• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan-tantangan yang harus diatasi oleh evaluator meliputi :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tantangan-tantangan yang harus diatasi oleh evaluator meliputi :"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Para operator saluran utama memiliki tugas yaitu menyalurkan debit aliran air di titik penyadapan spesifik (off takes) dengan tingkat layanan yang tinggi. Layanan digambarkan dalam RAP dengan 3 indeks:

1. Kemudahan (Flexibility), terdiri dari  Frekuensi

 Debit aliran  Durasi

2. Ketepatan jumlah & waktu /keterandalan (Reliability) 3. Keadilan (Equity)

Evaluator harus memperhatikan bahwa salah satu tujuan utama RAP adalah untuk mengidentifikasi apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja proyek. Oleh karena itu, seorang evaluator harus memeriksa bangunan-bangunan kunci/penting sepanjang saluran, mulai dari sumber, dan terus berlanjut ke semua ujung hilir saluran (downstream end).

Tantangan-tantangan yang harus diatasi oleh evaluator meliputi :

1. Otoritas proyek untuk waduk, pemeliharaan waduk, daerah aliran sungai, dan politik. yang perlu diperhatikan tentang waduk adalah (a) daya tampungan (storage), dan (b) bagaimana debit aliran air dihitung ditentukan dan diukur

2. Evaluator hanya perlu memeriksa bagian saluran dekat bangunan utama. Meskipun, daerah sepanjang saluran mungkin identik, tetapi secara umum ada perbedaan secara signifikan dalam hal pemeliharaan, kemiringan, bangunan, dan lain-lain sepanjang saluran.

3. Terdapat kunjungan lapang.

Selain tantangan diatas terdapat tantangan lain yang mucul dari pemilihan saluran yang harus dikunjungi. Terkadang, sebuah proyek mempunyai 2 saluran utama atau lebih, dan banyak saluran “sekunder (second level)”. Tiap saluran utama memiliki beberapa tantangan teknis hidraulika yang spesifik. Sebuah saluran, terkadang memiliki kendala penyempitan di persimpangan sungai dan sebuah saluran lainnya mungkin memiliki suatu masalah. Jika evaluator RAP dapat memberikan rekomendasi yang bagus untuk masalah-masalah hidraulika yang spesifik tersebut (yang tidak tercakup khususnya dalam formulir RAP), kredibilitas evaluator tersebut akan meningkat dan rekomendasi-rekomendasi RAP akan mempunyai peluang lebih bagus untuk diterima. RAP memerlukan evaluator yang dapat melihat jauh dari sekedar bagian-bagian individu. RAP memerlukan evaluator yang dapat memvisualisasikan bagaimana

(2)

bagian-bagian tersebut dapat dimanipulasi dan diatur kembali sebagai bagian dari sebuah proses lengkap yang memberikan layanan yang baik dan efisiensi yang tinggi.

Lembar Kerja 9. Saluran Sekunder (Second Level Canals)

Saluran Sekunder adalah saluran-saluran yang menerima air dari Saluran Utama. Secara umum, Saluran Sekunder dioperasikan secara berbeda dengan Saluran Utama (primer).

Lembar Kerja 10. Saluran Tersier (Third Level Canals)

Lembar kerja ini tidak perlu diisi, karena dalam banyak proyek berukuran menengah, “Saluran Tersier” tidak ada.

Lembar Kerja 11. Penyaluran Akhir (Final Deliveries)

Ada dua nilai yang dipertimbangkan dalam workshop ini, yaitu Satuan Petak Individu dan nilai tentang Perubahan Manajemen. Satuan petak individu adalah unit terkecil yang dimiliki oleh seorang individu (jika kepemilikan pribadi diakui) atau yang dikelola oleh seorang petani, pada titik ini tidak diperlukan kerja sama diantara para petani. Sedangkan Nilai Perubahan Manajemen adalah nilai “lepas tangan” antara pekerja yang dibayar dan sukarelawan atau petani.

Ada 2 indikator penting dalam otoritas irigasi :

1) Jumlah lahan usahatani (Satuan Petak Kepemilikan Individu) di bagian hilir tentang Perubahan Manajemen. Semakin banyak jumlah lahan usahatani, maka akan semakin buruk ketepatan (reliability), keadilan (equity), serta kemudahan (flexibility) pelayanan penyaluran air serta mengindikasi bahwa irigasi tetes dan irigasi curah hampir tidak mungkin didukung. 2) Jumlah titik penyadapan (turnout) yang dioperasikan per petugas. Ini jauh lebih bermanfaat

dari pada“jumlah petani per petugas,” karena petugas mungkin tidak pernah menyediakan air secara langsung ke petani

Lembar Kerja 12. Indikator Internal (Internal Indicators) Lembar kerja ini berisi 3 tipe nilai:

1. Ringkasan beberapa sub-indikator internal yang dinilai dalam workshop sebelumnya yang kemudian dihitung bobot nilai untuk masing-masing Indikator Primer. Shaded di sebelah kanan memberikan informasi mengenai nilai, faktor pembobotan, dan lokasi lembar kerja

(3)

untuk rincian kriteria pemberian angka Sub-Indikator. Seluruh nilai ini diberi angka 0-4, dengan 4 sebagai tertinggi dan yang paling diinginkan.

2. Sub-Indikator dan Indikator Primer, nilai-nilai yang dimasukkan secara langsung ke lembar kerja ini. Nilainilai ini adalah Indikator I-32, I-33, dan I-34. Seluruh nilai ini memiliki angka 04.

3. Beberapa Indikator (I-35+) yang tidak sesuai dengan skala nilai 0-4. Indikator ini adalah perbandingan langsung nilai-nilai atau nilai-nilai individual yang memiliki makna signifikan dan khusus.

Lembar Kerja 13. Indikator IPTRID

Lembar kerja ini didesain untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk upaya dalam acuan (Benchmarking) IPTRID secara global. Upaya tersebut terfokus pada indikator-indikator eksternal – perbandingan pemasukan (input) dan pengeluaran (output).

Lembar kerja ini pertama-tama menyediakan “Item Data” yang telah diminta oleh IPTRID dalam “Guidelines for Benchmarking Performance in the Irrigation and Drainage Sector” Desember 2000. Sebagian nilai berisi perhitungan nilai-nilai Indikator, dengan menggunakan “Item Data” tersebut.

1. Penyaluran air irigasi permukaan Tahunan per unit area pelayanan = Total annual volume of irrigation water inflow

Total command area serviced by the system = Total volume pemasukan air irigasi tahunan

Total area pelayanan system

Di mana “total annual volume of irrigation water” (total volume air irigasi tahunan) meliputi air permukaan dan pemompaan dari equifer, namun tidak termasuk penyaluran dari drainase (internal).

2. Penyaluran air irigasi tahunan per unit area yang diirigasi

Hal ini sama dengan nilai sebelumnya, tetapi didasarkan pada area yang diairi (termasuk lahan yang ditanam dua kali), bukannya berdasar area pelayanan.

(4)

=

Total annual volume of irrigation water inflow Total annual irrigated crop area

= Tolol volume pemasukan air irigasi tahunan Total area tanam yang teririgasi tahunan

= RAP 9 10,000 1,000,000 DI 2 + RAP 31 Rap 15 DI 4        

3. Efisiensi penyaluran air, %

Ini dikenal juga sebagai “efisiensi penyaluran,” dan merupakan sebuah nilai yang disediakan oleh otoritas proyek. Secara umum, terdapat interval kepercayaan yang besar di sekitar angka-angka tersebut (lihat lembar kerja 4. Indikator Eksternal).

4. Suplai Air Relatif Tahunan (RWS)

RWS Tahunan =

Total annual volume of total water supply Total annual volume of crop water demand

= Total volume tahunan dari suplai air Total volume kebutuhan air tanaman

Persamaan ini sama dengan ET seluruh kebutuhan tanaman, ditambah perkolasi yang hilang untuk padi. Oleh karena itu,

RWS tahunan = DI 5 DI 19

(5)

5. Suplai Air Irigasi Relatif Tahunan ( Relative Irrigation Water Supply- RIS )

RIS Tahunan =

Annual volume of irrigation water inflow Total annual volume of crop irrigation demand

Volume Pemasukan Air Irigasi Tahunan =

Total volume kebutuhan irigasi tanaman tahunan

Di mana volume air irigasi pemasukan per tahun mencakup seluruh air yang dialihkan/ disalurkan atau dipompa, namun tidak termasuk penyaluran drainase internal.

Sekali lagi, “kebutuhan irigasi tanaman” sebagaimana yang dihitung di sini tidak termasuk perkolasi padi. Oleh karena itu,

RIS Tahunan =

DI 2 + RAP 9 DI 19

6. Kapasitas Penyaluran Air ( Water Delivery Capacity )

Kapasitas Penyaluran Air =

Canal capacity to deliver water at the system head Peak irrigation water consumptive demand

= Kapasitas saluran untuk menyalurkan air di sistim utama Puncak Kebutuhan konsumtif air irigasi puncak

= DI 8 DI 9

(6)

di mana nilai-nilai tersebut adalah debit aliran.

7. Keamanan hak atas suplai ( Security of Entitlement Supply ), % yang diterima

Ini sama dengan DI 10a . Nilai diberikan di kantor untuk digunakan.

8. Rasio Pengembalian Biaya ( Cost Recovery Ratio -CRR )

CRR =

Gross revenue collected from users (DI 12)

Total management, operation and maintenance cost (DI 13)

= Pendapatan kotor dari penarikan biaya dari para pengguna (DI 12) Total biaya manajemen, operasi dan pemeliharaan (DI 13)

9. Rasio biaya pemeliharaan dibanding pendapatan ( Maintenance Cost to Revenue

Ratio-MCRR )

MCRR =

Total expenditure on system maintenance (DI 14) Total revenues collected from water users (DI 12)

= Total pengeluaran untuk pemeliharaan sistim (DI 14)

Total pendapatan dari penarikan biaya para pengguna (DI 12)

10. Total biaya MOM per unit area (US$/ha)

MOM/Area =

Total management, operation and maintenance cost (DI 13) Command area (DI 3)

(7)

= Total biaya manajemen, operasi dan pemeliharaan (DI 13) Area pelayanan (DI 13)

11. Total biaya per petugas dalam penyaluran air (US$/orang)

Total biaya/orang =

Total personnel cost (DI 15) Total number of personnel (DI 16)

= Total biaya petugas Total jumlah petugas

12. Kinerja pengumpulan pendapatan (Revenue Collection Performance-RCP)

RCP =

Gross revenue collected (DI 12) Gross revenue invoiced (DI 17) = Pendapatan kotor terkumpul Pendapatan kotor yang ditagihkan

Referensi

Dokumen terkait

Transpor total massa air hasil pengukuran ADCP di daerah aliran masuk (utara Selat Lombok) pada Musim Timur mencapai 3,01 Sv.. Nilai volume transpor pada lapisan permukaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sifat fisika tanah ( bobot volume, total ruang pori, pori aerase, pori drainase lambat, pori air tersedia, permeabilitas, agregasi

Optimalisasi nilai rata-rata efesiensi total perbandingan volume kebutuhan air terhadap volume air intake pada daerah Irigasi Jambo Aye adalah 81% dan Alue Ubay 69%, ini

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sifat fisika tanah ( bobot volume, total ruang pori, pori aerase, pori drainase lambat, pori air tersedia, permeabilitas, agregasi

• Jumlah atau volume aliran permukaan menyatakan total volume air untuk suatu masa hujan atau masa tertentu dinyatakan dalam mm atu m 3.. Laju aliran permukaan

Total keperluan air irigasi dengan menggunakan asumsi efisiensi lapangan 70% dan efisiensi penyaluran 80%., maka dapat dihitung kapasitas pompa yang diperlukan pada berbagai

Jumlah curah hujan merupakan volume air yang terkumpul di permukaan bidang datar dalam suatu periode tertentu harian, mingguan, bulanan, atau tahunan, dalam suatu DAS pos pengamat yang