• Tidak ada hasil yang ditemukan

DUBBING FILM ANIMASI TERJEMAHAN SEBAGAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DUBBING FILM ANIMASI TERJEMAHAN SEBAGAI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DUBBING FILM ANIMASI TERJEMAHAN SEBAGAI MEDIA

PEMBELAJARAN TATA BAHASA

Ani Hayrani

140210402037, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

ABSTRAK

Dubbing film animasi terjemahan sebagai salah satu media pembelajaran tata bahasa. Adapun dalam film animasi mengandalkan suara dubber untuk menghidupkan sebuah karakter tokoh film animasi. Terdapat tujuan dan manfaat yang diperoleh dengan menggunakan dubbing film animasi terjemahan sebagai media pembelajaran tata bahasa di antaranya pada aspek keterampilan berbicara dan menulis.

Kata Kunci: dubbing, film animasi, media pembelajaran, tata bahasa.

Pendahuluan

Film animasi merupakan sebuah tontonan yang mayoritas digemari oleh anak-anak. Dalam pengertiannya, animasi merupakan suatu teknik dalam pembuatan karya audio-visual yang berdasarkan terhadap pengaturan waktu dalam gambar. Gambar yang telah dirangkai dari beberapa potongan gambar yang bergerak sehingga terlihat nyata (dikutip dari PDF halaman Stikom).

Film animasi dalam proses pembuatannya melibatkan sejumlah pengisi suara atau lebih dikenal dengan istilah dubber untuk menghidupkan sebuah karakter tokoh dalam cerita.

Dubbing atau pergantian suara percakapan asli dari suatu rekaman gambar pada film terjemahan (dikutip dari halaman blog Chartv) menggunakan tata bahasa yang sesuai dan jelas. Ini berbeda dengan film-film di Indonesia yang mengandung bahasa prokem atau lebih dikenal dengan bahasa gaul.

(2)

Selain itu, film animasi menyuguhkan suatu cerita yang menghibur, penuh dengan pesan moral, dan peminat dari film ini bukan hanya anak-anak melainkan remaja dan dewasa.

1. Film Animasi Terjemahan dan Dubbing

Film animasi terjemahan pada umumnya adalah sebuah film animasi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa yang berbeda. Animasi diambil dari bahasa latin, “anima” yang artinya jiwa, hidup, nyawa, dan semangat. Animasi adalah gambar 2 dimensi yang seolah-olah bergerak, karena kemampuan otak untuk selalu menyimpan atau mengingat gambar sebelumnya (dikutip dari halaman Stikom).

Di Indonesia, tayangan film animasi mayoritas merupakan produksi luar negeri. Contohnya seperti Doraemon, Spongebob Squarpants, Dora The Explorer, dan lain-lain. Tapi dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini perfilman di Indonesia khususnya dalam bidang animasi mendapat kemajuan. Contohnya adalah film animasi Kiko dan Adit Sopo Jarwo yang merupakan asli produksi dalam negeri.

Film animasi dalam proses produksinya melibatkan seorang dubber untuk membuat cerita lebih hidup. Peran dubber di sini adalah sebagai pengisi suara karakter tokoh dalam sebuah film animasi. Umumnya, bahasa yang digunakan oleh seorang dubber adalah bahasa yang jelas, tidak menggunakan bahasa prokem atau bahasa gaul. Hal ini bertujuan agar pesan yang disampaikan dalam sebuah film animasi terdengar jelas mengingat sasaran film animasi di Indonesia lebih ditujukan pada anak-anak.

Dubbing dalam sebuah film animasi terjemahan sebenarnya mendapat nilai buruk dari kalangan pemirsa dewasa. Ini dikarenakan dubbing yang dihasilkan oleh seorang dubber

tidak cocok dengan gerak dan ekspresi tutur dari sebuah karakter tokoh yang diperankan. Dilansir dari pendapat seorang dubber dalam website kompasiana.com, Arfino Irtondo mengungkapkan bahwa dalam proses dubbing cenderung berujuk pada teks terjemahan sehingga sering terjadi ketidaksesuaian kosakata. Selain itu, dubber terikat dengan aturan terjemahan yang diberikan penerjemah. Hal ini mengakibatkan seorang dubber tidak bisa melakukan improvisasi dialog. Ia juga berpandapat bahwa dubbing berdekatan dengan menjaga bahasa dan budaya Indonesia itu sendiri.

2. Hubungan Dubbing Film Animasi Terjemahan dengan Media Pembelajaran

(3)

suatu alat yang digunakan sebagai saluran untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerima informasi.

Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Tetapi, secara lebih khusus manfaat media pembelajaran menurut Kemp dan Dayton (1985) yaitu:

a. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga

e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

f. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja g. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar h. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

Secara umum, media pembelajaran mempermudah guru maupun peserta didik dalam penyampaian ilmu pengetahuan dan mampu meningkatkan kreativitas guru maupun peserta didik. Dubbing film animasi terjemahan sebagai contoh media pembelajaran audio-visual yang berfokus pada pembelajaran tata bahasa ini memiliki beberapa manfaat yang dapat diaplikasikan dalam belajar tata bahasa. Misalnya dalam aspek pembelajaran berbicara dan menulis.

Berbicara merupakan aspek keterampilan berbahasa yang kedua setelah menyimak. Dalam film animasi terjemahan, dubbing berperan sebagai media untuk melatih anak atau peserta didik dalam menirukan atau berbicara menggunakan tata bahasa yang baik dan benar. Sebagai contoh, pembelajaran bermain drama menuntut seorang murid mampu melafalkan ujaran vokal, intonasi, dan artikulasi yang tepat. Dubbing film animasi terjemahan sebagai salah satu media yang dapat memberi gambaran tentang bagaimana tata bahasa itu diujarkan dengan vokal, intonasi, dan artikulasi yang jelas. Hal itu juga termasuk persyaratan utama seorang dubber dan dubbing yang dibawakan harus memiliki tata bahasa yang baik dan benar.

(4)

meningkatkan kemampuan menulis. Sedangkan, dalam menulis cerpen dituntut dapat menuliskan cerita dengan kalimat dan tata bahasa yang tepat. Maka dari itu, film animasi merupakan salah satu media yang tepat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik dengan memberikan inspirasi-inspirasi menulis cerita lewat plot yang disajikan dalam sebuah cerita film animasi. Kemudian untuk dubbing film animasi sendiri dapat membantu peserta didik untuk menyusun sebuah cerita menggunakan kosa kata yang tepat dan jelas.

3. Tujuan dan Mafaat Dubbing Film Animasi Terjemahan sebagai Media Pembelajaran Tata Bahasa

Film animasi yang merupakan salah satu sebuah karya sastra banyak memberikan manfaat tersendiri selain menghibur dan melepas letih di rumah. Dalam pembelajaran sastra, dubbing film animasi terjemahan merupakan pembelajaran melalui sastra atau tepatnya merupakan media pembelajaran sastra. Dalam KBK 2004 dan KTSP 2006 (dikutip dari artikel Heri Suwignyo) jelas dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran sastra Indonesia adalah: 1) untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan

dan kemampuan berbahasa,

2) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya intelektual manusia Indonesia.

Sedangkan dalam kurikulum 2013 pembelajaran sastra Indonesia adalah: 1) untuk meningkatkan kemampuan bernalar atau berpikir,

2) menghela mata pelajaran yang lain.

Dengan demikian, pembelajaran sastra Indonesia berurusan dengan fungsi instrumental sastra. Misalnya, mengenal lingkungan alam melalui cerita petualangan, mengenal alam pikiran masyarakat masa lalu melalui cerita sejarah, mengenal alam flora dan fauna melalui pantun, dan sebagainya. Pembelajaran sastra untuk kompetensi bersastra tidak dijadikan capaian pembelajaran.

(5)

keterampilan berbahasa menulis dari sebuah dubbing film animasi terjemahan dapat membantu peserta didik untuk mendapatkan inspirasi-inspirasi menulis dengan menggunakan kosa kata yang tepat dari dubbing film animasi terjemahan sendiri.

Penutup

Pembelajaran tata bahasa melaui dubbing film animasi terjemahan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan peserta didik dalam aspek keterampilan berbahasa seperti berbicara dan menulis. Film animasi selain meyuguhkan cerita yang menarik sekaligus menghibur juga dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik. Mengingat adanya kekurangan tersendiri dari dubbing yang terdapat pada film animasi terjemahan seperti ketidaktepatan penerjemah dalam menyajikan sebuah dubbing

serta aturan larangan improvisasi untuk dubber.

Dari kekurangan itulah terdapat kelebihan, bahwa dubbing film animasi terjemahan memiliki beberapa tujuan bagi pembelajaran tata bahasa karena dubber dituntut untuk membawakan dubbing dengan kosa kata bahasa yang jelas. Selain itu, manfaat yang diperoleh adalah peserta didik dapat menemumakan inspirasi-inspirasi menulis dari sebuah tayangan film animasi.

Daftar Rujukan

Anonim .2013. Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pemilihan Media Pembelajaran. http://www. asikbelajar.com/2013/09/pengertian-manfaat-jenis-dan-pemilihan.html [diakses 5 Juni 2016]

Irtondo, Arfino. 2015. Mengapa Film Dubbing Terasa Buruk?.http://www.kompasiana. com/ arfinostory/mengapa-film-dubbing-terasa-buruk_54f6a909a333114b5c8b4576 [diakses 6 Juni 2016]

Makhroyani, Y. 2012. Film Animasi. sir.stikom.edu/386/5/BAB%20II.pdf [diakses 5 Juni 2016]

Suwignyo, Heri. 2016. Pembelajaran Sastra Indonesia di Sekolah Menengah: Apa dan Bagaimana? (Artikel)

Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Tata Bahasa Kasus. Bandung: Angkasa

Referensi

Dokumen terkait

a) Peneliti memberikan pre test kepada peserta didik dengan menuliskan isi film animasi , Menulis Alat dan Bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta, Menuliskan dengan runtut

Ardawalika adalah sebuah film animasi yang dibuat dari.. cerita

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan film animasi sebagai media pembelajaran menyimak cerita rakyat yang sesuai kebutuhan guru dan siswa kelas V

Para generasi muda di jaman modern ini lebih menyukai film animasi, namun belum ada film animasi yang mengangkat tentang cerita sejarah bangsa Indonesia.. Perancangan film

Jadi, mengangkat esensi pencak silat dengan menggunakan media film animasi harus disampaikan dengan cerita dan karakter yang menarik, diperkaya dengan memanfaatkan aspek

Cerita dalam film animasi dapat tersampaikan dengan baik karena adanya animasi dan gerakan tubuh karakter yang menghidupkan dan mendukung karakter.. Penulis membahas topik animasi

Sebuah film animasi pastinya dibutuhkan sebuah cerita, cerita yang akan diadaptasikan haruslah menarik dan harus memiliki tujuan kenapa animasi tersebut dibuat, cerita

Hasil dari penelitian ini, yaitu produk film animasi 3 dimensi berupa DVD dan respon dari peserta didik BIPA di Undiksha Singaraja terhadap Film Seri Animasi