• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH METODE SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS III SDN 09

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH METODE SIMULASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS III SDN 09"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH METODE SIMULASI TERHADAP

HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN

KELAS III SDN 09

Heni Evi Pania, Suryani, Hery Kresnadi

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Untan, Pontianak Email :henievi_73@gmail.com

Abstract

The problem in this research is "Are There Effect Simulation Method Of Learning Outcomes in Learning Civics Class III State Elementary School 09 South East Pontianak?" This study aims to analyze how much influence the implementation of Simulation Method In Learning Citizenship Education Against Student Results class III State Elementary School 09 East Pontianak. This research uses experimental method to form Pre exsperimental design, experimental design with one group pretest-posttest. The population in this study were all students of class III and VI State Elementary School 09 East Pontianak. Data collection techniques used in this study, the measurement technique. Instrument to measure student learning outcomes in the form of an objective test of 35 questions. From the results perhitung effect size (ES) ES obtained amounted to 2,873 (high criteria). This means the application of simulation methods in learning Citizenship Education provides high impact on learning outcomes Elementary School third grade students of 09 countries of Southeast Pontianak. Keywords: Effect, Simulation Methods, Results Learning.

PENDAHULUAN

Sekolah dasar merupakan lembaga pendidikan yang ada pada jenjang pendidikan dasar. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan pada tingkat selanjutnya. Sebagaimana telah ditetapkan dalam Pasal 13 UU No 2 tahun 1989 bahwa “Pendidikan dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup didalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan menengah.” Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi peserta didik. Pendidikan dasar diharapkan

dapat memberikan bekal kepada peserta didik untuk mengembangkan diri dengan belajar secara optimal.

Pendidikan di sekolah dasar tidak terlepas dari proses pembelajaran yang difasilitasi oleh guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik serta lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar bagi siswa. Proses pembelajaran merupakan upaya dalam menciptakan lingkungan belajar bagi seorang atau sekelompok siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dan berpusat pada kepentingan siswa. Sedangkan siswa adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

(2)

hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh pancasila dan UUD 1945. Sesuai dengan yang tercantum dalam kurikulum KTSP (2006) pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dijelaskan bahwa, pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan NKRI. Namun, pada kenyataannya tujuan kurikulum tersebut justru masih belum sepenuhnya terwujud. Hal itu terjadi karena siswa merasa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang kurang menarik. Akibatnya motivasi dalam diri siswa menjadi berkurang, ditambah lagi dengan ketidakmampuan guru dalam memilih metode belajar yang cocok untuk menyampaikan materi ajar Pendidikan Kewarganegaraan.

Untuk mencapai tujuan dalam kurikulum tersebut, guru sebagai tenaga pengajar dan pendidik diharuskan mampu dalam menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi, kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, guru bertindak sebagai fasilitator bagi siswa untuk mendapatkan materi belajar. Dalam proses atau kegiatan pembelajaran, gurulah yang mengatur dan menciptakan kondisi belajar mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan serta metode yang digunakan. Penggunaan metode yang tepat akan sangat mendukung proses pembelajaran itu sendiri yang pada akhirnya dapat memberi pengaruh yang baik pula pada hasil belajar siswa.

Penggunaan metode simulasi adalah salah satu metode yang cocok digunakan dalam pembelajaran PKN. Karena metode simulasi merupakan salah satu bentuk peniruan atau situasi buatan yang dapat melatih keterampilan siswa. Dengan menggunakan metode ini, siswa dapat menirukan secara langsung peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan observasi awal peneliti saat pembelajaran PKN di Sekolah Dasar

Negeri 09 Pontianak Tenggara, peneliti menemukan fakta bahwa dalam melaksanakan pembelajaran PKN, guru hanya memberikan penjelasan materi dengan metode ceramah, memberikan beberapa contoh, melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa, dan setelah itu guru meminta siswa mengerjakan soal yang ada di buku paket. Jika cara mengajar seperti ini dilakukan secara terus-menerus, maka siswa akan cepat bosan dan berpengaruh pada hasil belajarnya. Disini peneliti menemukan fakta bahwa guru memang kurang paham bila harus mengajar dengan metode lain. Sehingga terpaksa menggunakan metode yang sama disetiap kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, sangat penting untuk memilih metode yang tepat karena akan mempengaruhi hasil belajar siswa.

Sehubungan dengan hasil analisis situasi di atas, maka untuk meningkatkan hasil belajar siswa, guru harus berperan aktif dalam usaha meningkatkan proses pembelajaran siswa dengan menemukan cara apa yang tepat agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif. Salah satunya adalah dengan memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disampaikan. Permasalahan diatas menjadi dasar dari penelitian yang berjudul “Pengaruh Metode Simulasi terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara.”

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Apakah metode Simulasi pada materi pembelajaran Harga Diri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara?

(3)

Tenggara? (2) Seberapa besar rata-rata hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri setelah diterapkan metode Simulasi di kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara? (3) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri setelah menggunakan metode Simulasi dan hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri sebelum menggunakan metode Simulasi di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara? (4) Seberapa tinggi pengaruh penerapan metode Simulasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara?

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk “Menganalisis pengaruh penerapan metode simulasi terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara”. Selanjutnya secara khusus tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Untuk menganalisis hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri tanpa menerapkan metode Simulasi di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara. (2) Untuk menganalisis hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri dengan menerapkan metode simulasi di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara. (3) Untuk menganalisis perbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri yang menerapkan metode simulasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri dan tanpa menerapkan metode simulasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara. (4) Untuk menganalisis seberapa tinggi pengaruh penerapan metode simulasi terhadap hasil belajar siswa pada materi pembelajaran Harga Diri di kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara.

METODE PENELITIAN

Metode merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan atau hasil

yang diharapkan dalam suatu penelitian. Maka dari itu diperlukan kesesuaian antara penggunaan metode penelitian dengan tujuan penelitian. Hadari Nawawi (2012: 66-88) menyatakan, terdapat beberapa jenis metode penelitian, yaitu: (1) Metode Filosofis, (2) Metode (3) Deskriptif, (4) Metode Historis, (5) Metode Eksperimen.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hadari Nawawi (2012: 88) menyatakan bahwa, “Metode Eksperimen adalah prosedur penelitian yang dilakukan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variable atau lebih, dengan mengendalikan pengaruh variable yang lain”.

Bentuk penelitian yang digunakan adalah bentuk penelitian pre experimental design. Sugiyono (2013: 74) mengungkapkan “Bentuk pre experimental design terbagi menjadi tiga bentuk desain, yaitu one-shot case study, one group pretest-posttest dan intec-group comparison.” Sesuai dengan masalah yang akan di bahas pada penelitian ini, yaitu untuk melihat akibat dari perlakuan yang diberikan kepada kelas eksperimen dengan menggunakan metode simulasi, maka model penelitian yang digunakan adalah model One Group Pre-test and Post-test Design.

Menurut Sugiyono (2013: 80) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.” Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2013: 173) menyatakan “Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.”

(4)

Hadari Nawawi (2012: 152) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian. Suharsimi Arikunto (2013: 131) menyatakan bahwa, “Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.”

Maka dari kedua pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang menjadi data sebenarnya dalam sebuah penelitian.

Karena dalam penelitian ini, jumlah populasinya relatif kecil, maka seluruh populasinya dapat diambil sebagai sumber data. Sesuai dengan pendapat Suharsimi Arikunto (2013: 134) yaitu, “Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau lebih.”

Berdasarkan pendapat para ahli, maka peneliti menggunakan keseluruhan dari populasi yang ada sebagai sumber data. Sehingga penelitian ini bersifat penelitian populasi.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Suharsimi Arikunto (2013: 183) menyatakan, “Purposive sampling dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan berdasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.” Maka, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yaitu siswa kelas III dan kelas VI Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara yang berjumlah 30 siswa.

Adapun rancangan dalam penelitian dengan menggunakan model One Group Pre-test and Post-test Design pada tabel 1 sebagai berikut:

Tabel 1

One Group Pre-test and Post-test Design

Kelompok Pre-test Perlakuan Post-test

Eksperimen O1 X O2

Keterangan:

Eksperimen : Kelas Eksperimen

O1 : Nilai pretest kelas eksperimen (sebelum diberi perlakuan) O2 : Nilai posttest kelas eksperimen (setelah diberi perlakuan)

X : Treatment yang diberikan (dengan menggunakan Metode simulasi) (Sugiyono, 2013: 75)

Penelitian ini dilaksanakan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara, alamatnya Jl. Media Pontianak Tenggara. Dalam Penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar 09 Pontianak Tenggara dengan jumlah siswa 30 orang.

Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, dan Tahap Akhir. Pada tahap persiapan ada beberapa macam kegiatan yang perlu dipersiapkan antara lain: (1) melakukan

(5)

(reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran).

Sebelum melakukan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan metode simulasi, peneliti memberikan pre-test untuk mengetahui kondisi awal siswa.Setelah memberikan pre-test, peneliti melaksanakan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan menerapkan metode simulasi. Peneliti memberikan post-test yang telah disiapkan.

Setelah tahap pelaksanaan, maka dilanjutkan ke tahap akhir yaitu (1) memberikan skor dari hasil tes siswa, (2) menghitung rata-rata hasil tes siswa, (3) menghitung standar deviasi siswa, (4) menghitung uji normalitas, (5) melakukan uji statistik yang sesuai, (6) melakukan uji hipotesis menggunakan rumus t-test, (7) menghitung besarnya pengaruh pembelajaran menggunakan rumus Effect Size.Menganalisis data yang telah didapat kemudian membuat kesimpulan hasil penelitian dan menyusun laporan.

Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran. Teknik pengukuran merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peniliti dengan melihat hasil belajar siswa melalui tes dalam bentuk pilihan ganda yang diberikan sebelum maupun sesudah diberikan perlakuan (treatment) kepada siswa di kelas III.

Berdasarkan teknik pengumpul data yang digunakan oleh peneliti, maka alat pengumpul data juga harus disesuaikan dengan teknik pengumpul data. Adapun alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes. Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Selanjutnya dalam penelitian ini, menggunakan validitas isi. Validitas isi digunakan untuk melihat kesesuaian antara Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), materi, indikator, dan soal-soal tes. Agar soal yang digunakan memiliki validitas isi, maka penyusunan tes harus

berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Analisis data dalam penelitian ini dengan tahapan sebagai berikut: (1) Menghitung validitas item, (2) Realibilitas dapat dihitung dengan rumus dari Kuder dan Richardson. (3) Daya pembeda dihitung dengan menggunakan rumus DP untuk tes pilihan ganda. (4) Untuk menganalisis tingkat kesukaran soal. (5) Menskor hasil pretest maupun post-test pada kelas penelitian sesuai dengan kriteria penskoran (6) menghitung hasil rata-rata (Me) belajar peserta didik yaitu hasil pre-test maupun post-test di kelas penelitian.(7) Menghitung Standar Deviasi (S) hasil pretest dan posttest kelas penelitian.(8) Menguji normalitas data, jika 𝑥2

hitung <𝑥2tabel maka

data berdistribusi normal, (9) Melakukan Uji t (t-test) Apabila data berdistribusi normal, maka akan dilanjutkan perhitungan Uji t.

Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui Pengaruh Metode Simulasi terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data pretest dan posttest.

(6)

Tabel 2

Hasil Pengolahan Data Berdasarkan Hasil Belajar PKN

Keterangan Skor Hasil

Pre-test Post-test

Rata-rata (𝒙̅) 44,5 75,8

StandarDeviasi 10,92 7,73

Uji Normalitas(𝝌𝟐) 1,601 2,229

Hasil Uji t 3,592

Berdasarkan tabel 2 bahwa hasil rata-rata skor pretest peserta didik adalah 44,5 dan standar deviasi adalah 10,92. Untuk hasil rata-rata skor posttest peserta didik adalah 75,8 dan standar deviasi adalah 7,73.

Pembahasan

Untuk mendapatkan jawaban berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis yang dikemukakan pada Bab I tentang pengaruh penggunaan metode simulasi terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara, maka perlu dilakukan analisis data.

Setelah dilakukan perhitungan data pre-test dan post-test yang berdistribusi normal, maka selanjutnya akan dilakukan analisis data uji t. Selanjutnya harga thitung dibandingkan dengan ttabel, untuk db = 30-1 dan taraf signifikan (α) = 0,05 diperoleh harga ttabel = 1,699. Ternyata thitung ≥ ttabel atau 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 (3,592) >𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (1,697) berarti signifikan. Maka ini berarti Ho ditolak, sebaliknya Ha diterima atau disetujui. Ini berarti terdapatpengaruh penggunaan metode simulasi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Harga Diri kelas III SDN 09 Pontianak Tenggara.

Karena hipotesis diterima maka terdapat pengaruh dari pengaruh penggunaan metode simulasi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

materi Harga Diri kelas III SDN 09 Pontianak Tenggara.

Hasil Perhitungan selanjutnyathitung dibandingkan dengan ttabel, untuk db = 22 – 1 = 21 dan taraf signifikan (α) = 0,05 diperoleh harga ttabel = 2,080. Ternyata thitung ≥ ttabel atau 10,99 ≥ 2,080. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil post-test dan hasil pre-test.

(7)

bahwa metode simulasi merupakan metode yang cocok untuk diterapkan dalam menyampaikan materi harga diri pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas 3. Hal ini dikarenakan dalam metode simulasi ini siswa diajak untuk menerapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan simulasi, siswa dapat dengan mudah menempatkan diri dalam lingkungan belajar maupun lingkungan nyata (lingkungan masyarakat). Materipun menjadi lebih mudah diterima karena berhubungan dengan situasi nyata. Kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan bagi siswa, karena siswa diajak mengenal lingkungan masyarakat yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan sehari-harinya.

Dikatakan berpengaruh karena hasil pre-test yaitu hasil test sebelum diberikan perlakuan dengan menggunakan metode eksperimen lebih rendah dibandingkan setelah diberikan perlakuan dengan metode eksperimen, dan hal ini terbukti dengan hasil dari post test yaitu test yang diberikan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan metode eksperimen.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara dan hasil pengolahan data yang diperoleh nilai rata-rata pre-test siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak tenggara pada materi harga diri sebelum menerapkan metode simulasi adalah 44,5 dengan standar deviasinya 10,92. Nilai rata-rata post-test siswa kelas III sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak Tenggara pada materi harga diri dengan menerapkan metode simulasi adalah 75,88 dengan standar deviasi 7,73.

Dari hasil post test dilakukan pengujian hipotesis (uji-t) menggunakan rumus uji t dependen diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 sebesar 3,592 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (𝛼 = 5% dan dk = 30-1= 29) sebesar 1,699. Karena 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔( 3,592) > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙(1,699), dengan demikian maka Ha diterima. Pembelajaran

dengan menerapkan metode simulasi memberikan pengaruh tinggi (ES sebesar 2,873) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas III Sekolah Dasar Negeri 09 Pontianak tenggara. Maka, dapat diambil kesimpulan secara umum adalah terdapat pengaruh penggunaan metode simulasi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Harga Diri kelas III SDN 09 Pontianak Tenggara.

Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut : 1) Bagi guru yang ingin menerapkan metode simulasi dalam kegiatan pembelajaran, sebaiknya memperhatikan efisiensi waktu dan menggunakan metode ini dengan materi yang sesuai; 2) Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai metode simulasi, disarankan untuk melaksanakan dengan waktu 3x35 menit agar penelitian yang dilakukan bisa terlaksana dengan efektif dan efisien.

DAFTAR RUJUKAN

BSNP. (2006). Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan SD/MI. Jakarta :DepartemenPendidikanNasional. Burhan Nurgiyantoro, Gunawan dan

Marzuki. (2009). Statistik Terapan untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: Gajahmada University Press

FKIP. (2007). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah FKIP Untan. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Hadari Nawawi. (2012). Metode Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta :

Universitas Gajah Mada Press. Leo Sutrisno, dkk. (2008). Pengembangan

Pembelajaran IPA SD Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Nasional. Jakarta: Depdiknas

(8)

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Wilayah. Telkom Jabar Barat Utara

This indicated that the alternative hypothesis stating that the interactive video media increases the students’ writing scores in analytical exposition text at XI grade

Sedangkan biaya produksi yang dicatat adalah biaya yang benar-benar telah digunakan (bukan jumlah yang dibeli/disimpan) selama setahun yang lalu oleh rumah tangga yang cara

Pada prinsipnya setiap kata yang bearasal dari bahasa Arab harus ditulis dengan menggunakan sistem transliterasi. Apabila kata tersebut merupakan nama Arab dari orang Indonesia atau

Larutan yang terdiri dari tiga kata kunci ; lambang, rujukan dan tujuan dimaksudkan kepada ada tiga poin penting yang harus difahami oleh seorang ahli forensic komunikasi

Untuk mendukung kinerja bidang keuangan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar mendapatkan penilaian WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK (Badan

• A term occurring frequently in the document but rarely in the rest of the collection is given high weight. • Many other ways of determining term weights have

Rinintha Niken Dhaningtyas Wibhisandy “ HUBUNGAN TAYANGAN VARIETY SHOW RUNNING MAN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF RUNNERS (Studi Perilaku Konsumtif Runner s pada