• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM ADAT DAYAK NGAJU DITINJAU DARI HUKUM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELAKSANAAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM ADAT DAYAK NGAJU DITINJAU DARI HUKUM ISLAM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keabsahaan larangan perkawinan adat antara Anak Nagari Singkarak dengan Anak Nagari Saniangbaka dan untuk mendapatkan kepastian mengenai

Perkawinan menurut hukum islam adalah suatu akad atau perikatan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara laki- laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan kebahagiaan hidup

Dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka

Berdasarkan Hukum Islam, pernikah dini tidak dapat dilangsungkan berdasarkan batas usia perkawinan 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan, (pasal 7 ayat

Dari beberapa sikap jemaat memahami Jalan Adat Perkawinan ( kepelbagaiaan ), terutama mereka yang memahami adat perkawinan sebagai kearifan lokal yang terus menjalani dan

“...jika seseorang mati baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau

- Bahwa fungsi dari Surat Perjanjian Kawin Adat Dayak merupakan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak-anak yang lahir dari perkawinan tersebut yang berkaitan

Sedangkan untuk jenis kedua, pembagian dengan membagi harta menjadi 10 bagian terlebih dahulu, masing-masing anak laki-laki mendapat 2 bagian (3x2=6), anak perempuan mendapat