• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inilah latar belakang sikap politik Mayjen Kivlan Zein, yang siap perang terhadap NKRI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Inilah latar belakang sikap politik Mayjen Kivlan Zein, yang siap perang terhadap NKRI."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 Bung Roeslan yb,

Terimakasih dengan penjelasan tambahan latar belakang Mayjen Kivlan Zein yang menyatakan siap PERANG ini, ... setelah bung membaca buku Kivlan “Konflik dan Integrasi” dan menyimpulkan bahwa yang dikehendaki Kivlan menjadi siap perang terhadap NKRI, dengan tujuan merubah NKRI menjadi NII (Negara Islam Indonesia)! Satu pencerahan yang patut diperhatikan RAKYAT INDONESIA, ... untuk lebih TEGUH mempertahankan NKRI, jangan biarkan Indonesia berubah menjadi NII!

Coba direnungkan kembali bagaimana Presiden Soekarno dan Hatta dengan sangat bijaksana menjalankan TAKTIK, sementara mundur selangkah menerima keputusan KMB, membentuk negara federal van Mook! Menerima pembentukan RIS, Januari 1950 dibentuk RIS, tidak lewat setahun, Agustus 1950 sudah berhasil dibubarkan dan kembali membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia! Inilah yang lebih sesuai dengan cita-cita Pejuang Kemerdekaan RI, ... Dan, setuju dengan pengarahan bung, NKRI inilah yang seharusnya terus dipertahankan RAKYAT INDONESIA! JANGAN sampai berubah menjadi NII!

Tapi bung Roeslan, tulisan dibawah ini maklumat PERANG yang diajukan Kivlan ini JELAS ditujukan pada PKI, yang dicurigai kangkit kembali! Yang dikatakan: “lembaga negara dan organisasi masyarakat sudah disusupi oleh tokoh-tokoh PKI. Begitu pula dengan media massa yang dinilainya selalu mengangkat kembali isu PKI. Salah satunya adalah jargon "melawan lupa". Pembubaran pertahanan sipil (Hansip) oleh pemerintah, juga ia anggap tanda-tanda merebaknya gerakan PKI.

Salah satu tokoh yang diklaim oleh Kivlan mendukung gerakan PKI adalah Budiman Sudjatmiko. Rancangan Undang-undang Desa ia anggap menjadi celah untuk memulai gerakan PKI dari bawah. Budiman, politikus dan anggota DPR dari PDI Perjuangan, selama ini dikenal gigih memperjuangkan RUU Desa. Budiman dalam akun Twitter @budimandjatmiko miliknya hanya tertawa saat dihubungkan dengan Kivlan.”

Saya tidak tahu bagaimana pemikiran Kivlan akan melancarkan “PERANG” dengan bayang-bayang SETAN komunis yang sangat ditakuti itu? Katakanlah benar dugaan “lembaga negara dan organisasi masyarakat sudah disusupi oleh tokoh-tokoh PKI.” Bagaimanapun juga, dia harus lebih dahulu membuktikan bahwa PKI secara organisasi itu sudah nyata ada sekalipun tidak berbentuk, ... karena, kalau PKI secara ORGANISASI

(2)

2 saja belum ada, bagaimana bisa dikatakan ada TENTARA yang NYATA dan mau diajak PERANG??? Masak iya Kivlan mau melancarkan perang dengan bayang-bayang SETAN komunis saja? Bisa??? Hehehee, ...

Lalu kalau sudah meng-klaim Budiman Sudjatmiko sebagai komunis yang mengajukan Rancangan Undang-undang Desa, kenapa tidak dilawan dengan memblejeti Rancangan Undang-undang Desa itu yang dianggap KOMUNIS dan dimana SALAH nya? Bukankah Rancangan Undang-undang HARUS melalui musyawarah, berdiskusi baik-baik di badan legislatif yang ada, ... kenapa menantang PERANG apalagi sudah menuding komunis?!

Bahwa KOMUNISME membela dan memperjuangkan kepentingan RAKYAT miskin, kepentingan PETANI penggarap tanah didesa-desa itu sudah PASTI! Lalu, yang mau diperangi Kivlan itu apanya? Menindas perjuangan petani dan membasmi PETANI-MISKIN itu yang dituduh komunis dan berani menuntut kesejahteraan yang lebih baik untuk hidupnya itu? Lalu, dimana lagi jiwa Kemanusiaan yang adil dan beradab dan jiwa keadilan sosial yang masih ada pada diri Kivlan itu???

Salam, ChanCT

From: roeslan

Sent: Tuesday, May 24, 2016 4:12 AM

To: [email protected] ; 'Chan CT'

Subject: WG: [GELORA45] Kivlan Zein: Tak Ada Seminar Lagi, Kami Siap Perang

Refleksi :

Inilah latar belakang sikap politik Mayjen Kivlan Zein, yang siap perang terhadap NKRI.

Dalam bukunya May jen TNI (Pur) Kivlan Zein, yang berjudul `` Konflik dan

Integrasi`` TNI-AD. Yang pada halaman 142-143, disitu dinyatakan bahwa

perlunya diadakan penafsiran ulang terhadap motto ``Bineka Tunggal Ika``, dan Pasal 1 UUD 45, yakni Negara berbentuk kesatuan menjadi persatuan; Pembukaan UUD 45 dan lagu tanah airku, yang berbunyi ``tanah tumpah

darahku´´ agar diubah menjadi ``tanahku yang tercinta``. Sungguh luar biasa

(3)

3 Bisa dipercaya bahwa persepsi Mayjen TNI (pur) Kivlan Zen, dalam menerina dan menanggapi motto Bineka Tunggal Ika, jelas berlatar belakang politik yang didasari pada keinginannya untuk memecah belah kesatuan bangsa Indonesia; seperti kehendak para penyeleweng-penyeleweng Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang didukung secara tersembunyi oleh kaum kolonialisme, neokolonialisme, Imperialisme, dan juga golongan neoliberalisme (neolib) diera ``reformasi``ini, yang menhendaki adanya perubahan dari kesatuan menjadi persatuan,

artinya merubah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Negara

Federal a´la van Mook.

Pembentukan negara federal a´la van Mook telah ditentang keras oleh mayoritas rakyat Indonesia penggerak revolusi Agustus 1945, karena federalisme hakekatnya adalah memecah belah potensi bangsa Indonesia yang berkepribadian „Tunggal

Ika“, dan federalisme itu adalah alat imperialisme dalam menjalankan politik „divide et impera“ (politik pecah belah)

Meskipun Mayjen TNI Kivlan Zen nampaknya ``kukuh`` untuk mempertahankan kedaulatan Rebiblik Indonesia, namun ia menghendaki kelompok militer yaitu

TNI/AD yang pro kelompok Islam-fundamentalis-lah yang memimpin negara ini. Rencana ini, kata Kivlan, sudah disusun sejak 1968. Bisa dipercaya bahwa

rencana seperti itu adalah sejajar dengan tujuan Kartosouwiryo, yang hendak menrubah NKRI menjadi NII (Negara Islam Indonesia), yang sesuai dengan strategi politik partai Masyumi yang sudah dinyatakan sebagai partai terlarang, karena keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI/Permesta.

Kivlan berbicara tentang ``pemberontaan`` PKI Madiun , tapi dia bungkam terhadap

Pemberontaan TNI Bataliun 426, pimpinan Maor Munawar, yang bertujuan untuk merubah NKRI menjadi NII, ikuti link :

http://novriadisitompul.blogspot.de/2010/01/pemberontakaan-batalyon-426.ht ml

Kivlan menyebut periode 1993-1998 adalah "ijo royo-royo". Islamophobia terhadap Islam mulai berkurang. Panglima ABRI dijabat oleh Feisal Tanjung. Bersamaan dengan itu orang-orang yang pro terhadap Islam mulai naik posisinya."Kita menang selama lima tahun," ungkapnya. "Tapi reformasi 1998 akhirnya menghancurkan semua," lanjutnya. Untuk melanjutkan perjuangannya, Kivlan mengaku kini menjadi calon anggota legislatif. Partai yang dipilih adalah PPP. "Partai ini bersejarah," katanya.( JAKARTA (voa-islam.com) - Saat menyampaikan

(4)

4 sambutannya dalam Pengajian Politik Islam di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (29/9/2013), )

Nampaknya mayor Jenderal TNI (Purn.) Kivlan Zen, mantan Kas Kostrad (Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat), putera Minangkabau kelahiran Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, 24 Desember 1946. Seorang jenderal yang kontroversial namun teguh dalam prinsip jika terkait kedaulatan R.I. Oleh karena itu bisa dipercaya bahwa Jenderal TNI (Purn.) Kivlan Zen ingin megganti NKRI menjadi Negara Federal yang berhaluan Islam, dimana kelompok militer yaitu

TNI/AD kelompok pro Islam fundamentalis-lah yang memimpin negara ini. Atas dasar inilah maka Kivlan Zein sudah menyiapkan perang terhadap NKRI.

Roeslan.

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Montag, 23. Mai 2016 16:11

An: GELORA_In

Betreff: [GELORA45] Kivlan Zein: Tak Ada Seminar Lagi, Kami Siap Perang

Kivlan Zein:

Tak Ada Seminar Lagi, Kami Siap Perang

SENIN, 23 MEI 2016 | 19:44 WIB

HTTPS://NASIONAL.TEMPO.CO/READ/NEWS/2016/05/23/078773397/KIVLAN-ZEIN-TAK-ADA-SEMINAR-LAGI-KAMI-SIAP-PERANG

Anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purnawirawan (Purn) Kivlan Zen, saat

(5)

5 dialog publik bersama tim sukses di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 18 Juni 2014. Kivlan Zen berjanji akan buat panel nasional untuk ungkap kasus pelanggaran HAM pada 1998. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal purnawirawan Kivlan Zen mengatakan sudah saatnya berperang melawan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menilai kini PKI tampil dengan gaya baru. "Kami sudah tidak ada lagi seminar-seminaran, kami siap perang," ujar dia di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 23 Mei 2016.

Dia menyampaikan itu pada seminar "Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun Tahun 1948 dan G30S 1965/PKI". Acara itu diadakan Laskar Ampera Arif Rahman Hakim Angkatan '66 dengan nama Festival Jalan Lurus. Diskusi ini mengusung Pancasila sebagai ideologi yang lurus.

Kivlan menganggap berbagai lembaga negara dan organisasi masyarakat sudah disusupi oleh tokoh-tokoh PKI. Begitu pula dengan media massa yang dinilainya selalu mengangkat kembali isu PKI. Salah satunya adalah jargon "melawan lupa". Pembubaran pertahanan sipil (Hansip) oleh pemerintah, juga ia anggap tanda-tanda merebaknya gerakan PKI.

Salah satu tokoh yang diklaim oleh Kivlan mendukung gerakan PKI adalah Budiman Sudjatmiko. Rancangan Undang-undang Desa ia anggap menjadi celah untuk memulai gerakan PKI dari bawah. Budiman, politikus dan anggota DPR dari PDI Perjuangan, selama ini dikenal gigih memperjuangkan RUU Desa. Budiman dalam akun Twitter @budimandjatmiko miliknya hanya tertawa saat dihubungkan dengan Kivlan.

Dengan membentuk gerakan-gerakan berupa serikat tani, kata Kivlan, maka petani bakal sejahtera desa akan memiliki kekuatan. Saat desa punya kekuatan hal itu dianggap akan memicu penolakan terhadap aparatur negara. "Inilah bahayanya, pokoknya kami siap perang," ujar dia.

Dia mengatakan telah menyiapkan kekuatan untuk membendung gerakan tersebut. Salah satu cara adalah dengan mendatangi dan mengajak untuk bergerak berbagai organisasi kkemasyarakatan hingga lembaga pendidikan agama. "Kekuatan kami himpun, apakah namanya Barisan Pembela Negara, atau Barisan Pembela Pancasila akan kami hidupkan lagi," ujar dia.

(6)

6 AKMAL IHSAN (MAGANG)

Referensi

Dokumen terkait

Maka permasalahan yang diteliti dibatasi sesuai dengan rumusan masalah yang dibahas yaitu mengenai pelanggaran terhadap asas hukum diplomatik dalam kasus penolakan

Namun, Departemen Sastra Jepang juga menyadari bahwa hubungan berlandaskan keilmuan Japanese Studies tidak harus terbatas pada negara Jepang saja, kerja sama dengan

Hingga pada tahun 1913, awal kedatangan SI di Sulawesi Selatan, masyarakat kalangan bawah seperti para petani penggarap, masih belum memahami ajaran agama Islam dengan baik,

Penerimaan diri ibu dari anak autis adalah sikap positif yang.. dimiliki oleh seorang ibu dalam menerima keadaan diri

Faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Palembang Bari Periode Januari 2013-Desember 2014 adalah usia

Nisbah pucuk akar memberikan gambaran perbandingan antara bagian pucuk semai dengan akar. Kolonisasi ektomikoriza pada umumnya akan meningkatkan biomasa akar sehingga bibit

Laporan hasil pengawasan atas Akuntabilitas Keuangan Negara/Daerah pada Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2012 berisi rangkuman informasi atas hasil pengawasan dan

Berdasarkan uraian di atas jika dikaitkan dengan kaidah fiqh/ushul fiqh, maka penyelesaian pembagian gaji pegawai negeri sipil terhadap bekas istri lebih diserahkan pada atasan