BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Banyuwangi merupakan tindak lanjut pelaksanaan : (i) Undang-Undang Nomor : 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; (ii) Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah; (iii) Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; dan (iv) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor : 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor : 8 Tahun 2010, yang mengamanatkan antara lain, bahwa Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah (PD) merupakan rencana pembangunan 5 (lima) tahunan Peraturan yang disusun oleh setiap Perangkat Daerah (PD) sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, dengan berpedoman pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021.
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang tersusun ini merupakan penjabaran dari Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021. Dengan demikian, maka antara Dokumen Renstra Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi dengan Dokumen RPJMD Tahun 2016 - 2021 merupakan satu kesatuan dokumen rencana pembangunan jangka menengah yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.
Oleh karena itu, target capaian sasaran dan indikator serta program dan kegiatan yang dicapai dalam dokumen Renstra Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi harus selaras/konsisten dengan target capaian sasaran dan program prioritas yang terdapat dalam RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021.
Semakin berkembangnya sektor riil dalam perkembangan perekonomian daerah serta makin maraknya Usaha Mikro ( UM ) di Banyuwangi yang bergerak dalam usaha pedagang kaki lima, Industri kecil formal maupun non formal dan mempunyai pengaruh terhadap Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB ) yang merupakan potensi daerah dan perlu mendapatkan perhatian, pembinaan, serta pengembangannya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
Sebagai wujud pengembangan Usaha Mikro (UM) adalah relokasi usaha yang dapat mendukung tata ruang kota untuk menjaga keindahan, kenyamanan dan kebersihan dengan didukung adanya sarana dan prasarana yang memadai seperti bantuan tenda untuk pedagang kaki lima, peralatan, bahan baku, permodalan dan space ( tempat ruangan ) untuk usaha UM tersebut.
Dengan tersusunnya Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 diharapkan dapat menjadi arah dan pedoman penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Dokumen ini menerjemahkan perencanaan pembangunan setiap tahun dengan program dan kegiatan yang fokus dan terukur serta menunjang pencapaian target sasaran pembangunan Kabupaten Banyuwangi.
1.2. Landasan Hukum
Sebagai landasan bagi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi dalam penyusunan dokumen Rencana Stategis ( Renstra ) Tahun 2016 – 2021 adalah :
- Undang - undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian;
- Undang - Undang Nomor 10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;
- Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
- Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang tahun 2005 – 2025;
- Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM;
- Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
- Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
- Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
- Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;
- Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 21 tahun 2011;
- Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah;
- Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Jawa Timur 2005-2025;
- Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019;
- Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2005-2025; - Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032;
- Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021;
- Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Banyuwangi
1.3. Maksud Dan Tujuan
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 merupakan dokumen resmi perencanaan satuan kerja perangkat daerah untuk pembangunan jangka menengah 5 (lima) tahun kedepan yang menggambarkan Tujuan, Sasaran, Strategis, Kebijakan, Program dan Kegiatan stratigis yang akan dicapai dalam rangka penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Banyuwangi di bidang perkoperasian dan usaha mikro (UM) dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang yang sejalan dengan visi, misi, dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah serta disesuaikan dengan rencana program jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021.
Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 ditetapkan dengan maksud :
a. Sebagai dokumen perencanaan yang dijadikan pedoman / acuan dalam penyusunan rencana kerja ( Renja ) tahunan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
b. Untuk menentukan sasaran, arahan, kebijakan dan program serta kegiatan prioritas Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
c. Sebagai dasar penilaian kinerja Dinas Koperasi dan UM untuk mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang mandiri dan sejahtera.
Adapun tujuan penyusunan dokumen Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi adalah:
a. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan pada setiap tahun anggaran selama 5 ( lima ) tahun yang akan datang. b. Menjamin tercapainya penganggaran sumber daya secara efektif, efisien dan
berkelanjutan.
c. Menjamin terciptanya pelaku usaha koperasi dan UM yang mandiri, berdaya saing menuju kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.
1.4. Sistematika Penulisan
Dokumen Rencana Strategis ( Renstra ) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 secara garis besar disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi latar belakang penyusunan, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penyusunan Dokumen Rencana Strategi ( Renstra )
BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH (PD)
Memuat tugas, fungsi dan struktur organisasi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi; sumber daya yang di miliki Dinas Koperasi dan UM, kinerja pelayanan sampai saat ini, tantangan dan peluang pengembangan usaha dibidang koperasi dan UM di Kabupaten Banyuwangi.
BAB III ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi; telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; telaahan Rencana Strategis (Renstra), telaahan Dokumen RTRW Kabupaten Banyuwangi dan isu-isu strategis di bidang koperasi dan UM.
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Berisi Visi dan Misi Perangkat Daerah (PD), tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021, serta strategi dan kebijakan dalam menjabarkan sasaran jangka menengah bidang koperasi dan UM.
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
Memuat rencana program dan kegiatan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi selama 5 (lima) tahun kedepan yang dilengkapi dengan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.
BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH (PD) YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Memuat indikator kinerja Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang terkait langsung atau mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Banyuwangi.
BAB VII PENUTUP
Berisi ringkasan singkat dari maksud dan tujuan penyusunan Dokumen Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh unit kerja di dalam Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH
2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS KOPERASI DAN UM KABUPATEN BANYUWANGI
Dinas Koperasi dan UM merupakan perangkat daerah baru yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Banyuwangi. Tugas pokok Dinas Koperasi dan UM adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah dibidang koperasi dan UKM. Untuk melaksanakan tugas pokok dimaksud Dinas Koperasi dan UM mempunyai fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis dibidang Koperasi dan UM;
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang Koperasi dan UM;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang Koperasi dan UM;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam melaksanakan fungsinya, Dinas Koperasi dan UM mempunyai struktur organisasi sebagai berikut :
Tiap komponen dalam struktur organisasi mempunyai tugas dan fungsi masing-masing. Tugas dan fungsi kepala dinas dan struktur satu level dibawah kepala dinas adalah sebagai berikut :
1. Kepala Dinas, mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana program dan kegiatan di bidang koperasi dan UM; b. Melaksanakan program dan kegiatan di bidang koperasi dan UM;
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan dibidang koperasi dan UM; d. Melaksanakan pengendalian terhadap pelaksanaan program dan kegiatan di bidang
koperasi dan UM;
e. Melaksanakan pembinaan pegawai di lingkungan Dinas Koperasi dan UM;
f. Melaksanakan pembinaan teknis dan administratif pada unit pelaksana teknis dinas dan pejabat fungsional di lingkungan Dinas Koperasi dan UM;
g. Memonitor serta mengevaluasi pelaksanaan tugas bawahan agar sasaran dapat dicapai sesuai dengan program kerja dan ketentuan yang berlaku;
h. Menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan karier;
i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya;
j. Menyampaikan laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
2. Sekretariat mempunyai tugas pokok menyusun rencana kegiatan, melaksanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, keuangan, dan penyusunan program. Untuk melaksanakan tugas Sekretariat mempunyai fungsi: a. Pengelolaan dan pelayanan administrasi umum, dan keuangan untuk mendukung
kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dinas;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan di lingkungan dinas;
c. Penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait;
d. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretaris mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana sekretariat berdasarkan rencana kerja dinas;
b. Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dinas;
c. Mengkoordinasikan pelaksanaan penyusunan program dan kegiatan di lingkungan dinas;
d. Menyelenggarakan hubungan kerja di bidang administrasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait;
e. Mengkoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung;
f. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pertimbangan karier;
g. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya; dan
h. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.
3. Bidang Kelembagaan Koperasi mempunyai tugas pokok melaksanakan pelayanan pembentukan, rekomendasi pengesahan akta pendirian, akta perubahan anggaran dasar, dan pembubaran koperasi, pemberdayaan dan pengembangan standarisasi organisasi, penyuluhan, fasilitasi advokasi, dan mediasi serta melakukan bimbingan dan pengawasan akuntabilitas koperasi;
Bidang Kelembagaan Koperasi mempunyai fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis dalam pembangunan dan pengembangan kelembagaan koperasi;
b. Pelaksanaan pelayanan pembentukan, rekomendasi pengesahan akta pendirian, akta perubahan anggaran dasar dan pembubaran koperasi;
c. Pelaksanaan penerbitan Izin Usaha Simpan Pinjam (USP) koperasi; d. Pelaksanaan pengembangan standarisasi organisasi koperasi;
e. Pelaksanaan fasilitasi advokasi dan mediasi penyelesaian permasalahan perkoperasian;
f. Pelaksanaan bimbingan dan pengawasan akuntabilitas koperasi; g. Pelaksanaan kegiatan pemeringkatan koperasi;
i. Penyusunan laporan pelaksanaan program dan kegiatan bidang kelembagaan koperasi;
j. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana Bidang Kelembagaan Koperasi sesuai dengan rencana kerja dinas;
b. Menyusun kebijakan teknis dalam pembangunan dan pengembangan kelembagaan koperasi;
c. Melaksanakan pelayanan pembentukan, rekomendasi pengesahan akta pendirian, akta perubahan anggaran dasar, dan pembubaran koperasi;
d. Melaksanakan pelayanan penerbitan izin Usaha Simpan Pinjam (USP) koperasi; e. Melaksanakan pengembangan standarisasi organisasi koperasi;
f. Melaksanakan fasilitasi advokasi dan mediasi penyelesaian permasalahan perkoperasian;
g. Melaksanakan bimbingan dan pengawasan akuntabilitas koperasi; h. Melaksanakan kegiatan pemeringkatan koperasi;
i. Melaksanakan penyuluhan sumber daya manusia koperasi;
j. Mengkoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung;
k. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier;
l. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya; dan
m. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.
4. Bidang Usaha Koperasi mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pengembangan dan pengawasan usaha koperasi.
Bidang Usaha Koperasi mempunyai fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis pengembangan usaha koperasi; b. Pemberdayaan dan bimbingan usaha koperasi
c. Pelaksanaan fasilitasi pengembangan koperasi;
d. Fasilitasi kerjasama usaha koperasi antar lembaga koperasi dan lembaga lainnya; e. Fasilitasi penguatan permodalan koperasi
f. Pelayanan penerbitan izin pembukaan cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi;
g. Pelaksanaan bimbingan teknis manajemen usaha koperasi;
h. Penyusunan laporan pelaksanaan program dan kegiatan bidang usaha koperasi; i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan
fungsinya.
Kepala Bidang Usaha Koperasi mempunyai tugas:
a. Melaksanakan kebijakan teknis pembangunan dan pengembangan usaha koperasi; b. Melaksanakan pemberdayaan dan bimbingan usaha koperasi;
c. Melaksanakan fasilitasi pengembangan koperasi;
d. Melaksanakan fasilitasi kerjasama usaha koperasi antar lembaga koperasi dengan lembaga lainnya;
e. Melaksanakan pelayanan penerbitan izin pembukaan cabang, cabang pembantu dan kantor kas koperasi;
f. Melaksanakan bimbingan teknis manajemen usaha koperasi; g. Melaksanakan fasilitasi penguatan permodalan koperasi;
h. Mengkoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung;
i. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier;
j. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya;
k. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.
5. Bidang Usaha Mikro (UM) mempunyai tugas pokok melaksanakan kebijakan teknis pemberdayaan usaha dan peningkatan UM.
Bidang UM mempunyai fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis pemberdayaan UM;
b. Fasilitasi pelaksanaan pemberdayaan dan bimbingan teknis UM kerja sama antar UM dan lembaga lainnya;
c. Penyusunan pedoman dalam pemberdayaan dan peningkatan UM;
d. Pelaksanaan pengawasan dan evaluasi pemberdayaan dan peningkatan UM; e. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
Kepala Bidang UM mempunyai tugas:
a. Menyusun kebijakan teknis dalam pemberdayaan UM; b. Melaksanakan pemberdayaan dan bimbingan teknis UM; c. Memfasilitasi kerjasama antar UM dan lembaga lainnya; d. Menyusun pedoman pemberdayaan dan peningkatan UM;
e. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi pemberdayaan dan peningkatan UM; f. Mengkoordinasikan bawahan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling
mendukung;
g. Menilai hasil kerja bawahan untuk bahan pengembangan karier;
h. Melaksanakan tugas kedinasan yang diberikan oleh atasan sesuai tugas pokok dan fungsinya;
i. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas/kegiatan kepada atasan.
2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah(PD)
Sumber daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu institusi/organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi. Kondisi institusi akan sangat dipengaruhi dan tergantung pada kualitas serta kemampuan kompetitif sumber daya manusia yang dimilikinya.
Pegawai/Aparatur Pemerintah merupakan organisasi yang menempati posisi strategis dan peran dominan dalam membawa Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi untuk mencapai tujuannya. Tujuan Dinas Koperasi dan UM hanya akan terwujud apabila didukung oleh aparatur yang handal dan professional. Demikian penting dan strateginya peran pegawai ini menuntut diselenggarakannya manajemen sumber daya manusia secara baik, tepat dan terarah sehingga mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan dan efektifitas Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi. Dinas Koperasi dan UM berjumlah 24 orang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang terdiri dari 11 orang pejabat dan 13 orang staf dan selengkapnya dapat digambarkan sebagaimana tabel dibawah ini :
Tabel 2.1 Keadaan Pegawai Dinas Koperasi dan UM berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal
No
Status Kepegawaian
Pendidikan Definitif TKK TKS Keterangan
Jml % Jml % Jml % 1. S3 0 0 0 0 0 0 2. S2 4 16,67 0 0 0 0 3. S1 11 45,83 0 0 0 0 4. D3 1 4,17 0 0 0 0 5. SLTA 8 31,33 0 0 0 0 6. SLTP 0 0 0 0 0 0 7. SD 0 0 0 0 0 0 Jumlah 24 100,00 0 0 0 0
Grafik 1. Keadaan Pegawai Dinas Koperasi dan UM berdasarkan Tk.Pendidikan Formal
0 2 4 6 8 10 12 S3 S2 S1 D3 SLTA SLTP SD Tk.Pendidikan
Tabel 2.2 Keadaan Pegawai Dinas Koperasi dan UM Berdasarkan Jabatan Struktural
No. Jabatan Eselon Jumlah
1. Kepala Dinas II.b 0 orang
2. Sekretaris III.a 1 orang
3. Kepala Sub Bag. IV.a 3 orang
4. Kepala Bidang III.b 3 orang
5. Kepala Seksi IV.a 5 orang
Jumlah 11 orang
0 1 2 3 4 5 6 7
II.a III.a III.b IV.a
Tabel 2.3 Keadaan Pegawai Dinas Koperasi dan UM berdasarkan Pendidikan dan Latihan Penjenjangan
No .
Jenis Pendidikan dan Latihan Jumlah / Orang
1. Spamen/ Diklatpim II -
2. Spama/ Diklatpim III 4
3. Spada/Adum/Diklatpim IV 7
4. Pelatihan Analisis Jabatan 4
Grafik 3. Keadaan Pegawai Dinas Koperasi dan UM berdasarkan Pedidikan dan Latihan Penjenjangan 0 4 6 4 0 1 2 3 4 5 6 7 Spamen/Diklatpim II Spama/Diklatpim III Spada/Adum/Diklatpim IV Pelatihan Analisis Jabatan
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi juga diperlukan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai meliputi : bangunan gedung kantor, mebeleur, alat komunikasi, alat transportasi, komputer dan lain-lain.
Saat ini Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas. Data peralatan dan perlengkapan kantor yang dimiliki Dinas Koperasi dan UM dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.4 Aset Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi
No. Nama Barang Jumlah
( unit )
Keterangan
1 Tanah 2.070 M2
2 Kendaraan Roda 4 4 buah
3 Kendaraan Roda 2 2 buah
4 Penghancur Kertas 3 buah
5 Filing Kabinet 5 buah
6 Kelengkapan Komputer 3 buah
7 Kursi Sofa 4 buah
8 Mesin Ketik 1 buah
9 Sound system 1 buah
10 Gorden 68 buah
11 Neon Box 1 buah
12 Meja Kerja 19 buah
13 Kursi Kerja 16 buah
14 Kipas Angin 1 buah
15 Recorder 1 buah
16 Meja Rapat 4 buah
17 Lemari Kayu 5 buah
18 Lemari Arsip 1 buah
19 Note Book 7 buah
20 Brankas 1 buah
22 Printer 8 buah
23 Kamera Digital 2 buah
24 Faximile 1 buah
25 White Board 2 buah
26 Kamera Elektronik 3 buah
27 CCTV 1 set
28 LCD Proyektor 4 buah
29 Televisi 5 buah
30 Meja Resepsionis 1 buah
31 Lemari 18 buah
32 Microphone/Wireless 2 buah
33 VGA Card 1 buah
34 Speaker 2 buah
35 Kursi Eselon 16 buah
36 Wireless Amplifier 1 buah
37 AC 9 buah
38 Tenda kerucut 36 buah
39 Kursi Lipat 37 buah
40 Mesin Absensi 1 buah
41 Scanner 1 buah
42 Kursi Rapat Plastik 261 buah
43 Handycam 1 buah
44 Meja Podium 1 buah
45 Umbul-Umbul dan Bendera 2 buah
46 Karpet 23 buah
47 Kabel VGA 2 buah
48 Lain-lain
2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah(PD)
Tingkat capaian kinerja pelayanan pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi berdasarkan target / sasaran pada renstra periode sebelumnya 2010–2015 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.5
PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS KOPERASI DAN UM KABUPATEN BANYUWANGI
No.
Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan Fungsi PD
Target Target Renstra PD Tahun ke Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-
Target SPM Target IKK Indikator Lainnya 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 Persentase koperasi aktif - - - 75,00 76,00 77,00 77,50 78,00 77,48 78,75 79,09 79,33 79,79 103,30 103,62 102,71 132,53 102,29
2 Persentase koperasi sehat - - - 92,00 92,00 93,00 93,00 94,00 96,00 96,00 97,90 97,90 97,90 104,34 104,34 105,26 105,26 104,15
3 Persentase koperasi mandiri - - - 10,00 8,00 8,00 8,50 8,50 8,64 8,79 9,05 9,02 9,20 86,4 109,87 113,12 106,12 106,12
4 Persentase koperasi berdaya
saing - - - 11,00 11,00 12,00 12,00 12,00 14,15 14,22 14,45 14,55 14,55 128,64 129,27 120,42 121,25 121,25
5 Persentase pertumbuhan - - - 1,00 1,03 1,13 1,14 1,25 1,40 1,50 1,60 2,00 2,50 140 145,6 141,6 175,4 200
wirausaha baru
6 Persentase perkembangan - - - 1,00 1,20 1,25 1,30 1,50 1,08 1,23 1,25 1,30 1,50 108 102,5 100 100 100 Pelaku UM yang memasarkan
Produknya di luar Kab.Banyuwangi
Tabel 2.6
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan PD Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi
Uraian
Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun Ke- Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Tahun Ke- (%) Rata-rata Pertumbuhan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) PENDAPATAN DAERAH Pendapatan Asli Daerah 196.161.250 105.000.000 32.861.000 17.906.000 7.156.000 37.155.000 37.950.000 17.100.000 8.940.000 9.505.000 18,94 36,14 52,04 49,93 132,83 (37.801.050) (5.530.000) Pendapatan Bunga atas Pinjaman Bergulir 196.161.250 105.000.000 32.861.000 17.906.000 7.156.000 37.155.000 37.950.000 17.100.000 8.940.000 9.505.000 18,94 36,14 52,04 49,93 132,83 (37.801.050) (5.530.000) - Bunga atas Pinjaman Bergulir Kepada Koperasi 175.784.625 95.000.000 30.105.000 15.750.000 5.000.000 37.155.000 37.350.000 17.100.000 8.940.000 8.355.000 21,14 39,32 56,8 56,76 167,10 (34.156.925) (5.760.000) - Bunga atas Pinjaman Bergulir Kepada UM 20.376.625 10.000.000 2.756.000 2.156.000 2.156.000 0,00 600.000 0,00 0,00 1.150.000 0,00 6,00 0,00 0,00 53,83 (3.644.125) 230.000 Belanja Tidak Langsung 234.261.272 1.740.474.818 1.449.500.035 1.768.187.870 2.005.682.684 195.223.962 1.318.596.327 1.380.632.301 1.634.489.793 1.834.090.271 83,34 75,76 95,25 92,44 91,44 354.284.282 327.773.262 Belanja Pegawai 234.261.272 1.740.474.818 1.449.500.035 1.768.187.870 2.005.682.684 195.223.962 1.318.596.327 1.380.632.301 1.634.489.793 1.834.090.271 83,34 75,76 95,25 92,44 91,44 354.284.282 327.773.262 Gaji dan Tunjangan 211.361.272 1.589.074.818 1.323.800.035 1.427.899.370 1.665.394.184 173.323.962 1.214.796.327 1.279.482.301 1.328.493.773 1.521.253.237 82,00 76,45 96,65 93,04 91,34 290.806.582 269.585.855 Tambahan Penghasilan PNS 22.900.000 151.400.000 125.700.000 340.288.500 340.288.500 21.900.000 103.800.000 101.150.000 305.996.020 312.837.034 95,63 68,56 80,47 89,92 91,93 63.477.700 58.187.407 Belanja langsung 240.000.000 1.565.784.600 2.502.426.696 3.549.650.500 4.329.425.400 232.813.344 1.311.846.210 2.123.556.118 3.377.131.692 3.788.097.672 97,01 83,78 84,86 95,14 87,50 817.885.080 711.056.866 Belanja Pegawai 9.700.000 151.500.000 434.576.400 326.395.000 370.078.000 7.200.000 127.500.000 394.652.100 317.916.000 348.518.000 74,23 84,16 90,81 97,40 94,17 72.075.600 68.263.600 Honorarium PNS 2.500.000 - 10.050.000 9.950.000 - - - 6.450.000 7.800.000 - 0,00 - 64,18 78,39 - (500.000) -
Honorarium non PNS 7.200.000 151.500.0 00 321.736.4 00 262.992.000 352.544.000 7.200.00 0 127.500.000 290.668.100 259.392.00 0 331.444.00 0 100 84,16 90,3 4 98,63 94,01 69.068.800 64.848.800 Uang Lembur - - 2.790.000 53.453.000 17.534.000 - - 2.534.000 50.724.000 17.074.000 - - 90,82 94,89 97,38 3.506.800 3.414.800 Belanja barang dan Jasa 200.300.0 00 1.200.892. 600 1.689.898 .296 2.748.399.10 0 3.787.677.40 0 195.613. 344 975.444.210 1.356.063.0 18 2.586.499. 692 3.268.409.6 72 97,66 81,23 80,2 5 94,11 86,29 717.475.480 614.559.26 6 Belanja bahan pakai habis 66.244.70 0 127.106.4 50 149.488.2 65 316.765.880 399.008.850 66.190.7 00 91.538.190 139.599.155 311.470.55 5 387.522.77 5 99,92 72,02 93,3 8 98,33 97,12 66.552.830 64.266.415 Belanja bahan / material - - 16.613.45 0 60.150.200 91.205.400 - - 14.693.500 58.839.600 58.262.300 - - 88,4 4 97,82 63,88 18.241.080 11.652.460 Belanja Jasa Kantor 8.000.000 94.185.00 0 427.633.4 96 498.308.100 847.635.800 3.367.34 4 55.122.150 227.694.553 446.308.21 7 773.247.15 5 42,09 58,53 53,2 5 89,56 91,22 167.927.160 153.975.96 2 Belanja Perawatan Kendaraan bermotor - - 44.925.00 0 - 58.500.000 - - 36.065.900 - 58.492.000 - - 80,2 8 - 99,99 11.700.000 11.698.400
Belanja Cetak dan Penggadaan 17.515.30 0 69.260.80 0 129.656.0 85 125.693.020 332.926.350 17.515.3 00 65.169.370 123.648.760 117.489.42 0 323.661.75 0 100 94,09 95,3 7 93,47 97,22 63.082.210 61.229.290 Belanja Sewa rumah/gedung/gud ang/parker - 122.500.0 00 102.500.0 00 131.660.000 255.500.000 - 95.125.000 87.500.000 86.000.000 162.542.00 0 - 77,65 85,3 7 65,32 63,62 51.100.000 32.508.400 Belanja sewa sarana mobilitas - 7.000.000 4.000.000 10.100.000 37.100.000 - 0,00 0,00 7.146.500 17.600.000 - 0,00 0,00 70,76 47,44 7.420.000 3.520.000 Belanja sewa perlengkapan dan peralatan kantor 1.520.000 65.403.00 0 76.224.00 0 175.682.000 402.980.000 1.520.00 0 32.952.000 56.387.000 174.606.00 0 302.260.00 0 100 50,38 73,9 8 99,39 75,01 80.292.000 60.148.000 Belanja Makanan dan Minuman 22.820.00 0 83.315.50 0 163.133.0 00 201.762.200 370.494.900 22.820.0 00 53.198.500 146.110.000 189.079.50 0 298.530.00 0 100 63,85 89,5 6 93,71 80,58 69.534.980 55.142.000 Belanja pakaian khusus dan hari-hari tertentu - 189.000 - 18.599.200 35.551.200 - 189.000 - 18.599.200 32.165.600 - 100 - 100 90,48 7.110.240 6.433.120 Belanja perjalanan dinas 84.200.00 0 431.890.6 50 495.275.0 00 679.477.900 774.652.100 84.200.0 00 390.350.000 444.264.150 649.760.10 0 672.504.09 2 100 90,38 89,7 0 95,63 86,81 138.090.420 117.660.81 8 Belanja pemeliharaan - - 80.450.00 0 172.700.600 132.500.000 - - 80.100.000 172.200.60 0 132.000.00 0 - - 99,5 6 99,71 99,62 26.500.000 26.400.000
Belanaja barang yang akan diserahkan kepada masyarakat/pihak ketiga - 200.042.2 00 100.000.0 00 357.500.000 49.622.800 - 191.800.000 95.000.000 355.000.00 0 49.622.000 - 95,88 95,0 0 99,30 100 9.924.560 9.924.400 Belanja Modal 30.000.000 213.392.000 377.952.000 474.856.400 171.670.000 3.000.000 208.902.000 372.841.000 472.716.000 171.170.000 100 97,90 98,65 99,55 99,71 28.334.000 33.634.000 Belanja modal pengadaan peralatan kantor - 1.432.000 3.000.000 - 12.167.700 - 1.432.000 1.200.000 - 12.150.000 - 100 40,0 0 - 99,85 2.433.540 2.430.000 Belanja modal pengadaan perlengkapan kantor - 32.850.00 0 - 272.811.000 11.987.700 - 30.830.000 - 271.275.00 0 11.700.000 - 93,85 - 99,44 97,60 2.397.540 2.340.000 Belanja modal pengadaan komputer 18.520.000 59.562.000 39.738.000 32.491.800 42.102.600 18.520.000 59.107.000 39.250.000 32.275.000 42.000.000 100 99,24 98,77 99,33 99,76 4.716.520 4.696.000 Belanja modal pengadaan mebeulair 9.600.000 17.040.00 0 20.000.00 0 67.775.900 41.700.000 9.600.00 0 16.825.000 19.800.000 67.579.000 41.700.000 100 98,74 99,0 0 99,71 100 6.420.000 6.420.000 Belanja modal pengadaan alat-alat studio 1.880.000 1.270.000 16.962.00 0 50.899.700 12.712.000 1.880.00 0 1.270.000 16.500.000 50.710.000 12.620.000 100 100 97,2 8 99,63 99,28 2.166.400 2.148.000 Belanja modalpengadaan alat-alat komunikasi - - - 2.541.000 - - - - 2.540.000 - - - - 99,96 - - - Belanja modal pengadaan instalasi listrik dan air
- - - 16.280.000 - - - - 16.280.000 - - - - 100 - - - Belanja modal pengadaan kontruksi jaringan air - - 23.300.00 0 - - - - 23.139.000 - - - - 99,3 1 - - - -
Belanja modal pengandaan kontruksi/pembeli an bangunan - - 180.500.0 00 - - - - 180.000.000 - - - - 99,7 2 - - - - Belanja modal pengadaan peralatan rumah tangga - 99.000.00 0 82.500.00 0 - - - 97.200.000 81.000.000 - - - 98,18 98,1 8 - - - - Belanja modal pengadaan alat- alat persenjataan keamanan - - - - 15.000.000 - - - - 15.000.000 - - - - 100 3.000.000 3.000.000 Belanja modal pengadaan perlengkapan gedung kantor - 2.238.000 11.952.00 0 32.057.000 36.000.000 - 2.238.000 11.952.000 32.057.000 36.000.000 - 100 100 100 100 7.200.000 7.200.000
Berdasarkan tabel kinerja diatas, baik capaian kinerja program maupun capaian dari segi pendanaan menunjukan hasil yang baik. Dari sisi kinerja, capaian realisasi seluruh indikator kinerja sama dengan 100 persen bahkan ada beberapa indikator yang berhasil melampaui targetnya. Dari sisi kinerja keuangan selama tahun 2010 – 2015 menunjukan realisasi serapan anggaran rata – rata diatas 90 persen. Dengan capaian kinerja yang tinggi dan disertai oleh serapan anggaran tidak seratus persen dapat mengindikasikan penghematan anggaran dan kinerja perencanaan yang baik.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah(PD)
Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang dapat diidentifikasi berdasarkan visi misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yaitu dapat dijabarkan sebagai berikut:
2.4.1. Tantangan
1. Globalisasi perekonomian dunia dan terbukanya pasar bebas yang ditandai dengan diberlakukannya Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015 yang akan membuka peluang bisnis bagi pelaku Koperasi dan UM agar mampu meningkatkan daya saingnya;
2. Semakin tingginya tingkat persaingan usaha perekonomian, menuntut koperasi dan UM untuk meningkatkan daya saing;
3. Berdirinya pusat-pusat perbelanjaan modern;
4. Berdirinya lembaga keuangan lainnya yang mengancam keberadaan Koperasi dan UM.
2.4.2 Peluang
1. Jumlah koperasi dan UM yang cukup besar.
2. Pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka pemasaran produk baik berupa jasa atau produk-produk UM.
3. Tersedianya tenaga staf dinas koperasi dan UM serta tenaga pendamping klinik dan UM.
4. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. 5. Pelaku UM dapat memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja.
BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah (PD)
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan, Dinas Koperasi dan UM mempunyai permasalahan sebagai berikut:
1. Rendahnya kualitas SDM pengelola koperasi dan UM
2. Beberapa KSU masih didominasi kegiatan usaha simpan pinjam;
3. Masih adanya KSP/USP yang belum dikelola secara baik dan profesional; 4. Terbatasnya akses permodalan dan pemasaran produk usaha mikro.
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi merupakan penjabaran yang lebih detail dari perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Banyuwangi, sehingga semua langkah-langkah yang disusun dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021.
Adapun visi Bupati Banyuwangi yang tertuang dalam RPJMD 2016-2021 adalah “Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Semakin Sejahtera, Mandiri dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia”. Sedangkan misi yang mendukung sesuai tugas dan wewenang Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yaitu:
Misi 2 : Mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis potensi sumberdaya alam dan kearifan lokal. - Strategi : Meningkatkan daya saing koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah
berbasis kelompok. - Arah kebijakan :
1. Koperasi melalui peningkatan profesionalisme pengelola koperasi; melakukan pendampingan terhadap kegiatan koperasi; membangun image positif koperasi di mata masyarakat; memfasilitasi kebutuhan modal bagi koperasi dan UM.
2. UM melalui Pengembangan bisnis UM dengan pendekatan kluster; peningkatan skala produksi UM; penerapan teknologi tepat guna bagi UM; pengembangan dan mempermudah proses dan prosedur permodalan; pengembangan dan jejaring dengan stakehoders dari hulu ke hilir;pengembangan penggunaan teknologi komunikasi dan informasi bagi UM.
3. Sumber Daya Manusia melalui : Membangun kompetensi (inovasi, kreatifitas dan kewirausahaan) pengelola koperasi dan pengusaha UM; membangun jejaring antar pelaku dari hulu ke hilir.
Faktor-faktor penghambat dan pendorong pelayanan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi antara lain :
Faktor penghambat :
1. Terbatasnya jumlah personil.
2. Terbatasnya sarana dan prasarana kerja. 3. Terbatasnya jumlah anggaran.
Faktor Pendorong :
1. Adanya motivasi rasa tanggung jawab.
2. Adanya partisipasi dari Kopearsi dan UM sangat tinggi.
3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra PD Provinsi Jawa Timur
Acuan Renstra Kemenkop dan Diskop Provinsi Analisis renstra K/L dan PD Kabupaten/Kota ditujukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi, dan sinergitas pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra PD Provinsi terhadap sasaran Renstra K/L dan renstra PD Kabupaten/kota sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan masing-masing PD.
Hal tersebut diatas perlu perbaikan lingkungan usaha yang kondusif bagi peningkatan daya saing koperasi dan UM, dan perlu juga dilakukan peningkatan akses usaha koperasi dan UM kepada sumber daya produktif, kompetensi dan produktifitas usahanya.
Dengan mempertimbangkan kondisi internal maupun eksternal kedepan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan kebijakan prioritas yang akan ditempuh dalam lima tahun mendatang :
1. Peningkatan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi.
3. Diversifikasi usaha dan pemasaran hasil usaha Koperasi dan UM. 4. Penguatan kelembagaan Koperasi dan UM.
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
Berdasarkan RTRW Kabupaten Banyuwangi No. 8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Banyuwangi Tahun 2012-2032, telaahan struktur ruang wilayah sebagai berikut :
Mewujudkan pengembangan kawasan ekonomi unggulan yang berbasis sumber daya lokal berupa pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan, dan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Mewujudkan pengembangan kawasan perdagangan dan jasa, industri kecil dan menengah serta industri besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi
Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi perdesaan dan perkotaan yang menunjang sistem pemasaran hasil pertanian, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan, dan jasa
Penataan sektor informal
Pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah yang mendukung kawasan pertanian, perikanan, pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, kawasan pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta pelayanan dasar masyarakat
mengembangkan sentra industri kecil dan industri rumah tangga berbasis sumberdaya lokal dan ramah lingkungan;
Adapun hasil analisis terhadap dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) adalah sebagai berikut :
1. Dalam pengelolaan limbah dari hasil kegiatan industri kecil menengah supaya dilaksanakan secara mandiri dan terpadu dengan tekhnologi tepat guna;
2. Kegiatan industri kecil dan menengah akan berdamppak tidak langsung pada kebutuhan air sehingga perlu pengelolaan sumber sumber mata air dan perbaikan penyaluran air bersih;
3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis
Isu strategis yang dapat direkomendasikan berdasarkan identifikasi permasalahan pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi sebagai berikut:
1. Rendahnya persentase koperasi yang aktif
Dari 866 koperasi yang ada di Banyuwangi, terdapat 687 koperasi aktif. Sedangkan jumlah koperasi yang dinilai sebanyak 615 koperasi dengan rincian terdapat 240 koperasi sehat,351 koperasi cukup sehat 24 koperasi kurang sehat
2. Rendahnya sistem pengendalian intern koperasi
Dalam pengendalian manajemen koperasi, Pengawas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya tidak maksimal
3. Minimnya diversifikasi usaha koperasi
Sebagian besar usaha koperasi adalah simpan pinjam meskipun dalam Anggaran Dasarnya semua usaha bisa dilakukan
4. Rendahnya manajemen pengelolaan keuangan simpan pinjam koperasi
Terbatasnya kualitas SDM yang memiliki pengetahuan manajemen keuanagan dan teknonolgi informasi
5. Rendahnya pertumbuhan wirausaha baru dan usaha mikro
Yang menghambat pertumbuhan wirausaha baru yaitu Pengetahuan, ketrampilan dan permodalan
6. Terbatasnya permodalan dan pemasaran produk UM
Dalam menjalankan usahanya, usaha mikro kesulitan dalam pengembangan usahanya dikarenakan terbatasnya modal dan pemasaran produk
Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan aspek fungsional. Oleh karena itu Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang bergerak dibidang Koperasi dan UM diharapkan akan lebih menarik investor untuk melakukan kegiatan usaha di Kabupaten Banyuwangi serta meningkatkan pertumbuhan wirausaha-wirausaha baru yang fokus pada kegiatan koperasi dan UM.
Dengan melakukan pembinaan, bimbingan, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan serta fasilitasi pengembangan usaha, diharapkan akan tumbuh wirausaha baru yang tangguh dan kompetitif serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas pelaku usaha yang sudah ada baik dari segi organisasi dan manajemen, dari segi produksi, teknologi, permodalan maupun pemasaran sehingga kegiatan usaha yang ada akan semakin
tangguh dan berkualitas/ fasilitasi juga diberikan dalam hal peningkatan kerjasama kemitraan antar pelaku usaha itu sendiri maupun dengan instansi pemerintah seperti pembentukan kelompok usaha, pembentukan sentra-sentra usaha, kluster usaha, kemitraan dalam hal penyediaan bahan baku, kemitraan dalam hal pemasaran maupun kemitraan dalam hal permodalan.
Berdasarkan potensi dan upaya-upaya tersebut diharapkan ada peningkatan yang signifikan pada kegiatan usaha baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dengan peningkatan jumlah pelaku usaha baik Koperasi, dan UM peningkatan kualitas barang dan jasa yang dihasilkan, peningkatan kualitas kelembagaan usaha, peningkatan jaringan pemasaran, peningkatan permodalan, peningkatan kerjasama kemitraan dan peningkatan kesadaran tertib niaga diharapkan akan menciptakan usaha yang tangguh, mandiri dan profesional yang bisa menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Banyuwangi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan penyediaan lapangan kerja, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, mengurangi pengangguran, mengurangi kemiskinan, meningkatkan taraf hidup dan kesejehteraan serta daya beli masyarakat.
Dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi selalu menganut prinsip-prinsip efisiensi dan aktifitas dengan memperhatikan faktor kesopanan dan keramahan serta kepuasan masyarakat, adapun jenis pelayanan Dinas Koperasi dan UM antara lain :
1. Penertiban persetujuan pembukaan kantor cabang KSP / USP. 2. Fasilitasi pendirian Koperasi
3. Pemberian konsultasi K-UM ( Koperasi - Usaha Mikro ).
Dengan tersusunnya RTRW Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi diharapkan akan mewujudkan pembangunan yang harmonis, sesari, selaras dan seimbang yang terkoordinasi antar sektor antar wilayah maupun kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada RTRW Kabupaten Banyuwangi yang pada akhirnya diharapkan akan semakin mendorong kualitas ruang dan kualitas kehidupan masyarakat Kabupaten Banyuwangi secara berkelanjutan.
BAB IV
TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah(PD)
Tujuan dan sasaran merupakan tahap perumusan sasaran strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan jangka menengah daerah yang akan menjadi dasar penyusunan kinerja Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
TUJUAN :
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai lima tahun. Adapun tujuan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang tertuang dalam Rencana Strategi (RENSTRA) 2016 - 2021 yaitu:
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro yang berkualitas dan inklusif.
Untuk menilai keberhasilan tujuan ini, pada akhir periode Renstra dapat diukur dengan indikator:
1. Persentase koperasi berkualitas dengan target sebesar 11,8 % 2. Persentase UKM terhadap UMKM dengan target sebesar 0,38 %
SASARAN :
Sasaran adalah penjabaran dari suatu tujuan secara terukur yaitu sesuatu yang akan dicapai secara nyata dalam jangka waktu tertentu oleh instansi pemerintah untuk merumuskan yang lebih spesifik, terukur.
Adapun sasaran langsung yang akan dicapai Dinas Koperasi dan UM adalah sebagai berikut :
Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro Untuk menilai pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator kinerja: a. Persentase koperasi berkualitas
Menurunnya kesenjangan pendapatan UMKM antar wilayah.
Untuk menilai pencapaian sasaran ini dapat diukur dengan indikator Gini Rasio pendapatan UM antar wilayah Kecamatan.
4.2. Strategi dan Kebijakan
Sehubungan dengan kualitas sumberdaya manusia, kemampuan dan pemahaman terhadap persoalan-persoalan dalam usaha Koperasi dan UM, tingkat pengangguran dan kemiskinan merupakan kendala pembangunan perekonomian di Kabupaten Banyuwangi. Kondisi semacam ini akan berpengaruh pada kehidupan social dan budaya masyarakat, di Kabupaten Banyuwangi sendiri mempunyai kekuatan sebagai modal karena letak geografis Banyuwangi sebagai pintu masuk arus perekonomian, karena letak geografis yang strategis , kekayaan sumber alam, keragaman budaya dan jumlah tenaga kerja yang cukup.
Pembangunan Koperasi dan UM diarahkan untuk memperkuat struktur perekonomian daerah serta memanfaatkan peluang yang ada melalui perkuatan permodalan serta memfasilitasi upaya - upaya peningkatan produktifitas daerah dan pendapatan masyarakat, dalam rangka pemerataan kesejahteraan, peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan lapangan pekerjaan.
Dalam rangka untuk menentukan keberhasilan tugas dan fungsi pelayanan PD maka perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi dapat melalui pendekatan analisa SWOT ( Strenght, Weakness, Opportunites dan Threats ) sebagai media untuk menentukan faktor-faktor kunci keberhasilan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
Analisis SWOT yaitu analisis yang mencermati kekuatan (strenghts), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan atau ancaman (threats) secara bersama-sama. Jadi hal-hal pokok yang ada di lingkungan yang diasumsikan berpengaruh terhadap apa yang terjadi dikemudian hari.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap keberhasilan dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Faktor – faktor Eksternal
Faktor eksternal terdiri dari peluang ( Opportunities ) dan ancaman (Threats )
Peluang (Opportunities) Ancaman ( Threats )
1. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
2. Adanya dukungan kebijakan pemerintah terhadap keberadaan UM baik dari segi perkuatan permodalan maupun kebijakan lainnya.
3. Masih terbukanya peluang pasar terhadap produk UM.
4. Adanya potensi lembaga Koperasi yang cukup memadai.
1. Tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan.
2. Terbatasnya bantuan anggaran dari pusat, provinsi maupun daerah.
3. Masuknya produk - produk import yang menambah ketatnya persaingan produk- produk UM.
4. Berdirinya pusat - pusat perbelanjaan modern yang mengancam keberadaan UM
Faktor – faktor Internal
Faktor internal Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan tugas dapat diidentifikasi :
Kekuatan ( Strenght ) Kelemahan ( Weakness ) 1. Tersedianya sumber daya manusia
aparatur.
2. Tersedianya anggaran APBD maupun dari APBN pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai bagi penyelenggaraan pemerintahan.
4. Adanya peraturan perundang- undangan Bidang Koperasi dan UM.
1. Kurangnya kemampuan dan pemahaman Sumberdaya manusia (SDM) menghadapi permasalahan.
2. Masih lemahnya koordinasi dengan instansi lain.
3. Kurangnya sistim pelaporan dan informasi dunia usaha di bidang Koperasi dan UM. 4. Kurangnya pemahaman peraturan akan
Peraturan perundang-undangan di bidang Koperasi dan UM.
4.2.1 Strategi
Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dari 2016 - 2021 membangun di bidang Koperasi yang berbasiskan ekonomi lokal dengan pemberdayaan UM. Untuk mencapai tujuan diperlukan strategi yang dirancang secara konseptual, analitis, realitis, rasional dan komprehensif yang nantinya diwujudkan dalam kebijakan satuan kerja perangkat daerah. Dari hasil analisa SWOT diatas, maka strategi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yaitu:
Kekuatan ( Strenght ) Kelemahan ( Weakness )
1. Tersedianya sumber daya manusia aparatur.
2. Tersedianya anggaran APBD maupun dari APBN pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai bagi penyelenggaraan pemerintahan. 4. Adanya peraturan perundang-
undangan Bidang Koperasi dan UM.
1. Kurangnya kemampuan dan pemahaman Sumberdaya manusia (SDM) menghadapi permasalahan. 2. Masih lemahnya koordinasi dengan
instansi lain.
3. Kurangnya sistim pelaporan dan informasi dunia usaha di bidang Koperasi dan UM.
4. Kurangnya pemahaman peraturan akan Peraturan perundang-undangan di bidang Koperasi dan UM.
Peluang (Opportunities) Strategi S-O Strategi W-O
1. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
2. Adanya dukungan kebijakan pemerintah terhadap keberadaan UM baik dari segi perkuatan permodalan maupun kebijakan lainnya.
3. Masih terbukanya peluang pasar terhadap produk UM.
4. Adanya potensi lembaga Koperasi yang cukup memadai.
Meningkatkan sinergitas antara pemerintah, pelaku
usaha dan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan koperasi dan
Usaha Mikro
1. Penyertaan modal bagi koperasi yang kurang sehat
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk serta fasilitasi pemasaran secara online dan offline
Ancaman ( Threats ) Strategi S-T Strategi W-T
1. Tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan.
2. Terbatasnya bantuan anggaran dari pusat, provinsi maupun daerah. 3. Masuknya produk - produk import
yang menambah ketatnya persaingan produk- produk UM.
4. Berdirinya pusat - pusat perbelanjaan modern yang mengancam
Pembinaan koperasi dan usaha mikro yang berkesinambungan
Pembubaran koperasi pasif
keberadaan UM
4.2.2. Kebijakan :
Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategi memerlukan persepsi dalam bentuk kebijakan sebagai pedoman pelaksanaan langkah-langkah tertentu. Kebijakan juga merupakan strategi Kepala Dinas untuk melaksanakan kebijakan pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang pada dasarnya untuk melaksanakan program dan kegiatan lebih baik dan terarah.
No. Perspektif
Strategi 1: Meningkatkan sinergitas antara pemerintah,
pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan koperasi dan usaha mikro;
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif
Masyarakat
Sinergitas antara pemerintah,
pelaku usaha dan masyarakat Program pengembangan
usaha koperasi 2 Perspektif Proses Internal 3 Perspektif Kelembagaan 4 Perspektif Keuangan No. Perspektif
Strategi 2: Pembinaan koperasi dan usaha mikro yang berkesinambungan
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif
Masyarakat
Peningkatan kualitas usaha
mikro; Program peningkatan dan
pengembangan usaha mikro
2 Perspektif Proses
Internal
3 Perspektif
Kelembagaan Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi Program peningkatan kualitas kelembagaan
koperasi
No. Perspektif
Strategi 3: Peningkatan kualitas SDM dan produk serta fasilitasi pemasaran secara online dan offline
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif
Masyarakat Pelatihan manajemen, kualitas
produk dan tekhnologi pemasaran
Program peningkatan dan pengembangan usaha mikro;
Program pembinaan lingkungan sosial lingkup usaha mikro
2 Perspektif Proses
Internal
3 Perspektif
Kelembagaan Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi Program peningkatan kualitas kelembagaan
koperasi
4 Perspektif Keuangan
No. Perspektif
Strategi 4: Penyertaan modal bagi koperasi yang kurang sehat;
Kebijakan Umum Program Pembangunan
1 Perspektif
Masyarakat
2 Perspektif Proses
Internal Peningkatan pelayanan publik Program administrasi perkantoran
3 Perspektif
Kelembagaan
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan PD
Visi Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Semakin Sejahtera, Mandiri dan Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Misi II Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Berkelajutan Berbasis Potensi Sumberdaya Alam dan Kearifan Lokal
NO. TUJUAN SASARAN
1. Meningkatkan pertumbuhan
ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro yang berkualitas dan inklusif.
Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro
Tabel 4.2
Keterkaitan Antara Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan
Visi Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi yang Semakin Sejahtera, Mandiri dan
Berakhlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Misi II Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Melalui Pertumbuhan Ekonomi yang
Berkualitas dan Berkelajutan Berbasis Potensi Sumberdaya Alam dan Kearifan Lokal
TUJUAN SASARAN STRATEGI KEBIJAKAN
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro yang berkualitas dan inklusif. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro Meningkatkan sinergitas antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan koperasi dan Usaha Mikro
Pelatihan manajemen, kualitas produk dan tekhnologi pemasaran
1. Penyertaan modal bagi koperasi yang kurang sehat
2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk serta fasilitasi pemasaran secara online dan offline
Program peningkatan dan pengembangan usaha mikro;
Program pembinaan lingkungan sosial lingkup usaha mikro
Pembinaan koperasi dan usaha mikro yang berkesinambungan Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi Pembubaran koperasi pasif Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
PROGRAM INDIKATOR PROGRAM SATUAN INDIKATOR PROGRAM TARGET 2016 2017 2018 2019 2020 2021 PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KELEMBAGAAN KOPERASI Persentase Koperasi Aktif % 80 81 82 83 84 85 Persentase Pertumbuhan Jumlah Anggota Koperasi % 0,30 0,37 0,47 0,59 0,7 0,82 PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI Persentase Koperasi Sehat % 12,69 14,18 15,86 17,35 19,03 20,52 Persentase Peningkatan Volume Usaha Koperasi
% 4,21 13,22 15,50 15,69 16,04 16,91
PROGRAM PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU
Persentase wirasuaha mikro baru yang tumbuh
% 0,19 0,27 0,35 0,42 0,50 0,58
PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO
Persentase Usaha Mikro yang mengalami perkembangan Usaha
KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN SATUAN INDIKATOR KEGIATAN TARGET 2016 2017 2018 2019 2020 2021
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN KOPERASI
JUMLAH KOPERASI YANG DIUPDATE DATA KERAGAANNYA
KOPERASI 866 871 876 881 896 901
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PERKOPERASIAN
JUMLAH SISTEM INFORMASI YANG DIKEMBANGKAN
UNIT 100 100 100 100 100 237
PEMBUBARAN KOPERASI PASIF JUMLAH KOPERASI PASIF YANG
DIBUBARKAN
KOPERASI 5 5 25 25 25 44
PENGAWASAN KOPERASI JUMLAH KOPERASI YANG
DIAWASI
KOPERASI 100 100 100 100 100 237
PEMERINGKATAN KOPERASI JUMLAH KOPERASI YANG
DILAKUKAN PEMERINGKATAN
KOPERASI 50 50 50 50 50 50
PENILAIAN DAN PENGHARGAAN KOPERASI BERPRESTASI
JUMLAH KOPERASI YANG DINILAI KOPERASI 15 15 15 15 15 15
PENINGKATAN KELEMBAGAAN KOPERASI JUMLAH KOPERASI YANG DIBINA KOPERASI 100 100 100 100 100 237
REVITALISASI KOPERASI JUMLAH KOPERASI YANG
DIREVITALISASI
KOPERASI 10 10 10 10 10 10
PEMAHAMAN PRINSIP-PRINSIP PERKOPERASIAN
JUMLAH ORANG YANG DIBINA ORANG 100 100 100 100 100 237
PENILAIAN KESEHATAN KOPERASI JUMLAH KSP/USP YANG DINILAI
KESEHATANNYA
KSP/USP 90 100 105 110 120 125
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA SIMPAN PINJAM
JUMLAH ORANG YANG DILATIH ORANG 100 100 100 100 100 100
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN USAHA SIMPAN PINJAM
JUMLAH KSP/USP YANG DIMONITOR
KSP/USP 100 100 100 100 100 100
FASILITASI PERMODALAN USAHA SIMPAN PINJAM
JUMLAH KSP/USP YANG DIFASILITASI
TEMU USAHA BAGI PELAKU PERKOPERASIAN
JUMLAH KOPERASI YANG DIFASILITASI TEMU USAHA
KOPERASI 100 75 75 75 75 75
PENGEMBANGAN TOKO RITEL MODEREN KOPERASI
JUMLAH TOKO RITEL MODEREN KOPERASI YANG DIKEMBANGKAN
UNIT 40 40 40 40 40 40
FASILITASI PROMOSI HASIL USAHA KOPERASI
JUMLAH KOPERASI YANG DIFASILITASI PROMOSI
KOPERASI 10 10 10 10 10 10
FASILITASI PENGEMBANGAN USAHA SEKTOR RIIL KOPERASI
JUMLAH KOPERASI YANG DIFASILITASI PENGEMBANGAN USAHA SEKTOR RIIL
KOPERASI 217 135 135 135 135 135
PENYELENGGARAAN PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN
JUMLAH ORANG YANG DILATIH WIRAUSAHA
ORANG 460 600 700 800 900 1000
FASILITASI PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU
JUMLAH EMBRIO WUB YANG MENDAPATKAN PEMBINAAN
WUB 50 150 200 250 300 350
PENGUATAN KELEMBAGAAN WIRAUSAHA MIKRO BARU
JUMLAH USAHA MIKRO YANG MENDAPATKAN PENGUATAN KELEMBAGAAN
USAHA MIKRO
150 200 250 300 350 400
PENINGKATAN KUALITAS, KOMPETENSI DAN MANAJERIAL SDM USAHA MIKRO
JUMLAH USAHA MIKRO YANG MENDAPATKAN PEMBINAAN
USAHA MIKRO
470 500 650 700 750 800
FASILITASI PENINGKATAN KEMITRAAN USAHA MIKRO
JUMLAH USAHA MIKRO YANG DIFASILITASI KEMITRAAN
USAHA MIKRO
320 400 450 500 550 600
FASILITASI PROMOSI HASIL PRODUK USAHA MIKRO
JUMLAH USAHA MIKRO YANG DIFASILITASI PROMOSI
USAHA MIKRO
50 100 110 120 130 140
PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI KELOMPOK USAHA MIKRO
JUMLAH KELOMPOK USAHA MIKRO YANG MENERIMA PENGUATAN KELEMBAGAAN
KELOMPOK 11 12 13 14 15 16
PENGEMBANGAN SARANA PEMASARAN HASIL PRODUKSI USAHA MIKRO
JUMLAH SARANA PEMASARAN YANG DIKEMBANGKAN
UNIT 480 530 580 630 680 730
PENGUATAN FASILITASI PENDAMPINGAN DAN KONSULTASI USAHA
JUMLAH USAHA MIKRO YANG MENDAPATKAN PENDAMPINGAN
USAHA MIKRO
500 600 650 700 750 800
PEMETAAN DAN PENYUSUNAN POTENSI UMKM
JUMLAH UMKM YANG DIDATA UMKM 208204 208304 208404 208504 208604 208704
PEMBINAAN DAN PELATIHAN
KETERAMPILAN KERJA BAGI TENAGA KERJA DAN MASYARAKAT
JUMLAH ORANG YANG MENDAPATKAN PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA
Penyusunan program dan kegiatan didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 Tahun 2006. kodifikasi dan klasifikasi bidang pembangunan disusun menurut fungsi untuk keselarasan dan keterpaduan pelaksanaan pengembangan serta pengelolaan keuangan daerah.
Program dan kegiatan Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi bersumber dari visi, misi dan kebijakan yang telah dituangkan pada bab sebelumnya.
sesuai dengan tugas pokok Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi, program dan kegiatan adalah sebagai berikut :
1.1. PROGRAM DAN KEGIATAN
Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut :
Urusan Administrasi Umum
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran a. Penyediaan jasa surat menyurat
b. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik c. Penyediaan jasa perkantoran
d. Penyediaan alat tulis kantor
e. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
f. Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor g. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
h. Penyediaan peralatan rumah tangga i. Penyediaan bahan logistik kantor j. Penyediaan makanan dan minuman
k. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a. Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor
b. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional c. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan
Urusan Koperasi dan UM
1. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi
a. Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Program Pembangunan Koperasi b. Pembangunan Sistem Informasi Perencanaan Pengembangan Perkoperasian
c. Pembinaan, Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi d. Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi e. Penyebaran Model-model Pola Pengembangan Koperasi
f. Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan g. Peningkatan Peran Koperasi Wanita
2. Program Penumbuhan Wirausaha Baru a. Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan b. Fasilitasi Penumbuhan Usaha Mikro Baru
3. Program Peningkatan dan Pengembangan Usaha Mikro a. PenguatanFasilitasi / Pendampingan dan Konsultasi Usaha b. Fasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha Mikro
c. Fasilitasi Promosi Hasil Produksi Usaha Mikro
d. Peningkatan Kualitas, Kompetensi dan Manajerial SDM Pelaku Usaha Mikro e. Penguatan Kelembagaan dan Organisasi Kelompok Usaha Mikro
f. Penguatan Database Usaha Mikro
g. Pengembangan Sarana Pemasaran Hasil Produksi Usaha Mikro
4. Program Pengembangan Usaha Koperasi a. Penilaian Kesehatan KSP/USP
b. Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi c. Penyebaran model-model Pola Pengembangan Usaha Koperasi d. Peningkatan Peran Usaha Koperasi Wanita
e. Penyelenggaraan Promosi Produk Hasil Binaan Koperasi
Pada tahun 2016 ada beberapa program dan kegiatan pada Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang pada periode selanjutnya tidak dipergunakan dikarenakan adanya perubahan nomenklatur program dan kegiatan.
1. Program Penciptaan Iklim Usaha Kecil dan Menengah Yang Kondusif Fasilitasi Pengembangan Usaha
2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM a. Fasilitasi Pengembangan Sarana Promosi Hasil Produksi
b. Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan
c. Pelatihan Manajemen bagi Manager / Pengurus Koperasi / KUD 3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UM
a. Penyelenggaraan Promosi Produk Usaha Mikro
BAB VI
INDIKATOR KINERJA PD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Pada bab ini dikemukakan indikator kinerja yang akan dicapai Perangkat Daerah dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi mendukung tercapainya tujuan Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro yang berkualitas dan sasaran Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi sektor koperasi dan usaha mikro.
Tabel di bawah ini menunjukkan indikator kinerja Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 sebagai berikut:
Tabel 6.1.
Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
No . Indikator Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD
Target Capaian Setiap Tahun
Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD 2015 2016 2017 2018 2019 2020 1. Persentase UKM terhadap UM 9,92 10 11 12 13 14 15 2. Persentase koperasi berkualitas 5,77 7,88 8,86 9,84 10,82 11,80 12,78 3. Indeks gini 0,29 0,27 0,26 0,25 0,24 0,23 0,22
BAB VII PENUTUP
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 ini merupakan dokumen perencanaan yang disusun dengan menjabarkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021, dan merupakan rangkaian rencana dan kegiatan yang mendasar dan orientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu sampai 5 (lima) tahun ke depan.
Rencana Strategis (Renstra) mengandung tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang harus diimplementasikan oleh seluruh jajaran organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi.
Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahunan, yang juga digunakan sebagai dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja tahunan dan lima tahunan.
Dengan mengintegrasikan dokumen perencanaan dan penganggaran yang dimiliki oleh dinas, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) diharapkan mampu mengantisipasi sekaligus menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis baik di internal Dinas maupun di lingkup Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Akhirnya dengan tersusunnya Rencana Strategis (Renstra) Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 semoga dapat bermanfaat bagi semua pihak, dan mampu mendorong pencapaian visi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021 yaitu ”Terwujudnya Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Mandiri, Sejahtera dan
Berahlak Mulia Melalui Peningkatan Perekonomian Dan Kualitas Sumber Daya Manusia”.