DAILY HIGHLIGHT MNC Sekuritas Research Division 7 Agustus 2017
Teks penuh
Dokumen terkait
Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga kuartal 3/2019 menjadi sebesar Rp14,9 juta, atau turun tajam -98,33% dari
Pada kuartal III-2017 Perseroan mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp2 triliun atau naik 24% YoY dari Rp1.62 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya yang
Hingga akhir kuartal 3/2020, perseroan membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$5,37 juta atau turun tajam -147.56% berbanding
Laporan keuangan perseroan menyebutkan, pendapatan bersih naik tipis menjadi Rp6.47 triliun dari pendapatan bersih Rp6.43 triliun tahun sebelumnya dan Laba bruto turun menjadi
Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp72.13 miliar atau sekitar 12% dari pencapaian laba bersih tahun buku 2016 senilai Rp605 miliar.. Rapat umum pemegang saham tahunan
Perseroan berharap bisa meraih pendapatan hingga akhir 2017 sebesar Rp1.51 triliun atau tumbuh 20% dibandingkan akhir tahun lalu dimana pendorong utama masih dari
Namun, rugi bersih perseroan justru membengkak 578% dari Rp23 miliar menjadi Rp156 miliar dimana rugi tersebut semata disebabkan karena kinerja lini bisnis
Menurut keterangan Perseroan, obligasi ini terdiri dari tiga seri yakni seri A sebesar Rp802 miliar dengan bunga 6.75% per tahun dengan jangka waktu 370 hari, seri B dengan nilai