Sekilas Tentang Wawancara Dan Investigasi
by Taripar Doly, SE, MM | Jul 22, 2011 | Perpajakan | 0 commentsBagi para pembaca yang bekerja dalam bidang investigasi baik insan pers, petugas pajak (Direktorat Intelijen dan Penyidikan) , petugas penyelidik, dll. Perlu memahami halhal seperti teknik wawancara maupun teknik investigasi yang coba saya kumpulkan dalam tulisan diblog ini, karena dalam upaya menguak setiap kasus secara professional sangatlah dibutuhkan taktik dan teknik pengungkapannya. Dengan mengetahui taktik dan teknik wawancara serta investigasi yang benar sangatlah memudahkan dalam mencari atau menemukan alat bukti hukumnya, untuk lebih mantapnya mari kita pahami halhal sebagai berikut :
U
a
+628121902124
▸ Baca selengkapnya: wawancara tentang ekstrakurikuler
(2)TEKNIK WAWANCARA
Kadang terkesan terlalu formal jika dalam melakukan sesuatu selalu menggunakan teknik. Karena pada prinsipnya teknik adalah sebuah aturan yang membelenggu. Namun tidak ada yang salah jika kita memerlukan hal tersebut walau hanya sekedarnya saja.
Wawancara ialah tanya jawab antara pewawancara dengan yang diwawancara untuk meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.
Wawancara merupakan istilah yang diciptakan dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kata asing Interview (dari bahasa Belanda atau Inggris), yang digunakan oleh pers Indonesia sampai akhir tahun 1950an. Orang yang mewancarai disebut Pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai disebut pemberi wawancara (interviewee) atau disebut juga responden.
Teknik Wawancara, adalah suatu cara atau kepandaian melakukan tanya jawab untuk memperoleh keterangan, informasi dan sejenisnya.
Wawancara berdasarkan cara pelaksanaannya dibagi dua yaitu : Wawancara berstruktur adalah wawancara secara terencana yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. (Dalam dunia jurnalistik, seorang wartawan harus melakukan persiapan yang cukup sebelum mewawancarai seseorang. Selain itu juga harus memahami betul masalah yang akan ditanyakan. Wartawan harus pula pandai menjaga supaya tidak kehilangan arah dalam wawancara itu agar mendapatkan keterangan yang diinginkannya. Karena itu, ada kalanya wartawan perlu mengetahui latar belakang atau sifat orang yang akan diwawancarai agar mudah menyesuaikan diri dengannya ketika berhadapan muka). Perbedaan mendasar antara wartawan dan penyidik/interogator jika wartawan untuk menggali informasi untuk diinformasikan ke publik dan bersifat tidak memaksa dan sebaliknya bagi penyidik/interogator. dan Wawancara tak berstruktur, adalah wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan, dalam hal ini termasuk didalamnya wawancara tersamar
(Eliciting).
Dalam wawancara yang terpenting adalah menggunakan komunikasi yang baik. Tanpa adanya komunikasi yang baik, jangan harapkan kita mendapat informasi atau jawaban yang baik juga. Yang terpenting siapkan diri kita dengan beberapa hal yang sederhana. Halhal yang saya maksud diatas antara lain:
Sebelum kita melakukan wawancara, usahakan membuat daftar pertanyaan terlebih dahulu. Ini penting dilakukan agar mempermudah kita dalam wawancara. Terkadang saking asyiknya kita mewawancarai nara sumber, kita lupa bahwa pertanyaan kita menyimpang dari tema yang kita inginkan.
Posisikan diri kita sejajar dengan nara sumber yang akan kita wawancarai. Untuk itu kita harus benar benar memahami pertanyaannya kita. Singkatnya, kita perlu percaya diri. Lebih baik kita cari tahu karakter dari nara sumber kita. Ini sangat penting supaya kita mengetahui bagaimana dan siapa sebenarnya nara sumber kita.
Jangan biarkan pertanyaan kita “terbunuh”. Prinsipprinsipnya terus bertanya dan bertanya. Kalau jawaban nara sumber kurang jelas tanyakan kembali sampai sejelasjelasnya. Itu lebih baik ketimbang kita kebingungan, untuk lebih jelasnya halhal yang perlu diperhatikan dalam wawancara setidaknya memahami halhal sbb :
2. Berlaku sopan dan ramah dengan menggunakan gaya bahasa yang menarik dan wajar serta tidak dibuatbuat. Hindari gaya bahasa yang berintonasi memerintah dan menekan serta halhal yang dapat menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan lainnya.
3. Tidak melakukan wawancara secara tergesagesa yang dapat menimbulkan kesan bahwa wawancara yang dilakukan tidak berguna atau tidak penting.
4. Usahakan proses wawancara yang dilakukan berarti, penting sekali bagi proses penelitian dengan sikap yang tidak berlebihlebihan yang justru menimbulkan kesan mengolokolok si responden.
5. Bantu responden yang mengalami kesulitan dalam mengeluarkan pendapatnya ke dalam bentuk lisan.
6. Apabila dalam proses wawancara terdapat informasi/data baru yang tidak direncanakan dalam proses wawancara tersebut, buatlah sendiri daftar pertanyaan untuk menggali informasi yang baru tersebut.
7. Gunakanlah alat Bantu dalam proses wawancara yang dapat mencatat/merangkum hasil wawancara tersebut, baik berupa alat pencatat, tape recorder, video casete, hand phone, kamera, dan lainlain
TEKNIK INVESTIGASI
Tidaklah semua informasi, data dan fakta kita dapatkan dengan mudah. Untuk mencari informasi, data dan fakta yang sulit dan khusus membutuhkan kerja ekstra. Kerja ekstra disini adalah melakukan obeservasi atau investigasi langsung ke lapangan. Lantas, apa itu investigasi?
Investigasi secara pemahaman sederhana adalah pekerjaan yang membutuhkan ketrampilan, keberanian, keuletan dan keyakinan dalam menggali informasi yang khusus. Demi upaya menggali informasi yang selengkaplengkapnya, tak jarang seorang wartawan melakukan observasi langsung guna mengadakan penyelidikan fakta dan sumbersumber yang diperkirakan dapat memperkaya informasi. Berdasarkan hal inilah, maka seorang pakar jurnalistik pernah mengatakan bahwa “pekerjaan seorang wartawan itu sebenarnya separuh detektif separuh diplomat” (James Gordon Bennet, pendiri The New York Herald).
Berdasarkan caranya memperoleh informasi melalui observasi ataupun investigasi inilah maka muncul istilah teknik penulisan reportase ini yaitu “Investigative Reporting“. Untuk mendapatkan informasi yang sangat penting atau khusus itu dibutuhkan ketrampilan khusus pula. Kadangkadang kita dipaksakan untuk menyamar menjadi sesuatu, tergantung informasi apa yang akan kita inginkan.
Langkah pertama yang perlu diketahui oleh investigator untuk memulai menerapkan taktik dan teknik investigasi adalah investigator wajib menjawab 6 pertanyaan berdasarkan fakta kejadian yang sebenarnya, yaitu :
a. Apa yang terjadi = What
b. Dimana kasus itu terjadi = Where c. Siapa pelaku, saksi, dan korban = Who d. Kapan kasus itu terjadi = When e. Mengapa kasus itu terjadi = Why
f. Bagaimana kasus itu dapat terjadi dan akibat yang ditimbulkan = How
investigasi seperti di bawah ini :
Confidence, Sikap yakin dengan kemampuan sendiri dalam upaya hendak mengungkap suatu kasus yang sedang diinvestigasi, sangatlah membantu semangat dalam investigasi. Sesulit apapun hambatan yang dihadapi, jika sudah tertanam sejak dini sikap yakin dengan kemampuan sendiri, kesulitan itu tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Sikap yakin tersebut perlu ditanamkan secara terus menerus di dalam hati selama proses investigasi. Pada saat mencari fakta hukum dari berbagai sumber, berbagai hambatan pasti ada dan tidak semulus apa yang diharapkan. Sebab, tidak semua sumber yang ditemui mau mengambil resiko dengan membeberkan kepada pihak lain fakta atau dokumen hukum yang sebenarnya. Disinilah diperlukan keuletan yang penuh keyakinan dngan kemampuan sendiri menjadi terang kasus itu. Apabila sudah tertanam sikap yakin dengan kemampuan sendiri atau orang bilang bersikap optimis, juga diimbangi sikap santun atau rendah hati, maka semangat dan dorongan untuk berani menemui berbagai pihak yang terkait dalam kasus itu, memperkecil hambatan yang dihadapi. Karena dengan bersikap yakin dengan kemampuan sendiri secara otomatis pada saat menganalisis fakta yang didapat, memunculkan insting yang membuka kearah mana harus dimulai investigasi itu. Perlu diingat, bahwa selama melakukan investigasi sejak awal sudah tertanam niat ikhlas unuk mengungkapkan kebenaran, maka Tuhan melalui hati nurani akan selalu menuntun kearah mana dan apa yang harus dilakukan untuk mengungkap perkara itu, atau orang mengatakannya insting yang hidup.
Community, membangun komunitas. Manfaatnya adalah untuk memudahkan pertukaran informasi dan pengumpulan fakta hukum saat investigasi, termasuk juga memperkecil biaya operasional yang dikeluarkan. membangun komunitas dapat dilakukan secara nyata atau tatap muka, juga dapat dilakukan melalui jejaring internet. Membangun komunitas diperlukan kesabaran dan ketekunan, karena tidak semua dari pihak yang tergugah niat baiknya berani mengambil resiko yang akan dihadapi karena berbagai faktor yang tidak mungkin untuk dilakukannnya. Disinilah diperlukan pembagian tugas, membangun kekompakan, kesatuan langkah yang jelas dan tegas akan arah tujuan yang ingin dicapai. Membangun kekerabatan juga perlu dilakukan dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah. Kekerabatan yang dibangun di lembaga tersebut sangatlah berguna, yaitu bermanfaat pada saat proses investigasi, dan saat proses hukum sedang berlangsung untuk mencapai tujuan akhir. Dalam upaya membentuk opini dan pengawasan oleh publik, perlu juga membangun kekerabatan dengan pihak media massa. Manfaatnya sebagai pendukung pada saat kasus sedang dalam proses hukum di lembaga Yudikatif. Setidaknya dapat menekan pihak lain yang berusaha hendak menghentikan kasus tersebut melalui mafia hukum. Dengan membangun kekerabatan bersama pihak media massa, diharapankan endingnya dapat berakhir adanya putusan pengadilan di Pengadilan
kegagalan hasil investigasi yang sedang dilakukan. Memperkecil resiko saat melakukan investigasi adalah hal yang wajar. Apapun jenis pekerjaan itu akan dihadapkan pada resiko. Dengan pandai memperhitungkan kemungkinan resiko yang akan dihadapi, akan mempengaruhi sikap waspada dalam setiap langkah dan dapat menekan nafsu tergesagesa ingin berhasil. Adapun perencanaan analisa dan memperhitungkan resiko yang akan ditemui, adalah dimulai dengan cara memilah – milah sasaran dan tehnik investigasi yang akan dipakai. Karena perencanaan analisa yang tepat sangatlah membantu langlah perlangkah investigasi yang akan dilakukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan resiko yang minimal. Sikap terburu nafsu dan menganggap lemah pihak yang diinvestigasi untuk memperoleh fakta hukum cenderung akan berakibat fatal kepada diri sendiri. Adapun kefatalan tersebut dapat berakibat tercemarnya nama baik pihak lain yang tidak terlibat, resiko dituntut balik pihak lawan, kerugian harta benda, dan resiko ancaman pisik, juga resiko yang paling tinggi adalah hilangnya nyawa. Memperkecil resiko saat investigasi, jangan sampai mempengaruhi kegagalan bahkan kemunduran hasil yang hendak dicapai. Untuk itu, perlu berkoordinasi dengan pihak lain yang paham akan situasi yang sedang dihadapi, dengan maksud agar dapat memberi informasi dan solusi sebagai masukan. Sebagaimana pesan orang bijak, bahwa keputusan satu orang itu lebih lemah dibandingkan dengan keputusan yang diambil oleh lebih dari satu orang.
dan tegas tanpa keraguan. Hasil akhir yang ingin dicapai sangat jelas arahnya. Jikapun belum tercapai hasil yang diharapkan pada saat itu, dapat diketahui kegagalannya karena diluar kemampuan manusia untuk menentukannya. Tidak ada rasa kecewa, yang ada sikap optimis keberhasilan hanya menunggu waktu. Hindari bersikap emosional atau terburu nafsu, tanam selalu di dalam hati sikap optimis akan kemampuan diri untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Bersikap tidak mudah tergoda untuk mencoba menambahkan atau mengurangkan apa yang sedang dilakukan. Berjalan sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan. Jika terjadi perkembangan di luar rencana, hal itu dapat dilakukan pada rencana berikutnya setelah dilakukan analisa dan evaluasi.
Waspada sikap pamer dan sombong, Investigator yang lupa diri, jika merasa mampu menemukan kelemahan lawan atau mereka yang diinvestigasi, kecenderungan bersikap pamer dan sombong. Prilaku pamer dan sombong tersebut merupakan kelemahan bagi investigator. Dampak dari sikap pamer dan sombong itu dapat mengakibatkan gagalnya reputasi dari investigator tersebut. Penyebabnya adalah karena kebiasaan pamer dan sombong yang ia sadar atau tidak sadar melakukannya telah membuka rahasia hasil investigasinya dan juga membahayakan dirinya sendiri. Investigator selalu wasapada dan menelaah setiap menerima pertanyaan dari siapapun. Juga dalam menyampaikan sesuatu pernyataan atau pertanyaan yang berhubungan dengan investigasi yang dilakukannya selalu memperhitungkan untung dan rugi dari fakta yang akan diperolehnya. Efek dari menjawab suatu pertanyaan ataupun mengeluarkan pernyataan dan pertanyaan kepada pihak lain, cenderung merangsang pikiran dan nafsu untuk menonjolkan keberhasilan dan kehebatan diri sendiri, menurut penilaian orang lain disejajarkan dengan prilaku pamer bin sombong. Yang perlu dilakukan seorang investigator adalah cukup bertanya sesuai dengan yang diperlukan dan sebaliknya menjawab pertanyaan pihak lain hanya seperlunya. Kegunaannya adalah membiasakan bersikap waspada untuk mencegah kebiasaan buruk yang ada pada diri manusia, yaitu sikap pamer dan sombong. Keikhlasan pada diri investigator, membawa efek positif untuk melawan sikap pamer dan sombong. Keikhlasan yang selalu tertanam di hati, akan terpancar pada wajah yang bersinar, kelembutan dan keceriaan saat melakukan investigasi, meskipun tantangannya cukup berat dan melelahkan.
pesan Tuhan “Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Tuhan, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Tuhan lebih tahu kebaikannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan katakata atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Tuhan Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Pandai mengelola strategi investigasi, Investigasi yang dilakukan untuk memperoleh alat bukti, akan mendapat perlawanan dari pihak yang diduga terkait pelanggaran hukum. Jangan terjebak strategi (skenario) lawan yang dilakukannya secara tersembunyi ataupun yang dinampakkan dalam bentuk rayuan. Diperlukan kemampuan mengelola strategi investigasi, keuletan, keberanian, kejelian dan kecermatan disetiap langkah. Diantara skenario lawan adalah upaya menjebak pihak investigator diantaranya dalam bentuk menawarkan sejumlah uang dan harta benda, merayu memberikan fasilitas, memberi dan menjanjikan sesuatu kepada keluarga dekat. Jika upaya itu tidak berhasil, meningkat ke arah upaya menekan secara halus untuk mempengaruhi investigator dan keluarganya melalui penyebaran isu, dan membuat suatu kejadian seolah – olah telah terjadi musibah / kecelakaan yang berakibat cacat tubuh dan kematian terhadap investigator ataupun keluarganya. Saling mengadu strategi untuk mencapai hasil yang maksimal dari kedua pihak adalah hal wajar, dan apabila terjadi korban jiwapun dianggap wajar saja, karena didasarkan pada tingkat pertingkat dari strategi yang dilakukan, juga tingkat kesulitan dari permasalahan yang dihadapi kedua belah pihak. Untuk itu, perlu mengenal sasaran dan lawan, juga perhatikan lingkungan disekitar, seperti keluarga, komunitas sendiri, dan sejawat sendiri yang ikut membantu. Perhatikan perilaku aneh diantara mereka yang terlihat tidak seperti biasanya. Kelancaran dan keberhasilan strategi investigasi, tidak terlepas dari kemampuan mengelolanya, yakni membangun komunikasi yang kuat, baik dikalangan sendiri maupun aparatur pemerintah yang berkompeten, dan lembaga lainnya. Perhitungkan dengan seksama mana yang harus dipecahkan bersama dan mana yang tidak perlu disampaikan atau diketahui pihak lain, karena kebocoran data sementara yang didapat dan masih perlu dilengkapi adalah sebagai jembatan pihak lawan membangun skenario untuk menjebak investigator. Perlu diperhatikan dan dicamkan pada diri sendiri adalah mengelola kemampuan sendiri, yaitu keyakinan, keikhlasan, kejujuran, yang dapat mendorong timbulnya keberanian yang logis bukan nekad. Berbuatlah apa yang dapat diperbuat saat itu sesuai dengan kondisi yang ada, jangan berkeluh kesah meskipun nampak sulit. Dalam kesulitan itu ada kemudahan, dan kemudahan itu didapat saat memikirkan dan merenungkan kesulitan itu.
menargetkan langkah perlangkah yang akan dilalui untuk mengupulkan alat bukti hukum. Penetapan suatu akhir dari pekerjaan (gagal atau berhasil) hanya Tuhan yang Mahatahu dan Mahamengatur kapan waktunya akan terjadi, karena penetapan akan sesuatu adalah wilayah Tuhan bukan wilayah manusia, karena manusia sebatas mengikhtiarkan semaksimal yang dapat dilakukannya. Prinsip yang harus dipegang oleh investigator mencermati rekam jejakpelaku untuk memperoleh alat bukti hukum adalah kesungguhan dalam pekerjaannya. Sebagaimana ungkapan bijak mengatakan “Janganlah membayangkan lulus dalam ujian tetapi belajarlah dengan tekun dan kuasai materinya, maka semua soal ujian dapat dijawab dengan benar dan dengan sendirinya lulus itu didapat.” Alat Bantu investigasi, Alat bantu atau juga disebut alat pendukung kelancaran investigasi diantaranya alat transportasi yang pemakaiannya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Alat perekam suara dan gambar dalam bentuk recorder dan kamera, alat penyadapan, dan alat – alat lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesulitan yang dihadapi. Namun demikian, bagi yang keterbatasan alat bantu tidak perlu berkecil hati, kemampuan pengungkapan suatu kasus sangat tergantung dari keuletan dan kepandaian mengelola strategi investigasi. Investigator dalan kondisi tertentu, yaitu pada tingkat kesulitan investigasi yang cukup tinggi sangat diperlukan keberadaan alat bantu khusus. Dengan alat bantu tersebut, lebih memudahkan menjabarkan dari permasalahan yang sedang diinvestigasi, juga dapat memperpendek waktu yang dibutuhkan, dan sekaligus investigasi lebih mengerucut kepada sasaran yang dituju. Dengan kemajuan teknologi saat ini, alat – alat bantu sederhana selain alat bantu yang penggunaannya bersifat khusus dan hanya boleh dipakai oleh aparatur pemerintah, sebagaimana diuraikan di atas tidak sulit untuk diperoleh. Banyak diperjual belikan di pertokoan yang menjual alat alat elektronik dan alat komunikasi. Jika alat bantu yang dimiliki sangat terbatas dan ketiadaan biaya untuk membelinya, sebagai penggantinya adalah cukup membangun silahturahmi dengan alat bantu hidup, yaitu komunitas. Bangun komunitas seluas – luasnya, komunitas yang dibangun terdiri dari berbagai profesi yang menyebar di semua segi kehidupan masyarakat dan dipergunakan kemampuan mereka untuk mendukung investigasi yang dilakukan.
yakni menyesatkan manusia melalui bisikannya diantaranya tercipta konflik / pertengkaran diantara umat manusia. Satu pesan yang perlu diingat, bahwa kemampuan otak sangatlah terbatas, tetapi kemampuan hati nurani yang bersih adalah sumber ilmu yang tidak pernah kering karena ia mampu menangkap ilham yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dana pendukung Investigasi, Kegiatan investigasi untuk mencapai hasil yang maksimal memerlukan biaya atau dana pendukung. Biaya yang dikeluarkan sangatlah relatif sesuai dengan cara investigasi yang dilakukan dan tingkat kesulitan yang dihadapi. Besar dan kecilnya dana pendukung yang dikeluarkan tergantung dari kemampuan seorang investigator mengelola taktik dan teknik investigasi. Semakin banyak pengalaman yang dialami, maka semakin pandai memperhitungkan dan memperpendek waktu investigasi tanpa mengurangi hasil investigasi yang diharapkan, yang dengan sendirinya mempengaruhi dana pendukung yang dibutuhkan. Investigator yang baru belajar melakukan investigasi dana pendukung yang diperlukan cukup besar, karena untuk memperoleh alat bukti hukum kecenderungan waktu yang dibutuhkan cukup panjang dan biaya operasionalnyapun membengkak. Hal itu dikarenakan masih terbatasnya komunitas yang dimiliki dan belum didukung pengalaman tentang bagaimana mengelola taktik dan teknik investigasi. Bagi individu atau lembaga tertentu yang hendak atau sedang melakukan investigasi, namun dana pendukung yang dimiliki sangatlah terbatas, akan memunculkan sikap keragu – raguan atau bahasa kerennya “pesimis” untuk berhasil. Sebaliknya, bila tertanam p;ada diri suatu sikap Yakin, Tulus dan Penuh ucapan syukur, maka sikap pesimis dan raguragu tidak akan terjadi.
Jadi, setiap anak bangsa dan setiap warga negara Indonesia yang baik, memiliki tanggung jawab dan berkewajiban untuk ikut serta membantu menyampaikan atau mengungkapkan setiap kasus yang ia ketahui. Bantuan yang diberikan bisa dilakukan dengan cara tertulis maupun lisan kepada lembaga yang berwenang menanganinya. Sehingga sekecil apapun permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, dapat segera diperoleh titik terangnya.
Jangan pernah membunuh pertanyaan
Jangan pernah membunuh pertanyaan.
Ia adalah benda yang rapuh.
Pertanyaan yang baik pantas untuk hidup.
Kita tidak perlu banyak menjawab sebagaimana kita berbincang dengannya.
Pertanyaan besar adalah permanen dan bakat yang diberkati dari pemikiran.
Tetapi pertanyaan yang paling besar dari segalanya adalah membangun jembatan ke dalam hati menyebut orang seutuhnya.
Tak boleh ada jawaban yang dirancang untuk membunuh pertanyaan.
Dibalik jawaban saya, selalu ada yang lebih, lebih banyak cahaya yang menunggu untuk masuk dan gelombang makna yang tak ada habishabisnya siap memecah pantai yang memperluas
kebijaksanaan.
Kapan pun ada pertanyaan, biarlah dia ia hidup.
Gerhard Frost
Sumber : berbagai sumber diantaranya http://detakkehidupan.blogspot.com/2010/07/taktikdanteknik investigasi.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Trackbacks/Pingbacks
1. Berburu Informasi Via Internet | Nusa Hati [...] dapat mengembangkan dirinya. Jika sebelumnya telah dibahas tentang teknik wawancara tersamar dan Investigasi merupakan beberapa cara untuk mendapatkan informasi…
Translate This Blog :
Categories
Dr. Stephen Tong Hiburan
Inspirasi Nusahati Pengharapan Perpajakan Renungan Visions Wacana
Archives
▼2017
▼March (10)
Mark Bustos : Penata Rambut Para Pengemis Khusus Hari Minggu Pengguna Jasa Akses Kepabeanan Terblokir
A Woman Stops A School Shooting With Only Words Roh Kudus, Suara Hati Nurani, dan Setan (Bagian 5) Check dan Recheck Kebenaran
Be the first of your friends to like this
Nusahati
364 likesBUT Bagi Penyedia Layanan Aplikasi Melalui Internet Stop Waiting for Happiness to Arrive!
Doa Bapa Kami – Bagian 18: Engkaulah yang Empunya Kerajaan (3) Karena Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
Penyampaian SPT Tahunan Dengan EForm ►February (20)
►January (27) ►2016
►2015 ►2014 ►2013 ►2012 ►2011 ►2010 ►2009 ►2008
Pemuda GRII
Kegiatan DJP
Recent Posts
Renungan Mingguan Khusus Pillar Online Mempertanyakan Otoritas Yesus Artikel Seri Biografi Misionaris: William Chalmers Burns: Pahlawan Besar Tiongkok
Transkrip Doa Bapa Kami – Bagian 19 (Tamat): Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai Selamanya (4)
3 Besar KPP Hasil Seleksi KPPc Diumumkan Kepala Perwakilan BPKP Kalbar Lapor SPT eForm
Jelang Akhir Periode, KPP Pratama Sintang Ajak Masyarakat Manfaatkan Amnesti Pajak
Recent Comments
Berita Ekonomi
Thank You For Your Prayers
A Woman Stops A School Shooting With Only Words
Roh Kudus, Suara Hati Nurani, dan Setan (Bagian 5) Check dan Recheck Kebenaran
kusuma on Sekilas Perpajakan Dalam Properti/Real Estate Taripar Doly, SE, MM on Amnesti Pajak : Bangkit dan Ikutlah! Hendra Widjaja on Amnesti Pajak : Bangkit dan Ikutlah!
Search
Indeks DAX30 Jerman berakhir turun 0,35 persen Indeks FTSE100 Inggris ditutup cenderung datar Indeks CAC40 Prancis berakhir turun 0,34 persen