• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekilas Tentang Wawancara Dan Investigas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sekilas Tentang Wawancara Dan Investigas"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Sekilas Tentang Wawancara Dan Investigasi

by Taripar Doly, SE, MM | Jul 22, 2011 | Perpajakan | 0 comments

Bagi para pembaca yang bekerja dalam bidang investigasi baik insan pers, petugas pajak (Direktorat Intelijen dan Penyidikan) , petugas penyelidik, dll. Perlu memahami hal­hal seperti teknik wawancara  maupun  teknik  investigasi  yang  coba  saya kumpulkan  dalam  tulisan  diblog  ini,  karena  dalam  upaya menguak  setiap  kasus  secara  professional  sangatlah dibutuhkan  taktik  dan  teknik  pengungkapannya.  Dengan mengetahui taktik dan teknik wawancara serta investigasi  yang benar  sangatlah  memudahkan  dalam  mencari  atau  menemukan  alat  bukti  hukumnya,  untuk  lebih mantapnya mari kita pahami hal­hal sebagai berikut :

 

U

a

  +628121902124

▸ Baca selengkapnya: wawancara tentang ekstrakurikuler

(2)

TEKNIK WAWANCARA

Kadang terkesan terlalu formal jika dalam melakukan sesuatu selalu menggunakan teknik. Karena pada prinsipnya  teknik  adalah  sebuah  aturan  yang  membelenggu.  Namun  tidak  ada  yang  salah  jika  kita memerlukan hal tersebut walau hanya sekedarnya saja.

Wawancara  ialah  tanya  jawab  antara  pewawancara  dengan  yang  diwawancara  untuk  meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.

Wawancara merupakan istilah yang diciptakan dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kata asing Interview (dari bahasa Belanda atau Inggris), yang digunakan oleh pers Indonesia sampai akhir tahun 1950­an. Orang yang mewancarai disebut Pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai disebut pemberi wawancara (interviewee) atau disebut juga responden.

Teknik  Wawancara,  adalah  suatu  cara  atau kepandaian  melakukan  tanya  jawab  untuk  memperoleh keterangan, informasi dan sejenisnya.

Wawancara  berdasarkan  cara  pelaksanaannya  dibagi  dua  yaitu  : Wawancara  berstruktur  adalah wawancara  secara  terencana  yang  berpedoman  pada  daftar  pertanyaan  yang  telah  dipersiapkan sebelumnya.  (Dalam  dunia  jurnalistik,  seorang  wartawan  harus  melakukan  persiapan  yang  cukup sebelum  mewawancarai  seseorang.  Selain  itu  juga  harus  memahami  betul  masalah  yang  akan ditanyakan. Wartawan harus pula pandai menjaga supaya tidak kehilangan arah dalam wawancara itu agar  mendapatkan  keterangan  yang  diinginkannya.  Karena  itu,  ada  kalanya  wartawan  perlu mengetahui  latar  belakang  atau  sifat  orang  yang  akan  diwawancarai  agar  mudah  menyesuaikan  diri dengannya ketika berhadapan muka). Perbedaan mendasar antara wartawan dan penyidik/interogator jika wartawan untuk menggali informasi untuk diinformasikan ke publik dan bersifat tidak memaksa dan sebaliknya  bagi  penyidik/interogator.  dan Wawancara  tak  berstruktur, adalah  wawancara  yang  tidak berpedoman  pada  daftar  pertanyaan,  dalam  hal  ini  termasuk  didalamnya  wawancara  tersamar

(Eliciting).

Dalam  wawancara  yang  terpenting  adalah  menggunakan  komunikasi  yang  baik.  Tanpa  adanya komunikasi  yang  baik,  jangan  harapkan  kita  mendapat  informasi  atau  jawaban  yang  baik  juga.  Yang terpenting  siapkan  diri  kita  dengan  beberapa  hal  yang  sederhana.  Hal­hal  yang  saya  maksud  diatas antara lain:

Sebelum kita melakukan wawancara, usahakan membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu. Ini penting dilakukan agar mempermudah kita dalam wawancara. Terkadang saking asyiknya kita mewawancarai nara sumber, kita lupa bahwa pertanyaan kita menyimpang dari tema yang kita inginkan.

Posisikan diri kita sejajar dengan nara sumber yang akan kita wawancarai. Untuk itu kita harus benar­ benar  memahami  pertanyaannya  kita.  Singkatnya,  kita  perlu  percaya  diri.  Lebih  baik  kita  cari  tahu karakter  dari  nara  sumber  kita.  Ini  sangat  penting  supaya  kita  mengetahui  bagaimana  dan  siapa sebenarnya nara sumber kita.

Jangan  biarkan  pertanyaan  kita  “terbunuh”.  Prinsip­prinsipnya  terus  bertanya  dan  bertanya.  Kalau jawaban nara sumber kurang jelas tanyakan kembali sampai sejelas­jelasnya. Itu lebih baik ketimbang kita  kebingungan,  untuk  lebih  jelasnya  hal­hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam  wawancara  setidaknya memahami hal­hal sbb :

(3)

2. Berlaku sopan dan ramah dengan menggunakan gaya bahasa yang menarik dan wajar serta tidak dibuat­buat. Hindari gaya bahasa yang berintonasi memerintah dan menekan serta hal­hal yang dapat menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan lainnya.

3. Tidak  melakukan  wawancara  secara  tergesa­gesa  yang  dapat  menimbulkan  kesan  bahwa wawancara yang dilakukan tidak berguna atau tidak penting.

4. Usahakan  proses  wawancara  yang  dilakukan  berarti,  penting  sekali  bagi  proses  penelitian  dengan sikap yang tidak berlebih­lebihan yang justru menimbulkan kesan mengolok­olok si responden.

5. Bantu  responden  yang  mengalami  kesulitan  dalam  mengeluarkan  pendapatnya  ke  dalam  bentuk lisan. 

6. Apabila  dalam  proses  wawancara  terdapat  informasi/data  baru  yang  tidak  direncanakan  dalam proses  wawancara  tersebut,  buatlah  sendiri  daftar  pertanyaan  untuk  menggali  informasi  yang  baru tersebut.

7. Gunakanlah alat Bantu dalam proses wawancara yang dapat mencatat/merangkum hasil wawancara tersebut, baik berupa alat pencatat, tape recorder, video casete, hand phone, kamera, dan lain­lain

TEKNIK INVESTIGASI 

Tidaklah semua informasi, data dan fakta kita dapatkan dengan mudah. Untuk mencari informasi, data dan  fakta  yang  sulit  dan  khusus  membutuhkan  kerja  ekstra.  Kerja  ekstra  disini  adalah  melakukan obeservasi atau investigasi langsung ke lapangan. Lantas, apa itu investigasi?

Investigasi  secara  pemahaman  sederhana  adalah  pekerjaan  yang  membutuhkan  ketrampilan, keberanian,  keuletan  dan  keyakinan  dalam  menggali  informasi  yang  khusus.  Demi  upaya  menggali informasi  yang  selengkap­lengkapnya,  tak  jarang  seorang  wartawan  melakukan  observasi  langsung guna  mengadakan  penyelidikan  fakta  dan  sumber­sumber  yang  diperkirakan  dapat  memperkaya informasi.  Berdasarkan  hal  inilah,  maka  seorang  pakar  jurnalistik  pernah  mengatakan  bahwa “pekerjaan  seorang  wartawan  itu  sebenarnya  separuh  detektif  separuh  diplomat”  (James  Gordon Bennet, pendiri The New York Herald).

Berdasarkan caranya memperoleh informasi melalui observasi ataupun investigasi inilah maka muncul istilah teknik penulisan reportase ini yaitu “Investigative Reporting“. Untuk mendapatkan informasi yang sangat  penting  atau  khusus  itu  dibutuhkan  ketrampilan  khusus  pula.  Kadang­kadang  kita  dipaksakan untuk menyamar menjadi sesuatu, tergantung informasi apa yang akan kita inginkan.

Langkah pertama yang perlu diketahui oleh investigator untuk memulai menerapkan taktik dan teknik investigasi  adalah  investigator  wajib  menjawab  6  pertanyaan  berdasarkan  fakta  kejadian  yang sebenarnya, yaitu :

a. Apa yang terjadi = What 

b. Dimana kasus itu terjadi = Where  c. Siapa pelaku, saksi, dan korban = Who  d. Kapan kasus itu terjadi = When  e. Mengapa kasus itu terjadi = Why 

f. Bagaimana kasus itu dapat terjadi dan akibat yang ditimbulkan = How

(4)

investigasi seperti di bawah ini :

Confidence, Sikap yakin dengan kemampuan sendiri dalam upaya hendak mengungkap suatu kasus yang  sedang  diinvestigasi,  sangatlah  membantu  semangat  dalam  investigasi.  Sesulit  apapun hambatan  yang  dihadapi,  jika  sudah  tertanam  sejak  dini  sikap  yakin  dengan  kemampuan  sendiri, kesulitan itu tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Sikap yakin tersebut perlu ditanamkan secara terus menerus di dalam hati selama proses investigasi. Pada saat mencari fakta hukum dari berbagai sumber, berbagai hambatan pasti ada dan tidak semulus apa yang diharapkan. Sebab, tidak semua sumber  yang  ditemui  mau  mengambil  resiko  dengan  membeberkan  kepada  pihak  lain  fakta  atau dokumen  hukum  yang  sebenarnya.  Disinilah  diperlukan  keuletan  yang  penuh  keyakinan  dngan kemampuan  sendiri  menjadi  terang  kasus  itu.  Apabila  sudah  tertanam  sikap  yakin  dengan kemampuan  sendiri  atau  orang  bilang  bersikap  optimis,  juga  diimbangi  sikap  santun  atau  rendah hati, maka semangat dan dorongan untuk berani menemui berbagai pihak yang terkait dalam kasus itu,  memperkecil  hambatan  yang  dihadapi.  Karena  dengan  bersikap yakin  dengan  kemampuan sendiri  secara  otomatis  pada  saat  menganalisis  fakta  yang  didapat,  memunculkan  insting  yang membuka  kearah  mana  harus  dimulai  investigasi  itu.  Perlu  diingat,  bahwa  selama  melakukan investigasi  sejak  awal  sudah  tertanam  niat  ikhlas  unuk  mengungkapkan  kebenaran,  maka  Tuhan melalui  hati  nurani  akan  selalu  menuntun  kearah  mana  dan  apa  yang  harus  dilakukan  untuk mengungkap perkara itu, atau orang mengatakannya insting yang hidup.

Community,  membangun  komunitas.  Manfaatnya  adalah  untuk  memudahkan  pertukaran  informasi dan pengumpulan fakta hukum saat investigasi, termasuk juga memperkecil biaya operasional yang dikeluarkan.  membangun  komunitas  dapat  dilakukan  secara  nyata  atau  tatap  muka,  juga  dapat dilakukan  melalui  jejaring  internet. Membangun  komunitas  diperlukan  kesabaran  dan  ketekunan, karena  tidak  semua  dari  pihak  yang  tergugah  niat  baiknya  berani  mengambil  resiko  yang  akan dihadapi  karena  berbagai  faktor  yang  tidak  mungkin  untuk  dilakukannnya.  Disinilah  diperlukan pembagian  tugas,  membangun  kekompakan,  kesatuan  langkah  yang  jelas  dan  tegas  akan  arah tujuan  yang  ingin  dicapai.  Membangun  kekerabatan  juga  perlu  dilakukan  dengan  lembaga pemerintah  dan  non  pemerintah.  Kekerabatan  yang  dibangun  di  lembaga  tersebut  sangatlah berguna,  yaitu  bermanfaat  pada  saat  proses  investigasi,  dan  saat  proses  hukum  sedang berlangsung  untuk  mencapai  tujuan  akhir.  Dalam  upaya  membentuk  opini  dan  pengawasan  oleh publik,  perlu  juga membangun  kekerabatan  dengan  pihak  media  massa.  Manfaatnya  sebagai pendukung  pada  saat  kasus  sedang  dalam  proses  hukum  di  lembaga  Yudikatif.  Setidaknya  dapat menekan  pihak  lain  yang  berusaha  hendak  menghentikan  kasus  tersebut  melalui  mafia  hukum. Dengan membangun  kekerabatan  bersama  pihak  media  massa,  diharapankan  endingnya  dapat berakhir adanya putusan pengadilan di Pengadilan 

(5)

kegagalan hasil investigasi yang sedang dilakukan.  Memperkecil  resiko  saat  melakukan investigasi adalah  hal  yang  wajar.  Apapun  jenis  pekerjaan  itu  akan  dihadapkan  pada resiko.  Dengan  pandai memperhitungkan  kemungkinan resiko  yang  akan  dihadapi,  akan  mempengaruhi  sikap  waspada dalam setiap langkah dan dapat menekan nafsu tergesa­gesa ingin berhasil. Adapun perencanaan analisa  dan  memperhitungkan resiko  yang  akan  ditemui,  adalah  dimulai  dengan  cara  memilah  – milah  sasaran  dan  tehnik investigasi  yang  akan  dipakai.  Karena  perencanaan  analisa  yang  tepat sangatlah  membantu  langlah  perlangkah investigasi  yang  akan  dilakukan  untuk  memperoleh  hasil yang maksimal dengan resiko yang minimal. Sikap terburu nafsu dan menganggap lemah pihak yang diinvestigasi  untuk  memperoleh  fakta  hukum  cenderung  akan  berakibat  fatal  kepada  diri  sendiri. Adapun  kefatalan  tersebut  dapat  berakibat  tercemarnya  nama  baik  pihak  lain  yang  tidak  terlibat, resiko dituntut balik pihak lawan, kerugian harta benda, dan resiko ancaman pisik, juga resiko yang paling  tinggi  adalah  hilangnya  nyawa.  Memperkecil  resiko  saat  investigasi,  jangan  sampai mempengaruhi  kegagalan  bahkan  kemunduran  hasil  yang  hendak  dicapai.  Untuk  itu,  perlu berkoordinasi  dengan  pihak  lain  yang  paham  akan  situasi  yang  sedang  dihadapi,  dengan  maksud agar dapat memberi informasi dan solusi sebagai masukan. Sebagaimana pesan orang bijak, bahwa keputusan satu orang itu lebih lemah dibandingkan dengan keputusan yang diambil oleh lebih dari satu orang.

(6)
(7)

dan  tegas  tanpa  keraguan.  Hasil  akhir  yang  ingin  dicapai  sangat  jelas  arahnya.  Jikapun  belum tercapai  hasil  yang  diharapkan  pada  saat  itu,  dapat  diketahui  kegagalannya  karena  diluar kemampuan  manusia  untuk  menentukannya.  Tidak  ada  rasa  kecewa,  yang  ada  sikap  optimis keberhasilan hanya menunggu waktu. Hindari bersikap emosional atau terburu nafsu, tanam selalu di dalam  hati  sikap  optimis  akan  kemampuan  diri  untuk  menyelesaikan  pekerjaan  yang  sedang dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Bersikap tidak mudah tergoda untuk mencoba menambahkan  atau  mengurangkan  apa  yang  sedang  dilakukan.  Berjalan  sesuai  dengan  rencana yang sudah dipersiapkan. Jika terjadi perkembangan di luar rencana, hal itu dapat dilakukan pada rencana berikutnya setelah dilakukan analisa dan evaluasi. 

Waspada sikap pamer dan sombong, Investigator yang lupa  diri,  jika  merasa  mampu  menemukan kelemahan  lawan  atau  mereka  yang  diinvestigasi,  kecenderungan  bersikap  pamer  dan  sombong. Prilaku pamer  dan  sombong  tersebut  merupakan  kelemahan  bagi  investigator.  Dampak  dari  sikap pamer  dan  sombong  itu  dapat  mengakibatkan  gagalnya  reputasi  dari  investigator  tersebut. Penyebabnya  adalah  karena  kebiasaan pamer  dan  sombong  yang  ia  sadar  atau  tidak  sadar melakukannya telah membuka rahasia hasil investigasinya dan juga membahayakan dirinya sendiri. Investigator selalu wasapada dan menelaah setiap menerima pertanyaan dari siapapun. Juga dalam menyampaikan  sesuatu  pernyataan  atau  pertanyaan  yang  berhubungan  dengan  investigasi  yang dilakukannya selalu memperhitungkan untung dan rugi dari fakta yang akan diperolehnya. Efek dari menjawab suatu pertanyaan ataupun mengeluarkan pernyataan dan pertanyaan kepada pihak lain, cenderung  merangsang  pikiran  dan  nafsu  untuk  menonjolkan  keberhasilan  dan  kehebatan  diri sendiri,  menurut  penilaian  orang  lain  disejajarkan  dengan  prilaku pamer  bin  sombong.  Yang  perlu dilakukan  seorang  investigator  adalah  cukup  bertanya  sesuai  dengan  yang  diperlukan  dan sebaliknya menjawab pertanyaan pihak lain hanya seperlunya. Kegunaannya adalah membiasakan bersikap waspada untuk mencegah kebiasaan buruk yang ada pada diri manusia, yaitu sikap pamer dan sombong. Keikhlasan pada diri investigator, membawa efek positif untuk melawan sikap  pamer dan sombong.  Keikhlasan  yang  selalu  tertanam  di  hati,  akan  terpancar  pada  wajah  yang  bersinar, kelembutan  dan  keceriaan  saat  melakukan  investigasi,  meskipun  tantangannya  cukup  berat  dan melelahkan.

(8)
(9)

pesan  Tuhan  “Jadilah  kamu  penegak  keadilan,  menjadi  saksi  karena  Tuhan,  walaupun  terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin,  maka  Tuhan  lebih  tahu  kebaikannya.  Maka  janganlah  kamu  mengikuti  hawa  nafsu  karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan kata­kata atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Tuhan Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” 

Pandai mengelola strategi investigasi, Investigasi yang dilakukan untuk memperoleh alat bukti, akan mendapat perlawanan dari pihak yang diduga terkait pelanggaran hukum. Jangan terjebak strategi (skenario) lawan yang dilakukannya secara tersembunyi ataupun yang dinampakkan dalam bentuk rayuan.  Diperlukan  kemampuan  mengelola  strategi  investigasi,  keuletan,  keberanian,  kejelian  dan kecermatan  disetiap  langkah.  Diantara skenario  lawan  adalah  upaya  menjebak  pihak  investigator diantaranya  dalam  bentuk  menawarkan  sejumlah  uang  dan  harta  benda,  merayu  memberikan fasilitas,  memberi  dan  menjanjikan  sesuatu  kepada  keluarga  dekat.  Jika  upaya  itu  tidak  berhasil, meningkat ke arah upaya menekan secara halus untuk mempengaruhi investigator dan keluarganya melalui  penyebaran  isu,  dan  membuat  suatu  kejadian  seolah  –  olah  telah  terjadi  musibah  / kecelakaan  yang  berakibat  cacat  tubuh  dan  kematian  terhadap  investigator  ataupun  keluarganya. Saling mengadu strategi untuk mencapai hasil yang maksimal dari kedua pihak adalah hal wajar, dan apabila terjadi korban jiwapun dianggap wajar saja, karena didasarkan pada tingkat pertingkat dari strategi yang dilakukan, juga tingkat kesulitan dari permasalahan yang dihadapi kedua belah pihak. Untuk itu, perlu mengenal sasaran dan lawan, juga perhatikan lingkungan disekitar, seperti keluarga, komunitas  sendiri,  dan  sejawat  sendiri  yang  ikut  membantu.  Perhatikan  perilaku  aneh  diantara mereka yang terlihat tidak seperti biasanya. Kelancaran dan keberhasilan strategi  investigasi,  tidak terlepas dari kemampuan mengelolanya, yakni membangun komunikasi yang kuat, baik dikalangan sendiri maupun aparatur pemerintah yang berkompeten, dan lembaga lainnya. Perhitungkan dengan seksama  mana  yang  harus  dipecahkan  bersama  dan  mana  yang  tidak  perlu  disampaikan  atau diketahui  pihak  lain,  karena  kebocoran  data  sementara  yang  didapat  dan  masih  perlu  dilengkapi adalah  sebagai  jembatan  pihak  lawan  membangun skenario  untuk  menjebak  investigator.  Perlu diperhatikan dan dicamkan pada diri sendiri adalah mengelola kemampuan sendiri, yaitu keyakinan, keikhlasan,  kejujuran,  yang  dapat  mendorong  timbulnya  keberanian  yang  logis  bukan  nekad. Berbuatlah  apa  yang  dapat  diperbuat  saat  itu  sesuai  dengan  kondisi  yang  ada,  jangan  berkeluh kesah meskipun nampak sulit. Dalam kesulitan itu ada kemudahan, dan kemudahan itu didapat saat memikirkan dan merenungkan kesulitan itu. 

(10)

menargetkan langkah perlangkah yang akan dilalui untuk mengupulkan alat bukti hukum. Penetapan suatu  akhir  dari  pekerjaan  (gagal  atau  berhasil)  hanya  Tuhan  yang  Mahatahu  dan  Mahamengatur kapan waktunya akan terjadi, karena penetapan akan sesuatu adalah wilayah Tuhan bukan wilayah manusia,  karena  manusia  sebatas  mengikhtiarkan  semaksimal  yang  dapat  dilakukannya.  Prinsip yang harus dipegang oleh investigator mencermati rekam jejakpelaku untuk memperoleh alat bukti hukum  adalah  kesungguhan  dalam  pekerjaannya.  Sebagaimana  ungkapan  bijak  mengatakan “Janganlah membayangkan lulus dalam ujian tetapi belajarlah dengan tekun dan kuasai materinya, maka semua soal ujian dapat dijawab dengan benar dan dengan sendirinya lulus itu didapat.”  Alat  Bantu  investigasi,  Alat  bantu  atau  juga  disebut  alat  pendukung  kelancaran  investigasi diantaranya alat  transportasi  yang  pemakaiannya  disesuaikan  dengan  kebutuhan  di  lapangan. Alat perekam  suara  dan  gambar  dalam  bentuk  recorder  dan  kamera, alat penyadapan, dan alat  –  alat lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitan yang dihadapi. Namun demikian, bagi yang keterbatasan alat  bantu  tidak  perlu  berkecil  hati,  kemampuan  pengungkapan  suatu  kasus  sangat tergantung  dari  keuletan  dan  kepandaian  mengelola  strategi investigasi.  Investigator  dalan  kondisi tertentu, yaitu pada tingkat kesulitan investigasi yang cukup tinggi sangat diperlukan keberadaan alat bantu khusus. Dengan alat bantu tersebut, lebih memudahkan menjabarkan dari permasalahan yang sedang  diinvestigasi,  juga  dapat  memperpendek  waktu  yang  dibutuhkan,  dan  sekaligus investigasi lebih mengerucut kepada sasaran yang dituju. Dengan kemajuan teknologi saat ini, alat – alat bantu sederhana  selain alat  bantu  yang  penggunaannya  bersifat  khusus  dan  hanya  boleh  dipakai  oleh aparatur  pemerintah,  sebagaimana  diuraikan  di  atas  tidak  sulit  untuk  diperoleh.  Banyak  diperjual belikan  di  pertokoan  yang  menjual alat­  alat  elektronik  dan alat  komunikasi.  Jika alat  bantu  yang dimiliki sangat terbatas dan ketiadaan biaya untuk membelinya, sebagai penggantinya adalah cukup membangun  silahturahmi  dengan alat  bantu  hidup,  yaitu  komunitas.  Bangun  komunitas  seluas  – luasnya,  komunitas  yang  dibangun  terdiri  dari  berbagai  profesi  yang  menyebar  di  semua  segi kehidupan  masyarakat  dan  dipergunakan  kemampuan  mereka  untuk  mendukung investigasi  yang dilakukan. 

(11)

yakni menyesatkan manusia melalui bisikannya diantaranya tercipta konflik / pertengkaran diantara umat  manusia.  Satu  pesan  yang  perlu  diingat,  bahwa  kemampuan  otak  sangatlah  terbatas,  tetapi kemampuan hati nurani yang bersih adalah sumber ilmu yang tidak pernah kering karena ia mampu menangkap  ilham  yang  diberikan  oleh  Sang  Pencipta.  Dana  pendukung  Investigasi,  Kegiatan investigasi  untuk  mencapai  hasil  yang  maksimal  memerlukan  biaya  atau  dana  pendukung.  Biaya yang  dikeluarkan  sangatlah  relatif  sesuai  dengan  cara  investigasi  yang  dilakukan  dan  tingkat kesulitan  yang  dihadapi.  Besar  dan  kecilnya dana  pendukung  yang  dikeluarkan  tergantung  dari kemampuan  seorang  investigator  mengelola  taktik  dan  teknik  investigasi.  Semakin  banyak pengalaman  yang  dialami,  maka  semakin  pandai  memperhitungkan  dan  memperpendek  waktu investigasi  tanpa  mengurangi  hasil  investigasi  yang  diharapkan,  yang  dengan  sendirinya mempengaruhi  dana  pendukung  yang  dibutuhkan.  Investigator  yang  baru  belajar  melakukan investigasi dana  pendukung  yang  diperlukan  cukup  besar,  karena  untuk  memperoleh  alat  bukti hukum  kecenderungan  waktu  yang  dibutuhkan  cukup  panjang  dan  biaya  operasionalnyapun membengkak.  Hal  itu  dikarenakan  masih  terbatasnya  komunitas  yang  dimiliki  dan  belum  didukung pengalaman tentang bagaimana mengelola taktik dan teknik investigasi. Bagi individu atau lembaga tertentu  yang  hendak  atau  sedang  melakukan  investigasi,  namun dana  pendukung  yang  dimiliki sangatlah  terbatas,  akan  memunculkan  sikap  keragu  –  raguan  atau  bahasa  kerennya  “pesimis” untuk  berhasil.  Sebaliknya,  bila  tertanam  p;ada  diri  suatu  sikap  Yakin,  Tulus  dan  Penuh  ucapan syukur, maka sikap pesimis dan ragu­ragu tidak akan terjadi.

Jadi, setiap anak bangsa dan setiap warga negara Indonesia yang baik, memiliki tanggung jawab dan berkewajiban  untuk  ikut  serta  membantu  menyampaikan  atau  mengungkapkan  setiap  kasus  yang  ia ketahui.  Bantuan  yang  diberikan  bisa  dilakukan  dengan  cara  tertulis  maupun  lisan  kepada  lembaga yang  berwenang  menanganinya.  Sehingga  sekecil  apapun  permasalahan  yang  terjadi  di  tengah masyarakat, dapat segera diperoleh titik terangnya.

Jangan pernah membunuh pertanyaan

Jangan pernah membunuh pertanyaan.

Ia adalah benda yang rapuh.

Pertanyaan yang baik pantas untuk hidup.

Kita tidak perlu banyak menjawab sebagaimana kita berbincang dengannya.

Pertanyaan besar adalah permanen dan bakat yang diberkati dari pemikiran.

Tetapi pertanyaan yang paling besar dari segalanya adalah membangun jembatan ke dalam hati menyebut orang seutuhnya.

Tak boleh ada jawaban yang dirancang untuk membunuh pertanyaan.

(12)

Dibalik jawaban saya, selalu ada yang lebih, lebih banyak cahaya yang menunggu untuk masuk dan gelombang makna yang tak ada habis­habisnya siap memecah pantai yang memperluas

kebijaksanaan.

Kapan pun ada pertanyaan, biarlah dia ia hidup.

Gerhard Frost

Sumber : berbagai sumber diantaranya http://detakkehidupan.blogspot.com/2010/07/taktik­dan­teknik­ investigasi.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Trackbacks/Pingbacks

1. Berburu Informasi Via Internet | Nusa Hati ­ [...] dapat mengembangkan dirinya. Jika sebelumnya telah dibahas tentang teknik wawancara tersamar  dan Investigasi  merupakan beberapa cara untuk mendapatkan informasi…

(13)

Translate This Blog :

       

Categories

Dr. Stephen Tong Hiburan

Inspirasi Nusahati Pengharapan Perpajakan Renungan Visions Wacana

Archives

▼2017

▼March (10)

Mark Bustos : Penata Rambut Para Pengemis Khusus Hari Minggu Pengguna Jasa Akses Kepabeanan Terblokir

A Woman Stops A School Shooting With Only Words Roh Kudus, Suara Hati Nurani, dan Setan (Bagian 5) Check dan Re­check Kebenaran

Be the first of your friends to like this

Nusahati

364 likes

(14)

BUT Bagi Penyedia Layanan Aplikasi Melalui Internet Stop Waiting for Happiness to Arrive!

Doa Bapa Kami – Bagian 18: Engkaulah yang Empunya Kerajaan (3) Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

Penyampaian SPT Tahunan Dengan E­Form ►February (20)

►January (27) ►2016

►2015 ►2014 ►2013 ►2012 ►2011 ►2010 ►2009 ►2008

 

Pemuda GRII

 

Kegiatan DJP

Recent Posts

Renungan Mingguan Khusus Pillar Online ­ Mempertanyakan Otoritas Yesus Artikel ­ Seri Biografi Misionaris: William Chalmers Burns: Pahlawan Besar Tiongkok

Transkrip ­ Doa Bapa Kami – Bagian 19 (Tamat): Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai Selamanya (4)

3 Besar KPP Hasil Seleksi KPPc Diumumkan Kepala Perwakilan BPKP Kalbar Lapor SPT e­Form

Jelang Akhir Periode, KPP Pratama Sintang Ajak Masyarakat Manfaatkan Amnesti Pajak

(15)

Recent Comments

 

Berita Ekonomi

Thank You For  Your Prayers

 

  A Woman Stops A School Shooting With Only Words

Roh Kudus, Suara Hati Nurani, dan Setan (Bagian 5) Check dan Re­check Kebenaran

kusuma on Sekilas Perpajakan Dalam Properti/Real Estate Taripar Doly, SE, MM on Amnesti Pajak : Bangkit dan Ikutlah! Hendra Widjaja on Amnesti Pajak : Bangkit dan Ikutlah!

Search

Indeks DAX­30 Jerman berakhir turun 0,35 persen Indeks FTSE­100 Inggris ditutup cenderung datar Indeks CAC­40 Prancis berakhir turun 0,34 persen

       

(16)
(17)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dijelaskan bahwa program BRI Peduli Pasar Rakyat (BRI Pesat) merupakan bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility yang

No.G-54

Hasil penelitian memperlihatkan kadar kreatinin serum broiler betina yang di injeksi kombinasi tylosin dan gentamisin broiler betina tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Tylosin dan

Keluhan subyektif adalah keluhan yang dirasakan pada saat bekerja di Pengolahan Debu Kapas UD Tuyaman Desa Sidomukti Kabupaten Kendal.. Keluhan yang dirasakan pada

Poppy Indriani dan Harjahdi (2013) Pengambilan Keputusan Transaksi Berdasarkan Analisis Teknikal Dan Fundamental Pengambilan Keputusan dalam transaksi emas di perdagangan

saksi yang berbeda antara di depan penyidik dengan di depan persidangan. Setelah melihat adanya keterangan saksi yang berbeda antara di BAP dan di depan persidangan, maka

Berdasarkan langkah-langkah yang telah di berikan oleh guru di RA Al- Hidayah untuk melaksanakan metode bermain peran sejalan dengan pendapat Yuliana Nuraini

Dalam hal anggota pembiayaan mengalami pailit atau bangkrut, jika dimungkinkan KJKS mengadakan restrukturisasi pembiayaan. namun jika tidak dapat dilakukan maka