• Tidak ada hasil yang ditemukan

(r) o o =!< <- z. ts, ,<=gl X(J. 2vfrX. c.5. e a xt P.': Y. 5 o Hh ii(!! {- ?,9 i7 u. 9CoH =EI. zxfgl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(r) o o =!< <- z. ts, ,<=gl X(J. 2vfrX. c.5. e a xt P.': Y. 5 o Hh ii(!! {- ?,9 i7 u. 9CoH =EI. zxfgl"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

E

ts,

o

E

E

d,

E

e

I

e

E

'a

=

!<

E5

&

c.5

=

EI

A

=

E

E5

A

a

<-

z

,<=gl

2vfrX

P.':

Y

?,9

i7

u

9CoH

zxFgl

i

s

o

o

e

o

o

a

E,

E

I

(r)

J

X(J

e

a

xt

5 o

Hh

ii(!

!

{-D

a

=

B

(2)

IMPLEMENTASI KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

STUDI KASUS :WARISAN BUDAYA DUNIA JATILUWIH BALI

Oleh: Dr. Ketut Gede Dharma Putra,M.Sc.

Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan LPPM Universitas Udayana

(3)

2

ECONOMICALLY

VIABLE

SOCIALLY,

POLITICALLY

ACCEPTABLE

CULTURRALY

SENSITIVE

ENVIRONT-MENTALLY

FRIENDLY

KONSEPSI PEMBANGUNAN

BERKELANJUTAN

Imperatives :

-Sustain Economic

Development

-Income Generating

-Employment Creation

-Local economic

Imperatives :

-Community Development/

Empowerment

-Democratization

-Decentralization

-Indigeneous Knowledge

-Social Equity

-Cultural integrity

Imperatives:

-Conservation + Preservation

-Resources Efficiency

-Reduce Waste

-Appropriate Technology

THE ULTIMATE GOAL

OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT

WELFARE OF HUMAN BEING ?

(4)

Kawasan Warisan Budaya Jatiluwih merupakan bagian dari

kawasan Catur Angga Batukaru yang telah ditetapkan UNESCO

sebagai Warisan Budaya Dunia. Ada empat kawasan WBD di Bali:

Pura Ulundanu Batur (Kabupaten Bangli), DAS Pakerisan

(Kabupaten Gianyar), Pura Taman Ayun (Kabupaten Badung) dan

Kawasan Catur Angga Batukaru (Kabupaten Tabanan)

Sebagian besar penduduk di Kawasan Jatiluwih masih

mengandalkan lahan sawah memberikan kontribusi di bidang

perekonomian dari penanaman padi, Dengan sistem subak

yang baik, kegiatan religius subak dijalankan sesuai dengan

aturan dan kaidah yang ada, pemandangan alam sawahnya

yang sangat menarik dan petaninya sangat mantap mengelola

lahan sawahnya, memberikan harapan bahwa padi yang

ditanam dapat tumbuh, berkembang, mempunyai nilai jual

tinggi, baik dari produksi padi maupun alamnya.

(5)

Lokasi Kawasan JATILUWIH

Provinsi Bali

Kawasan

Jatiluwih

(6)

POTENSI KAWASAN

Penetapan Jatiluwih sebagai kawasan warisan budaya dunia membuka potensi pariwisata dan budaya Eksistensi lahan pertahian di kawasan Jatiluwih. Keberadaan sistem subak sebagai system irigasi di Kawasan Jatiluwih sebagai wujud manifestasi terhadap Tri Hita Karana Lahan pertanian di kawasan ini sudah menjadi bagian dari aktivitas budaya dan perekonomian masyarakat Adanya potensi pariwisata yang sangat potensial untuk dikembangkan di kawasan jatiluwih, seperti daya Tarik wisata alam sawah terasering, wisata religi dan budaya , juga wisata yang bersifat adventure

Budaya dan adat istiadat yang masih dipertahankan sehingga memberikan ciri khas kepada kawasan Jatiluwih. Potensi budaya berupa seni budaya, upacara ngaben dan prosesi bertani

Adanya desa tradisional di Br. Gunungsari yang masih melestarikan pola permukiman tradisional

(7)
(8)

NO

Mata Air

Lokasi

Perkiraan

Debit

(liter/detik)

1 M.A. Senganan Ds. Babahan 179.98 2 M.A.Babahan Ds. Babahan 2 3 M.A. Kelepud Ds. Biaung 60 4 M.A.Beji Biaung Ds. Biaung 1.54 5 M.A. Yeh Dawan Ds. Bugbugan 303 6 M.A. Beji Bugbugan Ds. Bugbugan 135.40 7 M.A. Pancoran Sema Ds. Buruan 11.4 8 M.A. Uma Kayu Ds. Gunung Sari 206 9 M.A. Gunung Sari Ds. Gunung Sari 52

10 M.A. Bedugul G. Sari Ds. Gunung Sari,

Jatiluwih 56

11 M.A Ulun Siwi (Gedong I) Ds. Gunung Sari,

Jatiluwih 45

12 M.A.Bet Gedong (Gedong II)

Ds. Gunung Sari,

Jatiluwih 37 13 M.A.Jatiluwih Ds.Jatiluwih 7 14 M.A. Kukuh II Ds. Jatiluwih 7 15 M.A. Gunung Sari Ds. Jatiluwih 0.5 16 M.A. Mengesta Ds. Mengesta 3 17 M.A. Beji wangaya Ds. Wangaya gede 5 18 M.A. Katos Ds. Babahan 9

NO

Mata Air

Lokasi

Perkiraan

Debit

(liter/detik)

1 M.A. Beji Mumbul Ds. Nyambu, Penebel 7 2 M.A. Beji Pitra Ds. Pitra, Penebel 37.8 3 M.A. Beji Riang Gede Ds. Riang, Penebel 75 4 M.A. Selaka Riang Gede Ds.Riang Gede, penebel 115 5 M.A. Beji Periuk Ds. Riang Gede, penebel 5 6 M.A. Balangan Ds. Senganan, Penebel 24 7 M.A. Soka I Ds. Senganan, Penebel 25 8 M.A. Beji Sigaran Ds. Sigaran,Jegu 37 9 M.A. Yeh Mampeh I Ds. Soka, Penebel 303

10 M.A. Yeh Gembrong Ds. Soka Penebel 280

11 M.A. Yeh Mampeh II Ds. Soka, Penebel 70

12 M.A. Beji Buruan Ds. Subamia, penebel 3

13 M.A. Belulang Ds. Tengkudak, Penebel 7 14 M.A. beji Tengkudak Ds. Tengkudak, Penebel 3 15 M.A. Pacung Ds. Wanasari, Penebel 4 16 M.A. Pengangian Penebel 6.5 19 M.A. Gangsang Penebel 21.5

(9)

SUMBER MATA AIR DI KAWASAN JATILUWIH

MATA AIR GUNUNG SARI PADA SUBAK JATILUWIH (52 ltr/detik)

(10)

-500 -400 -300 -200 -1000 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 1100 D e b it A ir ( l/ d t) Bulan

Grafik Neraca Air Irigasi Di Bendung Jatiluwih

Keb. Irigasi Neraca Air Debit Andalan

Neraca air pada Daerah Irigasi Jatiluwih surplus pada

bulan Januari sampai dengan Agustus dan mengalami

Defisit pada bulan september sampai dengan Nopember

Sumber : Analisa Konsultan, 2016

Foto : salah satu sumber mata air di daerah Jatiluwih (Mata Air Gunung Sari), 2016

(11)

NO NAMA SUBAK LUAS SAWAH (HA) DAERAH IRIGASI 1 Jatiluwih 303 Jatiluwih 2 Wangaya Betan 71 Jatiluwih 3 Gunung sari 40 Jatiluwih 4 Kedamaian 56 Jatiluwih 5 Keloncing 79 Keloncing 6 Bedugul 119 Bedugul 7 Piak 138 Piak 8 Tengkudak 83 Tengkudak 9 Puakan 89 Puakan 10 Tingkih Kerep 53 Tingkih Kerep 11 Pancoran sari 77 Tengkudak 12 Penatahan 210 Penatahan 13 Tegallinggah 99 Tegallinggah 14 Sangketan 73 Pesagi 15 Anyar Sangketan 50 Anyar sangketan

NO NAMA SUBAK LUAS SAWAH (HA) DAERAH IRIGASI 16 Piling 150 Piling 17 Kedampal 124 Kedampal 18 Puring 40 Puring 19 Rejasa 127 Rejasa 20 Sri Gumana 78 Kelembang 21 Pesagi 153 Pesagi 22 Dalem 94 Dalem Pesagi

Subak – subak yang ada pada kawasan Jatiluwih

kurang lebih ada 22 subak dengan total luasan 2.306

ha

(12)

Berdasarkan

Peraturan Bupati

Tabanan No. 34

Tahun 2011

tentang Penetapan

Kawasan dan

Pelestarian Warisan

Budaya Dunia

Kabupaten Tabanan

NO NAMA SUBAK LUAS SAWAH (HA)

DAERAH IRIGASI

1 Jatiluwih 303 Jatiluwih 2 Wangaya Betan 71 Jatiluwih

3 Keloncing 79 Keloncing

4 Bedugul 119 Bedugul

5 Piak 138 Piak

6 Tengkudak 83 Tengkudak

7 Puakan 89 Puakan

8 Tingkih Kerep 53 Tingkih Kerep 9 Pancoran sari 77 Tengkudak 10 Penatahan 210 Penatahan 11 Tegallinggah 99 Tegallinggah

12 Sangketan 73 Pesagi

13 Anyar Sangketan 50 Anyar sangketan

14 Piling 150 Piling

15 Kedampal 124 Kedampal

16 Puring 40 Puring

17 Rejasa 127 Rejasa

18 Sri Gumana 78 Kelembang

19 Pesagi 153 Pesagi

(13)

BEBERAPA KONDISI INFRASTRUKTUR KAWASAN

JATILUWIH

A. BENDUNG

Kondisi Bendung Daerah Irigasi Jatiluwih sebagian besar sudah teknis namun di beberapa irigasi penyangga masih berupa bendung non teknis (Empelan)

BENDUNG JATILUWIH

EMPELAN TENGKUDAK

EMPELAN KEDAMPAL BENDUNG SUBAK WANGAYA BETAN

BENDUNG PENATAHAN

EMPELAN PUAKAN

(14)

B. SALURAN

Kondisi saluran Daerah Irigasi di kawasan Jatiluwih sebagian besar sudah teknis namun di beberapa ruas saluran baik itu Daerah Irigasi Jatiluwih dan irigasi penyangga masih ada berupa saluran non teknis serta ada kerusakan – kerusakan sehingga diperlukan perbaikan baik itu melalui peningkatan jaringan irigasi atau rehabilitasi saluran irigasi.

KONDISI SALURAN SUBAK BEDUGUL

KONDISI SALURAN SUBAK KEDAMPAL

KONDISI SALURAN SUBAK JATILUWIH

KONDISI SALURAN SUBAK TENGKUDAK

KONDISI SALURAN SUBAK KELONCING

KONDISI SALURAN SUBAK WANGAYA BETAN

(15)

Aspek Kelembagaan Subak pada Daerah Irigasi

 Berlandaskan pada Tri Hita Karana

 Bersifat sosio-agraris-ekonomis

 Bersifat Religius

 Memiliki Awig – Awig Subak

STRUKTUR ORGANISASI SUBAK

Pekaseh/Kepala Subak

Penyarikan/Sekretaris Petengen/Bendahara

Anggota Subak Kelihan Tempek/Kepala

(16)

AKTIFITAS KELOMPOK SUBAK

 Melaksanakan Pembagian Air ke Masing – Masing Kelompok Subak

secara merata

 Mengatur pergiliran pembagian air apabila air tidak cukup untuk

mengairi sawah secara bersamaan

 Menentukan Pola Tanam meliputi jenis tanaman yang akan di tanam

 Gotong Royong membersihkan saluran dan pematang sawah

 Melaksanakan paruman (rapat) dengan anggota subak setiap 35 hari

kalender membahas mengenai pertanggung jawaban keuangan, pola

tanam, kegiatan pertanian, kegiatan keagamaan serta menyelesaikan

permasalahan yang ada

(17)

Upacara yang dilakukan oleh anggota

subak pada garis besarnya di bagi dua

yaitu

upacara

yang

dilakukan

perorangan dan upacara yang dilakukan

oleh kelompok (tempek/subak)

1. UPACARA

YANG

DILAKUKAN

OLEH

PERORANGAN/ PETANI

Ngendagin (Mulai melakukan pencangkulan

pertama)

Ngawiwit (pada waktu menabur benih di

pembibitan)

Memula (dilaksankan pada saat menanam)

Neduh (pada saat padi berumur 1 bln, agar tidak terserang hama)

Biukukung (dilaksankan pada saat padi bunting)

Nyangket (dilaksankan pada saat Panen)

Mantenin (dilaksankan pada saat Padi disimpan di

lumbung)

2. UPACARA

YANG

DILAKUKAN

OLEH

KELOMPOK

(TEMPEK/SUBAK)

1. Mapag Toya (dilakukan pada saat mengalirkan air pertama kali, di sumber mata air

2. Neduh ( dilakukan di pura ulunsuwi/bedugul dengan maksud meredam serangan hama tanamam

3. Ngusaba Nini (dilaksanakan menjelang panen, bertujuan untuk berterimakasih atas segala karunia dan memeohon keselamatan

(18)

ISU

PERMASALAHAN

Berkurangnya Luas Lahan Irigasi karena Adanya Alih

Fungsi Lahan

Berkurangnya Sumber Air untuk Irigasi

Belum Maksimalnya Infrastruktur Pemanfaatan Air

Sejalan dengan Perubahan Iklim

Belum Optimalnya Koordinasi Antara Lembaga Antar

Instansi Terkait dalam Manajemen Pengelolaan Air

(19)

ALTERNATIF

SOLUSI

Menyediakan pasokan air

baku untuk irigasi

berdasarkan potensi – potensi sumber air yang ada

Rehabilitasi/Peningkatan infrastruktur Penyedia Air

Irigasi, seperti Bendungan, Bendung, saluran –

saluran serta bangunan – bangunan pendukung

lainnya.

Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi secara

menyeluruh dan berkelanjutan terhadap sarana dan

prasarana jaringan irigasi

Mengikutsertakan peran serta masyarakat dalam

memelihara dan mengelola sumber air serta sarana

dan prasarana jaringan irigasi

Gambar

Grafik Neraca Air Irigasi Di Bendung  Jatiluwih

Referensi

Dokumen terkait

Pelayanan antenatal yang berkualitas meliputi: pelayanan kepada ibu hamil minimal 4 kali, 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester III

Menurut Peraturan Walikota Semarang Nomor 22 Tahun 2011 Tentang Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) car free day bertujuan untuk mewujudkan udara yang

Berdasarkan pembelajaran pemeranan drama dengan menggunakan metode ber- main peran yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus, kemampuan pemeranan drama siswa mengalami

Sebelum Anda memulai bisnis, Anda harus tahu jika orang akan membeli produk Anda, dan mereka membelinya dengan harga yang pantas.. Banyak pengusaha yang membuat kesalahan

Oleh Karena itu tidaklah inengherankan kalau banyak teon dan nset empins yang dikembangkan untuk membahas praktek stock spin di pasar modal, lmuakan perusahaan yang mclakukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non-Debt Tax Shield, Firm Size, Business Risk dan Growth Opportunity terhadap Struktur Modal pada perusahaan

Pedoman Teknis Koordinasi Kegiatan Pengembangan Tanaman Semusim ini merupakan acuan bagi pelaksanaan kegiatan Fasilitasi lomba Petani/Kelompok Usaha Berprestasi yang

Dalam pasal 1340 ayat 2 KUH Perdata juga menegaskan bahwa suatu perjanjian tidak dapat membawa rugi kepada pihak ketiga, dari pasal ini maka terlihat bahwa pengenaan kewajiban