• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT KOTA MATARAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT KOTA MATARAM"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT

KOTA MATARAM 2016-2021

INSPEKTORAT KOTA MATARAM

2016

(2)

akhirnya Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021 dapat disajikan untuk memberikan gambaran mengenai rencana kinerja yang akan dilakukan yang dapat diukur baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam kurun waktu 2016-2021.

Rencana Strategis 2016-2021 pada hakikatnya merupakan perwujudan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah berdasarkan suatu sistem akuntabilitas yang memadai dalam periode tersebut. Untuk meningkatkan daya guna dan peningkatan kinerja, Inspektorat Kota Mataram secara bertahap berupaya untuk mengembangkan kualitas implementasi pelaporan kinerja dengan memperhatikan kriteria komponen-komponen perencanaan, memanfaatkan sistem pengukuran kinerja untuk monitoring kegiatan dan meningkatkan mutu informasi dalam laporan kinerja.

Dengan telah disusunnya Rencana Strategis ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak terkait, khususnya Inspektorat Kota Mataram sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerjanya.

Mataram, Februari 2016 Inspektur Kota Mataram,

Ir. H. Makbul Ma’shum, MM Pembina Utama Muda (IV/c)

(3)

B A B I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, perencanaan strategik merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategik, sehingga dengan pendekatan perencanaan strategik yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah dapat lebih menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerjanya.

Terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa, profesional dan bertanggungjawab yang diwujudkan dengan sosok dan perilaku birokrasi yang efisien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat merupakan sasaran dari penyelenggaraan Rencana Strategis tahun 2016-2021 Inspektorat Kota Mataram.

Program peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara merupakan salah satu program dari Kementerian Negara PAN yang bertujuan menyempurnakan dan mengefektifkan sistem pengawasan dan audit, serta system akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (sistem AKIP) dalam mewujudkan aparatur yang bersih. Sasaran yang akan dicapai adalah terwujudnya sistem pengawasan dan audit, serta system akuntabilitas kinerja yang efektif dan akuntabel di lingkungan aparatur negara.

Peningkatan pengawasan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan intensitas dan kualitas pelaksanaan pengawasan; menata dan menyempurnakan kebijakan sistem struktur kelembagaan dan prosedur

(4)

pengawasan yang independen, efektif, efisien, transparan dan terukur; menindaklanjuti temuan pengawasan; meningkatkan koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif (aparat pengawasan instansi pemerintah, sistem pengendalian manajemen); mengembangkan penerapan pengawasan berbasis kinerja, dan mengembangkan profesionalitas tenaga pemeriksa; mengembangkan dan meningkatkan sistem informasi Aparat Pengawas Fungsional Pemerintah (APFP) dan perbaikan kualitas informasi hasil pengawasan, kode etik dan standar audit; melakukan evaluasi berkala atas kinerja dan temuan hasil pengawasan dan meningkatkan koordinasi antar aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan hasil pengawasan baik internal maupun eksternal. Selain itu dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2009 tentangJabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan Angka Kreditnya, diharapkan dapat menjadi motivator bagi para aparatur pengawasan untuk lebih meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan kualitas pengawasan.

Uraian yang telah disebutkan di atas merupakan salah satu pelaksanaan dari fungsi manajemen yaitu pengawasan. Pengertian pengawasan tersebut perlu ditanamkan kepada setiap pejabat pemerintah dan masyarakat untuk menjamin terlaksananya perencanaan suatu kegiatan yang telah ditetapkan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Setiap pejabat pemerintah dan masyarakat diharapkan turut berpartisipasi dalam mewujudkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Penyusunan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021 merupakan pemenuhan kebutuhan aspek perencanaan kebijakan pelaksanaan tugas dalam kurun waktu 5tahun ke depan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pasal 19 ayat (4) serta dalam rangka mensinergiskan dan menselaraskan kebijakan Walikota Mataram terpilih yang

(5)

tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 03 Tahun 2014 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Kota Mataram Tahun 2016-2021 yang merupakan instrumen untuk mengukur tingkat pencapaian kinerja kepala SKPD selama 5 (lima) tahun.

Inspektorat sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah wajib membuat Rencana strategis (Renstra) Inspektorat Kota Mataram 2016-2021 dalam rangka menuangkan programdan kegiatan dalam rangka menunjang implementasi kebijakan dengan menselaraskan sasaran strategisnya khususnya aspek pengawasan pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam misi ke-5 (lima) Pemerintah Kota Mataram yaitu Meningkatkan keandalan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan kepemerintahan yang baik (Good

Governance).

Dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014 jo. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, yang mengamanatkan harmonisasi rencana pembangunan yang terintegrasi baik dari tingkat pusat, tingkat provinsi maupun tingkat Kota Mataram.

Inspektorat Kota Mataram sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berdasarkan Peraturan Walikota Mataram Nomor 35 Tahun 2011 tentang rincian tugas pokok, fungsi dan wilayah kerja Inspektorat Kota Mataram, mempunyai tugas pokok melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Dalam kaitan tersebut Inspektorat Kota Mataram tentunya harus dapat melakukan tindakan koreksi atas penyimpangan yang dilakukan terhadap pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah apabila tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

(6)

Paradigma Inspektorat saat ini adalah sebagai sebagai Catalyst dengan menjalankan fungsi Quality Assurance atau penjamin mutu, dan Consulting

Partner atau sebagai konsultan dengan menjalankan fungsi Early Warning System atau sebagai peringatan dini sebelum dilakukan pemeriksaan oleh

eksternal. Dengan perubahan paradigma, yang tadinya sebagai pemeriksa (Watchdog) saat ini Inspektorat lebih ditekankan melakukan pembinaan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Hal tersebut sangat perlu dilakukan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih di lingkungan PemerintahKota Mataram.

Dalam melaksanakan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Inspektorat berkoordinasi dan berkonsultasi baik dengan Inspektorat Provinsi Nusa Tenggara Barat, selaku unsur pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerahtingkat provinsi maupun BPKP Perwakilan Nusa Tenggara Barat.

Di era reformasi sekarang ini peranan Inspektorat selaku pengawas internal pemerintah dituntut dapat berperan maksimal dalam tugas pokok dan fungsinya, untuk menjawab semua itu diperlukan suatu perencanaan strategis Inspektorat yang diharapkan dapat memberikan arah peningkatan kinerja dalam lima tahun kedepan (2016-2021). Renstra Inspektorat ini disusun untuk menjadi acuan pokok penyusunan Rencana Kerja Tahunan Inspektorat, Dokumen Pelaksanaan Anggaran, Penetapan Kinerja, dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2016 sampai dengan 2020.

(7)

1.2 Landasan Hukum

Dalam penyusunan Renstra SKPD Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021mengacu pada peraturan perundang-undangan sebagai rujukan, yakni : 1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional.

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).

3. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Negara dan Daerah.

4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata cara Penyelenggaraan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tahapan dan Tata cara Penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah.

11. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram.

(8)

12. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 8 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Mataram Tahun 2005-2025.

13. RPJMD Kota Mataram Periode 2016-2021.

1.3 Maksud dan Tujuan 1. Maksud

Maksud Penyusunan Renstra SKPD ini adalah tersedia dan tersusunnya dokumen perencanaan dan menyediakan tolak ukur serta alat bantu bagi unit-unit kerja yang ada pada lingkungan SKPD Inspektorat Kota Mataram secara konsukwen dan konsisten menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi.

2. Tujuan

a. Sedangkan tujuan penyusunan adalah tersedianya suatu dokumen strategik dan komprehensif;

b. Untuk lebih memantapkan terselengaranya kegiatan dalam mendukung suksesnya pencapaian sasaran pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD;

c. Sebagai pedoman/acuan perencanaan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan daerah dibidang perencanaan pembangunan;

d. Memudahkan pemangku kebijakan dan instansi terkait dalam mengambil keputusan;

e. Merupakan komitmen bersama dalam melaksanakan program-program dan kegiatan pembangunan;

f. Merumuskan kebijakan dan program strategis guna meningkatkan kinerja pembangunanan.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan renstra SKPD Inspektorat Kota Mataram disusun sebagai berikut :

(9)

Menjelaskan tentang latar belakang, dasar hukum penyusunan, maksud dan tujuan, serta sistematika penulisan.

Bab II Gambaran Pelayanan SKPD

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Memuat penjelasan umum tentang dasar hokumpembentukan Inspektorat Kota Mataram, strukturorganisasi Inspektorat Kota Mataram, serta uraian tugasdan fungsi sampai dengan dua eselon dibawah kepalaInspektorat Kota Mataram.

2.2. Sumber Daya SKPD

Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber dayayang dimiliki inspektorat Kota Mataram dalam menjalankantugas dan fungsinya, mencakup sumber daya manusia.

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD

Bagian ini menunjukkan tingkat capaian kinerjaInspektorat Kota Mataram berdasarkan sasaran/targetRenstra Inspektorat Kota Mataram periode sebelumnya.

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD Bagian ini mengemukakan hasil analisis yang berimplikasi sebagai tantangan dan peluang bagi pengembangan pelayananInspektorat Kota Mataram pada lima tahun mendatang.

Bab III Isu – Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tupoksi Pelayanan SKPD

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan Inspektorat Kota Mataram beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program KDH dan Wakil KDH

Bagian ini mengemukakan apa saja tugas dan fungsi Inspektorat Kota Mataram yang terkait dengan visi, misi, serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih. 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

(10)

Bagian ini mengemukakan apa saja faktor-faktor penghambat ataupun faktor-faktor pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L ataupun Renstra SKPD provinsi/kota.

3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pada bagian ini dikemukakan apa saja faktor-faktor penghambat dan pendorong dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS.

3.5. Penentuan Isu – isu Strategis

Pada bagian ini direviu kembali faktor-faktor dari pelayanan SKPD yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD. Selanjutnya dikemukakan metoda penentuan isu-isu strategis dan hasil penentuan isu-isu strategis tersebut.

Bab IV Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis dan Kebijakan 4.1. Visi dan Misi SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD beserta penjelasannya.

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD. Pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD beserta indikator kinerjanya. 4.3. Strategi dan Kebijakan SKPD

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang.

Bab V Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dankegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif

(11)

(Perumusan rencana program, kegiatan,indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaanindikatif).

Bab VI Indikator Kinerja SKPD Yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaranRPJMD.

(12)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN

INSPEKTORAT KOTA MATARAM

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Tugas Inspektorat

Sesuai pasal 3 Peraturan Walikota Mataram Nomor 35 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kota Mataram, tugas pokok Inspektorat adalah melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pembinaan dan pengawasan.

Fungsi Inspektorat

Adapun fungsi Inspektorat adalah sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah;

b. Pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengawasan dan pemeriksaan;

c. Pelaksanaan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai tugas dan fungsinya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Inspektorat selalu berpedoman pada norma pengawasan sebagaimana diatur dalam pasal 36 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Daerah yang menggariskan bahwa norma pengawasan adalah :

a. Obyektif, profesional, independen dan tidak mencari-cari kesalahan; b. Terus menerus untuk memperoleh hasil yang berkesinambungan; c. Efektif untuk menjamin adanya tindakan koreksi yang cepat dan tepat; d. Mendidik dan dinamis.

(13)

Struktur Organisasi pada Inspektorat Kota Mataram

Struktur Organisasi Inspektorat Kota Mataram sesuai Perda Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram terdapat 9 Jabatan Struktural terdiri dari 1 (satu) Jabatan Eselon IIb, 5 Jabatan Eselon IIIa, dan 3 Jabatan Eselon IVa yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 2.1

Data Susunan Organisasi Inspektorat Kota Mataram

No Jabatan Esselon Keterangan

1 Inspektur II.B Kepala Inspektorat Kota Mataram (Pimpinan)

2 Sekretaris III.A Memimpin Sekretariat Inspektorat Kota

Mataram, yang membawahi Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dan Sub Bagian Keuangan

3 Kasubbag Perencanaan dan Pelaporan

IV.A Pelaksana Bidang Perencanaan dan

Pelaporan

4 Kasubbag Keuangan IV.A Pelaksana Bidang Keuangan

5 Kasubbag Umum dan

Kepegawaian

IV.A Pelaksana Bidang Umum dan Kepegawaian

6 Inspektur Pembantu Wilayah I III.A Pelaksana Teknis yang melakukan

pemeriksaan dan pembinaan pada wilayah kerja I, yaitu :

1. Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela, termasuk kelurahannya; 2. Sekretariat Daerah;

3. Sekretariat DPRD; 4. Dinas Pehubungan ; 5. Dinas Tata Kota;

6. Badan Ketahan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Perikanan ( BKP5 );

7. SD, SMP, SMA, SMK di wilayah Kecamatan Ampenan dan Sekarbela; 8. Pasar di wilayah Kecamatan Ampenan dan

Sekarbela.

7 Inspektur Pembantu Wilayah II III.A Pelaksana Teknis yang melakukan

pemeriksaan dan pembinaan pada wilayah kerja II, yaitu:

1. Kecamatan Mataram, termasuk

kelurahannya;

2. Dinas Pekerjaan Umum;

3. Dinas Pehubungan dan Dinas Tata Kota; 4. Dinas Kebersihan;

5. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Pedagangan;

6. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana;

7. Kantor Satuan Polisis Pamong Praja; 8. Kantor Lingkungan Hidup;

(14)

9. SD, SMP, SMA, SMK di wilayah Kecamatan Mataram;

10. Pasar di wilayah Kecamatan Mataram.

8 Inspektur Pembantu Wilayah III III.A Pelaksana Teknis yang melakukan

pemeriksaan dan pembinaan pada wilayah kerja III, yaitu:

1. Kecamatan Cakranegara, termasuk kelurahan yang berada di bawahnya; 2. Dinas Kesehatan;

3. Dinas Pendapatan;

4. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

5. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata; 6. Badan Kepegawaian Daerah; 7. Badan Pemberdayaan Masyarakat; 8. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah; 9. Kantor Pemadam Kebakaran;

10. SD, SMP, SMA, SMK di wilayah Kecamatan Cakranegara;

9 Inspektur Pembantu Wilayah IV III.A Pelaksana Teknis yang melakukan

pemeriksaan dan pembinaan pada wilayah kerja IV, yaitu :

1. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora);

2. Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan;

3. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi;

4. Dinas Pertamanan;

5. Badan Kesatuan Bangsan dan

Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas);

6. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda);

7. Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu (KPPT);

8. SD, SMP, SMA, SMK di wilayah

Kecamatan Selaparang dan

Sandubaya;

9. Pasar di wilayah Kecamatan Selaparang dan Sandubaya.

Selain Jabatan Struktural diatas, pada Inspektorat Kota Mataram juga terdapat jabatan fungsional. Kelompok jabatan fungsional sesuai tugas pokok dan fungsi Inspektorat terdiri dari jabatan Jabatan Fungsional Auditor (KEPMENPAN 19/1996 jo KEPMENPAN 220/M.PAN/7/2008) dan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah disebut juga Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintahan (PERMENPAN 15/2009).

Jabatan Fungsional Auditor (JFA) maupun Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD)

(15)

merupakan jabatan karier, yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

JFA termasuk dalam rumpun jabatan akuntansi dan anggaran, sehingga tugas pokoknya meliputi kegiatan audit, evaluasi, reviu, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain di bidang keuangan. Sedangkan P2UPD termasuk dalam rumpun politik dan hubungan luar negeri yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang melakukan kegiatan perngawasan atas penyelenggaraan teknis urusan pemerintahan di daerah, di luar pengawasan keuangan, yang meliputi pengawasan atas pembinaan pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan, pengawasan atas peraturan daerah dan peraturan kepala daerah, pengawasan atas tugas dekonsentrasi dan tugas pembantuan, pengawasan untuk tujuan tertentu dan evaluasi penyelenggaraan teknis pemerintahan di daerah.

Instansi pembina JFA adalah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sedangkan instansi pembina JFPP adalah Departemen Dalam Negeri (DDN). JFA terdiri dari Auditor Trampil dan Auditor Ahli. Jenjang jabatan dan pangkat masing-masing sebagai berikut: 1) Auditor Trampil:

 Auditor Pelaksana (II/c – II/d);

 Auditor Pelaksana Lanjutan (III/a – III/b);  Auditor Penyelia (III/c – III/d).

2) Auditor Ahli:

 Auditor Pertama (III/a – III/b);  Auditor Muda (III/c – III/d);  Auditor Madya (IV/a – IV/c);  Auditor Utama (IV/d – IV/e).

Kemudian Jenjang jabatan dan pangkat P2UPD dengan Instansi Pembina Kementrian Dalam Negri, yaitu sebagai berikut:

1) Pengawas Pemerintah Pertama (III/a – III/b); 2) Pengawas Pemerintah Muda (III/c – III/d)

(16)

3) Pengawas Pemerintahan Madya (IV/a – IV/c).

Penetapan jenjang pangkat dan jabatan untuk masing masing pengawas berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki dan harus mengikuti diklat fungsional pengawas pemerintahan sesuai kualifikasi yang ditetapkan instansi pembina.

Untuk lebih jelasnya Struktur Organisasi Inspektorat Kota Mataram dapat dilihat pada gambar 1 berikut :

Struktur Organisasi Inspektorat

Inspektur Sekretariat Irban IV Irban III Irban II Irban I Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan

Sub Bagian Keuangan

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kelompok Jabatan Fungsional Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor Jabatan Fungsional Pengawas Pemerintah dan Auditor

(17)

2.2 Sumber Daya

2.2.1 Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat Kota Mataram, Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia pada Tahun 2016 adalah sebanyak 51 Pegawai, dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 2.2

Data Jumlah Pegawai Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016

Jumlah Pegawai menurut Golongan

Jumlah Pegawai Menurut Pendidikan

Jumlah Pegawai Menurut Diklat Profesi GOL. Jumlah PENDIDIKAN Jumlah Jenjang Jumlah

IV S-2 9 Pertama 6 III S-1 27 Muda 3 II Diploma 1 Madya 11 I SLTA 6 SLTP SD Jumlah 43 20

Sedangkan kondisi Pegawai Non PNS pada Inspektorat kota Mataram Tahun 2016 terdiri dari:

 2 orang tenaga yang bertugas sebagai penjaga malam;  2 orang tenaga sopir;

 1 orang tenaga pengantar surat;  3 orang pramu kantor.

(18)

2.2.2 Data Sarana dan Prasarana

Untuk kelancaran pelaksanaan tugas Inspektorat Kota Mataram dalam menunjang program pembangunan daerah Kota Mataram didukung oleh sarana penunjang seperti tabel berikut ini:

Tabel 2.3

Data Sarana dan Prasarana Penunjang Inspektorat Kota Mataram

No Jenis Barang Jumlah Kondisi pada Tahun 2016 Baik Kurang Baik 1 Bangunan Gedung Kantor Permanen 1 1 2 Bangunan Garasi/Pool lain-lain 1 1 3 Bangunan Gedung tempat ibadah permanen 1 1

4 Kendaraan Dinas Roda 2

17 17

5 Kendaraan Dinas Roda 4 5 5 6 Wireless 1 1 7 Mesin Ketik 4 4 8 Laptop 16 11 5 9 Komputer 20 11 9 10 Printer 22 9 13 11 Peralatan personal komputer lain-lain 3 1 2 12 AC 9 8 1 13 Lemari Kayu 13 13 14 Bufet kayu 1 1 15 Rak Kayu 6 2 4

(19)

16 Meja Rapat 11 11

17 Meja Tulis 66 10 56

18 Meja Kerja Pejabat Eselon II

1 1

19 Meja Kerja Pejabat Eselon III

1 1

20 Meja Komputer 5 5

21 Meja Kerja pegawai non struktural

10 10

22 Kursi tamu 2 2

23 Kursi Putar 6 6

24 Kursi lipat 37 37

25 Kursi Pejabat Eselon 8 8

26 Kursi kerja pegawai non struktural 10 10 27 Kipas Angin 10 3 7 28 Televisi 3 3 29 Amplifiler (TOA) 1 1 30 Laoud speaker 2 2 31 Sound system 1 1 32 Microphone 1 1 33 Microphone Table Stand 2 2 34 Microphone Floor Stand 1 1 35 Tustel 1 1 36 Handy cam 1 1

37 Alat rumah tangga lain-lain (speaker aktiv)

2 2

(20)

39 Unintemuptible power supply 6 6 40 Profesional Sound System 1 1 41 Layar film 1 1 42 Pesawat Telpon 2 2

2.3 KINERJA PELAYANAN INSPEKTORAT KOTA MATARAM

Inspektorat daerah mempunyai fungsi perencanaan program pengawasan, perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan, pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan, pemeriksaan serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota di Bidang Pengawasan.

Berdasarkan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011- 2015, Inspektorat telah melaksanakan kegiatan pemeriksaan sebagai berikut:

Tabel. 2.4

Data Kegiatan Pemeriksaan Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011-2015

Jenis Pemeriksaan

2011 2012 2013 2014 2015

Komprehensif 43 obrik 47 obrik 30 obrik 76 obrik 6 obrik

Khusus - - 1 obrik 35 obrik

Pembinaan - 34 obrik 64 obrik 43 obrik

(21)

Tabel 2.5

Data Anggaran dan Realisasi Belanja Pendanaan Pelayanan Inspektorat Kota Mataram Tahun 2011-2015

No Tahun

Anggaran Alokasi Anggaran

Realisasi Anggaran Persentase Realisasi Anggaran Keuangan (%) Fisik (%) 1 2011 3.778.716.174 3.182.243.124 84,21 100 2 2012 4.239.761.086 3.898.369.618 91,95 100 3 2013 4.236.788.296 3.945.777.356 93,13 100 4 2014 4.964.283.118 4.516.925.429 90,99 100 5 2015 5.777.026.445 5.510.437.408 95,39 100 Tabel 2.6

Data Target dan Realisasi Keuangan Program/Kegiatan Inspektorat Kota Mataram periode Renstra 2011-2015

Uraian 2011 2012 2013 2014 2015

Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Target Realisasi Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

100 83 100 93,12 100 93,96 100 84,60 100 95,51

Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur 100 99 100 90,48 100 96,06 100 87,17 100 97,78 Program Peningkatan disiplin aparatur - - 100 100 - - - - 100 100 Program peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan

100 97 100 87,61 100 82,54 100 65,74 100 88,39 Program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH 100 85 100 93,81 100 90,52 100 89,38 100 91,09 Program Peningkatan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan

(22)

Program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan

- - - 100 95,18

Tabel 2.7

Realisasi Kinerja Tahun 2015 serta Capaian Kinerja Tahun 2015 dengan Tahun Lalu dan Beberapa Tahun Terakhir

Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Realisasi

Kinerja Capaian Kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja Realisasi Kinerja Capaian Kinerja Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kota Mataram Persentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan : a. BPK b.Inspektorat Kota Mataram a.81,45%

b.53,01% a.100% b.100% a.64,67% b.52,28% a.100% b.100% a.71,25% b.50,18% a.100% b.100% a.88,73% b.76,94% a.100% b.100% a.89,70% b.83,94% a.100% b.100% Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Mataram Persentase hasil evaluasi SAKIP SKPD yang mendapat nilai baik (minimal B) 0 0 44% 100% 15% 100% 23% 100% 76% 100% Meningkatnya akuntabilitas keuangan di lingkungan pemerintah Kota Mataram Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah WDP 100% WDP 100 WDP 100 WDP 100 WTP 100 Meningkatnya aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi Jumlah aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang memiliki standar kompetensi. 17 100% 19 100% 19 100% 19 100% 19 100%

Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa dari Tahun 2011 sampai dengan Tahun 2015, Realisasi masing-masing Indikator kinerja dari Inspektorat Kota Mataram mendapatkan capaian kinerja 100% dengan katagori sangat memuaskan. Kecuali pada Tahun 2011, indikator persentase hasil evaluasi SAKIP SKPD yang mendapat nilai minimal B, tidak memiliki realisasi capaian kinerja atau kineja nol SKPD, karena pada Tahun 2011 Inspektorat Kota Mataram belum melaksanakan evaluasi SAKIP untuk SKPD di lingkup pemerintah Kota Mataram. Namun secara keseluruhan Tabel tersebut

(23)

menunjukkan bahwa Inspektorat Kota Mataram telah berhasil mencapai sasaran strategis yang direncanakan setiap tahunnya.

2.1 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Mataram, dimana salah satu Misi Kota Mataram adalah Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good

Governance) maka pengaruh lingkungan eksternal yang meliputi

peluang dan tantangan adalah sebagai berikut :

2.3.1 Tantangan

Berdasarkan isu-isu yang berkembang di masyarakat, dapat diidentifikasikan tantangan-tantangan yang dihadapi Inspektorat Kota Mataram dalam melaksanakan program dan kegiatan, yaitu:

1. Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik;

2. Pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan, dan pemerataan;

3. Pemeliharaan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah serta antar Daerah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap Aparat Pengawasan dan Pemerintah Daerah pada umumnya;

5. Kurangnya tanggapan Objek Pemeriksaan terhadap Penyelesaian Tindak Lanjut hasil pemeriksaan;

6. Semakin pesatnya perkembangan sistem dan prosedur baru pada pengelolaan keuangan maupun kinerja SKPD.

(24)

2.3.2. Peluang

Secara umum terdapat 4 (empat) peluang yang mendukung pelaksanaan program dan kegiatan Inspektorat Kota Mataram dalam 5 tahun ke depan, yaitu:

1. Munculnya mandat penguatan peran Inspektorat

Mandat adalah pendelegasian kewenangan yang diterima oleh organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Penguatan peran Inspektorat ini tidak terlepas dari mandat yang diterima dengan terbitnya beberapa peraturan perundang-undangan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Pasal 26 dimana Inspektorat Kabupaten/Kota melakukan pengawasan terhadap:

a) pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten/kota;

b) pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan kelurahan;

c) pelaksanaan urusan pemerintahan kelurahan.

2. Komitmen Pemerintah terhadap Tata Pemerintahan yang baik yang belum berjalan dengan optimal

Perkembangan paradigma dalam penyelenggaraan kepemerintahan dari tata kelola pemerintahan yang tertutup, tidak partisipatif, dan dominan menjadi tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif menjadi tuntutan publik yang harus disikapi oleh pemerintah. Perubahan penyelenggaraan kepemerintahan tersebut diharapkan dapat memuaskan semua komponen masyarakat dalam pelayanan publik maupun kinerja pemerintah.

(25)

Komitmen pemerintah tersebut diikuti dengan terbitnya paket Undang-undang Keuangan Negara (Undang-Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004, dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004) supaya pengelolaan keuangan Negara/daerah akuntabel, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP, dan PeraturanPemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Upaya untuk mewujudkan tata kelola keuangan daerah sebagai bagian dari Good Governance perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah, melalui (1) menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan; (2) meraih opini WTP; (3) senantiasa melakukan antisipasi terhadap perubahan Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021 dan (4) perlunya penguatan peran Inspektorat.

3. Kompetensi dan Profesionalisme Sumber Daya Manusia yang diperkuat

Faktor sumber daya manusia memegang peranan penting dalam membentuk para pengawas ( PFA dan P2UPD) yang memiliki integritas dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas operasional pengawasan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia tidak hanya terletak pada sisi kualitas namun juga sisi kuantitas, untuk meningkatkan kuantitas bisa dengan rekruitmen tenaga PFA atau P2UPD dari APIP lainnya, sedang untuk meningkatkan kualitas aparat pengawas dilakukan dengan peningkatan penyelengaraan bimbingan teknis dan diklat atau mengirimkan para pengawas untuk mengikuti kegiatan seminar/lokakarya yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan.

Untuk meningkatkan kualitas aparat pengawas tidak hanya terpusat pada kemampuan dan keahlian aparat pengawas saja, namun yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kualitas moral aparat pengawas sehingga

(26)

dalam melaksanakan tugas pengawasan selalu mendasarkan pada etika dan standar pemeriksaan.

4. Koordinasi dan sinergisitas pengawasan antar APIP yang berjalan dengan baik

Koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan penyelesaian tindak lanjut antar APIP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, Inspektorat Jenderal Kementerian, Inspektorat Provinsi, dan Inspektorat Kabupaten/Kota) selama ini sudah terprogram dan periodik menjadi kunci dalam pencapaian visi misi Inspektorat agar terjadi sinergitas dalam pelaksanaan tupoksi pengawasan antar APIP.

(27)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Inspektorat Kota Mataram

Inspektorat Kota Mataram dalam melaksanakan tugas dan fungsi di Bidang Pengawasan mempunyai fungsi yaitu merumuskan kebijakan teknis di bidang pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah, memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pengawasan dan pemeriksaan,melaksanakan pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh walikota sesuai tugas dan fungsinya.

Untuk menyelenggarakan fungsi tersebut Inspektorat mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang pembinaan dan pengawasan.Adapun identifikasi permasalahan berdasarkan tugas pokok dan fungsi Inspektorat dan Identifikasi isu-isu strategis dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1

Data Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Inspektorat Kota Mataram

Aspek Kajian Capaian Kondisi

Saat Ini Standar Yang Digunakan

Faktor yang mempengaruhi Permasalahan

Pelayanan Internal Eksternal Kajian terhadap Kinerja Pengawasan Pemeriksaan Komprehensif dan khusus Pemantauan Tindak Lanjut Temuan BPK dan Inspektorat Kota Mataram  PP No. 60 Tahun 2008  Permenpan No.04/MPAN/03/2008  Permenpan No.05/MPAN/03/2008  Permenpan No. 059 Tahun 2009  Permenpan No. 019 Tahun 2009 Semakin besarnya jumlah obyek pemeriksaan yaitu sebanyak 41 obrik ditambah 261 sub obrik yaitu 50 kelurahan dan 211 (UPTD) sehingga keseluruhan berjumlah 302 obrik/sub obrik. Adanya kebijakan pemekaran Kelurahan sehingga jumlah obrik semakin meningkat  Jumlah obyek pemeriksaan tidak sebanding dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Tim Pemeriksa  Aparatur Pengawas (APIP) belum sepenuhnya memiliki kompetensi  Jumlah anggaran untuk kegiatan pengawasan masih terbatas

(28)

Aspek Kajian Capaian Kondisi

Saat Ini Standar Yang Digunakan

Faktor yang mempengaruhi Permasalahan

Pelayanan Internal Eksternal Kajian terhadap penyelesaian tindak lanjut rekomendasi atas temuan hasil pemeriksaan inspektorat dan BPK

Daftar obrik yang sudah selesai tindaklanjutnya, dalam proses tindak lanjut ataupun belum selesai tindak lanjutnya Pasal 20 UU No. 15 Tahun 2006  Fungsi Tim tindak lanjut  Koordinasi tindak lanjut  Sarana dan Prasarana penunjang olah data tindak lanjut Auditee yang menindaklanjuti Tidak hadirnya pihak yang masih mempunyai tunggakan tindak lanjut

Tabel 3.2

Data Identifikasi Isu-isu Strategis (Lingkungan Eksternal) Isu Strategis

Dinamika Internasional Dinamika Nasional Dinamika Regional/Lokal Harapan masyarakat

terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good Governance) dan bebas dari KKN

Kemampuan untuk

mempertahankan opini BPK

Peningkatan tranparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang terus diupayakan dengan menjaga kualitas sistem pengendalian internal

Tuntutan Masyarakat terhadap penegakan hukum

Semakin kritisnya masyarakat terhadap pnyelenggaraan

pemerintahan atas

diberlakukannya transparansi Rencana aksi daerah

dalam upaya pencegahan

dan pemberantasan

korupsi

Upaya pendampingan

akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah

Berdasarkan analisis, permasalahan yang dihadapi oleh Inspektorat Kota Mataram adalah sebagai berikut:

 Pemeriksaan lebih ke aspek administratif, bukan ke hasil;

 SKPD menganggap perencanaan bukan suatu kebutuhan mendasar;  Tidak ada sanksi yang tegas terhadap pengelolaan kinerja (hingga ke

keuangan daerah);

 SKPD masih ewuh pakewuh, tidak concern terhadap tindak lanjut hasil temuan pengawasan;

 Pelaksanaan sistem lebih bersifat formalitas;

 Kesulitan reviu dokumen perencanaan karena dokumen tidak seragam formatnya;

(29)

 Temuan yang berulang (seperti barang daerah, pengadaanbarang dan jasa);

 Rendahnya tindak lanjut atas temuan oleh SKPD;

 Peningkatan kapasitas SDM (auditor & P2UPD) tidak sepenuhnya

controllable bagi inspektorat;

 Sistem penyelenggaraan pemeriksaan belum seragam(dibutuhkan semacam audit program yang konsisten);

 Teknik audit untuk mengungkap substansi temuan dibalik yang administratif masih lemah;

 Struktur organisasi belum sesuai dengan kebutuhan teknis pemeriksaan;  Standar kompetensi SDM inspektorat belum terpenuhi;

 Norma, standar, & prosedur pemeriksaan belum sepenuhnya tersedia;  Peraturan Walikota yang ada, belum sepenuhnya mengatur SOP secara

lengkap tentang tatacara pemeriksaan;

 Kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan;  Kesenjangan antara bimtek dan kebutuhan;

 Dalam penyelenggaran tugas inspektorat, sulit dibedakan antara peran auditor dan P2UPD;

 Pemeriksaan tidak menyentuh akar permasalahan;

 Hard and soft controll atas kompetensi dan integritas yang perlu ditingkatkan.

Inspektorat Kota Mataram sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengawasan pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dituntut untuk mampu berperan sebagai institusi yang mampu meningkatkan kualitas pengawasan pelaksanaan pembangunan daerah sehingga dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) maupun pemerintahan yang bersih (Clean Government) dengan tujuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi meningkatnya kemakmuran warga kota (welfare state).

(30)

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Walikota Dan Wakil Walikota Terpilih

Visi dan Misi Inspektorat Kota Mataram merupakan Implementasi yang harus dilakukan yang mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2016-2021 dimana RPJMD tersebut merupakan perwujudan Visi danMisi Walikota Mataram terpilih periode 2016-2021.

3.2.1. Visi

Walikota dan Wakil Walikota Mataram periode 2016-2021 merumuskan Visi sebagai berikut:

Visi : “Terwujudnya Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya sebagai Pusat Pemerintahan, Perdagangan dan Jasa Tahun 2025”

Penjelasan makna kata kunci yang terkandung dalam visi adalah sebagai berikut:

a. Masyarakat Kota Mataram adalah keseluruhan warga kota (citizen) yang secara administrasi kependudukan menetap dan tinggal di wilayah Kota Mataram dengan segala konsekuwensi keberadaannya sebagai warga kota.

b. Maju ditujukan untuk mewujudkan masyarakat kota yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk didalamnya seni dan sosial budaya, sehingga kemajuan yang dicapai dengan landasan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mentaram.

c. Religius diartikan sebagai terciptanya masyarakat kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, mengedepankan muammallah serta toleransi yang tinggi antar ummat beragama dalam suasana harmonis dalam kerangka penciptaan masyarakat madani.

d. Berbudaya diartikan sebagai terciptanya keseimbangan antara kemajuan dan religiusitas yang saling berterima dalam kemajuan dan kemajemukan, menguatkan jati diri serta

(31)

mantapnya budaya lokal yang ditandai dengan masyarakat yang bermoral, bermartabat dan berkesadaran hukum berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma, adat istiadat serta peraturan yang berlaku dalam bingkai masyarakat madani.

e. Pusat Pemerintahan, Perdagangan, dan Jasa Tahun 2025 dimaksudkan untuk percepatan dan pemantapan pembangunan dengan menekankan pemenuhan kebutuhan dasar pelayanan public dan sarana dan prasarana sebagai pusat pemerintahan di NTB serta terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

3.2.2. Misi Pembangunan Kota Mataram Tahun 2016-2021

a. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Masyarakat Melalui Penerapan Nilai-Nilai Agama dan Kearifan Lokal Dalam Rangka Mewujudkan Masyarakat Yang Aman, Rukun, dan Damai.

b. Meningkatkan Kemampuan Sumber Daya Manusia Melalui Pemenuhan Pelayanan Sosial Dasar dan Penguasaan Iptek Dalam Rangka Mewujudkan Daerah Yang Berdaya Saing. c. Mendorong Kemajuan Ekonomi Melalui Pemberdayaan

Ekonomi Rakyat Berbasis Potensi Lokal Dalam Rangka Mewujudkan Masyarakat Yang Sejahtera.

d. Meningkatkan Kelayakan Hidup Masyarakat Melalui Penanganan Sarana dan Prasarana Perkotaan Berbasis Tata Ruang Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Yang Berkelanjutan.

e. Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance)

(32)

Berdasarkan visi, misi, tugas dan fungsi pelayanan, maka Inspektorat Kota Mataram mempunyai peran dalam mewujudkan visi diatas melalui misi kelima yaitu Meningkatkan Keandalan Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good

Governance)

Good governance mengandung makna penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, demokratis dan efektif. Prinsip-prinsip Good Governance meliputi wawasan ke depan, keterbukaan dan tranparansi, partisipasi masyarakat, tanggung gugat, supremasi hokum, demokrasi, profesionalisme dan kompetensi, daya tanggap, efisien dan efektivitas, desentralisasi, kemitraan dengan dunia usaha, komitmen pada pengurangan kesenjangan, komitmen pada perlindungan lingkungan hidup dan komitmen pada pasar yang fair. Dengan prinsip-prinsip tersebut diharapkan akan tercipta tata pemerintahan yang baik sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Inspektorat Kota Mataram melalui pelaksanaan pengawasan yangprofesional dan akuntabel mengimplementasikan Visi dan Misi Walikota dan Wakil Walikota Mataram tersebut dengan langkah sebagai berikut:

1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem danmekanisme peraturan perundangan pada auditan;

2. Membina dan memberikan masukan bagi terselenggaranya pemerintahan yang efektif, bersih dan melayani melalui hasilpengawasan internal;

3. Terwujudnya Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang profesional, berkualitas dan akuntabel;

4. Meningkatnya kualitas hasil pengawasan sebagai bahanmasukkan bagi pimpinan untuk meningkatkan kinerja aparatpemerintah;

5. Sinergitas antar aparat pengawasan intern pemerintah dalam mewujudkan terlaksananya pengawasan intern pemerintah yang optimal.

(33)

Faktor penghambat dan pendorong yang mempengaruhi visi dan misi kepala daerah :

1. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM):

a) Masih Kurangnya Sertifikasi yang berkaitan dengan kompetensi Bidang Pengawasan;

b) Belum seimbangnya rasio antara tenaga pengawasan dengan obyek pemeriksaan;

c) Masih kurangnya Bimbingan Teknis maupun diklat kompetensi baik bagi Pejabat Fungsional Auditor dan Pejabat Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah (P2UPD).

2. SARANA PRASARANA:

a) Masih belum memadainya perangkat pendukung teknologi informasi penunjang pelaksanaan pengawasan;

b) Masih belum memadainya sarana mobilitas pelaksanaan pengawasan;

c) Masih belum memadainya fasilitas dan sarana prasarana gedung dan kantor yang representatif.

3. ANGGARAN:

Belum terpenuhinya Anggaran penunjang pengawasan dari APBD Kota Mataram sesuai kebutuhan sesuai dengan kebijakan pengawasan penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Upaya-Upaya Mengatasi Kendala Dan Hambatan

1. Mengoptimalkan kuantitas dan kualitas SDM yang ada melalui kerjasama berupa Bimbingan Teknis dan Diklat Kompetensi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri;

2. Mengoptimalkan koordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Badan Kepegawaian Daerah Kota Mataram maupun Badan Diklat Kementerian Dalam Negeri untuk memfasilitasi

(34)

pendidikan dan latihan bagi Pejabat PengawasUrusan Pemerintah Daerah (P2UPD) dan Jabatan Fungsional Auditor (JFA);

3. Meningkatkan kerjasama teknis dengan BPKP Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk optimalisasi:

a) Reviu Laporan Keuangan Pemerintah Daerah; b) Tindak lanjut hasil temuan BPK-RI;

c) Pemeriksaan tujuan tertentu untuk penanganan temuan yang bersifat strategis;

d) Perumusan regulasi kebijakan Sistem Pengendalian Internal; e) Membangun Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). f) Peningkatan level kapabilitas APIP.

4. Mengadakan Bimbingan teknis maupun Pendidikan Kantor Sendiri (PKS) kompetensi dalam bidang pengawasan bagi Pejabat Fungsional Auditor dan Pejabat Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD);

5. Mendorong Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mengoptimalkan status kepemilikan dan aset Pemerintah Kota Mataram;

6. Mengoptimalkan anggaran yang tersedia seefektif dan seefisien mungkin dalam rangka peningkatan kinerja tenaga pengawas dan pelaksana di Inspektorat Kota Mataram;

7. Mengusulkan secara bertahap peningkatan anggaran dalam tiap tahun anggaran sesuai dengan target kinerja pengawasan maupun kebijakan pengawasan Kementerian Dalam Negeri yang didasarkan pada Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021.

3.3 TELAAHAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH

Dengan kondisi terbatasnya jumlah staf pemeriksa dan jumlah anggaran pengawasan, tentu yang bisa dilakukan Inspektorat Kota Mataram

(35)

antara lain menetapkan skala prioritas. Artinya prioritas pertama pemeriksaan/pembinaan pada obrik yang mengelola anggaran dalam jumlah besar dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang wajib diperiksi/dibina setiap tahun. Selanjutnya prioritas kedua dan seterusnya obrik yang mengelola anggaran lebih kecil (sedang) sekali dalam 2 tahun dan berikutnya yang mengelola anggaran lebih kecil lagi, pemeriksaan/pembinaan dlakukan 3 s/d 5 tahun sekali. Untuk itulah setiap tahun Inspektorat Kota Mataram membuat PKPT (Program Kerja Pengawasan Tahunan) dimana direncanakan terdapat 60 obyek pemeriksaan yang harus diberikan pengawasan dan pembinaan secara reguler yaitu, Dinas-Dinas, Lembaga Teknis, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, dan Sekolah-Sekolah Negeri.

3.4 PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS

Isu strategis adalah pilihan dari banyak macam isu yang ada ditengah masyarakat dan berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.Inspektorat Kota Mataram yang merupakan bagian dari pemerintahan Kota Mataram juga turut andil dalam mengatasi permasalahan-permasalahan pembangunan yang dirasakan di Kota Mataram. Sesuai dengan tugas pokok daan fungsi dari Inspektorat Kota Mataram, isu strategis yang berhubungan dengan Tugas Pokok dan Fungsi Inspektorat Kota Mataram adalah sebagai berikut:

1. Tuntutan reformasi birokrasi dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan meningkatnya gerakan anti korupsi dan penegakan supremasi hukum.

2. Ketidakpuasan masyarakat atas pelayanan pemerintah Kota Mataram seperti : adanya praktek penerimaan siswa baru yang tidak transparan akibat kurangnya pengawasan penyelenggaraan pendidikan, belum optimalnya akses dan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan jaringannya, masih belum cepat dan kurang transparannya pelayanan perijinan di Kota Mataram

(36)

3. Meluasnya isu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme pada jajaran penyelenggaraan pemerintahan.

4. Tuntutan Pemerintah Kota Mataram untuk memperoleh Opini WTP dari BPK

5. Belum optimalnya tindak lanjut hasil pemeriksaan oleh SKPD

6. Belum optimalnya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di jajaran SKPD

7. Belum optimalnya implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di jajaran SKPD Pemerintah Kota Mataram;

8. Perlunya peningkatan pelayanan Inspektorat Kota Mataram atas Pengaduan Masyarakat terhadap proses pembangunan Kota Mataram. 9. Peningkatan level kapabilitas APIP sebagai bentuk upaya memperkuat,

meningkatkan, mengembangkan kelembagaan, tata laksana/proses bisnis/manajemen dan sumber daya manusia APIP agar dapat melaksanakan peran dan fungsi APIP yang efektif.

(37)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,

STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

Perencanaan Strategis atau yang juga dikenal dengan Rencana Strategis (Renstra) merupakan pernyataan minat dan target kemana suatu organisasi akan menempatkan dirinya pada masa yang akan datang. Andai saja posisi ke depan yang dijabarkan dalam Renstra tidak tepat, maka dapat dipastikan bahwa organisasi itu akan kehilangan eksistensi dirinya di masa datang. Renstra mengandung pernyataan Visi, Misi dan Program serta indikator indikatif yang berkenaan dengan keberhasilan kinerja suatu organisasi. Adapun visi, misi, tujuan dan sasaran Inspektorat Kota Mataram adalah sebagai berikut :

4.1 Visi dan Misi Inspektorat Kota Mataram

Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Mataram 2016-2021 yang hendak dicapai adalah : “Terwujudnya Kota Mataram yang Maju,

Religius dan Berbudaya”.

Inspektorat Kota Mataram mempunyai peran dalam mewujudkan visi diatas melalui salah satu Misi Kota Mataram yaitu: “Meningkatkan Keandalan

Pelayanan Publik Melalui Reformasi Birokrasi Dalam Rangka mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik (Good Governance)”. Dengan mengacu pada

Visi dan Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Mataram Tahun 2016-2021 tersebut, maka Visi Inspektorat Kota Mataram harus sinergi dengan visi Pemerintah Kota Mataram.

Adapun Visi Inspektorat Kota Mataram adalah:

“Terwujudnya Pengawasan Internal yang Berkualitas dan Profesional Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik ”.

Visi di atas menunjukkan kaitan antara tugas pokok dan fungsiInspektorat Kota Mataram dengan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan

(38)

Pemerintah Kota Mataram, meliputi aspek penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, akuntabilitas kinerja, dan pelayanan publik yang prima. Kualitas dan profesionalitas pengawasan internal yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Mataram harus berdampak pada terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik di 3 (tiga) aspek tersebut.

Dengan demikian, pokok visi yang harus diperhatikan adalah:

1. Pengawasan internal yang berkualitas dan profesional

Pengawasan internal yang berkualitas dan profesional merupakan pilar utama agar peran dan kedudukan Inspektorat Kota Mataram dapat dirasakan oleh masyarakat berupa penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesuai dengan kaidah dan peraturan perundangan. Hasil-hasil pengawasan internal harus dapat memberikan keyakinan memadai atas ketaatan, dan kehematan, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah (assurance activities); dapat memberi peringatan dini (early warning

system) dan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan

fungsi Instansi Pemerintah (anti corruption activities); dan dapat memelihara dan meningkatkan tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah (consulting activities).

2. Tata Kelola Pemerintahan yang baik

Untuk dapat mewujudkan apa yang menjadi visi organisasi di atas maka Inspektorat Kota Mataram menegaskan misinya sebagai berikut.

a. Meningkatkan efektivitas Pengawasan Internal

Efektivitas pengawasan dapat diukur atas sejauh mana dampak pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor maupun Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan daerah (P2UPD) dapat memperbaiki tata kelola pemerintahan Kota Mataram. Berbagai kendala dalam menegakkan tata kelola pemerintahan yang selama ini terjadi harus dapat dituangkan dalam berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan internal sebagaimana dimaksud dalam misipertama ini. Fokus dari peningkatan efektivitas pengawasan internal sekurang-kurangnya meliputi aspek perencanaan,pengorganisasian, dan pelaksanaan pemeriksaan.

(39)

b. Meningkatkan profesionalisme aparat pengawas intern pemerintah

Profesionalisme adalah kemampuan, kemahiran, carapelaksanaan sesuatu dan lain-lain sebagaimana yangsewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorangprofesional. Profesionalisme dalam pengawasan internal berhubungan dengan “profesi” auditor maupun PejabatPengawas Urusan Pemerintahan daerah (P2UPD) yang harus memenuhi standar kompetensi dan independensi dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, efektivitaspengawasan internal juga berhubungan dengan bagaimanapemeriksaan dilaksanakan oleh auditor dan Pejabat Pengawas Urusan Pemerintahan daerah (P2UPD) yang memiliki keahliandan pelatihan teknis yang cukup, independensi dalam sikapmental, dan penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama.

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Inspektorat Kota Mataram 4.2.1 Tujuan

Tujuan merupakan target yang bersifat kuantitatif dari suatu organisasi dan pencapaian target-target ini merupakan ukuran dari keberhasilan kinerja dengan faktor-faktor penentu keberhasilan suatu organisasi. Dalam rangka mencapai misi-misi tersebut di atas, dengan mempertimbangkan berbagai faktor penentu keberhasilan, maka tujuan yang ingin dicapai Inspektorat Kota Mataram adalah

sebagai berikut :

1. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN 2. Mewujudkan akuntabilitas kinerja

3. Mewujudkan akuntabilitas keuangan

4. Menjadikan aparat Inspektorat Kota Mataram dapat berperan sebagai Konsultatif dan Katalis

4.2.2 Sasaran

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut maka perlu direncanakan sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Sasaran memberikan gambaran tentang apa yang diharapkan organisasi yang bersangkutan yang dapat dicapai melalui kegiatan-kegiatan dimasa mendatang. Agar bisa efektif, maka setiap sasaran harus bersifat spesifik, dapat diuji dan dapat diukur.

(40)

Tujuan dan sasaran jangka menengah Inspektorat Kota Mataram haruslah sesuai dengan RPJMD Kota Mataram periode 2016-2021. Adapun tujuan dan sasaran jangka menengah Inspektorat beserta indikator kinerjanya dapat dilihat pada tabel berikut :

TABEL 4.1

Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Indikator Kinerja Tujuan dan Indikator Kinerja Sasaran

VISI

Terwujudnya Pengawasan Internal Yang Berkualitas dan Profesional Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik

Misi Tujuan Indikator Kinerja

Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Sasaran

Meningkatkan efektifitas pengawasan internal Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan

bebas KKN Peningkatan Persentase Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan a. BPK b. Inspektorat Kota Mataram Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjuthasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kota Mataram Persentase Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan a. BPK b. Inspektorat Kota Mataram Mewujudkan akuntabilitas kinerja Meningkatnya Persentase hasil evaluasi SAKIP SKPD yang mendapat nilai baik (minimal B) Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintah Kota Mataram Persentase hasil evaluasi SAKIP SKPD yang mendapat nilai baik (minimal B) Mewujudkan akuntabilitas keuangan Tercapainya Laporan Keuangan Pemerintah Kota Mataram (PPKD) dan Laporan Keuangan Perangkat daerah sudah sesuai dengan SAP Meningkatnya akuntabilitas keuangan di lingkungan pemerintah Kota Mataram Laporan Keuangan Pemerintah Kota Mataram (PPKD) dan Laporan Keuangan Perangkat daerah sudah sesuai dengan SAP Meningkatkan profesionalisme aparat pengawasan intern pemerintah Menjadikan aparat Inspektorat Kota Mataram dapat berperan sebagai Konsultatif dan Katalis Meningkatnya level kapabilitas APIP Meningkatnya

(41)

Tabel 4.2

Tujuan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Inspektorat Kota Mataram Tahun 2016-2021

VISI

Terwujudnya Pengawasan Internal Yang Berkualitas dan Profesional Menuju Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik

Misi I : Meningkatkan efektifitas pengawasan internal

Tujuan Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Kondisi Awal Renstra (2015) 2016 2017 2018 2019 2020 Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK RI dan Inspektorat Kota Mataram Persentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan : a. BPK b.Inspekto rat Kota Mataram a.85%

b.80% a.90% b.85% a.92% b.87% b.90% a.93% b.92% a.94% a.95% b.95% Mewujudkan akuntabilitas kinerja Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintah Kota Mataram Persentase hasil evaluasi SAKIP SKPD yang mendapat nilai baik ( minimal B) 50% 60% 70% 80% 90% 95% Mewujudkan akuntabilitas keuangan Meningkatnya akuntabilitas keuangan di lingkungan pemerintah Kota Mataram Laporan Keuangan Pemerintah Kota Mataram (PPKD) dan Laporan Keuangan Perangkat daerah sudah sesuai dengan SAP 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Misi II Meningkatkan profesionalisme aparat pengawasan intern pemerintah

Tujuan Sasaran

Strategis Indikator Kinerja Kondisi Awal Renstra (2015) 2016 2017 2018 2019 2020 Menjadikan aparat Inspektorat Kota Mataram dapat berperan sebagai Konsultatif dan Katalis Meningkatnya kapabilitas APIP Level Kapabilitas APIP 2 2 2 2 3 3

(42)

4.3 STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Strategi adalah rumusan umum untuk mencapai sasaran secara spesifik yang dijabarkan ke masing-masing kebijakan. Berbagai kebijakan di tiap-tiap strategi diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan, maka strategi dan kebijakan yang ditempuh selama lima tahun, meliputi:

1. Penataan Kebijakan dan sistem pengawasan berbasis resiko 2. Peningkatan pemahaman mengenai SAKIP

3. Peningkatan Kualitas Laporan dari entitas pelaporan yang sesuai dengan SAP

4. Peningkatan level kapabilitas APIP.

Adapun kebijakan yang ditempuh untuk menjalankan strategi tersebut adalah: a. Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, dan prosedur pemeriksaan; b. Penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan teknis

pemeriksaan;

c. Penerapan dan pengembangan SPIP oleh SKPD;

d. Peningkatan kualitas SPIP dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota;

e. Peningkatan kualitas AKIP dalam evaluasi internal LAKIPPemerintah Kota; f. Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah;

g. Pengevaluasian terhadap LAKIP yang telah dilaksanakan oleh SKPD; h. Pengawasan atas kinerja SKPD;

i. Peningkatan sistem pengendalian intern Pemerintah;

j. Peningkatan pemeriksaan operasional SKPD berdasarkan urutanSKPD yang risikonya paling besar;

k. Pembagian tim pengawas berdasarkan risiko;

l. Pengembangan sistem informasi manajemen hasil pemeriksaanberbasis komputer;

m. Pembuatan laporan dari entitas pelaporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP);

(43)

o. Pemberian fasilitas bagi pelaksanaan pengawasan operasional terhadap kegiatan SKPD dan

p. Peningkatan kompetensi SDM (Auditor & P2UPD) melalui bimbingan teknis, pelatihan kantor sendiri, dan diklat penjenjangan serta diklat teknis substantif. q. Pembentukan satgas peningkatan level kapabilitas APIP dan koordinasi

dengan BPKP dalam peningkatan level kapabilitas APIP.

Tabel 4.3

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

1 Mewujudkan pemerintahan

yang bersih dan bebas KKN Meningkatnya kepatuhan terhadap penyelesaian tindak lanjuthasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kota Mataram Penataan Kebijakan dan sistem pengawasan berbasis resiko 1. Penyusunan dan penyempurnaan norma, standar, dan prosedur pemeriksaan; 2. Penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan teknis pemeriksaan; 3. Penerapan dan pengembangan SPIP oleh SKPD; 4. Pengawasan atas kinerja SKPD; 5. Peningkatan sistem pengendalian intern Pemerintah; 6. Peningkatan pemeriksaan operasional SKPD berdasarkan urutan SKPD yang risikonya paling besar; 7. Pembagian tim pengawas berdasarkan risiko; 8. Pengembangan sistem informasi manajemen hasil pemeriksaan berbasis komputer; 2 Mewujudkan Akuntabilitas Kinerja Meningkatnya akuntabilitas kinerja di lingkungan pemerintah Kota Mataram Peningkatan pemahaman mengenai SAKIP 1. Peningkatan kualitas AKIP dalam evaluasi internal LAKIP Pemerintah Kota; 2. Pengevaluasian terhadap LAKIP yang telah dilaksanakan oleh SKPD;

(44)

No Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan 3 Mewujudkan Akuntabilitas Keuangan Meningkatnya akuntabilitas keuangan di lingkungan pemerintah Kota Mataram Peningkatan Kualitas Laporan dari entitas pelaporan yang sesuai dengan SAP 1. Peningkatan kualitas SPIP dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kota; 2. Peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah; 3. Pembuatan laporan dari entitas pelaporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP); 4 Menjadikan pengawasan internal sebagai katalis dan peran konsultatif Meningkatnya kapabilitas APIP Peningkatan level kapabilitas APIP 1. Pemberian fasilitas bagi pelaksanaan pengawasan operasional terhadap kegiatan SKPD 2. Peningkatan kapasitas SDM

(Auditor & P2UPD). 3. Pembentukan

Satgas level

kapabilitas APIP 4. Pendampingan oleh

(45)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR

KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN

INDIKATIF

Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi dan kebijakan pada bagian sebelumnya, maka disusun langkah-langkah rencana strategis yang lebih operasional untuk kurun waktu lima tahun (2016-2021), meliputi program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif. Program ini merupakan penjabaran dari kebijakan strategis Inspektorat Kota Mataram dengan tetap mengacu pada program pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Mataram Tahun 2016-2021.

Program adalah bentuk instrumen kebijakan yang berisi satuatau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kota Mataram yang dikoordinasikan untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan, dalam hal ini sasaran Rencana Strategis Inspektorat Kota Mataram. Program merupakan kristalisasi kebijakan dari masing-masing strategi yang pada akhirnya adalah untuk mencapai sasaran. Melalui rumusan kebijakan yang tepat, tiap program dan kegiatan diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi dan akan diselesaikan oleh Inspektorat Kota Mataram dalam lima tahun mendatang. Rincian program dan kegiatan selama lima tahun sesuai dengan strategi dan arah kebijakan untuk pencapaian visi dan misi Inspektorat Kota Mataram adalah sebagaimana tercantum dalam tabel 5.1 berikut.

(46)

Kode Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output) Kondisi Kinerja Awal RPJMD (Tahun 2015) PERANGKAT DAERAH Penanggung Jawab 2016 2017 2018 2019 2020 Kondisi Kinerja pada akhir periode

RPJMD (2021) Target (%) Rp (Jt) Target (%) Rp (Jt) Target (%) Rp (Jt) Target (%) Rp (Jt) Target (%) Rp (Jt) Target (%) Rp (Jt) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) 4 02 Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang Pengawasan 4 02 01 Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian 1312 2210 2431 2674 2942 3236 15 Program Peningkatan Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH Persentase Penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK dan Inspektorat Kota Mataram

85% dan 80% 90% dan 85% 501 92% dan 87% 1010 93% dan 90% 1111 94% dan 92% 1222 85% dan 80% 1344 95% dan 95% 1478 Irbanwil II Inspektorat Persentase Hasil Evaluasi SAKIP perangkat daerah yangmendapat nilai baik 50% 60% 70% 80% 90% 95% 95% Irbanwil III Inspektorat

Referensi

Dokumen terkait

 Rencana Strategik Tahun 2016-2021 BAB VIII PENUTUP Rencana Strategis Renstra Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bengkalis Tahun 2016-2021 ini merupakan

Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 merupakan dokumen resmi perencanaan satuan kerja perangkat daerah

KATA PENGANTAR Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Inspektorat Daerah Kabupaten Mukomuko Tahun 2021-2026 mengacu kepada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun

Memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Tahapan dan Tata Cara Penyusunan Rencana Strategis Satuan Perangkat Daerah ( Renstra SKPD ) ,

Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangka Daerah (SKPD) Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tahun 2016-2021 dimaksudkan sebagai pedoman penyelenggaraan

Selain itu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib menyusun Rencana Kerja SKPD yang merupakan penjabaran Rencana Strategis (Renstra) SKPD. Sebagai penjabaran Renstra SKPD,

Rencana Strategis ( Renstra ) Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Kecamatan Karang Bintang tahun 2016-2021 adalah Dokumen Perencanaan SKPD yang

Dokumen Rencana Strategis Kecamatan Solokuro tahun 2016- 2021 merupakan dokumen resmi perencanaan satuan kerja perangkat daerah untuk 5 (lima) tahun kedepan,