• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ranah afektif kognitif dan keterampilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ranah afektif kognitif dan keterampilan"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

DINIYA/1605583-KELAS A

Ranah afektif mencakup perilaku terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, minat, motivasi, dan sikap.

Ranah Kognitif berisi perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, dan

keterampilan berpikir.

Ranah Psikomotorik berisi perilaku yang menekankan fungsi manipulatif dan keterampilan motorik / kemampuan fisik, gerakan dan koordinasi jasmani, dan kemampuan fisik. Ketrampilan ini dapat diasah jika sering melakukannya.

Kognitif : Multiple choice, isian singkat, pertanyaan open-ended

Metode Asesmen untuk setiap

ranah Afektif : Jurnal, kuesioner (Thurstone, Skala Likert, dan

Skala Beda Semantik), portfolio,

Observasi langsung, tes unjuk kerja, rubrik, checklist

Ranah psikomotor menurut Dave terdiri atas (1) imitasi, (2) manipulasi, (3) presisi (4) artikulasi, (5) naturalisasi.

Ranah afektif terdiri atas (1) menerima, (2) merespon, (3) menilai, (4) mengorganisasikan, (5) karakteristik dari penilaian.

Ranah kognitif terdiri atas enam level, yaitu: (1) knowledge (pengetahuan), (2) comprehension (pemahaman atau persepsi), (3) application (penerapan), (4) analysis (penguraian atau penjabaran), (5) synthesis (pemaduan), dan (6) evaluation (penilaian).

Tahun 1956, Bloom, Englehart, Furst, Hill dan Krathwohl berhasil mengenalkankerangka konsep kemampuan berpikir yang dinamakan Taxonomy Bloom. Taksonomi Bloom adalah struktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi.

Tentunya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dulu. Dalam

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Agus Mahendra (2006) indikator keberhasilan pendidikan jasmani ditandai oleh meningkatnya: 1) kebugaran jasmani, 2) kemampuan fisik dan motorik, 3) pemahaman konsep

Instrumen kebugaran jasmani berupa keterampilan motorik anak dikukur dengan melakukan tes koordinasi motorik mata, tangan, dan kaki menggunakan tes kemampuan

Hasil penelitian terkait menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan kemampuan psikomotorik setelah diberikan pembelajaran serta melalui metode bedside teaching dapat

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik siswa sekolah dasar antara kelas kontrol (menggunakan

Menurut Agus Mahendra (2006) indikator keberhasilan pendidikan jasmani ditandai oleh meningkatnya: 1) kebugaran jasmani, 2) kemampuan fisik dan motorik, 3) pemahaman konsep

Pemahaman ranah pembelajaran psikomotorik (keterampilan berwirausaha) juga telah diformu- lasikan dengan pertanyaan sebanyak 60 buah soal berbentuk 5 item pilihan

Sosialisasi manfaat keterampilan motorik terhadap perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor ini merupakan wujud pengabdian masyarakat dari dosen Fakultas Ilmu

Kata Kerja Operasional biasanya digunakan untuk memahami kompetensi dasar, membuat RPP Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, melakukan analisis dan pengembangan indikator pencapaian