Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI.IS.1 DALAM PENGUASAAN KOSA KATA
MATERI TEKS REPORT MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA MAN RUKOH KOTA BANDA ACEH
Oleh Ratnawati*
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunan media pembelajaran word square sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IS-1 pada penguasaan kosakata membaca teks report pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 (dua) siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI S-1 MAN Rukoh Kota Banda Aceh tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 25 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan word square sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IS-1 MAN Rukoh Banda Aceh tahun pelajaran 2013/2014 pada kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report. Pada siklus I, ketuntasan belajar yang dicapai sebesar 80% (20 siswa) dan yang belum tuntas belajar 20% (5 siswa) serta nilai rata-rata kelas sebesar 64,5. Pada akhir siklus II, ketuntasan belajar yang dicapai sebesar 92% (23 siswa) dan yang belum ketuntasan belajar sebesar 8% (2 siswa) serta nilai rata- rata kelas siklus II sebesar 78,7 Adapun hasil observasi pada proses pembelajaran menunjukkan perubahan sikap siswa lebih aktif dan gembira. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai kenaikan sebesar 72% dan ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan mencapai peningkatan sebesar 24%. Jika dibandingkan dengan kondisi awal.
Kata Kunci : media pembelajaran word square, teks report.
PENDAHULUAN
Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional mempunyai peran yang sangat penting untuk menguasai teknologi dan ilmu penetahuan lainnya. Sebab Bahasa Inggris merupakan alat komomunikasi secara lisan maupun tulisan.
Dalam Bahasa Inggris, penguasaan kosakata (vocabulary) merupakan suatu keharusan yang mutlak sifatnya. Seseorang tidak akan pernah bisa berbahasa Inggris jika tidak menguasai kosakata yang baik. Kosakata mempunyai peranan yang sangat penting dalam bentuk kemampuan berbahasa bagi seseorang.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis sebagai pengajar di kelas XI IS-1 tahun pelajaran 2013/2014, yang
jumlah siswa 25 orang terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Anak- anak usia sekolah kelas XI IS-1 MAN Rukoh Banda Aceh masih suka bermain. Fenomena itu memotivasi penulis untuk memanfaatkan kegemaran bermain ini untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Dengan demikian mereka akan secara tidak langsung akan memperoleh pengalaman pembelajaran yang aktif, inofatif, kreatif, edukatif, dan menyenangkan.
Dengan demikian diharapkan permasalahan hasil belajar siswa yang masih rendah dapat teratasi. Adapun permasalahan hasil belajar siswa pada kelas XI. IS.1 adalah dari 25 jumlah siswa di kelas tersebut, hanya 5 orang (20%) saja yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70, sedangkan
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh yang lainnya harus diremedialkan. Masalah
pokok penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa XI IS-1 MAN Rukoh dalam penguasaan kosakata. Peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IS-1 MAN Rukoh dalam memahami dan menjawab soal-soal pada teks report akan dicoba tingkatkan melalui penggunaan media pembelajaran word
square.
Secara umum Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui penggunan media pembelajaran word
square dalam meningkatkan hasil belajar pada
penguasaan kosakata membaca teks report pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report siswa kelas XI.IS.1 pada MAN Rukoh Banda Aceh. TINJAUAN PUSTAKA
Media merupakan salah satu wujud dari desain pesan. Kata media berasal dari kata Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata
medium yang secara harfiah berarti perantara
atau pengantar. Menurut Slameto (2003:14) media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus mampu menarik perhatian siswa pada proses pembelajaran.
Word square secara harfiah terdiri dari
dua kata; word dan square. Word berarti kata sedangkan square adalah persegi. Jadi word
square berarti sebuah bentuk persegi yang
penuh kata-kata. Menurut Suyatno, (1994)
word square adalah sejumlah kata yang
disusun dalam kotak persegi sehingga kata- kata tersebut dapat dibaca ke depan, ke belakang, ke atas, ke bawah dan diagonal.
Cara membuatnya mirip dengan teta- teki silang, tapi dalam word square jawabannya sudah ada hanya disamarkan dengan menambahkan kotak tambahan dengan sembarang huruf sebagai pengecoh.
Dimyati, (2006: 17) mengemukakan bahwa “Hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil interaksi dengan
lingkungan”. Menurut Hamid, (2011: 4) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar.
Bloom membagi hasil belajar menjadi: 1. Ranah kognitif; yang meliputi;
pengetahuan, pemahaman, penetapan, analisis, sintesis, penilaian.
2. Ranah afektif, yang berkaitan dengan perasaan, sikap, minat dan nilai yang meliputi; penerimaan, penanggapan, penilaian, pembentukan perilaku.
3. Ranah psikomotor; yang berkaitan dengan kemampuan fisik;, yang meliputi; kemampuan menggunakan alat, kemampuan membaca gambar atau simbol, kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut- urutan pekerjaan, serta kecepatan mengerjakan tugas.
Menurut KKBI (2000: 534) kosakata berarti kumpulan beberapa kata. Sementara Sujito (1992: 1) memaparkan empat poin pengertian kosakata, yaitu: 1) kosakata adalah semua kata yang terdapat dalam satu bahasa; 2) kosakata adalah kata yang dimiliki oleh seorang pembaca atau penulis; 3) kosakata adalah kata yang dipakai dalam saatu bidang ilmu pengetahuan; 4) Kosakata adalah daftar kata yang disusun seperti kamus disertai penjelasan secara singkat dan praktis.
Jadi kosakata adalah himpunan kata yang diketahui oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata yang dalam Bahasa Inggris disebut
vocabulary.
Dalam buku Bimbingan Pemantapan Bahasa Inggris, Djuharie mendefinisikan text
report sebagai teks yang untuk mengupas
suatu hasil pengamatan, penelaahan, penelitian, observasi, atau studi tentang benda, orang, hewan, tumbuhan, dan tempat. Data yang tersaji berupa simpulan umum tentang karakteristik, ciri, dan keberadaan atau keadaan yang menggambarkan participant (pelaku-aktifitas dalam kalimat) apa adanya.
Jadi dalam pembelajaran membaca Bahasa Inggris siswa diharuskan mengetahui
genre dari sebuah teks. Untuk teks report,
dalam buku Look Ahead, genrenya adalah;
purpose: To describe the ways things such as a man- made things, animals, and plants.
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh
Text Organization: General
Classification (pernyataan umum yang menerangkan subyek laporan)
Description (menginformasikan ciri- ciri
umum yang dimiliki subyek).
Language Feature: the use of general nouns the use of present tenses, the use of behavioral verbs, the use of relating verbs.
Word square adalah sebuah media yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencari jawaban pada kotak-kotak jawaban yang dapat merangsang kreatifitas siswa. Word square yang mirip teka-teki silang tapi penuh dengan sembarang huruf pengecoh. Tujuan adanya huruf pengecoh bukan untuk mempersulit siswa namun untuk melatih sikap kritis, teliti dan focus. Belajar dengan menggunakan media word square dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir dan bertindak imajinatif serta penuh daya khayal yang erat hubungannya dengan perkembangan kreatifitas siswa.
Penguasaan kosakata merupakan kemampuan seseorang dalam menguasai dan mempergunakan kata-kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Menurut Tarigan (1990) penguasaan kosakata adalah kemampuan seseorang untuk mengenal, memahami, dan menggunakan kata-kata dengan baik dan benar dari mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.
Dalam pembelajaran di sekolah siswa akan diketahui sangat menguasai kosakata jika dia mengetahui dan menggunakan kata-kata tersebut, sehingga guru dapat melihat kemampuan menguasai kosakata siswa dari nilai atau hasil yang didapatnya.
Menurut Sudjana(1989), penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil yang dicapai siswa dengan criteria ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.
Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama. Faktor-faktor tersebut yaitu Faktor-faktor internal dan Faktor-faktor eksternal.
a. Faktor Internal, yaitu faktor-faktor yang muncul dari dalam diri siswa sendiri atau sering juga disebut sebagai faktor endogen. Faktor ini dibagi menjadi dua yaitu: 1) bersifat psikologis kognitif seperti kecerdasan atau intelegensi, minat, bakat, IQ dan juga emosi siswa; 2) yang bersifat biologis seperti kesehatan, cacat
tubuh, makanan yang dimakan dan lain sebagainya.
b. Faktor Eksternal, yaitu keadaan yang muncul dari luar diri siswa atau yang sering disebut faktor exogen, faktor ini dibagi menjadi 3 macam:
1) Lingkungan keluarga, seperti ketidakharmonisan hubungan antara ayah dengan ibu, dan rendahnya kehidupan ekonomi keluarga. Namun suasana lingkungan keluarga yang tenang dan perhatian penuh orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya sangat mendukung peningkatan hasil belajar.
2) Lingkungan masyarakat, seperti wilayah perkampungan kumuh (slum area), dan teman bermain (peer group) yang nakal dan lingkungan masyarakat yang harmonis dan nyaman akan membuat proses pembelajaran lancar dan efektif sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
3) Lingkungan sekolah, seperti kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk seperti dekat pasar, kondisi guru serta alat-alat belajar yang berkualitas rendah. Disamping itu juga metode dan media pembelajaran, kurikulum, hubungan antar semua warga sekolah, materi pelajaran, waktu sekolah, tata tertib atau kedisiplinan yang ditegakkan secara konsisten.
Penggunaan media pembelajaran word
square sebagai media pembelajaran dapat
mengubah budaya belajar dalam konteks pembelajaran, dari proses belajar mengajar yang konvesional kepada proses belajar mengajar yang aktif kreatif dan menyenangkan. Media pembelajaran word
square merupakan pembelajaran yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan kejelian dalam mencari jawaban pada kotak-kotak jawaban. Guru dapat memprogram sejumlah pertanyaan terpilih yang dapat merangsang siswa untukberpikir efektif dan melatih sikap teliti dan kritis. Dengan digunakan sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif, maka media word
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh 1. Membantu siswa dalam menangkap
perngertian dan pemahaman dari proses pembelajaran.
2. Mempertinggi mutu belajar.
3. Memperbesar minat dan perhatian siswa untuk belajar.
4. Meningkatkan prestasi belajar siswa. 5. Memberikan pengalaman yang nyata dan
dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa.
6. Membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
Semakin maksimal upaya peningkatan hasil belajar Bahasa Inggris maka tujuan pembelajaran Bahasa Inggris pun tercapai dengan sendirinya.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan memanfaatkan word square sebagai media pembelajaran pelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam penguasaan kosakata membaca teks report Bahasa Inggris kelas XI. IS-1 pada MAN Rukoh.
METODE PENELITIAN Setting Penelitian a. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilaksanakan pada MAN Rukoh Kota Banda Aceh yang terletak di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.
b. Subjek Penelitian
Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IS.1 MAN Rukoh Kota Banda Aceh yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.
c. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dengan cara sebagai berikut :
1. Test
Test dilakukan pada setiap akhir proses pembelajaran dengan menggunakan instrumen tes tertulis pada setiap siklus.
2. Observasi
Observasi dilakukan dengan menggunakan lembaran observasi untuk melihat kegiatan siswa dalam proses pembelajaran diantaranya adalah aktivitas siswa pada saat mengikuti pembelajaran.
Alat Pengumpulan Data menggunakan:
a. Butir Soal
b. Lembar Instrumen aktivitas Siswa c. Lembar Instrumen PBM Guru d. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang terdiri dari analisis hasil belajar, analisis aktivitas siswa. Analisis hasil belajar dilakukan dengan analisa deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan nilai tes antar siklus.
e. Prosedur Penelitian
Penelitian ini terdiri atas dua siklus yang terdiri dari: 1. Perencanaan (planning) 2. Pelaksanaan (acting 3. Pengamatan (observing) 4. Refleksi
HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Siklus I a. Perencanaan
Perencanaan tindakan dalam siklus I dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Pemilihan materi dan penyusunan RPP. Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report. Berdasarkan konsep ini disusun ke dalam RPP dengan alokasi waktu sebanyak 4 x 45 menit. Pada siklus ini terjadi dua kali pertemuan. 2. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan pada siklus I dapat dideskripsikan sebagai berikut : a. Pelaksanaan tatap muka
Tatap muka I dan II dengan RPP tentang kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report dengan menggunakan media pembelajaran word square.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Guru secara klasikal menjelaskan materi pembelajaran yang akan dipelajari siswa.
2. Guru memperlihatkan media
word square.
3. Siswa mempelajari wacana yang dibagikan guru.
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh 4. Siswa secara berkelompok
mencari kosakata yang sesuai dan berhubungan dengan teks
report.
5. Siswa menjawab pertanyaan dengan mengarsir word square secara horizontal, vertikal, maupun diagonal.
6. Guru memberi umpan balik hasil pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari .
7. Guru mengobservasi proses pembelajaran siswa
8. Guru menilai hasil evaluasi. 9. Guru memberikan tindak lanjut.
Pembelajaran pada siklus I, guru tidak lagi menerapkan pembelajaran yang hanya menstransfer ilmu, tapi siswa sudah belajar lebih mandiri. Siswa nampak lebih bersemangat dan termotivasi untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak tentang materi pembelajaran dengan menggunakan media word square. Siswa juga berusaha menyelesaikan tugas yang diberikan guru dan mempresentasikannya di depan kelas. Siswa lebih gembira dalam belajar. Kegembiraan dalam pembelajaran sering merupakan penentu utama kualitas dan kuantitas belajar yang dapat terus dilangsungkan.
b. Observasi
Observasi dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka. Observasi dilakukan oleh 1 (satu) pengamat yaitu guru bahasa inggris di MAN Rukoh Kota Banda Aceh (teman sejawat) dilaksanakan untuk mengetahui secara detail partisipasi aktif, tanggungjawab, disiplin dalam mengikuti pelajaran, memusatkan perhatian pada pelajaran dan bekerjasama dalam kelompok untuk memahami materi banner, poster, dan pamphlet. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes uraian.
Hasil tes siklus I, menunjukkan siswa yang mencapai nilai A (sangat baik) sebanyak 1 orang (4%), yang mendapat nilai B (baik) sebanyak 4 orang (16%), yang mendapat nilai C (cukup) sebanyak 9 siswa (36%), yang mendapat nilai D (kurang) sebanyak 8 orang (32%) dan
yang mendapat nilai E (sangat kurang) sebanyak 3 orang (12%).
Tabel 1. Nilai Tes Siklus I No Nilai Angka Nilai Huruf Prediket Jlh. Siswa % 1 85-100 A Sangat Baik 1 4 2 75-84 B Baik 4 16 3 65-74 C Cukup 9 36 4 55-64 D Kurang 8 32 5 <54 E Sangat Kurang 3 12 Jumlah 25 100
Adapun persentase ketuntasan dapat dilhat pada tabel berikut ini :
Tabel 2. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persen 1 Tuntas 14 56 % 2 Belum Tuntas 11 44% Jumlah 25 100 %
Berdasarkan data pada Tabel 2 tersebut di atas, diketahui bahwa pada siklus I ini terdapat 14 siswa (56%) yang memiliki nilai di atas KKM sebesar 65 yang dinyatakan tuntas belajar dan 11 siswa (44%) memiliki nilai di bawah KKM yang dinyatakan belum tuntas belajar.
c. Refleksi
Berdasarkan hasil tes kemampuan awal pada prasiklus dengan hasil tes kemampuan siklus I dapat dilihat adanya pengurangan jumlah siswa yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada pra siklus jumlah siswa yang dibawah KKM sebanyak 20 siswa dan pada akhir siklus I berkurang menjadi 11 siswa. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 64,5 menjadi 72,8. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pra siklus
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan media word
square mampu meningkatkan hasil belajar
siswa, kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh report dengan menggunakan media
pembelajaran word square.
Dari data yang ada dapat dilihat bahwa nilai rata-rata mengalami kenaikan dari nilai 64,5 menjadi 72,8. Tetapi nilai tersebut belum memuaskan, demikian juga dari hasil observasi pada proses pembelajaran masih ditemui beberapa siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini mungkin disebabkan karena siswa belum begitu paham dan masih bingung mencari kata yang ada dalam word square sebagai media pembelajaran. Dengan demikian, diperlukan upaya perbaikan pembelajaran pada siklus II.
2. Deskripsi Siklus II
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, maka pelaksanaan tindakan pada siklus II dapat dideskripsikan sebagai berikut:
a. Perencanaan
Perencanaan tindakan dalam siklus II dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pemilihan materi dan penyusunan
RPP.
2. Pembentukan Kelompok, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang. b. Pelaksanaan
Pelaksanaan PBM pada siklus II masih menggunakan media words square.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Guru secara klasikal menjelaskan strategi pembelajaran yang harus dilaksanakan siswa.
2. Guru memperlihatkan dan memberikan arahan tentang bagaimana menggunakan word square sebagai media pembelajaran. 3. Guru membagikan contoh teks report
yang harus dipelajari oleh siswa. 4. Secara berkelompok siswa
mempelajari bagaimana
menggunakan permainan words square sebagai media pembelajaran
seseuai arahan guru.
5. Secara berkelompok siswa memahami dan mencari kosakata yang sulit sesuai dengan teks yang diberikan oleh guru.
6. Secara individu, siswa mengisi menjawab pertanyaan dengan
mengarsir kosakata pada word
square yang sesuai.
7. Siswa juga menyelesaikan tugas secara individu.
8. Guru memberi umpan balik hasil pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dengan mengadakan evaluasi berupa tes.
9. Guru menilai hasil evaluasi. 10. Guru memberikan tindak lanjut. c. Observasi
Observasi dilaksanakan pada keseluruhan kegiatan tatap muka, dalam hal ini observasi dilakukan oleh guru Bahasa Inggris (teman sejawat). Observasi dilaksanakan untuk mengetahui aktivitas siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Hasil observasi dalam proses pembelajaran secara keseluruhan menunjukkan kegiatan pembelajaran aktif dan hasil ini digunakan sebagai bahan refleksi.
Dari hasil tes siklus II, menunjukkan bahwa hasil yang mencapai nilai A (sangat baik) sebanyak 4 siswa (16%), yang mendapat nilai B (baik) sebanyak 13 siswa (52%), yang mendapat nilai C (cukup) sebanyak 6 siswa (24%), yang mendapat nilai D (kurang) sebanyak 2 orang (8%) dan tidak ada lagi yang mendapat nilai E (sangat kurang). Hasil tes siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Nilai Tes Siklus II No Nilai Angka Nilai Huruf Prediket Jlh Siswa % 1 85-100 A Sangat Baik 4 16 2 75-84 B Baik 13 52 3 65-74 C Cukup 6 24 4 55-64 D Kurang 2 8 5 <54 E Sangat Kurang 0 0 Jlh 25 100
Adapun persentase ketuntasan dapat dilhat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II Jumlah Siswa No Ketuntasan Belajar Jumlah Persen
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh
2 Belum Tuntas 2 8%
Jumlah 25 100%
Dapat diketahui bahwa pada siklus II ini terdapat 23 siswa (92%) yang memiliki nilai di atas KKM sebesar 70 yang dinyatakan tuntas belajar dan hanya 2 siswa (8%) memiliki nilai di bawah KKM yang dinyatakan belum tuntas belajar.
d. Refleksi
Berujuk pada hasil tes kemampuan awal di prasiklus, hasil tes siklus I dengan hasil tes kemampuan siklus II dapat dilihat adanya pengurangan jumlah siswa yang belum tuntas. Pada pra siklus jumlah siswa yang dibawah KKM sebanyak 20 siswa dan pada akhir siklus I berkurang menjadi 11 siswa dan pada siklus II hanya tinggal 2 siswa. Nilai rata-rata kelas meningkat dari 64,5 menjadi 72,8 dan siklus II naik menjadi 78,7. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pra siklus dan siklus I, seperti disajikan dalam Tabel 5 berikut ini. Tabel 5. Perbandingan Hasil Nilai Tes Pra
Siklus, Siklus I dan Siklus II
No Nilai Jlh Perolehan Nilai Pra siklus Siklus I Siklus II 1 A (85-100) 0 1 4 2 B (75-84) 1 4 13 3 C (65-74) 4 9 6 4 D (55-64) 10 8 2 5 E (<54) 10 3 0 Jumlah 25 25 25
Dengan menggunakan permainan word
square sebagai media siswa lebih termotivasi
dalam belajar antara lain disebabkan materi
yang sedang dipelajari dapat dipahami lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan word square sebagai media lebih mampu meningkatkan hasil belajar, khususnya pada kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report. dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
B. Pembahasan
Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa, pembahasannya sebagai berikut: siswa kelas XI IS-1 cenderung kurang aktif sebelum penulis menerapkan perubahan media pembelajaran, hasil yang dicapai belum memuaskan. Pada hasil pembelajaran tindakan siklus II terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar dan peningkatan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan tindakan pada siklus I.
Hasil tes siklus I dan siklus II terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Dari jumlah 25 siswa masih ada 2 siswa yang belum mencapai ketuntasan, hal ini memang kedua siswa tersebut harus mendapat perhatian lebih dari guru. Ketuntasan belajar pada siklus II meningkat sebesar 9% dibanding pada siklus I. Nilai tertinggi pada siklus I sebesar 90,3 hanya diperoleh oleh 1 siswa sedangkan pada siklus II nilai tertinggi sebesar 96,3 diperoleh 2 siswa. Nilai terendah pada siklus I sebesar 55,3 sedangkan nilai terendah pada siklus II sebesar 61,0. Belum sangat memuaskan hasil yang diperoleh siswa mungkin bisa disebabkan oleh kondisi ruangan yang kurang nyaman, serta kondisi siswa yang kurang fit pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. KESIMPULAN
Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penggunaan Word square sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar merespon makna dan langkah-langkah retorika secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa tulis dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam teks berbentuk report bagi siswa kelas XI IS-1 MAN Rukoh Kota Banda Aceh semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pembelajaran menggunakan media word
Ratnawati* adalah Guru Bahasa Inggris MAN 3 Rukoh Banda Aceh siswa mata pelajaran Bahasa Inggris kelas
XI IS-1 dalam penguasaan kompetensi dasar menggunakan ragam bahasa tulis dalam teks berbentuk report.
2. Hasil belajar siswa pada akhir siklus I, ketuntasan belajar yang dicapai sebesar 56% (14 siswa) dan yang belum mencapai ketuntasan belajar sebesar 44% (11 siswa), 3. Hasil belajar siswa pada akhir siklus II, ketuntasan belajar yang dicapai sebesar 92% (23 siswa) dan yang belum tuntas belajar sebesar 8% (2 siswa). Dengan nilai rata- rata kelas siklus I sebesar 72,8 dan nilai rata-rata kelas siklus II sebesar 78,7. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian tindakan, penulis menyarankan:
1. Bagi siswa, agar lebih aktif, menjalin kerjasama yang baik, menghargai pendapat orang lain dan bersemangat dalam belajar. 2. Bagi guru, hendaknya dapat menggunakan
berbagai media untuk membantu penyampaian materi pembelajaran yang lebih nyata dan mudah dipahami siswa
salah satunya dengan menggunakan media
words square
DAFTAR PUSTAKA
Anita, Lie. 2002. Coorperative Learning. Jakarta: Grasindo.
Arikunto, Suharsimi. 1991. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyati, dan Mudjiono. 2006. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Eudia Grace, dan Sudarwati. 2007. Look
Ahead 2. Jakarta: Erlangga.
Mujiman, Haris. 2007. Manajemen Pelatihan
Berbasis Belajar Mandiri.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Setiawan Djuharie, Otong. 2010. Bimbingan
Pemantapan Bahasa Inggris untuk SMA/MA. Bandung: Vrama Widya.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor
yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran
Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana
Pustaka.
Tarigan, H. G., 1990. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.