Komunikasi Massa adalah komunikasi yang melibatkan khalayak yang cakupannya luas. Ketika sebuah organisasi menggunakan teknologi sebagai sebuah media untuk berkomunikasi dengan khalayak yang besar, maka hal tersebut dapat dikatakan ‘komunikasi massa’ sedang terjadi.1 Seiring berjalannya waktu, Teori Komunikasi Massa banyak dipaparkan oleh sebagian orang melalui buku. Namun, komunikasi massa kurang lebih harus relevan dengan media, khalayak, waktu, dan kondisi.
Contoh ilustrasi Komunikasi Massa :
(1) (2)
(3)
1 Baran Stanley, Teori Dasar,Komunikasi Pergolakan, dan Masa Depan Massa (Jakarta : Salemba Humanika 2010), hlm. 6.
(All Source Ilustrasi : google.com)
Gambar (1) menunjukkan di mana
organisasi media membuat dan
menyebarkan pesan (2) kepada
Media massa adalah media komunikasi yang jangkauannya mencakup banyak orang. Dewasa ini, media massa telah menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat, karena media massa adalah sarana untuk memperoleh berita dan informasi. Tanpa kita sadari, media massa menimbulkan efek yang kuat dalam membentuk persepsi khalayak2. Adanya berita atau penyiaran yang dipublikasikan secara terus menerus dan mempunyai konten yang sama, terkadang dapat membuat pola pikir masyarakat tertuju dan terpengaruh oleh berita yang disiarkan oleh media.
Contoh ilustrasi media massa :
Ilustrasi tersebut menjelaskan bahwa Televisi, Radio, dan Surat Kabar berperan sebagai ‘media’ untuk memberikan informasi kepada khalayak dalam segmentasi yang cakupannya besar (Massa). Seiring berjalannya waktu, media massa mempunyai sistem lebih dari 1 arah, dimana para pengonsumsi pesan/berita dapat memberikan feedback secara langsung maupun tidak langsung.