SESI 15
PANITIA PEMBINA KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA
(P2K3)
DASAR HUKUM
UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja
Permenaker Nomor 4 Tahun 1987 Tentang
PENGERTIAN P2K3
3
Badan Pembantu di Tempat Kerja
Merupakan Wadah Kerjasama antara Pengusaha atau
Pengurus dan Pekerja, untuk mengembangkan :
Saling pengertian dan
Partisipasi efektif
PERAN P2K3
P2K3
FORUM : •Komunikasi •Kerjasama •Konsultasi •Dialog •Diskusi Manajemen dan Pekerja UNTUK : • Menyamakan persepsi • Saling pengertian • Partisipasi efektif dalam meningkatkan Pelaksanaan K3 di tempat kerja.PEMBENTUKAN P2K3 BERTUJUAN UNTUK :
5 Mendorong Kerjasama Manajemen dan Pekerja mengenali masalah K3 dan mencari penyelesaiannya
Menyediakan suatu Forum Dialog yang konstruktif dan reguler antara Manajemen dan Pekerja tentang Kepedulian mereka terhadap K3
Memainkan peranan yang penting dalam pengembangan
program pengendalian bahaya di tempat kerja
Mengkomunikasikan dan menyebarluaskan informasi K3 Menyampaikan rekomendasi K3 kepada Manajemen.
PENGUSAHA ATAU PENGURUS WAJIB
MEMBENTUK P2K3
DENGAN KETENTUAN :
◼
Mempekerjakan 100 orang atau lebih
◼
Mempekerjakan kurang dari 100 orang
dengan
risiko
tinggi
(peledakan,
kebakaran, keracunan dan penyinaran
radio aktif).
JUMLAH DAN SUSUNAN P2K3
a. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja 100 (seratus) orang atau lebih, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya ialah 12 (dua belas) orang yang terdiri dari 6 (enam) orang mewakili pengusaha/pimpinan Perusahaan dan 6 (enam) orang mewakili tenaga kerja.
b. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja 50 (lima puluh) orang sampai dengan 100 (seratus) orang, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya ialah 6 (enam) orang yang terdiri dari 3 (tiga) orang mewakili pengusaha/pimpinan Perusahaan dan 3 (tiga) orang mewakili tenaga kerja. c. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja kurang dari 50 (lima puluh) orang
dengan tingkat resiko bahaya sangat besar, maka jumlah anggota sesuai dengan ketentuan nomor 2 (dua) di atas.
d. Kelompok Perusahaan yang memiliki tenaga kerja kurang dari 50 (lima puluh) orang untuk anggota kelompok, maka jumlah anggota sesuai dengan ketentuan nomor 2 (dua) di atas dimana masing- masing anggota
SUSUNAN P2K3
Susunan Keanggotaan P2K3 :
◼ Unsur Pengusaha/Pengurus ◼ Unsur Pekerja
Susunan Pengurus P2K3 :
- Ketua : unsur Pimpinan Perusahaan (Top Management , Desicion / Policy Maker)
- Sekretaris : K3 (Tersertifikasi Ahli K3 Umum)
- Anggota : wakil-wakil unit kerja yang telah memahami permasalahan K3
Persyaratan Sekretaris P2K3 :
Kharakteristik Umum Pengurus dan Anggota
P2K3
9
Mempunyai tujuan yang sama : “Menjadikan
tempat kerja yang aman
dan sehat untuk
semua orang”
Melakukan Pertemuan secara regular
Melakukan
komunikasi
:
antara
pengusaha/
pengurus dan tenaga kerja
Sebagai Team Penyelesaian Masalah K3 (problem
solving team).
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB
KETUA P2K3
Memainkan peran kunci dalam :
◼ Melibatkan semua anggota P2K3 dalam pelaksanaan K3 di
tempat kerja
◼ Memanfaatkan keterampilan dan pengalaman bersama
dalam menyelesaikan masalah K3
◼ Mendorong anggota untuk memberikan kontribusi
peningkatan K3 di tempat kerja
◼ Menghadirkan anggota P2K3 dan memimpin langsung
pertemuan regular P2K3
◼ Mendistribusikan Informasi Hasil Pertemuan Regular dan
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KETUA
P2K3..
11
Tanggung jawab Ketua P2K3 :
◼
Merencanakan Rapat Regular
◼
Menyelenggarakan dan Memimpin Rapat
PERAN DAN TANGGUNGJAWAB SEKRETARIS
P2K3
Mempersiapkan rapat regular P2K3
Menyusun notulen rapat P2K3
Menghimpun semua agenda dan hasil keputusan
rapat P2K3
Menyebarluaskan
notulen
rapat,
laporan
dan
informasi K3 kepada anggota P2K3
Menegaskan dan mengklarifikasi hasil keputusan
rapat yang telah dicapai.
PERAN DAN TANGGUNGJAWAB SEKRETARIS
P2K3..
13 Menghadiri rapat-rapat P2K3
Memberikan kontribusi idea, saran dan pengalaman dalam rapat P2K3
Menghimpun dan mendapatkan informasi apabila ditugaskan oleh rapat P2K3
Mengkaji masalah K3 yang ada di tempat kerja
Mempelajari usul dan saran karyawan untuk dibawa dalam rapat P2K3
Mengkomunikasikan hasil rapat P2K3 di unit kerja masing-masing Membantu melakukan inspeksi K3 dan investigasi kecelakaan kerja.
TUGAS P2K3
Memberikan
Saran
dan
Pertimbangan;
diminta maupun tidak diminta; kepada
pengusaha
atau
pengurus
perusahaan
mengenai masalah K3
FUNGSI P2K3 (I)
15
Menghimpun dan Mengelola Data K3
Membantu Menunjukkan dan Menjelaskan Kpd Setiap Tenaga Kerja :
1. Berbagai Faktor bahaya
2. Faktor yang Dapat Mempengaruhi Efisiensi dan Produktivitas Kerja
3. Alat Pelindung Diri yang Dibutuhkan
4. Cara dan Sikap Kerja yang Benar dan Aman
FUNGSI P2K3 (II)
Membantu Pengusaha/Pengurus Dalam :
1. Mengevaluasi Cara Kerja, Proses dan Lingkungan Kerja
2. Menentukan Tindakan Koreksi
3. Mengembangkan Sistem Pengendalian Bahaya
4. Mengevaluasi Penyebab Kecelakaan
5. Mengembangkan Penyuluhan dan Penelitian K3
6. Memantau Gizi Kerja dan Penyelenggaraan Makanan
7. Memeriksa Kelengkapan Peralatan K3
8. Mengembangkan Pelayanan Kesehatan Kerja
9. Mengembangkan Pelayanan Laboratorium K3
FUNGSI UMUM P2K3
(broad function of the committee)
17
Membantu manajemen dalam melaksanakan
K3;
Memfasilitasi kerjasama antara manajemen
dan pekerja dalam pelaksanaan K3.
FUNGSI KHUSUS P2K3
(specific function of the committee)
Membantu
manajemen
dalam
mengembangkan,
menerapkan, mengkaji, meninjau ulang, memperbaiki
dan memperbarui persyaratan K3 yg ada;
Memfasilitasi
kerjasama
antara
manajemen
dan
pekerja terkait masalah K3;
Membantu
manajemen
utk
mendistribusikan
PERSIAPAN RAPAT P2K3
19
Efektivitas
keberhasilan
Rapat-Rapat
P2K3
sangat tergantung kpd :
Komitmen pengurus dan anggota;
Pengetahuan dan Keterampilan anggota;
Persiapan rapat yang matang.
Contoh Agenda Rapat P2K3
1. Pembukaan oleh Ketua (Pesan Management dan Komitmen)
2. Diskusi tindak lanjut Rencana Tindakan yg dibahas pada rapat sebelumnya
3. Statistik/kinerja K3 perusahaan
a) Frequency Rate (FR), untuk mengidentifikasi jumlah cidera yang menyebabkan tidak
bisa bekerja per sejuta orang karyawan. Cara untuk menghitung FR adalah jumlah jam kerja hilang akibat kecelakaan (lost time injury) dibagi jumlah jam kerja orang yang telah dilakukan (total person-hours worked/man hours)
b) Severity Rate (SR), untuk mengidentifikasi hilangnya hari kerja untuk per sejuta jam
kerja orang. Data yang digunakan untuk menganalisis SR adalah hilangnya hari kerja akibat kecelakaan kerja dan jumlah jam kerja orang yang telah dilakukan (man hours).
c) Incident Rate (IR), digunakan untuk menginformasikan mengenai persentasi jumlah
kecalakaan kerja yang terjadi di tempat kerja. Data yang digunakan untuk menganalisis IR adalah jumlah kasus x 100 dibagi dengan jumlah tenaga kerja yang terpapar.
d) Lost time injury frequency rates (LTIFR), digunakan untuk mengetahui banyaknya
Contoh
Agenda Rapat P2K3..
21
4. Analisis Kecelakaan/Evaluasi Insiden (accident /
near miss / PAK)
5. Rekomendasi
Audit
/
Inspeksi
/
HIRADC
(lapangan / sharing)
6. Review (Standard/procedure/policy)
7. Sharing info lapangan (kontribusi idea)
8. Open Discussion
PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN
TUGAS POKOK DAN FUNGSI P2K3 (I)
Tidak ada atau kurangnya komitmen manajemen perusahaan terhadap pelaksanaan K3;
Sebagian besar pengurus dan anggota P2K3 tidak memahami :
◼ Peraturan perundangan K3;
◼ Tugas Pokok dan Fungsi P2K3;
◼ Tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus dan anggota
P2K3;
◼ Konsep dasar pencegahan kecelakaan kerja;
◼ Pentingnya K3 sebagai bagian yang terintegrasi dalam
PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI P2K3 (II)
23
P2K3 dibentuk hanya sekedar memenuhi persyaratan
peraturan perundangan saja dan setelah itu tidak pernah aktif menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Hasil Rapat-Rapat P2K3 tidak pernah ditindaklanjuti dan
Agenda rapat P2K3 yang dibahas menyimpang dari pelaksanaan K3.
Sehingga P2K3 yang terbentuk tidak menghasilkan manfaat bagi perusahaan dalam meningkatkan pelaksanaan K3.
RAPAT-RAPAT P2K3
GAGALNYA RAPAT-RAPAT P2K3 DISEBABKAN OLEH :
Tidak ada agenda rapat yg layak dipersiapkan;
Agenda rapat yang tampil sama dan tidak berbeda dari bulan ke bulan tanpa tindak lanjut;
Notulen rapat yg tidak mencerminkan apa yg telah didiskusikan;
Ketua P2K3 tdk memahami perannya secara tegas sebagai pimpinan rapat;
Sekretaris P2K3 belum memahami tugas dan perannya; Rapat ditunda, dibatalkan dan dianggap tidak penting.
KEBUTUHAN PELATIHAN K3 BAGI ANGGOTA DAN
PENGURUS P2K3
25
Harus didiskusikan dan di identifikasi oleh P2K3
Diarahkan untuk merubah sikap/perilaku serta meningkatkan keterampilan dan pengetahuan K3
Sebagai “effective problem solver”, P2K3 harus memiliki pengetahuan dasar tentang
◼ Peraturan Perundangan K3
◼ Informasi tehnis : plant, proses, layout, mesin berbahaya dan
pengamannya, penanganan bahan, pengetahuan dasar ttg higiene industri, P3K dsb
◼ Keterampilan Khusus : penyelidikan kecelakaan, inspeksi tempat
PROGRAM KERJA P2K3
1. Tentukan sasaran K32. Membuat program yg terarah dan bersifat kontinyu :
a. Identifikasi Masalah K3
b. Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya dan penyakit akibat kerja dalam rangka perlindungan tenaga kerja
c. Identifikasi dan inventarisasi masalah yang berkaitan dengan upaya untuk mengendalikan dan mencegah timbulnya kecelakaan, untuk meningktakan efisiensi dan produktivitas kerja
LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN P2K3
DI PERUSAHAAN
a. Pertama-tama Perusahaan wajib menyatakan Kebijakan K3 dan
dituangkan secara tertulis
b. Kemudian Pimpinan Perusahaan menginventarisasi daftar anggota
P2K3 serta memberikan pengarahan singkat terhadap daftar anggota mengenai Kebijakan K3 Perusahaan
c. Setelah itu Perusahaan mengonsultasikan mengenai pembentukan
P2K3 kepada Disnakertrans setempat untuk dikaji dan disahkan melalui surat keputusan pengesahan P2K3
d. Kepala Disnakertrans setempat melaksanakan pelantikan anggota
P2K3 secara resmi
e. Selanjutnya Perusahaan melaporkan mengenai pelaksanaan
program-program P2K3 ke Disnakertrans setempat secara rutin.
TERIMA KASIH
29
A FAIRLY SIMPLE MESSAGE :