• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Program Kesetan dan Kesehatan Kerja di Bagian Pengolahan Kelapa Sawit PTPN IV Gunung Bayu Tahun 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pelaksanaan Program Kesetan dan Kesehatan Kerja di Bagian Pengolahan Kelapa Sawit PTPN IV Gunung Bayu Tahun 2017"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

iii ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan di PTPN IV Gunung Bayu yang merupakan perusahaan yang menghasilkan produksi CPO (Crude Palm Oil) dan PKO (Palm Kernel Oil). Proses produksi menghasilkan potensi bahaya yang tinggi, dapat mengakibatkan kecelakaan, sehingga diperlukan penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk meminimalisasi kecelakaan kerja agar dapat terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Metode penelitian adalah deskriptif bertujuan memberikan gambaran tentang pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja. Waktu penelitian dilaksanakan Januari 2017 – Mei 2017. Pengambilan data dengan cara observasi lapangan, wawancara dengan pihak manajemen yaitu Masinis Kepala, Seketaris P2K3, Mantri, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif sesuai dengan pedoman pelaksanaan program K3.

Hasil penelitian pelaksanaan program K3 sudah berjalan dengan baik terdiri dari program keselamatan kerja yaitu inspeksi dan investigasi, simulasi keadaan darurat, manajemen risiko, pemeriksaan lingkungan kerja, dan pelatihan pekerja, dan program kesehatan kerja yaitu pemeriksaan kesehatan berupa program pemeriksaan oleh Hiperkes dan poliklinik perkebunan. Pelaksanaan program K3 yang belum berjalan dengan baik dari program keselamatan kerja yaitu safety talk, alat pelindung diri (APD), dan program kesehatan kerja yaitu pemeriksaan kesehatan berupa BPJS Ketenagakerjaan seperti pelayanan yang tidak memuaskan para karyawan saat berobat karena minimnya persediaan obat. APD yang tersedia safety shoes ankle/sepatu anti timpa, topi helm, kacamata, dan masker, sedangkan APD yang tidak tersediasarung tangan tidak sepasang, ear muff, dan ear plug.

Disarankan pihak perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen yang tepat sesuai dengan kepentingan perusahaan, seperti pergantian kepemimpinan perusahaan jangan sering berganti setiap waktu, diharapkan perusahaan untuk memperbaiki sistem manajemen yang belum tepat pada program safety talk yang seharusnya dipimpin oleh ahli K3, diharapkan untuk menyediakan APD seperti sarung tangan sepasang, ear muff, dan ear plug, dan diharapkan untuk memperhatikan penyediaan anggaran biaya untuk program keselamatan kerja berupa BPJS Ketenagakerjaan.

.

Kata Kunci : Program Keselamatan Kerja, Program Kesehatan Kerja, Masinis Kepala, Seketaris P2K3, dan Mantri.

(2)

iv ABSTRACT

This research is conducted in PTPN IV Gunung Bayu a company which produces CPO (Crude Palm Oil) and PKO (Palm Kernel Oil). The production process produces have a high potential danger, can lead to accidents, so it is needed the application of Occupational health and safety program to minimize work accidents in order to create a safe and comfortable working environment.

The research is descriptive to give description about the implementation of occupational health and safety program. The time was in January 2017 - May 2017. Data was taking by field observation, interview with part of management Head Engineer, P2K3 Secretary, Nurse, and documentation. Data analysis is done descriptive and matching with the guidelines of OHS program.

The results of the OHS program implementation are well underway consisting of safety programs such as inspection and investigation, emergency simulation, risk management, work environment inspection and worker training, and occupational health program that is health inspection in the form of inspection program by Hiperkes and plantation polyclinic. Implementation of K3 program that has not run well from safety program that is safety talk, personal protective equipment (PPE), and health program that is health examination in the form of BPJS Employment such as service that not satisfy the employees during treatment because of lack of drug supply. APD available safety ankle shoes / anti-timpa shoes, helmet caps, goggles, and masks, while the unmade PPE is not a pair, ear muff, and ear plug.

Recommended for the company to implement the appropriate management system in accordance with the company's interests, such as the change of leadership of the company do not change frequently every time, it is expected that the company to improve the management system that is not appropriate in the safety talk program which should be led by the K3 expert, is expected to provide PPE like sarong A pair of hands, ear muffs and ear plugs, and is expected to pay attention to the provision of a budget for the safety program of BPJS Employment.

Keywords : Occupational Safety Program, Occupational Health Program, Chief Engineer, P2K3 Secretary, and Nurse.

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum penerapan K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik yang menunjukkan bahwa faktor-faktor K3 yang dianalisis, yaitu meliputi pelatihan

HUBUNGAN PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA JALUR 3 DAN 4 PT WIJAYA

keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan penggunaan alat pelindung diri. (APD) pada jalur 3 dan 4 PT Wijaya Karya Beton

Judul : Hubungan Persepsi Karyawan terhadap Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Jalur 3 dan 4 PT

Pembahasan dalam penelitian ini memberikan deskripsi penerapan penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam rangka perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

Bersamaan dengan ini Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi daftar pernyataan atas penelitian tentang “ Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap

Dengan perumusan hipotesis: Ho : tidak ada pengaruh antara variabel Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Alat pelindung diri (APD) dan Risiko

Secara umum penerapan K3 di bagian pengolahan PTPN VIII Gunung Mas tergolong baik yang menunjukkan bahwa faktor-faktor K3 yang dianalisis, yaitu meliputi pelatihan