• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PENYAJIAN KONTEN MATEMATIKA TER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI PENYAJIAN KONTEN MATEMATIKA TER"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam perkuliahan Sehari −¿ hari pasti kita tidak asing dengan kata Strategi. Secara umum strategi ialah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan. Perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.

Pembelajaran di bidang mata kuliah Matematika diskrit pun tidak luput dengan yang namanya strategi yaitu strategi pembelajaran. Mata Kuliah Seminar Matematika membahas tentang strategi untuk menyajikan konten matematika. Strategi Menyajikan Konten matematika disini maksudnya adalah strategi untuk menyajikan konten dlaam pembelajaran matematika semisal dalam mengajarkan sistem penomoran, persen dan persentase, dan lain sebagainya. Dalam hal ini diperlukan untuk menyiapkan strategi pembelajaran agar peserta didik mudah memahami materi matematika tersebut.

B. Rumusan Masalah

a) Bagaimana Macam-macam strategi untuk pembelajaran matematika b) Bagaimana Kriteria untuk memilih strategi

c) Bagaimana Beberapa Strategi untuk mengajarkan konsep-konsep dasar

C. Tujuan Penulisan

(2)

b) Mengetahui Kriteria untuk memilih strategi

(3)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Strategi untuk menyajikan konten matematika

Di dalam mengajarkan sebuah konsep yang baru, guru harus memutuskan konten apa yang akan mencapai tujuan dari pembelajaran, kemudian pilih strategi yang tepat untuk mengajarkan konsep tersebut. "Strategi" di sini mengacu pada proses pembelajaran matematika, bukan proses mengajar.Pemilihan strategiini harus didahulukan daripada pemilihan metode pembelajaran karena strategi yang menentukan metode apa yang harus digunakan, strategi mengikuti pemilihan dari sasaran dan konten karena membantu dalam menentukan strategi.

Strategi dalam mengajar konsep matematika yang diberikan adalah prosedur, algoritma, digunakan untuk sepakat dengan konsep. Strategi yang dipilih oleh guru mungkin dimulai dari sebuah garis bilangan; misalnya, dalam mengajar sistem bilangan, kita dihadapkan dengan sejumlah pertanyaan;

Haruskah kita menggunakan pendekatan historis dan memulainya dengan diskusi tentang sistem bilangan kuno?

Haruskah kita menggunakan basis tertentu seperti 5 untuk sistem bilangan baru atau harus dengan beberapa sistem yang dipertimbangkan secara simultan?

Jika kita menggunakan basis tunggal, mana yang seharusnyasecara logis dipertimbangkan terlebih dahulu?

Haruskah kita menggunakan digit Arab untuk sistem yang baru atau harus membuat sebuah himpunan simbol yang baru?

Haruskah kita menggunakan subscript untuk mengidentifikasi basis atau beberapa cara lain, seperti warna, yang lebih tepat?

(4)

Haruskah kita mengembangkan algoritma yang rumit, seperti pembagian dan akar kuadrat dalam sistem basisyang baru?

Haruskah kita mengubah angka yang bukan desimalsecara langsung ke basis lain tanpa kesulitan menuju basis 10?

Haruskah kita memasukkan bilangan rasional dalam pembelajaran kita?

Haruskah kita mempertimbangkan masalah daribasis negatif?

Haruskahsebuah sistem modular terbatas dikaitkan dengan sistem bilangan?

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, gurumemilih prosedur yang paling tepat untuk gaya mengajarnya dan yang paling menyenangkan untuk kelompok tertentu dari siswanyaagar tercapai sasaran dari pembelajaran.

Strategi yang dipilih tergantung pada topik, kelas, objek, dan prosedur yang diketahui guru. Hal ini memudahkan guru untuk menggunakan strategi yang berbeda, pendekatan baru, ketika topik diajarkan kedua kalinya atau ketika ditinjau. Ketika strategi alternatif digunakan, mereka tinggal menambahkan topik untuk menghasilkan jenis pembelajaran yang menarikberdasarkan topik baru yang dihasilkan.

Strategi baru memiliki efek terapi pada guru. Mereka merubah aspek rutin mengajar terutama ketika subjek yang sama telah diajarkan beberapa kali atau ketika beberapa bagian dari subjek yang sama diajarkan di tahun yang sama. Pendekatan baru membuat peran guru sedikit lebih menarik dan menawarkan dia sebuah tantangan yang lebih. Semua guru harus mengembangkanstrategi alternatif.

Strategi harus ditinjau kembali dan salah satunya dipilih pada rencana satuan waktu yang dikembangkan, karena strategi untuk mengajar menentukan presentasi kelas secara keseluruhan dan bahan-bahan yang akan digunakan.

2. Kriteria Untuk Memilih Strategi

(5)

dapat digunakan. Setelah strategi yang mungkin ditentukan, guru harus memilih salah satu yang paling cocok untuk situasi tertentu.

Berikut adalah panduan untuk memilih suatu strategi:

Strategi ini harus benar secara matematis. Jika pembuktian alternatif dari teorema yang mungkin, salah satu yang dipilih harus didasarkan pada definisi, aksioma, dan teorema yang telah terbukti sebelumnya dikembangkan di dalam kelas.

Strategi ini harus memiliki makna bagi kelas. Matematika tidak boleh terlalu canggih, yaitu "diluar kemampuan" siswa. Biasanya itu bisa untuk menggambarkan konsep darisuatu algoritma dalam hal apa yang telah mereka pelajari sebelumnya. Dalam mengembangkan struktur bilangan rasional, misalnya, guru ingin memastikan bahwa murid di kelas tahu apa itu identitas, apa maksud dari tertutup, dan apa gunanya suatu invers.

Strategi ini harus memenuhi tuntutanprosedur mengajar yang tepat. Itu mungkin untuk merumuskan proses dengan cara representasi visual yang konkrit, untuk membawa pada representasi abstrak, dan untuk diakhiri dengan generalisasi. Strategi ini bergantung pada minimumdari konsep yang baru, kondisi yang

ditetapkan, dan prosedur yang baru. Dengan demikian, seorang guru sekolah

menengah akan raguuntuk mengembangkan bilangan real pada basis dari rangkaian limit karena akan melibatkannya dalam masalah penjumlahan kompleks.

Strategi ini harus memberikan pengalaman yang memuaskan, sehingga siswa akan bersedia untuk memaksimalkan energi yang dibutuhkan untuk menguasai teknik baru.

Jika memfaktorkan suatu himpunan dari frasa aljabar menjadi sebuah manipulasi tak berarti, akan lebih baik untuk tidak memberikan tugas.

(6)

log, definisi logaritma sebagai daerah di bawah kurva, sementara lebih memuaskan secara matematis, mungkin terlalu canggih untuk sebagian siswa (lihat pembahasan berikut).

3. Beberapa Strategi Untuk Mengajarkan Konsep-Konsep Dasar.

Berikut ini adalah contoh strategi alternatif untuk mengajarkan beberapa konsep dasar. Contoh pertama, yang diambil dari matematika sekolah dasar, ditawarkan untuk memberikan beberapa wawasan ke dalam masalah pada tingkat yang lebih mendasar. Kesiagaan dari alternatif dan pilihan yang dibuat oleh guru sekolah dasar akan semakin penting untuk guru sekolah menengah sebagai program baru dengan pendekatan yang bervariasi dikembangkan di sekolah dasar.

a. Definisi penjumlahan

Salah satu strategi pertama guru sekolah dasar harus memilih salah satu untuk penyelesaianpenjumlahan. Apa maksud dari penjumlahan? Bagaimana pemindahan terbaik dari objek nyata untuk disimboliskan? Bagaimana makna dari memindah (mengelompokkan kembali) menjadi lebih jelas? Bagaimana seharusnyasuatu konsep dimodifikasi sebagai bilangan rasional, bilangan bulat negatif, dan bilangan real untuk diperkenalkan?

Pengenalan biasa untuk penjumlahan dimulai dengan kombinasi dari kelompok-kelompok suatu objek:

A, B, C dan D, E dikombinasikan menjadi A, B, C, D, E Mengingat bilangan dari objek dalam setiap kelompok atau himpunan, kita dapat

3+2 = 5

Beberapa guru sekarang menghadapi situasi ini dalam penyimbolandan operasi dari himpunan:

K={A,B,C} ...

Jumlahnya adalah elemen dalam gabungan dari dua himpunan saling lepas. Perhatikan bahwa tingkat kesukaran yang tinggi dari cara ini, baik dari segi simbol dan kosa kata.

(7)

bilangan-penjumlahan diilustrasikan dengan pelompatan pada garis bilangan. Misalnya, 3 + 4 = 7 digambarkan pada gambar 10.1.

Gambar 10.1

Pada tingkat yang lebih tinggi, operasi penjumlahan dianggap pemetaan atau korespondensi dua-ke-satu.

Gambaran garis bilanganmemiliki keuntungan dari memberikan hubungan antar bilangan, urutan, "jarak" terpisah; Oleh karena itu, hal ini berguna dalam mengembangkan sifat-sifat penjumlahan. Hal ini juga cocok tanpa modifikasi penting untuk pengenalan bilangan rasional dan bilangan real, bilangan negatif, dan grafik. Terutama atas dasar grafik, yang membuatnya berguna pada tingkat kelas yang lebih tinggi, gambaran garis bilangan tampaknya strategi yang paling tepat untuk membahas konsep bilangan dan pengoperasian.

b. Pembagian Panjang

Algoritma untuk pembagian panjang secara khas ialah "memperkirakan hasil bagi,mengalikan, mengurangi, menurunkan, membagi," dan seterusnya. Itu berhasil tetapi hanya memperoleh sedikit makna bagi siswa. Bandingkan kemudahan dan makna dari proses di sebelah kanan dengan dari pada sebelah kiri:

Strategi di sebelah kiri bisa memiliki makna lebih jika diperkenalkan sebagai berikut:

(8)

Kebanyakan guru matematika setuju bahwa hasil akhirnya adalah kemampuan untuk menggunakan algoritma pertama yang diperkenalkan. Tapi ini mungkin diikuti atau ditambah dengan pengembangan di sebelah kanan, yang berfokus pada pembagian sebagai proses pengurangan berulang.

c. Pembagian dengan Bilangan Rasional

Pembagian dengan sebuah fraksi telah jarang dibuat berarti. Carabiasa adalah dengan "membalik pembagi dan mengalikan" Strategi apayang akan ditambahkan makna untuk operasi ini?

Suatu strategi yang mudah adalah dengan mengubah pecahan dengan penyebut umum. Dengan demikian, ¾ ÷ 2/3 menjadi 9/12 ÷ 8/12. Jika penyebut dipertimbangkan dengandinamakan sebagai satuan unit, masalahnya menjadi salah satu dari membagi sembilan unit-unit tersebut dengan delapan dari mereka, memberikan hasil bagi 9/8. Contoh ini dapat dibenarkan dengan mengacu pada garis bilangan, bilangan--bilangan yang melibatkan satuan kaki dan inci, atau guntingan pie.

(9)

m

Menggunakan elemen identitas kita dapatkan (karena x / x = 1 untuk x ≠ 0):

m

Pada kasus kedua, pemilihan 6/6 untuk 1 lebih baik dari pada (3/2)/(2/3) untuk menyederhanakan perhitungan.

d. Persen dan Persentase

Perhitungan persen dan persentase selalu menyusahkan, sebagian karena kebingungan dengan istilah yang serupa antara “persen” dan “persentase”, sebagian lagi karena angka yang berbeda (misalnya 75%, .75, dan 3/4) digunakan untuk persen yang sama tanpa dibuat pembedaan antara suku dan angka. Tetapi sumber utama kesulitannyaadalah kegagalan dalam mengenal perbedaan antara suatu persen dan suatu bilangan rasional.

(10)

Tentu saja, ada banyak angka-angka yang berbeda untuk mewakili suku hanya karena ada angka-angkayang berbeda untuk sekian bilangan rasional. Jadi 3 dari 4 setara dengan suku6 dari 8 atau 15 dari 20. Suku 3/4 adalah salah satu anggota dari satu himpunan suku-suku yang setara atau

3

Oleh sebab itu, 3/4, 75/100, 0,75, dan 75% adalah empat angka untuk setiap yang sama. Berbagai cara digunakan untuk membedakan suku ¾ dari bilangan rasional 3/4 . hal ini yang mengacu pada suatu suku sebagai suatu pasangan suku, jadi ¾ diwakili oleh (3,4). Hal ini mungkin membingungkan untuk beberapa siswa karena (3,4) juga notasi untuk koordinat suatu titik pada bidang kartesius.

Persen pada umumnya digunakan untuk memecahkan tiga jenis latihan seperti berikut:

1. Berapakah 6% dari 84? 2. Berapa persen 12 dari 60?

3. Tujuh adalah 9% dari angka berapa?

Satu strategi yang terdahulu adalah mengklasifikasikan satu permasalahan ke dalam salah satu antara ketiga kategori ini. Kemudian, kaidahberikut ini digunakan untuk menyelesaikan latihan.

Kasus I. Mengubah persen menjadi bilangan desimal dan mengalikannya. Kasus II.Membagi keseluruhan dengan bagiannya dan mengubah bilangan desimal menjadi persen.

Kasus III. Mengubah persen ke desimal dan membagi bagiandari keseluruhan dengan desimal ini.

Kaidahsuku ini untuk kasus I, II dan III menjadi tidak berarti. Persen di atas 100 sangat sulit jika menggunakan kaidah ini.

(11)

Kemudian dengan substitusi dari nilai yang diketahui untuk kedua variabel, persamaan yang dihasilkan selalu dapat diselesaikan untuk variabel ketiga. Kesulitan utama di sini adalah bahwa siswasering tidak dapatmembedakan antara b dan p, basis dan persentase.

Strategi ketiga menggunakan perbandingan untuk semua masalah suku. Selama suku adalah rasio, tampaknya masuk akal untuk menggunakan perbandingan yang merupakan ekspresi dari kesetaraan antara dua rasio. Kemudian suatu persen adaah selalu suatu rasio di mana basis perbandingan adalah 100. Kemudian 75% adalah rasio 75 sampai 100 atau 75/100. Semua masalah persentase sekarang tekandung dalam menemukan dua angka untuk suku yang sama. Biasanya masalah ini disederhanakan karena salah satu angka yang bersangkutan memiliki 100 sebagai basis perbandingannya.

Berikut ini adalah bagaimana strategi ini memecahkan tiga latihan di atas:

1. Berapakah 6% dari 84? 6 dari 100 sama dengan apa yang dari 84? Atau

6 100=

x 84

2. Berapa persen 12 dari 60? Apa dari 100 adalah 12 dari 60? Atau x

100= 12 60

(12)

Adalah benar secara matematis dalam menemukan dua suku yang setara. Tapi, di atas semuanya, itu adalah strategi yang bisa dipertimbangkan karena didasarkan pada makna persen.

e. Akar Kuadrat

Akar kuadrat dari suatu bilangan memiliki beberapa basis untuk eksplorasinya. Pada tingkat intuitif, dapat digambarkan sebagai panjang sisi persegi dari daerah yang diketahui. Dengan demikian, jika 25 adalah ukuran luas dari suatu persegi, ukuran masing-masing sisinya adalah 5. Kemudian akar kuadrat dari 25 adalah 5.

Pada tingkat yang lebih tinggi, akar kuadrat dari suatu bilangan diilustrasikan sebagai salah satu dari kedua faktor yang sama dari suatu bilangan. Hal ini memuaskan untuk kuadrat sempurna seperti 36 tetapi tidak sesuai untuk bilangan seperti 17. Selama faktor biasanya dibatasi untuk menghitung bilangan, kesulitan mungkin timbul, karena 17 tidak memiliki dua faktor yang sama yang menghitung bilangan. Siswa kemudian mungkin menyimpulkannya keliru bahwa tidak ada akar kuadrat dari 17.

Dalam hal ini, faktor yang sama berkaitandengan penggunaan eksponen. Misalnya, 7x7 diwakili sebagai 7² dan disebut "tujuh kuadrat" atau "pangkat dua dari tujuh." Kemudian, menemukan akar kuadrat dari bilangan non-negatif adalah invers dari mengkuadratkan bilangan non-negatif. Lalu,

49=

72atau

49=7 .

Nilai perkiraan akar kuadrat dari bilangan-bilangan yang merupakan bukan kuadrat sempurna dapat ditemukan dengan pendekatan pengukuran. Pendekatan ini berdasarkan pada rumus Pythagoras untuk segitiga siku-siku,

a2+b2=c2atau c=

a2+b2 .

(13)

Gambar 10.2

1. Lukis sebuah segitiga siku-siku sama kaki dengan setiap kaki satu unit panjang.Kemudian sisi miring mewakili c = √ (1 + 1) atau c = 2. Nilai sebenarnya dari √2 dapat ditentukan dengan mengukur panjang c dengan strip terpisah dari kertas grafik.

2. Menggunakan √2 sebagai panjang satu sisi dan 1 sebagai panjang dari sisi kedua, lukis segitiga siku-siku yang lain. Sisi miring dari segitiga ini mewakili √3. terus dengan cara yang sama, akar kuadrat dari bilangan bulat dapat ditentukan. Ketika dibangun bersama-sama, mereka membentuk sebuah susunan spiral.

Selama akar kuadrat dari begitu banyak bilangan adalah bilangan irasional, algoritma untuk perhitungan dari suatu akar kuadrat begitu menyusahkan bagi siswa. Strategi yang biasa adalah dengan menggunakan algoritma berdasarkan persegi polinomial. Hal ini diterima secara luas hanya karena "pekerjaan" dalam mencari akar kuadrat yang benar untuk setiap tingkat akurasi yang diinginkan. Berikut adalah bagaimana algoritma tersebut dipakai untuk √746:

(14)

Gambar 10.3

Bagian dari persegi yang diberikan ini adalah persegi 20 dengan 20. Kemudian (20 + x) 2 = 746. Daerah yang tersisa dapat diwakili oleh persegi panjang ini:

Karena (20 + x) 2 = 746, 400 + 40x + x2 = 746, atau x (40 + x) = 346, maka x dapat diperkirakan dengan membagi 346 (luas daerah persegi panjang) dengan 40, suatu perkiraan pada panjang sisi persegi panjang ( "gandakan digit pertama dan tambahkan pada nol"). Ini menunjukkan 8, tetapi ketika 8 ditambahkan dengan 40 untuk mendapatkan total panjang persegi panjang, hasilnya 48 x 8 adalah lebih dari 346. Oleh karena itu, x ialah diperkiarakan sama dengan 7. Daerah yang tersisa dapat diwakili oleh y dalam persamaan (2.27 + y) y = 17 atau dengan persegi panjang.

Gambar 10.4

(15)

Agar konsisten dengan teori pengukuran, akar kuadrat harus memiliki akurasi yang sama dengan bilangan yang diketahui. Dalam hal ini, itu berarti akar kuadrat harus memiliki tiga bilangan penting.

Algoritma di atas adalah, tentu saja, berdasarkan kuadrat dari sebuah binomial (a + b)² = a² + 2ab + b². Dengan demikian, itu adalah ekstensi yang bagus dari hasil binomial. Untuk menjadi bermakna dan diingat, dasar ini harus secara hati-hati ditanamkan.

Strategi kedua untuk menghitung akar kuadrat adalah metode estimasi-pembagian. Untuk mendapatkan akar kuadrat dari 746, perkirakan jawabannya dan kemudian membaginya. Misalkan kita mulai dengan memperkirakan akar kuadrat adalah 25 (karena 20² = 400 dan 30² = 900).

1. Dibagi dengan taksiran akar 746 ÷ 25=29.84

2. Menemukan rata-rata pembagi dan hasil bagi 25+29.84

2 =27.42 3. Membagi kuadrat dengan perkiraan baru ini

746

27.42=27.206

4. Menemukan rata-rata pembagi dan hasil bagi

27.42+27.206

2 =27.31

Dalam strategi ini, perhatikan bahwa tidak ada algoritma yang sama sekali baru untuk perlu dipelajari. Di sini kita menggunakan pembagian dan rata-rata. Hal ini didasarkan pada gagasan ide tentang aritmetika bahwa dari dua bilangan

adalah sebuah perkiraan untuk cara geometri, yaitu, x+2y≈

xy . Dimana xy

(16)

Pilih esimasi pertama

x1>

n>0

Biarkan kesalahan dalam estimasi pertama ini menjadi e1 , sehingga x1=

n+e1 , e10

Estimasi kedua ditemukan dengan merata-ratakan seperti dijelaskan di atas:

x2=

Biarkan e2 menjadi kesalahan dalam Pendekatan kedua ini x2=

n+e2

Pada saat x1 sama> √n menyiratkan rantai penalaran berikut:

x1 membuatnya menjadi perkiraan yang lebih baik.

(17)

Perhatikan bahwa guru ditinggalkan dalam kebingungan nyata dengan strategi-strategi alternatif. Masing-masing menimbulkan masalah nyata jika memahaminya adalah suatu tujuan dasar. Karena kesulitan ini, beberapa guru tidak mengajarkan algoritma dan mengarahkan siswanya pada tabel-tabel, solusi logaritma, nomograf, kaidah sisi, atau grafik. Lainnya, terutama mereka yang memiliki kalkulator, menggunakan percobaan langsung (dengan mengkuadratkan) untuk memperkirakan akar.

f. Perkalian Bilangan Terarah

Salah satu pertanyaan yang paling sering, dan belum terjawab, di kelas aljabar adalah "mengapa negatif dikali negatif menghasilkan positif?". Untuk menambahkan makna pada proses ini, berbagai strategi seperti berikut digunakan:

1. Hubungkan proses perkalian untuk menjalani pada garis bilangan. Ini akan menghubungkan proses perkalian dengan penggambaran dari perkalian yang digunakan dalam aritmatika sekolah dasar. Unsur baru yang diperkenalkan di sini adalah ide tentang arah positif dan negatif, waktu positif dan negatif, dan jarak positif dan negatif.

Misalkan john tinggal di sebuah jalan raya timur-barat. Pertimbangkan jalan raya sebagai nomor baris dengan rumah john pada titik asal. Menggunakan koordinat positif untuk mencari poin timur dari rumah dan koordinat negatif john untuk poin barat, pertimbangkan jarak ke timur dari rumah john positif dan jarakke barat negatif. Oleh karena itu, arah perjalanan adalah positif ketika menuju timur dan negatif ke arah barat. waktu mendatang disebut positif dan waktu masa lalu negatif, dengan saat ini menjadi nol. (catatan berapa banyak kondisi harus ditetapkan untuk pengembangan "intuitif" ini atas hasil dari bilangan bulat).

Kemudian (+50) (+ 3) = (+150) selama perjalanan menuju ke timur 50 mph

(18)

Bagaimana kemudian yang berikut ini diinterpretasikan? (-50)(+3)=(-150)

(+50)(-3)=(-150)

Akhirnya (-50) (-3) = + 150 berarti bahwa sebuah truk bepergian 50 mph ke barat memiliki 150 mil ke timur dari rumah john tiga jam yang lalu.

2. Keuntungan dan kerugian dari lapangan sepak bola memberikan situasi yang serupa.

3. Pendapatan dan biayamenghasilkan menjadi "dalam merah" atau "dalam hitam" memberikan penerapan lainnya.

4. The UICSM menggunakan metode cerdik dari proyektor film yang berjalan maju (+) atau mundur (-). Kemudian gambar bergerak dari pengisianpompa (+) atau menguras tangki (-) akan menghasilkan peningkatan air dalam tangki (+) atau penurunan (-). Proyeksi terbalik (-) dari pompa menguras tangki (-) hasil dalam tangki yang diisi (+).

5. Sebuah strategi yang berbeda menggunakan pola untuk memprediksikan hasil: a. +3 . +2 = +6

+3 . +1 = +3 +3 . 0 = +0 +3 . -1 = ? +3 . -2 = ? b. -3 . +2 = -6

-3 . +1 = -3 -3 . 0 = 0 -3 . -1 = ? -3 . -2 = ?

6. Pada tingkat lebih tinggi, pendekatan deduktif yang mungkin: a. +3 . 0 = 0 Properti nol

b. +3 (+3 + -3) = 0 Substitusi dari (+3 + -3) untuk 0 c. (+3)(+3) + (+3)(-3) = 0 properti distributif

d. +9 + (+3)(-3) = 0 Pergantian dari 9 untuk (+3) (+ 3)

(19)

Bentuk umum yang serupa (a) –a . 0 = 0

(b) –a.[b+(-b)] = 0 (c) –ab+ -a(-b) = 0 (d) (-a)(-b) = - (-ab) (e) (-a)(-b) = ab

Sangat mungkin bahwa total strategi untuk mengajar tentang hasil dari dua bilangan negatif akan dimulai dengan sebuah contoh garis bilangan, termasuk pola hasil dan diakhiri dengan presentasi deduktif.

(20)

PENUTUP

A.

Kesimpulan

Ada beberapa strategi yang tersedia untuk mengajar topik yang paling sering dijumpai dalam matematika. Bagian berikut akan menunjukkan banyak strategi yang dapat digunakan. Setelah strategi yang sesuai ditentukan, guru harus memilih salah satu yang paling cocok untuk situasi tertentu.

Beberapa strategi untuk mengajarkan Konsep-konsep dasar, yaitu : 1. Perkalian bilangan terarah

2. Akar kuadrat

3. Persen dan persentase 4. Definisi penjumlahan 5. Pembagian panjang

6. Pembagian dengan bilangan rasional

B. Saran

Gambar

Gambar 10.1Pada tingkat yang lebih tinggi, operasi penjumlahan dianggap pemetaan atau
Gambar 10.21. Lukis  sebuah  segitiga  siku-siku  sama  kaki  dengan  setiap  kaki  satu  unit
Gambar 10.3Bagian dari persegi yang diberikan ini adalah persegi 20 dengan 20. Kemudian

Referensi

Dokumen terkait

dan kerja yang dilakukan pada hari yang sama, maka nilai HR rest yang diambil adalah nilai denyut jantung pada saat kondisi subjek benar-benar beristirahat

yang terakhir atau keempat, untuk memperkuat citra lembaga. Dalam era milenial seperti saat ini, Humas Bawaslu Kabupaten/Kota juga perlu melakukan beberapa hal. Pertama,

Apakah yang telah Anda pelajari dari tahap terakhir, siklus pertama, teks Naratif

Banyak bilangan ratusan dengan angka pertama dan terakhir mempunyai selisih 3 dan ada angka yang sama adalah. Diketahui

Demikian halnya suasana pagi hari yang digambarkan pada teks Jawa Kuno dan teks Jawa Modern tidak begitu berbeda.. Kedua teks mempunyai daya imaji yang sama saat meng- gambarkan

 Formula 3A (Kelompok 5) dari hari pertama pembuatan sampai hari terakhir pengujian menghasilkan karakteristik yang sama baik dari warna, bau, homogenitas, pengolesan

Problematika terhadap konten pengetahuan oleh guru saat ini masih terjadi, beberapa literatur pada dekade terakhir yang peneliti rangkum mendapatkan hasil berupa; 1 pembelajaran

Pada hari pertama tercatat 24 telur, pada hari kedua 30 telur, dan pada hari ketiga tercatat 36 telur, dan seterusnya sampai hari keempat dengan pola yang sama.. Banyak telur bebek yang