• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK KORELASI ANTARA KETEBALAN LEMAK EPIKARDIUM DAN TUNIKA INTIMA-MEDIA ARTERI KAROTIS REMAJA OBES USIA TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK KORELASI ANTARA KETEBALAN LEMAK EPIKARDIUM DAN TUNIKA INTIMA-MEDIA ARTERI KAROTIS REMAJA OBES USIA TAHUN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

KORELASI ANTARA KETEBALAN LEMAK EPIKARDIUM DAN TUNIKA INTIMA-MEDIA ARTERI KAROTIS

REMAJA OBES USIA 11-15 TAHUN

Peningkatan prevalens obesitas pada remaja berhubungan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular. Ketebalan tunika intima-media arteri karotis (TIMAK) dan lemak epikardium merupakan penanda yang dianggap mampu mencerminkan lemak viseral tubuh dan berperan sebagai prediktor risiko gangguan kardiometabolik yang dapat diperiksa sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan korelasi ketebalan lemak epikardium dengan TIMAK pada remaja obes usia 11 sampai 15 tahun.

Penelitian potong lintang ini melibatkan 82 remaja obes usia 11 sampai 15 tahun yang direkrut secara konsekutif di poliklinik anak RSUP Sanglah dan beberapa sekolah menengah pertama (SMP) se-wilayah kotamadya Denpasar, sejak Nopember 2016 sampai April 2017. Pengukuran ketebalan lemak epikardium dan TIMAK menggunakan ekokardiografi pada tampilan parasternal short axis (PSAX). Analisis korelasi 2 arah antara ketebalan lemak epikardium dan TIMAK menggunakan uji korelasi Spearman.

Delapan puluh dua subjek yang dianalisis memiliki rerata IMT 31,49 Kg/M2, dan Zscore IMT/U 2,71 . Median dari ketebalan lemak epikardium dan TIMAK pada subjek adalah 3,11 (minimum 1,27; maksimum 9,76) mm dan 0,57 (minimum 0,33; maksimum 0,80) mm. Terdapat korelasi positif lemah yang bermakna antara ketebalan lemak epikardium dan TIMAK (r =0,221; p=0,046).

Ketebalan lemak epikardium berkorelasi positif secara bermakna terhadap TIMAK pada remaja obes usia 1 sampai 15 tahun dengan kekuatan korelasi lemah. Kata kunci: remaja obes, lemak epikardium, tunika intima-media arteri karotis

(2)

ABSTRACT

CORRELATION BETWEEN EPICARDIAL FAT AND CAROTID INTIMA-MEDIA THICKNESS

IN OBESE ADOLESCENTS AGED 11 TO 15 YEARS OLD

The increasing prevalence of obesity in adolescence is linearly related to cardiovascular disorder risk. Epicardial fat and carotid intima-media thickness (CIMT) are markers that probably could reflect the visceral fat and play role as predictors of cardiometabolic disorder risk which can be examined at an early age. The aim of this study was to determine the correlation between epicardial fat and CIMT in obese adolescents aged 11 to 15 years old.

This cross sectional study involved 82 obese adolescents aged 11 to 15 years old who consecutively recruited from Sanglah Hospital outpatient clinic and several junior high schools in Denpasar within period of November 2016 to April 2017. Epicardial fat and CIMT were measured using echocardiography with parasternal short axis (PSAX) view. The two-way correlation analysis between epicardial fat and CIMT was measured using Spearman correlation test.

Eighty two subjects had means of BMI 31.49 Kg/M2 and Zscore BMI/age 2.71. The median of epicardial fat thickness and CIMT were 3.11 (minimum 1.27; maximum 9.76) mm and 0.57 (minimum 0.33; maximum 0.80) mm. There was a significant weak positive correlation between epicardial fat thickness and CIMT (r =0.221; p=0.046).

Epicardial fat thickness had a weak significant positive correlation to CIMT in obes adolescents aged 11 to 15 years old.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM……….…… i

LEMBAR PRASYARAT GELAR……….…… ii

LEMBAR PENGESAHAN……….…… iii

LEMBAR PENGUJI………..……….…… iv

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT…...……….…… v

UCAPAN TERIMA KASIH………..……….…… vi

ABSTRAK…...……….…… ix

DAFTAR ISI……….…...… xi

DAFTAR GAMBAR………... xiv

DAFTAR TABEL……… xv

DAFTAR SINGKATAN……….………...…………..………... xvi

DAFTAR LAMPIRAN……….……… xviii

BAB I PENDAHULUAN……… 1 1.1 Latar Belakang……….. 1 1.2 Rumusan Masalah……….… 5 1.3 Tujuan Penelitian……….…. 5 1.3.1 Tujuan Umum………... 5 1.3.2 Tujuan Khusus……….. 6 1.4 Manfaat Penelitian……….… 6 1.4.1 Manfaat Akademis..……….. 6 1.4.2 Manfaat Praktis………..….……….…. 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA……… 8

2.1. Obesitas pada Remaja……….. 8

2.1.1 Definisi Obesitas dan Remaja………. 8

2.1.2 Epidemiologi Obesitas pada Remaja……….. 9

2.1.3 Etiologi Obesitas..……….……….... 10

2.1.3.1 Faktor Genetik………..……….. 11

2.1.3.2 Faktor Lingkungan………...………..……….11

2.1.4 Diagnosis Obesitas pada Remaja……….….……. 13

2.1.5 Komorbiditas Obesitas pada Remaja…..………... 15

2.1.6 Tata Laksana Obesitas.……… 16

(4)

2.2.1 Gangguan Struktur dan Fungsi Jantung……… 18

2.2.1.1 Struktur Jantung……… 18

2.2.1.2 Jaringan Lemak Epikardium………... 19

2.2.1.3 Fungsi Jantung……….…… 25

2.2.2 Gangguan Struktur dan Fungsi Vaskular………. 27

2.2.2.1 Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis………. 27

2.2.2.2 Usia Vaskular……….. 29

2.2.2.3 Kekakuan Arteri………... 30

2.2.2.4 Fungsi Endotel……….. 31

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS PENELITIAN………... 32

3.1 Kerangka Berpikir………..… 32

3.2 Konsep Penelitian……… 34

3.3 Hipotesis Penelitian………... 34

BAB IV METODE PENELITIAN………. 35

4.1 Rancangan Penelitian………. 35

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian……….. 35

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian……….. 35

4.3.1 Populasi Target……… 35

4.3.2 Populasi Terjangkau……… 35

4.3.3 Sampel Penelitian……….. 35

4.3.4 Kriteria Pemilihan Sampel……….. 36

4.3.4.1 Kriteria Inklusi ……… 36

4.3.4.2 Kriteria Eksklusi ………. 36

4.3.5 Perhitungan Besar Sampel……… 36

4.3.6 Teknik Pengambilan Subjek Penelitian……… 37

4.4 Variabel Penelitian………. 37

4.5 Definisi Operasional Variabel …..……… 37

4.6 Instrumen Penelitian………. 40

4.7 Prosedur Penelitian……… 41

4.7.1 Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik……….. 41

4.7.2 Cara Pemeriksaan Berat Badan………41 4.7.3 Cara Pemeriksaan Tinggi Badan….……….………. 42

4.7.4 Pemeriksaan Ketebalan Tunika Intima-Media Arteri Karotis 43 4.7.5 Pemeriksaan Ketebalan Lemak Epikardium…………... 44

4.8 Alur Penelitian……… 44

4.9 Analisis Data……… 46

4.10 Kelaikan Etik………. 47

(5)

5.1 Karakteristik Subjek……… 50

5.2 Karakteristik Parameter Ekokardiografi……… 51

5.3 Korelasi Ketebalan Lemak Epikardium dan Tunika Intima-Media Arteri Karotis ………..……….. 52

BAB VI PEMBAHASAN……… 53

6.1 Karakteristik Subjek……… 53

6.2 Karakteristik Parameter Ekokardiografi……… 54

6.3 Korelasi Ketebalan Lemak Epikardium dan Tunika Intima-Media Arteri Karotis ………..………... 60

6.4 Keterbatasan Penelitian………..……… 61

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN………. 62

6.1 Simpulan………..……… 62

6.2 Saran……… 62

DAFTAR PUSTAKA……….….……… 64

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Obesitas pada remaja merupakan permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang, mencakup peningkatan risiko pelbagai penyakit dan kondisi psikologis baik selama masa remaja ataupun dewasa, terutama peningkatan risiko gangguan kardiovaskular (Wang dan Beydoun, 2007; Eichen et al., 2012; Gupta et al., 2012; WHO, 2016). Obesitas pada remaja juga mendapat perhatian khusus karena prevalensnya meningkat lebih dari empat kali dalam tiga dekade terakhir (Ogden et al., 2014). Perubahan pola hidup, nutrisi, kehidupan perkotaan, dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor predisposisi meningkatnya prevalens obesitas pada remaja (Liou et al., 2010; Rafraf et al., 2010; Gupta et al., 2012). Prevalens overweight dan obesitas di Indonesia paling banyak ditemukan pada kelompok usia 5 sampai 12 tahun (Balitbangkes, 2013), sedangkan di Propinsi Bali, prevalens terbanyak remaja obes yakni pada kelompok usia 13 sampai 15 tahun. Kabupaten Badung (12,3%) dan Kotamadya Denpasar (7,6%) adalah dua Kabupaten/kota dengan prevalens remaja obes terbanyak di Propinsi Bali (Pranata et al., 2013).

Hipertensi, aterosklerosis, hipertrofi ventrikel kiri, obstructive sleep apnea, asma, sindrom polikistik ovarium, diabetes melitus tipe 2, perlemakan hati,

(7)

dislipidemia, dan sindrom metabolik merupakan komorbiditas pada obesitas (Misra et al., 2008; Chadha et al., 2009; Goel et al., 2010). Kondisi obesitas yang tidak mendapat tata laksana dengan baik akan menyebabkan usia harapan hidup yang lebih pendek 10 sampai 20 tahun dan berisiko menderita gangguan kesehatan lebih dini di usia 20 sampai 30 tahun dari yang biasanya ditemukan pada usia 40 sampai 60 tahun (Koebnick et al., 2010). Penelitian Franks et al. (2010) menunjukkan remaja obes berisiko 2 kali lebih tinggi untuk meninggal sebelum usia 55 tahun. Data CDC tahun 2010 menunjukkan 70% anak obes usia 5 sampai 17 tahun memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular yaitu hipertensi atau dislipidemia saat dewasa (CDC, 2015).

Remaja dengan obesitas mengalami perubahan struktur dan fungsi jantung maupun vaskular sehingga meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada saat dewasa. Beberapa penelitian obesitas pada anak dan remaja menunjukkan hubungan yang bermakna antara obesitas dengan perubahan struktur dan fungsi jantung dan vaskular (Ozdemir et al., 2010; Dhuper et al., 2011; Iacobellis dan Blanco, 2011; Saltirejal et al., 2011; Koopman et al., 2012). Perubahan struktur dan fungsi jantung meliputi dimensi jantung, fungsi sistolik dan diastolik, serta ketebalan lemak epikardium. Perubahan struktur dan fungsi vaskular mencakup ketebalan tunika intima-media arteri karotis (TIMAK), usia vaskular (vascular age), kekakuan arteri, dan fungsi endotel vaskular (Cote et al., 2013). Aterosklerosis merupakan salah satu proses yang mencerminkan progresivitas timbunan lemak yang menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding pembuluh darah serta menghambat aliran darah.

(8)

Peningkatan jumlah lemak tubuh pada obesitas menyebabkan peningkatan respon inflamasi yang memicu peningkatan pembentukan plaque pada jantung dan pembuluh darah (Rocha dan Libby, 2009).

Pengukuran ketebalan TIMAK merupakan parameter yang banyak disarankan dan diteliti saat ini dalam mendeteksi dan mengevaluasi aterosklerosis dan risiko kardiovaskular lainnya. Pengukuran ketebalan TIMAK merupakan salah satu modalitas yang dapat dipercaya karena bermanfaat sebagai indikator subklinis aterosklerosis dan prediktif gangguan kardiovaskular pada populasi dewasa (Polak et al., 2011). Penelitian Hariyanto et al. (2009) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan hubungan peningkatan ketebalan TIMAK dengan peningkatan indeks masa tubuh (IMT), indeks BB/TB, tekanan darah diastolik, dan kadar kolesterol HDL yang rendah pada remaja obes usia 15 sampai 19 tahun. Penelitian tersebut juga menunjukkan korelasi kuat yang bermakna antara IMT dengan ketebalan TIMAK (r=0,64 dengan nilai p=0,001). Penelitian lain mendapatkan hasil yang sama, yaitu: Stabouli et al. (2012) pada anak dan remaja obes usia 10 sampai 19 tahun, penelitian Koopman et al. (2012), Ozcetin et al. (2012), dan Kaunang et al. (2015).

Parameter baru yang mungkin berhubungan dengan risiko gangguan kardiovaskular selain ketebalan TIMAK adalah ketebalan lemak epikardium. Jaringan lemak epikardium mampu mencerminkan jaringan lemak viseral di dalam tubuh termasuk jantung. Lokasi lemak epikardium secara anatomi berada di sekitar jantung, terutama di sekeliling arteri koronaria sehingga berkaitan dengan perubahan morfologi

(9)

dan fungsi jantung (Boyraz et al., 2013). Ketebalan lemak epikardium saat ini berperan sebagai faktor risiko kardiometabolik yang baru, karena mampu mencerminkan lemak viseral dan jantung, serta berperan dalam patogenesis aterosklerosis koroner dan kardiomiopati (Gastaldelli dan Basta, 2010; Ozdemir et al., 2010; Iacobellis dan Blanco, 2011).

Salah satu modalitas yang mudah dan dapat dipercaya, dan valid untuk menilai jaringan lemak epikardium adalah ekokardiografi transtorakal karena mampu mengukur jaringan lemak epikardium yang berkorelasi positif dengan keberadaan jaringan lemak viseral (Iacobellis dan Blanco, 2011). Penelitian Boyraz et al. (2013) menunjukkan ketebalan jaringan lemak epikardium meningkat secara bermakna pada remaja super obes 7,38 (SB 1,76) mm dibandingkan dengan remaja ramping 4,28 (SB 0,79) mm, tetapi perbandingan ketebalan lemak epikardium antara remaja super obes dan obes menunjukkan hasil tidak bermakna. Penelitian Elshorbagy et al. (2016) mendapatkan perbedaan yang bermakna antara ketebalan lemak epikardium pada anak dan remaja obes usia 8 sampai 16 tahun 5,87 (SB 1,77) mm dan tidak obes 3,98 (SB 0,93) mm, dan terdapat korelasi sedang (r=0,512) antara ketebalan lemak epikardium dan IMT pada remaja obes.

Pada analisis multivariat dijumpai bahwa ketebalan TIMAK merupakan prediktor yang bermakna terhadap ketebalan jaringan lemak epikardium (Akyol et al. 2013; Boyraz et al., 2013; Elshorbagy et al., 2016), tetapi penelitian oleh Boyraz et al. (2013) hanya mendapatkan korelasi lemah (r=0,307) yang bermakna secara statistik

(10)

(p=0,0002) antara ketebalan lemak epikardium dan TIMAK pada remaja obes. Kelemahan penelitian tersebut masih menggunakan sampel yang memiliki distribusi umur yang terlampau lebar (Boyraz et al., 2013; Akyol et al., 2013; Elshorbagy et al., 2016).

Berdasarkan semua uraian tersebut, peningkatan prevalens obesitas pada remaja menyebabkan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular saat remaja maupun dewasa. Rekomendasi parameter penilaian untuk deteksi dini dan evaluasi risiko gangguan kardiovaskular pada remaja yang mudah, dapat dipercaya, dan noninvasif sehingga diperlukan penelitian untuk mengevaluasi ketebalan lemak epikardium dan TIMAK, serta korelasi keduanya pada remaja obes melalui pemeriksaan ekokardiografi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang yang dijelaskan diatas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

Apakah terdapat korelasi antara ketebalan lemak epikardium dan ketebalan TIMAK pada remaja obes usia 11 sampai 15 tahun?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan umum

Membuktikan adanya korelasi antara ketebalan lemak epikardium dan TIMAK pada remaja obes usia 11 sampai 15 tahun.

(11)

1.3.2 Tujuan khusus

1. Mengetahui rerata ketebalan TIMAK remaja obes usia 11 sampai 15 tahun. 2. Mengetahui rerata ketebalan lemak epikardium remaja obes usia 11 sampai 15

tahun.

3. Mengkaji adanya peningkatan ketebalan lemak epikardium dan TIMAK pada remaja obes usia 11 sampai 15 tahun.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat akademis

1. Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi sejawat dokter umum dan dokter spesialis anak mengenai peranan ketebalan TIMAK dan lemak epikardium dalam meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dan tata laksana komprehensif remaja obes.

2. Hasil penelitian ini dapat mengonfirmasi penelitian terdahulu dan memicu penelitian lanjutan mengenai peranan ketebalan lemak epikardium, TIMAK, dan korelasi keduanya pada remaja obes.

1.4.2 Manfaat praktis

1. Hasil penelitian ini memberikan informasi mengenai keterlibatan kardiovaskular pada remaja obes sehingga dapat menjadi acuan deteksi dini, monitoring, dan evaluasi risiko gangguan kardiovaskular pada remaja obes.

(12)

2. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada orangtua remaja dengan obesitas mengenai risiko dan dampak buruk obesitas terhadap gangguan kardiovaskular, sehingga perlu untuk serius menangani atau mengendalikan berat badan anak mereka.

Referensi

Dokumen terkait

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama R.I, menyatakan bahwa lembaga di bawah ini telah melakukan updating data Pendidikan Islam (EMIS) Periode Semester GENAP

2 Saya bertanggung jawab penuh atas pelayanan yang kurang baik dari

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kondisi objek daya tarik wisata alam (ODTWA) dan keanekaragaman hayati di Hutan Adat Guguk, infrastruktur

Perbedaan tinggi dan diameter dengan pemberian fungi pelarut fosfat yang berbeda pada tanaman

Dengan disadari hal-hal tersebut diatas maka dengan ini penulis mencoba untuk memeberikan informasi mengenai administrasi pembayaran pada SLTP Al â Hamidiyah yang ditampilkan

pada ayat (2) huruf a diatur dengan Peraturan Senat..

Dengan menggunakan fasilitas yang tersedia dalam Macromedia Flash 5.0, rancangan program aplikasi ini cukup menarik dan interaktif karena disertai dengan gambar-gambar animasi

Penelitian yang akan dilaksanakan ini berjudul ” Hubungan Lama Penggunaan Komputer dengan Kejadian Miopia di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Departemen