DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
DAFTAR PEMERIKSAAN AGREGAT HALUS, AGREGAT KASAR,
SEMEN, DAN SILICA FUME
1. Analisa Ayak Agregat Halus
2. Analisa Ayak Agregat Kasar
3. Berat Jenis dan Absorbsi Agregat Halus
4. Berat Jenis dan Absorbsi Agregat Kasar
5. Pengujian Kadar Organik Pada Pasir/Colorimetric Test
6. Kadar Air Pada Agregat
7. Berat Isi Pasir
8. Berat Isi Kerikil
9. Pemeriksaan Kadar Lumpur
10.Pemeriksaan Kadar Liat
11.Pemeriksaan Keausan Menggunakan Mesin Pengaus Los Angeles
12.Berat Jenis Semen
13.Berat Jenis Silica Fume
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 2
DATA HASIL PENGUJIAN
KUAT TEKAN BETON
Tabel 1. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Normal * Diabaikan karena mempunyai kuat tekan yang jauh dan senjang.
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Nilai Mimimum Kuat Tekan : 73,60 MPa
Nilai Maksimum Kuat Tekan : 78,39 MPa
Kuat Tekan (f’c) rata-rata : 75,61 MPa
Tabel 2. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Kadar silica fume 5% * Diabaikan karena mempunyai kuat tekan yang jauh dan senjang.
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Nilai Mimimum Kuat Tekan : 76,43 MPa
Nilai Maksimum Kuat Tekan : 81,88 MPa
Kuat Tekan (f’c) rata-rata : 78,63 MPa
Standar Deviasi (S) : 1,33 MPa
Tabel 3. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Kadar silica fume 10% * Diabaikan karena mempunyai kuat tekan yang jauh dan senjang.
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Nilai Mimimum Kuat Tekan : 78,70 MPa
Nilai Maksimum Kuat Tekan : 85,36 MPa
Kuat Tekan (f’c) rata-rata : 82,76 MPa
Tabel 4. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Kadar silica fume 15% * Diabaikan karena mempunyai kuat tekan yang jauh dan senjang.
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Nilai Mimimum Kuat Tekan : 73,04 MPa
Nilai Maksimum Kuat Tekan : 80,14 MPa
Kuat Tekan (f’c) rata-rata : 76,74 MPa
Standar Deviasi (S) : 1,88 MPa
Tabel 5. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Kadar silica fume 20% * Diabaikan karena mempunyai kuat tekan yang jauh dan senjang.
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Nilai Mimimum Kuat Tekan : 68,54 MPa
Nilai Maksimum Kuat Tekan : 74,91 MPa
Kuat Tekan (f’c) rata-rata : 71,48 MPa
Gambar 1. Peningkatan Kekuatan Tekan Beton Normal Berdasarkan Umur Pengujian
Gambar 2. Peningkatan Kekuatan Tekan Beton dengan Kadar Silica Fume 5% Berdasarkan Umur Pengujian
NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN
0
NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN
Gambar 3. Peningkatan Kekuatan Tekan Beton dengan Kadar Silica Fume 10% Berdasarkan Umur Pengujian
Gambar 4. Peningkatan Kekuatan Tekan Beton dengan Kadar Silica Fume 15% Berdasarkan Umur Pengujian
NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN
0
Gambar 5. Peningkatan Kekuatan Tekan Beton dengan Kadar Silica Fume 20%
NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN NILAI KUAT TEKAN BERDASARKAN UMUR PENGUJIAN
LAMPIRAN 3
DATA HASIL PENGUJIAN
Tabel 1. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Karakteristik Variasi 1
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Kuat tekan rata-rata (σbm') : 910,93 kg/cm2
Standar Deviasi (s) : 14,70 kg/cm2
Kuat Tekan Karakteristik (σbk') : 886,82 kg/cm2
Tabel 2. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Karakteristik Variasi 2
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Kuat tekan rata-rata (σbm') : 947,37 kg/cm2
Standar Deviasi (s) : 15,99 kg/cm2
Tabel 3. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Karakteristik Variasi 3
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Kuat tekan rata-rata (σbm') : 997,09 kg/cm2
Standar Deviasi (s) : 22,62 kg/cm2
Kuat Tekan Karakteristik (σbk') : 960,00 kg/cm2
Tabel 4. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Karakteristik Variasi 4
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Kuat tekan rata-rata (σbm') : 924,62 kg/cm2
Standar Deviasi (s) : 22,59 kg/cm2
Tabel 5. Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton Karakteristik Variasi 5
Dimana dari tabel didapatkan nilai
Kuat tekan rata-rata (σbm') : 861,17 kg/cm2
Standar Deviasi (s) : 20,37 kg/cm2
Kuat Tekan Karakteristik (σbk') : 827,75 kg/cm2
LAMPIRAN 4
PERHITUNGAN CAMPURAN BETON (
MIX DESIGN
)
DENGAN METODE ACI
Dalam perhitungan ini, nilai-nilai yang perlu diketahui sebelum perhitungan
yaitu: Kuat tekan yang disyaratkan f’c= 70 MPa pada umur 28 hari. Pasir yang
digunakan pasir alam, dengan karakteristik sebagai berikut: modulus kehalusan =
2,519; berat jenis pasir kering = 2,476; kapasitas absorpsi = 2,775%; berat isi padat
kering oven = 1665,68 kg/m3.
Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah, ukuran maksimum agregat
dibatasi 20 mm dengan karakteristik sebagai berikut: Berat jenis relatif (kering oven)
= 2,810; kapasitas absorpsi= 0,523%, berat isi padat kering oven = 1467,97 kg/m3.
Bahan tambah untuk mempermudah pengerjaan dipakai superplasticizer
dengan jumlah dosis yang sama untuk setiap variasi yaitu sebesar 2% dari berat
semen. Semen yang dipakai adalah semen Portland Type I dengan berat jenis = 3,05.
Bahan tambah pengganti sebahagian semen dipakai silica fume dengan kadar
5%-20%. Silica fume yang digunakan memiliki berat jenis = 2,495.
1. Langkah 1:Menentukan Slump dan Kekuatan yang diinginkan.
Karena HRWR digunakan, beton didesain berdasarkan slump antara 25-50
mm sebelum penambahan superplasticizer.
Dengan Menggunakan persamaanf’cr =
(f'c +9,65)
0,90 maka nilai kuat tekan
rata-rata fcr’ dapat ditentukan.
fcr’= (70 +9,65)
0,90 = 88,50 Mpa pada umur 28 hari
2. Langkah 2: Menentukan Ukuran Agregat Kasar Maksimum
Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan 88,50 MPa > 62 MPa, maka
digunakan agregat kasar batu pecah dengan ukuran maksimum 20 mm.
3. Langkah 3: Menentukan Kadar Agregat Kasar Optimum
Karena ukuran agregat kasar maksimum 20 mm, maka dari Tabel 2.12
didapat fraksi berat kering agregat kasar optimum = 0,72. Nilai DRUW (
Dry-Rodded Unir Weight) atau berat isi kering oven agregat kasar adalah 1468 kg/m3.
Berat Kering Agregat (OD) = (%DRUW) x (DRUW)
Berat Kering Agregat (OD) = (0,72) x (1468 kg/m3)
Berat Kering Agregat (OD) = 1057 kg/m3
4. Langkah 4: Estimasi Kadar Air Pencampuran dan Kadar Udara
Berdasarkan pada slump awal sebesar 25-50 mm dan ukuran maksimum
agregat kasar 20 mm, dari tabel 2.13 didapat estimasi pertama kebutuhan air yaitu
170 kg/m3 dan kandungan udara terperangkap, untuk campuran yang
menggunakan superplasticizer adalah 2%.
Dengan menggunakan persamaan (2.10), voids content pasir yang
digunakan adalah:
V = 1 - 1665 ,68
2,476 x 1000 x 100 = 33%
Penyesuaian air campuran, dihitung dengan menggunakan persamaan
(2.11) adalah:
Koreksi air campuran = (33 – 35) x 4,74 = -9,48 kg/m3
Maka, total air campuran yang diperlukan per m3 beton = 160,52 kg. Air
campuran yang diperlukan itu termasuk retarding admixture, tetapi tidak
5. Langkah 5: Menentukan W/c+p
Lihat Tabel 4.3.5 (b) untuk beton yang dibuat dengan menggunakan
superplasticizer dan ukuran maksimum agregat 20 mm, dan yang mempunyai
kekuatan tekan rata-rata yang ditargetkan untuk kondisi laboratorium (fcr’)
sebesar 88.50 Mpa pada umur 28 hari. Harus dicatat bahwa kekuatan tekan yang
ditabelkan dalam Tabel 2.14 dan Tabel 2.15 adalah kekuatan tekan rata-rata yang
diperlukan di lapangan. Oleh karena itu nilai kekuatan yang dipakai dalam tabel
adalah:
(0,90 x 88,50) = 79.65 Mpa
Maka nilai W/c+p yang digunakan yaitu 0,27.
6. Langkah 6: Menghitung Kadar Bahan Semen
Berat bahan semen per m3 beton adalah:
(160,52 : 0,27) = 595 kg.
7. Langkah 7: Penentuan Komposisi Campuran Dasar hanya dengan Semen
Portland saja (tanpa Silica Fume)
a. Kadar semen per m3 = 595 kg
b. Volume material per kg/m3 kecuali pasir sebagai berikut:
Tabel 1. Volume Material Campuran per kg/m3 Tanpa Pasir
Oleh karena itu, volume pasir yang diperlukan per m3 beton adalah
= (1 – 0,752) = 0,248 m3
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah
= 0,248 x 2476 = 614 kg
Kebutuhan superplasticizer 2%
= 595 x 2% = 11,9 kg
c. Maka, berat campuran beton per m3 sebagai berikut:
Tabel 2. Komposisi Campuran Dasar
Campuran Dasar
Semen = 595 kg
Agregat Halus (Pasir) = 614 kg
Agregat Kasar (Batu Pecah) = 1057 kg
Air = 160,52 kg
Superplasticizer = 11,9 kg
8. Langkah 8: Komposisi Campuran dengan Semen dan Silica Fume
a. Silica Fume yang digunakan mempunyai berat jenis 2,495.
b. Persentase penggantian kadar semen portland dengan silica fume dibuat
dengan beberapa variasi campuran. Dalam penelitian ini menggunakan 4
Tabel 3. Variasi Campuran Silica Fume
Campuran # 1 5%
Campuran # 2 10%
Campuran # 3 15%
Campuran # 4 20%
c. Untuk campuran pertama, berat silica fume per m3 beton adalah
= (0,05) x (595) = 29,75 kg,
Maka, berat semen
= (595) – (29,75) = 565,25 kg.
Untuk campuran yang lain dihitung dengan cara yang sama. Nilainya sebagai
berikut:
Tabel 4. Kebutuhan Semen & Silica Fume dalam Campuran (kg)
Campuran Gabungan
d. Untuk campuran pertama, volume semen per m3 beton adalah
= (565,25) / (3050) = 0,185 m3, dan
Volume silica fume per m3 beton adalah
= (29,75) / (2495) = 0,012 m3
Untuk volume semen, silica fume, dan total bahan semen untuk masing-masing
campuran adalah:
Tabel 5. Kebutuhan Semen & Silica Fume dalam Campuran (%)
Campuran Gabungan
Bagaimanapun juga, volume bahan semen bervariasi untuk setiap campuran.
Berat pasir yang diperlukan per m3 beton untuk campuran pertama sebagai
berikut:
Tabel 6. Komposisi Bahan & Volume dalam Campuran Pertama Tanpa Pasir
Oleh karena itu, volume pasir yang diperlukan per m3 beton adalah
= (1 – 0,754) = 0,246 m3
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah
= 0,246 x 2476 = 609,096 kg per m3 beton.
Berat pasir yang diperlukan per m3 beton untuk campuran kedua sebagai
berikut:
Tabel 7. Komposisi Bahan & Volume dalam Campuran Kedua Tanpa Pasir
Komposisi Volume
Oleh karena itu, volume pasir yang diperlukan per m3 beton adalah
= (1 – 0,756) = 0,244 m3
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah
= 0,244 x 2476 = 604,144 kg per m3 beton.
Berat pasir yang diperlukan per m3 beton untuk campuran ketiga sebagai
berikut:
Tabel 8. Komposisi Bahan & Volume dalam Campuran Ketiga Tanpa Pasir
Oleh karena itu, volume pasir yang diperlukan per m3 beton adalah
= (1 – 0,759) = 0,241 m3
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah
= 0,241 x 2476 = 596,716 kg per m3 beton.
Berat pasir yang diperlukan per m3 beton untuk campuran keempat sebagai
berikut:
Tabel 9. Komposisi Bahan & Volume dalam Campuran Keempat Tanpa Pasir
Komposisi Volume
Oleh karena itu, volume pasir yang diperlukan per m3 beton adalah
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah
= 0,239 x 2476 = 591,764 kg per m3 beton.
Komposisi campuran beton untuk masing-masing campuran adalah sebagai
berikut:
Tabel 10. Komposisi Campuran Pertama
Campuran # 1
Semen = 565,25 kg
Silica Fume = 29,75 kg
Agregat Halus (Pasir), Kering = 609,096 kg
Agregat Kasar (Batu Pecah), Kering = 1057 kg
Air = 160,52 kg
Superplasticizer = (0,02) x (565,25) = 11,305 kg
Tabel 11. Komposisi Campuran Kedua
Campuran # 2
Semen = 535,50 kg
Silica Fume = 59,500 kg
Agregat Halus (Pasir), Kering = 604,144 kg
Agregat Kasar (Batu Pecah), Kering = 1057 kg
Air = 160,52 kg
Superplasticizer = (0,02) x (535,50) = 10,710 kg
Tabel 12. Komposisi Campuran Ketiga
Campuran # 3
Semen = 505,75 kg
Silica Fume = 89,25 kg
Agregat Halus (Pasir), Kering = 596,716 kg
Agregat Kasar (Batu Pecah), Kering = 1057 kg
Air = 160,52 kg
Superplasticizer = (0,02) x (505,75) = 10,115 kg
Tabel 13. Komposisi Campuran Keempat
Campuran # 4
Semen = 476 kg
Silica Fume = 119 kg
Agregat Halus (Pasir), Kering = 591,764 kg
Agregat Kasar (Batu Pecah), Kering = 1057 kg
Air = 160,52 kg
Superplasticizer = (0,02) x (476) = 9,520 kg
9. Langkah 9: Campuran Percobaan (Trial Mix)
Hal ini dilakukan untuk campuran dasar dan masing-masing dari keempat
campuan tersebut di atas. Agregat halus (pasir) diketahui mempunyai kadar air
2,99% dan daya serap 2,775% sedangkan agregat kasar (batu pecah) diketahui
Maka, komposisi campuran beton per m3 untuk campuran dasar setelah koreksi
kadar air agregat adalah:
Tabel 14. Komposisi Campuran Dasar Setelah Koreksi Kadar Air
Campuran Dasar
Superplasticizer = (0,02) x (595) = 11,900 kg
Komposisi campuran beton per m3 untuk campuran pertama setelah koreksi kadar
air agregat adalah:
Tabel 15. Komposisi Campuran Pertama Setelah Koreksi Kadar Air
Campuran # 1
Komposisi campuran beton per m3 untuk campuran kedua setelah koreksi kadar
air agregat adalah:
Tabel 16. Komposisi Campuran Kedua Setelah Koreksi Kadar Air
Komposisi campuran beton per m3 untuk campuran ketiga setelah koreksi kadar
air agregat adalah:
Tabel 17. Komposisi Campuran Ketiga Setelah Koreksi Kadar Air
Komposisi campuran beton per m3 untuk campuran keempat setelah koreksi
kadar air agregat adalah:
Tabel 18. Komposisi Campuran Keempat Setelah Koreksi Kadar Air
Campuran # 4
Volume pekerjaan untuk pengujian kuat tekan : 12 silinder ø 15 cm x 30 cm.
Volume silinder = ¼ . π . 0,152 . 0,3 = 0,0053 m3
Volume total = 100 x 0,0053 m3 = 0,53 m3
LAMPIRAN 5
Gambar 1. Agregat Kasar (Kerikil) Gambar 2. Agregat Halus (Pasir)
Gambar 3. Semen Portland Tipe I Gambar 4. Superplasticizer (SikaCim)
Gambar 5. Silica Fume Gambar 6. Air Bersih
Gambar 7. Timbangan Digital Gambar 8. Pemeriksaan Colorimetrik
Gambar 9. Pemeriksaan BJ Pasir Gambar 10. Pengovenan Agregat
Gambar 13. Analisa Ayak Kerikil Gambar 14. Analisa Ayak Pasir
Gambar 15. Mesin Molen Gambar 16. Cetakan Silinder
Gambar 17. Proses Pengecoran Gambar 18. Proses Memasukkan
Silica Fume
Gambar 19. Pemeriksaan Slump Gambar 20. Pemadatan dengan cara dirojok
Gambar 21. Pemadatan dengan menggunakan Vibrator
Gambar 22. Mesin Kuat Tekan
Gambar 25. Benda Uji Setelah Pengcappingan
Gambar 28. Proses Uji Kuat Tekan Beton
Gambar 26. Proses Uji Kuat Tekan Beton
Gambar 27. Proses Uji Kuat Tekan Beton
Gambar 29. Benda Uji Silinder Setelah Pengujian