompetisi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pokok, kegiatan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, penilaian dan sumber belajar. Dan dampak dari manajemen pembelajaran ini dapat dilihat dari prestasi santri dalam kegiatan yang dilaksanakan yaitu muhadharah dan lomba-lomba lainnya. Adapun persamaan dengan penelitian ini yaitu mengkaji fungsi perencanaan untuk pembelajaran serta pelaksanaann pembelajaran.

3. Ketiga, Muhamman Kholilur Rosyid, Moch.Sulthoni Faizin, Nazahah Ulin

Nuha,Zakiyah Arifa (Muhammad Kholilur Rosyid, 2019), dalam penelitiannya berjudul “Manajemen Perencanaan Pembeljaran Aktif di Lembaga Kursus Bahasa Arab Al-Azhar Pare Kediri”. Hasil penelitiannya membuktikan bahwa lembaga kursus Bahasa Arab A-Azhar menggunakan perencanaan jangka pendek karena terdiri dari program mingguan dan bulana. Manajemen perencanaan yang ada pada lembaga kursus Al-Azhar termasuk proyek. Perancanaan disusun guna mewujudkan tujuan siswa yaitu pandai kursus AlAzhar, karena program-programnya disediakan dibuat oleh direktur kemudian dilaksanakan oleh anggota-anggotanya. Persamaan dengan penelitian tersebut adalah dengan manajemen pembelajaran perencanaan Bahasa Arab yang ingin disusun dengan

(7)

baik demi terciptanya pembelajaran yang tersampaikan kepada siswa agar lebih bisa mengerti materi pembelajaran dengan tehnik dan cara pembelajaran yang berbeda.

4. Keempat, Tri Rahayu. (Rahayu, 2020) dalam penelitiannya berjudul “Manajemen

Pembelajaran Bahasa Arab di SMP Al-Irsyad Surakarta Tahun Pelajaran 2019-2020”. Dalam penelitian ini membahas tentang kemampuan guru maupun stakeholder dalam melaksanakan manajemen menentuksn keberhasilan dari pelaksanaan manajemen pembelajaran, terlebih lagi manajemen terhadap pembelajaran Bahasa AArab. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam perencanaan guru membuat program kerj, menyusun anggaran, menentukan tujuan yang hendak dicapai dalam bentuk konsep dan kemudian disajikan. Jadi persamaan dengan penelitian tersebut adalah, mengkaji kendala yang dialami saat pelaksanaan pembelajaran.

5. Kelima, Vivit Nur Arista Putra (Putra, 2018) dalam penelitiannya berjudul Manajemen Perencanaan Pembelajaran untuk Kaderisasi Muballigh di Pondok Pesantren Takwinul Muballlighin Yogyakarta”. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran secara prinsip dilengkapi silabus dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tetapi belum terdokumentasikan dengan baik. Pondok Pesantren Takwinul Muballighin Yogyakarta merupakan jenis pendidikan keagamaan yang diselenggarakan melalui pendidikan nonformal sehingga silabus dan RPP tidak harus terstruktur seperti pendidikan formal. Adapun persamaan dengan penelitian tersebut adalah mengkaji perencanaan sebagai menunjang keberhasilan pembelajaran.

Referensi

Dokumen terkait

(Input Pembelajaran Fiqih, Proses Pembelajaran Fiqih, Output Pembelajaran Fiqih), Faktor yang Memengaruhi Pembelajaran Fiqih. Bab 3, Profil Madrasah Tsanawiyah Nurul

Dengan berbagai persoalan yang di hadapi lembaga pendidikan Islam khususnya madrasah diatas, menarik minat penulis untuk mengadakan penelitian tentang upaya persiapan yang di

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan sepak sila dan permasalahan yang muncul berdasarkan observasi di lapangan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian

Permasalahan yang ada pada hasil belajar asli siswa yang diperoleh berdasarkan observasi lapangan dengan menggunakan wawancara dengan siswa dan guru dalam

Berdasarkan hasil observasi lapangan, penumpang yang tiba di Bandar Udara Juwata Tarakan tidak hanya penumpang yang bertujuan ke Kota Tarakan saja, namun

1. Mengetahui hasil belajar matematika siswa siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Darul Azhar Tahun Ajaran 2014/2015 yang menggunakan model pembelajaran

Untuk mengetahui gambaran iklim sekolah, kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah

Dari pengamatan sementara yang penulis lakukan pada Madrasah Tsanawiyah Minal Ilmi Tanipah Kecamatan Aluh-Aluh Kabuten Banjar, bahwa kepala sekolah pada