• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PRINSIP DAN TEKNIK PENDIDIKAN KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KONSEP PRINSIP DAN TEKNIK PENDIDIKAN KESEHATAN"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP DAN

TEKNIK

(2)

Nama : Neni Faridah,SKM, MM

TTL : Subang, Desember 1980

Pendidikan : D III Keperawatan Bhakti

Kencana Bandung

S1 Kesehatan Masyarakat Univ Prof Dr. Hamka Jkt

S2 Management SDM STIMA IMMI Jakarta

Riwayat Pekerjaan : - Tim Komunitas Akper Bhakti Kencana Bandung

- Bag Evaluasi Kegiatan Diklat BBPK Ciloto

- Tim Kajibang BBPK Ciloto

- Bag. Kepegawaian BBPK Ciloto - Bag. Rencana dan Evaluasi

Kegiatan Diklat BBPK Ciloto - Dosen Akper Al Ikhlas Bogor

(3)

PENGERTIAN

PENDIDIKAN

KESEHATAN

Pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang

mampu meningkatkan kontrol dam memperbaiki kesehatan individu.

Kesempatan yang

direncanakan untuk individu, kelompok atau masyarakat agar belajar tentang

kesehatan dan melakukan perubahan-perubahan secara suka rela dalam tingkah laku individu (Entjang, 1991)

Pendidikan kesehatan mrpkn sejumlah pengalaman yang berpengaruh menguntungkan secara kebiasaan, sikap dan pengetahuan ada hubungannya dengan kesehatan

perseorangan, masyarakat, dan bangsa. Kesemuanya ini,

dipersiapkan dalam rangka mempermudah diterimanya secara suka rela perilaku yang akan meningkatkan dan

(4)

Sedang dalam keperawatan, pendidikan kesehatan merupakan

satu bentuk intervensi

keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat

dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran, yang didalamnya

perawat berperan sebagai perawat pendidik. Menurut

(5)

TUJUAN

PENDIDIKAN

KESEHATAN

Menurut Undang-undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992 dan WHO,

adalah meningkatkan

kemampuan masyarakat untuk

memelihara dan meningkatkan

derajat kesehatan; baik secara

fisik, mental dan sosialnya,

sehingga produktif secara

ekonomi maupun social,

pendidikan kesehatan disemua

program kesehatan; baik

(6)

Tujuan utama pendidikan kesehatan adalah agar orang mampu

menerapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri, mampu

memahami apa yg dapat mereka lakukan terhadap

masalahnya, dengan sumber daya yg ada pada mereka

ditambah dengan dukungan dari luar, dan mampu memutuskan

kegiatan yg tepat guna untuk meningkatkan taraf hidup sehat

dan kesejahteraan masyarakat (Mubarak, 2009).

(7)

Menurut

Benyamin

Bloom (1908)

Dalam buku (Notoatmodjo, 2003: 127)

Tujuan pendidikan adalah mengembangkan

atau meningkatkan 3 domain perilaku yaitu

kognitif (

cognitive domain

)

afektif (

affective domain

)

(8)

Menurut Notoatmodjo (2007: 139) dalam perkembangannya,

teori Bloom ini dimodifikasi untuk

pengukuran hasil pendidikan kesehatan, yakni:

1.

Pengetahuan (

knowledge

)

8

Tahu (know)

Memahami (comprehension)

Aplikasi (aplication)

Analisis (analysis)

Sintesis (synthesis)

(9)

Sikap (

attitude

)

Menerima (

receiving

)

Merespon (

responding

)

Menghargai (

valuing

)

(10)

Praktik atau

tindakan

(

practice

)

Persepsi (

perception

)

10

Respon terpimpin (

guided response

)

Mekanisme (

mecanism

)

(11)

RUANG

LINGKUP

Menurut ( Notoatmodjo. S, 2003: 27 ) ruang lingkup

pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai

dimensi, antara lain: dimensi aspek kesehatan, dimensi

(12)

Aspek

Kesehatan

Promosi (

promotif

)

12

Pencegahan (

preventif

)

Penyembuhan (

kuratif

)

(13)

Tempat

Pelaksanaan

Pendidikan

Kesehatan

1. Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga)

2. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid.

3. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.

4. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum, yang mencakup terminal bus, stasiun, bandar udara, tempat-tempat olahraga, dan sebagainya.

5. Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan

(14)

Tingkat

Pelayanan

Kesehatan

Dimensi tingkat pelayanan kesehatan pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari leavel and clark, sebagai berikut;

1. Promosi kesehatan seperti peningkatan gizi, kebiasaan hidup dan perbaikan sanitasi lingkungan.

2. Perlindungan khusus seperti adanya program imunisasi.

3. Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera.

4. Pembatasan Cacat yaitu seperti kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan penyakit seringkali mengakibatkan masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas, sedang pengobatan yang tidak sempurna dapat mengakibatkan orang yang ber sangkutan menjadi cacat.

5. Rehabilitasi (pemulihan).

(15)

PENTINGNYA

PENDIDIKAN

KESEHATAN

1. Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat, dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat, serta peran aktif dalam upaya

mewujudkan derajat kesehatan yg optimal.

2. Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga dan masyarakat yg sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan social sehingga dapat menurunkan angka

kesakitan dan kematian.

(16)

KONSEP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KESEHATAN

16

Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan didalam bidang kesehatan.

Pendidikan kesehatan adalah suatu pedagogik praktis atau praktek pendidikan..

(17)

Berangkat dari suatu asumsi bahwa manusia sebagai

makhluk social dalam kehidupannya untuk mencapai

nilai-nilai hidup didalam masyarakat selalu

memerlukan bantuan orang lain yang mempunyai

kelebihan (lebih dewasa, lebih pandai, lebih mampu,

lebih tahu dan sebagainya). Dalam mencapai tujuan

tersebut, seorang individu, kelompok atau masyarakat

tidak terlepas dari kegiatan belajar..

Seseorang dapat dikatakan belajar apabila didalam

dirinya terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu,

(18)

Kegiatan

belajar itu

mempunyai

ciri-ciri :

1.

Belajar adalah kegiatan yang menghasilkan

perubahan diri pada individu, kelompok atau

masyarakat yang sedang belajar, baik actual

maupun potensial

18

2.

Hasil belajar adalah bahwa perubahan

tersebut di dapatkan karena kemampuan baru

yang berlaku untuk waktu yang relative lama

(19)

Bertolak dari konsep pendidikan, maka konsep

pendidikan kesehatan itu juga proses belajar pada

individu, kelompok atau masyarakat dari tidak tahu

tentang nilai-nilai kesehatan menjadi tahu, dari tidak

mampu mengatasi masalah-masalah kesehatannya

sendiri menjadi mampu dan lain sebagainya.

(20)

PRINSIP

PENDIDIKAN

KESEHATAN

Pendidikan kesehatan bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi

merupakan kumpulan pengalaman dimana saja dan kapan saja sepanjang dapat mempengaruhi pengetahuan sikap dan

kebiasaan sasaran pendidikan.

Pendidikan kesehatan tidak dapat secara mudah diberikan oleh seseorang kepada orang lain, karena pada akhirnya sasaran pendidikan itu sendiri yang dapat mengubah

kebiasaan dan tingkah lakunya sendiri.

Bahwa yang harus dilakukan oleh pendidik adalah

menciptakan sasaran agar individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dapat

mengubah sikap dan tingkah lakunya sendiri.

20

Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil bila sasaran pendidikan (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat) sudah mengubah sikap dan tingkah lakunya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

(21)

Faktor yang

mempengaruhi

pendidikan

kesehatan

Faktor prediposisi (predisposing factors)

Bertujuan untuk menggugah kesadaran,

memberikan atau meningkatkan pengetahuan

masyarakat tentang pemeliharaan dan

peningkatan kesehatan bagi dirinya sendiri,

keluarganya, maupun masyarakatnya.

(22)

22

Faktor

enabling

(penguat)

Bentuk promosi kesehatan dilakukan agar dapat

memberdayakan masyarakat dan

mampu mengadakan sarana dan prasarana

kesehatan dengan cara bantuan teknik,

memberikan arahan, dan cara-cara mencari dana

untuk pengadaan sarana dan

(23)

Faktor reinforcing (pemungkin)

23

promosi kesehatan ini ditujukan untuk mengadakan pelatihan

bagi tokoh agama,

tokoh masyarakat, dan petugas kesehatan sendiri dengan tujuan

agar sikap dan

perilaku petugas dapat menjadi teladan, contoh atau acuan bagi

masyarakat tentang

(24)

Metode dan Teknik

Pendidikan Kesehatan

Menurut Suliha (2002), metode pendidikan kesehatan pada

dasarnya merupakan pendekatan yang digunakan dalam

proses pendidikan untuk menyampaikan pesan kepada

sasaran pendidikan kesehatan yaitu individu, keluarga/

kelompok dan masyarakat

.

(25)

(26)

Berdasarkan

sasarannya,

metode dan

teknik

pendidikan

kesehatan dibagi

menjadi 3 yaitu:

Metode pendidikan kesehatan

individual

Di metode ini promoter kesehatan dan sasarannya dapat berkomunikasi

langsung, baik bertatap muka (face to face) maupun melalui sarana komunikasi lainnya, misal telepon.

Metode pendidikan kesehatan kelompok

Sasaran kelompok dibedakan jadi 2 : kelompok kecil kalau kelompok sasaran terdiri antara 6-15 orang dan kelompok besar, jika sasaran tersebut diatas 15 sampai dengan 50 orang.

Metode pendidikan

kesehatan massa

Metode dan teknik pendidikan

kesehatan untuk massa yang sering digunakan adalah: Ceramah umum, Penggunaan media massa elektronik, Penggunaan media cetak, Penggunaan media di luar ruang.

(27)

PROSES

PENDIDIKAN

KESEHATAN

Pokok dari

pendidikan

kesehatan adalah

proses belajar

Kegiatan belajar

terdapat tiga persalan

pokok, yakni :

Persoalan masukan (input)

menyangkut sasaran belajar (sasaran didik) yaitu individu, kelompok

atau masyarakat yang sedang belajar itu sendiri dengan berbagai

latar belakangnya.

Persoalan proses

adalah mekanisme dan interaksi terjadinya perubahan kemampuan (prilaku) pada diri subjek belajar tersebut. Di dalam proses ini terjadi pengaruh

timbale balik antara berbagai faktor, antara lain

: subjek belajar, pengajar (pendidik atau fasilitator) metode dan teknik belajar,

alat bantu belajar, dan materi atau bahan yang

dipelajari

Keluaran (output)

merupakan hasil belajar itu sendiri

yaitu berupa kemampuan atau perubahan perilaku

(28)

TEMPAT

PELAKSANAAN

PENDIDIKAN

KESEHATAN

Pendidikan Kesehatan di Keluarga

28

Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan dilakukan di pusat kesehatan masyarakat, balai kesehatan, rumah sakit umum maupun khusus dengan sasaran pasien dan keluarga pasien

Pendidikan kesehatan di sekolah dengan sasaran guru dan murid, yang pelaksanaannya diintegrasikan dalam upaya kesehatan sekolah (UKS)

Pendidikan Kesehatan di tempat umum ,misalnya pasar,terminal, dsb

(29)

Rencana Penyuluhan

Kesehatan Masyarakat

Perencanaan penyuluhan kesehatan adalah suatu proses untuk merumuskan masalah

kesehatan yang akan dipecahkan melalui penyuluan kesehatan

menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia,

menetapkan tujuan penyuluhan

(30)

30

Landasan perencanaan penyuluhan kesehatan

Penyuluhan kesehatan merupakan bagian integral dari setiap

program kesehatan

.

Penyuluhan kesehatan merupakan kegiatan bersama

Yang perlu dipahami penyuluh

(31)

Syarat–Syarat Rencana Penyuluhan yang baik

Sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Sesuai dengan kebutuhan program

Tersedia biaya untuk melaksanakannya

(32)

32

Langkah–Langkah Perencanaan Penyuluhan

1. Mengenal masalah dan masyarakat 2. Menentukan prioritas masalah

3. Menentukan tujuan penyuluhan 4. Menentukan sasaran penyuluhan 5. Menentukan isi penyuluhan

6. Menentukan metode penyuluhan 7. Menentukan media penyuluhan

(33)

Mengenal masalah dan masyarakat Untuk itu perlu diperhatikan :

a) Mengenal program yang akan ditunjang, misalnya program yang akan ditunjang adalah mengenai penertiban pengawasan obat dan makanan.

b) Mengenal masalah yang akan ditanggulangi program, misalnya program diatas dilatarbelakangi oleh terjadinya penyimpangan dalam peredaran / penggunaan obat dan makanan.

Karena yang akan menjadi sasaran penyuluhan adalah masyarakat, maka berbagai informasi tentang latar belakang masyarakat tersebut perlu dipahami. Hal yang perlu diketahui antara lain :

a) Pengetahuan masyarakat, yaitu pengetahuan mengenai materi yang akan disampaikan kepada mereka. b) Sikap masyarakat, bagaimana kira –kira sikap masyarakat terhadap apa yang akan disampaikan dalam

penyuluhan. Apakah hal ini akan bertentangan dengan norma–norma setempat ?

c) Penerapan, apakah mereka sudah menerapkan apa yang akan disampaikan dalam penyuluhan ? atau dulu pernah menerapkannya ? lalu bagaimana hasil penerapannya ? Hal ini perlu diketahui agar sasaran jangan sampai merasa bosan mendengarkan materi penyuluhan.

(34)

Menentukan prioritas masalah

Karena banyak dan beragamnya masalah yang perlu

diatasi dalam suatu program, maka perlu dipilih salah

satu masalah agar penyuluhan bisa mengena pada

sasaran. Dalam memilih masalah perlu disusun urutan

prioritas masalah, yang dimulai dari masalah yang

mendesak untuk segera ditangani sampai pada masalah

yang tidak begitu penting.

(35)

Menentukan tujuan penyuluhan

Tujuan penyuluhan dapat dibagi atas :

a) Tujuan umum / tujuan program, misalnya meningkatkan penertiban pengawasan obat dan makanan.

b) Tujuan operasional / strategi, yaitu tentang apa yang akan dilakukan dalam penyuluhan. Misalnya memasang poster mengenai bahaya akibat penggunaan narkoba.

(36)

Menentukan sasaran penyuluhan

Sasaran disini lebih mengarah pada tujuan khusus, yang

berarti tidak mencakup sasaran yang diharapkan dalam

tujuan umum (program).

(37)

Isi penyuluhan tergantung juga pada metode apa yang akan digunakan dalam proses penyuluhan. Bila menggunakan sarana poster, billboard, baliho, spanduk dan sejenisnya, maka isi penyuluhan harus dirumuskan dengan ringkas dan jelas, mudah dibaca dalam waktu yang singkat dan cepat dan memberikan kesan khusus tentang makna isi pesan pada sasaran.

Tetapi bila metode yang digunakan dalam bentuk ceramah atau bahasa tulis melalui media, maka isi pesan tersebut harus disusun dengan jelas, bahasa sederhana dan lugas, terorganisasi dalam suatu sistematika yang baik, menarik untuk dapat diterapkan atau dicoba oleh sasaran.

Namun secara umum, dalam menentukan isi penyuluhan harus memperhatikan hal–hal sebagai berikut :

a) Isi penyuluhan harus jelas, hal ini dapat ditunjang dengan pemilihan simbol (seperti gambar, gerakan dsb) yang tepat.

b) Disampaikan dalam bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh sasaran, karena itu penting bagi penyuluh untuk mengetahui latar belakang bahasa yang digunakan oleh masyarakat sasaran.

c) Tersusun dalam suatu sistematika yang baik.

d) Isi penyuluhan harus dipertimbangkan dengan waktu yang tersedia, hal ini juga tergantung dari metode yang dipilih.

(38)

38

Menentukan metode penyuluhan

Metode yang dipilih tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan seberapa besar sasarannya.

a) Apabila tujuan yang diinginkan adalah adanya perubahan atau timbulnya pengertian dan kesadaran, pesan bisa disampaikan melalui media massa (cetak atau elektronik), seperti surat kabat, pamflet, baliho, poster, radio, televisi dsb. Sedangkan yang diberikan kepada kelompok bisa berbentuk

ceramah dan sejenisnya.

b) Apabila tujuan tersebut adalah untuk menimbulkan perubahan sikap pada sasaran, hal ini berarti sasaran diharapkan mampu menimbang – nimbang mana yang baik dan buruk, mana yang disukai dan yang tidak, atau dalam tahap evaluasi. Bila proses adopsi yang diharapkan seperti itu maka metode yang dipilih menekankan padapendekatan kelompok, misalnya dengan diskusi kelompok.

(39)

Menentukan media penyuluhan

Dalam pemilihan media penyuluhan, disamping

disesuaikan dengan tujuan dan sasaran penyuluhan,

juga harus disesuaikan dengan hasil yang akan

(40)

40

Menyusun rencana penilaian / evaluasi

Evaluasi adalah proses untuk mengetahui keberhasilan suatu usaha, dalam hal ini adalah keberhasilan penyuluhan tersebut. Keberhasilan itu diukur dengan rencana yang telah disusun. Standar keberhasilannya adalah hasil perencanaan. Karena itu evaluasi ini juga termasuk menilai proses yang berlangsung, tidak hanya sekedar membandingkan hasil capaian dan target atau tujuan penyuluhan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam evalusi :

a) Tujuan penilaian, adalah untuk mengetahui apakah penyuluhan telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah

direncanakan, seberapa besar hasilnya.

b) Penilaian pada proses, hal ini dilakukan pada setiap tahapan penyuluhan. Penyimpangan yang mungkin terjadi pada

setiap tahap harus segera diperbaiki, dan bila ada hambatan harus segera dicarikan jalan keluarnya.

c) Cara penilaian, dilaksanakan secara langsung atau observasi langsung ataupun dengan cara tak langsung, yaitu melalui laporan. Cara apapun yang dipilih harus dilengkapi dengan instrumen untuk mengukur / mengetahui penyimpangan yang terjadi atau hasil yang dicapai.

d) Indikator penilaian, disusun dalam suatu bentuk instrumen penilaian yang dilandasi atas rumusan – rumusan dalam

perencanaan, baik secara kualitatif maupun kuantitaif. Indikator yang baik adalah yang mencerminkan hasil kegiatan secara kuantitaif.

e) Instrumen yang digunakan, disusun berdasarkan tujuan dan materi penyuluhan.

(41)

Membuat jadwal pelaksanaan

Jadwal

pelaksanaan

kegiatan

dimulai

dengan

persiapan

(42)

METODE

PENYULUHAN

KESEHATAN

Metode Ceramah :

Adalah suatu cara

dalam

menerangkan dan

menjelaskan suatu

ide, pengertian atau

pesan secara lisan

kepada sekelompok

sasaran sehingga

memperoleh

informasi tentang

kesehatan

(43)

METODE

DISKUSI

KELOMPOK

Adalah pembicaraan

yang direncanakan

dan telah dipersiapkan

tentang suatu topik

pembicaraan diantara

5

20 peserta

(sasaran) dengan

seorang pemimpin

diskusi yang

telah

(44)

METODE

CURAH

PENDAPAT

Adalah suatu bentuk

pemecahan masalah

di mana tiap anggota

mengusulkan semua

kemungkinan

pemecahan masalah

yang terpikirkan oleh

masing

masing

peserta, dan evaluasi

atas pendapat

pendapat tadi

dilakukan kemudian

(45)

METODE

PANEL

Adalah

pembicaraan yang

telah direncanakan

di depan

pengunjung atau

peserta

tentang

sebuah topik,

diperlukan 3 orang

atau lebih panelis

dengan seorang

(46)

METODE BERMAIN PERAN

Adalah memerankan sebuah situasi dalam

kehidupan manusia dengan tanpa diadakan

latihan, dilakukan oleh dua orang atu lebih

untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh

kelompok

(47)

METODE

DEMONSTRASI

Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara

melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar

(48)

METODE

SIMPOSIUM

Adalah

serangkaian

ceramah yang

diberikan oleh 2

sampai 5 orang

dengan topik yang

berlebihan tetapi

saling

berhubungan erat

(49)

METODE

SEMINAR

Adalah suatu cara di mana

sekelompok orang berkumpul

untuk membahas

suatu masalah dibawah

(50)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan sikap pada kelompok eksperimen dapat dinilai setelah responden mendapat pendidikan kesehatan yang disampaikan oleh peneliti, sehingga terjadi peningkatan sikap dalam

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku antara media video dengan media

Faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan perubahan sikap baik dari implementor maupun dari kelompok sasaran antara lain dikarenakan adanya

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, sehingga tubuh masih memiliki cadangan

Dengan mempelajari mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami isu terbaru dalam bidang pembelajaran di SD khususnya tentang pendidikan karakter sehingga kelak mampu

Semua orang yang termasuk ke dalam golongan kombatan ini adalah sasaran atau objek serangan, sehingga apabila kombatan membunuh kombatan dari pihak musuh dalam situasi peperangan,

Intervensi dikatakan berhasil apabila konseli mampu (1) mengendalikan diri terhadap situasi yang menimbulkan sikap meniru perilaku orangtua dalam perilaku merokok;

Tahap evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana produk yang dibuat dapat mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada tahap evaluasi