Taksis (Ekologi Hewan Tanah)
Taksis (Ekologi Hewan Tanah)
Kehidu
Kehidupan hewan tanah sangat
pan hewan tanah sangat tergantun
tergantung pada habitatnya. Selain
g pada habitatnya. Selain itu,
itu,
keberada
keberadaan dan kep
an dan kepadatan populasi suatu jen
adatan populasi suatu jenis hewan tanah
is hewan tanah di suatu
di suatu
daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan, yaitu lingkungan biotik
daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan, yaitu lingkungan biotik
dan abiotik.
dan abiotik. F
Faktor lingkungan abiotik secara
aktor lingkungan abiotik secara garis besarnya dapat dibagi
garis besarnya dapat dibagi
atas faktor sika dan kimia.
atas faktor sika dan kimia. F
Faktor sika antara lain ialah
aktor sika antara lain ialah suhu, kadar air,
suhu, kadar air,
porosit
porositas, dan tekstur
as, dan tekstur tanah. F
tanah. Faktor kimia antara lain
aktor kimia antara lain ialah salinitas, pH,
ialah salinitas, pH,
kadar organik tanah, dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan
kadar organik tanah, dan unsur-unsur mineral tanah. Faktor lingkungan
abiotik sangat menentukan struktur komunitas hewan-hewan yang
abiotik sangat menentukan struktur komunitas hewan-hewan yang
terdapat di suatu habitat.
terdapat di suatu habitat.
Salah satu contoh hewan tanah yang biasa ditemui adalah cacing tanah
Salah satu contoh hewan tanah yang biasa ditemui adalah cacing tanah
dan juga semut. Hewan-hewan tersebut hidup di lapisan tanah yang
dan juga semut. Hewan-hewan tersebut hidup di lapisan tanah yang
terlindung. Kehidup
terlindung. Kehidupan cacing tanah
an cacing tanah dan semut sedikit banyak
dan semut sedikit banyak dipengaruhi
dipengaruhi
oleh faktor
oleh faktor-faktor abiotik yang ada
-faktor abiotik yang ada di sekelilingnya, seperti suhu, cahaya,
di sekelilingnya, seperti suhu, cahaya,
dan lain-lain sebagaimana yang
dan lain-lain sebagaimana yang disebutkan pada paragraf sebelumnya.
disebutkan pada paragraf sebelumnya.
ntuk menyesuaikan diri dengan lingkungan abiotiknya, cacing tanah dan
ntuk menyesuaikan diri dengan lingkungan abiotiknya, cacing tanah dan
semut melakukan berbagai bentuk adaptasi, salah satunya adalah taksis.
semut melakukan berbagai bentuk adaptasi, salah satunya adalah taksis.
!
!aksis yang merupak
aksis yang merupakan suatu bentuk seder
an suatu bentuk sederhana dari tingk
hana dari tingkah laku hewan
ah laku hewan
bagi penyesuaian terhadap keadaan lingkungan, menunjukkan seperti apa
bagi penyesuaian terhadap keadaan lingkungan, menunjukkan seperti apa
hewan akan menunjukkan suatu orientasi
hewan akan menunjukkan suatu orientasi karena adanya rangsangan
karena adanya rangsangan
"Suin. #$%$&. Suatu rangsang yang
"Suin. #$%$&. Suatu rangsang yang diberikan biasanya merupakan bagian
diberikan biasanya merupakan bagian
dari faktor abiotik
dari faktor abiotik yang menentukan keberadaan dan kepadatan populasi
yang menentukan keberadaan dan kepadatan populasi
hewan-hewan tanah tersebut.
hewan-hewan tanah tersebut.
Suatu rangkaian percobaan yang meliputi
Suatu rangkaian percobaan yang meliputi hydrotaks
hydrotaksis, tygmotaksis, dan
is, tygmotaksis, dan
fototaksis dilakuk
fototaksis dilakukan untuk mengetahui respon dari dua
an untuk mengetahui respon dari dua jenis hewan tanah
jenis hewan tanah
yang diujicobakan. 'rosedur kerjanya yang disadur dari
yang diujicobakan. 'rosedur kerjanya yang disadur dari Suin "#$%$&
Suin "#$%$&
adalah sebagai berikut(
adalah sebagai berikut(
a.
a. Fototaksis
Fototaksis
1.1.
)elapisi setengah bagian cawan petri
)elapisi setengah bagian cawan petri dengan kertas karbon,
dengan kertas karbon,
kemudian menutup bagianyang dilapisi dengan papan yang juga
kemudian menutup bagianyang dilapisi dengan papan yang juga
berwarn
berwarna hitam, sebagian
a hitam, sebagian lainnya tetap terbuka sehingga cahaya
lainnya tetap terbuka sehingga cahaya
dapat masuk.
dapat masuk.
2.2.
)eletakkan beberapa ekor cacing tanah yang sama jenisnya
)eletakkan beberapa ekor cacing tanah yang sama jenisnya
ditengah-tengah ujung yang
ditengah-tengah ujung yang terang, memperhatik
terang, memperhatikan arah
an arah dan
dan
pergerakk
pergerakkan cacing tanah
an cacing tanah selama *+ menit.
selama *+ menit.
3.3.
)enaburi daerah yang ditempuh cacing itu dengan bedak talk, dan
)enaburi daerah yang ditempuh cacing itu dengan bedak talk, dan
membuat gambarnya serta menandai arah gerakkan cacing itu
membuat gambarnya serta menandai arah gerakkan cacing itu
dengan gambar panah.
dengan gambar panah.
4.b.
b. Hygrotaksis
Hygrotaksis
1.1.
)eletakkan al pada salah satu ujung bejana, dan ujung lainnya
)eletakkan al pada salah satu ujung bejana, dan ujung lainnya
dengan kapas yang dibasahi air.
dengan kapas yang dibasahi air.
2.2.
)emasukkan beberapa ekor semut ke dalam bejana kemudian
)emasukkan beberapa ekor semut ke dalam bejana kemudian
menutup bejana itu dengan plat gelas.
menutup bejana itu dengan plat gelas.
3.3.
)enandai perjalanan hewan itu sejak mulai ditutupnya bejana
)enandai perjalanan hewan itu sejak mulai ditutupnya bejana
sampai gradiasi kelembaban di dalam bejana
sampai gradiasi kelembaban di dalam bejana itu terjadi.
itu terjadi.
4.4. MM
enggambarkan arah pergerakan hewan itu setelah
enggambark
an arah pergerakan hewan itu setelah #+ menit
#+ menit
bejana itu ditutup
bejana itu ditutup "diperkirakan k
"diperkirakan kelembaban dalam bejana itu
elembaban dalam bejana itu telah
telah
tergradiasi&.
tergradiasi&.
5.5.
)embandingk
)embandingkan arah dan
an arah dan pergerak
pergerakan hewan itu
an hewan itu antara awal
antara awal
percobaan sampai akhir
percobaan sampai akhir percobaan.
percobaan.
6.6. MM
engulangi percobaan ini beberapa kali dengan menggunakan
engulangi percobaan ini beberapa kali dengan menggunakan
hewan yang berlainan.
hewan yang berlainan.
7.7.
)embuat gambar dari
)embuat gambar dari pergerak
pergerakannya dan
annya dan mendiskusik
mendiskusikan hasilnya
an hasilnya
c.
c. !hygmotaksis
!hygmotaksis
1.1.
)emasukkan semut ke dalam cawan petri
)emasukkan semut ke dalam cawan petri
2.2.
)eletakkan cawan itu di
)eletakkan cawan itu di atas kertas millimeter
atas kertas millimeter
3.3.
)enyinggung semut yang sedang diam
)enyinggung semut yang sedang diam dengan kuas halus dan
dengan kuas halus dan
memperhatik
memperhatikan pergerakannya dan berapa jauh
an pergerakannya dan berapa jauh pula ia
pula ia berpindah
berpindah
4.4.
)enyinggung semut yang sedang diam
)enyinggung semut yang sedang diam dengan batang korek api
dengan batang korek api
dan memperhatikan per
dan memperhatikan pergerakannya dan berapa jauh pula
gerakannya dan berapa jauh pula ia
ia
berpindah
berpindah
5.5.
)enyinggung semut yang sedang diam dengan jarum dan
)enyinggung semut yang sedang diam dengan jarum dan
memperhatik
memperhatikan pergerakannya dan berapa jauh
an pergerakannya dan berapa jauh pula ia
pula ia berpindah,
berpindah,
dari setiap percobaan, dicatat pergerakannya dan jarak yang
dari setiap percobaan, dicatat pergerakannya dan jarak yang
ditempuhnya.
ditempuhnya.
6.6.
)engulangi percobaan ini menggunakan semut yang berbeda dan
)engulangi percobaan ini menggunakan semut yang berbeda dan
memulai lagi percobaan itu dengan
memulai lagi percobaan itu dengan terlebih dahulu menusuknya
terlebih dahulu menusuknya
dengan jarum, kemudian dengan batang korek api dan terakhir
dengan jarum, kemudian dengan batang korek api dan terakhir
dengan kuas halus
dengan kuas halus
7.7.
)engulang percobaan dengan menyinggung bagian tubuh yang
)engulang percobaan dengan menyinggung bagian tubuh yang
berbeda
berbeda
8.
8.
)enarik kesimpulan dari
)enarik kesimpulan dari percobaan ini, mendiskusikan apakah
percobaan ini, mendiskusikan apakah
semua bagian tubuh semut tersebut
semua bagian tubuh semut tersebut sama sensitifnya terhadap
sama sensitifnya terhadap
rangsangan. "Suin. #$%$&
Semua prosedur di atas, menunjukkan hasil yang berariatif
Semua prosedur di atas, menunjukkan hasil yang berariatif sebagai
sebagai
berikut(
berikut(
Fototaksis(
Fototaksis(
Gambar 1. Fototaksis pada
Gambar 1. Fototaksis pada Cacing TaCacing Tanah (nah ( Lumbricus terestris Lumbricus terestris !"drotaksis#
!"drotaksis#
Gambar 2. Tab$% !asi% &$ngamatan &$rcobaan
Gambar 3. !"drotaksis pada '$mt Tanah Thigmotaksis#
Gambar 4. Tab$% !asi% &$ngamatan &$rcobaan Thigmotaksis pada '$mt Tanah
!$)an tanah s$bagai bagian dari k$anakaragaman *ana k$b$radaan dan pop%asin"a ban"ak dip$ngarhi o%$h %ingkngan biotik dan abiotikn"a. Faktor abiotik sangat m$n$ntkanstrktr komnitas h$)an+h$)an "ang t$rdapat di sat habitat. ,a%am stdi $ko%ogi h$)an tanah- p$ngkran *aktor %ingkngan abiotik p$nting di%akkan kar$na b$sarn"a p$ngarh *aktor
di%akkann"a p$ngkran- dik$tahi *aktor apa "ang b$sar p$ngarhn"a t$rhadap k$b$radaan dan k$padatan pop%asi h$)an tanah "ang akan dit$%iti ('in. 18. /ntk it- b$b$rapa p$rcobaan ntk m$n$ntkan *aktor *isiko+kimia mapn *aktor abiotik %ainn"a p$nting
ntk di%akkan. '$p$rti ha%n"a p$rcobaan m$ng$nai taksis ini.
Taksis ada%ah
bawaan perilaku
r$spon o%$horganisme
k$ arahstimulus
ata gradi$n int$nsitas stim%s. Taksis "ang m$rpakan sat b$ntk s$d$rhana dari tingkah %ak h$)an bagi p$n"$saian t$rhadap k$adaan %ingkngan- m$nn0kkan s$p$rti apa h$)an akan m$nn0kkan sat ori$ntasi kar$na adan"a rangsangan ('in. 18. 'at rangsang "ang dib$rikan biasan"a m$rpakan bagian dari *aktor abiotik "ang m$n$ntkan k$b$radaan dan k$padatan pop%asi h$)an+h$)an tanah t$rs$bt. Taksis "ang dibagi m$n0adi b$b$rapa 0$nis di0icobakan pada h$)an tanah- h$)an tanah "ang dipi%ih pada p$rcobaan ini ada%ah cacing tanah dan s$mt. Taksis "ang di0icobakan ada%ah *ototaksis- hidrotaksis dan thigmotaksis. ,ari p$rcobaan *ototaksis- cacing tanah "ang di%$takkan di ca)an p$tri di$kspos d$ngan caha"a dari s$nt$r. '$m$ntara s$t$ngah sisi %ain dari ca)an p$tri it dittp d$ngan m$nggnakan p%at hitam dan bagian ba)ahn"a dia%asi d$ngan k$rtas karbon. !asi% p$ngamatan "ang dip$ro%$h ada%ah cacing tanah b$rg$rak m$n0ahi caha"a- m$n0 k$ sisi %ain ca)an p$tri "ang dittpi (g$%ap. Fototaksis "ang d$mikian dis$bt *ototaksis n$gati*. !a% ini dis$babkan kar$na cacing tanah merupakan hewan nocturnal, dengan
demikian ia memiliki fototaksis negatif. okturnal artinya aktiitas
hidupnya lebih banyak pada malam hari sedangkan pada siang harinya
lebih menghabiskan waktu dalam sarang untuk beristirahat.
'$m$ntara pada p$rcobaan hidrotaksis "ang di%akkan s$%ama 1 m$nit ini- s$mt tanah c$nd$rng m$n0ahi t$mpat "ang %$mbab (kapas basah- dan m$nd$kati t$mpat k$ring. ,i a)a% p$rcobaan- s$mt+s$mt t$rs$bt b$rg$rak m$nd$kati kapas basah- namn- di m$nit+ m$nit b$riktn"a k$tika b$0ana dittp dan k$%$mbaban diasmsikan t$%ah t$rgradiasi- s$mt tanah b$rk$rmn di s$kitar aC%. aC% m$mbat %ingkngan di s$kitarn"a 0ah %$bih k$ring daripada k$s$%rhan atmos*$r di da%am top%$sb$0ana. ,ari p$rcobaan- dapat disimp%kan bah)a s$mt m$rpakan h$)an d$ngan hidrotaksis n$gati*- m$r$ka b$rg$rak m$n0ahi t$mpat+t$mpat "ang %$mbab dan m$n0 t$mpat "ang 0ah %$bih k$ring. ika ditin0a dari habitat "ang s$%ama ini ditingga%i s$mt- s$bagian b$sar s$mt tingga% di habitat "ang k$ring. &ada thigmotaksis- rangsangan s$nthan "ang dib$rikan b$rb$da+b$da- p$rtama m$nggnakan kas ha%s "ang p$rmkaann"a b$nar+b$nar ha%s- %a% d$ngan batang kor$k api "ang agak %$bih kasar- dan "ang t$rakhir d$ngan m$nggnakan 0arm "ang 0ngn"a %ancip. $spon "ang dib$rikan s$mt dapat dib$dakan dari 0arak p$rpindahan "ang t$rkr k$tika ia b$rg$rak m$n0ahi s$nthan. $tika dis$nth d$ngan kas ha%s- s$mt tanah b$rg$rak s$0ah 41 mm-dis$nth d$ngan batang kor$k api s$0ah 26 mm- dan mm-dis$nth d$ngan 0arm s$0ah 141 mm. a% rangsangan s$nthan "ang dib$rikan dibah rtann"a- p$rtama s$mt dis$nth d$ngan m$nggnakan 0arm- %a% batang kor$k api- dan t$rakhir kas ha%s. !asi%n"a ada%ah- p$rpindahan "ang ditn0kkan s$mt s$b$sar 137 mm- 12 mm- dan 54 mm. $mdian-di%akkan %agi p$rcobaan "ang sama s$p$rti p$rcobaan p$rtama- namn d$ngan m$nggnakan s$mt "ang b$r%ainan. ika pada p$rcobaan p$rtama s$mt dis$nth di bagian dada (m$sosom$- maka pada p$rcobaan d$ngan m$nggnakan s$mt b$rb$da ini- s$nthan dib$rikan di bagian p$rt (m$tasom$- dan 0ga k$pa%a. !a% ini ntk m$ng$tahi- apakah s$ma bagian tbh s$mt p$ka t$rhadap rangsangan. ika diint$rpr$tasi dari data "ang ada-s$makin b$sar t$kanan "ang dib$rikan k$pada s$mt- ada-s$makin b$sar p%a r$spon taksis "ang ditn0kkann"a. as ha%s m$mi%iki p$rmkaan ha%s dan t$kanan "ang dihasi%kan pn
r$ndah- maka r$spon g$rak taksis "ang ditn0kkan s$mt m$nghasi%kan p$rpindahan "ang tidak b$git 0ah (41 mm- s$dangkan batang kor$k api m$mb$rikan t$kanan "ang 0ah %$bih b$sar- maka r$spon p$rpindahan "ang dib$rikann"a 0ga 0ah %$bih b$sar (26 mm- t$rakhir-d$ngan m$nggnakan 0arm- %as p$rmkaan 0arm 0ah %$bih k$ci% daripada k$da b$nda "ang dignakan ntk m$n"$nth s$mt s$b$%mn"a- dan 0ng "ang 0ah %$bih rncing m$mb$rikan t$kanan "ang 0ga 0ah %$bih k$ci% daripada batang kor$k api- s$hingga r$spon taksis "ang dib$rikan han"a s$0ah 141 mm.
$simp%an "ang dapat dip$ro%$h ada%ah #
1. Taksis m$rpakan ada%ah
bawaan perilaku
r$spon o%$horganisme
k$ arahstimulus
ata gradi$n int$nsitas stim%s dan m$rpakan g$rakan "ang t$rarah-"ang si*atn"a m$nd$kati ata m$n0ahi rangsangan2. Fototaksis cacing tanah ada%ah *ototaksis n$gati*- "ait cacing tanah c$nd$rng m$n0ahi caha"a.
3. '$mt tanah ( Paraterichina longicornis) m$mi%iki hidrotaksis n$gati*- "ait m$n0ahi t$mpat+t$mpat d$ngan k$%$mbaban tinggi.
4. Thigmotaksis dip$ngarhi o%$h 0$nis s$nthan dan b$sarn"a t$kanan "ang dib$rikan-s$makin b$sar t$kanan "ang dib$rikan- r$spon taksis "ang mnc% 0ga akan dib$rikan-s$makin b$sar.
,it%is d$ngan b$rbagai smb$r. rtik$% ini ada%ah sadran dari %aporan praktikm 9ko%ogi Tanah s$m$st$r 6 "ang %a%. M$ningga%kan kom$ntar s$bagai 0$0ak sangat dihargai. Cr$dit k$ b%og ini 0ga sangat dihargai.
'mb$r#
'in. ,r. rdin Mhammad. 18. Ekologi Hewan Tanah. :mi ksara# akarta http#$n.)ikip$dia.org . ,i ndh !ari '$nin- 6 ni 211. &k% 2.3.
http#;$r"%+hik$n.b%ogspot.com2112*ototaksis+dan+p$)arnaan+tbh.htm%. ,indh !ari '$nin- 6 ni 211. &k% 2.3.
<ikip$dia bahasa =ndon$sia- $nsik%op$dia b$bas >Cacing tanah+ Cop".htm. ,indh !ari '$nin- 6 ni 211. &k% 2.43.
<ikip$dia bahasa =ndon$sia- $nsik%op$dia b$bas+'$mt.htm. ,indh !ari '$nin- 6 ni 211. &k% 21.15.
http#))).scribd.comdoc73864Fana+Tanah ,indh hari '$nin- 6 ni 211. &k% 21.3
http(//sriwahyono.blogspot.com/0+#+1+21+#1archie.html/. 3iunduh hari
4abu, $ 5uni 0+## 'ukul #+.*6
http#d?%*mmta?ah.b%ogspot.co.id2137taksis+$ko%ogi+h$)an+tanah.htm%
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang'a%ah sta ciri dari makh%k hidp "ait p$ka t$rhadap rangsang- r$spon makh%k hidp t$rhadap %ingkngann"a. Mamp m$r$spon b$rbagai imp%s ata stim%s+stim%s "ang ada dis$kitar %ingkngann"a. ingkngan m$mb$rikan s$ga%a s$sat "ang ada dis$kitar makh%k hidp dan sa%ing b$rint$raksi. ingkngan sangat b$rp$ran p$nting bagi s$ma makh%k hidp. ingkngan m$%ipti %ingkngan abiotik mapn %ingkngan biotik. ingkngan abiotik it s$ndiri t$rdiri dari sh- caha"a matahari- k$%$mbapan- dan b$nda+ b$nda mati %ainn"a "ang tidak dignakan s$bagai smb$r da"a s$p$rti bat- tanah s$bagai t$mpat tingga% s$dangkan %ingkngan biotik "ait mansia- h$)an dan tmbhan. !$)an s$%ain cirin"a p$ka t$rhadap rangsang- 0ga b$rg$rak h$)an mamp b$rg$rak- b$r0a%an dari sat t$mpat k$ t$mpat %ain. !$)an b$rg$rak kar$na adan"a rangsang atapn imp%s dari %ingkngan s$kitarn"a.
G$rak pada makh%k hidp dapat dip$ngarhi kar$na adan"a rangsang dari %ar ata rangsang dari da%am. 'a%ah sat contoh g$rak pada h$)an "ang dip$ngarhi o%$h rangsang dari %ar da%am arti b$rasa% dari stim%s+stim%s makh%k hidp "ang ada di %ingkngann"a "ait taksis. Taksis dapat di0mpai pada h$)an+h$)an in;$rt$brata. &ada h$)an+h$)an i;$rt$brata m$mi%iki sat r$s$ptor "ang p$ka t$rhadap rangsang dis$kitarn"a. dapn rangsangan ata stim%s+stim%s "ang dit$rima h$)an in;$rt$brata baik it da%am sat *ami%ii ata ordo bahkan g$rak "ang dip$r%ihatkan b$rb$da ntk s$tiap h$)an kar$na ini dapat dip$ngarhi %agi dari *aktor %ingkngan dimana h$)an t$rs$bt b$rada *akktor %ingkngan abiotik dapat m$mp$ngarhi s$p$rti sh- k$%$mbapan dan caha"a matahari.
:$b$rapa h$)an dapat b$rpindah d$ngan m$n$mph 0arak b$rb$rapa m$t$r dari t$mpatn"a s$m%a- dan ada 0ga h$)an "ang tidak mamp m$%akkan it kar$na ada "ang m$mp$ngarhi "ait batas to%$ransi ntk m$r$spon sat p$rbahan %ingkngan. :$rdasarkan araian diatas- praktikm ini di%akkan ntk m$ng$tahi bagaimana r$spon "ang dip$r%ihatkan hidp "ang hidp dit$mpat g$%ap t$rhadap stim%s b$rpa caha"a dan
ntk m$ng$tahi bagaimana r$spon "ang dip$r%ihatkan h$)an+h$)an di t$mpat "ang t$rang t$rhadap stim%s b$rpa caha"a.
B. Tujuan
dapn t0ian dari praktikm ini "ait ntk m$ng$tahi r$spon "ang dip$r%ihatkan "ang hidp dit$mpat g$%ap t$rhadap stim%s b$rpa caha"a.,an h$)an+h$)an di t$mpat "ang t$rang t$rhadap stim%s b$rpa caha"a.
C. an!aat
dapn man*aat dari praktikm ini "ait m$mb$rikan maskan k$pada p$n%is bah)a h$)an+h$)an in;$rt$brata s$p$rti s$mt rangrang dan s$mt hitam p$ka t$rahadap
stim%s b$rpa caha"a.
BAB II
TIN"AUAN PU#TA$A
!$)an ada%ah organism$ "ang b$rsi*at moti%- artin"a dapat b$r0a%an dari sat t$mpat k$ t$mpat %ain. G$rakann"a dis$babkan o%$h rangsang+rangsang t$rt$nt "ang datang dari %ingkngann"a.$nis+0$nis h$)an pada mmn"a dapat tingga% di sat %ingkngan hidp "ang s$sai d$ngan ciri+ciri k$hidpann"a. ika h$)an b$r0a%an ata b$rpindah k$ t$mpat %ain tidak m$nga%ami p$rbahan b$ntk- k$ca%i p$rbahan si*at+si*at *isio%ogisn"a. Faktor+*aktor "ang m$rangsang g$rakan h$)an ada%ah makanan- air- caha"a- sh- k$%$mbaban- dan %ain+ %ain. :$b$rapa h$)an mamp m$n$mph 0arak t$mph it dip$ngarhi batas to%$ransin"a ntk m$r$spon p$rbahan %ingkngann"a ('santo- 2#ha% 12.
ingkngan m$nggambarkan 0m%ah k$s$%rhan kondisi *isik dan biotik "ang m$m$p$ngarhi tanggapan makh%k. $bih sp$si*ik %agi- 0 m%ah bagan hidros*$r- %itos*$r- dan atmos*$r "ang m$rpakan t$mpat hidp mkh%k k$mdian dis$bt bios*$r. !abitat ada%ah sat p$rangkat kondisi *isik dan kimia)i (misa%n"a rang- ik%im "ang m$ng$%i%ingi sat sp$ci$s tngga%- sat k$%ompok sp$ci$s- ata sat komnitas b$sar. :iotop m$nd$*inisikan sat satan m$nrt rang ata topogra*ik d$ngan sat p$rangkat staan "ang karakt$ristik m$ng$nai kondisi *isik s$rta kimia)i dan m$ng$nai k$hidpan tmbhan dan h$)an. 'pa"a makh%k dapat ada m$r$ka hars m$mb$ri tanggapan dan m$n"$saikan diri pada kondisi %ingkngan m$r$ka. Makh%k m$mb$ri tanggapan p$rb$daan dan p$rbahan da%am %ingkngann"a da%am $mpat cara m$ndasar ada%ah adaptasi mor*o%ogik- p$n"$saian *isio%ogik- po%a+po%a k$%akan- dan hbngan komnitas ('o$t0ipta- 14# ha% 52.
$spon t$rhadap stim%s m$rpakan sa%ah sat ciri tama k$hidpan s$hingga d$ngan adan"a ciri ini organism$ mamp ntk m$mb$rikan r$spon (tanggapan t$rhadap b$rbagai *aktor %ingkngan dan p$rbahan di s$kitarn"a b$rbagai *aktor %ingkngan dan p$rbahan di s$kitarn"a. G$rakan+g$rakan h$)an da%am %ingkngann"a tidak b$rsi*at acak
m$%ainkan m$rpakan r$spon+r$spon t$rhadap b$rmacam+macam stim%s da%am %ingkngann"a it- baik s$cara %angsing mapn tidak %angsng (aha"- 21# ha% 8.
:$rbagai *aktor %ingkngan misa%n"a sh- k$%$mbapan- mapn caha"a matahari m$rpakan *aktor "ang dip$r%kan o%$h h$)an- namn kadang+kadang dapat 0ga b$rop$rasi s$bagai sa%ah sat *aktor p$mbatas. Misa%n"a caha"a matahari bagi h$)an+h$)an "ang hidp di t$mpat t$r%indng dapat dianggap s$bagai sat stim%s %ain "ang dapat m$n"$babkan h$)an t$rs$bt b$r$spon m$nghindar t$rhadap caha"a t$rs$bt d$mikian p%a s$ba%ikn"a (aha"- 21# ha% .
'h ingkngan m$n$ntkan sh tbh bagi h$)an poiki%ot$rmi. :ahkan sh m$n0adi *aktor p$mbatas bagi k$ban"akan makh%k hidp. 'h tbh m$n$ntkan k$r0a $n?im+$n?im "ang m$mbant m$tabo%ism$ di da%am tbh (,harma)an- 24# ha% 24. 'h 0ga m$rpakan sat *aktor %ingkngan "ang s$ring ka%i b$rop$rasi s$bagai *aktor p$mbatas
dan pa%ing mdah diatr. @ariabi%itas sh m$mpn"ai arti $ko%ogis. F%ktasi sh 1+2C
d$ngan sh rata+rata 15C- p$ngarhn"a t$rhadap h$)an tidak sama d$ngan sh konstant
15C ( ,harma)an- 25# ha% 32
&ada mmn"a k$hidpan tmbhan sangat t$rgantng pada adan"a caha"a matahari-kar$na $n$rgi caha"a ata *oton sangat mt%ak ntk *otosint$sis. Tidak d$mikian ha%n"a d$ngan h$)an- "ang s$o%ah+o%ah tidak s$%a% m$mbthkan caha"a s$cara %angsng. amn s$b$narn"a caha"a matahari m$mpn"ai p$ranan p$nting khssn"a bagi h$)an+h$)an
dirna%- "ang m$ncari makan dan m$%akkan int$raksi biotik %ainn"a s$cara ;isa% ata m$mp$rgnakan rangsang caha"a ntk m$%ihat b$nda. /ntk m$ng$tahi $*$k $ko%ogis dari caha"a matahari- "ang p$r% dip$rhatikan ia%ah asp$k int$nsitasn"a- ka%itasn"a s$rta %aman"a p$n"inaran. Tampakn"a diantara int$nsitas dan ka%itas caha"a d$ngan )arna tbh h$)an t$rdapat s$macam kor$%asi. !$)an+h$)an p$%agis c$nd$rng b$r)arna transparan b$r)arna bir d$ngan pnggng k$hi0a+hi0aan ata b$r)arna cok%at d$ngan bagian abdom$n ptih p$rak. :$rkaitan d$ngan macam sinar "ang m$n$mbs hingga sat k$da%aman- pada k$da%aman 75 m di %atan da$rah tropika- hampir s$ma 0$nis d$capoda )arna tbhn"a m$rah (,harma)an- 24 ha%# 38.
9n$rgi caha"a dapat diman*aatkan o%$h makh%k hidp- )arna h$)an dip$ngarhi o%$h caha"a. !$)an+h$)an "ang tingga% di goa da%am )akt %ama m$mpn"ai k%it "ang b$r)arna t$rang- kar$na sangat s$dikit t$rk$na caha"a. !$)an "ang hidp di %ar goa pada
mmn"a b$r)arna hitam ata g$%ap- kar$na pigm$n "ang ada da%am k%it b$rbah m$n0adi hitam 0ika t$rk$na caha"a. !bngan antara caha"a d$ngan pigm$ntasi k%it tbh h$)an di da$rah tropis dan da$rah dingin kira+kira sama hbngan antara caha"a d$ngan h$)an "ang hidp di da%am %ar goa ('santo- 2# ha% 26.
'p$si$s+sp$si$s s$mt "ang hidp b$rdampingan t$rs$bt m$mi%iki r$%ng $ko%ogis "ang b$rb$da+b$da. &$rb$daan r$%ng ini m$ngrangi komp$tisi antara ko%oni s$mt "ang dapat m$n$kan pop%asi. '$bagai contoh- sat sp$si$s s$mt m$mi%ih ntk m$ncari partik$% makanan b$rkran k$ci%- sp$si$s %ain m$mi%ih partik$% makanan "ang b$sar. da s$mt "ang m$mi%ih b$rsarang di tanah- ada "ang di c$%ah+c$%ah ka"- ada p%a "ang di antara d$danan pohon. da s$mt "ang akti* di ma%am hari- ada p%a "ang akti* siang hari. ,$ngan adan"a p$rb$daan strat$gi hidp ini- sp$si$s+sp$si$s s$mt dapat b$rbagi smb$r da"a %ingkngann"a
(groho- 28.
,i habitat a%amin"a- s$mt m$mi%iki p$ran+p$ran $ko%ogis "ang p$nting. &ada $kosist$m daratan- s$mt ada%ah p$mangsa tama t$rhadap in;$rt$brata k$ci%. '$mt dapat m$ngga%i s$0m%ah b$sar tanah s$hingga m$n"$babkan t$rangkatn"a ntrisi tanah. '$mt m$mb$ntk simbiosis d$ngan b$rbagai s$rangga- tmbhan- dan *ngi. Tanpa b$rsimbiosis d$ngan s$mt- organism$ t$rs$bt akan m$nrn pop%asin"a hingga pnah. '$%ain s$bagai p$mangsa- s$mt 0ga ada%ah mangsa "ang p$nting bagi b$rbagai s$rangga- %aba+%aba- r$pti%- brng- kodok- bahkan bagi tmbhan karni;ora (groho- 28.
,ominasi s$mt 0ga t$rc$rmin da%am 0m%ah biomasa s$rangga. ,a%am komposisi biomassa s$rangga di dnia- s$tidakn"a s$p$rtigan"a t$rdiri atas s$mt. m%ah t$rs$bt ckp b$sar m$ngingat 0m%ah tota% sp$si$s s$mt krang dari 2A 0m%ah tota% sp$si$s
s$rangga. m%ah sp$si$s s$mt di dnia dip$rkirakan s$kitar 2.- dan 12. di antaran"a t$%ah dik$tahi o%$h sains. ,i =ndon$sia s$ndiri ada s$kitar 1.5 sp$si$s "ang t$%ah did$skripsikan- namn dip$rkirakan ada s$kitar 5 sp$si$s %agi "ang b$%m dit$mkan (groho- 28
=d$nti*ikasi sp$si$s s$mt di =ndon$sia t$rgo%ong s%it kar$na masih s$dikitn"a p$n$%itian taksonomi s$mt di sini. M$skipn d$mikian- tidak p$r% p$n$%itian "ang rmit ntk m$ng$tahi b$rapa sp$si$s s$mt "ang b$rk$%iaran di s$kitar rmah kita. :i%a di%akkan p$ngamatan s$d$rhana- dapat dik$tahi s$dikitn"a 3 sp$si$s s$mt b$rk$%iaran di rmah. :$b$rapa sp$si$s "ang b$rb$da %agi dapat dit$mkan di ha%aman rmah (groho-28.
Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan serangga predator yang potensial bagi pengendalian hama, Faktor %ainn"a "ang p$r% dip$rhatikan ntk k$b$radaan ko%oni s$mt hitam ada%ah *aktor+*aktor *isik "ait int$nsitas caha"a matahari- k$%$mbaban r$%ati* dan sh s$rta *aktor bio%ogis s$p$rti simbios$ d$ngan kt ptih s$rta p$ri%ak s$mt hitam it s$ndir (ismans"ah- 21.
,$t$ktor caha"a "ang sangat b$ran$ka ragam %$bih di$;o%sikan da%am kingdom h$)an- dari k$%ompok s$d$rhana s$%+s$% "ang han"a m$nd$t$ksi arah dan int$snsitas caha"a hingga organ komp%$ks "ang m$mb$ntk ba"angan m$skipn- sangat b$ranh$ka ragam s$ma *otor$s$ptor m$ngandng mo%$k% pigm$n "ang m$n"$rap caha"a dan bkti+bkti mo%$k%$r m$nn0kkan bah)a s$bagaian b$sar ata s$ma *otor$s$ptor pada kingdom h$)an bisa 0adi ada%ah homo%og (Campb$%%- 24# ha% 238.
Faktor+*aktor abiotik tama "ait sh %ingkngan m$rpakan *aktor p$nting daBam p$rs$baran organism$ kar$na p$ngarhn"a pada pros$s bio%ogis dan k$tidakmampan
s$bagian b$sar organism$ ntk m$ngatr sh tbh t$pat. '$% bisa p$cah 0ika air "ang t$radapat di da%amn"a m$mb$k pada sh ba)ah C dan prot$in pada s$bagian b$sar organism$ akan m$nga%ami d$natrasi pada sh di atas 45C. '$%ain it- s$0m%ah organism$
dapat m$mp$rtahankan sat m$tabo%ism$ "ang ckp akti* pada sh "ang sangat r$ndah ata pada sh "ang sangat tinggi. daptasi "ang %ar biasa m$mngkinkan b$b$rapa organism$ hidp di %ar kisaran sh r$ndah- sh int$rna% sat organism$ s$sngghn"a dip$ngarhi o%$h p$rtkaran panas d$ngan %ingkngann"a dan s$bagaian b$sar organism$ tidak dapat m$mp$rtahankan sh tbhn"a %$bih tinggi b$b$rapa d$ra0at diatas ata di ba)ah sh %ingkngan s$kitarn"a (Campb$%%- 24# ha% 272.
Caha"a p$nting bagi p$rk$mbangan dan p$ri%akk ban"ak tmbhan dan h$)an "ang s$nsiti* t$rhadap *otop$riod$ m$rpakan sat indikator "ang %$bih dapat dip$rca"a
dibandingkan d$ngan sh- da%am m$mb$ri p$tn0k m$ng$nai k$0adian msimanm- s$p$rti p$rbngaan ata p$rpindahan (migrasi (Campb$%%- 24#ha% 274.
Tanggapan sat indi;id $ktot$rm t$rhadap sat sh tidak t$nt- tanggapan dip$ngarhi sh "ang dia%ami di masa %ampa. 'at indi;id dik$nai sh "ang nisbi tinggi ntk b$b$rapa hari dapat t$rg$s$r k$s$%rhan tanggapan t$rhadap sh atas s$pan0ang ska%a sh- dan b$b$rapa hari dik$nai sh nisbi r$ndah dapat m$ngg$s$r tanggapan ini k$ ba)ah. &ros$s ini biasan"a dis$bt ak%imasi 0ika p$rbahan di%aksanakan di kondisi %aboratorim dan ak%imatisasi 0ika t$r0adi di %apangan. &$rbahan pada ak%imatiasi "ang t$r%a% c$pat dapat m$rpakan ma%ap$taka. ,i samping it indi;id da%am ak%imatisasi biasan"a b$rb$da da%am tanggapan t$rhadapa sh t$rgantng pada stadim da%am p$rk$mbangan "ang mana akan dicapain"a ('o$0ipta- 14# ha% 53.
M$nrt aha" (21- adapn r$spon "ang t$rori$ntasi t$rhadap caha"a dapat dikat$gorikan s$bagai b$rikt#
1. Fototaksis positi*- apabi%a h$)an dit$mkan dirangan "ang dik$nai caha"a "ang t$rang. 2. Fototaksis n$gati*- apabi%a h$)an t$mkan da%am rangan "ang tidak dik$nai caha"a (g$%ap. 3. Fototaksis int$rm$di$t- "ait h$)an dit$mkan da%am rangan p$ra%ihan antara rangan "ang
t$rang d$ngan rangan "ang g$%ap.
BAB III
ET%DE P&A$TI$U
A. 'aktu an Te*at!ari Tangga% # Mingg 4 pri% 21
<akt # &k% 13. s. d 15.3 <=T
T$mpat # !a%aman aboratorim :io%ogi :arat FM=& /M antai ==
B. Alat an Bahan a. %at#
1. otak p$rcobaan *ototaksis 2. m$t$r
3. T$rmom$t$r 4. :oto% s$%ai b. :ahan#
1. apas
2. '$mt rangrang (ecophylla smaragdigna 3. '$mt hitam ( Dolichoderus bituberculatus C. Proseur $erja
M$maskkan d$ngan hati+hati 1 indi;id s$mt rangrang dan s$mt hitam s$cara b$rgantian k$ da%am tabng- p$rtama m$%akkann"a pada t$mpat t$rang k$mdian pada t$mpat t$dh. M$masang tabng g$%as d$ngan baik hingga tanda batas. $mdian m$masang ttp kotak hingga tanda s$p$rtiga tabng g$%as dik$nai caha"a. !$)an p$rcobaan diak%imatisasi s$%ama 5 m$nit pada %ingkngan barn"a. 'h dara da%am kotak kr dan int$nsitas caha"a di atas bagian tabng g$%as "ang t$rbka- k$mdian p$ncatat b$rada di samping kotak d$ngan tidak m$%akkan g$rakan "ang dapat m$mp$ngarhi r$spon h$)an "ang diamati. ,$ngan int$r;a% 2 m$nit ttp kotak diangkat dan dihitng 0m%ah h$)an "ang t$rdapat dirang "ang k$na caha"a (rang positi* dan rang "ang tidak t$rk$na caha"a rang n$gati* s$rta rang diantara k$dan"a. M$%$takkan ttp kotak pada posisi s$m%a d$ngan s$g$ra s$tiap s$%$sai p$rhitngan- m$%akkan p$rhitngan s$%am 5 ka%%i- posisi ttp kotak dibah "ait hingga bagian tabng "ang tadin"a tidak k$na caha"a m$n0adi t$rbka s$dang "ang tadin"a dik$nai caha"a m$n0adi t$rttp. ,$ngan int$r;a% )akt "ang sama s$p$rti p$ngamatan s$b$%mn"a- p$rhitngan di%akkan samapi p$ngamatan k$s$p%h. M$ncatat
BAB I+
HA#IL DAN PEBAHA#AN
A. Ta,el Pengaatan&$ngamatan ,i T$mpat T$rang =nt$nsitas Caha"a# 152 cand$%%a
&$ngamatan $+ m%ah '$mt angrang 'h
FD FD+ F+ 1. 6 4 34C 2. 6 1 3 3. 6 4 4. 4 6 5. 6 4 3C 6. 6 1 3 7. 3 3 4 8. 4 2 4 . 6 1 3 1. 5 1 4 3C
&$ngamatan ,i T$mpat T$rang =nt$nsitas Caha"a# 862 cand$%%a
&$ngamatan $+ m%ah '$mt !itam 'h
FD FD+ F+ 1. 1 3C 2. 1 3. 1 4. 1 5. 1 3C 6. 1 7. 1 8. 1 . 1 1. 2 8 38C &$ngamatan ,i T$mpat T$dh =nt$nsitas Caha"a# 67 cand$%%a
&$ngamatan $+ m%ah '$mt angrang 'h
FD FD+ F+
1. 3 7 28C
2. 6 3 1
4. 5 5 5. 6 4 2C 6. 8 2 7. 8 2 8. 1 . 6 2 2 1. 8 1 1 2C &$ngamatan ,i T$mpat T$dh =nt$nsitas Caha"a# 63 cand$%%a
&$ngamatan $+ m%ah '$mt !itam 'h
FD FD+ F+ 1. 1 2 7 3C 2. 1 3. 1 4. 1 1 5. 1 1 2C 6. 1 7. 1 8. 1 1 . 1 1 1. 2 1 2C B. Analisis Data
Te*at Terang ('$mt angrang ecophylla smaragdigna) F.D E E E E 52A F.D+ E E E E A F.+ E E E E 3A ata+rata shE 34CD 3CD3C E 1123 E 37-3C
F.D E E F.D+ E E E E 7A F.+ E E E E 3A ata+rata shE 3CD 3CD38C E 1163 E 38-67C
Te*at Teuh ('$mt angrang# ecophylla smaragdigna) F.D E E E E 65A F.D+ E E E E 3A F.+ E E E E 5A ata+rata shE 28CD 2CD2C E 863 E 28-67C
Te*at Teuh ('$mt !itam# Dolichoderus bituberculatus) F.D E E E E 2A F.D+ E E E E A F.+ E E E E 8A ata+rata shE 3CD 2CD2C E 883 E 2-3C
C. Pe,ahasan
:$rdasarkan data "ang dip$ro%$h pada p$ngamatan ntk t$mpat t$rang "ang m$mi%iki rata+rata sh sh 37-3C- dan int$nsitas caha"a s$b$sar 152 cand$%%a- ini
di%akkan pada s$mt m$rah ntk m$ng$tahi r$spon t$rhadap %ingkngann"a "ait s$ban"ak 52A s$mt angrang (ecophylla smaragdigna %$bih ban"ak m$%akkan *otokasis positi* kar$na s$mt m$rah %$bih ban"ak dirangan "ang dik$nai caha"a t$rang- dan s$ban"ak
A pada da$rah int$rm$di$t (D+ "ait rangan p$ra%ihan antara rangan "ang t$rang dan g$%ap- dan ntk t$mpat ata rangan "ang tidak dik$nai caha"a (*ototaksis n$gati* s$ban"ak 3A. :$rarti caha"a matahari bagi s$mt m$rah m$mb$rikan stim%s spa"a dapat b$rg$rak s$%ain it )arna pada s$mt rangrang "ang transparan kar$na adaptasi t$rhadap
habitatn"a "ang dit$mpat t$rang "ang dip$ngarhi o%$h int$nsitas caha"a.
&$ngamatan "ang di%akkan pada s$mt hitam ntk t$mpat t$rang "ang m$mi%iki rata+rata sh 38-67A dan int$nsitas caha"a 862 cand$%%a. $bih ban"ak b$rg$rak pada rangan t$rang ata %$bih m$%akkan *ototaksis n$gati* "ait s$ban"ak 3A- dan ntk da$rah positi* tidak t$rdapat sama s$ka%i s$mt hitam- dan pada da$rah int$rm$di$t "ait da$rah p$ra%ihan antara da$rah t$rnag dan da$rah g$%ap t$rdapat s$ban"ak 7A. :$rarti s$sai
d$ngan habitatn"a s$mt m$rah b$rada pada da$rah+da$rah g$%ap- di ba)ah akat tmbhan "ang t$%ah %apk- dan b$rp$ngarh t$rhadap r$spon ntk b$rg$rak- s$%ain it p$ngarh ada ata tidak adan"a caha"a ini diadaptasikan pada )arna tbhn"a "ang g$%ap.
&$ngamatan "ang di%akkan dit$mpat t$dh pada s$mt rangrang (ecophylla smaragdigna "ang m$mi%iki sh 28-67A- dan int$sitas caha"a "ang 67 cand$%%a. '$mt
rangrang %$bih ban"ak dit$mkan pada da$rah positi* dimana %$bih ban"ak m$nangkap caha"a- "ait s$bna"ak 65A- s$dangkan pada da$rah int$rm$di$t "ait da$rah p$ra%ihan antara t$rang dan g$%ap s$ban"ak 3A- dan da$rah n$gati* s$ban"ak 5 A- data t$rs$bt m$nn0kkan bah)a adaptasi s$mt m$rah it pada da$rah t$rang- stim%s ntk dapat b$rg$rak dip$ngarhi o%$h caha"a dan adapatasi caha"a t$rs$bt t$r%ihat pada )arna tbhn"a
"ang b$r)arna t$rang.
&$ngamatan "ang di%akkan dit$mpat t$dh pada s$mt hitam ( Dolichoderus bituberculatus "ang m$mi%iki sh 28-67A- dan int$sitas caha"a "ang 67 cand$%%a. ,ata '$mt hitam pada da$rah positi* s$ban"ak 2A- s$dangkan pada da$rah int$rm$di$t "ait da$rah p$ra%ihan antara t$rang dan g$%ap s$ban"ak dan da$rah n$gati* s$ban"ak 8 A-data t$rs$bt m$nn0kkan bah)a adaptasi s$mt hitam it t$r0adi pada da$rah t$rang-stim%s ntk dapat b$rg$rak dip$ngarhi o%$h caha"a dan adapatasi caha"a t$rs$bt t$r%ihat pada )arna tbhn"a "ang b$r)arna g$%ap.
&ada mmn"a k$hidpan tmbhan sangat t$rgantng pada adan"a caha"a matahari-kar$na $n$rgi caha"a ata *oton sangat mt%ak ntk *otosint$sis. Tidak d$mikian ha%n"a d$ngan h$)an- "ang s$o%ah+o%ah tidak s$%a% m$mbthkan caha"a s$cara %angsng. amn s$b$narn"a caha"a matahari m$mpn"ai p$ranan p$nting khssn"a bagi h$)an+h$)an dirna%- "ang m$ncari makan dan m$%akkan int$raksi biotik %ainn"a s$cara ;isa% ata m$mp$rgnakan rangsang caha"a ntk m$%ihat b$nda. /ntk m$ng$tahi $*$k $ko%ogis dari caha"a matahari- "ang p$r% dip$rhatikan ia%ah asp$k int$nsitasn"a- ka%itasn"a s$rta %aman"a p$n"inaran. Tampakn"a diantara int$nsitas dan ka%itas caha"a d$ngan )arna tbh h$)an t$rdapat s$macam kor$%asi. !$)an+h$)an p$%agis c$nd$rng b$r)arna transparan b$r)arna bir d$ngan pnggng k$hi0a+hi0aan ata b$r)arna cok%at d$ngan bagian abdom$n ptih p$rak. :$rkaitan d$ngan macam sinar "ang m$n$mbs hingga sat k$da%aman- pada k$da%aman 75 m di %atan da$rah tropika- hampir s$ma 0$nis d$capoda )arna tbhn"a m$rah (,harma)an- 24 ha%# 38.
'$cara t$ori m$nrt aha" (21- adapn r$spon "ang t$rori$ntasi t$rhadap caha"a dapat dikat$gorikan s$bagai b$rikt#
5. Fototaksis n$gati*- apabi%a h$)an t$mkan da%am rangan "ang tidak dik$nai caha"a (g$%ap. 6. Fototaksis int$rm$di$t- "ait h$)an dit$mkan da%am rangan p$ra%ihan antara rangan "ang
BAB +
$E#IPULAN DAN #A&AN
A. $esi*ulan:$rdasarkan hasi% &$mbahasan dapat disimp%kan bah)a#
$spon h$)an "ang hidp di t$mpat t$rang "ait '$mt rangrang (ecophylla smaragdigna t$rori$ntasi pada *ototaksis positi*- *aktor sh dan caha"a "ang m$mp$ngarhi stim%s h$)an t$rs$bt- s$%ain it adaptasi )arna tbh "ang %$bih t$rang kar$na p$ngarh caha"a. '$dangkan pada s$mt hitam (Dolichoderus bituberculatus) t$rori$ntasi pada *ototaksis "ang n$gati* ini kar$na adaptasi dari habitat h$)an t$rs$bt "ang dip$ngarhi o%$h *aktor caha"a dan sh.
B. #aran
1. aboran# '$baikn"a m$n"$diakan a%at+a%at "ang dapat m$ndkng 0a%ann"a prkatikm. 2. sist$n# '$baikn"a s$nantiasa m$mbimbing praktikann"a.
DA-TA& PU#TA$A
Campb$%%. 24. !iologi "ilid ### Edisi $elima%akarta# 9r%angga,harma)an- gs. 24. Ekologi Hewan% Ma%ang# rsan :io%ogi FM=& /ni;$rsitas Ma%ang. ,harma)an- gs. 25. Ekologi Hewan% Ma%ang# /M &r$ss
aha"- t0$. 21. Penuntun Praktikum Ekologi Hewan. Makassar# rsan :io%ogi FM=& /M groho. 28. &enengok $ehidupan Semut% http#m%tip%".coms$r0oinconn$ctEnbdianggoro.
,iaks$s Tangga% 5 pri% 21.
ismans"ah-9r%ana rdiana%21. 'ara Pembuatan Sarang Semut ntuk Pengendalian $akao Helopeltis% http#$r%anardianarismans"ah.)ordpr$ss.com. ,iaks$s tangga% 5 apri% 21
'o$0ipto. 14. DasarDasar Ekologi Hewan% ogakarta# ,$part$m$n &$ndidikan ,an $bda"aan ,ir$ktorat $nd$ra% &$ndidikan Tinggi.
'santo-&d"o. 2. Pengantar Ekologi Hewan% akarta# &ro"$0 &$ngm$bangan Gr '$ko%ah M$n$ngah =:, oan o. 37 ,ir$ktorat $nd$ra% &$ndidikan Tinggi ,$part$m$n &$ndidikan asiona%.
Praktikum Ekologi Hewan percobaan Tipe Respon Hewan
787 9
':38H;8
#.# ;atar 7elakang
<rganisme yang hidup di alam memiliki tingkat dan jenis kepekaan yang berbeda-beda terhadap suatu rangsangan yang dilakukan. Setiap spesies yang satu dengan spesies yang lainnya akan memberikan respon yang berbeda-beda terhadap suatu rangsangan, hal ini berkaitan erat dengan habitat dan kebiasaan
spesies tersebut. 8danya respon saat terjadinya suatu rangsangan ini merupakan salah satu cara mahkluk hidup mempertahankan diri terhadap rangsangan itu sendiri.
'ertahanan diri suatu jenis mahkluk hidup ini biasanya dilakukan dengan cara penyesuaian diri terhadap lingkungan yang mengalami rangsangan. !aksis merupakan salah saru respon sederhana dari tingkah laku hewan dalam proses penyesuaian diri. 'raktikum ekologi hewan percobaan !ipe 4espon Hewan dilakukan untuk melihat respon yang terjadi pada hewan tersebut saat diberikan suatu rangsangan. 'ada praktikum ini sampel hewan uji yang digunakan adalah Pontoscolex corethurus dengan memberi rangsangan berupa fototaksis dan geotaksis. 'engamatan dilakukan untuk melihat apakah Pontoscolex corethurus memberikan respon neganif atau respon positif terhadap rangsangan yang diberikan.
#.0 'ermasalahn
'ermasalah yang didapat pada praktikum :kologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan adalah(
#. 7agaimana respon Pontoscolex corethurus terhadap rangsangan cahaya "fototaksis& yang diberikan=
0. 7agaiman pengaruh suatu kemiringan tempat terhadap pergerakan Pontoscolex corethurus=
*. 7agaimana pergerakan Pontoscolex corethurus saat diletakkan pada wadah yang memiliki >ona terang dan >ona gelap=
#.* !ujuan
'raktikum :kologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan yang dilakukan bertujuan(
#. ntuk mengetahui respon Pontoscolex corethurus terhadap rangsangan cahaya "fototaksis&.
0. ntuk mengetahui pengaruh suatu kemiringan tempat terhadap pergerakan Pontoscolex corethurus.
*. ntuk mengetahui pergerakan Pontoscolex corethurus saat diletakkan pada wadah yang memiliki >ona terang dan >ona gelap.
#.6 Hipotesis
'raktikum ekologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan yang dilakukan dengan permasalahan yang muncul dapat di ambil hipotesis sebagai berikut(
#. Pontoscolex corethurus saat diberikan rangsangan cahaya "fototaksis& maka yang terjadi adalah respon negatif yaitu Pontoscolex corethurus akan bergerak menjauhi cahaya dan menuju ketempat gelap.
0. Pontoscolex corethurus saat diberikan kemiringan sudut, semakin tinggi kemiringan maka pergerakannya akan semakin lambat.
*. Pontoscolex corethurus saat diletakkan pada wadah yang memiloki bagian terang dan bagian gelap maka Pontoscolex corethurus akan bergerak menuju bagian gelap.
787 99
!9588 'S!8K8
0.# !aksis
9lmu yang mempelajari tentang pola perilaku hewan disebut ethologi. 'erilaku pada hewan dapat dibagi kedalam tiga unsur yaitu tropisme, taksis, re?eksi, insting, belajar dan menalar. !aksis adalah sumber rangsangan. )isalnya fototaksis merupakan rangsangan yang berasal dari sumber cahaya "Hasan dan @idipanestu, 0+++&.
Suatu rangsangan tingkah laku "iritabilitas& suatu organisme disebut juga daya menanggapi rangsangan. 3aya ini memungkinkan organisme menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungannya. 'ada beberapa organisme terdapat sel-sel, jaringan atau organ-organ yang berdiferensiasi khusus. 'ada organisme yang bergerak, tanggapan terhadap rangsangan disebut
re?eks. Suatu gerak taksis pada organisme yang diberikan rangsangan akan bergerak menjauhi atau mendekati rangsangan.
!aksis adalah suatu gerakan hewan menuju atau menjauhi suatu rangsangan yang terjadi. !aksis dibagi menjadi dua berdasarkan arah orientasi dan pergerakan, yaitu taksis positif dan taksis negatif. !aksis menurut macam rangsangannya juga dibedakan menjadi fototaksis "rangsangan cahaya&, rheoaksis "rangsangan terhadap arus air&, kemotaksis "rangsangan terhadap bahan kimia& dan geotaksis "rangsangan terhadap kemiringan tempat& ")ichael, #$$6&(
#. Fototaksis adalah gerak taksis yang terjadi disebabkan oleh adanya rangsangan dari sumber cahanya.
0. 4heotaksis adalah gerak taksis yang terjadi disebabkan oleh adanya arus air pada suatu tempat.
*. Aeotaksis adalah gerak taksis yang terjadi karena adanya kemiringan suatu tempat.
6. Kemotaksis adalah gerak taksis yang terjadi karena adanya >at kimia.
Suatu gerak taksis dikatakan taksis positif jika respon yang terjadi adalh menuju atau mendekati rangsangan, sedangkan taksis negatif jika respon yang terjadi adalah menjauhi rangsangan "Birgianti, 0++C&.
'erilaku dapat terjadi sebagai akibat suatu stimulus dari luar. 4eseptor diperlukan untuk mendeteksi stimulus itu, syarat diperlukan untuk mengkoordinasikan respon dan efektor itulah yang sebenarnya melakukan aksi. 'erilaku dapat juga terjadi sebagai akibat stimulus dari dalam. ;ebih sering terjadi, perilaku suatu organisme merupakan akibat gabungan stimulus dari luar dan dalam "Kimball, #$$0&.
!aksis adalah suatu bentuk sederhana dari respon hewan terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari atau pada sudut tertentu terhadapnya atau dalam proses penyesuaian diri terhadap kondisi lingkungannya "Suin, #$%$&.
acing tanah menyukai lingkungan yang lembab dengan bahan organik yang berlimpahan dan banyak banyak kalsium yang tersedia. 8kibatnya, cacing tanah terdapat paling melimpah dalam tanah berstruktur halus dan kaya bahan organik dan tidak terlalu asam. acing tanah pada umumnya membuat liang dangkal dan hidup mencerna bahan organik yang terdapat didalam tanah "urdin, #$$2&.
'erilaku cacing tanah dengan membuat liang yang dangkal merupakan respon terhadap rangsang cahaya. Kelangsungan hidup suatu mahkluk hidup tergantung pada kemampuannya dalam menanggapi rangsang dan bagaimana organisme "cacing tanah& tersebut menyesuaikan diri terhadap lingkungannya "<dum, #$$*&.
Secara sistematis, cacing tanah bertubuh tanpa kerangka yang tersusun oelh segmen-segmen "oraah,0++C&. Pontoscolex corethurus mempunyai mukus yang dikeluarkan oleh usus sebanyak #D E perberat kering tubuh yang dapat menstimulasi pertumbuhan mikro?ora sehingga dapat mendegradasi materi organik tanah menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah dicerna. 7erdasarkan penelitian, inokulasi cacing tanah 'ontoscole corethurus dapat memperbaiki kondisi sika dan kimia tanah yang ditandai dengan meningkatnya permeabelitas, porositas serta kandungan unsur hara tanah "8dianto, 0++6&.
787 999
):!<3: '48K!9K)
*.# 8lat dan 7ahan
'raktikum :kologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan yang dilakukan menggunakan alat-alat yaitu wadah dengan dua >ona ">ona terang dan >ona gelap&, senter, kertas penutup dan alat geotaksis.
7ahan-bahan yang digunan pada praktikum :kologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan adalah Pontoscolex corethurus, kertas dan air secukupnya. *.0 ara Kerja
*.0.# Fototaksis
7ak "wadah& yang disediakan merupakan bak yang memiliki dua >ona ">ona terang dan >ona gelap&, >ona gelap ditutupi dengan kertas penutup, kemudian
diletakkan C ekor Pontoscolex corethurus secara bersamaan kemudian disinari dengan menggunakan senter. Kemudian diamati pergerakan Pontoscolex corethurus dan dicatat waktu yang diperlukan masing-masing Pontoscolex corethurus untuk sampai pada >ona gelap.
*.0.0 Aeotaksis
Pontoscolex corethurus sebanyak * ekor diletakkan mengarah keatas pada suatu bidang miring "alat geotaksis&, kemudian diamati pergerakan Pontoscolex corethurus serta waktu yang diperlukan untuk masing-masing Pontoscolex corethurus untuk sampai pada batas atas alat geotaksis. 'erlakuan ini juga diberikan dengan mengubah kemiringan sudut dari *+o, C+o dan 2+o, selain
mengarah keatas, perlakuan ini juga dilakukan dengan mengarahkan Pontoscolex corethurus kearah bawah.
3.2.3 'ergerakan Pontoscolex corethurus
Pontoscolex corethurus sebanyak * ekor diletakkan kedalam wadah dengan dua >ona ">ona terang dan >ona gelap&, Pontoscolex corethurus diletakkan di>ona terang demana sebelumnya wadah telah ditaburi tepung, diamati pergerakannya dan digambar. 'engamatan dilakukan sebanyak * kali dengan lama waktu setiap percobaan #+ menit.
787 9B
H8S9; 38 ':)78H8S8
6.# Hasil 6.#.# Fototaksis No Pontoscolex corethurus Waktu 1 Pontoscolex corethurus # # ( 0* 2 Pontoscolex corethurus 0 # ( 0$ 3 Pontoscolex corethurus * # ( *0 4 Pontoscolex corethurus 6 * ( #0 5 Pontoscolex corethurus * ( 00C
6.#.0 Aeotaksis
6.#.0.# Aeotaksis ke 8rah 8tas
Pontoscolex corethurus Waktu (etik! *+o C+o 2+o 1 #,6C #,06 *,+$ 2 #,*# # +,2$ 3 D,06 #,C% C,02 4 #,$$ 0,C$ 6,CC 5 +,C2 0,*# *,*% " *,$2 *,2C C,#
6.#.0.0 Aeotaksis ke 8rah 7awah
Pontoscolex corethurus Waktu (etik! *+o C+o 2+o 1 #,** +,*2 +,*# 2 +,62 +,6* +,$* 3 0,6+ *,# *,C$ 4 0,C* #,0$ #,D% 5 +,6C +,C# +,*D " #,%2 0,C$ #,#* 6.0 'embahasan 6.0.# Fototaksis
4espon yang terjadi pada Pontoscolex corethurus setelah diberi rangsangan cahaya yaitu negatif. Hal ini karena masing-masing Pontoscolex corethurus bergerak menjauhi cahaya dan menuju ke>ona gelap. <rientasi negatif Pontoscolex corethurus ini menunjukkan bahwa pernyataan Soetjipta "#$$*&
adalah sesuai, bahwa cacing tanah yang terkena cahaya menerima energi panas secara langsung. Hal ini akan menyebabkan cacing tanah bergerak menjauhi cahaya, oleh sebab itulah cacing tanah, dalam hal ini Pontoscolex corethurus lebih menyukai tempat yang lembab dan terlindung dari cahaya.
<rientasi masing-masing Pontoscolex corethurus tidaklah terjadi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dikarenakan meskipun telah dipilih Pontoscolex corethurus yang memiliki ukuran yang sama ukurannya, namun kemampuan masing-masing Pontoscolex corethurus untuk bereaksi dan bergerak tidaklah sama. @aktu yang diperlukan masing-masing Pontoscolex corethurus yang diuju berbeda-beda, yaituG 'ontoscole corethurus # selama # menit 0* detik, 'ontoscole corethurus 0 selama # menit 0$ detik, 'ontoscole corethurus * selama # menit *0 detik, Pontoscolex corethurus 6 selama * menit #0 detik dan Pontoscolex corethurus C selama * menit 00 detik. 5adi waktu rata-rata yang diperlukan Pontoscolex corethurus adalah 0 menit *0 detik.
6.0.0 Aeotaksis
'ercobaan geotaksis dengan * ekor Pontoscolex corethurus yang mengarah keatas dilakukan dengan kemiringan sudut yang berbeda yaitu *+o, C+o dan 2+o.
'ada kemiringan *+o kecepatan rata-rata Pontoscolex corethurus untuk
mencapai puncak alat geotaksis adalah 0,C*C menit. Kemiringan C+okecepatan
rata-rata yang dibutuhkan Pontoscolex corethurus untuk mencapai puncak alat geotaksis adalah 0,+2% menit, dan terakhir pada kemiringan 2+o kecepatan
rata-rata yang diperlukan Pontoscolex corethurus untuk mencapai puncak alat geotaksis adalah 6, $ menit.
'ercobaan geotaksis dengan * ekor Pontoscolex corethurus yang mengarah ke bawah juga dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk kemiringan sudut yaitu *+, C+ dan 2+. 'ada kemiringan *+ kecepatan rata-rata yang diperlukan Pontoscolex corethurus untuk sampai kebawah adalah #,C menit. Kemiringan C+ kecepatan rata-rata yang dibutuhkan Pontoscolex corethurus untuk sampai kebawah adalah #,*% menit. Sedangkan pada kemiringan 2+ kecepatan rata-rata yang dibutuhkan Pontoscolex corethurus untuk sampai kebawah adalah #,0D.
3ua perlakuan percobaan geotaksis ini menunjukkan beberapa respon yang terjadi pada Pontoscolex corethurus. 'ada percobaan geotaksis dengan mengarahkan 'ontoscole corethurus kearah atas disimpulkan bahwa semakin
kecil sudut kemiringan maka Pontoscolex corethurus dapat bergerak semakin lambat sehingga waktu yang diperlukan juga semakin lama. Hal ini juga berlaku untuk percobaan geotaksis dengan mengarahkan Pontoscolex corethurus kearah bawah, diketahui bahwa semakin tinggi sudut kemiringan Pontoscolex corethurus akan semakin singkat. Kedua perlakuan ini menunjukkan bahwa orientasi Pontoscolex corethurus lebih cepat jika sudut kemiringan kecil dan arah pergerakan kebawah.
1.3.3 8rah 'ergerakan Pontoscolex corethurus
'ercobaan arah pergerakan Pontoscolex corethurus digunakan * ekor Pontoscolex corethurus yang diletakkan kedalam wadah dengan dua >ona, yaitu >ona terang dan >ona gelap. Pontoscolex corethurus diletakkan di>ona terang. 'engamatan dilakukan selama #+ menit dengan * kali pengulangan. 3ari ketiga kali pengulangan percobaan yang dilakukan diketahui bahwa arah pergerakan Pontoscolex corethurus menuju ke >ona gelap. amun waktu yang diperlukan oleh masing-masing Pontoscolex corethurus berbeda-beda dan lebih lambat jika dibandingkan dengan diberinya rangangan berupa cahaya.
787 B
K:S9)';8
'raktikum :kologi Hewan percobaan !ipe 4espon Hewan dengan sampel uji Pontoscolex corethurus telah diberi perlakuan dengan rangsangan terhadap cahaya "fototaksis&, terhadap kemiringan tempat "geotaksis& dan arah pergerakan, sehingga dari percobaan dapat disimpulkan(
#. <rientasi yang terjadi pada Pontoscolex corethurus setelah diberi rangsangan terhadap sumber cahaya adalah negatif yaitu menjauhi rangsangan.
0. <rientasi yang terjadi pada Pontoscolex corethurus setelah diberi perlakuan dengan kemiringan tempat adalah respon negatif dimana semakin tinggi sudut kemiringan maka waktu yang dibutuhkan Pontoscolex corethurus untuk sampai keatas semakin lama begitu juga sebaliknya.
*. 8rah pergerakan 'ontoscole corethurus telah membuktikan bahwa Pontoscolex corethurus lebih menyukai habitat yang gelap karena pada percobaan Pontoscolex corethurus menuju ke >ona gelap didalam wadah.
38F!84 'S!8K8
8dianto, 0++6, 'engaruh 9nokulasi acing !anah "'ontoscole corethurus& :r )ull !erhadap Sifat Fisika Kimia !anah dan 'ertumbuhan !anaman Kacang Hijau
"Bigna raelata& Barietas @alet, 5urnal )atematika dan Sains, 0+ oktober 0+#+. Hanaah, K., 0++C, 7iologi !anah( :kologi dan )ikrobiologi !anah, 4aja Arando 3enada,
5akarta.
Hasan, 8. 3an 9. @idipangestu, 0+++, ji oba 'enggunaan ;ampu ;acuba !enaga Surya pada 7agan 8pung !erhadap Hasil !angkapan 9kan di 'elabuhan 4atu, 5abar, 5urnal :kologi dan 'erikanan, 0+ oktober 0+#+.
Kimball, 5. #$%*, 7iologi, :disi kelima, 5ilid 0, :rlangga, 5akarta.
)ichael, '., #$$6, )etode 'enelitian untuk :kologi 'enelitian ;adang dan ;aboratorium, 9 'ress, 5akarta.
<dum, :ugene, #$$*, 3asar-dasar :kologi, :disi ketiga, A), ogyakarta
Suin, .)., #$%$, :kologi Hewan !anah, 'usat 8ntar niersitas 7idang 9lmu Hayati, 9!7, 7andung.
Birgianti, 3.'. dan Hana 8. '., 0++C, 'erdedahan )orsin !erhadap 'erilaku )assa 'rasapih )encit, F)9'8, 7andung
=. T//
'$t$%ah m$%akkan k$giatan t$ntang g$rak pada h$)an dan tmbhan- mahasis)a mamp #
1. M$ng$na% 3 macam g$rak tropis pada tmbhan.
2. M$ng$na% 3 b$ntk r$aksip$ri%ak h$)an t$rhadap b$rbagai rangsangan. 3. M$ng$na% r$aksi h$)an "ang b$rsi*at phototaksis- positi* dan n$gati*.
==.
,' T9H=
Tingkah %ak ada%ah sat r$aksi "ang m$ngikt s$rtakan %$bih dari r$aksi sat s$% (k$ca%i 0ika indi;id t$rs$bt t$rdiri dari sat s$% %$bih dari sat organ- bahkan %$bih dari sat sist$m organ. Contoh #
I caha"a di arahkan k$sisi tmbhan- tmbhan it akan m$mtar dann"a dan diarahkan k$ arah caha"a t$rs$bt. J
&$ri%ak ada%ah tindakan aksi "ang m$ngbah hbngan antara organism$ dan %ingkngann"a. &$ri%ak dapat t$r0adi s$bagai akibat sat stim%s dari %ar dan dari
stim%s dari da%am.
a.
&$ri%ak pada tmbhan
&$ri%ak pada tmbhan m$rpakan g$rakan ba)aan "ang a%ami kar$na tmbhan tidak m$mi%iki sist$m sara*- s$hingga p$ri%ak tmbhan han"a t$rbatas pada g$rak tmbh dan g$rak trgor. G$rakan tanaman antara %ain ada%ah # m$mb$ngkokn"a dahan dan akar-m$%ipatn"a dan dan p$rpindahan tanaman tingkat r$ndah.
• Tropism$
G$rakan tropism$ "ait g$rakan "ang arahn"a dit$ntkan o%$h arah stim%s "ang m$ng$nai tmbhan.
• asti
G$rakan nasti "ait g$rakan "ang mm "ang tidak diarahkan k$ arah t$rt$nt-misa%n"a pada dan manorsa pudica.
• Gra*itropism$
G$rakan grta;itropism$ ia%ah g$rakan tmbh k$ ba)ah dan batang k$ atas s$bagai r$sponn"a t$rhadap gra;itasi.
• Fototropism$
G$rakan *ototropism$ ada%ah g$rakan di mana batang dan dan s$ring m$ngarahkan dirin"a m$nrti b$rkas caha"a.
• Tigmotropism$
G$rakan tigmotropism$ m$rpakan g$rakan t$rhadap s$nthan b$nda padat- "ait d$ngan m$rambatn"a tmbhan m$ng$%i%ingi s$bah tiang ata batang tmbhan %ain.
• 'kototropism$
G$rakan skototropism$ "ait g$rak ata r$spon "ang m$ngarah k$ k$g$%apan-skototropism$ b$rasda% dari bahasa "nani "ang artin"a k$g$%apan.
,.
Taksis
:$b$rapa organism$ b$r$aksi t$rhadap stim%s d$ngan b$rg$rak s$cara otomatis %angsng m$nd$kati ata m$n0ah dari sdt t$rt$nt t$rhadapn"a- r$spon ini dis$bt taksis. !a% ini sama d$ngan tropism$ pada tmbhan k$ca%i bi%a %okomosi "ang n"ata dari s$%rh "ang t$r%ihat. :ahkan organism$ s$d$rhana 9.co%i mamp$r%ihatkan p$ri%ak ini. :i%a tabng kapi%$r s$p$rti ?at g%kosa di maskkan k$ m$dim "ang b$risi- 9. Co%i- baktri m$ngbah %okomosin"a s$d$mikian rpa s$hingga m$r$ka b$rkmp% di d$kat smb$r ?at t$rs$bt. $spons ini dinamakan k$motaksis (imba%%. 183 # 723+724
.
G$rak asti,an ata anak dan pada dan ma0$mk s$ring m$nn0kkan g$rak nasti. &$mb$ngkokkan k$ arah atas dis$bt hiponasti dan k$ ba)ah di s$bt $pinasti. G$rakan nasti dibagi m$n0adi 3- "ait #
• iktinasti
da%ah g$rak m$ntp ata r$bahn"a tmbhan kar$na p$ngarh g$%ap ata m$n0$%ang ma%am. Contoh # g$rak tidr dan %amtoro pada ma%am hari.
• Tigmonasti
da%ah g$rak nasti "ang dis$babkan o%$h rangsang m$kanism$ b$rpa s$nthan ata t$kanan.Contohn"a # m$ntpn"a dan ptri ma%.
• Fotonasti
da%ah g$rak nasti kar$na p$ngarh rangsang caha"a. Contoh # g$rak m$karn"a bnga pk% $mpat- bnga )ar- dan bnga kp > kp.
.
G$rak !idrotropism$
G$rak hidrotropism$ "ait g$rak pada tmbhan tanaman kar$na adan"a rangsangan air. G$rak hidrotropism$ t$r0adi pada akar tanaman. ir sangat b$rp$ngarh b$sar t$rhadap tanaman kar$na m$rpakan nsr "ang sangat dip$r%kan o%$h tanaman ntk k$%angsngan hidp.
G$rak akar pada tanaman s$%a% m$ncari smb$r air. Maka g$rak t$rs$bt dis$bt g$rak hidrotropism$.
Tanaman "ang hidp di t$mpat k$ring d$ngan tanaman "ang hidp "ang %$mbab sangat b$rb$da. ika di t$mpat "ang %$mbab 0m%ah akarn"a sangat ban"ak. '$dangkan dit$mpat "ang k$ring 0m%ah akarn"a sangat s$dikit. !a% ini di s$babkan kar$na dip$ngarhi o%$h kadar air.
e.
G$rak g$otropism$
G$rak g$otropism$ "ait g$rak tmbhan kar$na ga"a gra;itasi bmi "ang mmn"a t$r0adi pada akar. G$rak g$otropism$ b$rgantng pada ns"r tanah dan k$adaan tanah pada sat t$mpat "ang m$n"$babkan akar s$%a% tmbh k$ ba)ah. G$rak g$otropism$ sangat b$rp$ngarh pada k$sbran tanah. G$rak tropism$ biasan"a t$r0adi pada tmbhan dikoti% kar$na m$mpn"ai akar tnggang "ang s$%a% b$rg$rak %rs k$ ba)ah ('a%is%or"-15#87.
!.
$spon g$rakan
$spon dapat dib$dakan da%am 2 macam "ait # 1. G$rak tmbh (gro)th mo;$m$nt
G$rak tmbh m$rpakan r$spon t$rhadap rangsangan int$rna% mapn $kst$rna%. ,a%am ha% ini rangsangan int$rna% k$adaan s$b$narn"a s$rta p$ranan dari *aktor tmbh b$%m dik$tahi. ,apat dib$dakan m$n0adi 3 r$spon t$rhadap rangsangan int$rna%- "ait#
• G$rak ntationa% ada%ah g$rak k$ d$pan ata k$b$%akang 0ng apika% 0ng (shoot tip
sp$si$s t$rt$nt.
• G$rak spira% m$rpakan g$rak rotasi dari pck "ang b$rtambah pan0ang s$pan0ang ais.
'$p$rti g$rakan m$%i%it ( t)inning.
• G$rak nasti rangsangan $t$rna% "ang %ain s$p$rti t$mp$ratr dan caha"a.
2. G$rakan trgor
$spon dari bagian tmbhan dim%ai t$rtama s$ka%i dari rangsangsan $t$rna%. G$rakan ini t$r0adi kar$na hasi% p$rbahan da%am trgor (t$kanan air dari s$%+s$% it ata dari grp s$%. Tidak s$p$rti ha%n"a g$rakan tmbhan "ang %ambat dan m$rpakan ha% "ang p$rman$n- g$rakan trgor ada%ah c$pat- ha%n"a ntk )akt "ang p$nd$k dan bisa di %ang. G$rakan trgor "ang pa%ing p$nting ada%ah g$rakan p$mbkaan dan p$ntpan s$% p$%indng $pid$rma% dari dan dan batang. G$rakan trgor "ang %ain ada%ah g$rakan kontak (contact mo;$m$nt dari dan pada tmbhan carni;ora "ang s$nsiti*- dan g$rak tidr dari dan pada tmbhan t$rt$nt (!$dd".183#41+47.
===. T , :!
• G$%as p%astik • Tanah "ang k$ring • Cacing tanah • acang hi0a
• otak kran 2 2 cm2 • G$%as p$tri • ir • T$png sag • $rtas karbon • &isa
=@. G! &9CH,:
. G$rak pada tmbhan
• Fototropism$
1. :i0i kacang hi0a dir$ndam 15 bi0i. 2. G$%as p%astik diisi d$ngan tanah. 3. otak di%bangi pada sa%ah sat sisi. 4. Tanah k$mdian dibasahi.
5. acang hi0a s$ban"ak 6 bi0i k$mdian ditanam.
6. G$%as t$rs$bt disimpan pada kotak dan diamati pada hari k$+3- 4 dan 5.
• G$otropism$
1. :i0i kacang hi0a krang %$bih 15 dir$ndam.
2. 'iapkan g$%as p%astik- k$mdian g$%as p%astik diisi d$ngan tanah "ang %$mbab. 3. 6 bi0i kacang hi0a k$mdian ditanam.
4. '$t$%ah hari k$+2 g$%as t$rs$bt dimiringkan d$ngan k$miringan D 45- k$mdian diamati
pada hari k$ +2-3 dan 4.
• !idrotropism$
1. G$%as diisi d$ngan tanah basah pada K sisi- k$mdian s$t$ngah sisin"a diisi d$ngan tanah k$ring (ntk %$bih mdahn"a- s$m$ntara dib$ri k$rtas p$mbatas.
2. $mdian D 6 bi0i kacang hi0a ditanam pada s$k$%i%ing p$rmkaan tanah. 3. G$%as p$rcobaan akhirn"a disimpan dan diamati pada hari k$+2-3- dan 4.
:. G$rak pada h$)an
1. Ca)an p$tri dan k$rtas karbon dis$diakan- d$ngan b$ntk K %ingkaran 2. Ca)an p$tri dittp d$ngan k$rtas karbon hingga K bagian m$n0adi g$%ap. 3. '$$kor cacing tanah dimaskkan pada bagian ca)an "ang t$rk$na caha"a. 4. $mdian diamati bagaimana g$rakan cacing t$rs$bt.
5. '$t$%ah cacing sampai pada bagiant$mpat "ang g$%ap- cacing t$rs$bt diangkat- k$mdian b$kas0$0ak cacing t$rs$bt ditabri d$ngan sag. Ca)an p$tri %a% diba%ikkan s$hingga tampak adan"a t$png "ang m$n$mp$% pada p$tri (s$bagai gambaran0ip%akkan 0$0ak g$rakan cacing
@.
!'= &9CH:
. G$rak pada Tmbhan
•
Fototropism$
&ada hari k$da tanaman kacang hi0a tmbh d$ngan baik- dan pan0angn"a 3 cm. 0ng tnas tampak m$n0 k$ arah %bang kotak ata k$ arah datangn"a caha"a matahari.
&ada hari k$ $mpat tanaman kacang hi0a tmbh d$ngan baik 0ga- pan0angn"a 15 cm- 0ng tnas kacang hi0a sdah k$%ar dari kotak m$%a%i %bang "ang dis$diakan di kotak kar$na kacang hi0a tmbh k$ arah datangn"a caha"a matahari. '$hingga dis$bt Fototropism$ &ositi*.
&ada hari k$ %ima tanaman kacang hi0a tmbh d$ngan baik 0ga- pan0angn"a 2 cm. /0ng tnas kacang hi0a sdah k$%ar dari kotak m$%a%i %bang "ang dis$diakan dikotak kar$na kacang hi0a tmbh k$ arah datangn"a caha"a matahari. '$hingga dis$bt Fototropism$ &ositi*
•
G$otropism$
&ada hari k$ da tanaman kacang hi0a tmbh baik- d$ngan pan0ang L 3 cm. akarn"a m$n0 psat bmi.
&ada hari k$ $mpat- s$t$%ah dimiringkan 45 tanaman kacang hi0a makin pan0ang- pan0angn"a
1 cm- batang kacang hi0a b$rg$rak m$n0 k$psat bmi- ha% ini dis$babkan o%$h adan"a ga"a tarik bmi (gra;itasi bmi. ,an akarn"a 0ga miring ata m$%$ngkng.
&ada hari k$ %imat- pada k$ miringkan 45 tanaman kacang hi0a makin pan0ang- pan0angn"a
13 cm- batang kacang hi0a b$rg$rak m$n0 k$psat bmi- ha% ini dis$babkan o%$h adan"a ga"a tarik bmi (gra;itasi bmi. ,an akarn"a 0ga miring ata m$%$ngkng.
•
!idrotropism$
&ada hari k$ da kacang hi0a t$tap tmbh m$skipn tanahn"a k$ring dan disiram pada arah "ang b$r%a)anan d$ngan tanaman. Tinggin"a 2 cm.
&ada hari k$ $mpat tanaman kacang hi0a t$tap tmbh disiram pada arah "ang b$r%a)anan d$ngan tanaman. kar tanaman tmbh k$ arah smb$r air. Tinggin"a 7 cm.
&ada hari k$ %ima tanaman kacang hi0a t$tap tmbh m$skipn disiram pada arah "ang b$r%a)anan d$ngan tanaman. kar tanaman tmbh k$ arah smb$r air. Tinggin"a 12 cm.
Cacing tanah "ang di%$takkan di ca)an p$tri k$tika t$rk$na caha"a matahari- cacing t$rs$bt %angsng b$rg$rak d$ngan c$pat m$n0 arah "ang g$%aparah "ang tidak t$rk$na caha"a matahari- p$rg$rakan ini dis$bt Fototaksis $gati*.
&$rcobaan 1 p$rcobaan 2 &$rcobaan 3