IMPLIKASI PERKEMBANGAN
REMAJA USIA SEKOLAH MENENGAH
TERHADAP PENYELENGGARAAN
PENDIDIKAN
OLEH :
KELOMPOK 9
ARISAMALA L TOBING
HUSNIFA HASIBUAN
NISRINA SETIOWATI
RIYEN GRACE B. MUNTHE
IMPLIKASI
SOLUSI
Perkembangan fisik pada usia remaja berlangsung cepat sehingga menyebabkan kekurangseimbangan pada proporsi tinggi dan berat badan. Dengan adanya kekurangseimbangan tersebut sering menimbulkan ekses psikologis dengan munculnya nama panggilan seperti si cangcorang ataupun si gendut yang akhirnya dapat menimbulkan penolakan diri , karena body image nya tidak sesuai dengan self picture yang diharapkan.
• Menerapkan model pendidikan yang memisahkan remaja putri dan putra pada saat menjelaskan anatomi dan fisiologi supaya anak dapat dengan bebas menanyakan segala hal yang berkaitan dengan perkembangan dirinya.
• Orang tua hendaknya membuka peluang untuk berdialog dengan putra-putrinya yang berhubungan dengan pendidikan seks.
• Guru pembimbing sekolah dapat mengundang narasumber seperti dokter untuk memperjelas pendidikan seks dan menginformasikan bahaya perilaku menyimpang dalam pemuasan kehidupan seksual.
• Sekolah dapat membantu menyalurkan hobby atau minat remaja kepada kegiatan yang positif sehingga energi remaja telah terkuras kedalam kegiatan positif tersebut sehingga terhindar dari kegiatan menyimpang.
IMPLIKASI
SOLUSI
Perkembangan Bahasa pada remaja berlangsung
dengan adanya tahap mempelajari dan
menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh anggota kelompok mereka yaitu bahasa asing atau bahasa prokem. Namun terkadang tidak diimbangi dengan usaha yang sungguh-sungguh sehingga dapat menjadi bumerang karena mendapat cemoohan dari teman-temannya. Remaja pun dapat membenci guru pelajaran bahasa asing tersebut.
• Guru Bahasa Asing harus memiliki kearifan untuk memahami kemampuan remaja secara individual. Guru dituntut untuk melakukan pemahaman mendalam serta menyediakan layanan pendidikan dan bimbingan bijaksana sehingga siswa yang kesulitan dalam mempelajari bahasa asing tersebut dapat diatasi dengan baik dan siswa tersebut tidak frustasi.
• Guru memberikan tugas yang berkaitan dengan pemaknaan terhadap bacaan yang positif seperti membuat resensi atau ringkasan isi buku atau karangan
• Guru hendaknya menerapkan pendekatan pembelajaran individual atau kelompok kelompok kecil untuk siswa yang unggul dan lambat.
• Guru juga dapat mengembangkan model pembelajaran tutor sebaya.
Perkembangan Perilaku Kognitif pada remaja berlangsung dengan adanya tahap remaja tertarik
untuk membaca buku atau majalah yang
Karakteristik Perilaku Sosial
1. Ambivalensi antara keinginan
menyendiri dengan keinginan
bergaul dengan banyak teman
dan ambivalensi antara
keinginan untuk bebas dari
dominansi pengaruh orang tua
dengan kebutuhan bimbingan
dan bantuan dari orang tua.
2. Siswa sekolah menengah
memiliki ketergantungan yang
kuat pada kelompok sebaya
dengan konformitas yang
tinggi
Pemahaman Moral
Perkembangan Keagamaan
•
Anak usia sekolah menengah akan mulai
menanyakan secara skeptis mengenai
eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan
Tuhan
•
Anak usia sekolah menengah juga akan selalu
berupaya mencari dan mencoba menemukan
pegangan hidupnya
SOLUSI
Pendidikan dilaksanakan dalam bentuk kelompok belajar
yang positif
Sekolah memfasilitasi kegiatan remaja yang
bersifat positif
Sekolah meningkatkan hubungan dengan
orang tua siswa Sekolah menjalin kerja
sama dengan lembaga masyarakat yang memiliki kepedulian
untuk mengembangkan
PERILAKU AFEKTIF DAN
PERKEMBANGAN EMOSIONAL
•
Aspek emosional dari suatu perilaku, pada umumnya, selalu
melibatkan tiga variabel, yaitu rangsangan yang
menimbulkan emosi (the stimulus variable),
perubahan-perubahan fisiologis, yang terjadi bila mengalami emosi (the
organismic variable), dan pola sambutan ekspresi atau
terjadinya pengalaman emosional itu (the response variable).
•
Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis mengandung ciri-ciri
sebagai berikut:
1. Lebih bersifat subjektif daripada peristiwa psikologis lainnya,
seperti pengamatan dan berpikir.
2. Bersifat fluktuatif (tidak tetap)
KONATIF
•
Fungsi konatif atau motivasi itu merupakan faktor
penggerak perilaku manusia yang bersumber
terutama pada kebutuhan-kebutuhan dasarnya (basic
needs). Jenis-jenis kebutuhan manusia itu
berkembang mulai dari sifat yang alami (misalnya,
kebutuhan dasar biologis) sampai kepada yang
bersifat dipelajari sebagai pengalaman interaksi
dengan lingkungannya.
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Kepribadian dapat juga
diartikan sebagai
“kualitas perilaku
individu yang tamj
alamrnelakukan
penyesuaian dirinya
terhadap ling \kungan
secara unik” Keunikan
penyesuaian tersebut
sangat berkaitan dengan
aspek-aspek kepribadian
itu sendiri, yaitu meliputi
hal-hal berikut :
KARAKTER
TEMPRAMEN
SIKAP TERHADAP OBJEK
STABILITAS EMOSI
PENGERTIAN EMOSI
REMAJA
1. EMOSI MARAH
Emosi marah lebih mudah timbul dibandingkan emosi-emosi lainnya dalam kehidupan remaja. Penyebab yang sering menimbulkan amarah pada remaja adalah kalau didepan teman sebaya mereka direndahkan, dipermalukan, dihina atau dipojokkan.
3. EMOSI CINTA
Emosi marah lebih Emosi cinta telah ada sejak masa bayi dan terus menerus berkembang. Pe 2. EMOSI TAKUT
Emosi takut pada remaja banyak yang menyangkut hal-hal seperti takut ujian,, kurang uang, kurang berprestasi, keadaan keluarga yang tidak harmonis, tidak populer dimata lawan jenis, tidak mendapat teman akrab, memikirkan kelemahan diri sendir, merasa bodoh, kesepian