• Tidak ada hasil yang ditemukan

Corporate Responsibility 15 September 2014 S1 PRASETIYA MULYA BUSINESS SCHOOL,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Corporate Responsibility 15 September 2014 S1 PRASETIYA MULYA BUSINESS SCHOOL,"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Corporate Responsibility

15 September 2014

S1

PRASETIYA MULYA

(2)
(3)

DEFINISI CSR

Tanggung jawab sosial suatu organisasi adalah

memaksimumkan pengaruh-pengaruh positif

dan meminimumkan pengaruh negatif terhadap

masyarakat.

Social responsibility is an organization’s

obligation to maximize its positive impacts and

minimize it’s negative impacts in the society.

(4)

Company

Society

CSR definition:

Corporate social responsibility is the duty a corporation has to create wealth by using means that avoid harm to, protect or

enhance societal assets

B u s i n e s s E t h i c s P r e s e n t a t i o n

CSR

B u s i n e s s E t h i c s P r e s e n t a t i o n

CSR

CSR

(5)

CSR DEFINITION

Social responsibility: the adoption by a business of a strategic focus for fulfilling the economic, legal, ethical, and philanthropic responsibilities expected of it by its stakeholders

(6)

PERKEMBANGAN DARI TANGGUNG

JAWAB SOSIAL ORGANISASI

(7)

THE CLASSICAL MODEL OF

CORPORATION SOCIAL

RESPONSIBILITY

Pandangan ini berakar pada teori ekonomi

pasar bebas.

Milton Friedman, Pemenang hadiah Nobel

Ekonomi:

“[In a free economy], there is one and only one social responsibility of business – to use its

resources and engage in activities designed to increase its profits so long as it stays within the rules of the game…”

“Stock holders are entitled to their profit as a result of a contract among corporate stakeholders”

(8)

KRITIK TERHADAP TEORI EKONOMI KLASIK

•Maksimasi profit tidak bisa dilaksanakan karena ada hukum yang membatasi

•Maksimasi profit tidak selalu bisa memberikan manfaat kepada semua pihak

•Pasar bebas tidak selalu dapat memuaskan konsumen •Ada situasi market failure seperti faktor eksternalitas, barang2 publik, yang belum dapat dinilai secara uang. •Ada individu2 yang mengejar kepentingan pribadi yang dapat mencelakakan orang lain.

(9)

THE MORAL MINIMUM

Normal Bowie: mengejar keuntungan

dibatasi oleh kewajiban mentaati suatu

moral minimum

Semata mata tunduk hukum tidak cukup

bagi bisnis yang secara ethis bertanggung

jawab.

(10)

THE STAKEHOLDER THEORY

Setiap bisnis mempengaruhi ber-macam2

orang/kelompok –dapat menguntungkan

dan juga dapat menimbulkan biaya bagi

yang

Teori “ Stakeholder” menolak anggapan

bahwa investor menjadi perhatian utama

dalam keuntungan perusahaan.

3-10

(11)

THE STAKEHOLDER THEORY

William Evans and R. Edward Freeman:

Teori

Narrow and Broad Stakeholder

◦ Sempit/ Narrowly: Suatu pemangku

kepentingan adalah setiap kelompok yang vital bagi keberlangsungan hidup dan sukses suatu organisasi.

◦ Luas/Broadly: Suatu pemangku kepentingan adalah setiap kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh organisasi

(12)

THE STAKEHOLDER THEORY

Teori Stakeholder menuntut manajemen

untuk menyeimbangkan kepentingan ethis

dari pihak2 terkait

Teori Stakeholder menuntut manajemen

mempertimbangkan akibat dari

keputusannya untuk kebaikan dari semua

pemangku kepentingan.

3-12

(13)

TEORI PEMANGKU KEPENTINGAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS:

Untuk menyeimbangkan kepentingan2 dari pemangku kepentingan utama dari organisasi

Evan & Freeman

Treat stakeholder interest as equal

Kenneth E. Goodpaster

Managers have fiduciary duties to

stockholders but only non fiduciary duties to other stakeholders.

Fiduciary duties are characterized as the

duties that agents have to principals the agent is to act in the best interest of the principle.

(14)

STAKEHOLDER AND ISSUES

MANAGEMENT APPROACH

FIRM Employees Owners Suppliers Trade Associations Competitors Society Government Foreign Government CUSTOMERS

Adapted from Weiss, 2009

Unions Financial Society

Activist Group Environment

(15)

PRIMARY VS SECONDARY

STAKEHOLDER GROUPS

FIRM OWNERS CUSTOMERS EMPLOYEES SUPPLIERS SPECIAL- INTEREST GROUPS CONSUMER GROUPS ENVIRONMENTAL GROUPS SOCIETY AT LARGE MEDIA LOCAL COMMUNITY GROUPS SECONDARY STAKEHOLDERS PRIMARY STAKEHOLDERS GOVERNMENT

(16)

SOCIAL RESPOSIBILITY

CONTINUUM

Minimal Strategic

Economic and legal

considerations focusing on contractual stakeholders

Economic, legal, ethical and philanthrophic consideration focusing on all stakeholders

(17)

PHILANTROPIC RESPONSIBILITIES

The corporation’s active involvement in activities that promote human welfare

ETHICAL RESPONSIBILITIES

Be ethical, obligation to do what is right and fair. Avoid harm

LEGAL RESPONSIBILITIES

Carry out its work in accordance with the law and government regulation

ECONOMIC RESPONSIBILITIES

(making acceptable profit)

(18)

???

(19)

Arguments For Social Responsibility

• Public Expectations • Long run Profits • Ethical Obligation • Better Environment

• Discouragement of further government regulation • Balance of responsibility and power

• Stakeholder interest

(20)
(21)

CSR in Indonesia

Dalam

Pasal 15 huruf b UU 25/2007

diatur bahwa ]

setiap penanam modal wajib melaksanakan TJSL.

Yang dimaksud dengan TJSL adalah tanggung jawab

yang melekat pada setiap perusahaan penanaman

modal untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi,

seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma,

dan budaya masyarakat setempat.

(22)

Jika penanam modal tidak melakukan

kewajibannya untuk melaksanakan TJSL,

maka berdasarkan

Pasal 34 UU 25/2007

,

penanam modal dapat dikenai sanksi

adminisitatif berupa:

a. peringatan tertulis;

b. pembatasan kegiatan usaha;

c. pembekuan kegiatan usaha dan/atau

fasilitas penanaman modal; atau

d. pencabutan kegiatan usaha dan/atau

fasilitas penanaman modal.

(23)

Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang

Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan

Hidup

(“UU 32/2009”)

Berdasarkan

Pasal 68 UU 32/2009

, setiap orang

yang melakukan usaha dan/atau kegiatan

berkewajiban:

a. memberikan informasi yang terkait dengan

perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

secara benar, akurat, terbuka, dan tepat waktu;

b. menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup;

dan

c. menaati ketentuan tentang baku mutu

(24)

CSR

ISO 26000

Guidance standard on social Responsibility

•Pengembangan masyarakat •Konsumen

•Praktek kegiataninstitusi yang sehat

•Lingkungan

•Ketenagakerjaan •Hak asasi manusia

(25)

Principles of CSR

In the area of human rights:

 Support and respect the protection of internationally

proclaimed human rights

(26)

In area of labor

• Uphold the freedom of association and the effective recognition of the right to collective bargaining.

• Eliminate all forms of forced and compulsory labor • Work for the effective abolition of child labor.

• Eliminate discrimination in respect of employment and occupation.

(27)

In the area of environment

 Support of precautionary approach to

environmental challenges.

 Undertake initiatives to promote greater

environmental responsibility.

 Encourage the development and diffusion of

environmentally friendly technology.

(28)

In the area of consumers

 Provide good quality products/ services  Provide necessary product information  Product safety

 Product warranty

 Products withdrawal if endangered consumers

(29)

In the area of organizational governance

 Conform to the law, regulation and international

norms  Transparency  Accountability  Responsibility  Integrity  Fairness

Principles of CSR

Referensi

Dokumen terkait

Suku kata pertama dibentuk dari tiga huruf pertama komponen kata ‘Pemerintah’ dan suku kata kedua dibentuk dari tiga huruf pertama komponen kata ‘Kota’.Penulisan akronim

Hambatan tersebut dapat berupa stress psikologis yang disebabkan oleh waktu bekerja, berkurangnya waktu untuk pelekatan menyusui dengan bayi, tidak tersedia tempat

Molekul volatil: CO2, HCN dan keton  ekskresi melalui sistem pernafasan Garam dan senyawa lain berlebih  keringat. Senyawa/bahan terlarut fungsi ginjal

Secara umum, kondisi keuangan di Nagari Kunangan Parik Rantang tiga tahun terakhir ini (2013-2015) terus mengalami peningkatan, baik itu dari segi Pendapatan Asli

Melalui rentangan waktu dalam jejak perjalanan hingga lahirnya karya tulis ini, penulis dengan sikap yang jujur juga telah berhasil mengangkat persoalan yang sangat urgen dan

Penelitian ini dilakukan di LAZ PT Semen Padang dnagan tujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pelaksanaan dari pengelolaan serta pengunaan dana yang

Berdasarkan pada tujuan penelitian di atas, maka dapat dirumuskan bahwa manfaat teoritis penelitian ini adalah hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu

transaksi sewa menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah