TUGAS MATA KULIAH SASTRA DUNIA
Sastra Bandingan dan Alih Wahana 10 buku fiksi
Oleh:
Fita Nurul Inayah
13010217410003
PROGRAM MAGISTER ILMU SUSASTRA FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
Judul : Perempuan di Titik Nol Penulis : Nawal El-Saadawi Penerbit : Yayasan Obor Indonesia Tahun cetakan : 2006
Novel ini banyak menceritakan tentang kisah betapa budaya kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan terhadap perempuan seolah menjadi hal yang wajar. Penggambaran feminisme juga terlihat karena novel ini menggambarkan bagaimana selama ini masyarakat patriarki memandang dan menganggap perempuan sebagai manusia kelas dua. Dari segi isi cerita, kelebihan dari novel ini yaitu membangkitkan semangat bagi para perempuan untuk tidak terjerumus akan hal negatif duniawi. Namun selaras dengan kekurangan novel ini karena di dalam novel Perempuan di Titik Nol yang menceritakan tentang kebobrokan lelaki, seakan-akan lelaki adalah makhluk jahat yang hanya mau merampas harga diri wanita saja padahal dalam faktanya tidak semuanya para lelaki bersikap demikian.
Judul Buku : Pangeran yang Selalu Bahagia Penulis : Oscar Wilde
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia Tahun Cetakan : 2001
Buku bertajuk Pangeran yang selalu Bahagia ini disajikan dalam berbagai bentuk seperti fabel, Sage, dan Mite. Gaya yang jenaka dan konyol lewat dialog-dialog antar tokoh dalam buku ini mengandung banyak sindiran tajam terhadap moralitas tatanan masyarakat kelas atas. Berbanding terbalik dengan kebanyakan dongeng yang berujung kebahagiaan, kisah dalam buku ini terlalu menyedihkan dan penuh ironi, mempertentangkan antara bagaimana sulitnya memperoleh kebahagiaan, namun juga betapa mudahnya menyepelekan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah sesuatu yang rapuh, ia sulit didapat namun begitu mudah hilang begitu saja hingga harus memikirkan ulang definisi sebuah kebahagian.
Judul : Catatan Harian Orang Gila
Pengarang : Lu Xun
Penerbit : Jalasutra
Tahun : 2007
Buku Lu Xun ini adalah salah satu sastra realis yang melanggar tradisi masyarakat Cina dan secara jelas menggambarkan kondisi sosial politik rakyat Cina yang begitu porak-poranda. Kekuasaan para pemimpin feodal yang tak manusiawi juga tergambar dalam novel ini. Isinya jg merupakan kritik dan kecaman atas masyarakat yang terlalu lembek dan mengidap berbagai sindiran kepada intelektual yang menyandang status sebagai kaum revolusioner yang ternyata adalah manusia serakah. Karakter “aku” memiliki gangguan mental dan melihat apapun di sekitarnya menjadi sesuatu yang benar-benar aneh. Sikapnya adalah bentuk nyata yang menunjukkan bahwa ia benar-benar gila.
Melalui penggambaran karakter dalam cerita pendek ini, Lu xun memiliki tujuan tertentu yang ingin disampaikan. Jika dihubungkan dengan kondisi masyarakat Tionghoa pada saat itu. Sebagian besar kisah dalam kumpulan ini ditulis dengan gaya realis, menceritakan orang-orang yang malang, kemiskinan, korban revolusi, selain mengejek beberapa jenis karakter yang terdapat pada masa itu. Kata “gila” di sini dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Asumsi-asumsi yang timbul dari kata “gila” begitu
banyak, menurut saya kata “gila” pada judul buku ini berartikan tidak memiliki batasan dan
Judul : Tikus dan Manusia
Pengarang : John Steinbeck
Buku ini bisa anggap cukup kontroversial karena gaya bahasa dalam bukunya yang cukup vulgar dan cenderung kasar. beberapa isu sensitif seperti rasisme juga disinggung dalam kisahnya. Akhir ceritanya pun membuat bertanya-tanya dan membuat kita memikirkan kembali tentang apa itu yang benar dan apa itu yang salah. Alih-alih ditutup dengan akhir yang menguras air mata, ini ditutup dengan ending yang membuat kita terdiam dan terpana. Plot pada novel ini diramu dengan baik, menyuguhkan cerita yang sebenarnya ringan, tapi sarat makna. Cerita ini begitu relevan dengan keadaan sekarang, memberikan pesan sosial yang begitu mendalam. Apalagi, karakternya yang mampu mencuri perhatian sejak awal.
Buku yang tergolong literatur klasik menggunakan gaya deskripsi situasi digambarkan dengan detail, serta memasukkan unsur-unsur “emosi” manusia, bagimana manusia menangis, sedih, tertawa dan mengungkapkan pikiran. Tema persahabatan serta kondisi sosial pada masa-masa depresi Amerika Serikat. Lewat novel ini tergambar relasi-relasi yang terjadi melibatkan kenyataan palsu yang ditanamkan penguasa (kapitalis), agar para pekerja terpaksa menjalankan apa yang diinginkan penguasa. Dalam Tikus dan
Manusia George dan Lennie digambarkan bertolak belakang, dan karenanya, saling
Judul : Oidipus di Kolonus
Penulis : Sophokles
Oidipus di Kolonus merupakan studi kompleks tentang karakter heroik dan tragis,
sebuah dakwaan terhadap orang-orang Athena. Ceritanya merupakan akulturasi tekstual dengan gaya puitis, menghasilkan teks yang mudah resapi dan menyenangkan untuk dibaca dan dilakukan. Pada novel ini terdapat unsur moral, politik, agama, dan karyanya diolah dengan harmonis dan seimbang. Isi cerita yang tragis dan mengharukan yang menceritakan tragedi karyanya ini tidak hanya bercerita mengenai urusan kekuasaan dan cinta, tetapi juga bagaimana menempatkan keberanian menerima takdir, keberanian menanggung kata dengan akibat. Melalui cerita ini Sophokles berusaha untuk mengajarkan kita agar ikhlas dan berlapang dada untuk menerima nasib yang kita miliki.
Judul : Belenggu
Penulis : Armijn Pane
Buku ini membuat sebuah karya yang mampu membawa pembacanya seolah masuk dalam perasaan emosional para pelakon dalam cerita. Meskipun inti dari cerita ini hanyalah sebuah cinta segitiga, namun di dalamnya ada beberapa konflik kecil yang sebenarnya mengandung makna yang sangat mendalam, terutama bagi negara Indonesia yang saat itu masih dalam suasana pascakemerdekaan. Cerita yang diangkat sangat menarik dan berbeda dari karya-karya sebelumnya, yang terbatas pada tema tradisional. Belenggu merupakan novel psikologis Indonesia pertama yang mengutamakan konflik psikis tokoh.
Judul : Sosok Seorang Pejuang
Penulis : Chinua Achebe
Novelnya menggambarkan kehidupan dalam latar belakang sejarah tertentu, dan menyampaikan rasa cema dan keresahan dalam masyarakat Nigeria, sebuah masyarakat yang sudah mulai bermunculan dari 'Kompleks kolonial' yang disebabkan oleh pemborosan diri.
Sosok Seorang Pejuang ini menggambarkan Nigeria dalam fase pasca kemerdekaannya,
selama yang mana negara ini menjadi 'lumpur korupsi dan kelalaian' dalam konteks pembangunan sosial dan ekonomi kolonial, situasi yang mengakibatkan konflik antara kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Isi novel ini merupakan gambarang realistis, ketidakberdayaan negaranya memiliki kekuatan untuk menginspirasi sebuah revolusi yang diinformasikan oleh ideologi Afrika.
Judul buku : Istri Untuk Putraku
Pengarang : Ali Ghalem
Istri untuk Putraku menceritakan perjodohan antara Fatiha wanita kaum Proletar
ataurakyat kaum bawah dengan Husein pria kaum borjuis atau pengusaha. Segi bahasa yang digunakan. Ali Ghalem untuk karyanya menggunakan bahasa bercorak syair khas sastra Timur Tengah sehingga bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi seperti bahasa Melayu yang indah. Gaya yang sederhana namun cukup memikat para pembacanya Novel Istri Untuk Putraku karya Ali Ghalem mengangkat perjuangan perempuan melawan kaidah-kaidah sosial, kultural dan agama yang membelenggunya dalam "peranan wanita." Namun dalam novel ini juga terlihat penyampaian cerita yang terkesan hati-hati mengusung gagasan perubahan dan modernisasi, yang lebih menunjukkan bentuk pembelaan terhadap laki-laki dalam teks dimunculkan juga sebagai korban budaya.
Judul buku : Pohon Tanpa Akar
Pengarang : Syed Waliullah
Pohon Tanpa Akar, suatu cermin yang amat jelas memantulkan wajah-wajah manusia yang dilanda penderitaan dan kesengsaraan. Potret gambaran bagus tentang desa pedesaan Bangladesh dari sudut pandang yang sangat artistik. Dalam novel ini, berfokus pada faktor sosial vital, fundamentalisme agama, takhayul, dominasi masyarakat patriarki, tunduk pada kerusakan alam. Kombinasi yang baik antara eksistensialisme dan pemikiran modern tentang novelis. Pohon Tanpa Akar juga memberi gambaran tentang kota kelahirannya yang kekal, tunduk pada kerusakan alam, badai dan banjir, siklon dan sungai yang sekarat.
Kumpulan Cerpen Afrika “Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain”
Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain adalah judul yang dibangun dengan hati-hati
yang ketika membacanya akan meinmbulkan pertanyaan. Sebenarnya judulnya cukup menuntut dan agresif, nyaris sarkastik. Adanya batas-batas masa lalu pada cerita dan dipaksa untuk tidak melihat hubungan penulis dengan buku, identitas, dan kekuatan antara seksualitas dan kekuasaan, dan ras dan kekuasaan. Ada banyak hal yang terjadi dalam cerita ini yang berhubungan dengan identitas, peran gender, dan struktur kekuasaan.
Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain ceritanya kaya dengan citra dan metafora.
Kesimpulan
Beberapa topik pada sepuluh buku fiksi memiliki kemiripan seperti kritikan terhap keadaan sosial politik dan perjuang perempuan. Karya sastra sebagai kritik dan protes masyarakat terhadap apa yang terjadi pada eranya. Melalui karya sastra memperlihatkan kepada kita ekspresi estetis tentang manusia dan kebudayaan manusia itu sendiri. Di dalamnya mencakup kompleksitas ideologi, politik, kritinisasi, norma hidup, etika, tradisi, pandangan dunia luar, dan variasi-variasi tingkah laku manusia. Dengan kata lain, sastra berbicara tentang tingkah laku manusia di dalam kebudayaannya, disoroti sebagai mahluk sosial, mahluk politik, mahluk kebudayaan, dan mahluk ekonomi. karya sastra disebut sebagai cerminan dari masyarakat dan zaman, yang secara antropologis merepresentasikan usaha manusia menjawab tantangan hidup dalam suatu masa serta dalam suatu konteks sejarah tertentu.