Virtual Immunology: Software for Teaching Basic Immunology
Virtual Imunologi : Software Pembelajaran Dasar Imunologi
Filipe Faria Berc¸ot,Ant^onio Augusto,Fidalgo-Neto,Renato Matos Lopes,Thais Faggioni
Luiz Anast_acio Alves
1. Latar belakang
Seiring imunologi terus berkembang, banyak pendidikan berbagai metode mengalami kesulitan dalam menyampaikan derajat kompleksitas yang melekat dalam prinsip dasarnya. Saat ini, proses belajar mengajar di daerah seperti itu telah ditingkatkan dengan alat seperti perangkat lunak pendidikan. Atrikel ini memperkenalkan "Virtual Immunology," sebuah program perangkat lunak tersedia secara gratis dalam bahasa Portugis dan Inggris, yang bisa digunakan oleh guru dan siswa dalam fisiologi, imunologi, dan biologi seluler. Penulis membahas pengembangan dua modul awal: "Organ dan Jaringan limfoid "dan" peradangan "dan penggunaan kegiatan interaktif untuk memberikan pemahaman mikroskopis dan makroskopik dalam imunologi. Untungnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memungkinkan beberapa kemajuan dalam praktik pendidikan saat ini yang membantu integrasi informasi ini menjadi pengetahuan.
2. Masalah
Bidang imunologi yang semakin komplek terus meningkat, dalam proses pembelajaran banyak konsep yang penting bergantung pada kemampuan siswa dalam memvisualisasikan dan menciptakan pemahaman terutama pada tingkat molekuler.
Metodologi yang digunakan untuk program penelitian terdiri dari 1) pemilihan isi tema, 2) perencanaan, 3) desain, 4) evaluasi, 5) validasi dan penyebaran. a. Pilihan Isi Tema
"Organ dan Jaringan Lymphoid" dan"Peradangan" dipilih karena topik biasanya disajikan di bagian awal pada sebagian besar buku teks Imunologi. Berdasarkan pengalaman kami sebagai guru, ini khas daerah dimana siswa mengalami kesulitan masuk materi peradangan, khususnya dianggap sebagai topik yang sulit ditangani oleh karena itu, paling sedikit tiga disiplin ilmu yang berbeda: Imunologi, Farmakologi, dan Patologi. b. Perencanaan
Tahap perencanaan menggunakan dua modul yang berbeda modul 1 mengenai materi organ dan jaringan limfoid
a) Modul 1
1) Aktivitas pertama dari modul 1 melakukan latihan di laboratorium virtual melalui animasi interaktif untuk memungkinkan pengguna memanipulasi menggunakan mouse komputer.
2) Aktivitas kedua dari modul 1 Aktivitas kedua dari modul ini menyajikan sebuah anestesi diseksi tikus di mana pemindahan dan manipulasi organ dan jaringan limfoid disimulasikan untuk memudahkan pembelajaran, dengan memindahkan kursor komputer agar memungkinkan penggunanya memanipulasi instrumen virtual (Gambar 1)
b) Modul 2 = Modul mengenai peradangan membahas kejadian sebuah rangsangan patogen dan perubahan dasar yang ditemukan. Perkembangan rangkaian animasi ini berbasis pada situasi hipotetis di mana seorang individu terpapar ke jarum yang terkontaminasi (yaitu mengandung bakteri) dan a jarum steril.
c. Alat Pengembangan Perangkat Lunak
Modul dikembangkan menggunakan serangkaian editing gambar perangkat lunak, ilustrasi, dan animasi. AdobeVR FlashVR CS4 Profesional dan InkScape adalah alat utama untuk pengembangan dari proyek ini. d. Evaluasi software
4. Hasil
Evaluasi skala Likert disajikan pada Gambar 3 dan Tabel 1. Mahasiswa tingkat sarjana, secara umum, menemukan perangkat lunak yang berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi pembelajaran dan pengalaman seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Kejelasan konsep biologi disajikan dan kemudahan penggunaan program serupa dinilai tinggi pada evaluasi skala likert. Pengalaman yang dilaporkan oleh mahasiswa pascasarjana dan guru. Profil umum di antara kelompok tersebut (mahasiswa pascasarjana, mahasiswa S1, dan guru (Tabel 1)).
Tabel 1
Mahasiswa tingkat sarjana, secara umum, menemukan perangkat lunak yang berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi pembelajaran dan pengalaman seperti ditunjukkan pada Gambar 3. Kejelasan konsep biologi disajikan dan kemudahan penggunaan program serupa dinilai tinggi pada evaluasi skala likert. Pengalaman yang dilaporkan oleh mahasiswa pascasarjana dan guru. Profil umum di antara kelompok tersebut (mahasiswa pascasarjana, mahasiswa S1, dan guru.
Pengembangan alat multimedia untuk membantu mata pelajaran yang kompleks sama sekali bukan konsep baru; namun selalu berubah, tampilan pendidikan sains terus berlanjut maju, pengalaman baru dan menantang bagi siswa dan mereka untuk mencapainya pada saat sekarang. Dalam era perubahan paradigma pendidikan dengan munculnya kemajuan teknologi seperti internet dan banyaknya informasi yang tersedia bagi siswa untuk peralatan yang membantu mengkontekstualisasikan topik yang kompleks dan sebagai jembatan proses ke penelitian dan praktek laboratorium di bidang mereka yang sesuai.
Terakhir faktor lain yang penting bisa didapat melalui penggunaan software adalah simulasi percobaan in vivo. Akademik keandalan laboratorium virtual jelas akan membutuhkan lebih banyak untuk mempelajari dan menyempurnakan praktik-praktik ini untuk benar-benar berusaha mencapai praktik laboratorium yang sesungguhnya. Kenyataannya adalah bahwa penggunaan praktis hewan tidak layak dilakukan dalam banyak pengaturan bidang pendidikan pengaturan, tapi di luar ini praktis fisik ada kewajiban etis untuk terus mengejar lebih proses praktik sains yang manusiawi dan sesuai yang diajarkannya.
5. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pembelajaran menggunakan software virtual dapat memudahkan siswa khususnya di dalam pembelajaran sains mengenai materi molekuler yang sulit dipahami, dengan memvisualisasikan materi kedalam sebuah software juga dapat menimbulkan rasa nyaman abgi siswa untuk mengulang berbagai praktik medis yang bertujuan meningkatkan pembelajaran mereka.