• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis tanaman sawi di bengkulu.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "analisis tanaman sawi di bengkulu.docx"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

analisis tanaman sawi di bengkulu

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS USAHA TANI TANAMAN SAWI

Di susun oleh

Nama Nomor pokok mahasiswa

Ifi tamala 1450090048

Rika srinendia novianti 14500900

Hazisko saputra 14500900

Fikri khazali 1450090058

Suherlin 1450090020

Dosen Pembimbing : Novitri Kurniati SP.M.P FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita sampaikan kepada allah swt yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehinggga penulis mampu menyelesaikan laporan praktikum analisis usaha tani tanaman sawi.

(2)

Kami menyampaikanUcapan terima kasih sebesar-besarnya kepada dosen

pembimbing novitri kurniati sp. mP yang telah membimbing kami untuk membuat laporan praktikum ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat

membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan laporan praktikum jika ada selanjutnya.

Akhir kata, kami sampaikan ribuan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikutberperan serta dalam penyusunan laporan praktikum ini baik dari awal sampai akhir, yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu-persatu. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Benkulu, juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... ... I

Daftar Isi... ... 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar

belakang... ... 1 1.2 Tujuan

praktikum... ... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Usaha Tani... ... 3

2.2 Biaya Usaha Tani... ... 8

2.3 Penerimaan Dan Produksi Usaha Tani... ... 11

2.4 Pendapatan Usaha

Tani... ... 12

(3)

2.6 Analisis Bep... ... 14

2.7 Analisis ROI dan Payback Period ... ... 15

BAB III METEOLOGI PRAKTIKUM 3.1 Waktu dan

3.4 Teknik Analisa Data... ... 17

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Lokasi... ... 18

4.2 Identitas

Responden... ... 18

4.3 Biaya Usaha Tani... ... 19

4.6 Efisiensi Usaha Tani... ... 22

4.7 Kelayakan Usaha Tani... ... 23

4.8 Analisis Bep... ... 23

4.9 Roi Dan Payback Period... ... 24

BAB V PENUTUP 5.1

(4)

5.2

saran... ... 25 LAMPIRAN.

1. Poto kegiatan 2. Surat keterangan

3. Kuisioner hasil praktikum

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang subur dan sangat baik di tanami sayur-sayuran.contohnya tanaman sawi,Secara umum tanaman sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop. Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi sawi

monumen.

KLASIFIKASI BOTANI. Divisi : Spermatophyta. Subdivisi : Angiospermae. Kelas : Dicotyledonae.

Ordo : Rhoeadales (Brassicales). Famili : Cruciferae (Brassicaceae). Genus : Brassica.

Spesies : Brassica Juncea.

Dalam laporan praktikum ini di bbuat untuk memenuhi tugas analisis usaha tani. Seperti yang kami buat yaitu analisisi usahatani tanaman sawi. Dalam proses melakukan praktikum ini terkadanag apa yang di sampaikan oleh petani

sebenarnya tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga sering sekali saat menganalisis data yang di berikan oleh petani mahasiswa terkadang

(5)

Tujuan Praktikum

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari usaha tani yang dilaksanakan oleh beberapa petani diwilayah benkulu khususnya kebun tebeng. Mahasiswa akan mempelajari analisis kelayakan usaha tani tersebut secara ekonomi. Dan supaya mahasiswa lebih mengetahui bagaimana cara menganalisis data.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Usaha Tani

Syarat Tumbuh

Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga

dikembangkan di Indonesia ini.

Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.

(6)

Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.

BUDIDAYA TANAMAN SAWI

Cara bertanam sawi sesungguhnya tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta

pemeliharaan tanaman.Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun tunmpang sari.

A. BENIH.

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.

Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama

penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil.

Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tanaman sawi yang lain. Juga memperhatikan proses yang akan

dilakukan mesilnya dengan dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.

B. PENGOLAHAN TANAH.

Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.

Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.

Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha. Pupuk kandang diberikan saat

penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan.

(7)

Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk

penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter. Curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.

Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.

Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.

D. PENANAMAN.

Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.

Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.

E. PEMELIHARAAN.

Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panaspenyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.

Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.

Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru.

HAMA DAN PENYAKIT A. HAMA.

1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.). 2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).

(8)

5. Cacing bulu (cut worm). B. PENYAKIT.

1. Penyakit akar pekuk. 2. Bercak daun alternaria. 3. Busuk basah (soft root).

4. Penyakit embun tepung (downy mildew). 5. Penyakit rebah semai (dumping of). 6. Busuk daun.

7. busuk Rhizoctonia (bottom root). 8. Bercak daun.

9. Virus mosaik.

PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN.

Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya. Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu melihat fisik tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun. Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam.

Pasca panen sawi yang perlu diperhatikan adalah : 1. Pencucian dan pembuangan kotoran.

2. Sortasi. 3. Pengemasan. 4. Penympanan. 5. Pengolahan.

2.2 Biaya Usaha Tani biaya usahatani

Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: Biaya tetap (fixed cost ) ).

Biaya tetap ini umumnya didefinisikan sebagai biaya yang relatif tetap

(9)

kadang-kadang tergantung dari peneliti apakah mau memberlakukan variabel itu sebagai biaya tetap atau biaya variabel (tidak tetap) . contoh biaya tetap antara lain : sewa tanah, pajak, alat pertanian.

Biaya tidak tetap (variabel cost)

biaya tidak tetap atau biaya variabel biasanya didefenisikan sebagai biaya yang besar-kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh. Contohnya biaya untuk sarana produksi. Kalau menginginkan produksi yang tinggi, maka tenaga kerja perluh ditambah, pupuk juga perlu ditambah dan sebagainya, biaya ini sifatnya berubah-ubah tergantung dari besar-kecilnya produksi yang diinginkan.

Cara menghitung biaya tetap adalah:

(1) FC = ∑_(i=1)^n▒XiPxi atau FC = biaya tetap + penyusutan alat Ialah:

FC = biaya tetap

Xi = jumlah fisik dari input yang membentuk biaya tetap; Pxi= harga input: dan

n = macam input.

Bila besarnya biaya tetap ini tidak dapat dihitung dengan rumus (1); maka sekaligus ditetapkan nilainya saja. Misalnya pajak irigasi yang harus dibayar. Karena tidak diketahui berapa liter air irigasi yang harus dibayar. Karena tidak diketahui berapa liter air yang dipakai untuk irigasi, maka untuk menghitung biaya tetap, diperhitungkan langsung berapa rupiah yang di bayarkan untuk biaya irigasi tersebut. Kadang-kadang biaya tetap ini berubah atau diperlakukan sebagai biaya variabel bila angkat penyusutan (alat-alat pertanian misalnya) dihitung.

Rumus (1) juga dipakai untuk menghitung biaya variabel. Karena tatal biaya (TC) adalah dari biaya tetap (FC) dan biaya tidak tetap (VC); maka:

(2) TC=FC + VC

Dalam analisis usahatani, sering dilakukan dengan dua cara, yaitu; analisis finansial,

(10)

(b) analisis ekonomi.

Dalam analisis ekonomi, data upah yang dipakai adalah upah menurut ukuran harga bayangan (shadow price). Upah tenaga kerja di jawa yang jumlah

penduduknya berlebih ini memungkinkan upah tenaga kerja riil lebih kecil dari pada upah menurut ukuran perhitungan harga bayangan. Mungkin upah tersebut bernilai Rp 5.000/hari. Bila demikian, biaya untuk 100 HKSP menjadi 100 x Rp 5.000 = 500.000. tentang bagaimana menghitung harga bayangan ini dijelaskan dalam bukulain, misalnya gittiger (1986) atau soekartawi (1992) . 3. Produksi; 4. Biaya ataupengeluaran usahatani; dan 5. Keterangan umum.

2.3 Penerimaan dan Produksi

Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang di peroleh dengan harga jual. Pernyataan ini dapat di tuliskan sebagai berikut:

Yaitu: TR = Total Penerima

Y = Produksi yang diperolehdalam suatu usahatani Py= Harga Y

Bila macam tanaman yang diusahakan adalah lebih dari satu, maka rumus (1) berubah menjadi

TR =∑_(i=1)^n▒〖Y.Py〗

Yaitu n =jumlah macam tanaman yang diusahakan

Oleh karena itu dalam menghitung total penerimaan usahatani perlu dipisahkan: (a) Analisis persial usahatani; dan

(b) Analisis keseluruhan usahatani.

Jadi kalau sebidang lahan ditanam 3 tanaman secara monokultur (misalnya tanaman padi, jagung dan ketela pohon), dan bila tanaman yang akan ditelitih adalah salah satu macam tanaman saja, maka analisis seperti ini disebut analisis parsial. Sebaliknya kalau ketiga-tiganya seperti ini di sebut analisis keseluruhan usahatani (wholefarm analysis).

(11)

Menghitung produksi padi per ha sangat muda karena proses panennya serentak Menghitung produksi asparagus relatif sulit karena selama proses produksi, asparagus tersebut dipanen beberapa kali.

Kedua, hati-hati dalam menghitung penerimaan karena: (a) produksi mungkin dijual beberapa kali, sehingga diperlukan data frenkuensi penjualan; (b) produksi mungkin dijual beberapa kali pada harga jual yang berbeda-beda. Jadi di samping frekuensi penjualan yang perlu diketahui juga harga jual pada masing-masing penjualan tersebut.

Ketiga, bila penelitian usahatani ini menggunakan responden petani, maka

diperlikan teknik wawancara yang baik untuk membantu petani mengingat kembali produksi dan hasil penjual yang diperolehnya selama setahun terakhir. Pemilihan waktu setahun terakhir ini biasanya sering dipakai oleh para peneliti untuk

memudahkan perhitungan. 2.4 pendapatan usahatani

Pendapatan usahatani adalah selisi antara penerima dan semua biaya, jadi; (1) Pd = TR – TC

Pd = pendapatan usahatani TR = total penerima

TC = total biaya

Dalam banyak hal jumlah TC ini selalu lebih besar bila analisis ekonomi yang dipakai, dan selalu lebih kecil bila analisis finensial yang dipakai. Oleh karena itu, setiap kali melakukan analisis, perlu disebutkan analisis apa yang digunakan.

Usaha menggali data yang dipergunakan untuk keperluan analisis cash-fow, maka seperangkat pertanyaan dianjukan dan disusun seperti dalam tabel.

2.5 Analisis Efisien dan Kelayakan Usahatani Analisis Efisien

Untuk mengetahui efisien usahatani digunakan R/C rasio = TR/TC Kriteria : apabila nilai 1.R/C rasio > 1 : usahatani efisien

2.R/C rasio < 1 : usahatani tidak efisien

3. R/C rasio =1 : usahatani impas / balik modal Artinya :

Setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan dalam usahatani tersebut akan menghasilkan penerimaan.

(12)

Untuk mengetahui apa usahatani yang dilaksanakan layak diteruskan dan menjadi usaha utama digunakan analisis kelayakan atau disebut :

B/C rasio = (RT-TC)/TC atau B/C = R/C rasio – 1 Kriteria :

B/C rasio ≥1 : usahatani layak

B/C rasio < 1 : usahatani tidak layak Artinya :

Dalam satu rupiah biaya yang dikeluarkan dalam usahatani tersebut akan menghasilkan pendapatan.

2.6 Analisis BEP (Break Erent Poin)

Analisis BEF adalah titik inpas dimana suatu usahatani berada pada kondisi tidak untung atau tidak rugi, pada saat BEP ( TR =TC)

Ada dua macam BEP sebagai berikut : a. BEP produk (QBEP) = TC/Pq

jumlah produksi yang harus dihasilkan supayah usaha BEP b. BEP sales / penjualan (TRBEP) = QBEP x PQ

jumlah penjual pada saat usaha mencapai BEP. 2.7 Analisis ROI dan Payback Period

Analisis ROI (Return on Invesment)

Kemampuan suatu usaha dalam mengembalikan seluruh infestasi yang sudah ditanam

ROI = keuntungan/modal x 100 %

ROI = 100 % --keuntungan satu kaliproduksi dapat mengembalikan investasi (modal) sebesar

10 %

Keuntungan = TR – TC Y = TR –TC

(+) = keuntungan (-) = rugi

(13)

Harga lahan

Harga alat / mesin

Saluran biaya variabel (saprodi, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja) Payback Period

Jangka waktu atau lamanya suatu usaha bisa mengembalikan seluruh invenstasi yang sudah ditanam.

BAB III METODE PRAKTIKUM 3.1 Waktu Dan Tempat

Bengkulu Tebeng, 20 Juni 2015 Bengkulu Tebeng, 21 Juni 2015 3.2 Pengambilan Data

Menggunakan kuisioner praktikum Alat tulis

(14)

operasiional variabel

pupuk adalah diambil dalam satuan karung sehingga petani tidak sulit untuk menghitung contohnya pupuk kandang, sedangkan obat hama atau pupuk cair di ambil dalam satu botol.

Bibit adalah di ambil dalam satuan kg dan ada juga dalam ons atau gram. Sedangkan untuk tanaman sawi ini bibit di ambil dalam ons karena disesuiakan dengan luas lahan.

Tang penyemprot adalah tang yang digunakan untuk menyemprot tanaman dan di ambil petani dalam 1 tang bahkan lebih.

teknis analisis data

tanman sawi di dalam perhitungan pendapatannya di hitung menggunakan rumus Pendapatan (Y) =Total Penerimaan (TR) –Total Biaya ( TC)

Total Biaya Tetap (FC) = sewa tanah + penyusutan alat

Total Biaya Variabel (VC) = biaya saprodi (pupuk,bibit dll) + biaya variabel ( dihitung dalam HKSP atau HOK)

Total biaya produksi (TC ) = Total Biaya Tetap(FC) + VC(total biaya variabel)

Penerimaan (TR) = Produksi (Q) x Harga Produk (PQ) Efisien usahatani

R/C = (Total Penerimaan (TR))/(Total Biaya (TC) ) Kelayakan Usahatani (B/C RATIO)

B/C = (Total Penerima (TR)- Total Biaya (TC))/(Total biaya (TC)) Analisis titik impas

BEP produk (Q Bep) = (Total Biaya (TC))/(Harga Output (PQ))

(15)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 deskripsi lokasi pengambilan

Pengambilan data di ambil dari petani di bengkulu yang terletak di kebun tebeng dekat dengan kesehatan dan tidak jauh dari jalan raya sehingga untuk menuju kesana tidak sulit dan sangat mudah.

Identitas Responden

Nama Responden : Bismar Sinamu Umur Responden : 64 tahun

Jenis Kelamin : laki-laki Pendidikan : SD

Pekerjaan

Utama : petani sawi Sampingan :

Jumlah Anggota Keluarga : 8 Jiwa Susunan Keluarga :

No

Nama Hubungan Keluarga Umur

(tahun) L/P Pendidikan Pekerjaan 1 Bismar Sinamu(kk) 64 L SD Petani 2 Nursiti Sagiro(IRT) 51 P SD Petani 3 Ridwan Sinamo(anak) 36 L SMP Petani 4 Boingo Ch Sinamo(anak) 27 L SE Kantoran

5 Bunbun Freddi(anak) 25 L STM Propos Pemadam 6 Yamoho Br Sinamo

(anak) 22 P Akutansi Distributor

7 Benna Ronni(anak) 17 L SMEA Pelajar 8 Budian Putra(anak) 15 L SMEA Pelajar

(16)

A. biaya tetap (Fixed Cost = FC)

1. Nilai Sewa Tanah, Pajak Atau Bunga Bank

No Biaya Per tahun Per Musim Tanam 1 Sewa lahan 5.000.000,00

2 Pajak -

3 Bunga modal - Jumlah Rp 94.931,50

2. Nilai Penyusutan Alat

No Jenis alat Jumlah (unit) Nilai Beli Nilai akhir Umur ekonomis Nilai penyusutan

1 Cangkul 2 Rp 200.000 0 10 th Rp 20.000 2 Ember 2 Rp 10.000 0 4 bln Rp 2.500

3 Tang penyemprot 2 Rp 500.000 0 5 th Rp 100.000 4 Cutter 2 Rp 4.0000 0 2 bln Rp 2.000

Jumlah Rp 124.500

Total biaya tetap (FC) = sewa tana + penyusutan alat = Rp 94.931,50 + 124.500

= Rp 219.431, 50

(17)

1 Sarana Produksi No Jenis input Volume (unit) Harga

(Rp/Unit) Biaya (Rp)

1 Bibit 2 ons Rp 10.000 Rp 20.000

2 Pupuk kandang 33 krung Rp 20.000 Rp 660.000 3 Urea 412,5 gr Rp 3.500 Rp 3.500

4 Trusban 1 botol Rp 45.000 Rp 45.000 5 Hantu 1 botol Rp 125.000 Rp 125.000 6 Karet 2 kg Rp 40.000 Rp 40.000 Jumlah Rp 893.500,00

2. Tenaga Kerja

Tenaga Kerja Laki-laki Jenis

Kegiatan Jam Hari

Orang Jumlah

Jam HOK HKSP Upah/ HKSP Biaya

Olahan lahan 6 4 1 8 3 3 Rp 50.000 Penanaman 5 2 1 8 1,25 1,25 Perawatan 1 1 1 8 0,125 0,125 Panen 2 1 1 8 0,25 0,25

Jumlah 4,625

(18)

Jenis

Kegiatan Jam Hari

Orang Jumlah

Jam HOK HKSP Upah/ HKSP Biaya

Olahan lahan 6 4 1 8 3 2,4 Rp 50.000 Penanaman 5 2 1 8 1,25 1

Perawatan 1 1 1 8 0,125 0,1 Panen 2 1 1 8 0,25 0,2 Jumlah 3.7

Tenaga kerja anak Jenis

Kegiatan Jam Hari

Orang Jumlah

Jam HOK HKSP Upah/ HKSP Biaya

Olahan lahan 0 0 1 8 0 0 Rp 50.000 Penanaman 0 0 1 8 0 0

Perawatan 0 0 1 8 0 0 Panen 0 0 1 8 0,25 0,125 Jumlah 0,125

(19)

=8.45 x 50.0000 = 422.500

TOTAL BIAYA VARIABEL (VC) = biaya saprodi + biaya variabel = Rp 893.500,00 + 422.500

= Rp 1.316.000,00

TOTAL BIAYA PRODUKSI (TC ) = FC + VC = Rp 219.431, 50 + 1.316.000,00 = RP 1.535.431,5

Produksi Penerimaan Produksi Usahatani (Q) Dijual = 6000 Ikat Dikonsumsi = 2 Ikat Untuk bibit =

-Total produksi = 6000 Ikat

Harga produk (PQ) =Rp 1.500 /ikat

Penerimaan (TR) = Produksi (Q) x Harga Produk (PQ) = 1.500 x 6000

= Rp 9.000.000

4.5 Pendapatan Usahatani

Y = Total Penerima (TR) - Total Biaya (TC) = Rp 9.000.000 - 1.535.431,5

= Rp 7.464.568,5

Usahatani sawi mengalami keuntungan 4.6 Efisien usahatani

R/C = (Total Penerimaan (TR))/(Total Biaya (TC)) = ( 9.000.000)/1.535.431,5

(20)

Artinya : apabila setiap biaya usaha tani yang di keluarkan satu rupiah saja maka akan mendapatkan penerimaan

4.7 Kelayakan Usahatani (B/C RATIO)

B/C = (Total Penerima (TR)- Total Biaya (TC))/(Total biaya (TC)) = (Rp 9.000.000-1.535.431,5 )/1.535.431,5

= 4,8

Artinya: apabila setiap biaya usaha tani yang di keluarkan satu rupiah saja maka akan mendapatkan pendapatan.

4.8 Analisis titik impas

a. BEP produk (Q Bep) = (Total Biaya (TC))/(Harga Output (PQ)) = (Rp 1.535.431,5)/6000

= 255,9

b. BEP penjualan (TR Bep) = BEP Produk (Q Bep) x Harga Output (PQ) = 255,9 x 6000

= Rp 1.535.431,5 4.9 ROI dan Payback Period ROI (Return on Invesment) Modal Usahatani :

Harga lahan 1 kapling = 250.000.000 luas lahan tanaman sawi hanya 330 petak 1 kapling = 15 x 10= 150 x 2 = 300

Harga Lahan = Rp 250.000.000 x 330 / 300 = Rp 275.000.000 Harga Alat = 124.500

Biaya Saprodi = 893.500

Biaya tenaga kerja = 422.500 + Jumlah = Rp 276.440.500

(21)

= 2,7

Payback Period Pp = 100% /ROI % = 100 / 2,7

= 37 periode produksi = 37 / 365 x 221 hari = 2,12 tahun

Jangka waktu atau lamanya suatu usaha bisa mengembalikan seluruh invenstasi yang sudah ditanam adalah 2,12 tahun

BAB V PENUTUP 5.1 kesimpulan

Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga

dikembangkan di Indonesia ini.Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.

Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun.

Dari penjelasan di atas bahwa kita dapat menyimpulkan mulai dari penjabaran smapai ke analisis data ternyata tanaman sawi ini cocok untuk di budidayakan karena layak dan efisien sedangkan keuntungannya juga baik.

5.2 Saran

tanaman usaha tani sawi yang di budidayakan di kebun tebeng sebenarnya sudah bagus, akan tetapi alangkah baiknnya jika tanaman sawi tersebut di budidayakan lebih baik lagi supaya pendapatan petani lebih meningkat.

(22)

Anonim. “Botani Tanaman sawi, Universitas Sumatra Utara”. Dalamhttp://repository.usu.ac.id/. Diunduh 17 November 2013.

Anonim. “Sawi”. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/. Diunduh 15 November 2013. Anonim. “Sawi hijau”. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/. Diunduh 15 November 2013.

Anonim. Sawi Putih”. Dalam http://id.wikipedia.org/wiki. Diunduh 17 November 2013.

Anonim. 2013. Manfaat dan Kandungan Sawi.

Dalamhttp://minumanbandrek.blogspot.com/. Diunduh 17 November 2013.

Anonim. 2011. Tinjauan Pustaka Tanaman Sawi. dalam http://digilib.unimed.ac.id/. Diunduh 17 November 2013.

Cahyono, Bambang. 2003. Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau (Pai – Rsai). Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama.

Panen Tanaman Sawi”. Dalam Penyuluh Pertanian Madya, http://cybex.deptan.go.id. Diunduh tanggal 15 November 2013.

Sosilo, Kartika Restu & Renda Diennazola. 2012. 19 Bisnis Tanaman Sayur Paling Diminati Pasar. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Referensi

Dokumen terkait

Yang dapat diartikan bahwa pendapatan petani gandum pada saat itu mengalami keuntungan, walaupun terjadi keterlambatan penanaman gandum tetapi petani tetap dapat memanen hasil

Sisi buruk yan lain, saat mereka duduk di kelas 6 pasti akan mengalami kesulitan jika menemukan soal pecahan apa lagi yang berhubungan dengan soal cerita.. Jika hal ini

Kebun yang diolah petani di Kabupaten Limapuluh Kota merupakan kebun yang telah turun temurun adanya. Sampai saat ini tanaman gambir tersebut mampu memberikan hasil yang baik

masih rendah. 2) Peternak mengalami kesulitan dalam penyediaan pakan hijauan secara cukup sepanjang tahun, terutama pada saat musim kemarau. 3) Kelembagaan di tingkat petani

Pada Tabel1, disajikan bahwa, di antara jenis usaha petani transmigran adalah usaha tanaman padi, jagung dan ternak sapi potong, sehingga menyerap tenaga kerja keluarga petani..

Kondisi keuangan perusahaan perusahaan terhadap auditor switching dapat terjadi, apabila perusahaan dalam keadaaan mengalami kesulitan keuangan maka akan dikhawatirkan

Porang sangat baik ditanam ketika turun hujan, yaitu sekitar November- Desember. Tahap penanaman porang yang dilakukan petani di Desa Watumbelar yaitu: petani membuat pematang,

Namun petani lada dalam hal pemasaran, mengalami kendala, karena kesulitan dalam memasarkan hasilnya, pada umumnya yang berperan dalam tataniaga lada di desa ini