• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan SPIP Triwulan I 2020 KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan SPIP Triwulan I 2020 KATA PENGANTAR"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

i

KATA PENGANTAR

Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Triwulan I Tahun 2020 Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan merupakan gambaran langkah-langkah yang telah ditempuh pimpinan dan pegawai dalam pengelolaan laporan keuangan, pengelolaan aset dan kepatuhan terhadap peraturan.

Laporan ini disusun berpedoman pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada semua pihak atas tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun.

Kami menyadari Laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan masukan sangat kami harapkan untuk menyempurnakannya.

Pekalongan, 08 April 2020 Kepala Pelabuhan

(3)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

ii

IKHTISAR EKSEKUTIF

Sistem Pengendalian Intern (SPI) merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan SPIP PPN Pekalongan mengacu pada fokus pelaksanaan SPIP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berupaya mewujudkan salah satu indikator kinerja KKP yaitu mendapat predikat wajar tanpa pengecualian pada pengelolaan keuangan, pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

SPI adalah upaya yang dilaksanakan oleh PPN Pekalongan dari jajaran pimpinan sampai pelaksana untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengelola serta menangani berbagai risiko yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi, output dan outcome,dan target indikator kinerja baik Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Kegiatan (IKK).

Pelaksanaan SPIP Triwulan I Tahun 2020 di PPN Pekalongan meskipun telah dilakukan pengendalian, namun masih terdapat kekurangan yang perlu ditindaklanjuti kembali apa yang sudah direncanakan dalam pengendaliannya. Kekurangan dan kelemahan tersebut karena masih rendahnya pemahaman dan kesadaran dari Sumber Daya Manusia (SDM) PPN Pekalongan akan pentingnya pelaksanaan SPIP dalam semua kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan organisasi. Namun demikian rencana yang belum dilaksanakan dalam pengendalian Triwulan I Tahun 2020 akan diusahakan dilaksanakan di tahun berikutnya sesuai dengan kondisi yang ada. Dan apabila terdapat rencana pengendalian yang ada hubungannya dengan alokasi anggaran, perlu adanya revisi atau pengalokasian anggaran untuk tahun berikutnya.

(4)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP SATKER ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Dasar Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.4 Ruang Lingkup ... 3

1.5 Sistematika Penyajian Laporan ... 3

BAB II STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP ... 4

2.1 Struktur Organisasi , Visi, Misi dan Tujuan Strategis Satker ... 4

2.1.1 Struktur Organisasi ... 4

2.1.2 Visi dan Misi ... 5

2.1.3 Tujuan Strategis Satker ... 5

2.2Fungsi PPN Pekalongan ... 6

2.3Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan PPN Pekalongan ... 7

2.4 Fokus Pelaksanaan SPIP Lingkup PPN Pekalongan ... 8

2.5Pembentukan Tim SPIP Lingkup PPN Pekalongan ... 10

2.6Kondisi Pelaksanaan SPIP PPN Pekalongan ... 11

3.1 Pemahaman ... 12

3.1.1 Pembinaan ... 12

3.1.2 Fokus Group Diskusi (FGD). ... 12

3.2Pelaksanaan SPIP ... 12

3.2.1 Pengendalian Rutin ... 12

3.2.2 Pengendalian Berkala ... 23

3.2.3 Pengendalian dengan Pendekatan Manajemen Risiko ... 24

3.3 Hambatan, Rencana Pemecahan Masalah dan Tindak Lanjut Pemecahan Masalah ... 31

3.3.1 Hambatan ... 31

(5)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

iv

3.3.3 Tindak Lanjut pemecahan masalah ... 31

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 33

4.1 Kesimpulan ... 33

(6)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

v

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Hasil Identifikasi Risiko dan Faktor Penyebab pada Pencapaian Indikator Kinerja Utama PPN Pekalongan Tahun 2020 ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 2 Hasil Identifikasi Risiko dan Faktor Penyebab pada Pelaksanaan Anggaran PPN Pekalongan Tahun 2020 ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 3 Hasil Identifikasi Risiko dan Faktor Penyebab pada Pelaksanaan

(7)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

vi

DAFTAR GAMBAR

(8)

Laporan SPIP Triwulan I

2020

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Pengendalian Kapasitas SDM Pengelola Keuangan ... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 2 Formulir Pengendalian Formulir Pengendalian Penyusunan Anggaran

... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 3 Formulir Pengendalian Pengadaan Barang/Jasa ... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 4 Formulir Pengendalian Barang Milik NegaraError! Bookmark not defined.

Lampiran 5 Formulir Pengendalian Penyelesaian Kerugian Negara .... Error! Bookmark not defined.

Lampiran 6 Formulir Pengendalian Penyerapan Anggaran ... Error! Bookmark not defined.

(9)

1

BAB I

GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP SATKER

1.1 Latar Belakang

Penyelenggaraan kegiatan pada suatu Instansi Pemerintah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai dengan pertanggungjawaban, harus dilaksanakan secara tertib, terkendali, serta efektif dan efisien. Untuk mewujudkannya dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberi keyakinan memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan dapat mencapai tujuan. Sistem inilah yang dikenal sebagai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Sistem Pengendalian Intern (SPI) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem Pengendalian Intern melekat sepanjang kegiatan, dipengaruhi oleh sumber daya manusia, serta hanya memberikan keyakinan yang memadai, bukan keyakinan mutlak, sehingga dalam pengembangan dan penerapannya perlu dilakukan secara komprehensif dan harus memperhatikan aspek biaya dan manfaat (cost and

benefit), rasa keadilan dan kepatutan, perkembangan teknologi informasi dan

komunikasi serta mempertimbangkan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi Instansi Pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dijelaskan bahwa SPIP adalah Sistem Pengendalian Intern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berkaitan dengan hal ini, Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh. Sedangkan Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara menyelenggarakan sistem pengendalian intern di

bidang perbendaharaan, Menteri/pimpinan lembaga selaku Pengguna

Anggaran/Pengguna Barang menyelenggarakan sistem pengendalian intern di bidang pemerintahan masing-masing, dan Gubernur/Bupati/Walikota selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah mengatur lebih lanjut dan menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan pemerintah daerah yang dipimpinnya.

(10)

2

Unsur SPIP di Indonesia mengacu pada unsur Sistem Pengendalian Intern yang telah dipraktikkan di lingkungan pemerintahan, yaitu meliputi:

1. Lingkungan pengendalian 2. Penilaian risiko

3. Kegiatan pengendalian 4. Informasi dan komunikasi 5. Pemantauan

1.2 Dasar Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4206);

2. Keputusan Presiden No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan

Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden No. 72 Tahun 2004 ;

3. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan

Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;

4. Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah dan Permen 04 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengawasan Intern Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2015;

6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016

Tanggal 10 Maret 2016 tentang Penyelengaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;

7. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : 6/PERMEN-KP/2020

Tanggal 7 Februari 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud pelaksanaan SPIP untuk memberikan pedoman bagi seluruh pimpinan dan pegawai dalam menyelenggarakan SPIP di lingkungan PPN Pekalongan

Tujuan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Internal (SPI) PPN Pekalongan adalah :

1. Mewujudkan budaya pengendalian intern (internal control culture) yang handal agar tercapai keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Kementerian.

(11)

3

2. Memberikan informasi pelaksanaan penyelenggaraan SPI lingkup PPN

Pekalongan, yang meliputi : (a) Pengendalian Rutin; (b) Pengendalian Berkala;

(c) Pengendalian dengan pendekatan Manajemen Risiko.

3. Mengidentifikasi hambatan yang ada dalam penyelenggaraan SPIP;

4. Memberikan rencana pemecahan masalah;

5. Memberikan informasi hasil tindak lanjut pemecahan masalah.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup laporan SPIP ini mencakup kegiatan yang dilaksanakan oleh PPN Pekalongan selama Triwulan I Tahun 2020, yang terdiri dari kegiatan dalam anggaran DIPA PPN Pekalongan dan kegiatan yang mendukung terciptanya keandalan laporan keuangan.

1.5 Sistematika Penyajian Laporan

Pelaporan Sistem Pengendalian Intern terdiri dari :

A. Bab 1. Gambaran Umum Penyelenggaraan SPIP

Pada bab ini menyajikan latar belakang PPN Pekalongan menyelenggarakan SPIP, dasar hukum yang dipakai untuk pedoman, maksud dan tujuan dibuatnya laporan SPIP, ruang lingkup dan sistematikan penyajian laporan. B. Bab 2. Strategi Penyelenggaraan SPIP

Pada bab ini menyajikan organisasi, visi, misi dan tujuan, fungsi PPN Pekalongan, gambaran penyelenggaran SPIP, fokus pelaksanaan SPIP, pembentukan Tim SPIP dan kondisi pelaksanaan SPIP PPN Pekalongan sampai saat ini.

C. Bab 3. Analisa Penyelenggaraan SPIP

Dalam bab ini dijelaskan terkait pemahaman terhadap SPIP, pelaksanaan SPIP di PPN Pekalongan, pelaksanaan pengendalian rutin, pelaksanaan pengendalian berkala dan pelaksanaan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko, hambatan yang dihadapi, rencana pemecahan masalah serta tindak lanjut pemecahan masalah.

D. Bab 4. Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini akan dijelaskan kesimpulan pelaksanaan SPIP di PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020 dan saran-saran untuk penyempurnaan pelaksanaan SPIP triwulan berikutnya.

(12)

4 Kepala Pelabuhan Kepala Seksi Operasional Pelabuhan Kepala Seksi Kesyahbandaran

Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha Kepala Sub Bag.Tata Usaha Kelompok Jabatan Fungsional

BAB II

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP

2.1 Struktur Organisasi , Visi, Misi dan Tujuan Strategis

Satker

2.1.1 Struktur Organisasi

Susunan Organisasi PPN Pekalongan sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 20/PERMEN-KP/2014, tanggal 16 Mei 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pelabuhan Perikanan adalah sebagai berikut :

a. Kepala Pelabuhan Perikanan b. Kepala Sub Bagian Tata Usaha c. Kepala Seksi Operasional Pelabuhan

d. Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha e. Kepala Seksi Kesyahbandaran

f. Kelompok Jabatan Fungsional

Masing-masing bagian mempunyai tugas dan fungsi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut diatas dan struktur dapat dilihat pada gambar 1. di bawah ini :

(13)

5

2.1.2 Visi dan Misi

Visi PPN Pekalongan adalah mendukung tercapainya visi Ditjen Perikanan Tangkap tahun 2020-2024 yaitu “Terwujudnya Perikanan Tangkap yang Maju dan Berkelanjutan serta Masyarakat Perikanan Tangkap yang Mandiri dan Sejahtera” untuk mewujudkan “Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong-Royong”.

Misi PPN Pekalongan juga mengadopsi misi Ditjen Perikanan Tangkap melaksanakan 4 (empat) Misi Presiden, dengan uraian sebagai berikut : a. Misi 1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

- Penumbuhan Kewirausahaan Masyarakat Perikanan Tangkap

- Penguatan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Masyarakat Perikanan Tangkap Perempuan

b. Misi 2. Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing - Peningkatan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastuktur Perikanan

Tangkap

- Melanjutkan Revitalisasi Industri Perikanan Tangkap dan Infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0

c. Misi 4. Mencapai Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan

- Mitigasi Perubahan Iklim terhadap Ekosistem Sumber Daya Perikanan

- Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Lingkungan Hidup Sumber Daya Perikanan

d. Misi 8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya - Reformasi Birokrasi Ditjen Perikanan Tangkap.

2.1.3 Tujuan Strategis Satker

Menjabarkan misi Ditjen Perikanan Tangkap, maka tujuan PPN Pekalongan juga mendukung tujuan Ditjen Perikanan Tangkap yaitu :

a. Meningkatan Kualitas SDM Masyarakat Perikanan Tangkap, yaitu peningkatan pemahaman, kapasitas, serta inisiatif inovasi masyarakat perikanan tangkap; dilakukan melalui pendampingan/fasilitasi usaha, diversifikasi usaha, pemberdayaan/perlindungan masyarakat perikanan tangkap, serta pengarusutamaan gender.

b. Membangun Struktur Ekonomi Perikanan Tangkap Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing, yaitu pembangunan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing pada sub bidang perikanan tangkap, melalui pengelolaan sumber daya perikanan berbasis

(14)

6

industrialisasi; peningkatan produktivitas sarana prasarana

penangkapan, peningkatan kualitas ikan hasil tangkapan, serta implementasi keterpaduan sistem logistik ikan di pelabuhan perikanan.

c. Mencapai Lingkungan Hidup Sumber Daya Perikanan Yang

Berkelanjutan, yaitu peningkatan kualitas lingkungan hidup pada sub bidang perikanan tangkap yang mencakup pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP); penerapan harvest strategy, alokasi izin usaha berbasis alokasi sumber daya ikan, penggunaan sarana prasarana penangkapan ramah lingkungan, serta implementasi konsep eco-infrastructure.

d. Mewujudkan Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya di Lingkup Ditjen Perikanan Tangkap, yaitu upaya untuk mewujudkan reformasi birokrasi DJPT yang berkualitas, mencakup penataan kerangka kebijakan, profesionalisme ASN, keterbukaan perencanaan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan serta pelayanan publik melalui implementasi komunikasi berbasis sistem informasi 4.0.

2.2 Fungsi PPN Pekalongan

Pelabuhan perikanan merupakan pendukung kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan, dan pemasaran.

Dalam rangka mendukung kegiatan pengelolaan tersebut pelabuhan perikanan mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Fungsi pemerintahan yaitu fungsi untuk melaksanakan pengaturan, pembinaan, pengendalian, pengawasan, serta keamanan dan keselamatan operasional kapal perikanan di pelabuhan perikanan. Serta fungsi lainnya yang terkait dengan pengelolaan perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Fungsi pemerintahan tersebut meliputi : Pelayanan pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan; Pengumpulan data tangkapan dan hasil perikanan; Tempat pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan masyarakat nelayan; Pelaksanaan kegiatan operasional kapal perikanan; Tempat pelaksanaan pengawasan dan pengendalian sumberdaya ikan; Pelaksanaan kesyahbandaran; Tempat pelaksanaan fungsi karantina ikan; Publikasi hasil pelayanan sandar dan labuh kapal perikanan dan kapal pengawas kapal perikanan; Tempat publikasi hasil penelitian kelautan dan perikanan; Pemantauan wilayah pesisir; Pengendalian lingkungan; Kepabeanan; dan/atau keimigrasian.

2. Fungsi pengusahaan yaitu fungsi untuk melaksanakan pengusahaan berupa penyediaan dan/atau pelayanan jasa kapal perikanan dan jasa terkait di pelabuhan perikanan yang meliputi : Pelayanan tambat dan labuh kapal perikanan; Pelayanan bongkar muat ikan; Pelayanan pengolahan hasil perikanan; Pemasaran dan distribusi ikan; Pemanfaatan fasilitas dan lahan

(15)

7

di pelabuhan perikanan; Pelayanan perbaikan dan pemeliharaan kapal perikanan; Pelayanan logistik dan perbekalan kapal perikanan; Wisata bahari; dan/atau Penyediaan dan/atau pelayanan jasa lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam penyelenggaraan fungsi tersebut, dengan memperhatikan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka pelaksanaan tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawab masing-masing eselon-I lingkup KKP yang berkaitan dengan kebijakan di daerah secara implisit juga menjadi tugas dan fungsi pelabuhan perikanan.

2.3 Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan PPN Pekalongan

Dengan mengacu kepada tugas pokok dan fungsi serta SPIP dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2016, maka penyelenggaraan SPIP pada PPN Pekalongan merupakan suatu proses yang integral atas tindakan manajerial dan kegiatan operasional yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai pada PPN Pekalongan untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan PPN Pekalongan melalui:

1. Kegiatan yang efektif dan efisien; 2. Keandalan pelaporan keuangan;

3. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan; 4. Pengamanan aset di lingkungan.

Dalam mewujudkan tujuan organisasi, perlu adanya suatu pengendalian dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai wujud pengendalian tersebut maka pemimpin dan pegawai pelabuhan mempunyai tugas untuk melaksanakan pengendalian secara internal. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), maka PPN Pekalongan sebagai instansi pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Sistem Pengendalian Intern tersebut dengan mengacu pada 5 unsur pengendalian intern tersebut yaitu :

1. Lingkungan pengendalian

Lingkungan pengendalian adalah kondisi yang diciptakan dalam suatu unitkerja sehingga akan mempengaruhi efektifitas kinerja unit kerja, oleh sebab itu sebagaimana termasuk pada Permen KP nomor 10 tahun 2016, setiap pimpinan unit kerja di lingkungan kementerian harus menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan SPI di lingkungan kerjanya.

2. Penilaian risiko

Penilaian risiko dimaksudkan agar setiap satker dapat mengelola setiap risiko dalam pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya yang dapat mengancam visi, misi, tujuan dan sasaran. Penilaian risiko dilaksanakan atas kebijakan dan kegiatan.

(16)

8

3. Kegiatan pengendalian

Untuk mengatasi risiko dan mematikan adanya kepatuhan terhadap arahan pimpinan yang sudah ditetapkan, pimpinan unit kerja wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi unit kerja yang bersangkutan.

• Rutin:

Aspek organisasi, perencanaan, pengelolaan keuangan, akutansi & pelaporan, kerugian negara, kepegawaian, dan kinerja.

• Berkala

SPI SDM, SPI Penyusunan Anggaran, SPI Kerugian Negara, SPI pelaksanaan Anggaran

• Berbasis MR

SPI atas Kebijakan dan Kegiatan 4. Informasi dan komunikasi

5. Pemantauan

Pemantauan rutin, berkala dan berbasis Manajemen Risiko

Penerapan unsur-unsur tersebut dilaksanakan menyatu dan menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi serta tergambar dalam pedoman dan Standard Operational Procedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam mengatur penyelenggaraan kegiatan dan fungsi organisasi.

2.4 Fokus Pelaksanaan SPIP Lingkup PPN Pekalongan

Fokus pelaksanaan SPIP Lingkup PPN Pekalongan sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 bahwa pelaksanaan SPIP di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan mengacu pada 5 (lima) unsur pengendalian yaitu : lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.

Adapun keefektifan penyelenggaraan SPIP berdasarkan tolok ukur dengan tidak adanya hambatan :

a. yang mengganggu pencapaian tujuan unit eselon I atau satuan kerja;

b. yang mempengaruhi kehandalan pertanggungjawaban keuangan satuan kerja;

c. dalam pengelolaan asset termasuk pemanfaatannya di satuan kerja;

d. dalam menjalankan dan pencapaian tujuan program, kegiatan dan output

dengan tetap taat terhadap hukum dan peraturan;

e. dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien; dan

f. dalam pemenuhan hak dan kewajiban pegawai.

Dalam rangka pencapaian tolok ukur di atas dapat dilakukan dengan adanya Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan maupun Laporan Hasil Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan instansi lainnya.

(17)

9

Dalam penyelenggaraan SPIP akan diintegrasikan pada semua kegiatan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban sampai dengan pemanfaatan yang dilaksanakan melalui kegiatan pengendalian rutin, pengendalian berkala dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko. Adapun penyelenggaraan SPIP di lingkungan PPN Pekalongan meliputi beberapa tahapan yaitu :

1. Pemahaman

Pada tahap ini digunakan untuk membangun kembali kesadaran, menyamakan persepsi dan penyegaran mengenai SPIP. Hal ini sebagai upaya untuk menginternalisasi SPIP agar tetap menjadi bagian yang integral dan menyatu dalam kegiatan pemerintahan yaitu dengan melibatkan seluruh tingkatan pejabat dan pegawai. Adapun kegiatan yang untuk membangun kesadaran , menyamakan persepsi dan penyegaran antara lain dengan menginformasikan secara berulang-ulang kepada seluruh pegawai dalam apel pagi

2. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan SPIP yang dilakukan dengan sistem :

a. Internalisasi, adalah proses yang dilakukan pimpinan dan pegawai untuk menerapkan SPI dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehari hari. Penerapannya dengan menyelenggarakan pengendalian rutin, pengendalian berkala dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko.

b. Pendokumentasian, adalah proses dokumentasi terhadap pelaksanaan

penyelenggaraan pengendalian intern yang dilaksanakan melalui pengendalian rutin, pengendalian berkala dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko.

3. Pelaporan

Pada tahap ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan penyelenggaraan SPIP, setiap triwulan dengan memuat informasi-informasi : a. Ringkasan

b. Pelaksanaan Kegiatan

c. Hambatan

d. Rencana Pemecahan Masalah

e. Tindak Lanjut Pemecahan Masalah

4. Pengembangan Berkelanjutan

Pada tahap ini merupakan lanjutan dari hasil evaluasi internal maupun eksternal, yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas penyelenggaraan SPIP untuk periode berikutnya.

5. Evaluasi

Tahap evaluasi ini merupakan rangkaian kegiatan membandingkan antara hasil atau prestasi kegiatan dengan standar dan rencana penyelenggaraan SPIP. Evaluasi ini juga digunakan untuk menentukan dan menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan tahapan penyelenggaraan SPIP. Dan hasil evaluasi disampaikan setiap triwulan.

(18)

10

2.5 Pembentukan Tim SPIP Lingkup PPN Pekalongan

Dalam rangka menangani pengendalian intern di lingkungan PPN Pekalongan, pada Tahun 2020 telah dibentuk Tim Sistem Pengendalian Intern sesuai Surat Keputusan Kepala Pelabuhan PPN Pekalongan Nomor : 136/PPNP/PI.300/I/ 2020 dengan susunan sebagai berikut :

1. Kepala Pelabuhan, sebagai Ketua;

2. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, sebagai Sekretaris; 3. Kepala Seksi Operasional Pelabuhan, sebagai anggota;

4. Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha, sebagai anggota; 5. Kepala Seksi Kesyahbandaran, sebagai anggota;

6. Dibantu oleh pelaksana dari Subbag Tata Usaha dan Seksi Lainnya. Tugas dari Tim SPIP tersebut adalah :

A. Ketua Tim :

1. Menyusun rencana kerja pelaksanaan SPIP; 2. Mengkoordinasikan penyelenggaraan SPIP;

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengendalian rutin, berkala dan dengan pendekatan manajemen risiko;

4. Mengkoordinasikan pembuatan laporan secara triwulan dan disampaikan ke Satgas SPIP Eselon I.

B. Sekretaris :

1. Menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja pelaksanaan SPIP;

2. Menyiapkan bahan pelaksanaan pengendalian rutin, berkala dan

pendekatan manajemen risiko dan mengkoordinasikan pelaksanaannya;

3. Menyiapkan bahan dengan seluruh anggota Tim SPIP untuk melakukan

pengendalian rutin, berkala dan inventarisasi terhadap risiko yang memerlukan pengendalian pada tingkat kebijakan PPN Pekalongan dan selanjutnya menyampaikan kepada Kepala Pelabuhan dalam pelaksanaan pengendalian;

4. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan penyelenggaraan SPIP rutin, berkala dan pendekatan manajemen risiko serta dilaporkan ke Kepala Pelabuhan dan disampaikan ke Satgas SPIP Eselon I.

(19)

11

1. Membantu Kepala Pelabuhan melakukan analisis untuk pengendalian rutin, berkala dan menetapkan rencana aktivitas/kegiatan yang perlu dilakukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko;

2. Melakukan inventarisasi terhadap risiko dalam kegiatan yang

dilaksanakan yang memerlukan pengendalian;

3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SPIP setiap triwulan dan dilaporkan kepada Kepala Pelabuhan;

4. Menyiapkan data dukung dan penyusunan laporan SPIP per triwulan.

2.6 Kondisi Pelaksanaan SPIP PPN Pekalongan

PPN Pekalongan yang merupakan instansi pemerintah berkewajiban untuk melaksanakan pengendalian intern dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi. Dan sebagai unit pelaksana teknis di Kementerian Kelautan dan Perikanan, PPN Pekalongan dalam melaksanakan SPI berpedoman Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : 10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaran Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pada Triwulan I Tahun 2020 , pelaksanaan SPI telah dilakukan namun secara menyeluruh belum sempurna dan belum maksimal, karena ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya yaitu :

1. Belum dijalankannya SPIP secara nyata dalam setiap pelaksanaan kegiatan, seringkali masih fokus pada penyampaian laporan;

2. Kepedulian pegawai atau tim masih kurang terhadap pentingnya SPI di setiap kegiatan yang berisiko;

3. Pemahaman dan keseriusan yang belum optimal terhadap pengendalian internal;

4. Kurangnya pemahaman dalam implementasi manajemen risiko, dan

5. Dukungan dan kepedulian SDM yang belum memadai.

Gambaran kondisi pelaksanaan SPI di PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020 dapat dijelaskan dalam BAB III

(20)

12

BAB III

PENYELENGGARAAN SPIP

Penyelenggaraan SPIP di PPN Pekalongan, dilaksanakan dengan tahapan yang ada dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. 10/MEN/2016, yaitu :

3.1 Pemahaman

Pemahaman adalah tahap untuk membangun kembali kesadaran, menyamakan persepsi, dan penyegaran mengenai SPI. Hal ini sebagai upaya untuk menginternalisasi SPI agar tetap menjadi bagian yang integral dan menyatu dalam kegiatan kepemerintahan, yaitu dengan melibatkan seluruh tingkatan pejabat dan pegawai di lingkungan PPN Pekalongaan. Kegiatan untuk membangun kembali kesadaran, penyamaan persepsi, dan penyegaran, antara lain melalui :

3.1.1 Pembinaan

Dalam rangka untuk menyamakan persepsi terhadap pelaksanaan SPI di Lingkup PPN Pekalongan, maka telah dilakukan sosialisasi kepada semua pegawai dengan melibatkan pembina SPI lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu Inspektorat Jenderal , yang sudah dilakukan pada Tahun 2016. Sampai dengan Triwulan I Tahun 2020 ini belum dilakukan pembinaan oleh Pembina dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sedangkan upaya internal Pelaksanaan pembinaan dilakukan oleh Tim Pelaksana SPI PPN Pekalongan, diantaranya melalui apel, rapat intern, rapat koordinasi perencanaan, dan rapat koordinasi monitoring dan pelaporan.

3.1.2

Fokus Group Diskusi (FGD).

Dalam pelaksanaan SPI di PPN Pekalongan Triwulan I Tahun 2020 telah dilakukan rapat internal Tim SPI dengan membahas pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko. Dan melakukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak, Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan Rehabilitasi Jetty/Gardu Pandang.

3.2

Pelaksanaan SPIP

Pada pelaksanaan SPI di PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020 ini dilakukan dengan 3 (tiga) kegiatan yaitu :

3.2.1 Pengendalian Rutin

Pengendalian rutin yang dilaksanakan oleh PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020 meliputi :

(21)

13

1. Pengendalian Organisasi

Pengendalian rutin untuk organisasi yang dilakukan di PPN Pekalongan meliputi :

a. Tujuan organisasi yang ditetapkan belum secara spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan ada batas waktu;

b. Pegawai tidak mengetahui dan memahami tujuan organisasi;

c. Satuan kerja belum sepenuhnya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang formal untuk keseluruhan prosedur dan keseluruhan kegiatan;

d. Belum semua SOP yang ada berjalan secara optimal atau tidak ditaati;

e. SOP ada tetapi belum berbasis risiko; dan

f. Ada pemisahan tugas dan fungsi tetapi tidak berjalan secara optimal atau terjadi tumpang tindih.

Dari hasil pengendalian rutin untuk Triwulan I Tahun 2020 didapatkan hasil sebagai berikut :

a. Tujuan PPN Pekalongan mengacu dari tujuan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, karena merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Sehingga tujuan yang akan dicapai dapat terukur, tercapai, realistis dan dilakukan dalam setiap tahun. Data dukung pengendalian ini adalah Rencana Kerja Tahunan 2020;

b. Tujuan PPN Pekalongan ini sudah diketahui oleh pegawai secara keseluruhan. Hal ini dapat dilihat dengan data yang diperoleh untuk laporan kinerja berasal dari kinerja pegawai pelabuhan. Data dukung : Laporan-laporan rutin bulanan;

c. PPN Pekalongan telah memiliki SOP formal untuk keseluruhan prosedur dan kegiatan. Data dukung pengendalian ini adalah SOP PPN Pekalongan;

d. SOP PPN Pekalongan sudah ada, namun ada beberapa SOP yang dalam pelaksanaannya mengalami perubahan yakni SOP Pengelolaan PNBP. Data dukung pengendalian ini adalah SOP Pengelolaan PNBP PPN Pekalongan;

e. Untuk pelaksanaan SOP, sebagian SOP Pelayanan (yang telah mendapat sertifikat ISO 9001:2015 untuk 5 jenis layanan) telah berbasis risiko sampai Triwulan I Tahun 2020 ini.

f. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, sudah terdapat pemisahan atau pembagian tugas, namun masih belum berjalan secara optimal. Data dukung pengendalian ini adalah uraian tugas masing-masing pegawai;

(22)

14

Secara rinci hasil pengendalian rutin organisasi pada Triwulan I Tahun 2020 ini dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

2. Pengendalian Perencanaan

Pengendalian rutin perencanaan yang dilakukan adalah :

a. Keterlibatan pihak yang berkompeten dalam perencanaan/

penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) (aspek teknis pekerjaan/kinerja dan aspek keuangan);

b. Adanya perencanaan barang/aset yang sesuai kebutuhan;

c. Dalam perencanaan barang/aset harus mempertimbangkan risiko pada tahap pemanfaatan;

d. Perencanaan yang mempertimbangkan kapasitas satuan kerja

(kuantitas dan kompetensi SDM);

e. Perencanaan yang mempertimbangkan risiko dan menetapkan

rencana pengendalian dalam pencapaian tujuan kebijakan dan aktivitas/kegiatan untuk kegiatan yang seharusnya memerlukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko;

f. Keterpaduan, konsistensi, dan sinkronisasi antara perencanaan kinerja dan anggaran;

g. Usulan kegiatan yang sama dengan tugas dan fungsi instansi lain, dan/atau tumpang tindih dengan tugas dan fungsi instansi lain;

h. Kecocokan perlakuan dan pengakuan keuangan dalam penyusunan

Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Dari hasil evaluasi pengendalian rutin terkait perencanaan selama Triwulan I Tahun 2020 ini menghasilkan :

a. Dalam pelaksanaan perencanaan/penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) telah melibatkan pihak yang berkompeten. Data dukungnya : RAB dan TOR/KAK serta RKAKL yang sudah diasistensi oleh masing-masing direktorat, Biro Perencanaan, Sekretariat dan Inspektorat Jenderal KKP (Usulan Tahun 2020) pada kegiatan penyusunan pagu definitif pada bulan Oktober 2019; b. Dalam usulan pengadaan barang pendukung tupoksi dilakukan

dengan azas memang membutuhkan, dan untuk mengganti barang yang sudah rusak, sehingga barang yang ada tidak melebihi dari kebutuhan. Data dukung : RK BMN dan Data BMN Tahun berjalan; c. Perencanaan barang/aset yang diusulkan sudah dipertimbangkan risiko pada tahap pemanfaatan karena barang diusulkan selama ini memang dibutuhkan dan menggantikan barang yang rusak. Data dukung : Usulan perbaikan jetty/gardu pandang dan dokumentasi kondisi eksisting jetty yang rusak.

(23)

15

d. Perencanaan yang selama ini dilaksanakan belum semua

mempertimbangkan kapasitas SDM PPN Pekalongan dalam rangka mencapai tujuan, baik itu mempertimbangkan kuantitas maupun kompetensi pegawai yang ada. Adapun kendala yang timbul adalah pekerjaan tidak terdistribusi dengan baik, sehingga output pekerjaan kurang maksimal. Data dukung : Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja (ABK).

e. Dalam perencanaan tahun berikutnya, memang sudah dilakukan pendekatan manajemen risiko. Data dukung : Peta Risiko Perencanaan;

f. Terkait keterpaduan, konsistensi dan sinkronisasi antara

perencanaan kinerja anggaran, memang belum relevan. Hal ini dikarenakan indikator kinerja yang ditetapkan oleh Eselon I selalu berubah, sehingga menimbulkan perencanaan yang sudah ditetapkan kadang kurang relevan dengan kinerja yang ditetapkan. Data dukung : RKAKL yang sudah tersusun di Tahun sebelumnya dan Laporan Kinerja (LKj) Tahun berikutnya yang berbeda;

g. Dalam usulan kegiatan di PPN Pekalongan tidak ada yang sama dengan tugas dan fungsi instansi lain dan/atau tumpang tindih dengan tugas dan fungsi instansi lain, karena kegiatan yang diusulkan merupakan dukungan dari program Direktorat Jenderal Perikanan dan program Eselon II Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Dan bertujuan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat perikanan di sekitar pelabuhan. Data dukung : RKAKL/POK;

h. Sampai dengan Triwulan I Tahun 2020 tidak ada kesalahan dalam

perlakuan dan pengakuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Semua yang di rencanakan sudah sesuai dengan kaidah bagan akun standar dan sesuai dengan standar biaya masukan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan. Data Dukung : RKAKL yang sudah diverifikasi Irjen dan Direktorat Teknis dan Sekretariat (RKAKL Th.2020);

Secara rinci pengendalian rutin perencanaan Triwulan I Tahun 2020 dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

3. Pengendalian Pelaksanaan Anggaran

Dalam rangka pengendalian anggaran yang sudah dilakukan pengendalian terkait :

a. Pertanggungjawaban tidak akuntabel (bukti tidak lengkap/tidak valid/tidak sesuai ketentuan);

b. Pekerjaan dilaksanakan mendahului kontrak atau penetapan

(24)

16

c. Proses pengadaan barang/jasa tidak sesuai ketentuan (tidak menimbulkan kerugian negara);

d. Pemecahan kontrak untuk menghindari pelelangan;

e. Pelaksanaan lelang secara proforma;

f. Penyetoran penerimaan negara/daerah atau kas di bendaharawan ke Kas negara/daerah melebihi batas waktu yang ditentukan; g. Pertanggungjawaban/penyetoran uang persediaan melebihi batas

waktu yang ditentukan;

h. Sisa kas di bendahara pengeluaran akhir tahun anggaran

belum/tidak disetor ke kas negara/daerah;

i. Kepemilikan aset tidak/belum didukung bukti yang sah; j. Pengalihan/revisi anggaran tidak sesuai ketentuan;

k. Kesalahan pembebanan anggaran dan pelampauan terhadap pagu anggaran;

l. Pelaksanaan belanja di luar mekanisme Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN);

m. Tidak ada pemisahan tugas dan fungsi pelaksanaan

pertanggungjawaban anggaran;

n. Pelaksanaan pemisahan tugas dan fungsi pelaksanaan

pertanggungjawaban anggaran tidak/kurang memadai;

o. Penggunaan anggaran tidak tepat sasaran/tidak sesuai peruntukan. Dari hasil pengendalian terkait pelaksanaan anggaran dengan item seperti tersebut di atas adalah sebagai berikut :

a. Dalam pelaksanaan pencairan kegiatan yang dilaksanakan, di PPN Pekalongan sudah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku dan disimpan sebagi bukti. Data dukung : SPJ pencairan kegiatan.

b. Tidak ada pekerjaan dilaksanakan mendahului kontrak atau

penetapan anggaran. Data dukung : Rekap pekerjaan atau kegiatan yang dilaksanakan sebelum DIPA ditetapkan (nihil);

c. Dalam pelaksanaan pengadaan barang pada Triwulan I Tahun 2020

ini dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Karena pengadaannya <Rp.200 juta, maka proses pengadaannya dengan pengadaan langsung. Data dukung : Kontrak/SPK;

d. Pada tahun 2020 ini tidak ada pemecahan kontrak untuk

menghindari pelelangan. Data dukung : Rekap Kontrak yang melalui proses lelang;

e. Tidak ada pelaksanaan lelang secara proforma, semua proses lelang dilakukan melalui SPSE. Data dukung : Screenshoot lelang Jetty/Gardu Pandang;

(25)

17

f. Bendahara penerima dalam pelaksanaan penyetoran hasil pungutan

PNBP disetorkan setelah adanya penyetoran dari petugas pemungut setoran PNBP atau dari pihak kedua. Sehingga Buku Kas Bendahara Penerima setiap bulan ditutup dengan kas Nihil, karena semua pendapatan telah disetor ke Kas Negara. Data dukung : LPJ Bendahara Penerima;

g. Dalam pertanggungjawaban UP dilakukan sesuai peraturan yang berlaku dan tidak melebihi batas waktu yang ditentukan. Data dukung : Pertanggungjawaban UP;

h. Pada pelaksanaan pengelolaan kas bendahara pengeluaran, setiap bulan telah dilakukan pemeriksaan kas tunai dan bank yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan kas dan Rekonsiliasi serta dilaporkan kondisi keuangan bendahara pengeluaran berupa Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran. Data dukung Berita Acara Pemeriksaan Kas dan Rekonsiliasi dan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara Pengeluaran.

i. Tanah seluas 4,7 hektar yang terletak di sebelah timur sungai sampai dengan Triwulan I Tahun 2020 sudah ada sertifikatnya. Data Dukung : Sertifikat tanah.

j. Dalam pelaksanaan revisi anggaran sudah sesuai peraturan tentang tata cara revisi anggaran pada Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. Jadi pelaksanaan revisi pada tahun 2020 sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. Data dukung : DIPA Revisi 1 Tahun 2020.

k. Pada Triwulan I Tahun 2020 tidak ada pembebanan anggaran yang

melampaui pagu yang ada, karena telah direvisi apabila ada pembebanan anggaran yang melebihi pagu, melalui revisi POK yang merupakan kewenangan KPA. Data dukung : Revisi Unggah POK ke Kanwil Ditjen Perbendaharaan;

l. Karena Anggaran yang didapatkan PPN Pekalongan berasal dari APBN, maka dalam pelaksanaannya mengacu pada ketentuan pelaksanaan APBN.

m.Dalam pelaksanaan pertanggungjawaban anggaran di PPN

Pekalongan ada pemisahan dengan tugas dan fungsi. Karena pertanggungjawaban anggaran disesuaikan dengan kegiatan yang ada di POK. Data dukung : SPJ sesuai rincian kegiatan yang ada di POK. n. Pemisahan antara tugas dan fungsi dengan pertanggungjawaban

anggaran sudah memadai untuk pelaksanaan di PPN Pekalongan. o. Dalam pelaksanaan anggaran , penggunaan anggaran yang ada sudah

sesuai peruntukan yang sudah ditetapkan dalam POK yang ada, sehingga tidak salah sasaran. Data dukung : SPJ sesuai dengan rincian kegiatan dalam POK.

(26)

18

Pengendalian rutin pelaksanaan anggaran pada Triwulan I Tahun 2020 ini secara rinci dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

4. Penerimaan Negara Bukan Pajak

Pengendalian rutin yang dilaksanakan oleh PPN Pekalongan adalah : a.Penerimaan negara atau denda keterlambatan pekerjaan belum/tidak

ditetapkan dipungut/diterima/disetor ke kas Negara; b.Penggunaan langsung terhadap penerimaan negara;

c.Penerimaan negara diterima atau digunakan oleh instansi yang tidak berhak;

d.Pengenaan tarif pajak/PNBP lebih rendah dari ketentuan;

e.Mekanisme pemungutan, penyetoran, dan pelaporan, serta

penggunaan Penerimaan negara tidak sesuai ketentuan.

Hasil dari pengendalian rutin terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Triwulan I Tahun 2020 ini adalah sebagai berikut :

a.Pada Triwulan I Tahun 2020 ini tidak ada denda keterlambatan, sehingga tidak ada penyetoran ke kas negara dan tidak ada keterlambatan.

b.Pungutan atas penerimaan negara di PPN Pekalongan tidak

digunakan langsung, namun disetorkan ke kas negara. Data dukung : Bukti setoran PNBP;

c.Penerimaan negara di PPN Pekalongan tidak digunakan oleh instansi lain, namun langsung disetorkan ke kas negara. Data dukung : Bukti setoran PNBP;

d.Pengenaan tarif PNBP di PPN Pekalongan tidak lebih rendah atau tinggi dari ketentuan, namun sesuai dengan peraturan yang ada yaitu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2015. Data dukung : Karcis/blanko pungutan.

e.Dalam rangka pelaksanaan pemungutan, penyetoran dan pelaporan

PNBP telah sesuai dengan peraturan dari Kementerian Keuangan. Data dukung : Bukti setor, Blanko/karcis/kontrak perjanjian dan LPJ Bendahara Penerima.

Pengendalian rutin Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Triwulan I Tahun 2020 ini secara rinci dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

5. Pengendalian Akuntansi dan Pelaporan

Pengendalian akuntansi dan pelaporan yang dilakukan

pengendaliannya adalah :

a.Pencatatan tidak/belum dilakukan atau tidak akurat; b.Proses penyusunan laporan tidak sesuai ketentuan; c.Entitas terlambat menyampaikan laporan;

(27)

19

d.Pelaporan tidak/belum mengacu pada kaidah-kaidah yang berlaku;

e.Pelaporan belum didukung SDM yang memadai;

f. Perhitungan penyusutan tidak sesuai ketentuan ;

g.Pengelolaan BMN termasuk persediaan belum dilakukan secara memadai.

Pada pengendalian rutin akuntansi dan pelaporan yang telah dilakukan oleh PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020 ini :

a.Dalam pencatatan pengelolaan keuangan di PPN Pekalongan telah dilakukan, dengan memanfaatkan aplikasi yang disediakan oleh kemenkeu (OM SPAN), rekonsiliasi internal telah dilakukan dan namun rekon eksternal (e-rekon) belum dapat dilaksanakan karena aplikasi e-rekon tahun 2020 belum dapat digunakan. Data dukung : sreenshoot rekap SPM dari aplikasi OM SPAN.

b.Dalam proses penyusunan laporan pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan proses sebelum dilaporkan ke luar, terlebih dahulu dilakukan rekonsiliasi internal dengan SIMAK BMN terkait barang persediaan dan aset bertambah serta dilakukan rekon eksternal (e-rekon) belum dapat dilaksanakan karena aplikasi e-rekon tahun 2020 belum dapat digunakan. Data dukung : BA rekonsiliasi antara SAIBA dan SIMAK BMN dan e-rekon;

c.Dalam penyampaian laporan pengelolaan keuangan pada PPN

Pekalongan sudah sesuai waktu yang ditentukan oleh peraturan yang ada, karena aplikasi OM SPAN yang digunakan adalah real time. Data dukung : daftar SPM/SP2D dari aplikasi OM SPAN.

d.Pelaporan pengelolaan keuangan pada PPN Pekalongan sudah sesuai kaidah-kaidah yang berlaku. Data dukung : Laporan SAKPA Semester 2 Tahun 2019 (Audited);

e.Belum semua SDM yang mengelola pelaporan keuangan sudah

mengikuti diklat ataupun bimtek terkait pelaporan keuangan. Data dukung : SK petugas pelaporan keuangan.

f. Pencatatan penyusutan telah dilakukan sesuai ketentuan karena menggunakan aplikasi SIMAK

g.Dalam pengelolaan BMN terutama barang persediaan, selama

Triwulan I Tahun 2020 ini telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan selalu dilakukan rekonsiliasi dengan SAKPA untuk pencatatannya dan telah dilakukan opname fisik barang persediaan setiap bulannya. Data dukung : BA Opname Fisik Barang dan Rekonsiliasi internal dengan SIMAK BMN;

Dalam pengendalian rutin terkait akuntansi dan pelaporan Triwulan I Tahun 2020 secara rinci dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

(28)

20

6. Pengendalian Kerugian Negara

Pengendalian kerugian negara yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Belanja atau pengadaan barang/jasa fiktif;

b. Rekanan pengadaan barang/jasa tidak menyelesaikan pekerjaan;

c. Kekurangan volume pekerjaan dan/atau barang;

d. Kelebihan pembayaran selain kekurangan volume pekerjaan

dan/atau barang;

e. Pemahalan harga (Mark up);

f. Penggunaan uang/barang untuk kepentingan pribadi;

g. Pembayaran honorarium dan/atau biaya perjalanan dinas ganda dan/atau melebihi standar yang ditetapkan;

h. Spesifikasi barang/jasa yang diterima tidak sesuai dengan kontrak; i. Belanja tidak sesuai atau melebihi ketentuan;

j. Penjualan/pertukaran/penghapusan aset negara tidak sesuai

ketentuan dan merugikan Negara;

k. Penyetoran penerimaan negara dengan bukti fiktif;

l. Kelebihan pembayaran dalam pengadaan barang/jasa tetapi

pekerjaan belum dilakukan sebagian atau seluruhnya;

m. Rekanan belum melaksanakan kewajiban pemeliharaan barang hasil

pengadaan yang telah rusak selama masa pemeliharaan; n. Aset dikuasai pihak lain;

o. Pembelian aset yang berstatus sengketa;

p. Pihak ketiga belum melaksanakan kewajiban untuk menyerahkan aset kepada Negara;

q. Pencairan anggaran pada akhir tahun anggaran untuk pekerjaan yang belum selesai.

Pengendalian rutin terkait kerugian negara telah dilakukan dengan hasil sebagai berikut :

a. Selama pelaksanaan belanja barang baik itu dengan melalui UP maupun kontraktual dilakukan dengan nyata tidak ada yang fiktif. Data dukung : kuitansi telah ditandatangani Penerima Barang dan BA Pemeriksa/Penerima Barang.

b. Selama pelaksanaan pengadaan barang, penyedia barang telah menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan masa pelaksanaan yang sudah disepakati dalam kontrak. Data dukung : BA. Serah Terima c. Dalam pelaksanaan pengadaan barang maupun jasa konstruksi,

tidak ada volume barang yang tidak sama dengan kontrak yang sudah disepakati. Data dukung : BA Pemeriksaan barang atau BAST. d. Dalam pelaksanaan pengadaan barang kontraktual tidak pernah pembayarannya melebihi dari kontrak dan tidak ada volume yang berkurang. Data dukung : BA. Pembayaran dan Karwas Kontrak

(29)

21

e. Tidak ada pemahalan harga pada kegiatan pengadaan barang/jasa

pada Triwulan I 2020;

f. Dalam pengelolaan keuangan di PPN Pekalongan tidak ada uang yang digunakan untuk kepentingan pribadi, karena pencairan anggaran sesuai dengan kegiatan yang dilakukan bukan untuk kepentingan pribadi perorangan. Data dukung : Kuitansi/SPJ;

g. Dalam pembayaran honorarium dilakukan sesuai SK. Kuasa

Pengguna Anggaran, dan tidak ganda. Dan perjalanan dinas pun dibayarkan sesuai dengan Surat Tugas dan pengeluaran yang dikeluarkan oleh yang melakukan perjalanan dinas secara riil dan nyata, sehingga tidak ada lagi ganda pertanggungjawabannya. Data dukung : SPJ honor, SPJ perjalanan dinas;

h. Selama pelaksanaan pengadaan barang pada PPN Pekalongan

barang yang diterima dari penyedia barang selama Triwulan I 2010 sudah sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak. Data dukung : BA pemeriksaan dan BAST;

i. Dalam pelaksanaan belanja yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang ada dan kebutuhan, sehingga tidak akan terjadi kelebihan atau berlebih yang signifikan. Data dukung : SPJ;

j. Sampai dengan Triwulan I Tahun 2020 penjualan/

pertukaran/penghapusan BMN tidak ada;

k. Penyetoran penerimaan di PPN Pekalongan dengan bukti yang sah,

karena sudah secara online dengan Billing dan baru setor ke kas negara melalui bank. Bukti : Billing dan bukti setor ke bank

l. Tidak ada kelebihan pembayaran dalam pelaksanaan anggaran baik

secara kontraktual maupun lewat UP. Dan dibayarkan setelah pekerjaan selesai. Data dukung : BA. Pembayaran

m. Pada Triwulan I Tahun 2020 ini hanya terdapat pengadaan langsung. Data dukung : Kontrak Pengadaan Langsung.

n. Aset PPN Pekalongan tidak ada yang dikuasai oleh instansi lain Data dukung : laporan SIMAK BMN semester 2 (Th. 2019)

o. Pada Tahun 2020, PPN Pekalongan tidak melakukan pembelian aset

yang bersengketa. Karena pekerjaan tahun 2020 baik fisik dan pengadaan barang berlokasi di pelabuhan sendiri;

p. Dalam pelaksanaan pengadaan barang, barang-barang yang sudah

diadakan semua sudah diserahkan kepada PPN Pekalongan sesuai BAST. Data Dukung : BAST dan Laporan BMN Semester 2 Tahun 2019;

q. Pada Tahun 2020 ini pekerjaan yang kontraktual telah diselesaikan sebelum jadwal akhir pencairan kontraktual, sehingga tidak ada pencairan akhir tahun untuk pekerjaan yang belum selesai.

(30)

22

Pengendalian kerugian negara secara lengkap dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

7. Pengendalian Kepegawaian

Dalam pengendalian kepegawaian yang dilakukan antara lain : a. Kedisiplinan pegawai dalam jam kerja;

b. Penempatan pegawai sesuai kompetensinya;

c. Rencana pengembangan pegawai;

d. Penerapan hukuman disiplin untuk pegawai;

e. Pelaksanaan tugas dan fungsi oleh pegawai sesuai dengan tugas yang dibebankan kepada pegawai;

Dari hasil pengendalian terhadap kepegawaian diperoleh hasil sebagai berikut :

a. Pegawai PPN Pekalongan telah disiplin terhadap jam kerja pada Triwulan I Tahun 2020 ini , sesuai ketentuan minimal jam kerja selama 37,5 jam dalam satu minggu. Data dukung : daftar Kehadiran (Januari-Maret 2020);

b. Dalam penempatan pegawai, telah dilakukan dengan dasar

Pendidikan dan kemampuan pegawai melaksanakan tugas yang diberikan. Data dukung : SK Pengangkatan PNS dan SKP pegawai; c. Dan untuk meningkatkan kompetensinya, telah diusulkan pelatihan

atau diklat untuk pegawai sesuai dengan diklat yang dibutuhkan. Data dukung : Usulan Diklat Pegawai Tahun 2020 dan Surat Tugas Diklat;

d. Pada Triwulan ini tidak ada pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin yang melanggar disiplin pegawai sesuai PP 53 Tahun 2010, yaitu meninggalkan jam kerja melebihi 37,5 jam. Data Dukung : Rekapitulasi daftar hadir (Januari-Maret 2020)

e. Dan pegawai PPN Pekalongan telah melaksanakan tugas dan

fungsinya sesuai dengan yang sudah dibebankan kepada setiap pegawai sesuai dengan SK Kepala PPN Pekalongan. Data dukung : Rekap Nilai SKP Pegawai (Periode Januari – Maret 2020)

Secara rinci pelaksanaan pengendalian rutin kepegawaian dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

8. Pengendalian Kinerja

Kinerja PPN Pekalongan Triwulan I Tahun 2020 merupakan laporan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang berbasis Balance Score Card (BSC) terhadap rencana kinerja (performance plan) Tahun 2020. Pada Tahun 2020 ini telah ditetapkan Kinerja PPN Pekalongan sesuai adalah 8 (delapan) sasaran strategis dan 16 indikator kinerja utama.

(31)

23

Dalam pelaksanaan pencapaian target IKU tersebut telah dilakukan pengendalian terhadap kinerja sebagai berikut :

a. Kesesuaian kegiatan dengan tugas dan fungsi pelabuhan perikanan; b. Kegiatan yang belum dilaksanakan dan melebihi batas waktu; c. Kegiatan yang tidak sesuai dengan tahapan jadwal yang sudah

ditetapkan;

d. Kegiatan yang tidak mencapai target kinerja yang ditetapkan;

e. Kegiatan yang menyimpang dalam pelaksanaannya, sehingga tidak

tercapai tujuannya.

Dalam pengendalian kinerja yang sudah dilakukan sesuai dengan item di atas, pada Triwulan I Tahun 209 ini mendapatkan hasil sebagai berikut :

a. Tidak ada kegiatan yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsi pelabuhan perikanan . Data dukung : Perjanjian Kinerja Tahun 2020 b. Pada Triwulan I Tahun 2020 kegiatan yang ada sudah dilakukan pemantauannya, baik itu bulanan maupun triwulanan : entry aplikasi kinerjaku

c. Untuk Triwulan I Tahun 2020 ini kegiatan yang dipantau triwulanan telah dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan. Data dukung : LKJ Triwulan I Tahun 2020

d. Untuk Triwulan I Tahun 2020, kegiatan telah mencapai taget yang sudah ditetapkan untuk Triwulan I Tahun 2020. Data dukung : LKJ Triwulan I Tahun 2020.

e. Tidak ada kegiatan yang menyimpang dilaksanakan, sehingga tujuan kinerja yang ditetapkan tercapai semua.

Secara lengkap pengendalian rutin terkait kinerja dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

3.2.2

Pengendalian Berkala

Pengendalian berkala merupakan sarana penyampaian informasi aktual mengenai kondisi beberapa aktifitas/kegiatan kepada pimpinan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan guna kegiatan pengendalian.

Adapun pengendalian berkala yang harus dilakukan adalah :

1. Pengendalian Kapasitas SDM Pengelola Keuangan

Pengendalian kapasitas SDM pengelola keuangan telah dilakukan dengan hasil, bahwa pengelola keuangan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. Pengelola keuangan telah mengikuti diklat keuangan dan berkompeten. Data dukung : Formulir Pengendalian Kapasitas Pengelola Keuangan

(32)

24

Dalam rangka pengendalian penyusunan anggaran yang dilakukan adalah kesesuaian kegiatan yang diusulkan dengan bagan akun standar, standar biaya masukan dan standar biaya lainnya yang dilakukan dengan surat pertanggungjawaban dari Kepala PPN Pekalongan terhadap biaya yang diusulkan selain yang sudah diatur oleh Kementerian Keuangan. Dari hasil pengendalian Triwulan I Tahun 2020 bahwa penyusunan anggaran sudah sesuai dengan kriteria di atas yaitu sesuai dengan bagan akun standar, standar biaya masukan yang sudah ditetapkan Kementerian Keuangan dan standar biaya yang lainnya yang sudah dapat dipertanggungjawabkan oleh Kepala Pelabuhan. Data dukung : Formulir Pengendalian Penyusunan Anggaran.

3. Pengendalian Pengadaan Barang/Jasa

Pada Triwulan I tahun 2020 ini PPN Pekalongan dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa, tidak ada yang dilakukan dengan proses lelang karena nilainya dibawah Rp.200 Juta. Semua proses pengadaan barang/jasa dengan nilai tersebut dilakukan dengan pengadaan Langsung. Data dukung : Formulir Pengendalian Barang/Jasa.

4. Pengendalian Barang Milik Negara

Pada pengendalian Barang Milik Negara yang dilakukan pada Triwulan I Tahun 2020 ini adalah terkait pemanfaatan BMN baik yang dikelola oleh pelabuhan perikanan sendiri maupun yang dimanfaatkan oleh pihak II dengan sewa. Data Dukung Formulir Pengendalian BMN

5. Pengendalian Penyelesaian Kerugian Negara

Tidak ada penyelesaian kerugian negara di PPN Pekalongan pada Triwulan I Tahun 2020. Data dukung : Formulir Pengendallian Penyelesaian Kerugian Negara

6. Pengendalian Penyerapan Anggaran

Dalam rangka pengendalian penyerapan anggaran yang dilakukan adalah dengan membandingkan target yang sudah ditetapkan dengan realisasi. Sampai dengan Triwulan I 20919 realisasi fisik telah mencapai 16,40% dan realisasi keuangan 16,40%. Data dukung : Laporan DA Triwulan I 2020.

3.2.3 Pengendalian dengan Pendekatan Manajemen Risiko

Pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko ini dilakukan apabila pengendalian secara rutin dan berkala tidak memadai dilaksanakan terkait dengan kegiatan yang kompleksitas dan kebijakan yang dalam implementasinya melibatkan pihak lain.

Pada Tahun 2020, yang dilakukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko adalah :

(33)

25

1. Kegiatan Kinerja, yaitu pencapaian Indikator Kinerja Utama.

Dalam mengevaluasi kinerja suatu satuan kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan, telah disusun evaluasi kinerja itu berbasis BSC. Dimana pengukuran kinerja berbasis BSC merupakan hasil suatu penilaian yang didasarkan pada capaian indikator kinerja utama (pencapaian output) yang telah diidentifikasikan untuk tercapainya sasaran strategis (pencapaian outcome). Sasaran Strategis (SS) tersebut kemudian dipetakan dalam suatu Peta Strategi berupa kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi organisasi. Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, tentunya akan melaksanakan pencapaian kinerja tersebut berdasarkan cascading dari Eselon I Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.

Pada awal Tahun 2020 telah ditetapkan IKU dan target yang harus dipenuhi oleh PPN Pekalongan. Agar target tersebut dapat tercapai, maka perlu adanya pengendalian yang memadai, sehingga risiko yang akan terjadi sudah bisa diidentifikasi dan diantisipasi. Sehingga tujuan kinerja dan target yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Dan untuk mengendalikan risiko yang sudah diidentifikasi dan faktor penyebabnya, maka perlu disusun kegiatan yang dapat mengendalikan risiko itu. Sehingga risiko tidak akan terjadi dan Indikator Kinerja Utama yang sudah ditetapkan targetnya dapat tercapai. Dari hasil identifikasi risiko yang akan terjadi pada pencapaian kegiatan kinerja ini, yaitu :

TABEL 1 HASIL IDENTIFIKASI RISIKO DAN FAKTOR PENYEBAB PADA

PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PPN PEKALONGAN

TAHUN 2020 No Kebijakan/ Aktivitas/ Kegiatan/ Risiko Teridentifikasi Faktor Penyebab 1 2 3 4 1 Jumlah Produksi Perikanan tangkap di PPN Pekalongan 1 Tidak tercapainya jumlah produksi Perikanan Tangkap di PPN Pekalongan sebesar 11.132 Ton 1.1 Adanya kebijakan pengukuran ulang kapal yang menyebabkan perpindahan WPP dari 713 ke 718 dan 573 1,2 Adanya pergeseran musim penangkapan di Triwulan I 2020 2 Nilai produksi Perikanan Tangkap di PPN Pekalongan 2 Tidak tercapainya Nilai produksi Perikanan Tangkap

2,1 Banyaknya ikan yang didaratkan dari kapal dibawah 30 GT yang

(34)

26 No Kebijakan/ Aktivitas/ Kegiatan/ Risiko Teridentifikasi Faktor Penyebab 1 2 3 4 sebesar Rp.111.320 Juta,-

harganya rendah (ikan Tembang)

2,2 Pasokan ikan dari WPP 718 yang harganya lebih rendah dibandingkan ikan yang berasal dari WPP 713 3 Nilai PNBP di PPN Pekalongan 3 Tidak tercapainya Nilai PNBP di PPN Pekalongan sebanyak 567 Juta 3,1 Tidak dibayarkannya sewa bangunan/lahan 3,2 Kapal keruk yang

merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk pencapaian target tidak ada penyewanya 4 Pelaksanaan

rencana aksi pengelolaan sumber daya ikan di Laut Pedalaman, Teritorial, dan Perairan Kepulauan di PPN Pekalongan 4 Tidak tercapainya Pelaksanaan rencana aksi pengelolaan sumber daya ikan di Laut Pedalaman, Teritorial, dan Perairan Kepulauan di PPN Pekalongan sebesar 100 persen

4,1 Tidak tersedianya data yang baik di 712 serta tercapainya pengelolaan RPP rajungan di Jawa Tengah 5. Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di PPN Pekalongan 5. Tidak tercapainya Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di PPN Pekalongan sebanyak 63 unit

5.1 Masih rendahnya tingkat kepatuhan/kepedulian pemilik kapal/nahkoda dalam melakukan pencatatan dan pelaporan melalui logbook penangkapan ikan 5.2 Keterbatasan pengetahuan nelayan dan nahkoda dalam mengisi logbook penangkapan ikan 6 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Pekalongan 6. Tidak Tercapainya Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara di PPN Pekalongan sebesar 80%

6,1 Keaktifan operator PIPP kurang optimal dalam melakukan entry data 6,2 Terdapat salah satu

kegiatan operasional tidak terlaporkan

(35)

27 No Kebijakan/ Aktivitas/ Kegiatan/ Risiko Teridentifikasi Faktor Penyebab 1 2 3 4 7 Jumlah perjanjian kerja laut (PKL) yang diterapkan di PPN Pekalongan 7. Tidak tercapainya Jumlah perjanjian kerja laut (PKL) yang diterapkan di PPN Pekalongan sebanyak 50 orang 7,1 Kurangnya pemahaman pelaku usaha, awak kapal, stakeholder dan Asosiasi Perikanan tentang pentingnya penerapan Perjanjian Kerja Laut (PKL) bagi awak kapal perikanan 8 Jumlah awak kapal

perikanan yang tersertifikasi berdasarkan keahlian dan ketrampilan di PPN Pekalongan 8 Tidak tercapainya Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi berdasarkan keahlian dan ketrampilan di PPN Pekalongan sebanyak 40 orang

8,1 Tidak semua awak kapal perikanan ataupun pemilik kapal datang pada kegiatan sosialisasi, sehingga informasi tidak tersampaikan dengan baik

8,2 Tidak semua awak kapal perikanan ataupun pemilik kapal memahami pentingnya sertifikasi awak kapal 9 Permesinan kapal perikanan yang tersertifikasi berdasarkan keahlian dan ketrampilan di PPN Pekalongan 9 Tidak tercapainya Permesinan kapal perikanan yang tersertifikasi berdasarkan keahlian dan ketrampilan pada 1 lokasi yaitu di PPN Pekalongan 9,1 Kurangnya pemahaman awak kapal terhadap permesinan kapal perikanan yang

tersertifikasi berdasarkan keahlian dan ketrampilan di PPN Pekalongan 10 Penyampaian informasi perizinan pusat-daerah PPN Pekalongan 10 Tidak tercapainya Penyampaian informasi perizinan pusat-daerah PPN Pekalongan sebesar 100 persen

10,1 Tidak semua pemilik kapal datang pada kegiatan Sosialisasi Penyampaian informasi perizinan pusat – daerah, sehingga informasi tidak tersampaikan dengan baik

(prosedur/mekanisme proses perizinan) 10,2 Tidak semua awak kapal

perikanan ataupun pemilik kapal memahami mekanisme perizinan 11 Nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di PPN Pekalongan 11 Tidak tercapainya jumlah Nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di PPN 11,1 Nelayan kurang mendapat informasi terkait fasilitasi kredit perikanan di PPN Pekalongan

(36)

28 No Kebijakan/ Aktivitas/ Kegiatan/ Risiko Teridentifikasi Faktor Penyebab 1 2 3 4 Pekalongan sebanyak 50 orang

11,2 Pihak Bank belum banyak yang bekerja sama dengan PPN Pekalongan terkait fasilitasi kredit perikanan untuk nelayan 12 Indeks profesionalitas ASN lingkup PPN Pekalongan 12 Tidak tercapainya Indeks profesionalitas ASN lingkup PPN Pekalongan sebesar 72

12,1 Tidak adanya SDM yang melakukan pengembangan diri dengan melanjutkan pendidikan formal, mengikuti diklat pengembangan kompetensi dan peningkatan prestasi 12,2 Adanya pegawai yang

dijatuhi hukuman disiplin

13 Nilai Wilayah Bebas dari korupsi (WBK) PPN Pekalongan

13 Tidak tercapainya Nilai Wilayah Bebas dari korupsi (WBK) PPN Pekalongan sebesar 75

13,1 Tidak terpenuhinya salah satu atau sebagian dokumen WBK yang dipersyaratkan 13,2 Kurangnya pengetahuan SDM terhadap dokumen WBK yang dipersyaratkan 14 Presentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN Pekalongan 14 Tidak tercapainya Presentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup PPN Pekalongan sebesar 100 %

14,1 Tidak terpenuhinya salah satu atau sebagian dokumen AKIP yang dipersyaratkan 14,2 Kurangnya pengetahuan SDM terhadap dokumen AKIP yang dipersyaratkan 15 Presentase pemenuhan dokumen maturitas SPIP PPN Pekalongan 15 Tidak tercapainya Presentase pemenuhan dokumen maturitas SPIP PPN Pekalongan sebesar 100 %

15,1 Tidak terpenuhinya salah satu atau sebagian dokumen SPIP yang dipersyaratkan 15,2 Kurangnya pengetahuan SDM terhadap dokumen AKIP yang dipersyaratkan 16 Nilai kinerja anggaran lingkup PPN Pekalongan 16 Tidak tercapainya Nilai kinerja anggaran lingkup PPN Pekalongan sebesar 88 16,1 Tidak konsisten penarikan dana terhadap rencana penarikan dana dalam DIPA awal maupun revisi 16,2 Kurang efisien dalam

(37)

29

Dari hasil identifikasi risiko tersebut pada tabel di atas telah dilakukan persepsi terhadap risiko yang ada dan hasil perhitungan tersebut telah dinilai mana yang perlu dilakukan pemantauan agar tidak terjadi risiko. Secara rinci dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

Dan pemantauan yang akan dilaksanakan dan jadwal pelaksanaan juga dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

Sedangkan pemantauan yang sudah direncanakan juga dapat dilihat pada lampiran laporan ini.

Dari hasil evaluasi Triwulan I Tahun 2020, hanya beberapa risiko yang akan dipantau atau ditindaklanjuti, karena merupakan akhir dari pencapaian target Indikator Kinerja Utama yang sudah disepakati dengan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap.

2. Pelaksanaan Anggaran

Dalam rangka pelaksanaan anggaran perlu dilakukan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko karena bersifat komplek mulai dari pelaksanaan, evaluasi sampai ke pelaporan yang perlu berpedoman pada peraturan Kementeria Keuangan. Adapun Kegiatan dan risiko yang timbul pada kegiatan pelaksanaan anggaran adalah :

TABEL 2 HASIL IDENTIFIKASI RISIKO DAN FAKTOR PENYEBAB PADA

PELAKSANAAN ANGGARAN PPNPEKALONGAN TAHUN 2020

No Kebijakan/ Aktivitas/ Kegiatan/ Risiko Teridentifikasi Faktor Penyebab 1 2 3 4 1 Pelaksanaan Anggaran 1

Perencanaan Kas yang lemah

1.1 ROK tidak dijadikan dasar pencairan

1.2 ROK dibuat tidak memperhitungkan ketepatan kegiatan yang akan dilakukan 2 Pengisian kuitansi tidak lengkap 2.1 Pelaksana kurang memahami pentingnya kelengkapan isian kuitansi

Dari hasil identifikasi risiko terhadap pelaksanaan anggaran telah dilakukan pemetaan risiko dan rencana pemantauannya pada Triwulan I Tahun 2020 yang dapat dilihat pada lampiran laporan ini. Namun dalam pelaksanaannya antara risiko yang timbul dan rencana pemantauan kadang terjadi kendala, apabila terjadi kendala, akan dievaluasi kembali agar risiko tidak terjadi. Dan hasil pemantauan tersebut dipakai sebagai bahan evaluasi sebelum habis masa tahun anggaran di bulan Desember 2020. Pemantauan terhadap kesesuaian

Referensi

Dokumen terkait

Laporan SPIP Triwulan I Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Pengendalian

Dalam reformasi di bidang keuangan negara, perubahan yang signifikan adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintahan. Perubahan di bidang akuntansi pemerintahan ini sangat

Tabel 10. Pada hampir semua kondisi atau kelompok perlakuan, rataan nilai transaksi yang terjadi dari seluruh ulangan mengalami penurunan setelah redenominasi

Puji syukur kehadirat Allah subhanahuwata’ala (SWT), yang senantiasa melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya

Jenis penelitian yang dila- kukan adalah penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui signifikansi perbedaan prestasi belajar IPA di antara siswa yang diajar dengan

peralatan yang tersedia masih kurang, 6) tingkat pendidikan tim Rescue masih rendah. Solusi yang telah dilakukan oleh pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota

Dalam hal ini lapisan dinding hanya akan berpengaruh sedikit terhadap distribusi lateral dari tekanan suara, dan jenis gelombang tidak akan sangat berbeda dengan

[r]