• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alat DAn Pembatas dan Pengukur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Alat DAn Pembatas dan Pengukur"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENGENALAN APP 1.1. Pengertian

APP merupakan singkatan dari Alat Pengukur dan Pembatas, adalah alat yang digunakan untuk keperluan transaksi energi listrik.

Pengukuran :

Yang dimaksud dengan pengukuran ialah untuk menentukan besarnya pemakaian daya dan energi listrik

Alat pengukur : meter kwh, meter kvarh, meter kva maksimum, meter arus, meter tegangan

Pembatasan :

Yang dimaksud dengan pembatasan ialah untuk menentukan batas pemakaian daya sesuai daya tersambung -.

Yang termasuk alat pembatas : MCB, MCCB, NFB, Fuse , OCR + PMT. Pembatasan didasarkan pada arus yang besarnya adalah :

(2)

S

In = ---

Amper : untuk fasa tunggal

E

S

In = --- Amper : untuk fasa tiga

3 . E

Dimana

(3)

1.2. Perlengkapan APP

Yang dimaksud dengan perlengkapan ialah

barang-barang yang memungkinkan dipasangnya alat

pengukur dan pembatas, sehingga dapat berfungsi

sesuai dengan yang disyaratkan.

* Perlengkapan APP : kotak / lemari app, trafo arus

(ct), trafo tegangan (pt) meter arus, meter tegangan

dan saklar waktu

* Kotak / lemari APP : adalah suatu kotak atau lemari

dengan ukuran / ukuran tertentu yang didalamnya

berisi app dan perlengkapannya

(4)

1.3. Macam-macam APP sesuai standar PLN ( SPLN 55 - 90)

* APP tipe I A : pengukuran TR kwh 1 fasa : 5/20 A

* APP tipe I B : pengukuran TR kwh 1 fasa : 20/60 A, 50/100 A

* APP tipe III A : pengukuran TR kwh 3 fasa tarif tunggal : 3x20/60 A ; 3x50/100 A

* APP tipe III B : pengukuran TR kwh dan kvarh 3 fasa tarif ganda : 3x20/60 A ;3 x 50/100 A * APP tipe IA khusus : pengukuran TR 3 P-4 W menggunakan CT, tarif tunggal 100 - 300 A * APP tipe IB khusus : pengukuran TM-TR kwh dan kvarh 3 P-4 W menggunakan CT, tarif

tunggal 100-500 A, 600-1000 A

* APP tipe IC khusus : pengukuran TM-TR kwh dan kvarh 3 P-4 W menggunakan CT, tarif ganda 100-500 A, 600-1000 A

* APP tipe IIA khusus : pengukuran TM kwh 3 P-3W menggunakan CT dan PT tarif tunggal * APP tipe IIB khusus : pengukuran TM kwh 3 P-4 W menggunakan CT dan PT tarif tunggal * APP tipe IIC khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-3 W menggunakan CTdan PT

tarif tunggal

* APP tipe IID khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-4 W menggunakan CT dan PT tarif tunggal

* App tipe II E khusus : pengukuran TM kwh dan kvarh 3 P-3 W menggunakan CT dan PT tarif ganda

(5)

1.4. Klasifikasi sambungan listrik

Berdasarkan golongan tarif cara penyambungan listrik

diklasifikasikan dalam 3 (tiga) golongan :

a. Sambungan tegangan rendah

(6)

1.5.4. Meter arus maksimum

Meter arus yang dapat menunjukkan arus terukur maksimum yang digunakan selama interval 15 menit Kelas 2 atau yang lebih teliti

1.5.5. Meter kWH

* Pada sambungan tegangan rendah

Meter kwh fasa satu 2 kawat atau fasa tiga 4 kawat Kelas 2 untuk pengukuran langsung

Kelas 1 untuk pengukuran menggunakan trafo arus * Pada sambungan tegangan menengah

Meter kwh fasa tiga 3 kawat untuk jtm fasa tiga 3 kawat Meter kwh fasa tiga 4 kawat untuk jtm fasa tiga 4 kawat Kelas 1 atau yang lebih teliti

(7)

1.5.6. Meter kVARH

Digunakan dari kelas 3 atau yang lebih teliti

1.5.7. Meter kVA maksimum atau kW maksimum

Meter yang dapat menunjukkan daya maksimum dengan interval 15 menit (nilai daya terukur maksimum untuk tiap-tiap bulan sama dengan 4 kali nilai tertinggi dari kvarh atau kwh yang dipakai selama tiap 15 menit terus menerus dalam bulan tersebut)

Kva maksimum dapat juga digunakan meter arus maksimum berdasarkan rumus :

(8)

1.5.8. Pemutus arus

Harus memenuhi spesifikasi :

•Prinsip kerja kurva gabungan termal dan tanpa waktu tunda •Karakteristik teknis

Frekuensi 40 - 60 hz

Kapasitas kerja : 6 kA pada 220V dan cos = 0,85 Tegangan kerja : dapat kerja s.d. 440 V ac

•Jenis pemutus arus

Untuk pembatas s.d. 100 A dipakai MCB (mini circuit breaker)

Untuk pembatas diatas 100 Adipakai MCCB (moulded cast circuit breaker), pelebur tr, pemutus tanpa pelebur (NFB = no fuse

(9)

100

BATAS KERJA MINIMUM YANG DIIZINKAN PLN

(10)

1.5.9. Pelebur

Sebagai pembatas arus untuk penyambungan TR dan TM harus mempunyai karakteristik

(11)

1.5.10. Rele

Karakteristik yang harus dipenuhi :

Pada Arus

Harus Jatuh

Catatan

1,05 x In

Tidak jatuh dalam waktu 1

jam

Jatuh dalam waktu

maksimal 1 jam

Jatuh dalam waktu

maksimal 2 menit

(12)

1.5.11. Catu daya pemutus tenaga

Untuk pemutus menggunakan tenaga PMT dengan rele sekunder guna mengerjakan kumparan pembuka (tripping coil) catu daya diperoleh dari : * Batere + charger

* Trafo arus

1.5.12. Kotak atau lemari APP

* Harus tahan keausan mekanik dan tahan panas •Macam-macam kotak atau lemari app

- Tipe I untuk sambungan TR fasa-satu - Tipe III untuk sambungan TR fasa-tiga

(13)

1.5.13. Blok terminal

Jumlah terminal 4 untuk tipe 1

Jumlah terminal 8 untuk tipe 3 dengan kumparan arus 25 A, 60 A dan 100 A, diameter lubang 4, 5 dan 6 mm

(14)

1.5.14. Tutup pelindung APP

* APP tipe I dan III

APP tipe I dan III dari bahan plastik transparan, tahan cuaca, tahan benturan, tidak mudah terbakar, tidak mudah berubah warna

Hanya dapat dilepas dengan merusak segel

Dilengkapi jendela transparan yang dapat dibuka / ditutup menggunakan gembok / kunci

* APP tipe I dan II khusus

Dari bahan metal tahan benturan dan tahan karat Dilengkapi jendela transparan

Dilengkapi gembok / kunci dengan anak kunci yang tidak bisa dipalsu

1.5.15. S e g e l

* Dari bahan logam, plastik atau campuran keduanya

* Harus ada lambang pln, nomor registrasi dan tidak dapat dipakai ulang

(15)

kWh METER

kWh METER

adalah alat pengukur energi listrik yang

mengukur secara langsung hasil kali

(16)
(17)

Keterangan Gambar :

M

=

Magnit permanent

Cp

=

inti besi kumparan tegangan

Wp =kumparan tegangan yang dapat dianggap

sebagai reaktansi murni, karena lilitan cukup besar

Cc

=

Inti besi kumparan arus

Wc =

kumparan arus

Ip

=

arus yang mengalir melalui Wp

I

=

Arus beban yang mengalir melalui Wc

F= Kumparan penyesuaian fasa yang diberi tahanan R

RGS = Register

(18)

φ

Ф1

Ф2

Sin  = Cos φ

 V

Ф1 ditimbulkan oleh arus I mengalir di kumparan Wc

Ф2 ditimbulkan oleh arus Ip mengalir di kumparan Wp dan Ip lagging 900 terhadap tegangannya

Gambar 2

Dengan mengambil persamaan moment alat ukur type induksi :

(19)

kWh meter 1 fasa

kWh meter 3 fasa

(20)

Contoh Papan nama Meter tarif tunggal

AWAS MEMBUKA SEGEL DIDENDA

kWh

0 0 0 0 0

ENERTEC

SCHLUMBERGER

MILIK

P L N

METER kWh FASA TIGA 4 KAWAT JENIS A6C2

5 (20) A 3 x 220 / 380 V 50 Hz k = 222.2/9

PUTARAN

KwH

P. L. N. No. JA3 0014709 00026702

-1986

(21)
(22)

1.

Kumparan Tegangan

2. Kumparan arus

3. Elemen Penggerak/piringan

4. Rem Magnit

5. Register

6. Name Plate

(23)

1.

Kumparan Tegangan

2. Kumparan arus

3. Elemen Penggerak/piringan

4. Rem Magnit

5. Register

6. Name Plate

(24)

PRINSIP KERJA KWh METER

S

U

U

S

F

N

Kumparan tegangan

Magnit permanen Priring Aluminium

Beban Kumparan Arus

Fluks Arus Fluks Arus

Fluks Tegangan

(25)

VEKTOR DIAGRAM

Besar kopel yang bekerja

pada piringan adalah :

TD = K. W.Φ1. Φ2.Sin

D ~ W.I. V/ωl .Sin (90 – φ)

TD ~ V.I.Cos φ

N = V.I.Cos φ

(26)

U

S

KOMPONEN kWh METER

Kumparan Tegangan

Berfungsi sebagai pembangkit fluks

Tegangan (фu)

Kumparan Arus

Sebagai pembangkit fkuhs Arus (фi)

Piringan Aluminium

Sebagai tempat integrasi фu dan фi

(27)

0 0 0 0 0 0

Magnit Permanen

Berfungsi sebagai pengereman dan mem

Berikan perlawanan putaran ikutan dari

Piringan aluminium.

Kotak Terminal

Sebagai tempat kabel masuk dan keluar

APP dari sambungan rumah ke instalasi

Register /pencatat

(28)

S

U

U

S

F

N

Fluks Arus Fluks Arus

Fluks Tegangan

U

F

I

(29)

S

U

S

U

F

N

Fluks Arus Fluks Arus

Fluks Tegangan

S

F

I

(30)

KWh meter 1 fasa

B

F

N

1 2 3 4 6

BEBAN

S

F

I

(31)

B

BEBAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12

KWh meter 3 fasa

R

S

T N

Pr = Ur . Ir . 1x = 1x

Ps = Us . Is . 1x = 1x

Pt = Ut . It . 1x = 1x

P3ф = 3x

(32)

B

BEBAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12

R

S

T N

Ps = Us . Is . 1x = 1x

Pr = Ur . Ir . 1x = 1x

Pt = Ut . It . 1x = 1x

P3ф = 3x

(33)

B

BEBAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12

R

S

T N

Pr = Ur . Ir . (-1x) = -1x

Ps = Us . Is . 1x = 1x

Pt = Ut . It . 1x = 1x

P3ф = +1x

(34)

B

BEBAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12

R

S

T N

Pr = Ur . Ir . (-1x) = -1x

Ps = Us . Is . (-1x) = -1x

Pt = Ut . It . 1x = 1x

P3ф = -1x

(35)

B

BEBAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12

R

S

T N

Pr = Ur . Ir . (-1x) = -1x

Ps = Us . Is . (-1x) = -1x

Pt = Ut . It . (-1x) = -1x

P3ф = -3x

(36)

UR

VEKTOR U & I PADA KWH & KVARH 3 PHASE

(37)

Gambar

GAMBAR PRINSIP KERJA KWH METER
Gambar 2Dengan mengambil persamaan moment alat ukur type induksi :

Referensi

Dokumen terkait

Garis Regresi antara Nilai Potensi Tumbuh Maksimum dan Laju Respirasi Benih Jagung pada Perlakuan O1 (Pengovenan selama..

Pada kedudukan kran level 6 dengan nilai debit alir 41 liter/menit dan kecepatan aliran air 0,035 meter/detik didapatkan kadar konsentrat tertinggi yaitu 2,26% dan

rule ini akan mencari data level daya tertinggi tiap kanal TV, setelah didapat level daya tertinggi tiap kanal TV maka akan diproses melalui defuzzyfikasi, dimana

Dari contoh yang diberikan diperoleh hasil bahwa pada zona antara quartil atas (Q 3 ) dan nilai datum dosis maksimum tertinggi NPD bersifat linier kontinyu terhadap perubahan

Dalam proyek akhir ini telah direalisasikan KWH meter digital yang dikendalikan oleh computer untuk mencatat pengunaan daya yang membatasi penggunaan daya tiap kamar pada rumah

Secara umum, grafik hasil pengukuran dengan beban induktif di atas menunjukkan nilai yang terukur menggunakan kWh-meter satu fasa lebih rendah dibanding nilai yang terukur

Pada saat pencurian tersebut, putaran piringan KwH meter menjadi lambat dan saat nilai putaran KwH tidak sesuai dengan nilai daya yang terbaca sensor, maka

Ada dua jenis KWH meter ya ng dipa sa ng PT PLN untuk mengukur konsumsi listrik pela ngga nnya, ya itu KWH meter pa sca bayar da n meter pra bayar.. Studi kompa ra si