• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asuhan Keperawatan Ruptur Uteri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Asuhan Keperawatan Ruptur Uteri"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA

KLIEN

KLIEN

RUPTUR UTERI

RUPTUR UTERI

Di susun Oleh Kelompok 10 :

Di susun Oleh Kelompok 10 :

Nur Hni!h

Nur Hni!h

Ro!i Sekr A"hi# U$m

Ro!i Sekr A"hi# U$m

%&Kholi# Ikrimh S'ri

%&Kholi# Ikrimh S'ri

SEKOLAH TIN((I IL%U

SEKOLAH TIN((I IL%U

KESEHATAN )STIKES* SURA+A,A

KESEHATAN )STIKES* SURA+A,A

-01./-01

-01./-01

(2)
(3)

+A+ I

+A+ I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1

1&&1

1&&

L

L

$$

r +

r +eell

k

k

n

n

Misoprostol adalah analog oral prostaglandin E1 sintetik yang saat

Misoprostol adalah analog oral prostaglandin E1 sintetik yang saat ini semakinini semakin  popular

 popular digunakan dalam dunia obstetrika. Pemakaian paling banyak adalah untuk induksidigunakan dalam dunia obstetrika. Pemakaian paling banyak adalah untuk induksi  persalinan karena kemampuannya dalam pematangan serviks dan memacu kontraksi

 persalinan karena kemampuannya dalam pematangan serviks dan memacu kontraksi miometrium juga dalam usaha pencegahan dan pengobatan perdarahan postpartum karena miometrium juga dalam usaha pencegahan dan pengobatan perdarahan postpartum karena efeknya yang kuat sebagai uterotonika. Selain itu dari segi ekonomi obat ini tergolong murah efeknya yang kuat sebagai uterotonika. Selain itu dari segi ekonomi obat ini tergolong murah dan tahan terhadap suhu tropis sehingga dapat bertahan lama. (Siswosudarmo !""#$.

dan tahan terhadap suhu tropis sehingga dapat bertahan lama. (Siswosudarmo !""#$. %iperstimulasi adalah adalah salah satu komplikasi penggunaan

%iperstimulasi adalah adalah salah satu komplikasi penggunaan misoprostol dalammisoprostol dalam kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya ruptur uteri. &uptur uteri merupakan kondisi kehamilan yang dapat menyebabkan terjadinya ruptur uteri. &uptur uteri merupakan kondisi kegawatdaruratan obstetrik yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin oleh karena kegawatdaruratan obstetrik yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin oleh karena risiko terjadinya kematian maternal dan perinatal yang tinggi namun karena tanda dan gejala risiko terjadinya kematian maternal dan perinatal yang tinggi namun karena tanda dan gejala ruptur uteri yang tidak khas membuat diagnosis ruptur uteri seringkali terlambat sehingga ruptur uteri yang tidak khas membuat diagnosis ruptur uteri seringkali terlambat sehingga  penanganannnya juga terlambat.

 penanganannnya juga terlambat.

'eberapa laporan kasus kejadian ruptur uteri pada wanita hamil yang diinduksi 'eberapa laporan kasus kejadian ruptur uteri pada wanita hamil yang diinduksi dengan misoprostol telah dilaporkan namun hingga saat ini belum ada penelitianpenelitian dengan misoprostol telah dilaporkan namun hingga saat ini belum ada penelitianpenelitian dalam skala besar yang meneliti kejadian ruptur uteri yang berhubungan dengan induksi dalam skala besar yang meneliti kejadian ruptur uteri yang berhubungan dengan induksi misoprostol. %ofmeyr dalam

misoprostol. %ofmeyr dalam cochrane databasecochrane database melakukan review tentang penggunaan melakukan review tentang penggunaan misoprostol oral untuk induksi persalinan namun data k

misoprostol oral untuk induksi persalinan namun data k ejadian ruptur uteri akibat induksiejadian ruptur uteri akibat induksi misoprostol sangat terbatas sehingga sulit menentukan apakah p

misoprostol sangat terbatas sehingga sulit menentukan apakah p enggunaan misoprostol oralenggunaan misoprostol oral dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur uteri. (%ofmeyr !"1"$.

dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur uteri. (%ofmeyr !"1"$. &uptur uteri di negara berkemba

&uptur uteri di negara berkembang masih jauh ng masih jauh lebih tinggi di bandingkalebih tinggi di bandingkan n dengan di )egaradengan di )egara maj

maju. u. *ng*ngka ka kejakejadiadian n ruprupturture e uteuteri ri di di )eg)egara ara majmaju u dildilaporaporkan kan jugjuga a semsemakiakin n menmenuruurun.n. Seba

Sebagai gai contcontoh oh bebebeberaprapa a tahtahun un yanyang g lallalu u dardari i salsalah ah satsatu u penepenelilitiatian n di di negnegara maju ara maju didi lapork

laporkan an kejadkejadian rupture uteri dari 1 ian rupture uteri dari 1 dalam 1.!+" persalindalam 1.!+" persalinan (1,-11,"$ menjadan (1,-11,"$ menjadi 1 i 1 dalamdalam !.!" persalinan (1,/-1,+-$. 0alam tahun 1,,# kejadiannya menjadi dalam 1 dalam 1.""" !.!" persalinan (1,/-1,+-$. 0alam tahun 1,,# kejadiannya menjadi dalam 1 dalam 1."""  persalinan.

 persalinan. 0alam 0alam masa masa yang yang hamper hamper bersamaan bersamaan angka angka tersebut tersebut untuk untuk berbagai berbagai tempat tempat didi ndonesia dilaporkan berkisar 1 dalam !,2

ndonesia dilaporkan berkisar 1 dalam !,2 persalinan sampai 1 dalam ,- persalinan.persalinan sampai 1 dalam ,- persalinan.

3edaruratan serius pada rupture uteri terjadi kurang dari 14 wanita dengan parut uterus dan 3edaruratan serius pada rupture uteri terjadi kurang dari 14 wanita dengan parut uterus dan  potensial mengancam jiwa baik bagi ibu maupun

 potensial mengancam jiwa baik bagi ibu maupun bayi. Separuh dari semua kasus terjadi padabayi. Separuh dari semua kasus terjadi pada ibu tanpa jaringan parut uterus terutama pada ibu multipara.

(4)

1

1&&-

-&&

R

Ru

um

mu

uss

n

n %

%

ss

ll

h

h

1.

1. 'agaim'agaimana *sana *suahan uahan 3epera3eperawatan watan dengan dengan klien klien &uptur &uptur 5teri 5teri 66

1

1&&.

.&&

T

Tu

u22u

u

n

n

1.

1. MeMengengetatahui hui dedefifininisi si &u&uptptur ur 5t5tererii !.

!. MeMengengetatahui hui etetioiolologi gi &u&uptptur ur 5t5tererii -.

-. MeMengengetatahui phui patatofofisisioiolologi &ugi &uptptur 5ur 5teteriri 2.

2. MenMengetgetahui ahui mamanifnifestestasi asi kliklinis nis &up&uptur tur 5te5teriri .

. MeMengengetatahui phui penenatatalaalaksksanaanaan &uan &uptptur 5tur 5tererii #.

#. MeMengengetatahui hui kokompmplilikaskasi &ui &uptptur ur 5t5tererii /.

(5)

+A+ II

TIN3AUAN PUSTAKA

-&1&

DE4INISI

-&1&1& Pener$in

&uptur uteri adalah robekan di dinding uterus dapat terjadi selama periode ante natal saat induksi selama persalinan dan kelahiran bahkan selama stadium ke tiga  persalinan(7hapman !""#8h.!++$.

&uptur uteri adalah robekan yang dapat langsung terhubung dengan rongga peritonium (komplet$ atau mungkin di pisahkan darinya oleh peritoneum viseralis yang menutupi uterus oleh ligamentum latum (inkomplit$ (7unningham!""8h.!1/$

&uptura uteri adalah terjadinya diskontinuitas pada dinding uterus. Perdarahan yang terjadi dapat keluar melalui vagina atau ke intraabdomen. ( Buku Saku Pelayanan  Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. !"1-$

&uptur uteri adalah pelepasan insisi yang lama disepanjang uterus dengan robeknya selaput ketuban sehingga kavum uteri berhubung langsung dengan kavum peritoneum (7unningham 1,, P9 2/" $.

-&1&-& Klsi!iksi

1. 'erdasarkan lapisan dinding rahim a$ &uptur uteri inkomplit

3eadaan robekan pada rahim dimana terjadi lapisan dimana lapisan serosa atau perimetrium masih utuh.

(6)

3eadaan robekan pada rahim dimana terjadi pada ketiga lapisan dinding rahim dan telah terjadi hubungan langsung antara rongga amnion dan rongga  peritoneum

!. 'erdasarkan penyebab terjadinya a$ &uptur uteri spontan

3eadaan robekan pada rahim karena kekuatan his semata.  b$ &uptur uteri violenta

3eadaan robekan pada rahim yang di sebabkan ada manipulasi tenaga tambahan lain seperti induksi atau stimulasi partus dengan oksitosin atau yang sejenis atau dorongan yang kuat pada fundus dalam persalinan.

c$ &uptur uteri traumatika

3eadaan robekan pada rahim yang di sebabkan oleh trauma pada abdomen seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kecelakaan lalu lintas.

-&-&

ETIOLO(I

-&-&1& E$ioloi

3ematian anak mendekati 1""4 dan kematian ibu sekitar -"4. Secara teori robekan rahim dapat dibagi sebagai berikut9

a. Spontan

• 3arena dinding rahim lemah seperti pada luka seksio sesarea luka

enukleasi mioma dan hipoplasia uteri. Mungkin juga karena kuretase  pelepasan plasenta secara manual dan sepsis pascapersalinan atau pasca

abortus

• 0inding rahim baik tetapi robekan terjadi karena bagian depan tidak

majumisalnya pada panggul sempit atau kelainan letak.

• campuran

 b. :iolent (rudapaksa$9 karena trauma (kecelakaan$ dan pertolongan versi dan ekstrasi (ekspresi 3risteller$

(7)

a$ &obekan spontan pada rahim yang utuh

;erjadi lebih sering pada multipara terutama pada grandemultipara daripada  primipara. %al ini disebabkan oleh dinding rahim pada multipara sudah lemah. &uptur juga lebih sering terjadi pada orang yang berumur. Penyebab yang  penting adalah panggul sempit letak lintang hidrosefalus tumor yang menghalangi jalan lahir dan presentasi atau dahi. &upture yang spontan  biasanya terjadi pada kala pengeluaran tetapi ada kalanya sudah terjadi pada kehamilan. <ika rupture terjadi pada kehamilan biasanya terjadi pada korpus uteri sedangkan jika dalam persalinan terjadi pada segmen bawah rahim.

&uptur uteri ada ! macam yaitu rupture uteri complete (jika semua lapisan dinding rahim sobek$ dan rupture uteri incomplete (jika perimetrium masih utuh$

Sebelum terjadinya rupture biasanya ada tandatanda pendahuluan yang terkenal dengan istilah gejalagejala ancaman robekan rahim yaitu9

 =ingkaran retraksi patologis> lingkaran 'ndle yang tinggi mendekati  pusat dan naik terus

 3ontraksi rahim kuat dan terus menerus

 Penderita gelisah nyeri di perut bagian bawah juga diluar %S

 Pada palpasi segmen bawah rahim terasa nyeri (di atas simfisis$

 =igamentum rotundum tegang juga diluar %S

 'unyi jantung anak biasanya tidak ada atau tidak baik karena anak mengalami asfiksia yang disebabkan kontraksi dan retraksi rahim yang  berlebihan.

 *ir kencing mengandung darah karena kandung kencing teregang atau tertekan

(8)

 <ika keadaan ini berlanjut terjadilah rupture uteri. ?ejalagejala rupture uteri adalah9

 Sewaktu kontraksi yang kuat pasien tibatiba merasa nyeri yang menyayat dibagian bawah

 Segmen bawah rahim nyeri sekali pada saat dilakukan palpasi

 %S berhenti> hilang

 *da perdarahan pervaginam walaupun biasanya tidak banyak 

 'agianbagian anak mudah diraba jika anak masuk ke dalam rongga  perut

 3adangkadang disamping anak teraba tumor yaitu rahim yang telah mengecil

 Pada pemeriksaan dalam ternyata bagian depan mudah ditolak ke atas  bahkan terkadang tidak teraba lagi karena masuk ke rongga perut

 'unyi jantung anak tidak ada>tidak didengar 

 'iasanya pasien jatuh dalam syok 

 <ika sudah lama terjadi seluruh perut nyeri dan kembung

 *danya kencing berdarah

 *dapun diagnose banding dari rupture uteri adalah solusio plasenta dan kehamilan abdominal

(9)

0apat terjadi karena kecelakaan akan tetapi lebih sering disebabkan versi dan ekstrasi. 3adangkadang disebabkan oleh dekapitasi versi secara ba@ton hicks ektrasi bokong atau forcep yang sulit. Aleh karena itu sebaiknya setiap versi dan ekstrasi dan operasi kebidanan lainnya yang sulit dilakukan eksplorasi kavum uteri.

 b$ &obekan bekas luka seksio

&upture uteri karena bekas seksio makin sering terjadi dengan meningkatnya tindakan S7. &upture uteri semacam ini lebih sering terjadi pada luka bekas S7 yang klasik dibandingkan dengan luka S7 profunda. &upture uteri ini sering sukar didiagnosis. ;idak ada gejalagejala yang khas  mungkin hanya  perdarahan yang lebih dari perdarahan pembukaan atau ada perasaan nyeri  pada daerah bekas luka. (unpad.!""-$

-&-&-& 4k$or Pre#isposisi

1. Multiparitas > grandemultipara

!. Pemakaian oksitosin untuk induksi>stimulasi persalinan yang tidak tepat -. 3elainan letak dan implantasi plasenta contoh pada plasenta akreta plasenta

inkreta>plasenta perkreta.

2. 3elainan bentuk uterus umpamanya uterus bikornis . %idramnion

-&.&

PATO4ISIOLO(I

Pada saat his korpus uteri berkontraksi dan mengalami retraksi dinding korpus uteri atau S*& menjadi lebih tebal dan volume korpus uteri menjadi lebih kecil. *kibatnya tubuh janin yang menempati korpus uteri terdorong ke bawah dan ke dalam S'&. S'& menjadi lebih lebar karena dindingnya menjadi lebih tipis karena tertarik ke atas oleh kontraksi S*& yang kuat berulang dan sering sehingga lingkaran retraksi yang membatasi kedua segmen semakin bertambah tinggi. *pabila bagian terbawah janin tidak dapat terdorong karena sesuatu sebab yang menahannya (misalnya panggul sempit atau kepala janin besar$ maka volume korpus yang tambah

(10)

mengecil pada saat his harus diimbangi oleh perluasan S'& ke atas. 0engan demikian lingkaran retraksi fisiologi (physiologic retraction ring) semakin meninggi ke arah pusat melewati batas fisiologi menjadi patologi ( pathologic retraction ring $ lingkaran patologik ini di sebut lingkaran 'andl (ring van Bandl). S'& terus menerus tertarik ke arah proksimal tetapi tertahan oleh serviks dan his berlangsung kuat terus menerus tetapi bagin terbawah janin tidak kunjung turun ke bawah melalui jalan lahir lingkaran retraksi makin lama semakin meninggi dan S'& semakin tertarik ke atas sembari dindingnya sangat tipis hanya beberapa milimeter saja lagi. ni menandakan telah terjadi ruptur imminens dan rahim yang terancam robek pada saat his berikut  berlangsung dinding S'& akan robek spontan pada tempat yang tertipis dan terjadilah  perdarahan. <umlah perdarahan tergantung pada luas robekan yang terjadi dan  pembuluh darah yang terputus.

3etika terjadi robekan pasien merasa amat nyeri seperti teriris sembilu dalam  perutnya dan his yang terakhir itu sekaligus mendorong tubuh janin. *pabila robekannya cukup luas tubuh janin sebagian atau seluruhnya terdorong ke luar rongga rahim dan masuk ke rongga peritoneum. Melalui robekan tersebut usus dan omentum terkadang masuk ke dalamnya sehingga bisa mencapai vagina dan bisa diraba pada waktu periksa dalam.

&uptura uteri yang tidak sampai ikut merobek perimetrium terjadi pada bagian rahim yang longgar hubungannya dengan peritoneum yaitu pada bagian samping dan dekat kandung kemih. 0i sini dinding serviks yang meregang karena ikut tertarik kadangkadang bisa ikut robek. &obekan pada bagian samping bisa sampai melukai  pembuluhpembuluh darah besar yang terdapat di dalam ligamentum latum. <ika robekan terjadi pada bagian dasar ligamnetum latum arteria rahim atau cabang cabangnya bisa terluka disertai perdarahan yang banyak dan di dalam parametrium di  pihak yang robek akan terbentuk hematoma yang besar dan menimbulkan syok yang sering kali fatal. 'atas antara korpus yang kontraktil dan S'& yang pasif disebut lingkaran 'andl. =ingkaran 'andl ini dianggap fisiologik bila terdapat !- jari di atas simphysis 'ila meninggi maka kita harus waspada terhadap kemungkinan adanya rahim uteri mengancam.

&uptur uteri terutama disebabkan oleh peregangan yang luar biasa dari uterus. Sedangkan kalau uterus telah cacat mudah dimengerti karena adanya lokus minoris resistans.

-&&

%ANI4ESTASI KLINIS

1. ?ejala mengancam

1$ =ingkaran retraksi patologis>lingkaran 'andl yang tinggi mendekati pusat dan naik uterus.

!$ 3ontraksi rahim kuat dan terusmenerus.

-$ Penderita gelisah nyeri di perut bagian bawah juga di luar his. 2$ Pada palpasi segmen bawah rahim terasa nyeri (di atas simpisis$. $ =igamentum rotundum tegang juga di luar his.

(11)

#$ 'unyi jantung anak biasanya tidak ada atau tidak baik karena anak mengalami hipoksia yang disebabkan kontraksi dan retraksi rahim yang berlebihan.

/$ *ir kencing mengandung darah (karena kandung kencing teregang atau tertekan$.

!. ;anda dan gejala lanjutan

1$ Menurut (:arney!""18h.!2-!22$ 0apat terjadi dramatis atau tenang.

1. 0ramatis

1$ )yeri tajam yang sangat pada abdomen bawah saat kontraksi hebat memuncak. !$ Penghentian kontraksi uterus disertai hilangnya rasa nyeri.

-$ Perdarahan vagina (dalam jumlah sedikit atau hemoragi$.

2$ ;anda dan gejala syok 9 denyut nadi meningkat (cepat dan terus menerus$9 tekanan darah menurun 9 pucat dinginkulit berkeringatgelisah atau adanya  perasaaan bahwa akan segera menjelang ajal atau meninggal sesak (napas  pendek$ ketidakberdayaan dan gangguan penglihatan

$ ;emuan pada palpasi abdomen tidak sama dengan temuan terdahulu. #$ 'agian presentasi dapat di gerakkan di atas rongga panggul

/$ ?erakan janin dapat menjadi kuat dan kemudian menurun menjadi tidak ada gerakan dan 0enyut <antung <anin sama sekali tidak terdengar atau masih dapat di dengar.

+$ =ingkar uterus dan kepadatannya (kontraksi$ dapat di rasakan di samping  janin(janin seperti berada diluar uterus$.

!. ;enang

1$ 3emungkinan menjadi muntah.

!$ )yeri tekan meningkat di seluruh abdomen. -$ )yeri berat pada suprapubis.

2$ 3ontraksi uterus hipotonik.

$ Perkembangan persalinan menurun. #$ Perasaan ingin pingsan.

/$ %ematuri (kadangkadang$

+$ Perdarahan pervagina (kadangkadang$

,$ ;andatanda syok progresif di temukan dalam hilangnya darah disertai denyut nadi yang cepat dan pucat.

1"$ 3ontraksi dapat berlanjut tanpa menimbulkan efek pada servik8atau kontraksi tidak dapat dirasakan.

11$ 0<< mungkin akan hilang. -. Menurut (7hapman!""#8h.!,"$

(12)

a$ )yeri uterus atau jaringan parut mendadak   b$ Perasaan Bingin melahirkanC

c$ )yeri abdomen bagian bawah bisa muncul bersama kontraksi atau nyeri konstan yang tidak hilang.

d$ bu merasa bahwa uterusnya sangat nyeri saat di sentuh atau di raba. !$ 3ontraksi uterus

a$ 5terus solid atau tonik 

 b$ 3ontraksi dapat berkurang atau bahkan berhenti. -$ 0enyut <antung <anin

a$ Perubahan 0enyut <antung <anin abnormal dapat terjadi seperti deselarasi memanjang atau variable yang biasanya memburuk menjadi bradikardia serius.

2$ Syok  

0apat terjadi perubahan tanda vital a. ;akikardia

 b. ;ekanan darah rendah

c. Sesak napas respirasi D !2@>menit d. 3emungkinan ibu 9

• ;ampak dingin dan lembap

• ;ampak gelisahagitasi atau menarik diri.

• 'erkata bahwa ia takut dan ada sesuatu yang tidak beres • Muntah.

• Perdarahan

 Perdarahan kadang keluar dari vagina sebagai cairan amnion  bercampur darah atau perdarahan segar.

 3adang seperti setelah bayi lahir fundus uteri segera meninggi karena terisi darah.

-&5&

WO6

SPONTAN

0inding &ahim lemah luka seksio luka enoklean mioma hypoplasia uteri kuretase pelepasan plasenta

secara manual sepsis pasca  persalinan > pasca abortus

7IOLENT

;rauma pertolongan versi dan ekstrasi

(13)

%is korpus uteri berkontraksi

0inding korpus uteri

menebal dan volume korpus uteri lebih kecil

;ubuh janin menempati korpus uteri terdorongnya ke  bawah dan kedalam S'&  S'& lebih =ebar 

0inding S'& menipis karena tertarik keatas oleh kontraksi S*& kuat

=ingkaran retralgi fisiologis meninggi kea rah pusat melewati fisiologis menjadi  patofisiolis

=ingkaran bundle S'& tertarik dan %is

 berlangsung kuat terus menerus

;ertahan di serviks dan %is berlangsung kuat terus menerus

'agian bawah janin tidak kunjung turun kebah melalui  jalan lahir 

=ingkar retraksi semakin meninggi

(14)

Rup$ur U$eri Perdarahan + 1 + -+ . +  + 5 Perdarahan Pervagina Perdarahan 0arah ke  perifer 3ebutuhan A! Sesak > ;akipnea %K: Pol N!s $i#k E!ek$i!  0arah ke  perifer 3ehilangan  banyak cairan ;0 menurun %K: S8ok Hipo9olemik  0arah ke otak menurun %ipoksia *nemis Pusing  lemas %K : N8eri Aku$ *da dorongan dari bayi Panggul ibu sempit 3andung kemih tertekan dan meregang &obekan kecil  pada kandung kemih 5rine mengandung darah %K : Ansie$s %K: Resiko In!eksi 3ontraksi uterus meningkat  )yeri *bdomen %K: N8eri Aku$ ;ubuh janin terdorong &obekannya meluas ;ubuh janin terdorong ke rongga rahim 5sus dan omentum masuk ke dalam  peritoneum Masuk ke rongga  peritoneum PK : Ulsersi kn#un

(15)

-&&

PENATALAKSANAAN

-&&1& ;indakan pertama adalah mengatasi syok memperbaiki keadaan umum  penderita dengan pemberian infus cairan dan transfusi darah kardiotonika antibiotikadll. 'ila keadaan umum mulai membaik tindakan selanjutnya adalah melakukan laparatomi dengan tindakan jenis operasi 9

+  Mencapai vagina  )yeri menjalar ke ekstrimitas bawah  )yeri abdomen 3ontraksi 5terus bu malas mandi dll %K : De!isi$ Per;$n Diri

(16)

1. %isterektomi baik total maupun subtotal. %isterektomi total dilakukan khususnya  bila garis robekan longitudinal. ;indakan histerektomi lebih menguntungkan dari  penjahitan laserasi.

!. %isterorafia yaitu tepi luka dieksidir lalu dijahit sebaikbaiknya.

-. 3onservatif hanya dengan tamponade dan pemberian antibiotik yang cukup. ;indakan mana yang akan dipilih tergantung pada beberapa faktro antar lain9  3eadaan umum penderita (syok dan sangat anemis$.

 <enis ruptur inkompleta atau kompleta.  <enis luka robekan.

 ;empat luka apakah pada serviks korpus atau segmen bawah rahim.  Perdarahn dari luka sedikit atau banyak.

 5mur dan jumlah anak yang hidup.

 3emampuan dan keterampilan penolong.

-&&-& 'erikut langkah langkah perbaikan robekan dinding uterus

 3aji ulang indikasi.

 3aji ulang prinsipprinsip pembedahan dan pasang infus.

 'erikan antibiotika dosis tunggal9

• *mpisilin ! g :

• *;*5 sefaolin ! g :

 'uka perut9

• =akukan insisi vertikal pada linea alba dari umbilikus sampai pubis. • =akukan insisi vertikal !- cm pada fasia lanjutkan insisi ke atas dan ke

 bawah dengan gunting.

• Pisahkan muskulus rektus abdominis kiri dan kanan dengan tangan atau

gunting.

• 'uka peritoneum dekat umbilikus dengan tangan. <aga agar jangan

melukai kandung kemih.

• Periksa rongga abdomen dan robekan uterus dan keluarkan darah beku. • Pasang retraktor kandung kemih.

 =ahirkan bayi dan plasenta.

 'erikan oksitosin 1" unit dalam "" m= )a7l>&inger laktat dimulai dari

 #" tetes>menit sampai uterus berkontraksi lalu diturunkan menjadi !" tetes>menit setelah kontraksi uterus membaik.

 *ngkat uterus untuk melihat seluruh luka uterus.

 Periksa bagian depan dan belakang uterus.

 3lem perdarahan dengan forsep cincin.

 Pisahkan kandung kemih dari segmen bawah rahim uterus secara tumpul atau tajam.

(17)

A& Ro'ekn %en"pi Ser9iks #n 7in

a$ <ika ada robekan ke serviks dan vagina dorong vesika urinaria ke bawah ! cm lateral dari robekan.

 b$ <ika mungkin buatlah jahitan 1 cm di bawah robekan serviks.

+& Ro'ekn Ke L$erl %en"pi 7s U$erin

a$ 'uatlah jahitan hemostasis.

 b$ dentifikasi ureter sebelum menjahit.

6& Ro'ekn #enn Hem$om p# Limen$um Kr#inl

1$ 'uatlah hemostasis (jahit dan jepit$. !$ 'uka lembar depan ligamentum kardinal. -$ 'erikan drain karet jika perlu.

2$ 'uat jahitan hemostasis pada arteri uterina.

$ <ahit luka secara jelujur dengan catgut kromik nomor ". <ika perdarahan a. masih terus berlangsung atau robekan pada insisi terdahulu lakukan  b. jahitan lapis kedua.

c. PE&%*;3*)9 5reter harus dapat diidentifikasi agar tindakan tidak melukai ureter.

#$ <ika ibu menginginkan sterilisasi tuba lakukan pada saat operasi ini /$ <ika luka terlalu luas dan sulit diperbaiki lakukan histerektomi.

+$ 3ontrol perdarahan dengan klem arteri dan ikat. <ika perdarahan dalam ikat secara angka +.

,$ Pasang drain abdomen.

1"$ Fakinkan tidak ada perdarahan. 3eluarkan darah beku dengan kasa  bertangkai.

11$ Periksa laserasi kandung kemih. =akukan reparasi jika ada laserasi.

1!$ ;utup fasia dengan jahitan jelujur dengan catgut kromik " atau poliglikolik. Plika dan peritoneum tidak perlu ditutup.

1-$ <ika ada tandatanda infeksi letakkan kain kasa pada subkutan dan jahit dengan benang catgut secara longgar. 3ulit dijahit setelah infeksi hilang. 12$ <ika tidak ada tandatanda infeksi tutup kulit dengan jahitan matras 1$ vertikal memakai nilon -" atau sutera.

1#$ ;utup luka dengan pembalut steril.

1/$ 5ntuk menjahit luka kandung kemih klem kedua ujung luka dan rentangkan. Periksa sampai di mana robekan>luka kandung kemih.

1+$ ;entukan apakah luka dekat trigonum (daerah uretra atau ureter$.

1,$ 'ebaskan kandung kemih dari segmen bawah rahim secara tajam atau tumpul. !"$ 'ebaskan ! cm sekeliling luka kandung kemih.

!1$ =akukan penjahitan dengan catgut kromik -" sebanyak ! lapis9

• =apisan pertama menjahit mukosa dan otot

• =apisan kedua menutupi lapisan pertama dengan luka melipat ke dalam • Fakinkan jahitan tidak mengenai daerah trigonum

!!$ ;es kemungkinan bocor9

• sikan kandung kemih dengan larutan garam atau air yang steril melalui

(18)

• <ika bocor buka jahitan dan jahit kembali kemudian tes ulang

!-$ <ika ada kemungkinan luka pada uretra atau ureter konsultasikan pasien untuk  pemeriksaan pielogram

!2$ Pasang kateter selama / hari sampai urin jernih

!$ Selama ibu dirawat jika ada tandatanda infeksi atau demam berikan kombinasi antibiotika sampai ibu bebas demam selama 2+ jam9

• *mpisilin ! g : setiap # jam

• 0*) ?entamisin :  g>kg'' setiap + jam • 0*) Metronidaol "" mg : setiap + jam

!#$ 'erikan analgetika yang cukup

!/$ <ika tidak ada tanda infeksi cabut drain setelah 2+ jam

!+$ <ka tidak dilakukan tubektomi pada reparasi uterus berikan kontrasepsi lain

( Buku Saku Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. !"1-$

-&<&

PE%ERIKSAAN DIA(NOSTIK 

1$ =aparoscopy 9 untuk menyikapi adanya endometriosis atau kelainan bentuk  panggul > pelvis.

!$ Pemeriksaan laboratorium.

-$ hapusan darah 9 %' dan hematokrit untuk mengetahui batas darah %' dan nilai hematikrit untuk menjelaskan banyaknya kehilangan darah. %' G / g>dl atau hematokrit G !"4 dinyatakan anemia berat.

2$ S0M 9 untuk mengidentifikasikan tipe anemia.

$ 5rinalisis 9 hematuria menunjukan adanya perlukaan kandung kemih. #$ ;es prenatal 9 untuk memastikan polihidramnion dan janin besar.

-&=&

KO%PLIKASI

1. ?awat janin

6ATATAN9 Perhatikan kondisi pasien selama tindakan dan  pasca persalinan. =akukan konseling pasca tindakan mengenai  besarnya robekan pada uterus dan rencana kehamilan berikutnya

Kompliksi 8n #p$ $im'ul #lh :

H 7idera pembuluh darah

(19)

!. Syok hipovolemik 

;erjadi kerena perdarahan yang hebat dan pasien tidak segera mendapat infus cairan kristaloid yang banyak untuk selanjutnya dalam waktu cepat digantikan dengan tranfusi darah.

-. Sepsis

nfeksi berat umumnya terjadi pada pasien kiriman dimana ruptur uteri telah terjadi sebelum tiba di &umah Sakit dan telah mengalami berbagai manipulasi termasuk  periksa dalam yang berulang. <ika dalam keadaan yang demikian pasien tidak segera memperoleh terapi antibiotika yang sesuai hampir pasti pasien akan menderita  peritonitis yang luas dan menjadi sepsis pasca bedah.

2. 3ecacatan dan morbiditas.

a$ %isterektomi merupakan cacat permanen yang pada kasus belum punya anak hidup akan meninggalkan sisa trauma psikologis yang berat dan mendalam.  b$ 3ematian maternal >perinatal yang menimpa sebuah keluarga merupakan

komplikasi sosial yang sulit mengatasinya.

+A+ III

(20)

Seorang wanita )y. F berusia !/ tahun dengan gravida - para ! dirawat di rumah sakit Ethiopia karena nyeri perut berat selama persalinannya dengan penghentian kontraksi.

3ondisi kesehatan pasien baik. Pasien juga menerima perawatan kehamilan normal (2 kali kunjungan$ disebuah pusat kesehatan didekat rumah sakit ini selama kehamilan yang dimulai pada usia !" minggu kehamilan. 0ia memiliki riwayat kelahiran pervaginam  tahun yang lalu dengan bobot badan lahir bayi sebesar !+"" gram dan - tahun yang lalu pasien ini mengalami persalinan dengan bayi meninggal dunia penyebab kematian bayi dan berat lahir  bayi tidak diketahui otopsi tidak dilakukan. 5ltrasonografi (5S?$ selama kehamilan ini  belum dilakukan. Semua kehamilan berasal dari ayah yang sama. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit atau prosedur pembedahan. Pasien juga tidak melakukan sirkumsisi. Pasien tinggal didaerah pedesaan terpencil di Ethiopia 5tara dan tinggal bersama suami dan anak anaknya.

Pada beberapa hari sebelum masuk di rumah sakit diusia kehamilan yang telah mencukupi untuk melahirkan persalinan spontan dimulai dirumahnya dengan dibantu oleh seorang dukun beranak. Sekitar !2 jam sebelum masuk rumah sakit dia mulai aktif mendorong>mengedan. Sekitar - jam sebelum masuk rumah sakit terjadi perdarahan  pervagina secara tibatiba yang disertai nyeri yang parah dan diikuti dengan penghentian kontraksi yang progresif. Pasien kemudian dibawa ke rumah sakit dengan hanya ditemani suaminya ;n. I -" tahun dan bekerja sebagai karyawan swasta  setelah menempuh  perjalanan sekitar ! jam. Pasien dibawa ke rumah sakit *yder sebuah rumah sakit  pendidikan untuk College o !ealth Sciences at "ekelle #niversity in "ekelle Ethiopia.

Pada pemeriksaan awal pasien dinyatakan sadar dengan kondisi pucat dan lemah. ;ekanan darah #">-" mm %g dengan denyut nadi 11! denyut permenit dan lemah && !+@>Menit dengan irama cepat. Membran mukosa kering dan konjungtiva putih. Perut buncit tidak teratur. Pada bagian perut yang teraba adanya janin bunyi jantung janin tidak terdengar ada pergeseran perut kusam dan adanya sensasi perut. %ematokrit 1!4. 7airan infus diserap dengan cepat. Setelah -" menit kedatangan pasien dilakukan sebuah prosedur.

+A+ I7

(21)

&1&

Penk2in

&1&1& Anmnesis

• dentitas Pasien  )ama 9 )y. F 5mur 9 !/ ;ahun *lamat9 Ethiopia

Pekerjaan9 bu rumah tangga *gama9 

• dentitas Suami Pasien

 )ama 9 ;n. I 5mur 9 -" ;ahun *lamat9 Ethiopia

Pekerjaan9 3aryawan Swasta *gama9 

&1&-& Ri;8$ keseh$n

Ri;8$ Pen8ki$ Sekrn

Sekitar - jam sebelum masuk rumah sakit terjadi perdarahan  pervagina secara tibatiba yang disertai nyeri yang parah dan

diikuti dengan penghentian kontraksi yang progresif 

Ri;8$ Pen8ki$ #hulu

3ondisi kesehatan pasien baik. Pasien juga menerima perawatan kehamilan normal (2 kali kunjungan$ disebuah pusat kesehatan

(22)

didekat rumah sakit ini selama kehamilan yang dimulai pada usia !" minggu kehamilan. 0ia memiliki riwayat kelahiran  pervaginam  tahun yang lalu dengan bobot badan lahir bayi sebesar !+"" gram dan - tahun yang lalu pasien ini mengalami  persalinan dengan bayi meninggal dunia penyebab kematian  bayi dan berat lahir bayi tidak diketahui otopsi tidak dilakukan.

Ri;8$ Pen8ki$ Kelur

Pasien dan keluarga tidak memiliki riwayat penyakit atau  prosedur pembedahan.

&-&

Anlis D$

DATA ETIOLO(I %ASALAH

DO: *danya perdarahan Pervagina dan *nemis

DS: Pasien mengatakan  banyak keluar darah secara tibatiba yang disertai nyeri yang parah dan diikuti dengan  penghentian kontraksi yang progresif  Perdarahan 0arah ke perifer  ;0 Syok %ipovolemik 

DO:

Pasien terlihat lemas dan pucat

DS:

Pasien merasa lemas

Perdarahan 0arh ke otak 

%ipoksia

*nemis

(23)

=emas pucat

DO:

*danya tanda rupture uteri yaitu 9 Perut  buncit tidak teratur pada  bagian perut yang teraba adanya janin bunyi  jantung janin tidak terdengar ada pergeseran  perut kusam dan adanya

sensasi perut

DS:

Pasien mengatakan nyeri perut berat selama  persalinannya

'ayi terdorong ke rahim

&obekannya meluas 3ontraksi  )yeri *bdomen

 )yeri akut

DO:

Pernafasan pasien tampak dangkal dan cepat && 9 !+Jmenit$

DS:

Pasien mengeluh sesak  Perdarahan 0arah ke perifer  3ebutuhan A!

<antung bekerja keras

;akikardi

Sesak > ;akipnea

Pola )afas tidak Efektif 

&.&

Pemeriksn 4isik 

(24)

a. Abservasi

3eadaan umum 9 lemah 3esadaran 9 menurun ;0 9 #">-" mm%g  )adi 9 11! @>menit

&& 9 !+@>menit cepat dan dangkal 7&; 9 D! detik anemis

 b. 3epala dan leher 

&ambut 9 tidak rontok kulit kepala bersih tidak ada ketombe. Mata 9 konjungtiva anemis sklera putih8 pupil midriasis8 cowong Kajah 9 pucat

0ada 9 pergerakan seimbang

 payudara 9 konsistensi normal8 hiperpigmentasi areola mamae terlihat8 puting menonjol8 simetris

c.*bdomen 9

1. Perut buncit tidak teratur. Pada bagian perut yang teraba adanya janin bunyi  jantung janin tidak terdengar ada pergeseran perut kusam dan adanya sensasi  perut.

!. perdarahan pervagina secara tibatiba yang disertai nyeri yang parah dan diikuti dengan penghentian kontraksi yang progresif.

d. ?enitalia 9 perdarahan pervagina secara tibatiba e. Ekstremitas 9 Edema ($ varises ($

Pemeriksn #inso$ik 

?ol darah A rhesus (L$ %'9 11 (1!1# gr>dl $

%ematokrit9 1! 4 (Perempuan 9 -/2- 4$

Pemeriksn ROS )Re9ie; o! S8s$em* 9

+1 )+re$h*

 Inspeksi

Pada pemeriksaan awal pasien dinyatakan sadar dengan kondisi pucat dan lemah. ;ekanan darah #">-" mm %g dengan pernapasan !+@>menit dangkal dan cepat  membran mukosa kering dan konjungtiva putih perut buncit tidak teratur.

 Plpsi

 )adi9 11! @>menit dan lemah

(25)

 Auskul$si

 bunyi jantung janin tidak terdengar 

+- )+loo#*

Pada pemeriksaan Palpasi nadi pasien9 11! @>menit dan lemah dan pada  pemeriksaan lab darah pasien dinyatakan %ematokrit 1!4 dan pasien mengalami

*nemia.

+. )+rin*

Pasien mengalami perdarahan hebat yang mengakibatkan darah menuju otak menurun sehingga beresiko anemis dan pasien mengalami )yeri kepala *kut.

+ )+l##er*

*ir kencing mengandung darah (karena kandung kencing teregang atau tertekan$.

+5 )+o;el*

Pada Pemeriksaan abdomen 9 Perut buncit tidak teratur pada bagian perut yang teraba adanya janin bunyi jantung janin tidak terdengar ada pergeseran perut kusam dan adanya sensasi perut.

Selain itu pasien juga mengalami perdarahan pervagina secara tibatiba yang disertai nyeri yang parah dan diikuti dengan penghentian kontraksi yang  progresif.

+ )+one*

Ekstremitas atas dan bawah

a. 5jungujung ekstremitas teraba dingin karena perdarahan akibat rupture uteri  b. ;idak ada oedema.

c. &efleks patella tidak di lakukan.

&&

Dinos Keper;$n

Syok %ipovolemik b.d Perdarahan pervagina  )yeri akut b.d Pusing dan =emas nyeri abdomen

(26)

Pola nafas ;idak efektif b.d sesak 

&esiko infeksi b.d &obekan 3ecil pada 3andung 3emih *nsietas b.d 5rine bercampur darah

&5&

In$er9ensi

1. Syok hipovolemik berhubungan dengan perdarahan ;ujuan9 0alam waktu 1J!2 jam volume cairan seimbang 3riteria hasil9

a. 7&; G! detik 

 b. %b normal (1!12g>dl$

c. ;;: normal (;9 1!">+" mm%g &&9 !"@>menit S9 -/ 7 )adi 9 +"1"" @>memit$

No In$er9ensi Rsionl

1. 3olaborasi pemberian transfusi darah.

Mengganti volume cairan tubuh yang hilang.

!. Pantau intake dan output 0engan mengetahui intake dan output cairan diketahui keseimbangan cairan dalam tubuh

-. Setelah !2 jam anjurkan untuk minum tiap jam

Minum yang sering dapat menambah  pemasukan cairan melalui oral.

-. 3olaborasi pemberian cairan infuse pemberian cairan infus dapat mengganti  jumlah cairan elektrolit yang terbuang

sehingga dapat mencegah keadaan yang lebih buruk pada ibu.

2. Pantau ;;: serta tandatanda dehidrasi

tekanan darah turun suhu meningkat dan nadi meningkat merupakan tanda tanda dehidrasi dan hipovolemia. 0an dengan mengobservasi tandatanda kekurangan cairan dapat diketahui sejauh mana kekurangan cairan pada ibu.

!. )yeri akut b.d Pusing dan =emas nyeri abdomen

;ujuan9 3ebutuhan rasa nyaman terpenuhi> nyeri berkurang setelah 1@!2 jam 3riteria hasil9

a. Skala nyeri ("-$ dari (11"$

 b. ;;: normal (;9 1!">+" mm%g&& 9 !"@>menit S 9 -/. 7 )adi +"1"" @>menit$ c. 3lien tampak rileks

d. 3emajuan persalinan baik 

(27)

1. ;entukan sifat lokasi dan durasi nyeri kaji kontraksi uterus hemoragic dan nyeri tekan abdomen

Membantu dalam mendiagnosa dan memilih tindakan

!. Abservasi tandatanda vital setiap +  jam

 perubahan tandatanda vital terutama suhu dan nadi merupakan salah satu indikasi peningkatan nyeri

-. *njurkan klien untuk melakukan teknik relaksasi

 teknik relaksasi dapat membuat klien merasa sedikit merasa lebih nyaman dan distraksi dapat mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri sehingga dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan.

2. &asional 'eri posisi yang nyaman  posisi yang nyaman dapat menghindari  penekanan pada area yang nyeri.

3olaborasi pemberian analgetik  . 'erikan lingkungan yang nyaman

tenang dan aktivitas (relaksasi$ untuk mengalihkan nyeri

;eknik relaksasi dapat mengalihkan  perhatian dan mengurangi rasa nyeri.

#. 3uatkan dukungan sosial> dukungan

keluarga.

0engan kehadiran keluarga akan membuat klien nyaman dan dapat mengurangi tingkat kecemasan dalam melewati persalinan klien merasa diperhatikan dan perhatian terhadap nyeri akan terhindari

/. 3olaborasi

 pemberian narkotik sedative analgesik sesuai instruksi dokter 

Pemberian narkotik sedative analgesik dapat mengurangi nyeri hebat.

-. Pola nafas ;idak efektif b.d sesak 

;ujuan 9 Menunjukkan pernapasan optimal pada saat terpasang ventiklator mekanis 3riteria %asil 9 ;ingkat suhu nadi pernapasan dan tekanan darah pasien dalam rentang normal

(28)

NO INTER7ENSI RASIONAL

1. Pantau adanya pucat dan sianosis Mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk memastikan kepatenan jalan napas dan  pertukaran gas yang adekuat

!. 3aji kebutuhan insersi jalan nafas Memantau status pernapasan -. Abservasi dan dekomentasikan ekspansi

dada bilateral pada pasien yang terpasang ventilator 

Memelihara serta mencegah komplikasi yang  berhubungan dengan penggunaannya

2. nformasikan kepada pasien dan keluarga tentang teknik relaksasi untuk memperbaiki pola pernapasan

Memfasilitasi kepatenan jalan napas . 'erikan obat (misal 9 bronkodilator$

sesuai dengan program dan protokol

Mengatasi kesulitan bernafas dan meningkatkan aliran udara

#. ;enangkan pasien selama periode gawat napas

Merelaksasi dan menenangkan pasien /. *njurkan napas dalam melalui abdomen

selama periode gawat napas

Merelaksasi dan menenangkan pasien serta memperlambat frekuensi pernapasan

+. *tur posisi pasien semifowler Mengoptimalkan pernafasan pasien 2. &esiko infeksi b.d &obekan 3ecil pada 3andung 3emih

;ujuan 9 Melaporkan tanda dan gejala infeksi serta mengikuti prosedur skrining dan  pemantauan

3riteria %asil 9 Penyembuhan luka 9 ;ingkat regenerasi sel dan jaringan setelah  penutupan luka secara sengaja

No In$er9ensi Rsionl

1. Pantau tanda dan gejala infeksi (misalnya9 suhu tubuh denyut  jantung drainase penampilan luka sekresi penampilan urine suhu kulit lesi kulit keletihan dan malaise$

Mengidentifikasi adanya infeksi

!. nstruksikan untuk menjaga hygiene  personal untuk melindungi tubuh dari infeksi (misalnya mencuci tangan$

Mencegah infeksi pada pasien yang  beresiko

-. <elaskan pada pasien dan keluarga mengapa sakit dan terapi meningkatkan risiko terhadap infeksi

Membantu pasien dan keluarga untuk memahami segala sesuatu yang dapat meningkatkan risiko terhadap infeksi 2. *jarkan kepada pengunjung untuk Menimalkan penyebaran dan penularan

(29)

mencuci tangan sewaktu masuk dan meninggalkan ruang pasien

agens infeksius

. 'erikan antibiotic bila di perlukan Menimalkan penyebaran dan  penularan agens infeksius

#. 'atasi jumlah pengunjung Menimalkan penyebaran dan  penularan agens infeksius

. *nsietas b.d 5rine bercampur darah

;ujuan 9 3lien dapat mengungkapkan secara verbal rasa cemasnya dan mengatakan  perasaan cemas berkurang atau hilang.

3riteria %asil 9 Pasien dapat mengatasi rasa cemasnya

No In$er9ensi Rsionl

1. 3aji respon psikologis klien terhadap perdarahan paska  persalinan

Persepsi klien mempengaruhi intensitas cemasnya

!. 3aji respon fisiologis klien ( takikardia takipnea gemetar $

Perubahan tanda vital menimbulkan  perubahan pada respon fisiologis

-. Perlakukan pasien secara kalem empati serta sikap mendukung

Memberikan dukungan emosi 2. 'erikan informasi tentang

 perawatan dan pengobatan

nformasi yang akurat dapat mengurangi cemas dan takut yang tidak diketahui

. 'antu klien mengidentifikasi rasa cemasnya

5ngkapan perasaan dapat mengurangi cemas

#. 3aji mekanisme koping yang digunakan klien

7emas yang berkepanjangan dapat dicegah dengan mekanisme koping yang tepat.

+A+ III

PENUTUP

(30)

.&1&

Kesimpuln

&uptur uteri adalah robekan yang dapat langsung terhubung dengan rongga  peritonium (komplet$ atau mungkin di pisahkan darinya oleh peritoneum viseralis yang

menutupi uterus oleh ligamentum latum (inkomplit$ (7unningham!""8h.!1/$ aktor Predisposisi lainnya yang dapat mengakibatkan &upture 5teri yaitu 9

Multiparitas > grandemultipara Pemakaian oksitosin untuk induksi>stimulasi persalinan yang tidak tepat  3elainan letak dan implantasi plasenta contoh pada plasenta akreta plasenta inkreta>plasenta perkreta 3elainan bentuk uterus umpamanya uterus bikornis %idramnion.

.&-&

Srn

Pada penanganan &uptur uteri tersebut di harapkan terutama dalam pencegahan terhadap infeksi . 'ila terdapat tandatanda infeksi segera berikan antibiotika spektrum luas. 'ila terdapat tandatanda trauma alat genetalia>luka yang kotor tanyakan saat terakhir mendapat tetanus toksoid. 'ila hasil anamnesis tidak dapat memastikan perlindungan terhadap tetanus berikan serum anti tetanus 1"" 5>M dan ;; " ml M .

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan : diagnosa yang muncul pada kasus Ny.K hamil disertai dengan plasenta previa adalah anemia berhubungan dengan perdarahan antepartum, intoleransi

Namun pada ibu hamil yang disertai dengan kanker serviks ibu akan merasa sangat lemah terutama pada bagian ekstremitas bawah dan tidak dapat melakukan

Latar belakang: Cedera kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak tanpa diikuti

Penyakit radang pelvis adalah suatu istilah umum bagi infeksi genital yang telah menyebar ke dalam bagian-bagian yang lebih dalam dari alat reproduksi wanita seperti

Hematemesis adalah muntah darah dan melena adalah pengeluaran faeses atau tinja yang berwarna hitam seperti ter yang disebabkan oleh adanya perdarahan saluran makan bagian atas..

Pada pasien Ny.Y yang mengalami gangguan reproduksi terutama mioma uteri ditemukan masalah keperawatan seperti Resiko syok berhubungan dengan perdarahan pervagina,

buang air kecil akan merasakan adanya rasa seperti terbakar atau rasa tidak nyaman, keluhan keputihan yang disertai nyeri pada saat BAK dan adanya mukopurulen dan perdarahan

Bagian dalam perdarahan b Palpasi kartilago 7 Mulut a Inspeksi Bibir Gigi Lidah Tonsil 8 Leher a Inspeksi Bentuk Warna Gerakan menelan pembengkakan b Palpasi Kelenjar limfe