i Rencana Strategis (Renstra) Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar Tahun 2011 – 2015 ini disusun dalam rangka sebagai bahan masukan untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Blitar Tahun 2011 – 2015 dimana setiap SKPD wajib menyusun rencana strategis sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dengan mengacu dan berpedoman pada Visi dan Misi Walikota terpilih yaitu APBD Pro Rakyat. Renstra Kelurahan Kepanjenlor merupakan masukan rancangan awal dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar.
Besar harapan kami Rencana Strategis (Renstra) yang kami susun ini dapat bermanfaat sebagai pedoman indikator kinerja Kelurahan Kepanjenlor, maupun sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Blitar Tahun 2011 – 2015.
Akhirnya tiada gading yang tak retak, begitupun dalam penyusunan Rencana Srategis (Renstra) Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar ini jauh dari sempurna, dan mudah – mudahan masih ada guna dan manfaatnya dalam melengkapi dokumen perencanaan secara keseluruhan.
Blitar, 2011 LURAH KEPANJENLOR
Drs. HARDANA
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... v BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Landaan Hukum ... 31.3 Maksud dan Tujuan... 4
1.4 Sistematika Penulisan ... 6
BAB II GAMBARAN PELAYANAN KELURAHAN KEPANJENLOR ... 8
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kelurahan Kepanjenlor ... 8
2.2 Sumber Daya Kelurahan Kepanjenlor ... 12
2.3 Kinerja Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor ... 16
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor ... 19
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ... 20
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor ... 20
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 22
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kota ... 24
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 25
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis ... 26
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 28
4.1 Visi dan Misi Kelurahan Kepanjenlor ... 28
iii
4.2.2 Sasaran ... 33
4.3 Strategi dan Kebijakan ... 39
4.3.1 Strategi ... 39
4.3.2 Kebijakan ... 45
BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 48
BAB VI INDIKATOR KINERJA KELURAHAN KEPANJENLOR YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 53
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Data Pegawai Menurut Golongan ... 12
Tabel 2.2 Data Pegawai Menurut Pendidikan ... 13
Tabel 2.3 Data Pegawai Menurut Jenis Kelamin ... 13
Tabel 2.4 Data Pegawai Menurut Diklat yang Diikuti ... 14
Tabel 2.5 Data Sarana dan Prasarana Kelurahan Kepanjenlor ... 15
Tabel 2.6 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor ... 18
Tabel3.1 Permasalahan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar berdasarkan Visi,Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya ... 24
Tabel 3.2 Permasalahan pelayanan kelurahan kepanjenlor kecamatan kepanjenkidul kota blitar Berdasarkan sasaran renstra propinsi jawa timur Beserta faktor penghambat dan pendorong keberhasilan penanganannya ... 25
Tabel 3.3 Permasalahan pelayanan kelurahan kepanjenlor berdasarkan telaahan rencana tata ruang wilayah beserta faktor penghambat dan pendorong keberhasilan penanganannya ... 26
Tabel 4.1 Penyusunan penjelasan visi ... 29
Tabel 4.2. Perumusan misi ... 42
Tabel 4.3. Misi dan Penjabaran Tujuan ... 32
Tabel 4.4. Penentuan Indikator Kinerja... 36
Tabel 4.5. Penentuan Alternatif Strategi ... 42
Tabel 4.6. Penentuan Strategi ... 43
v Gambar.4.1 Keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD ... 39 Gambar.4.2 Kerangka Fikir Keterhubungan Antarkinerja ... 40 Gambar.4.3 Keterkaitan Sasaran dengan Strategi ... 41
1 1.1 Latar Belakang
Di dalam era otonomi daerah telah berjalan dengan terbitnya Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Upaya untuk berpartisipasi dalam mewujudkan pemerintahan yang baik merupakan menjadi hal yang sangat penting. Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah dituntut untuk lebih berperan aktif dan memiliki pemikiran yang berwawasan luas terhadap perubahan yang demikian cepat di masyarakat sekaligus mampu beradaptasi dalam berbagai aktivitas kegiatannya.
Pemerintahan yang baik merupakan isu yang paling mengedepankan dalam pengelolaan administrasi pelayanan publik dewasa ini. Tuntutan gencar yang dilakukan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah sejalan dengan meningkatnya tingkat pengetahuan masyarakat, disamping adanya globalisasi. Pola-pola lama dalam penyelenggaraaan pemerintahan telah tidak sesuai lagi dengan adanya perubahan tatanan masyarakat yang saat ini berubah. Oleh karenanya, tuntutan itu merupakan hal yang wajar dan telah seharusnya direspon oleh Pemerintah dengan melakukan perubahan yang terarah dan terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik.
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah maka daerah mempunyai kewenangan yang lebih luas untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Konsekuensi dari pelaksanaan Undang-Undang tersebut adalah bahwa Pemerintah Daerah harus dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
I
.
2 Kelurahan Kepanjenlor sebagai salah satu instansi pemerintah daerah sesuai dengan bidang tugasnya melaksanakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, berkewajiban juga menyusun rencana strategis. Dengan demikian diharapkan agar dapat menentukan arah perkembangan dalam meningkatkan kinerjanya, yang mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis baik lokal regional, nasional, maupun global.
Sejalan dengan tuntutan tersebut di atas, perlu segera diupayakan beberapa langkah strategis dan tindakan-tindakan operasional untuk merealisasikannya. Salah satu langkah yang perlu dan harus dikembangkan saat ini adalah mewujudkan suatu Pemerintahan yang baik dengan memiliki elemen dasar transparansi, partisipasi dan akuntabilitas.
Sebagai aplikasi dari uraian di atas, maka perlu dibuat Rencana Kinerja yang memuat rencana kerja dan kegiatan tahunan, lima tahunan yang akan dituangkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Kelurahan Kepanjenlor Tahun 2011-2015.
Rencana strategis tersebut harus mempunyai kebijakan, strategi dan program pembangunan yang dapat mensinergikan sumber daya dan potensi dengan peluang pengembangan wilayah yang dimiliki. Sumber daya tersebut bersifat spesifik lokal yang meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, serta sumber-sumber pendapatan daerah yang potensial. Di dalam era otonomi daerah ini, kemampuan Pemerintah Kota Blitar didalam mengelola seluruh potensi yang ada sangat menentukan perkembangan Kota Blitar ke arah yang diinginkan untuk masa mendatang.
Rencana strategis tersebut kemudian wajib dikomunikasikan ke seluruh elemen yang terlibat untuk membantu mengarahkan semua kegiatan yang dilakukan oleh elemen tersebut untuk memajukan kegiatan pengelolaan sumber daya di wilayah Kelurahan Kepanjenlor.
3 Selanjutnya, sangat dibutuhkan pula adanya iklim dan lingkungan yang kondusif dan didukung oleh tegaknya penegakan hukum dan diterapkannya prinsip-prinsip yang baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pemerintahan untuk meningkatkan pastisipasi masyarakat.
Sebagai rangkaian siklus manajemen, rencana strategis pada hakikatnya merupakan tahapan awal proses manajemen. Disebut tahapan awal proses manajemen karena rencana strategis diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman kinerja organisasi secara menyeluruh pada periode tertentu.
1.2 Landasan Hukum
Dalam penyusunannya, Renstra Kelurahan Kepanjenlor pada kurun waktu 2011-2015 ini berlandaskan pada :
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN;
2. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonom; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara
Pertanggung Jawaban Keuangan Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
4 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi
Perangkat Daerah;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan , Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
10. Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor 9 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Kota Blitar.
11. Peraturan Walikota Blitar Nomor 51 Tahun 2008 tentang Tupoksi
12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Rencana Strategis Kelurahan Kepanjenlor adalah : 1. Memberikan arah dan pedoman bagi semua personil dalam melaksanakan tugasnya untuk menentukan prioritas-prioritas di bidang pemerintahan, pembangunan, kesejahteraan sosial serta keamananan dan ketertiban umum sehingga tujuan program dan sasaran kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurun waktu 2011 - 2015 dapat tercapai.
2. Mempermudah pengendalian kegiatan serta pelaksanaan koordinasi baik secara internal maupun eksternal dengan instansi yang terkait.
3. Memberikan informasi kepada pemangku kepentingan tentang rencana pembangunan yang bersifat tahunan.
5 4. Menjadi kerangka dasar bagi Kelurahan Kepanjenlor dalam upaya
meningkatkan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat. Tujuan penyusunan Renstra dari Kelurahan Kepanjenlor ini adalah : 1. Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, sehingga
masyarakat merasa puas dalam pelayanan tersebut.
2. Meningkatkan komunikasi serta koordinasi antar pemangku kepentingan dengan instansi terkait.
3. Merumuskan arah kebijakan dasar dan strategi pembangunan Kelurahan yang dapat mendorong peran aktif seluruh elemen masyarakat di dalam kegiatan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
4. Merumuskan kerangka strategi dan program jangka menengah yang mengandung sasaran, baik itu dalam lingkup pemasukan maupun keluaran yang spesifik dan memiliki target terukur supaya memudahkan didalam menilai kinerja suatu lembaga atau organisasi.
5. Merumuskan kebijakan, strategi dan program pembangunan yang dapat mensinergikan sumber daya atau potensi yang dimiliki dengan peluang pengembangan wilayah Kelurahan Kepanjenlor untuk mewujudkan tujuan akhir yang ingin dicapai.
6. Merumuskan sebuah dokumen rencana strategis yang dapat dijadikan acuan dalam proses koordinasi antar program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kelurahan Kepanjenlor sehingga dapatnya tercipta sinergi untuk tercapainya tujuan akhir yang diinginkan
7. Merumuskan dokumen rencana strategis yang dapat mengintegrasikan berbagai kepentingan secara vertikal maupun secara horizontal
6 8. Mengarahkan program dan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh elemen organisasi untuk pencapaian visi dan misi suatu organisasi
9. Untuk memudahkan di dalam komunikasi dan sosialisasi ke seluruh elemen masyarakat yang bersifat internal maupun external organisasi untuk meningkatkan komitmen dan motivasi semua pihak untuk mencapai tujuan akhir suatu organisasi
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika rencana strategis ini adalah sebagai berikut: Bab I. Pendahuluan
Pada bagian ini akan dijabarkan mengenai: Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, Sistematika Penyusunan.
Bab II. Gambaran Pelayanan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bab ini menjabarkan tentang tugas, fungsi dan struktur organisasi kelurahan, sumber daya kelurahan, kinerja pelayanan di kelurahan, tantangan dan peluang pengembangan pelayanan di kelurahan.
Bab III. Isu Strategis berdasarkan tugas dan fungsi
Pada bagian ini menjabarkan tentang kondisi internal dan external Kelurahan Kepanjenlor yang mencakup identifikasi masalah, telaahan visi misi dan program kepala dan waki kepala daerah, telaahan renstra, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan hidup strategis serta penentuan isu-isu strategis yang dimiliki oleh suatu organisasi.
7 Bab IV. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan
Bab ini menjabarkan visi dan misi Kelurahan Kepanjenlor serta tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam waktu lima tahun ke depan. Bab ini juga menjabarkan tentang strategi dan kebijakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut sehingga terjadi korelasi yang sinergis.
Bab V. Rencana Program dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Bab ini menjabarkan matriks rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan yang indikatif Kelurahan Kepanjenlor untuk jangka waktu lima tahun.
Bab VI. Indikator Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
Bab ini berisikan tentang indikator kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai standar pengukuran dari program, kegiatan dan pendanaan yang telah disusun yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
8 2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kelurahan Kepanjenlor
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Blitar 9 Tahun 2008 tentang Struktural Organisasi Kelurahan di Kota Blitar, struktur organisasi Kelurahan terdiri dari Lurah dan Perangkat Kelurahan. Adapun bagan struktur organisasi Kelurahan Kepanjenlor sebagai berikut:
STRUKTUR ORGANISASI KELURAHAN KEPANJENLOR
a) Tugas Pokok
Kelurahan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan serta urusan pemerintahan lainnya yang dilimpahkan oleh Walikota
BAB
II
.
GAMBARAN PELAYANAN KELURAHAN
KEPANJENLOR
SEKSI PEMERINTAHAN SEKSI PEMBANGUNAN SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL SEKSIKETENTRAMAN & KETERTIBAN
LURAH
9 b) Fungsi
a. Pelaksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan; b. Pemberdayaan masyarakat;
c. Pelayanan masyarakat;
d. Penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum; e. Pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; f. Pembinaan lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan. Susunan organisasi Kelurahan terdiri atas :
1. Lurah; 2. Sekretaris,
3. Seksi Pemerintahan; 4. Seksi Pembangunan;
5. Seksi Kesejahteraan Sosial;
6. Seksi Ketentraman dan Ketertiban.
Adapun tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat kelurahan sebagai berikut :
1. Sekretaris Kelurahan
Sekretaris kelurahan mempunyai tugas melakukan pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi kelurahan. Untuk melakukan tugas tersebut, sekretaris mempunyai fungsi:
a.) Penyusunan rencana, pengendalian, evaluasi pelaksanaan serta penyusunan laporan;
b.) Pelaksanaan tatausaha umum, kepegawaian dan perlengkapan rumah tangga;
10 2. Seksi Pemerintahan
Seksi pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan umum dengan fungsi :
a.) Penyusunan program dan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan umum;
b.) Menyusun program dan penyelenggaraan kependudukan dan catatan sipil;
c.) Pelaksanaan tugas-tugas bidang keagrariaan;
d.) Pembinaan organisasi sosial kemasyarakatan dan lembaga kemasyarakatan lainnya.
3. Seksi Ketentraman dan Ketertiban
Seksi ketentraman dan ketertiban mempunyai tugas melaksanakan urusan penyelenggaraan pembinaan ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat sedangkan fungsi dari seksi ini yaitu :
a.) Menghimpun, mengelola dan evaluasi data bidang ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat;
b.) Pelaksanaan pembinaan ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat;
c.) Penyelenggaraan pelayanan administrasi ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat;
d.) Fasilitasi kegiatan pengamanan wilayah dan penegakan peraturan daerah;
e.) Penyelenggaraan pembinaan kerukunan warga masyarakat;
11 4. Seksi Pembangunan
Seksi pembangunan mempunyai tugas melakukan pembinaan pembangunan bidang ekonomi, produksi, distribusi, sarana dan prasarana umum, serta lingkungan hidup. Untuk melaksanakan tugas tersebut maka fungsi seksi pembangunan yaitu :
a.) Penyusunan program dan pembinaan perekonomian masyarakat, produksi dan distribusi;
b.) Penyusunan program dan penyelenggaraan pembinaan sarana dan prasarana pelayanan umum;
c.) Penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat dibidang ekonomi dan pembangunan;
d.) Fasilitasi peningkatan partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat;
e.) Fasilitasi peningkatan kelestarian lingkungan hidup; f.) Fasilitasi penyelenggaraan musyawarah pembangunan
tingkat kelurahan;
g.) Fasilitasi program pembangunan pengentasan kemiskinan.
5. Seksi Kesejahteraan Sosial
Seksi kesejahteraan sosial mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan program pembinaan kesehatan, pendidikan, keluarga berencana, keagamaan, sosial budaya, kesenian, generasi muda, dan pemberdayaan perempuan, serta bantuan dan pelayanan sosial dengan fungsi :
a.) Penyusunan program dan pembinaan bidang sosial; b.) Pelayanan kepada masyarakat bidang sosial;
12 d.) Fasilitasi program penyaluran bantuan korban bencana
alam dan bencana lainnya;
e.) Faisilitasi pembinaan kepemudaan, kesenian, olahraga, dan pemberdayaan perempuan;
f.) Fasilitasi pembinaan masyarakat rentan sosial.
2.2 Sumber Daya Kelurahan Kepanjenlor a.) Sumber Daya Manusia
Salah satu sumber daya organisasi yang dapat menggerakkan suatu organisasi adalah dukungan personil, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Demikian juga dalam penyelenggaraan tugas di Kelurahan Kepanjenlor yang tidak lepas dari aparat yang mendukung, dengan potensi sebagai berikut :
TABEL 2.1
DATA PEGAWAI KELURAHAN KEPANJENLOR TAHUN 2011 BERDASARKAN KEPANGKATAN/GOLONGAN RUANG
NO PANGKAT
GOLONGAN RUANG PNS NON PNS JUMLAH
1 Penata tingkat I (III/d) 1 - 1
2 Penata (III/c) 1 - 1
3 Penata Muda Tk. I(III/b) 3 - 3
4 Penata Muda (III/a) 1 - 1
5 Pengatur Muda tingkat I (II/b) 1 - 1
6 Pengatur Muda (II/a) 1 - 1
7 Petugas kebersihan dan keamanan - 2 2
8 PTT - 1 1
13 TABEL 2.2
DATA PEGAWAI KELURAHAN KEPANJENLOR TAHUN 2011 BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN
NO. TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH
1. Pasca Sarjana (S2) - 2. Sarjana (S1) 3 3. Diploma IV - 4. Diploma III - 5. Diploma II - 6. Diploma I - 7. SLTA 7 8. SLTP 1 9. SD - JUMLAH 11 TABEL 2.3
DATA PEGAWAI KELURAHAN KEPANJENLOR TAHUN 2011 BERDASARKAN JENIS KELAMIN
NO JENIS KELAMIN PNS NON PNS JUMLAH
1 Laki-Laki 5 3 8
2 Perempuan 3 - 3
14 TABEL 2.4
DATA PEGAWAI KELURAHAN KEPANJENLOR TAHUN 2011 BERDASARKAN DIKLAT YANG DIIKUTI
NO. DIKLAT JUMLAH
Struktural 1. SPAMA/Diklatpim Tk. III - 2. ADUMLA - 3. ADUM / Diklatpim Tk. IV 3 Tehnis Fungsional 1. AKIP 1
2. Pangadaan Barang dan jasa 1
3. Manajemen LPSE 1
4. SUSKALAK/LINMAS 0
5. KEARSIPAN 2
6. BENDAHARAWAN BARANG 1
7. MANAJEMEN BERBASIS KINERJA 0
8. KEPUSTAKAAN 1
9. DIKLAT KEPEGAWAIAN 0
10. DIKLAT PEMERINTAHAN 0
11. PELATIHAN SENSUS 0
15 b.) Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pelaksaan tugas di Kelurahan Kepanjenlor antara lain :
TABEL 2.5
DATA SARANA DAN PRASARANA KELURAHAN KEPANJENLOR TAHUN 2011
NO JENIS BARANG JUMLAH KETERANGAN
1 Gedung Kantor 1 Kurang Baik
2 Gedung Pertemuan Kelurahan 1 Kurang Baik
3 Meja kerja pendek 8 Baik
4 Kursi putar 8 Kurang Baik
5 Kipas angin 2 Kurang Baik
6 Jam dinding 4 Baik
7 Filling kabinet 2 Baik
8 Komputer 3 Kurang Baik
9 Meja kerja panjang 3 Baik
10 Papan Pengumuman 1 Kurang Baik
11 Tiang bendera 1 Kurang Baik
12 Kursi tunggu panjang 2 Kurang Baik
13 Printer 4 Baik
14 Meja komputer 3 Kurang Baik
15 Tabung Pemadam 1 Kurang Baik
16 Almari kayu 3 Kurang Baik
17 Rak kayu 1 Kurang Baik
18 Laptop 1 Baik
19 Telpun 1 Baik
20 Podium 1 Kurang Baik
21 Televisi 2 Baik
22 Meja panjang pelayanan 1 Baik
23 Etalase 2 Baik
24 Lemari besi 1 Kurang Baik
25 Mesin ketik 2 Kurang Baik
26 Peta Kota Blitar 2 Baik
27 Sepeda motor dinas 3 Baik
28 Brankas 1 Baik
29 Kursi Tamu 1 Kurang Baik
30 Kompor Gas lengkap 1 Kurang Baik
31 Kursi kayu 10 Baik
32 HT 1 Kurang Baik
33 Mike 1 Kurang Baik
16 2.3 Kinerja Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor
Secara umum Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar telah berhasil melaksanakan tugas pokok dan fungsinya yang diwujudkan dalam keberhasilan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan pada tahun 2010. Keberhasilan pencapaian sasaran ini dapat dilihat dari pemenuhan indikator kinerja. Indikator kinerja yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan proyek/kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing bagian dilingkungan Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar ditetapkan berdasarkan 3 kelompok yaitu masukan (inputs), keluaran (outputs), dan hasil (outcomes). Sedangkan secara khusus pengukuran kinerja setiap kelompok indikator kinerja masing-masing kegiatan akan diuraikan berdasarkan program yang dilaksanakan.
Nilai rata-rata capaian kinerja (inputs, outputs, dan outcomes) masing-masing kegiatan yang dijalankan oleh bagian-bagian dilingkungan Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar selama tahun anggaran 2010 berkisar antara 55,00% sampai dengan 100 %, dengan perincian secara umum sebagai berikut :
a. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dijabarkan antara lain melalui kegiatan :
1. Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan dan perlengkapan kantor, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
b. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dijabarkan antara lain melalui kegiatan :
1. Penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
2. Penyediaan alat tulis kantor, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
3. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
17 4. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, dengan nilai
capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
5. Penyediaan peralatan rumah tangga, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
6. Penyedian Makanan dan Minuman, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 100 %;
c. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 1) Pengendalian Keamanan Lingkungan, dengan nilai capaian
indikator kegiatan sebesar 75,00%
d. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, dijabarkan melalui kegiatan,
1). Fasilitasi lembaga dan Organisasi masyarakat pedesaan/
kelurahan, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 95,00 %
2). Fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 55,00 % e. Pengelolaan Kekayaan Budaya, dijabarkan melalui kegiatan :
1). Fasilitasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kekayaan budaya, dengan nilai capaian indikator kegiatan sebesar 75,00 %
Berdasarkan akumulasi capaian indikator kinerja dari masing-masing kebijakan yang telah dijabarkan sampai pada program dan kegiatan tersebut, menunjukkan bahwa untuk pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar selama tahun 2010 termasuk kategori Sangat Berhasil dengan nilai capaian kinerja 90,45%.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kelurahan Kepanjenlor didukung dengan dana yang cukup memadai. Pada tahun 2010 jumlah anggaran pada pos Belanja Langsung adalah sebesar Rp. 59.100.000,00. Dari anggaran tersebut sampai dengan bulan Desember 2010 telah terealisasi sebesar Rp. 49.234.433,00.
18
Program Anggaran Realisasi Anggaran
Rasio antara Realisasi dan Anggaran
Rata – rata Pertumbuhan 2008 2009 2010 2008 2009 2010 2008 2009 2010 Anggaran Realisasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pelayanan Administrasi Perkantoran 21.060.000,- 34.292.450,- 31.074.000,- 28.893.561,- 92,98 Peningkatan Sarana & Prasarana Aparatur 9.840.000,- 22.298.000,- 5.626.000,- 5.439.000,- 96,68
Penataan administrasi Kependudukan 23.700.000,- 0,- 0,- 0,- -- --
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat 0.- 14.915.500,- 10.993.372,- 10.993.372,- -- 100 Pemberdayaan fakir miskin, komunitas
adat dan PMKS lainnya
6.000.000,- 0,- 0,- 0,- -- --
Peningkatan kualitas penerapan sistem pembangunan partisipatif
17.695.150,- 0,- 0,- 0,- -- --
Pengelolaan kekayaan budaya 0,- 1.900.000,- 2.900.000,- 1.600.000,- -- 55,17 Peningkatan keamanan dan
kenyamanan lingkungan
0,- 3.864.500,- 3.227.000,- 2.450.000,- -- 75,92
Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
0,- 0,- 0,- 0,- -- -- -- Blitar, 2011 LURAH KEPANJENLOR Drs. HARDANA Penata Tk I NIP. 19630518 199203 1 006
- 19 - 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kelurahan
Kepanjenlor Tantangan:
1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Sistem Prosedur Pelayanan ;
2. Tuntutan dan aspirasi masyarakat semakin beragam seiring dengan semakin meningkatnya pengawasan/pemangku kepentingan terhadap berbagai kebijakan pembangunan;
3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan yang berlaku;
4. Semakin transparannya berbagai informasi yang dapat diakses oleh masyarakat sehingga menuntut peran kelurahan yang lebih responsif.
Peluang :
1. Tersedianya kesempatan mengikuti diklat, tugas belajar, dan ijin belajar;
2. Adanya dukungan anggaran dari APBD; 3. Adanya kebijakan untuk peningkatan SDM;
4. Adanya dukungan dari masyarakat berupa partisipasi. 5. Hubungan antar SKPD yang terjalin dengan baik 6. Teknologi yang berkembang dengan cepat.
- 20 -
BAB
III
.
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN
TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor
Terdapat beberapa faktor internal yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Sumber daya Kelurahan Kepanjenlor yang meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, sarana dan prasarana, kelembagaan dan ketatalaksanaan menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis.
Namun sumber daya tersebut harus dapat dimanfaatkan secara optimal agar pencapaian tujuan organisasi dapat tercapai sesuai visi,misi dan tujuannnya. Beberapa masalah yang dihadapi harus segera diatasi agar potensi – potensi yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik. Sumber daya manusia berpendidikan sangat memadai sebagaimana tersebut dalam tabel 2.2. Dengan SDM yang berpendidikan tinggi, diharapkan dapat melaksanakan tugas – tugas secara lebih baik. Disamping potensi tersebut, Kelurahan Kepanjenlor juga dihadapkan pada beberapa potensi permasalahan, yaitu jumlah SDM yang terbatas, SDM tersebut belum sepenuhnya diarahkan pada pencapaian tujuan dan sasaran organisasi sehingga belum optimal.
Selain permasalahan sumber daya manusia, permasalahan lainnya adalah sistem pengelolaan aset yang ada. Dengan tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja yang secara berkala mengalami peningkatan secara kuantitas, maka harus disertai dengan
- 21 - sistem pengeloaan aset yang baik sehingga kedepan perlu perbaikan pengelolaan aset dan peningkatan kompetensi petugas pengelola aset.
Selain faktor internal diatas, beberapa faktor ekternal juga berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar. Faktor – faktor dimaksud antara lain :
Kondisi politik di Kota Blitar dimana tahun 2010 ini Kota Blitar baru saja melaksanakann pemilihan dan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota baru. Dengan pergantian pimpinan ini berarti kebijakan yang diambil oleh Kelurahan Kepanjenlor harus disesuaikan dengan kebijakan politik Walikota baru. Dalam penyusunan Renstra ini Kelurahan Kepanjenlor berpedoman pada RPJMD Kota Blitar yang disusun berdasarkan visi dan misi Walikota terpilih.
Selain itu sarana prasarana khususnya barang elektronik dimana secara kualitas dan kuantitas menjadi tuntutan mutlak yang mana masyarakat menghendaki agar pemerintah dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat. Mereka menghendaki pelayanan yang cepat, mudah dan tentunya murah. Menghadapi hal ini Kelurahan Kepanjenlor sebagai pelayanan langsung kepada masyarakat tentunya harus tanggap dengan menjadikan tuntutan ini sebagai masukan dalam menyusun Renstra.
Upaya penanggulangan kemiskinan dimana Pemerintah Kota Blitar saat ini sedang gencar melaksanakan kegiatan ini sesuai dengan prioritas daerah yang diusung oleh Walikota terpilih. Dengan visi Menuju Masyarakat Kota Blitar Sejahtera yang Berkeadilan dan Religius Melalui APBD Pro Rakyat, penanggulangan kemiskinan menjadi isu utama dan sebagai bagian dari Pemerintah Kota Blitar. Kelurahan Kepanjenlor menjadikan upaya penanggulangan kemiskinan ini sebagai bagian dari penyusunan Renstra Kelurahan Kepanjenlor 2011 – 2015.
- 22 -
Perkembangan teknologi informasi yang saat ini sangat gencar dan berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, murah dan mudah di akses oleh masyarakat, segala informasi dari seluruh penjuru dunia dapat dengan mudah diperoleh masyarakat.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang ada di Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar tidak terlepas dari visi dan misi yang diusung oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih. Adapun visi tersebut adalah :
“MENUJU MASYARAKAT KOTA BLITAR SEJAHTERA YANG BERKEADILAN, BERWAWASAN KEBANGSAAN, DAN RELIGIUS
MELALUI APBD PRO RAKYAT PADA TAHUN 2015”
Makna visi tersebut diatas adalah sebagai berikut :
Sejahtera yang Berkeadilan yaitu terpenuhinya kebutuhan
jasmaniah dan rohaniah dalam berbagai aspek kehidupan sebagai individu dan anggota masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya derajat kesehatan, tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat, serta semakin kondusifnya lingkungan kehidupan sosial masyarakat, yang kesemuanya harus bisa dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Wawasan Kebangsaan mengandung maksud agar proses
pembangunan yang dilaksanakan selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga membangun karakter masyarakat Kota Blitar untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini dan mencintai nilai-nilai
- 23 - budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya
Religius adalah kondisi masyarakat yang menjunjung norma-norma
agama, berpegang teguh kepada ajaran agama sebagai landasan moral dan etika yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari.
APBD Pro Rakyat mengandung makna bahwa APBD Kota Blitar
dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Atas dasar makna misi dimaksud serta berlandaskan kepada makna Visi Kota yang telah ditetapkan, Misi Kota Blitar periode 2011 – 2015 sebagai berikut :
1) Mewujudkan masyarakat yang berwawasan kebangsaan dan Berketuhanan Yang Maha Esa
2) Meningkatkan kualitas pendidikan dan keterjangkauan pelayanan pendidikan
3) Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang adil dan merata 4) Memantapkan pelaksanaan perekonomian daerah yang berbasis
kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan,
5) Memantapkan Pelaksanaan Pembangunan Berkelanjutan yang Partisipatif berdasar Prinsip-prinsip Otonomi Daerah,
Ditinjau dari visi dan misi tersebut ada beberapa hal yang menjadi kendala dan penghambat dalam pelaksanaan program dan kegiatan di Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar sebagaimana diuraikan dalam tabel berikut:
- 24 - TABEL 3.1
Permasalahan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar berdasarkan Visi,Misi dan Program
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan
Penanganannya
No Visi Pelayanan Kelurahan Permasalahan Kepanjenlor Sebagai Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Terwujudnya masyarakat Kota Blitar sejahtera yang berkeadilan, berwawasan kebangsaan, dan religius melalui APBD pro rakyat pada tahun 2015
Belum tersedianya data kependudukanan dan kemiskinan yang akurat sebagai dasar
penyusunan program dan kegiatan SKPD
Kurangnya data informasi yang akurat dari RT dan RW kepada
kelurahan
Jumlah SDM yang cukup
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota Ditinjau dari sasaran jangka menengah Rencana Strategis Propinsi Jawa Timur , terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pada Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar sebagai berikut :
- 25 - TABEL 3.2
Permasalahan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar
berdasarkan Sasaran Renstra Propinsi Jawa Timur beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan
Penanganannya
No Menengah Renstra Sasaran Jangka Propinsi Jawa Timur
Permasalahan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor Sebagai Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Terwujudnya peningkatan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat
Masih terdapat program dan kegiatan yang tidak tepat sasaran Kurangnya koordinasi internal dan antar SKPD terkait Jumlah SDM yang cukup Belum adanya pemerataan kesempatan bagi penerima manfaat kegiatan Kurangnya evaluasi dan monitoring pelaksanaan program dan kegiatan
Metode kerja yang sistematik dan terjadwal
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah
Ada beberapa hal yang juga menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis ditinjau dari Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Blitar. Kelurahan Kepanjenlor sebagai garda terdepan dalam pelayanan masyarakat menghadapi beberapa kendala sebagaimana diuraikan pada tabel 3.3.
- 26 - TABEL 3.3
Permasalahan Pelayanan Kelurahan Kepanjenlor berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan
Pendorong Keberhasilan Penanganannya No Wilayah terkait Tugas Rencana Tata Ruang
dan Fungsi SKPD Permasalahan Pelayanan SKPD Faktor Penghambat Pendorong (1) (2) (3) (4) (5) 1 Pusat pelayanan pariwisata, pemerintahan kota, serta perdagangan dan jasa
Sistem pengelolaan potensi wisata belum terpadu Kurangnya koordinasi dengan SKPD yang kompeten Terjalinnya koordinasi dan kerjasama antar SKPD Bantuan permodalan dan pemasaran
terhadap UMKM masih kurang
3.5 Penentuan Isu-isu Strategis
Berdasarkan uraian di atas, selanjutnya di tentukan isu – isu strategis yang berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis. Isu – isu strategis dimaksud antara lain :
1. Sumberdaya manusia yang terbatas dan belum sepenuhnya diarahkan pada pencapaian tujuan dan sasaran organisasi sehingga belum optimal;
2. Pengelolaan anggaran yang belum sepenuhnya mengarah kepada peningkatan kinerja;
3. Belum tersedianya data – data kependudukan dan kemiskinan yang tersusun secara sistematis dan akurat sehingga menimbulkan kendala dalam perencanaan program dan kegiatan ;
4. Kurangnya koordinasi internal, antar SKPD dan masyarakat ;
5. Belum optimalnya pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan;
- 27 - 6. Pengaruh globalisasi yang membuat semakin pesatnya
perkembangan teknologi dan diberlakukannya perdagangan bebas; 7. Perubahan peraturan perundang – undangan sehingga belum
- 28 -
BAB
IV
.
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Visi dan Misi Kelurahan Kepanjenlor
Visi merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Oleh karena itu visi hendaknya mampu menggerakkan anggota organisasinya untuk komitmen terhadap visi tersebut, dan harus konsisten, tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Karena itu, perumusan pernyataan visi perlu secara intensif dikomunikasikan kepada segenap anggota organisasi sehingga semuanya merasa memiliki visi tersebut.
Dalam perumusan visi, hendaknya memenuhi kriteria :
Singkat, sederhana dan jelas;
Menarik dan mudah diingat;
Sesuai dengan nilai-nilai dan karakteristik organisasi;
Bersifat melibatkan semua orang (building shared vision);
Inspirasional dan menantang;
Mendeskripsikan suatu kondisi ideal;
Memberikan arah program yang akan datang;
Memberikan kriteria dalam pengambilan keputusan;
Memiliki batas waktu (up to date)
Berdasarkan uraian di atas maka terdapat beberapa pertimbangan yang dijadikan patokan dalam menentukan visi di Kelurahan Kepanjenlor.
Pertama, faktor sosiologis dimana Kelurahan Kepanjenlor merupakan
salah satu kelurahan perkotaan di wilayah Kota Blitar yang frekuensi layanan kelurahan sangat tinggi. Kedua, faktor ekonomi dimana sebagian besar wilayah Kelurahan Kepanjenlor merupakan wilayah perdagangan dan jasa yang menuntut penyedia layanan (kelurahan) ekstra cepat dan akurat dalam memberikan layanan. Ketiga, faktor pendidikan masyarakat
- 29 - Kelurahan Kepanjenlor relatif tinggi sehingga tingkat perhatian terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah sangat tinggi.
Dalam upaya mewujudkan harapan dan aspirasi stakeholders serta melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, maka Visi Kelurahan Kepanjenlor 2011 – 2015 adalah:
“Memberikan Pelayanan yang Prima bagi Seluruh Masyarakat Kelurahan Kepanjenlor Guna Mewujudkan Kota Blitar Pro Rakyat dan Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Budaya Luhur Bangsa”.
Dengan demikian maka makna dari visi Kelurahan Kepanjenlor yaitu di Tahun 2015 menjadikan Kelurahan Kepanjenlor yang prima dalam pelayanan, pemberdayaan dan pembangunan partisipatif yang didukung dengan adanya transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta lingkungan hidup dan sosial yang kondusif.
TABEL 4.1
Penyusunan Penjelasan Visi
Visi Pokok-pokok Visi Penjelasan Visi
Memberikan Pelayanan yang Prima bagi Seluruh Masyarakat Kelurahan Kepanjenlor Guna Mewujudkan Kota Blitar Pro Rakyat dan
Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Budaya Luhur Bangsa
Pelayanan prima bagi
mayarakat Prima dalam seluruh pelayanan yang diberikan oleh perangkat kelurahan, sesuai dengan standart pelayanan (suatu pendekatan dalam memberikan pelayanan publik yang menempatkan pengguna layanan sebagai pusat perhatian).
Mewujudkan Kota Blitar Pro Rakyat dan menjunjung tinggi nilai budaya luhur bangsa
Pro rakyat dimaksudkan agar segala pelayanan yang diberikan oleh Kelurahan Kepanjenlor benar-benar dapat menjangkau dan dinikmati oleh seluruh masyakakat Kepanjenlor, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya luhur bangsa Indonesia dengan pemberdayaan dan
pembangunan partisipatif yang didukung dengan adanya transparansi penyelenggaraan pemerintahan serta lingkungan hidup dan sosial yang kondusif.
- 30 - Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan instansi pemerintah dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya. Misi adalah sesuatu yang dilaksanakan/diemban oleh instansi pemerintah, sebagai penjabaran dari visi yang telah ditetapkan.
Dengan pernyataan Misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal instansi pemerintah dan mengetahui peran dan programnya serta hasil yang diperoleh dimasa mendatang.
Pernyataan Misi yang jelas, akan memberikan arahan jangka panjang dan stabilitas dalam manajemen dan kepemimpinan Kelurahan Kepanjenlor.
Adapun Misi Kelurahan Kepanjenlor adalah sebagai berikut:
Memberikan pelayanan prima melalui kontrak pelayanan yang didukung dengan sarana dan prasarana memadai;
Meningkatkan akuntabilitas publik dan transaparansi penyelenggaraan pemerintahan kelurahan ;
Meningkatkan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kepanjenlor melalui pembangunan partisipasi masyarakat di segala sektor ;
Mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas didukung adanya lingkungan sosial yang kondusif bagi kehidupan masyarakat. Proses perumusan misi dicontohkan pada tabel berikut ini:
- 31 - TABEL 4.2.
Perumusan Misi
Visi Pokok-pokok Visi Misi
Memberikan Pelayanan yang Prima bagi Seluruh Masyarakat Kelurahan Kepanjenlor Guna Mewujudkan Kota Blitar Pro Rakyat dan
Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Budaya Luhur Bangsa
Pelayanan prima bagi
mayarakat Memberikan prima melalui kontrak pelayanan pelayanan yang didukung dengan sarana dan prasarana memadai;
Meningkatkan
akuntabilitas publik dan transaparansi
penyelenggaraan
pemerintahan kelurahan ; Mewujudkan Kota Blitar Pro
Rakyat dan menjunjung tinggi nilai budaya luhur bangsa
Meningkatkan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kepanjenlor melalui pembangunan partisipasi masyarakat di segala sektor ; Mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas didukung adanya lingkungan sosial yang kondusif bagi kehidupan masyarakat
4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD 4.2.1 Tujuan
Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi. Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.
Tujuan yang telah ditetapkan oleh Kelurahan Kepanjenlor adalah : 1. Meningkatkan kompetensi aparatur kelurahan dalam penerapan
Citizen Carter.
2. Optimalisasi fungsi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan di kelurahan
3. Meningkatkan kualitas kinerja Kelurahan melalui laporan capaian kinerja SKPD
- 32 - 4. Meningkatkan hubungan antara perangkat kelurahan, masyarakat
dan organisasi kemasyarakatan yang ada di kelurahan: 5. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
6. Meningkatkan dampak positif adanya poskamling dan linmas di wilayah. Proses perumusan tujuan dicontohkan pada tabel berikut ini:
TABEL. 4.3.
Misi dan Penjabaran Tujuan
NO MISI TUJUAN
1. Memberikan pelayanan
prima melalui kontrak pelayanan yang didukung dengan sarana dan prasarana memadai ;
Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk pelayanan masyarakat yang ada di kelurahan
Meningkatkan kompetensi aparatur kelurahan dalam penerapan Citizen Carter
Optimalisasi fungsi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan di kelurahan
2. Meningkatkan
akuntabilitas publik dan transaparansi
penyelenggaraan
pemerintahan kelurahan ;
Meningkatkan kualitas kinerja Kelurahan melalui laporan capaian kinerja SKPD
3 Meningkatkan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Kepanjenlor melalui pembangunan partisipasi masyarakat di segala sektor ;
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Meningkatkan hubungan antara perangkat kelurahan, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang ada di kelurahan
4 Mewujudkan lingkungan
hidup yang berkualitas didukung adanya lingkungan sosial yang kondusif bagi kehidupan masyarakat
Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
Meningkatkan dampak positif adanya poskamling dan linmas di wilayah
- 33 - 4.2.2 Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran tujuan secara terukur, spesifik dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Sasaran memberikan fokus pada penyusunan kegiatan, maka sasaran menggambarkan hal – hal yang ingin dicapai. Sehingga apabila seluruh sasaran yang telah ditetapkan tercapai, maka diharapkan tujuan juga telah dicapai.Dari berbagai tujuan yang telah dirumuskan oleh Kelurahan Kepanjenlor di atas maka sasaran yang telah ditetapkan oleh Kelurahan Kepanjenlor adalah :
Tujuan Pertama : Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk pelayanan masyarakat yang ada di kelurahan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya masyarakat yang paham pelayanan kelurahan dengan indikator :
Jumlah warga yang masih menggunakan jasa orang lain dalam pemenuhan administrasi
Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat kelurahan dengan indikator :
Jumlah komplain warga terhadap pelayanan kelurahan
Tujuan Kedua : Meningkatkan kompetensi aparatur kelurahan dalam penerapan Citizen Carter.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan kualitas kompetensi aparatur kelurahan dengan indikator :
Prosentase aparatur yang telah mengikuti diklat citizen charter Jumlah Kegiatan peningkatan kualitas pelayanan aparatur
Terwujudnya Citizen Charter Kelurahan dengan indikator : Jumlah dokumen Citizen Charter kelurahan yang dibuat
- 34 - Tujuan Ketiga : Optimalisasi fungsi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan di kelurahan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan efektifitas sarana dan prasarana terhadap kelancaran pelayanan dengan indikator :
Prosentase efektivitas dan efisiensi sarana dan prasarana
Tujuan Keempat : Meningkatkan kualitas kinerja Kelurahan melalui laporan capaian kinerja SKPD.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan kualitas data/informasi/statistic serta keuangan yang disajikan perangkat kelurahan dengan indikator : Jumlah dokumen yang tersedia
Tujuan Kelima : Meningkatkan hubungan antara perangkat kelurahan, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang ada di kelurahan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peran serta masyarakat dalam pembangunan dengan indikator :
Prosentase peran serta masyarakat dam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
Terwujudnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya local dengan indikator :
Jumlah kelompok kesenian yang terbentuk
Frekuensi pementasan yang diikuti oleh kelompok kesenian kelurahan
- 35 - Tujuan Keenam : Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan kualitas keikutsertaan masyarakat dalam perayaan hari besar nasional dan daerah dengan indikator :
Frekuensi kegiatan bersama antara perangkat kelurahan dan masyarakat dalam peringatan hari besar nasional ataupun daerah
Terwujudnya peran serta masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perekonomian yang berdaya saing dengan indikator : Frekuensi pelaporan perubahan tingkat ekonomi masyarakat oleh
Ketua RT dan RW
Tujuan Ketujuh : Meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan kualitas lingkungan hidup.dengan indikator :
Frekuensi kerja Bakti masyarakat
Tujuan Kedelapan : Meningkatkan dampak positif adanya poskamling dan linmas di wilayah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka ditentukan sasaran pokok yaitu :
Terwujudnya peningkatan kualitas pengendalian keamanan lingkungan kelurahan dengan indikator :
Frekuensi pelaksanaan piket ronda
Terwujudnya peningkatan pengamanan proses penyelenggaraan Pemilihan Umum dengan indikator :
Jumlah personil keamanan TPS
Jumlah kegiatan pengamanan wilayah ketika Pemilu
Pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD beserta indikator kinerjanya disajikan dalam Tabel 4.4 sebagaimana berikut ini.
- 37 - NO
. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
SASARAN PADA TAHUN KE- 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai bentuk pelayanan masyarakat yang ada di kelurahan. Terwujudnya masyarakat yang paham pelayanan kelurahan Jumlah warga yang masih menggunaka n jasa orang lain dalam pemenuhan administrasi 20 15 10 5 - Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat kelurahan Jumlah komplain warga terhadap pelayanan kelurahan 26 19 10 6 - 2 Meningkatkan kompetensi aparatur kelurahan dalam penerapan Citizen Charter Terwujudnya peningkatan kualitas kompetensi aparatur kelurahan Prosentase aparatur yang telah mengikuti diklat citizen charter - 2 5 7 10 Jumlah Kegiatan peningkatan kualitas pelayanan aparatur - 1 2 3 4 Terwujudnya Citizen
Charter Kelurahan Jumlah dokumen Citizen Charter kelurahan yang dibuat - 1 2 3 4 3 Optimalisasi fungsi sarana dan prasarana sebagai penunjang pelayanan di kelurahan Terwujudnya peningkatan efektifitas sarana dan prasarana terhadap kelancaran pelayanan Prosentase efektivitas dan efisiensi sarana dan prasarana 30% 45% 60% 75% 100% 4 Meningkatkan kualitas kinerja Kelurahan melalui laporan capaian kinerja SKPD Terwujudnya peningkatan kualitas data/informasi/statisti c serta keuangan yang disajikan perangkat kelurahan
Jumlah dokumen
yang tersedia 1 2 3 4 5
- 38 - NO
. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
SASARAN PADA TAHUN KE- 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) masyarakat dalam pembangunan
dalam pembangunan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembanguna n Terwujudnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya local Jumlah kelompok kesenian yang terbentuk 1 2 2 3 4 Frekuensi pementasan yang diikuti oleh kelompok kesenian kelurahan 1 2 3 3 4 6 Meningkatkan hubungan antara perangkat kelurahan, masyarakat dan organisasi kemasyarakata n yang ada di kelurahan. Terwujudnya peningkatan kualitas keikutsertaan masyarakat dalam perayaan hari besar nasional dan daerah
Frekuensi pertemuan antara perangkat kelurahan dan masyarakat 4 5 5 5 6 Terwujudnya peran serta masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perekonomian yang berdaya saing Frekuensi pelaporan perubahan tingkat ekonomi masyarakat oleh Ketua RT dan RW 1 2 3 3 4 7 Meningkatkan kualitas lingkungan hidup Terwujudnya peningkatan kualitas
lingkungan hidup. Frekuensi kerja Bakti
masyarakat 4 4 6 8 12 8 Meningkatkan dampak positif adanya poskamling dan linmas di wilayah Terwujudnya peningkatan kualitas pengendalian keamanan lingkungan kelurahan Frekuensi pelaksanaan piket ronda 64 96 96 128 256 Terwujudnya
- 39 - NO
. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
SASARAN PADA TAHUN KE- 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) pengamanan proses penyelenggaraan Pemilihan Umum keamanan TPS Jumlah kegiatan pengamanan wilayah ketika Pemilu 2 2 3 3 4
- 40 - 4.3.1 Strategi
Dalam mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran maka diperlukan sebuah strategi dalam mewujudkannya. Sesuai dengan amanah dari UU No. 25 Tahun 2004 serta PP No. 8 Tahun 2008 Pasal 1 ayat 11, strategi merupakan langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Oleh karena itu maka Kelurahan menetapkan strategi yang dijabarkan kedalam kebijakan, program dan kegiatan sebagai berikut :
Gambar.4.1.
Keterhubungan Renstra SKPD dengan RPJMD
Perencanaan Strategik Perencanaan Operasional RPJMD Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan - Program Prioritas
- Visi dan Misi - Tujuan dan Sasaran - Strategi dan Arah kebijakan - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas
- Visi dan Misi - Tujuan dan Sasaran - Strategi dan Arah kebijakan - Program Pembangunan Daerah - Program Prioritas
- Kegiatan Prioritas Renstra SKPD
Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan - Program Prioritas
- Kegiatan Prioritas
Berdasarkan dari arsitektur perencanaan pembangunan daerah yang dibagi menjadi 2 (dua) perencanaan strategis dan opersional, maka Kelurahan diharapkan dalam merencanakan program dan kegiatannya dapat memecahkan permasalahan pembangunan daerah (visi, misi tujuan dan
sasaran Kelurahan) dan permasalahan urusan pemerintahan daerah (indikator kinerja Daerah), seperti dijelaskan pada kerangka fikir pada
- 41 - Kerangka Fikir Keterhubungan Antarkinerja
Visi/Misi SKPD Tujuan dan Sasaran
Indikator Kinerja Daerah (terkait)
Keterhub. dg Penyelenggaraan Program Pemb.Daerah
Penyelenggaraan Tugas & Fungsi SKPD
Program/Kegiatan Prioritas
Program/Kegiatan Prioritas
Lima prinsip manajemen untuk menciptakan komitmen dalam menjadikan strategi sebagai basis perencanaan pembangunan adalah:
1. Menerjemahkan strategi kedalam bentuk yang operasional;
2. Menyelaraskan organisasi sesuai pilihan strategi jangka menengah; 3. Menjadikan strategi sebagai komitmen dan rutinitas birokrasi; 4. Menjadikan strategi sebagai proses yang berkelanjutan; dan 5. Memobilisasi perubahan melalui kepemimpinan yang baik. Suatu strategi yang baik harus dikembangkan dengan prinsip-prinsip:
1. Strategi dapat menyeimbangkan berbagai kepentingan yang saling bertolak-belakang;
2. Strategi didasarkan pada tujuan dan sasaran SKPD dan pemenuhan kebutuhan layanan yang berbeda tiap segment masyarakat pengguna layanan, dan pemangku kepentingan;
3. Layanan yang bernilai tambah diciptakan secara berkelanjutan dalam proses internal SKPD; dan
4. Strategi terdiri dari tema-tema yang secara simultan saling melengkapi membentuk cerita atau skenario strategi.
- 42 - sekelompok sasaran dengan kerangka logis sebagaimana bagan berikut:
Gambar.4.3.
Keterkaitan Sasaran Dengan Strategi
atau Sasaran 1 Strategi 1 Sasaran 2 Strategi 2 Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 Strategi 1
Dari gambar di atas, jelas bahwa perumusan strategi membutuhkan kesatuan tujuan untuk mendapatkan kesatuan tindak. Satu strategi dapat terhubung dengan pencapaian satu sasaran. Dalam hal, beberapa sasaran bersifat
inherent dengan satu tema, satu strategi dapat dirumuskan untuk mencapai
gabungan beberapa sasaran tersebut.
Strategi dirumuskan berdasarkan hasil analisis gambaran pelayanan SKPD, hasil perumusan isu-isu strategis, tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD.
Perumusan strategi pada Renstra SKPD dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyusun alternatif pilihan langkah yang dinilai realistis dapat mencapai
tujuan dan sasaran yang ditetapkan.
2. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketidakberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk setiap langkah yang akan dipilih.
3. Melakukan evaluasi untuk menentukan pilihan langkah yang paling tepat
antara lain dengan menggunakan metode SWOT (kekuatan/strengths, kelemahan/weaknesses, peluang/opportunities, dan tantangan/threats), dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Pertama, Menentukan alternatif strategi pencapaian dari setiap
- 43 - Tabel 4.5.
Penentuan Alternatif Strategi
Faktor Eksternal
Faktor Internal
Peluang (opportunites): 1. Tersedianya kesempatan
mengikuti diklat, tugas belajar, dan ijin belajar 2. Adanya dukungan
anggaran dari APBD 3. Adanya kebijakan untuk
peningkatan SDM 4. Adanya dukungan dari
masyarakat berupa partisipasi
5. Hubungan antar SKPD yang terjalin dengan baik 6. Teknologi yang berkembang dengan cepat. Tantangan ( threats) : 1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Sistem Prosedur Pelayanan
2. Tuntutan dan aspirasi masyarakat semakin beragam seiring dengan semakin meningkatnya pengawasan/pemangku kepentingan terhadap berbagai kebijakan pembangunan 3. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan yang berlaku;
4. Semakin transparannya berbagai informasi yang dapat diakses oleh masyarakat sehingga menuntut peran kelurahan yang lebih responsif.
Kekuatan (strengths ): 1. Struktur Organisasi yang
Jelas
2. Sumber Pembiayaan yang Cukup untuk Kelancaran Pelaksanaan Tugas 3. Sarana/Prasarana Kerja
yang Memadai
4. Jumlah SDM yang memadai
5. Motivasi Bekerja yang kuat
Alternatif Strategi :
1. Mengadakan Diklat untuk meningkatkan SDM
2. Mengefektifkan struktur organisasi yang telah ada. 3. Meningkatkan kemampuan
SDM dalam penggunaan teknologi, sarana dan prasarana.
4. Penataan pegawai yang lebih tepat.
5. Meningkatkan
kesejahteraan pegawai sebagai pemacu semangat kerja. 6. Meningkatkan perancanaan secara partisipatif Alternatif Strategi : 1. Meningkatkan sosialisasi prosedur pelayanan 2. Meningkatkan pembangunan partisipatif 3. Pemblakukuan aturan dan
sanksi secara tegas. 4. Peningkatan kualitas pelayanan. 5. Pemberdayaan kemampuan SDM sesuai dengan kompetensinya.
- 44 -
1. Kurangnya Pemahaman terhadap tupoksi
2. Kurangnya manajemen dan pengelolaan aset 3. Kurangnya pemahaman terhadap administrasi 4. Kurangnya kesadaran dalam perumusan perencanaan 5. Kurang lengkapnya database yang dimiliki
1. Mengadakan diklat untuk menngkatkan kemampuan pemahaman tupoksi, manajemen, pengelolaan asset serta perencanaan pembangunan. 2. Mengoptimalkan musrenbang sebagai bentuk pembangunan partisipatif. 3. Meningkatkan koordinasi antar SKPD. 4. Meningkatkan teknologi yang ada untuk mendukung database.
1. Peningkatan sosialisasi pelayanan dan system administrasi 2. Meningkatkan system pelayanan. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. 4. Melengkapi database sebagai bentuk transparansi pemerintah.
b) Kedua, Pemilihan strategi yang paling tepat (efektif dan efisien)
diantara berbagai alternatif strategi yang dihasilkan melalui metode SWOT, dapat dilakukan melalui:
1) Dibahas kembali melalui Focussed Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pakar yang memiliki pengalaman di bidang manajemen strategik;
2) Menggunakan metode pembobotan dengan cara seperti yang dilakukan terhadap penentuan isu-isu strategis;
3) Menggunakan metode Balanced Score Card; dan
4) Menggunakan kombinasi antara FGD dengan metode lainnya untuk obyektivitas pemilihan strategi.
c) Ketiga, Alternatif strategi yang dipilih selanjutnya diuraikan kedalam
tabel berikut:
Tabel 4.6. Penentuan Strategi
No. Sasaran Indikator Kinerja Sasaran Strategi
(1) (2) (3) (4)
1. Terwujudnya masyarakat yang
paham pelayanan kelurahan Jumlah warga yang masih menggunakan jasa orang lain dalam pemenuhan
administrasi
Melayani dengan segera warga yang membutuhkan layanan sehingga calo pelayanan tidak diperlukan
2. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat kelurahan
Jumlah komplain warga terhadap pelayanan kelurahan
Mewujudkan citizen charter
3. Terwujudnya peningkatan Prosentase aparatur yang
- 45 -
kelurahan Jumlah Kegiatan peningkatan
kualitas pelayanan aparatur Memaksimalkan Citizen charter yang dibuat
4. Terwujudnya Citizen Charter
Kelurahan Jumlah dokumen Citizen Charter kelurahan yang dibuat Meningkatkan produk dan peningkatan kualitas citizen charter
5. Terwujudnya peningkatan efektifitas sarana dan prasarana terhadap kelancaran pelayanan
Prosentase efektivitas dan efisiensi sarana dan prasarana
Memaksimalkan penggunaan seluruh saran dan prasarana yang dimiliki
6. Terwujudnya peningkatan kualitas
data/informasi/statistic serta keuangan yang disajikan perangkat kelurahan
Jumlah dokumen yang tersedia
Meningkatkan jumlah dokumen yang ada.
7. Terwujudnya peran serta
masyarakat dalam pembangunan
Prosentase peran serta masyarakat dam perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan
Meningkatkan keakifan peserta musrenbang dalam mengajukan usul pembangunan
8. Terwujudnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya local.
Jumlah kelompok kesenian
yang terbentuk Membentuk kelompok kesenian yang potensial di daerah Frekuensi pementasan yang
diikuti oleh kelompok kesenian kelurahan
Mengikutsertakan kelompok kesenian yang dimiliki jika ada pertunjukan yang digelar.
9. Terwujudnya peningkatan kualitas keikutsertaan masyarakat dalam perayaan hari besar nasional dan daerah
Frekuensi pertemuan antara perangkat kelurahan dan masyarakat
Meningkatkan pertemuan rutin antara kelurahan dan masyarakat terurama jika terdapat
permasalahan yang memerlukan perhatian khusus.
10. Terwujudnya peran serta masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perekonomian yang berdaya saing
Frekuensi pelaporan perubahan tingkat ekonomi masyarakat oleh Ketua RT dan RW
Memberikan balangko isian rutin kepada RT dan RW untuk up date data kemiskinan.
11. Terwujudnya peningkatan
kualitas lingkungan hidup. Frekuensi kerja Bakti masyarakat Memberikan bantuan alat kebersihan sebagai motivator kepada masyarakat.
12. Terwujudnya peningkatan kualitas pengendalian keamanan lingkungan kelurahan
Frekuensi pelaksanaan piket ronda
Meningkatkan peranan ronda dengan memberikan fasilitas ronda.
13. Terwujudnya peningkatan pengamanan proses penyelenggaraan Pemilihan Umum
Jumlah personil keamanan
TPS Meningkatkan jumlah personil dengan merekrut Jumlah kegiatan pengamanan
wilayah ketika Pemilu
Meningkatkan peranan linmas ke setiap TPS yang ada di wilayah kerja.
- 46 - akhirnya dapat selaras dengan pilihan kegiatan yang tepat maka rumusan strategi harus dipetakan (strategy mapping), agar secara seimbang melintasi lebih kurang empat perspektif:
1. Perspektif masyarakat/layanan: bagaimana strategi dapat menjadikan pengaruh langsung terhadap pengguna layanan atau segmen masyarakat, pemangku kepentingan lainnya.
2. Perspektif proses internal: strategi harus mampu menjadikan perbaikan proses dan pemberian nilai tambah pada proses birokrasi (internal business process).
3. Perspektif kelembagaan: strategi harus mampu menjelaskan dengan investasi apa pada sistem, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) untuk menjamin terselenggaranya layanan pemerintahan daerah yang baik (good governance) dalam jangka panjang.
4. Perspektif keuangan: strategi harus dapat menempatkan aspek pendanaan sebagai tujuan sekaligus sebagai konstrain
(cost-effectiveness) serta untuk mencapai manfaat yang terbesar dari
dana yang terbatas (allocative efficiency)
4.3.2 Kebijakan
Kebijakan adalah pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk melaksanakan strategi yang dipilih, agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran. Kebijakan merupakan arah atau tindakan yang diambil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, oleh karena itu kebijakan yang diambil yaitu :