• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Pra Siklus

1.1.1.1.Tahap Perencanaan

Hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA rendah tidak mencapai hasil yang diharapkan. Pada kondisi awal penelitian dengan kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya hasil belajar siswa rendah. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rata-rata nilai kelas yang hanya memperoleh 63 jauh di bawah KKM IPA 70. Ketuntasan belajar siswa juga rendah hanya memperoleh persentase sebesar 35% saja yang artinya dari 17 siswa hanya 6 siswa yang tuntas dalam belajar sedangkan 11 siswa belum tuntas. Padahal target peneliti 75%.

1.1.1.2.Tahap Pelaksanaan

Pembelajaran perlu adanya komunikasi yang multi arah antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa sehingga terjadi pembelajaran yang aktif sebagai akibatnya adalah meningkatnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Namun pada kondisi awal dalam pembelajaran guru menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru sebagai satu-satunya sumber belajar

1.1.1.3.Tahap Observasi

Hasil belajar siswa pada kondisi awal dengan kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya hasil belajar siswa rendah hanya memperoleh nilai rata-rata kelas 63 jauh di bawah KKM IPA 70. Ketuntasan belajar siswa juga rendah hanya memperoleh persentase sebesar 35% saja yang artinya dari 17 siswa hanya 6 siswa yang tuntas dalam belajar sedangkan 11 siswa belum tuntas. Padahal target peneliti 75%. Dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini:

(2)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Tabel 4.1

Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal

Nilai 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Banyak Siswa - - - 1 2 8 3 3 - - Jumlah Siswa 17 T 6 B 11 Rata-Rata 63 Tingkat Ketuntasan 35% Grafik 4.1

Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Kondisi Awal

1.1.1.4.Hasil Refleksi

Dari data yang ada maka penulis merencanakan penelitian tindakan kelas dengan mencoba menerapkan model pembelajaran “make a match, Model Pembelajaran Make a Match adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang banyak menggunakan kartu-kartu dalam pembelajaran. Hal-hal yang perlu dipersiapkan jika

(3)

pembelajaran dikembangkan dengan make a match adalah kartu-kartu. Kartu-kartu tersebut terdiri dari kartu berisi jawaban dan pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Langkah berikutnya adalah guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai. Aturlah posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U. Upayakan kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok. Berikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai. Kelompok ini kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok. Setelah penilaian dilakukan, aturlah sedemikian rupa kelopok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk huruf U. Guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari, mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai.

4.1.2 Siklus I

4.1.2.1. Tahap Perencanaan

Kegiatan penelitian dimulai dengan perencanaan tindakan siklus I yang tertuang pada Rencana Perbaikan Pembelajaran pada Siklus I dengan memilih kompetensi dasar kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya dalam kegiatan rencana ini penulis melakukan serangkaian kegiatan: (1) menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan digunakan dalam penelitian, (2) menentukan teknik/metode untuk mengatasi masalah yang diteliti, (3)

(4)

menentukan hari dan tanggal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran siklus I, (4) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai materi yang dipilih siklus I, (5) menyiapkan media yang digunakan, (6) melakukan komunikasi dengan kepala sekolah untuk mendapatkan ijin dan dukungan baik saran maupun izin penggunaan sarana sekolah, (7) menunjuk dan melakukan komunikasi dengan pengamat yang akan memberikan refleksi berupa kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang penulis laksanakan.

4.1.2.2. Tahap Pelaksanaan

Siswa melakukan proses belajar secara aktif, berarti melakukan upaya sendiri dalam memperoleh pengalaman belajar. Kenyataan yang sering dijumpai dalam proses pembelajaran, siswa hanya menerima apa saja yang diberikan oleh guru. Jika siswa mempelajari suatu konsep tertentu, maka sesungguhnya bukan mempelajari konsep itu melainkan menerima konsep yang diberikan guru. Ini hanya sekedar suatu contoh dan tentunya masih banyak contoh lain yang menuntun kita untuk sampai pada suatu kesimpulan, bahwa dalam pembelajaran siswa sedikit sekali melakukan proses belajar, kecuali menerima dan menyimpannya dalam ingatan apa yang telah diterimanya. Proses pembelajaran yang berlandaskan atas azas keaktifan belajar, menekankan pada proses belajar siswa, bukan pada proses pembelajaran itu sendiri. Seorang guru yang menginginkan agar siswanya memahami suatu konsep, misalnya guru yang bersangkutan tidak mengajarkan konsep tersebut, tetapi mendorong keaktifan siswa untuk belajar melalui suatu kegiatan tertentu sehingga menemukan sendiri konsep itu. Upaya guru dalam mengajar hanya memberi rangsangan, bimbingan, arahan dan dorongan untuk berlangsungnya proses belajar. Oleh karena itu penulis memilih model pembelajaran “make a match, Model Pembelajaran Make a Match adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang banyak menggunakan kartu-kartu dalam pembelajaran.

Adapun langkah-langkah pembelajaran pada siklus I sebagai berikut: Pertemuan 1

Kegiatan Awal: (a) guru mempersiapkan media pembelajaran, (2) memberi salam, (3) mengecek kehadiran siswa, (4) guru mengkondisikan siswa agar tertib dalam pelaksanaan pembelajaran, (5) melakukan appersepsi dengan melakukan kegiatan pre test, (6) memotivasi siswa dengan memberikan informasi materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(5)

Kegiatan Inti: (1) Eksplorasi: (a) siswa memperhatikan gambar mata, (2) tanyajawab tentang bagian-bagian mata, (3) tanyajawab tentang fungsi bagian-bagian mata, (4) tanyajawab tentang cara kerja, cara merawat dan penyakit pada mata, (5) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (2) Elaborasi: (a) guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai, (b) guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U, (c) kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran, (d) jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok, (e) memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai, (f) kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok, (g) setelah penilaian dilakukan, mengatur sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk huruf U, (h) guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari, mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai, (i) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (3) Konfirmasi: (a) memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami, (b) bersama dengan siswa guru menyimpulkan materi pembelajaran.

Kegiatan Akhir: (a) guru melakukan kegiatan post tes, (2) siswa mengerjakan tes formatif, (3) guru mengoreksi tes formatif, (4) guru mengumpulkan lembar tes formatif, memberikan penilaian dan menganalisis nilai, (5) guru memberikan tindak lanjut, dengan memberikan tugas siswa di rumah (TR) berupa pengayaan bagi siswa yang nilainya

(6)

melampaui KKM dan perbaikan bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM, (6) guru mengakhiri pelajaran dengan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar, (7) memberi salam.

Pertemuan 2

Kegiatan Awal: (a) guru mempersiapkan media pembelajaran, (b) memberi salam, (c) mengecek kehadiran siswa, (d) guru mengkondisikan siswa agar tertib dalam pelaksanaan pembelajaran, (e) melakukan appersepsi dengan melaksanakan pre test, (f) memotivasi siswa dengan memberikan informasi materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti: (1) Eksplorasi: (a) siswa memperhatikan gambar telinga, (b) tanyajawab tentang bagian-bagian telinga, (c) tanyajawab tentang fungsi bagian-bagian telinga, (d) tanyajawab tentang cara kerja, cara merawat dan penyakit pada telinga, (e) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (2) Elaborasi: (a) guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai, (b) guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U, (c) kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran, (d) jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok, (e) memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai, (f) kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok, (g) setelah penilaian dilakukan, mengatur sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk huruf U, (h) guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari,

(7)

mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai, (i) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (3) Konfirmasi: (a) memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami, (b) bersama dengan siswa guru menyimpulkan materi pembelajaran.

Kegiatan Akhir: (a) guru melakukan kegiatan post tes, (b) siswa mengerjakan tes formatif, (c) guru mengoreksi tes formatif, (e) guru mengumpulkan lembar tes formatif, memberikan penilaian dan menganalisis nilai, (f) guru memberikan tindak lanjut, dengan memberikan tugas siswa di rumah (TR) berupa pengayaan bagi siswa yang nilainya melampaui KKM dan perbaikan bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM, (g) guru mengakhiri pelajaran dengan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar, (h) memberi salam.

Pertemuan 3: Melaksanakan tes Formatif

Kegiatan pembelajaran pada siklus I seperti pada foto kegiatan pembelajaran di bawah ini

Gambar 4.1

Gambar Kegiatan Pembelajaran Siklus I Siswa Menunjukkan Kartu Yang Diterimanya

(8)

Gambar 4.2

Gambar Kegiatan Pembelajaran Siklus I

Siswa Mencari Kartu Yang Cocok Dengan Pertanyaan Yang Diterimanya Kepada Kelompok Pembawa Jawaban

4.1.2.3. Hasil Observasi

Hasil belajar siswa pada siklus I dengan kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya dan 1.4 menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra dari nilai rata-rata kelas siswa mencapai 68 di bawah KKM IPA 70. Ketuntasan belajar siswa juga rendah hanya memperoleh persentase sebesar 41% artinya dari 17 siswa ada 7 siswa yang tuntas dalam belajar sedangkan 10 siswa belum tuntas. Padahal target peneliti 75%. Dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini:

Tabel 4.2

Hasil Belajar Siswa Siklus I

Nilai 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Banyak Siswa - - - 1 2 7 1 2 4 - Jumlah Siswa 17 T 7 B 10 Rata-Rata 68 Tingkat Ketuntasan 41%

(9)

0 1 2 3 4 5 6 7 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Grafik 4.2

Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I

4.1.2.4. Hasil Refleksi

Dari data yang ada maka penulis merencanakan penelitian tindakan kelas dengan mencoba menerapkan model pembelajaran “make a match, Model Pembelajaran Make a Match adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang banyak menggunakan kartu-kartu dalam pembelajaran. Berdasarkan data hasil belajar maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yang pada kondisi awal mencapai nilai rata-rata kelas hanya 63 maka pada siklus I telah mencapai 68 terjadi peningkatan sebesar 5. Sedangkan ketuntasan belajar siswa dari kondisi awal hanya 35% pada siklus I mencapai 41% terjadi peningkatan 6%. Namun karena belum mencapai target penulis maka penluis melanjutkan pada siklus II dengan menerapkan model pembelajaran “make a match.

(10)

4.1.3 Siklus II

4.1.3.1. Tahap Perencanaan

Kegiatan penelitian dimulai dengan perencanaan tindakan siklus II yang tertuang pada Rencana Perbaikan Pembelajaran pada Siklus II dengan memilih kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya dan 1.4 menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra dalam kegiatan rencana ini penulis melakukan serangkaian kegiatan: (1) menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan digunakan dalam penelitian, (2) menentukan teknik/metode untuk mengatasi masalah yang diteliti, (3) menentukan hari dan tanggal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran siklus I, (4) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai materi yang dipilih siklus I, (5) menyiapkan media yang digunakan, (6) melakukan komunikasi dengan kepala sekolah untuk mendapatkan ijin dan dukungan baik saran maupun izin penggunaan sarana sekolah, (7) menunjuk dan melakukan komunikasi dengan pengamat yang akan memberikan refleksi berupa kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang penulis laksanakan.

4.1.3.2. Tahap Pelaksanaan

Model Pembelajaran Make a Match adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif yang banyak menggunakan kartu-kartu dalam pembelajaran. Metode ini dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Akan tetapi seperti biasa tidak ada gading yang tak retak, tidak ada metode yang sempurna. Demikian juga dengan metode make a match. Kelebihan metode make a match adalah: (1) suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran (let them move), (2) kerjasama antar sesama siswa terwujud dengan dinamis, (3) munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh siswa.

Adapun langkah-langkah pembelajaran pada siklus II sebagai berikut:

Pertemuan 1

Kegiatan Awal: (a) guru mempersiapkan media pembelajaran, (b) memberi salam, (c) mengecek kehadiran siswa, (d) guru mengkondisikan siswa agar tertib dalam pelaksanaan pembelajaran, (e) melakukan appersepsi dengan melakukan kegiatan pre test, (f) memotivasi siswa dengan memberikan informasi materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

(11)

Kegiatan Inti: (1) Eksplorasi: (a) siswa memperhatikan gambar hidung, (b) tanyajawab tentang bagian-bagian hidung, (c) tanyajawab tentang fungsi bagian-bagian hidung, (d) tanyajawab tentang cara kerja, cara merawat dan penyakit pada hidung, (e) siswa memperhatikan gambar lidah, (f) tanyajawab tentang bagian-bagian lidah, (g) tanyajawab tentang fungsi bagian-bagian lidah, (h) tanyajawab tentang cara kerja, cara merawat dan penyakit pada lidah, (i) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (2) Elaborasi: (a) guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai, (b) guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U, (c) kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran, (d) jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok, (e) memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai, (f) kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok, (g) setelah penilaian dilakukan, mengatur sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk huruf U, (h) guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari, mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai, (i) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (3) Konfirmasi: (a) memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami, (b) bersama dengan siswa guru menyimpulkan materi pembelajaran.

Kegiatan Akhir: (a) guru melakukan kegiatan post tes, (b) siswa mengerjakan tes formatif, (c) guru mengoreksi tes formatif, (e) guru mengumpulkan lembar tes formatif,

(12)

memberikan penilaian dan menganalisis nilai, (f) guru memberikan tindak lanjut, dengan memberikan tugas siswa di rumah (TR) berupa pengayaan bagi siswa yang nilainya melampaui KKM dan perbaikan bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM, (g) guru mengakhiri pelajaran dengan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar, (h) memberi salam.

Pertemuan 2

Kegiatan Awal: (a) guru mempersiapkan media pembelajaran, (b) memberi salam, (c) mengecek kehadiran siswa, (d) guru mengkondisikan siswa agar tertib dalam pelaksanaan pembelajaran, (e) melakukan appersepsi dengan melaksanakan pre test, (f) memotivasi siswa dengan memberikan informasi materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti: (1) Eksplorasi: (a) siswa memperhatikan gambar kulit, (b) tanyajawab tentang bagian-bagian kulit, (c) tanyajawab tentang fungsi bagian-bagian kulit, (d) tanyajawab tentang cara kerja, cara merawat dan penyakit pada kulit, (e) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (2) Elaborasi: (a) guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai, (b) guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U, (c) kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran, (d) jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok, (e) memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai, (f) kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok, (g) setelah penilaian dilakukan, mengatur sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk

(13)

huruf U, (h) guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari, mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai, (i) guru memberi penguatan positif jawaban siswa; (3) Konfirmasi: (a) memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang belum dipahami, (b) bersama dengan siswa guru menyimpulkan materi pembelajaran.

Kegiatan Akhir: (a) guru melakukan kegiatan post tes, (b) siswa mengerjakan tes formatif, (c) guru mengoreksi tes formatif, (e) guru mengumpulkan lembar tes formatif, memberikan penilaian dan menganalisis nilai, (f) guru memberikan tindak lanjut, dengan memberikan tugas siswa di rumah (TR) berupa pengayaan bagi siswa yang nilainya melampaui KKM dan perbaikan bagi siswa yang nilainya belum mencapai KKM, (g) guru mengakhiri pelajaran dengan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih giat belajar, (h) memberi salam.

Pertemuan 3: Melaksanakan tes Formatif

Seperti terlihat pada foto kegiatan pembelajaran di bawah ini:

(14)

Gambar 4.4

Pada gambar 4.3 dan gambar 4.4 siswa mencari jawaban dari pertanyaannya kepada kelompok yang membawa jawaban

4.1.3.3. Hasil Observasi

Hasil belajar siswa pada siklus II dengan kompetensi dasar 1.3 mendeskripsikan hubungan antara struktur panca indra dengan fungsinya dan 1.4 menerapkan cara memelihara kesehatan panca indra dari nilai rata-rata kelas siswa mencapai 80 di atas KKM IPA 70. Ketuntasan belajar siswa telah mencapai 96% artinya dari 17 siswa ada 16 siswa yang tuntas dalam belajar sedangkan 1 siswa belum tuntas. Telah mencapai target peneliti yang hanya sebesar 75%. Dapat dilihat pada tabel dan grafik di bawah ini:

Tabel 4.3

Hasil Belajar Siswa Siklus II

Nilai 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Banyak Siswa - - - 1 9 - 3 4 Jumlah Siswa 17 T 16 B 1 Rata-Rata 80 Tingkat Ketuntasan 96%

(15)

0 2 4 6 8 10 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 Grafik 4.3

Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus II

4.1.3.4. Hasil Refleksi

Berdasarkan data hasil belajar maka diperoleh peningkatan hasil belajar siswa yang pada siklus I mencapai nilai rata-rata kelas 68 maka pada siklus II telah mencapai 80 terjadi peningkatan sebesar 12. Sedangkan ketuntasan belajar siswa dari siklus I mencapai 41%, pada siklus II telah mencapai 96% terjadi peningkatan 51%. Karena telah target penulis maka penulis menghentikan penelitian sampai pada siklus II saja.

4.2 Analisis Data

1. Berikut ini akan peneliti sajikan tabel Perbandingan Pelaksanaan Pembelajaran Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II.

(16)

Tabel 4.4

Perbandingan Pelaksanaan Pembelajaran Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II

No Kondisi Awal Siklus I Siklus II

1 Pembelajaran dilaksanakan dengan metode tanyajawab, ceramah, diskusi, demonstrasi menyebabkan hasil belajar siswa rendah.

Pembelajaran

dilaksanakan dengan model pembelajaran “make a match dapat sedikit meningkatkan hasil belajar IPA.

Pembelajaran

dilaksanakan dengan model pembelajaran “make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPA.

2. Berikut ini akan peneliti sajikan tabel Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II

Tabel 4.5

Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal, Siklus I, Siklus II No Kondisi Awal Siklus I Siklus II Refleksi

1 Ulangan harian pada Kondisi Awal Nilai terendah: 40 Nilai tertinggi: 80 Nilai rata-rata: 63 Ulangan harian pada siklus I Nilai terendah: 40 Nilai tertinggi: 90 Nilai rata-rata: 68 Ulangan harian pada siklus II Nilai terendah: 60 Nilai tertinggi: 100 Nilai rata-rata: 80

Dari Kondisi Awal sampai Siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari 63 menjadi 80 meningkat sebesar 17%

Tabel 4.6

Perbandingan Hasil Tes Formatif dan Ketuntasan Belajar Siswa Tiap Siklus Jumlah Siswa

Siklus

Jumlah Siswa

Rata-rata

Tuntas Belum Tuntas

Persentase Ketuntasan

(17)

I 17 68 7 10 41%

II 17 80 16 1 96%

Grafik 4.4

Perbandingan Ketuntasan SiswaKondisi Awal, Siklus I, II

4.3 Pembahasan

Pada siklus 1 dan 2 dengan melakukan langkah kegiatan pembelajaran menerapkan model pembelajaran make a match dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. guru membagi komunitas kelas menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban-jawaban. Kelompok ketiga adalah kelompok penilai,

2. guru mengatur posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U,

3. kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan. Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban tenatng materi pembelajaran,

4. jika masing masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama maupun kelompok kedua saling bergerak mereka saling bertemu, mencari pasangan pertanyaan-jawaban yang cocok,

5. memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Ketika mereka diskusi ditandai oleh pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu

(18)

jawaban. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai,

6. kelompok penilai kemudian membaca apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok,

7. setelah penilaian dilakukan, mengatur sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memosisikan dirinya menjadi kelompok penilai. Sementara, kelompok penilai pada sesi pertama tersebut diatas dipecah menjadi dua, sebagian anggota memegang kartu pertanyaan sebagian lainnya memegang kartu jawaban. Posisikan mereka dalam bentuk huruf U,

8. guru kembali membunyikan peluitnya menandai kelompok pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak untuk mencari, mencocokkan, dan mendiskusikan pertanyaan-jawaban. Berikutnya adalah masing-masing pasangan pertanyaan-jawaban menunjukkan hasil kerjanya kepada penilai, 9. guru memberi penguatan positif jawaban siswa.

Hasil belajar siswa pada kondisi awal yang hanya mencapai 63, pada siklus I 68, siklus II telah mencapai 80 maka telah terjadi peningkatan sebesar 17% dan ketuntasan belajar pada kondisi awal hanya 35%, siklus I, 41% maka pada siklus II telah mencapai 96% artinya dari 17 siswa sebanyak 16 siswa telah tuntas dan hanya 1 siswa yang belum tuntas, ketuntasan belajar terjadi peningkatan sebesar 41% siklus I dan siklus II pada pembelajaran IPA tentang panca indra di kelas IV semester 1 SDN 1 Wates Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013, maka dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar IPA.

Model pembelajaran make a match dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Kelebihan model pembelajaran make a match adalah: (a) suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran (let them move), (b) kerjasama antar sesama siswa terwujud dengan dinamis, (c) munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh siswa.

Gambar

Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Kondisi Awal
Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus I
Grafik Rekapitulasi Hasil Belajar Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

På denne tiden var alkalireaksjoner så vidt blitt kjent i USA, men det var ikke kjent at dette kunne være et problem i Norge. Dermed var det ingen som helst kontroll på type bergarter

Hasil uji mutu hedonik Nata de banana skin pada tabel 4.3 dapat dilihat penilaian terhadap aroma yang diberikan oleh panelis yaitu 2,3-4,7 (berbau menyengat hingga

Secara umum terlihat bahwa pemampatan primer untuk tanah gambut sebelum stabilisasi berlangsung lebih lambat daripada kondisi setelah distabilisasi, dimana hal ini

Sejalan dengan renstra Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2011 – 2014, program kerja Direktorat Pengelolaan Air Irigasi yaitu : 1)

Demikian juga, jika Khalifah menentukan dua orang yang adil, maka pendapat ini juga bisa dijadikan sebagai

Informan yang berpersepsi bahwa mereka setuju jika pemerintah yang menjadi otoritas tunggal dalam penetapan awal bulan Qamariyah, mereka berlandaskan bahwa

Sebuah organisasi yang menggunakan strategi fokus mungkin berkonsentrasi pada kelompok konsumen, pasar geografis, atau segmen lini produk tertentu untuk dapat

Bila diaktifkan, Anda harus geser layar, sentuh dan tahan ikon, melihat perangkat, menggambar pola, atau memasukkan PIN numerik atau katasandi untuk membuka kunci layar ponsel dan