MEKANISME HORMONAL PADA JANTAN DAN MORFOLOGI SPERMATOZOA
UMMUL MASIR B 352130101
BIOLOGI REPRODUKSI
DEPARTEMEN KLINIK REPRODUKSI DAN PATOLOGI SEKOLAH PASCASARJANA
MOROFOLOGI SPERMA
Fungsi bagian-bagian sperma
Spermatozoa dibentuk di dalam testes melalui proses yang disebut spermatogenesia, tetapi mengalami pematangan lebih lanjut di dalam epididimis di mana sperma disimpan sampai ejakulasi. Satu sel sperma terdiri dari beberapa bagian seperti kepala sperma, leher sperma, dan ekor. Setiap bagian memegang fungsinya masing-masing.
A. Bagian Kepala
1. Acrosom merupakan ikatan membran lisosom yang teridiri dari enzim hidrolitik. Enzim ini terdiri dari acrosin, hylurodinase, zona lisin, esterases dan hidrolasess asam. Enzim-enzim ini
a. Hialuronidase merupakan enzim yang dapat melarutkan hialuronid pada korona radiata ovum, sehingga spermatozoon dapat menembus dan membuahi ovum.
b. Sementara akrosin merupakan enzim protease yang dapat menghancurkan glikoprotein yang terdapat di zona pellusida ovum. 2. Membran plasma
Bentuk dari nucleus pada mamalia adalah oval dan pipihyang dikelilingi oleh membran nucleus. Kromatin dilengkapi dan hampir lembab karena tingginya kadar kreatinin.
3. Nukleus atau inti sel merupakan bagian penting sel yang berperan sebagai pengendali kegiatan sel. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel. Nukleus berdiameter sekitar 10 mm dan biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk oval atau bulat.
Setiap sel mempunyai satu inti, kecuali beberapa organisme yang berinti dua (dikariotik), misalnya Paramecium, atau berinti banyak (prokariotik), misalnya jamur. Di dalam inti sel terdapat matriks yang disebut nukleoplasma,nukleous,RNA, dan kromosom. Kromosom tersusun atas protein dan DNA. DNA berfungsi untuk menyampaikan informasi genetik dan sintesis protein.
B. Bagian Ekor
Pada bagian ekor sperma terbagi atas empat bagian yatu leher, bagian tengah, bagian dasar dan pangkal sperma.
1. Leher
Pada bagian leher ini terdiri dari selubung mitokondria luar bagian serabut ekor sampai ke potongan bagian dalam. Pada bagian tengahnya berakhir sampai di annulus, di mana batas pertemuannya di antara annulus dan bagian dasar.
2. Bagian tengah ke bagian dasar.
terdapat Axial Filament pada bagian dalam dan membran plasma di bagian luar yang berfungsi untuk pergerakan sperma Berupa flagella untuk pergerakan spermatozoon menuju sel telur. Ekor yang motil itu pada pusatnya sama seperti flagellum memiliki struktur axoneme yang terdiri atas mikrotubul pusat dikelilingi oleh Sembilan doblet mikrotubul yang berjarak sama satu dengan yang lainnya. Daya yang dihasilkan mesin ini memutar ekor bagaikan baling-baling dan memungkinkan sperma meluncur dengan cepat. Keberadan mesin pendorong ini tentunya membutuhkan bahan bakar yang paling produktif yaitu gula fruktosa yang telah tersedia dalam bentuk cairan yang melingkupi sperma.
3. Pangkal Ekor
Pangkal ekor merupakan ujung dari flagella sperma.
Sumber: Philip, L.S. ,1997)
menerima ovum yang telah dibuahi, melindungi, mengamankan dan mempertahankan kebuntingan, menginisiasikan kelahiran.
Banak rangsangan sensoris eksternal bekerja terhadap sistem syaraf pusat dan hypotalamus dan mempengaruhi produksi. Rangsangan-rangsangan tersebut meliputi cahaya melalui mata, suara yang tertangkap oleh telinga, penciuman melalui hidung, tindakan makanan, rangsangan-rangsangan fisik meliputi dingin dan panas dan jumlah kerja, stres dengan akibat pengeluaran hormon-hormon glukokortikoid dari kelenjar adrenal, perabaan seperti yang disebabkan naiknya pejantan dan intromisi penis ke dalam vagina (Feradis, 2010).
Rangsangan-rangsangan olfaktoris yang diterima melalui alat penciuman disebut pheromon. Di dalam sistem syarafpusat, sumsum tulang belakang dan hypotalamus terdapat banyak busur-busur refleks yang saling mempengaruhi, dan pusat-pusat yang berhubungan dengan kelakukan kelamin dan dengan produksi “faktor-faktor pelepas” (releasing factors) atau neurosekresi yang menyebabkan pelepasan hormon-hormon tropik dari kelenjar adenohypophysa. Pusat-pusat demikian sering terletak dekat hypotalamus, juga mengatur elepasan prolaktin daru adenohypophisa, oxytosin dan vasopresin dari neurohypophysa (Toelihere, 1993).
Hormon reproduksi terdapat di dalam hypotalamus. Substansi-substansi ini disekresikan oleh hypotalamus dan mengetur evektivitas adenohypopysa. Suatu pengecualian tersebut adalah hormon tiroid yang adalah suatu asam amino berjodium. (Feradis, 2010)
Sebelum dijelaskan bagaimana sebenarnya mekanisme kerja dari hormon dalam pengaturan fungsi reproduksi, akan dipaparkan sedikit mengenai hormon-hormon yang terlibat dalam pengaturan fungsi reproduksi serta dimana hormon-hormon tersebut di sintesis.
Secara umum hormon reproduksi dihasilkan oleh tiga bagian utama yakni Hipotalamus, Hipofisa, dan Gonadotropin. Ketiga bagian inilah yang memegang peranan penting dalam mensintesis ataupun mensekresikan hormon reproduksi.
hipofisa anterior untuk mensintesis hormon gonadotropin yakni FSH dan LH, ICSH pada jantan.
Setelah hipotalamus menstimulasi hipofisa anterior, maka hipofisa anterior akan mensintesis dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin yakni FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) pada betina dan ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone) pada jantan.
Hormon gonadotropin (FSH, LH, dan ICSH) berperan dalam merangsang perkembangan pada organ reproduksi baik jantan maupun betina. FSH akan menstimulasi pertumbuhan folikel di dalam ovarium dalam menghasilkan hormon estrogen tepatnya pada folikel yang terdapat di dalamnya, sedangkan LH akan menstimulasi ovarium dalam menghasilkan hormon progesteron tepatnya pada corpus luteum.