Inflasi Juli diprediksi bisa 0,4%.
SGRO patok volume produksi CPO naik 30% di 2017.
ROTI catatkan penurunan laba 67%.
Tunda proyek listrik, MYOH siapkan akuisisi baru.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
A
ksi beli kembali mendominasi
transaksi saham pada perda‐
gangan awal pekan kemarin pasca
libur panjang sepekan sebelumnya.
IHSG berhasil menguat 80,529 poin
(1,4%) ditutup di level tertinggi baru
di 5910,237. Penguatan IHSG teru‐
tama ditopang aksi beli atas saham
Telkom yang menguat 6% di Rp4790
dan saham Bank Mandiri Tbk (BMRI)
yang menguat 6% di Rp13500. Se‐
lain saham unggulan tersebut, pasar
juga kembali memburu sejumlah
saham berbasiskan komoditas en‐
ergi menyusul rebound harga min‐
yak mentah sepekan terakhir hingga
lebih 7% di atas USD46/barel. Pen‐
guatan IHSG kemarin ditopang men‐
ingkatnya nilai transaksi di Pasar
Reguler hingga Rp7,6 triliun dan
masuknya kembali dana asing ke pasar saham sebagaimana tercermin dari pem‐
belian bersih asing mencapai Rp476,83 miliar.
Dari sentimen kawasan Asia, penguatan IHSG kemarin sejalan dengan
pergerakan bursa utama kawasan Asia yang umumnya bergerak positif mere‐
spon data manufaktur China yang tumbuh di atas estimasi Juni lalu. Indeks
Caixin Manufacturing PMI China Juni lalu naik ke 50,4 di atas perkiraan 49,9 dan
bulan Mei yang mengalami kontraksi dengan indeks di 49,6. Dari kawasan lain,
Uni Eropa dan AS, aktivitas manufaktur Juni lalu juga mengindikasikan ekspansi.
Indeks Final Manufacturing kawasan UE Juni lalu naik ke 57,4 di atas estimasi
57,3. DI AS, indeks ISM Manufacturing PMI Juni naik ke 57,8 di atas estimasi 55,0
dan bulan sebelumnya 54,9. Pertumbuhan industri manufaktur di sejumlah ka‐
wasan utama dunia tersebut mendorong penguatan kembali harga komoditas
logam seperti nikel dan timah. Tadi malam di Wall Street indeks saham utama
tutup bervariasi. Indeks DJIA kembali rally naik 0,61% mencatatkan level
tertinggi baru di 21479,27. Indeks S&P naik 0,23% di 2429,01. Sedangkan indeks
Nasdaq koreksi 0,49% di 6110,06. Kenaikan indeks DJIA terutama ditopang sa‐
ham‐saham perbankan dan energi. Harga minyak mentah tadi malam di AS kem‐
bali menguat 2,2% di USD47,07/barel mendorong aksi beli lanjutan atas saham‐
saham energi.
Pasar saham global yang bullish sepanjang tahun ini berimbas positif
terhadap pergerakan bullish IHSG. Pada perdagangan hari ini IHSG berpeluang
melanjutkan penguatannya dengan menguji resisten di kisaran 5950 hingga
5990. Sedangkan support bergeser ke 5870. Pasar juga akan digerakkan dengan
ekspektasi pertumbuhan laba emiten sektoral 2Q17 yang mulai rilis akhir Juli ini.
S1 5870 S2 5830 R1 5950 R2 5990
Index Last Chg % DJIA 21479.27 129.64 0.61 S&P 500 2429.01 5.60 0.23 FTSE 100 7377.09 64.37 0.88 CAC 40 5195.72 75.04 1.47 DAX 12475.31 150.19 1.22 NIKKEI 225 20055.80 22.37 0.11 HANGSENG 25784.17 19.59 0.08 STI 3223.46 (3.02) (0.09) SHENZHEN 1905.20 7.52 0.40 SHANGHAI 3195.91 3.48 0.11 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 47.07 0.73 1.58 CPO (RM/M.T) 2459.00 (10.00) (0.41) Gold (USD/T.oz) 1219.20 (21.90) (1.76) Nikel (USD/M.T 9330.00 0.00 0.00 Timah (USD/M.T) 19900.00 0.00 0.00 Coal (USD/M.T) 77.40 1.60 2.11 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13363.00 38.00 0.29 USD/EUR 1.137 (0.01) (0.45) JPY/USD 113.36 1.02 0.90 IDR/SGD 9669.00 (13.59) (0.14) IDR/AUD 10239.50 (13.90) (0.14) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 34.76 4645 1.09 3.24Top Gainers IDR % Chg
MABA 256 34.70 66 MYTX 258 32.30 63 VOKS 450 25.00 90 SIMA 560 24.40 110 KRAH 2,720 15.30 360
Top Losers IDR % Chg
PEGE 204 (24.40) (66)
YULE 136 (20.90) (36)
LPIN 955 (14.70) (165)
CMPP 98 (14.00) (16)
JGLE 220 (12.00) (30)
Top Value IDR % (miliar) TLKM 4,790 6.00 1,982 B BBCA 18,500 1.90 1,558 B BBRI 15,500 1.60 1,351 B ASII 8,775 (1.70) 1,074 B BMRI 13,500 5.90 752 B Top Volume IDR % (juta)
BUMI 374 10.00 1,385.956 RIMO 175 6.10 1,259.533 MYRX 133 1.50 830.170 BRMS 73 2.80 666.511 IIKP 270 (10.00) 427.164 IHSG 5,910.24 Change 80.53 Change (%) 1.38 Change (%/ytd) 11.58
Total Value (IDR triliun) 8.723
Total Volume (miliar saham) 6.821
Net Foreign Buy (IDR miliar) 476.000
News Update
2
Inflasi Juli diprediksi bisa 0,4%. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandy meyakini tekanan inflasi Juli 2017 akan mereda setelah Juni lalu mencatat inflasi 0,69%. Eric mengatakan, meski di Juli tahun ini, tekanan inflasi yang bersumber dari harga yang diatur pemerintah mulai berkurang karena pemerintah memastikan tidak ada kenaikan LPG hingga September dan tidak ada kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menginginkan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan ini. Di sisi lain, menurut Eric, harga pangan akan kembali normal pasca Lebaran. Meski di Juni lalu, kenaikannya tak lagi menjadi pemicu utama inflasi karena antisipasi pemerintah dalam menekan harga pangan, termasuk impor, sebagai bagian dari operasi pasar. Meski demikian, masih ada tekanan permintaan terkait dengan pergantian tahun ajaran baru yang jatuh di bulan ini. "Sehingga saya perkirakan untuk Juli inflasi di 0,4%. Tetapi ini angka sementara," kata Eric. Pihaknya juga masih memperkirakan, inflasi akhir tahun bisa terjaga di angka 4%. "Karena harga-harga akan cenderung turun dan kemudian stabil setelah ramadan," tambahnya. (Kontan)
SGRO patok volume produksi CPO naik 30% di 2017. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mematok volume produksi crude palm oil (CPO) tahun ini bisa meningkat 20%-30% dibandingkan dengan tahun lalu. Puncak panen tanaman tersebut diprediksi akan terjadi pada paruh kedua tahun ini. Puncak produksi, diprediksi jatuh pada Oktober dan November. Michael Kusuma, Investor Relation SGRO menyatakan, profil perkebunan berupa usia tanaman produktif menjadi alasannya. Dia menyatakan, umur tanaman yang dimiliki oleh SGRO saat ini memasuki masa produktif. Dimana puncak usia produktif CPO yakni 15 tahun. "Kami punya tanaman sawit rata-rata berumur 12-13 tahun. Ini kan masih di bawah 15 tahun," kata Michael kepada KONTAN, Senin (2/7). Dia menambahkan, sebagian besar tanaman sawit yang masih muda, masuk dalam pengelolaan kebun inti. Sehingga jumlah volume produksi akan terus meningkat tiap tahun, sampai menjelang puncak usia produktif. Bila telah lewat usia 15 tahun, biasanya volume produksi akan stabil atau ada penurunan sedikit. "Faktor usia atau profil kebun menjadi salah satu faktor mengapa kami optimistis akan meningkat dari tahun lalu," tambahnya. Selain itu, meredanya efek El Nino juga bisa meningkatkan volume produksi. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, produksi CPO tahun ini bisa lebih baik. "Faktor lain peningkatan produksi itu, karena adanya upaya intensifikasi manajemen dalam 5 tahun terakhir," tambahnya. Dia menyatakan volume produksi pada Januari hingga Maret mengalami penurunan. Hal itu karena pada kuartal 4-2016 produksi SGRO naik tinggi. Selain itu, tanaman juga memasuki masa-masa low corp atau panen rendah sehingga mempengaruhi jumlah produksi. Pada Januari, SGRO memanen CPO sebanyak 40.000 ton, Februari sebanyak 25.500 ton, dan Maret sebanyak 18.300 ton. Jumlah produksi CPO pada kuartal I 2017 yakni 83.866 ton. Sementara itu, SGRO mencatatkan volume penjualan sampai kuartal I 2017 sebesar 85.700 ton. "Perbedaan antara volume produksi dan volume penjualan, karena ada barang yang masuk dalam inventory," katanya. (Kontan)
ROTI catatkan penurunan laba 67%. PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) mencatatkan penurunan pendapatan di kuartal pertama tahun 2017 sebesar 1,3% menjadi Rp 602 miliar di kuartal pertama tahun 2017. Sebelumnya di kuartal I-2016, ROTI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 610 miliar. Tak hanya pendapatan, laba anak perusahaan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) ini juga mencatatkan penurunan yang signifikan menjadi Rp 27 miliar di kuartal I-2017. Pada kuartal I-2016 yang lalu, laba ROTI mencatatkan penurunan sebesar 67% lantaran sebelumnya perusahaan mencatatkan laba sebesar Rp 86 miliar di tahun 2017 yang lalu. Sementara itu, beban pokok perusahaan mencatatkan peningkatan sebesar 5,8% ke angka Rp 303 miliar di kuartal 1 2017. Di kuartal pertama tahun sebelumnya, beban pokok penjualan ROTI adalah sebesar Rp 286 miliar. Dalam laporan keuangan ROTI yang dirilis Senin (3/7) retur penjualan Sari Roti meningkat cukup tajam sehingga menyebabkan penurunan yang signifikan dari pendapatan Sari Roti. Retur penjualan Sari Roti di kuartal 1 2017 adalah sebesar Rp 144 miliar atau meningkat sebesar 74% dibandingkan dengan kuartal 1 2017 yang berada do angka Rp 82 miliar. (Kontan)
Tunda proyek listrik, MYOH siapkan akuisisi baru. PT Samindo Resources Tbk (MYOH) bersiap mencari tambang batubara untuk diakusisi pada semester dua mendatang. Ahmad Zaki Natsir, Investor Relation MYOH, mengatakan, saat ini ada tiga tambang yang tengah dijajaki perusahaan. Ia menjelaskan, MYOH menyiapkan pendanaan US$ 100 juta untuk rencana akuisisi tersebut. Pendanaan ini akan diperoleh dari kas internal dan pinjaman eksternal. MYOH memprioritaskan tambang batubara berkalori medium di Kalimantan Timur. MYOH memang melakukan sejumlah diversifikasi bisnis untuk memperkuat kinerja. Selain menjajaki lini bisnis tambang batubara, perusahaan jasa pertambangan ini juga membidik proyek kelistrikan. Namun, Zaki mengatakan, rencana ekspansi proyek listrik nampaknya harus ditunda. Hal ini lantaran tender proyek pembangkit listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang diincar MYOH sudah berakhir. "Jadi tahun ini, belum ada tender baru yang akan kami ikuti," kata dia kepada KONTAN, belum lama ini. Ia mengatakan, ekspansi proyek listrik tetap akan dilakukan untuk jangka panjang. MYOH sudah menyiapkan pendanaan sekitar US$ 25 juta untuk mendapatkan porsi ekuitas pada partisipasi proyek pembangkit listrik. Perusahaan mengincar proyek-proyek PLTU berkapasitas 200 MW-500 MW, yang berlokasi di dekat wilayah basis operasi perusahaan. MYOH juga tetap menggeber pendapatan dari bisnis utamanya di bidang jasa pertambangan. Belum lama ini, MYOH mendapat kontrak baru dengan salah satu anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Dari kontrak baru tersebut, MYOH berpeluang mendapatkan tambahan volume batuan penutup sebesar 2,7 juta bcm pada akhir 2017. Dalam kontrak yang berlaku hingga 2019 itu, MYOH akan mendapatkan tambahan 6 juta bcm batuan penutup setiap tahunnya. Namun jumlah itu belum dapat terealisasi sepenuhnya di tahun ini, lantaran proyek tersebut baru akan dimulai pada pertengahan tahun. Sebelumnya, MYOH menargetkan total volume batuan penutup bisa mencapai 48 juta bcm di akhir 2017. Dengan tambahan kontrak baru, volume batuan penutup bisa naik menjadi 50,7 juta bcm, atau meningkat 5,6% dibandingkan dengan produksi tahun 2016. Hingga Mei lalu, total batuan penutup yang dihasilkan telah mencapai 19,4 juta bcm atau 40% dari target. Karena itu, MYOH akan mulai membeli peralatan untuk meningkatkan produksinya. "Dana untuk belanja peralatan diperkirakan mencapai US$ 10 juta," tandas Zaki. (Kontan)Stock Picks
3PTPP 3100‐3330. Pergeraka harga saham emiten jasa konstruksi, PT PP Tbk (PTPP), kemarin berhasil rebound terbatas
berusaha menembus resisten sederhana di kisaran Rp3230 hingga Rp3250. Harga sahamnya kemarin tutup di
Rp3230. Sejak akhir Mei lalu pergerakan harga sahamnya cenderung sideways di tengah ekspektasi positif atas
pertumbuhan kinerjanya tahun ini. Memasuki paruh kedua, sentimen pasar diperkirakan cenderung positif atas
saham emiten jasa konstruksi terkait pertumbuhan kinerjanya yang lebih kuat ketimbang di paruh pertama tahun ini.
Sejumlah proyek infrastruktur pemerintah menjadi andalan pertumbuhan kinerjanya. Secara technical saat ini support
di Rp3100 dengan target resisten kuat di Rp3330 apabila berhasil menembus Rp3250. Pasar yang bullish dan kondisi
makro ekonomi yang kondusif seperti ditandai dengan stabilitas pergerakan rupiah di kisaran Rp13300 turut memicu
sentimen positif atas saham sektor jasa konstruksi. Dalam waktu dekat pergerakan harga sahamnya akan ditopang
dengan rilis laba 2Q17. Perseroan hingga Mei 2017 berhasil membukukan kontrak baru Rp12,6 triliun melonjak 77%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,1 triliun. Kontrak baru tersebut terdiri dari kontrak yang
diperoleh sendiri oleh PTPP Rp10,9 triliun dan sisanya Rp1,7 triliun kontrak baru yang berasal dari anak usaha.
Realisasi kontrak baru hingga Mei tersebut mencerminkan pencapaian 31% terhadap target kontrak baru tahun ini.
Nilai kontrak terbesar diperoleh dari proyek PLTU di Meulaboh sebesar Rp10,9 triliun. Selain itu proyek Grand Satria
Bekasi senilai Rp677 miliar, pembangunan terminal Multipurpose dan proyek fasilitas pendukung pelabuhan Kuala
Tanjung Rp482,58 miliar. Proyek konstrusi gedung memberikan kontribusi terbesar mencapai 40% dari total kontrak.
Sisanya adalah proyek pembangunan jalan jembatan 13%, dan bangunan air 12%, dan EPC. Proyek yang berasal dari
pemerintah berkontribusi 13% terhadap total kontrak baru, proyek BUMN 69%, dan proyekswasta 18%. Target
kontrak baru tahun ini Rp40,6 triliun naik 25% dari realisasi 2016 sebesar Rp32,6 triliun. Sepanjang kuartal pertama
2017 (1Q17), pendapatan usaha tumbuh 12,7% mencapai Rp2,92 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp2,59 triliun.
Sedangkan laba bersih 1Q17 tumbuh 32,6% mencapai Rp130 miliar dibandingkan 1Q16 sebesar Rp98 miliar. Marjin
bersih 1Q17 mencapai 5,5% lebih tinggi dari 1Q16 sebesar 5%. Namun lebih rendah dari marjin bersih 2016 sebesar
6%. Sebelumnya perseroan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 30% mencapai Rp21,40 triliun. Hingga 1Q17
pencapaian pendapatan usaha baru mencerminkan 13,6% dari proyeksi pendapatan usaha tahun ini. Sedangkan laba
bersih tahun ini ditargetkan tumbuh 50% mencapai Rp1,53 triliun. Hingga 1Q17 pencapaian laba bersih baru
mencerminkan 8,5% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Mengingat pencapaian laba bersih 1Q17 yang masih di bawah
10% dari proyeksi laba bersih tahun ini dan turunnya marjin bersih, maka diperkirakan laba bersih tahun ini akan
mencapai Rp1,28 triliun turun dari proyeksi sebelumnya Rp1,53 triliun. Ini mencerminkan pertumbuhan 25,5% dari
laba 2016 sebesar Rp1 triliun. EPS tahun ini diperkirakan Rp207,13 turun dari proyeksi sebelumnya Rp247,60. Sesuai
dengan industrinya, target harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PE 19x dalam kondisi pasar
4
Stock Picks
UNTR 27800‐29400.
Harga saham United Tractors Tbk (UNTR) kemarin berhasil melanjutkan tren bullish
setelah sepanjang Juni lalu bergerak konsolidasi. Harga sahamnya kemarin berhasil break Rp27800 seiring
tren bullish atas harga komoditas energi dan perkebunan setelah harga minyak mentah berhasil rebound
pekan lalu hingga mencapai di atas USD46/barel. Saat ini secara technical pergerakan positif harga saham‐
nya akan kembali menguji resisten kuat di Rp29400 dengan support saat ini bergeser ke Rp27800. Dalam
waktu dekat sentimen pasar juga akan digerakkan dengan rilis laba 2Q17. Tahun ini kinerja perseroan akan
tumbuh kuat sebagaimana sudah mulai tercermin di 1Q17. Sepanjang 1Q17 laba bersih UNTR tumbuh
105% mencapai Rp1,5 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp730,51miliar. Pertumbuhan laba ini ditopang
kenaikan pendapatan bersih 28% mencapai Rp13,68 triiun berbanding Rp10,70 triliun di 1Q16. Laba bruto
naik 51% mencapai Rp2,86 triliun dengan marjin mencapai 20,9% naik dari periode yang sama 2016 sebe‐
sar 17,6%. Pertumbuhan penghasilan bersih 1Q17 dikontribusikan dari bisnis mesin konstruksi 35%, Kon‐
traktor Penambangan 46%, Pertambangan 15%, dan Industri Konstruksi 4%. Penghasilan dari bisnis Mesin
konstruksi mencapai Rp4,79 triliun naik 42% dibandingkan 1Q16 sebesar Rp3,37 triliun. Sedangkan dari bis‐
nis Kontraktor Penambangan penghasilan bersih tumbuh 12,8% mencapai Rp6,3 triliun dari Rp5,58 triliun di
1Q16. Sedangkan dari bisnis pertambangan, penghasilan bersih mencapai Rp2,08 triliun tumbuh 62,5% dari
1Q16 sebesar Rp1,28 triliun. Pertumbuhan bisnis Mesin Konstruksi ditopang kenaikan volume penjualan
alat berat Komatsu hingga 70% (yoy) mencapai 847 unit dibandingkan 1Q16 yang hanya 499 unit. Perse‐
roan menargetkan penjualan alat berat tahun ini mencapai 2500 unit naik 14,6%. Dari divisi Kontraktor
Penambangan, kenaikan penghasilan bersih hingga 12,8% ditopang peningkatan volume pekerjaan pemin‐
dahan tanah dari 165,4 juta bcm menjadi 169,7 juta bcm. Sedangkan dari divisi pertambangan, kenaikan
penghasilan bersih ditopang kenaikan penjualan batubara 9% mencapai 1,9 juta ton dari 1,8 juta ton dan
harga jual rata‐rata naik 62% menjadi Rp2,1 triliun. Tahun ini pendapatan bersih diperkirakan berpeluang
tumbuh 13% mencapai Rp51,46 triliun. Hingga 1Q17 pendapatan bersih telah mencapai 26,6% dari
proyeksi tahun ini. Sedangkan laba bersih tahun ini kami perkirakan bisa mencapai Rp5,92 triliun atau tum‐
buh 18%. Hingga 1Q17 pencapaian laba bersih telah mencerminkan 25,4% dari proyeksi laba bersih tahun
ini. EPS tahun ini diperkirakan mencapai Rp1586,5. Target harga sahamnya tahun ini kami perkirakan men‐
capai Rp31730 dengan PE 20x (pasar bullish). Dari harga saat ini di Rp28500 ada ruang penguatan 11%.
Maintain Buy, SL 25900
5
Stock Picks
PGAS 2300‐2400.
Harga saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kemarin berhasil rebound setelah
mengalami tekanan jual sejak pertengahan Juni lalu. Harga sahamnya kemarin berhasil menembus Rp2300
dan mengindikasikan terbentuknya sinyal bullish reversal, ditutup di Rp2330. Aksi beli balik seiring respon
atas kenaikan harga minyak mentah pekan kemarin hingga 7% lebih di atas USD46/barel. Pergerakan harga
saham perseroan selama ini sangat dipengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia yang sebelumnya
bergerak bearish hingga sempat di bawah USD43/barel (22/6). Secara technical saat ini support di kisaran
Rp2250 hingga Rp2300 dan penguatan akan menguji resisten terdekat di Rp2400 hingga Rp2450. Tahun ini
harganya tertinggi sempat mencapai Rp3020 (6/2). Laba bersih perseroan sepanjang 1Q17 mencapai
USD96,8 juta turun 3,83% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar USD100,65 juta. Sedangkan
pendapatan bersih 1Q17 mencapai USD746 juta naik dibandingkan 1Q16 sebesar USD720 juta. Volume gas
distribusi sepanjang 1Q17 mencapai 816 MMscfd naik dibandingkan 1Q16 sebesar 797 MMscfd dan
volume transimisi sebesar 726 MMscfd turun dibandingkan 1Q16 846 MMscfd. Sepanjang 1Q17,
infastruktur pipa gas PGAS bertambah sepanjang lebih dari 252 km dan saat ini mencapai 7278 km atau
setara 80% pipa gas bumi hilir nasional. Perseroan memasok gas bumi ke 1652 industri besar dan
pembangkit listrik, 1929 pelanggan komersial dan UKM, dan 204.000 pelanggan rumah tangga. Tahun ini,
diperkirakan pendapatan bersih naik 7,8% mencapai USD3,16 miliar. Sedangkan laba bersih diperkirakan
mencapai USD426,47 juta atau naik 40%. Ini mencerminkan EPS proyeksi tahun ini sebesar USD0,017 atau
setara Rp226 dengan kurs 1USD=Rp13300. Hingga 1Q17 pencapaian laba bersih masih mencerminkan
22,7% dari proyeksi laba bersih tahun ini. Perseroan tahun ini mengalokasikan capex sebesar USD500 juta
yang diperuntukan bagi kegiatan‐kegiatan pengembangan jaringan pipa gas distribusi dan transmisi.
Sebelumnya diperkirakan harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 14x (E/17) atau mencapai
Rp3164. Maintain Buy, SL 2200
Selasa, 04 Juli 2017
Saham Pilihan
ASII 87000-9000 Buy, SL 8300
BDMN 5100-5500 Buy, SL 5000
INDF 8600-8900 TB, SL 8200
CPIN 3200-3380 TB, SL 3050
ADRO 1560-1670 TB, SL 1540
LSIP 1390-1450 TB, SL 1300
MEDC 2250-2550 Buy, SL 2200
Stock View
6
Selasa, 04 Juli 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5910.24 5936.58 5962.93 5857.55 5804.86
PERKEBUNAN AALI 14825 14,900.00 14,975.00 14,725.00 14,625.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 238 244.67 251.33 234.67 231.33 LSIP 1410 1,420.00 1,430.00 1,390.00 1,370.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 1995 2,018.33 2,041.67 1,983.33 1,971.67 SIMP 555 561.67 568.33 546.67 538.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 218 222.67 227.33 214.67 211.33PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1630 1,655.00 1,680.00 1,585.00 1,540.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 374 392.00 410.00 358.00 342.00 DEWA 50 52.00 54.00 49.00 48.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2010 2,033.33 2,056.67 1,993.33 1,976.67 ITMG 17800 18,283.33 18,766.67 17,183.33 16,566.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 12050 12,183.33 12,316.67 11,833.33 11,616.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1030 1,046.67 1,063.33 1,021.67 1,013.33
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 83 85.00 87.00 81.00 79.00
ELSA 278 282.00 286.00 276.00 274.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2500 2,500.00 2,500.00 2,500.00 2,500.00 MEDC 2330 2,376.67 2,423.33 2,286.67 2,243.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 700 711.67 723.33 691.67 683.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 1880 1,901.67 1,923.33 1,866.67 1,853.33 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 735 750.00 765.00 725.00 715.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18675 18,983.33 19,291.67 18,358.33 18,041.67 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 760 768.33 776.67 753.33 746.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10200 10,316.67 10,433.33 10,041.67 9,883.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 103 104.33 105.67 102.33 101.67 JPRS 137 140.33 143.67 135.33 133.67 KRAS 620 626.67 633.33 611.67 603.33 PAKAN TERNAK CPIN 3300 3,350.00 3,400.00 3,200.00 3,100.00 JPFA 1405 1,430.00 1,455.00 1,370.00 1,335.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8775 8,958.33 9,141.67 8,658.33 8,541.67 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1055 1,086.67 1,118.33 1,036.67 1,018.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8800 8,866.67 8,933.33 8,691.67 8,583.33 INDF 8775 8,833.33 8,891.67 8,658.33 8,541.67 MYOR 2200 2,220.00 2,240.00 2,170.00 2,140.00 ROTI 1220 1,245.00 1,270.00 1,200.00 1,180.00 GGRM 81300 82,150.00 83,000.00 79,600.00 77,900.00 INAF 2920 2,990.00 3,060.00 2,850.00 2,780.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2890 2,936.67 2,983.33 2,846.67 2,803.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1655 1,671.67 1,688.33 1,621.67 1,588.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 189 190.67 192.33 186.67 184.33 ASRI 320 322.00 324.00 318.00 316.00 BKSL 72 74.00 76.00 71.00 70.00 BSDE 1870 1,883.33 1,896.67 1,848.33 1,826.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1230 1,236.67 1,243.33 1,226.67 1,223.33 CTRA 1180 1,200.00 1,220.00 1,155.00 1,130.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 326 328.67 331.33 322.67 319.33 MDLN 286 294.00 302.00 274.00 262.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2120 2,166.67 2,213.33 2,096.67 2,073.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 113 117.33 121.67 110.33 107.67 PTPP 3230 3,250.00 3,270.00 3,190.00 3,150.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 635 645.00 655.00 630.00 625.00 TOTL 745 750.00 755.00 735.00 725.00 WIKA 2220 2,246.67 2,273.33 2,196.67 2,173.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2350 2,376.67 2,403.33 2,296.67 2,243.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1375 1,375.00 1,375.00 1,375.00 1,375.00 JSMR 5375 5,458.33 5,541.67 5,258.33 5,141.67 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3310 3,393.33 3,476.67 3,243.33 3,176.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6475 6,633.33 6,791.67 6,283.33 6,091.67 TLKM 4790 4,880.00 4,970.00 4,610.00 4,430.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 350 353.33 356.67 345.33 340.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 360 362.67 365.33 358.67 357.33 WINS 286 286.67 287.33 284.67 283.33 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 780 796.67 813.33 771.67 763.33 BANK BBCA 18500 18,641.67 18,783.33 18,216.67 17,933.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 635 638.33 641.67 628.33 621.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6600 6,683.33 6,766.67 6,533.33 6,466.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15500 15,675.00 15,850.00 15,150.00 14,800.00 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2600 2,633.33 2,666.67 2,563.33 2,526.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5150 5,283.33 5,416.67 5,033.33 4,916.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2210 2,250.00 2,290.00 2,160.00 2,110.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 13500 13,775.00 14,050.00 12,950.00 12,400.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1245 1,273.33 1,301.67 1,193.33 1,141.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6575 6,700.00 6,825.00 6,425.00 6,275.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 260 266.67 273.33 256.67 253.33 UNTR 28850 29,808.33 30,766.67 27,033.33 25,216.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6700 6,858.33 7,016.67 6,583.33 6,466.67 RALS 1145 1,206.67 1,268.33 1,106.67 1,068.33
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1780 1,838.33 1,896.67 1,738.33 1,696.67 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 73 77.00 81.00 70.00 67.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Selasa, 04 Juli 2017
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.