• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1 A. Latar Belakang

Sekolah merupakan suatu lembaga yang bersifat kompleks dan unik.1 dikatakan bersifat kompleks karena ia berada dalam satu tatanan sistem yang rumit dan saling berhubungan satu sama lain, sedangkan bersifat unik karena ia memiliki ciri khas tersendiri yang tidak di miliki oleh organisasi lain yang itu sebagai tempat berkumpulnya guru dan murid. Untuk kemudian mengadakan kegiatan belajar mengajar yang terencana dan terorganisasi. Oleh karena itu sekolah harus dikelola dengan manajemen dengan baik.

Sebagai sebuah organisasi, madrasah (penyebutan madrasah dimaksudkan untuk lebih fokus pada obyek penelitian) memiliki fungsi manajemen. Manajemen sangat diperlukan sebagai alat untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Pendidikan merupakan salah satu komponen dalam pembangunan nasional. Pendidikan yang akan melahirkan dan membentuk sumber daya manusia sebagai aktor pembangunan di negara ini. Oleh karena itu mutu pendidikan menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan diprioritaskan terutama dalam menghadapi eraglobalisasi dan pasar bebas dewasa ini yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

1 Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999) hlm.133.

(2)

Dengan tingkat pendidikan yang baik dan bermutu maka berbagai program reformasi untuk membangun selalu masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan dapat hidup dalam knowledge society seperti yang dicita-citakan dalam UUD 45.2

Peningkatan mutu dapat diperoleh, antara lain melalui partisispasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah, berlakunya sistem intensif serta disinsentif.3 Sekolah yang dikelola secara terbuka dan transparan serta selalu mendapatkan kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah akan dapat meningkatkan kinerja para personel sekolah, untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Dua faktor pokok yang menjelmakan situasi pendidikan adalah anak didik dan pendidik. Berlangsungnya situasi pendidikan tidak mungkin tanpa kedua faktor itu. Di sekolah kedua faktor itu disebut siswa (murid) dan guru. Tanpa kedua faktor tersebut tidak mungkin diselenggarakan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Program sekolah yang diwujudkan dalam berbagai bentuk situasi pendidikan, termasuk juga disebut proses belajar mengajar hanya akan berlangsung secara berdaya dan berhasil guna bilamana dalam pengelolaan kedua faktor itu dilakukan secara baik. dengan kata lain untuk menggerakkan sekolah yang berdaya dan berhasil guna sebagai lembaga pendidikan formal, diperlukan pengelolaan terhadap faktor siswa yang dalam uraian selanjutnya disebut administrasi kesiswaan.4

2 H.A.R. Tilaar, Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21, (Magelang: Terra Indonesia,1999) cet.II, hlm.4

3 E.Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah Konsep Strategi Implementasi, (Bandung:Rosda Karya,2002) hlm.25

4 Hadari Nawawi, dkk., Administrasi Sekolah, (Ghalia Indonesia, 1989) hlm. 20

(3)

Jenis-jenis kegiatan administrasi siswa dapat didaftar melalui gambaran bahwa lembaga pendidikan diumpamakan sebuah transformasi, yang mengenal masukan (input). Pengelolaan didalam tranformasi (proses) dan keluaran (output). Dengan demikian penyajian penjelasaan administrasi siswa dapat diurutkan menurut aspek-aspek tersebut. Dengan melihat pada proses memasuki sekolah sampai murid meninggalkannya, terdapat 4 (empat) kelompok pengadministrasian yaitu: (1) penerimaan murid, (2) ketata usahaan murid, (3) pencatatan bimbingan dan penyuluhan serta (4) pencatatan prestasi belajar.5

Di lingkungan setiap sekolah pengelolaan kesiswaan memerlukan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengarahan/bimbingan dan kontrol, perencanaan dan administrasi kesiswaan (student body). Di sekolah, baik untuk tahun demi tahun maupun suatu kurun waktu tertentu, misalnya selama 5 (lima) tahun atau untuk satu periode kepemimpinan kepala sekolah yang diperkirakan jangka waktunya menurut kelaziman terjadinya pergantian.6

Sekolah secara luas terus menerus perlu di nilai berdasarkan standar mutunya, oleh karena itu peningkatan mutu pendidikan harus menjadi prioritas utama, sehingga akan berimplikasi positif terhadap tumbuhnya kepercayaan masyarakat sebagai konsumen pendidikan terhadap lembaga pendidikan sekolah tersebut.

Untuk mengukur mutu pendidikan, sedikitnya terdapat dua standar utama yang bisa digunakan, yaitu (1) standar hasil dan pelayanan (2) standar pelanggan.7

5 Suharsimi Arikunto, Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, (Jakarta: CV.Rajawali Press,1990) hlm. 52

6 Hadari Hawari, dkk., op.cit, hlm. 21

7 Sudarwan Danim, Agenda Pembaharuan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003) hlm.79

(4)

Standar hasil pendidikan mencakup spesifikasi pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperoleh anak didik, hasil pendidikan itu dapat dimanfaatkan di masyarakat atau dunia kerja (tingkat kesalahan yang sangat kecil, bekerja benar dari awal dan benar untuk pekerjaan berikutnya). Sedangkan standar pelanggan mancakup terpenuhinya kepuasan, harapan, dan pencerahan hidup bagi kustomer itu.8

Dengan demikian untuk mencapai suatu keberhasilan dalam proses pendidikan maka perlu adanya manajemen kesiswaan, karena manajemen memiliki arti yang sangat penting untuk mencapai suatu tujuan pendidikan Islam yang bertujuan untuk melahirkan manusia muslim yang shalih sekaligus sebagai kader pembangunan yang ta’at dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta memiliki kepribadian yang luhur berakhlaqul karimah dan bertanggung jawab maka, untuk mencapai tujuan itu diperlukan sistem manajemen atau pengelolaan lembaga pendidikan yang baik.

Kemudian disini penulis akan memaparkan permasalahan- permasalahan yang ada di Madrasah NU Nurul Huda Mangkang- Semarang yaitu dengan adanya keterbatasan ruang kelas yang ada dan jumlah siswa melebihi kapasitas, kurang maksimal dalam pendataan siswa serta pengawasan terhadap kegiatan siswa kurang bisa dilakukan dengan kontinyu dan ketidaksiapan dari pengelola kesiswaan di madrasah dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas sehingga diperlukan tindakan dari pengelola kesiswaan guna pembenahan- pembenahan yang sangat berarti dan perbaikan pada lembaga pendidikan yang bersangkutan, pada dasarnya pengelolaan kesiswaan ialah keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan di Madrasah, sedangkan tujuan pengelolaan kesiswaan agar proses belajar

8 Ibid., hlm.80.

(5)

mengajar di sekolah bisa berjalan lancar, tertib, teratur, tercapai apa yang menjadi tujuan-tujuan pendidikan di madrasah.

Berdasarkan latar belakang di atas, menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk mengkaji “Studi tentang Menajemen Kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang”. Semoga nantinya dapat mempersembahkan karya terbaik.

B. Fokus penelitian

Dari latar belakang masalah yang penulis kemukakan, maka ada fokus penelitian yang menarik, yang perlu dikaji dalam skripsi ini, antara lain:

1. Penerapan manajemen kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang.

2. Hambatan yang dihadapi MTs NU Nurul Huda dalam pengelolaan kesiswaan dan tindakan yang ditempuh madrasah dalam mengatasi permasalahan tersebut.

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Dengan adanya berbagai permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai penulis adalah:

1. Ingin mengetahui bagaimana penerapan sistem manajemen di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang

2. Ingin mengetahui problematika yang dihadapi MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang dalam pengelolaan kesiswaan dan mencari solusinya.

Sedangkan manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Untuk pengembangan bagi lembaga/institusi terkait dalam hal ini madrasah untuk dapat mengelola siswa dengan baik.

2. Sebagai solusi/pemecahan masalah tentang pelaksanaan manajemen siswa serta hal-hal yang menjadi problematika dalam penerapan

(6)

manajemen kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang.

C. Penegasan Istilah

Untuk memberi gambaran yang jelas agar tidak terjadi salah tafsir, maka penulis menjelaskan beberapa istilah yang terdapat dalam judul diatas sebagai berikut:

1. Studi, kata studi menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia yang artinya penelitian ilmiah, kajian telaahan.9 Di dalam kamus bahasa Indonesia “studi berarti penyelidikan”.10

2. Manajemen, istilah manajemen seringkali disejajarkan dengan administrasi dalam bukunya yang berjudul, “the Contemporary English - Indonesia Dictionary”, Peter Salim mengartikan manajemen dengan pengelolaan.11 Menurut Mary parker Vollet, manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Namun lebih dari itu, manajemen mempunyai pengertian sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya lainnya.12 Sedangkan siswa dapat diartikan siapa saja yang terdaftar sebagai obyek didik disuatu lembaga pendidikan.13

Jadi, manajemen siswa ialah keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerjasama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan sekolah.

9 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1991),hlm.956

10 W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,1989),hlm.965

11 Peter Salim, The Contemporary English-Indonesia Dictionary, (Jakarta: Modern English Press, 1996), hlm. 128

12 T.Hani Handoko, Manajemen Edisi 2, (Yogyakarta: BPFE-Yogya,1995),hlm.8. lihat juga, Bedjo Siswanto, Manajemen Modern, Konsep dan Aplikasi, (Bandung: Sinar Baru,1990),hlm.3

13 Suharsimi Arikunto, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, (Jakarta: CV. Rajawali,1990) hlm.11

(7)

Demikian halnya MTs NU Nurul Huda sebagai lembaga pendidikan Islam yang bertujuan untuk melahirkan manusia muslim yang sholih sekaligus sebagai kader pembangunan yang taat dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta memiliki kepribadian yang luhur berakhalkul karimah, bertanggung jawab, maka untuk mencapai tujuan itu diperlukan sistem manajemen atau pengelolaan kesiswaan di MTs NU Nurul Huda, karena manajemen kesiswaan memiliki arti yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

D. Kajian Pustaka

Telaah pustaka yang digunakan dengan tema “Manajemen Kesiswaan yang ada di Madrasah NU Nurul Huda Mangkang Semarang”, bukanlah telaah yang mengada-ada, karena terbukti dari berbagai penelitian bahwa suatu sekolah yang mampu mengelola siswanya secara fungsional, maka secara periodik maupun secara insidental sekolah tersebut mampu meraih kemajuan yang signifikan.

1. Nailul Munji (2000) 14 dalam skripsinya yang berjudul, Konsep MBS dan Implementasinya Menuju Madrasah Mandiri (Studi Kasus Uji Coba MBS di MI Wonorejo Kaliwungu Kendal Tahun 2003) dipaparkan tentang implementasi MBS dalam memberdayakan madrasah secara mandiri serta meningkatkan mutu pendidikan sesuai potensi yang dimiliki.

2. Khonitah (1998)15 dalam skripsinya yang berjudul, MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) dan Pengaruhnya Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan (Studi Kasus Di MI Ma’arif Donorejo Mertoyudan Magelang)” dipaparkan bagaimana

14 Nailul Munji, Konsep MBS dan Implementasinya Menuju Madrasah Mandiri (Studi Kasus Uji Coba MBS di MI Wonorejo Kaliwungu Kendal Tahun 2003), Skripsi Sarjana Agama Islam, (Semarang: IAIN Walisongo, 2004)

15 Khonitah, MBS dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ( Studi Kasus di MI Maarif Donorejo Mertoyudan Magelang), Skripsi Sarjana Agama Islam, (Semarang:

IAIN Walisongo, 1998)

(8)

pengaruh penerapan MBS dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dalam konteks MBS sangat diperlukan adanya kesiapan dari pengelolaan pendidikan khususnya dalam hal profesionalisme dan manajemen.

3. Mohamad Faojin (2001)16dalam tesisnya, “Manajemen Pendidikan Madrasah (Studi Kasus terhadap Pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri I Surakarta dan Madrasah Aliyah Banat NU Kudus) yang lebih menekankan sistem manajemen pengelolaan pendidikan madrasah dan faktor-faktor yang menjadi potensi dasar (kekuatan institusi), pendukung, penghambat dan peluang.

Dan dari tulisan-tulisan tersebut penulis belum menemukan suatu pembahasan khusus tentang manajemen kesiswaan di madrasah.

Oleh karena itu penulis mencoba untuk membahas permasalahan ini dengan mengambil studi kasus di MTs Nurul Huda Mangkang Semarang.

E. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang didefinisikan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.17 Beberpa metode yang digunakan adalah:

1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

a. Metode Interview/ wawancara

Metode interview /wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh

16 Faojin Mohamad, Manajemen Pendidikan Madrasah (Studi Kasus terhadap Pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri I Surakarta dan Madrasah Aliyah Banat NU Kudus)

17 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002), hlm.6.

(9)

informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.18 Dalam hal ini peneliti mengadakan tanya jawab dengan kepala madrasah, guru wakil kepala bidang kesiswaan (wakabid kesiswaan) khususnya dan kepada guru-guru lain yang terlibat dalam pembelajaran.

No Subyek Materi/Data

1

Bp. Agus Nahtadi Koordinator MOSIBA

Proses PSB yang meliputi teknis pelaksanaan, waktu, persyaratan, sistem penerimaan dan MOS .

2

Bp. Drs. Syamsudin Guru/Wakabid Pengajaran

Proses pendataan kemajuan prestasi siswa yang meliputi buku catatan prestasi belajar murid, yaitu adanya daftar nilai, buku legger, dan raport dan tujuan dari buku-buku tersebut.

3

Bp. Sugeng Mustofa, SE

Koordinator/Guru BP

Pelaksanaan bimbingan dan

penagganannya terhadap siswa yang mengalami masalah baik yang menyangkut pribadi,belajar maupun yang lain, di madrasah dan dirumah.

4

Bp. Ahmad Mukoyyir S.Ag., Guru/ waka bid.

kesiswaan

Proses pembinaan OSIS yang dilakukan oleh pihak madrasah serta nilai-nilai yang terkandung dari organisasi ekstra sekolah dalam melatih kedisiplinan siswa-siswi di madrasah.

5 Bp. Ajma’in Yahya Kepala Madrasah

memonitoring yang dilaksanakan madrasah baik di luar maupun di dalam madrasah untuk mengontrol keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut.

18 Deddy Mulyana, Metodelogi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 180

(10)

6

Bp. Agus Nahtadi Pendamping Bid. Kesiswaan

Faktor Yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan tindakan kesiswaan di MTs NU Nurul Huda

b. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi merupakan metode yang digunakan dengan mencari data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.19 Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang kesiswaan dalam kegiatannya sehari-hari baik yang berkaitan di madrasah maupun yang di luar madrasah.

c. Metode Observasi

Metode ini merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan jalan “pengamatan” dan “pencatatan” secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki.20 Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang keadaan MTs Nurul Huda Mangkang Semarang. Yaitu mengenai kegiatan yang dilakukan oleh siswa melalui OSIS, pramuka dan kegiatan ko- kurikuler serta semua kegiatan yang menyangkut kesiswaan.

2. Metode Analisis Data

Analisa data yang digunakan adalah analisa non statistik, yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif, analisis yang mewujudkan bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk lapangan dan uraian deskriptif.

19 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan,(Jakarta: Rineka Cipta, 2000), Cet.II, hlm.165.

20 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), hlm.128.

(11)

Adapun cara pembahasan yang digunakan untuk menganalisa data dalam hal ini, yakni:

Metode Induktif

Yaitu cara berfikir yang bertitik tolak dari pengetahuan yang khusus atau peristiwa yang konkrit itu ditarik generalisasainya yang mempunyai sifat umum.21 kemudian dianalisis dengan data yang ada selanjutnya dengan analisis seperti ini akan diketahui apakah manajemen yang diterapkan di lembaga tersebut sesuai dengan konsep manajemen kesiswaan ataukah belum dan problematika yang ada di MTs NU Nurul Huda kemudian tindakan apa yang ditempuh madrasah dalam kaitannya dengan penerapan manajemen kesiswaan untuk mencapai tujuan pendidikan dan kualitas/mutu siswa sesuai dengan tuntutan masyarakat (Social Demands) dan juga sejalan dengan perkembangan zaman.

F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang penulis maksud disini adalah sebagai acuan untuk mengarahkan tulisan agar runtun, sistematis dan mengerucut pada pokok permasalahan sehingga akan memudahkan pembaca dalam memahami kandungan dari suatu karya ilmiah.

Adapun sistematika penulisan skripsi ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:

1. Bagian awal pada bagian ini memuat: halaman sampul, halaman judul, abstraksi penelitian, nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar lampiran.

21 Sutrisno Hadi, Metodelogi Riset, (Yogyakarta: Andi Offset, 1998), hlm.42

(12)

2. Bagian isi (batang tubuh ),meliputi:

BAB I. Pendahuluan

Dalam bab ini akan dibahas mengenai gambaran secara umum seluruh isi dari skripsi ini meliputi: latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, penegasan istilah, kajian pustaka, metodelogi penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II. Landasan Teori

Dalam landasan teori ini penulis akan membahas tentang teori manajemen kesiswaan yang meliputi:

A. Konsep Manajemen

Memuat tentang: 1) Pengertian manajemen, 2) Prinsip manajemen, 3) Fungsi-fungsi manajemen: a) Perencanaan, b) Pengorganisasian, c) Pengarahan, d) Kontrol/evaluasi

B. Komponen-komponen Manajemen Kesiswaan

Terdiri dari : 1) Peneriman siswa baru, 2) Kegiatan kemajuan belajar, 3) Bimbingan dan pembinaan disiplin siswa, 4) Monitoring

BAB III Kajian Obyek Penelitian

Kajian obyek penelitian ini meliputi data hasil penelitian dari kondisi realitas di lapangan yang meliputi:

a. Kondisi Umum Madrasah Tsanawiyah NU Nurul Huda Mangkang Semarang.

Terdiri dari: 1) Sejarah berdiri dan perkembangan, 2) Letak geografis, 3) Sarana dan prasarana, 4) Struktur organisasi, 5) Keadan Guru, Siswa dan Karyawan, 6) Visi, Misi dan Tujuan MTs NU Nurul Huda Mangkang

(13)

b. Manajemen komponen-komponen Kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang

Manajemen komponen-komponen Kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang ini meliputi: 1) Penerimaan siswa baru, 2) Kegiatan kemajuan belajar, 3) Bimbingan dan pembinaan disiplin, 4) Monitoring BAB IV Analisis Hasil Penelitian

Analisis hasil penelitian ini membahas tentang manajemen kesiswaan yang diterapkan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang yang meliputi:

A. Faktor pendukung dalam manajemen kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang

B. Faktor Penghambat dalam Manajemen Kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang

C. Tindakan yang diharapkan terhadap penghambat manajemen kesiswaan di MTs NU Nurul Huda Mangkang Semarang

BAB V Penutup

Pada bab ini disajikan kesimpulan dari apa yang dijabarkan pada bab-bab terdahulu baik yang bersumber dari landasan teori maupun laporan hasil penelitian dilanjutkan dengan saran-saran yang dinggap perlu dan diakhiri dengan penutup.

3. Bagian Akhir

Bagian ini terdiri atas daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat pendidikan penulis. Demikianlah gambaran sekilas tentang penelitian ini, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan bimbingan dan hidayah-Nya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H.M, Kapita Selekta Pendidikan (Islam dan Umum), Jakarta:

Bumi Aksara, 1995.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

_________________, Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Jakarta: CV.Rajawali Press,1990.

_________________, Pengelolaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, Jakarta: CV. Rajawali,1990.

__________________, Organisasi dan Admisnistrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,Jakarta: CV. Rajawali Press, 1990.

Danim, Sudarwan, Agenda Pembaharuan Sistem Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka, 1991.

Farid Malik, Ghulam, Pedoman Manajamen Madrasah, Jogjakarta:

Basic Education Project (BEP), Depag RI ADB, Lokan Number 1442-INO dengan Forum Kajian Budya dan Agama (FBA),2001.

Hadi, Sutrisno, Metodologi Riset, Yogyakarta: Andi Offset, 1998.

Handoko, T.Hani, Manajemen Edisi 2, Yogyakarta: BPFE-Yogya,1995.

Bedjo Siswanto, Manajemen Modern, Konsep dan Apliaksi, Bandung: Sinar Baru,1990.

(15)

Indra Fachrufdin, Soekarto dan Hendrayat Soetopo, Administrsi Pendidikan/ Menejemen dan Organisasi Sekolah, Malang: IKIP Malang, 1989.

Khonitah, MBS dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan ( Studi Kasus di MI Maarif Donorejo Mertoyudan Magelang), Skripsi Sarjana Agama Islam, Semarang: IAIN Walisongo, 1998.

Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: PT Gramedia, 1993.

Moekijat, Pokok-Pokok Pengertian Admistrasi Manajemen dan Kepemimpinan, (Bandung: Mandar Maju, 1992).

Mohamad, Faojin, Manajemen Pendidikan Madrasah (Studi Kasus terhadap Pengelolaan Madrasah Aliyah Negeri I Surakarta dan Madrasah Aliyah Banat NU Kudus.

Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

Mulyana, E., Manajemen Berbasis Sekolah Konsep Strategi Implementasi, Bandung:Rosda Karya,2002.

Margono, S.,Metodologi Penelitian Pendidikan,Jakarta: Rineka Cipta, 2000), Cet.II.

Nawari,Hadari, dkk., Administrasi Sekolah, Ghalia Indonesia, 1989.

Pradja, M. Sastra, Kamus Istilah Pendidikan dan Umum, Surabaya:

Usaha Nasional,1981.

Poerwadarminta, W.J.S, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:

Balai Pustaka,1989).

Steenbrink, Karel A., Pesantren Madrasah Sekolah, Jakarta:

LP3ES,1986.

(16)

Sudjana, Nana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru,1989.

Tholhah, Imam, Manajemen Madrasah Aliyah, (Jakarta: Perguruan Tingkat Menengah Departemen Agama Republik Indonesia, 1998.

Tilaar, A.R., Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan Nasional dalam Perspektif Abad 21, (Magelang: Terra Indonesia,1999) cet.II, hlm.4

Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian dan pembahasan penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa: (a) model pembelajaran menggunakan media wayang kardus dalam pembelajaran IPS dapat

Pada proses injeksi molding untuk pembuatan hendel terjadi beberapa kekurangan, pada proses pembuatannya diantaranya terjadinya banyak kerutan dan lipatan pada

Mempunyai kemampuan dan pengalaman dalam melakukan sampling kualitas udara, pengukuran dan analisis pencemaran udara, instrumentasi dan peralatan analisis kualitas udara. D3

Sedangkan Abdul kadir Muhammad 16 merumuskan kembali definisi pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Peredata sebagai berikut, bahwa yang dimaksud dengan perjanjian adalah suatu

(3) kedisiplinan belajar santri berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan menghafal al- Qur’an santri pondok pesantren Al-Aziz Lasem Rembang, hal ini terbukti

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai kinerja keuangan perusahaan sektor industry semen 2009-2013 (PT. Semen Indonesia, PT. Indocement Tunggal Prakarsa,

Menurut Kotler (2001:298) kepuasan pelanggan adalah sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan pembeli. Jika kinerja produk kurang dari

Dalam hal terdakwa dijatuhi pidana pokok penjara dan pidana tambahan (dipecat dari dinas militer) dan terdakwa menerima putusan tersebut maka pidana tersebut dijalani