• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bioakumulasi Logam Berat Merkuri (Hg) Di Musim Hujan Pada Budidaya Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Cirebon, Jawa Barat Bioaccumulation Of Heavy Metal Mercury (Hg) In Rain Season In Culture Of Green Mussel (Perna viridis) at Cirebon Water, West Ja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Bioakumulasi Logam Berat Merkuri (Hg) Di Musim Hujan Pada Budidaya Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Cirebon, Jawa Barat Bioaccumulation Of Heavy Metal Mercury (Hg) In Rain Season In Culture Of Green Mussel (Perna viridis) at Cirebon Water, West Ja"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Kadar logam berat merkuri pada sedimen, kerang hijau P. viridis, dan air
Tabel 1. Berat dan panjang kerang hijau sampel

Referensi

Dokumen terkait

Risdawati Lubis : Uji Jarak Cerobong Udara Dan Lama Pengeringan Terhadap Mutu Kunyit Kering Alat Pengering...,2005.. un JAKAK CEROBONG UDAKA D4.N LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU

Kemudian dari data gas lift valve yang ada di- input ke dalam PROSPER untuk dianalisis, sehingga kita dapat membuat model existing gas lift design yang ada saat

Contoh lain kata بﺰﻋا (bujangan) dan جوﺰﺘﻣ (menikah) diantara keduanya terdapat pembatas yang mutlak. Oleh karena antonim ini tidak mungkin bertingkat. ﺲﻜﻋ دﺎﻀﺗ

Abstrak; Bias sosial dan keagamaan telah tercatat dalam al-Qur’an surat al-Mā’ūn. Dalam surat tersebut dijelaskan mengenai ciri-ciri orang yang mendustakan agama.

Apabila modal dan tenaga kerja meningkat maka pendapatan dan efisiensi juga akan meningkat (Sukirno, 1994). Modal yang digunakan oleh pedagang sembako di Pasar

Pada kelas kontrol awalnya siswa juga kebingungan untuk menjawab soal pretest dengan masalah yang sama seperti kelas eksperimen yaitu materi pelajaran tersebut belum

diperoleh, terlihat bahwa pada kelas eksperimen kemampuan komunikasi matematis mengalami peningkatan presentase yang lebih besar di banding kelas kontrol. Kemudian

Hasil daya beda butir soal ini juga didukung oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa 80,1% dari jumlah soal tidak signifikan dalam membedakan kemampuan