• Tidak ada hasil yang ditemukan

PETUNJUK TEKNIS PEMASARAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PETUNJUK TEKNIS PEMASARAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

 

PETUNJUK TEKNIS

PEMASARAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM)

MANDIRI - PERKOTAAN

Diterbitkan Oleh:

(4)
(5)

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI | i

BAB 1 | KETENTUAN UMUM | 1

1.1. Pengertian | 2

1.2. Persyaratan | 3

BAB 2 | LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

KEGIATAN PEMASARAN SOSIAL | 5

                               

(6)

                         

(7)

 

BAB 1

KETENTUAN UMUM

(8)

 

1.1. Pengertian

a. Pemasaran sosial PLPBK adalah seluruh rangkaian kegiatan komunikasi dan promosi gagasan-gagasan sosial dan hasil perencanaan partisipatif (RPLP & RTPLP) kepada dunia usaha, LSM, Perguruan Tinggi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dan kelompok peduli lainnya. Gagasan sosial masyarakat dan produk RPLP dan RTPLP dapat dikenal dan dipahami secara luas. Pada gilirannya dapat menjaring kemitraan/kerjasama dengan para pihak yang direalisasikan dalam bentuk bantuan program dan dana pembangunan kelurahan.

b. Pelaku utama Pemasaran sosial adalah masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan rangkaian kegiatan pemasaran sosial dengan cara-cara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan keberlanjutan program, melalui kemitraan dengan pihak-pihak lain

c. Pemasaran internal adalah kegiatan pemasaran yang difokuskan pada penyiapan dan penguatan tim pemasaran ditingkat Kelurahan, agar mampu melakukan kegiatan pemasaran/promosi gagasan sosial untuk menggalang kerjasama/kemitraan dengan melibatkan masyarakat dan kelompok peduli lokal

d. Pemasaran eksternal adalah kegiatan pemasaran/promosi rangkaian proses dan gagasan perencanaan partisipatif kepada para pihak. Kegiatan tersebut dilakukan Tim Pemasaran ditingkat Kelurahan bersama Tim teknis Pemerintah kabupaten/Kota. Pada kegiatan pemasaran eksternal ini, masyarakat telah mampu menyusun strategi, menyelenggarakan sosialisasi, komunikasi & kampanye, event promosi, Lobi-lobi dan negoisasi dengan para pihak yang lebih luas, dalam rangka memperkuat dukungan dan menjalin kemitraan pelaksanaan pembangunan Kelurahan PLPBK

e. Kerjasama adalah rangkaian rencana kegiatan pembangunan Kelurahan untuk kepentingan penanganan persoalan warga miskin yang direalisasikan oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten/Kota bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat (Kementrian), Dunia Usaha (CSR, sponsor dan skema lainnya), LSM dan Kelompok Peduli lainnya. Skema kerjasama ini, biasanya direalisasikan melalui bantuan program dan pembiayaan pembangunan yang di atur dengan kesepakatan-kesepakatan non komersial termasuk penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

f. Kemitraan yang dimaksud adalah pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan kawasan, sarana dan prasarana dan kegiatan lainnya untuk mendukung penanganan kemiskinan diwilayah kelurahan dengan skema kerjasama yang saling menguntungkan (material dan non material) dengan prinsip kesetaraan dalam bermitra. Artinya masyarakat menempati posisi sejajar dengan para mitra dalam pengambilan keputusan/kesepakatan bersama:

 Kemitraan Masyarakat-Pemerintah Kabupaten/Kota-Dunia Usaha  Kemitraan Masyarakat-Pemerintah Kabupaten/Kota-Dunia Usaha-LSM  Kemitraan Masyarakat-Dunia Usaha-LSM

 Kemitraan Masyarakat-Dunia Usaha  Skema kemitraan lainnya

(9)

 

1.2. Persyaratan

a. Pemasaran sosial PLPBK, dapat dimulai pada saat proses perencanaan partisipatif (tahap pemetaan sawadaya). Pelibatan kelompok peduli sejak awal tentunya akan mendukung tercapainya kualitas hasil perencanaan RPLP dan RTPLP yang memadai serta memudahkan TIPP dan TAPP bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menjalin kerjasama pada tahap berikutnya

b. Ada kemauan masyarakat untuk memasarkan/mempromosikan gagasan-gagasan yang dirumuskan bersama dan ada kemauan untuk merealisasikan hasil perencanaan melalui kerjasama/kemitraan yang setara.

c. Tersedianya dokumen strategi pemasaran sosial

d. Terselenggaranya pelatihan penguatan kapasitas TIPP, agar memiliki kemampuan melaksanakan kegiatan pemasaran internal dan eksternal.

 Kemampuan sosialisasi dan komunikasi dalam mempromosikan gagasan sosial, hasil-hasil perencanaan dan program - program pembangunan yang ada dalam RPLP dan RTPLP

 Kemampuan merumuskan strategi pemasaran sosial

 Kemampuan menyusun alat-alat (tools) pendukung kegiatan pemasaran sosial

 Kemampuan menyusun agenda dan menyelenggarakan even-even pemasaran sosial yang kreatif, murah dan efektif.

 Kemampuan menjaring sponsor untuk medukung pelaksanaan kegiatan pemasaran sosial dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas

 Kemampuan Lobi-Lobi dan negoisasi dengan calon mitra potensial

e. Adanya dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Tim Teknis dalam melakukan pemasaran sosial bersama BKM, UPL,TIPP, TAPP, perangkat Kelurahan dan kelompok peduli lainnya. Dukungan yang dimaksud, adalah:

 Membantu merumuskan strategi pemasaran sosial bersama

 Mendampingi masyarakat dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan komunikasi pemasaran sosial

 Membantu menyusun agenda dan tools pemasaran sosial  Mendukung penyelenggaraan even-even pemasaran sosial

 Mendampingi masyarakat dalam merumuskan kesepakatan & Keputusan kerjasama/kemitraan dengan para pihak, terkait penanganan kemiskinan diwilayah kelurahan

 Melakukan pengawasan dan ikut bertanggungjawab untuk mengamankan kesepakatan-kesepakatan kerjasama/kemitraan yang berpihak pada warga miskin

f. Apabila dalam satu wilayah Kabupaten/Kota dan Provinsi memiliki lebih dari 1 Kelurahan PLPBK, maka pelaksanaan kegiatan pemasaran sosial ditingkat kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional dapat dilakukan bersama dengan pembiayaan bersama.Pebiayaan bersama diatur atas kesepakatan bersama dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota

(10)
(11)

 

BAB 2

LANGKAH-LANGKAH PELAKSANAAN

(12)

 

Kegiatan pemasaran sosial dalam PLPBK dimulai sejak tahap pemetaan swadaya dan dilakukan menerus sampai terwujudnya keberlanjutan program dan kemandirian masyarakat dalam mengelola pembangunan diwilayahnya. Melalui kegiatan pemasaran sosial tersebut diharapkan ketergantungan masyarakat terhadap dana stimulan BLM dapat diminimalisasi.

Langkah-langkah pemasaran sosial yang perlu dilakukan, adalah:

2.1 PERSIAPAN PELAKU HASIL KET

1. Pelatihan pemasaran sosial::  Pemahaman substansi pemasaran sosial ( strategi pe-masaran, penyiapan tools & penyelenggaraa n event-event pemasaran/pro mosi, sosialisasi & Komunikasi, Loby dan negoisasi  Pemahaman

proses dan isi perencanaan RPLP & RTPLP, termasuk pengenalan branding gagasan perencanaan strategis  Pemahaman skema kemitraan dan legalitas (perjanjian kerjasama dan kemitraan yang setara) Pelaksana: UPL,TAPP, Tim Teknis & perangkat Kelurahan.

Peserta: TIPP & Semua relawan dan kelompok peduli lokal. Fasilitator: KMW (TA Urban Planner & LG), Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

 TIPP paham proses pemasaran sosial  TIPP paham

gagasan-gagasan dalam proses perencanaan yang akan dipromosikan

 TIPP dan Tim Teknis Pemda paham isi produk

perencanaan RPLP & RTPLP yang potensial untuk

dikerjasamakan dengan para pihak/kelompok peduli  TIPP memahami proses

penyusunan strategi pemasaran sosial Proses pemasaran sosial dilakukan menerus dan dimulai pada saat proses penyusunan RPLP & RTPLP ( tahap pemetaan swadaya) 2. Identifikasi calon-calon mitra potensial (dunia

Pelaksana: TAPP & Tim Teknis

Peserta: BKM, UPL,

 Terindentifikasinya calon-calon mitra potensial

Sumber data: Website, katalog, mediamasa dll.

(13)

  usaha, LSM, Perguruan Tinggi dan kelompok peduli lainnya) yang akan dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan serta pengelolaan pembangunan

TIPP & Perangkat Kelurahan

Fasilitator: KMW ( TA. LG), Tim Korkot dan Fasilitator

 Tersusunnya data base calon mitra potensial

3. Penyusunan Strategi

Pemasaran sosial

Pelaksana: TAPP & Tim Teknis

Peserta: BKM, UPL, TIPP & Perangkat Kelurahan

Fasilitator: KMW ( TA. LG), Tim Korkot dan Fasilitator

Tersusunnya strategi pemasaran sosial dan skenario memadukan tahap perencanaan, pemasaran dan pelaksanaan pembangunan Strategi pemasaran dilengkapi: rangkaian kegiatan, tools, event dan jadwal penyelenggaraan kegiatan pemasaran sosial 2.2 PELAKSANAAN PEMASARAN INTERNAL

PELAKU HASIL KET

1. Sosialisasi dan komunikasi gagasan-gagasan dalam proses perencanaan

Pelaksana: TAPP dan Tim teknis

Peserta: UPL, TIPP, perangkat Kelurahan, relawan dan

Kelompok peduli lokal Fasilitator: KMW (TA. LG), Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

 Masyarakat Kelurahan khususnya warga miskin paham gagasan-gagasan perencanaan

 Kelompok peduli lokal memahami gagasan dan proses perencanaan partisipatif Sosialisasi dan komunikasi dilakukan menerus yang dimulai dari tahapan Pemetaan Swadaya 2. Sosialisasi dan komunikasi isi produk perencanaan RPLP & RTPLP, khususnya isi program-program pembangunan Pelaksana: TAPP Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh relawan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator

 Masyarakat Kelurahan khususnya warga miskin paham gagasan-gagasan perencanaan dan program-program pembangunan dalam RPLP & RTPLP 3. Merumuskan kesepakatan dan komitmen bersama untuk merealisasikan gagasan dan proses menjalin kerjasama/kemitr aan Pelaksana: TAPP, Tim Teknis

Peserta: UPL, TIPP dan Seluruh relawan Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator

 Masyarakat berkomitmen untuk merealisaikan gagasan dan terlibat dalam proses pemasaran sosial disebut sebagai duta pemasaran (banding ambasador)

 Terjalinnya kerjasama dengan para pihak (dunia usaha, Perguruan Tinggi, LSM dan kelompok peduli lainnya)

Kerjasama/Kemit raan mulai terjadi pada saat proses penyusunan RPLP & RTPLP

(14)

 

2.3

PELAKSANAAN PEMASARAN

EKSTERNAL

PELAKU HASIL KETERANGAN

1. Menyusun kebutuhan dukungan para pihak dalam proses perenacanaan RPLP & RTPLP Pelaksana: TAPP, Tim Teknis

Peserta: UPL, TIPP, para pihak/calon mitra dan seluruh

relawan/kelompok peduli lokal

Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator

Teridentifikasi kebutuhan dukungan dari para pihak dengan keahlian khusus, seperti: penataan bangunan khusus, pengembangan ekonomi lokal, pengelolaan sampah, limbah dan pelayanan sarana & prasarana lainnya

Dukungan para pihak bisa sebagai nara sumber atau bisa juga terlibat aktif dalam pendampingan penyusunan RPLP dan RTPLP. 2. Menyusun kebutuhan dukungan para pihak dalam proses pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan kawasan, unit bangunan fasilitas dan sarana & prasarana

Pelaksana: TAPP, Tim Teknis

Peserta: UPL, TIPP, para pihak/calon mitra dan seluruh

relawan/kelompok peduli lokal

Fasilitator: Tim Korkot dan Fasilitator

Teridentifikasi kebutuhan dukungan dari para pihak yang potensial terlibat dalam

pelaksanaan dan pengelolaan program-program pembangunan Dukungan para pihak/calon mitra diorientasikan pada pelaksanaan dan pengelolaan pembangunan kawasan, unit bangunan dan sarana & prasarana untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan warga miskin 3. Melakukan sosialisasi, komunikasi dan promosi program-program pembangunan Kelurahan yang fokus pada gagasan penanggulangan kemiskinan melalui penataan kawasan prioritas Pelaksana: TAPP, Tim Teknis

Peserta: UPL, TIPP, para pihak/calon mitra dan seluruh

relawan/kelompok peduli lokal

Fasilitator: KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator

Program-program pembangunan Kelurahan diketahui khalayak lebih luas

Sosialisasi, komunikasi dan promosi ini dilakukan sebelum diselenggarakan nya event pemasaran sosial 4. Penyelenggaraan event-event pemasaran di tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP, Camat, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Peserta: UPL, TIPP, para pihak/calon mitra dan seluruh

relawan/kelompok peduli lokal, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat

 Terselenggaranya event pemasaran ditingkat Kelurahan  Terselenggaranya event pemasaran ditingkat Kabupaten/Kota  Terselenggaranya event pemasaran ditingkat Provinsi

 Event Pemasaran (Bazar, Pameran, Lokakarya dll)  Pemasaran dapat dilakukan bersama dengan kesepakatan pembiayaan

(15)

 

Fasilitator: KMP dan KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan bersama  Materi pokok yang dipersiapkan (gagasan perencanaan RPLP & RTPLP, skenario pelaksanaan pembangunan, proposal dan skema kerjasama/ kemitraan) 2.3 PELAKSANAAN PEMASARAN EKSTERNAL

PELAKU HASIL KETERANGAN

5. Penyelenggaraan desiminasi dan presentasi ( door to door) gagasan perencanaan kepada para pihak/calon mitra secara menerus dan terjadwal Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP bersama Pemerintah Kabupaten/Kota Peserta: UPL, TIPP, para pihak/calon mitra ditingkat Provinsi dan Pusat

Fasilitator: KMP dan KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

Kegiatan presentasi terselenggara menerus dan terjadwal dengan dukungan maksimal dari Pemerintah Kabupaten/Kota Presentasi dilakukan secara efektif sesuai kebutuhan dan mempertimbangk an kepentingan para pihak/ calon mitra 6. Proses kesepakatan, komitmen dan realisasi kerjasama/kemitr aan yang setara

Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan calon mitra

Peserta: UPL, TIPP Fasilitator: KMP dan KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama/Kemitraan disepakati dan ditandatangani keduabelah pihak (BKM dan Calon Mitra diketahui Lurah dan Pemerintah kabupaten/kota)

Isi MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama harus tegas dan jelas keberpihakannya kepada warga miskin 7 Sosialisasi/desimi nasi hasil kesepakatan dan komitmen kerjasama/kemitr aan Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan calon mitra

Peserta: UPL, TIPP Fasilitator: KMP dan KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

MoU atau Surat Perjanjian Kerjasama/Kemitraan dipahami diketahui masyarakat Kelurahan khususnya warga miskin

Warga miskin wajib mengetahui dan memahami isi MoU/Surat Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kelurahan

(16)

  8. Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan BKM dan UP-UP dan jajaran kelurahan, dalam Pengelolaan Pembangunan Kelurahan Pelaksana: BKM, Lurah didampingi TAPP bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dan calon mitra

Peserta: UPL, TIPP Fasilitator: KMP dan KMW ( TA. LG) Tim Korkot dan Fasilitator Kelurahan

BKM, UP-UP dan perangkat Kelurahan mampu berperan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan lembaga pengelola pembangunan kelurahan untuk mewujudkan kesejahteraan warga miskin

Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban mengawasi sistem pengelolaan pembangunan Kelurahan (estate managemen) dan memastikan sistem pengelolaan tersebut menerapkan prinsip-prinsip good governance                                                              

(17)
(18)

SEKRETARIAT TP PNPM MANDIRI www.pnpm-mandiri.org PENGADUAN P.O. BOX 2222 JKPMT SMS 0817 48048 e-mail : [email protected] www.p2kp.org | www.pnpm-perkotaan.org

Referensi

Dokumen terkait

Jika korban / pasien tidak bernapas, bantuan napas dapat dilakukan melalui mulut ke mulut, mulut ke hidung atau mulut ke stoma (lubang yang dibuat pada

Turbin uap merupakan suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial uap menjadi energi kinetik dan selanjutnya diubah menjadi energi mekanis dalam bentuk

S time to istraživanje podržava teoriju da su krpelji koji nisu dokazani vektori borelija, sposobni eliminirati iste iz svog organizma, te stoga prisutnost istog proteina

Berangkat dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa salah satu dampak dari globalisasi dewasa ini yaitu adanya homogenisasi pada pola pikir masyarakat dunia

Ada pula peralatan yang mendukung dalam operasional housekeeping yang tidak bisa digunakan kembali, seperti obat pembersih, fasilitas tamu yang ada di kamar

 Pemasaran sosial PLPBK adalah seluruh rangkaian kegiatan komunikasi dan promosi gagasan-gagasan sosial selama proses perencanaan maupun gagasan produk perencanaan partisipatif

Prevalensi menggambarkan persentase ikan yang terinfeksi oleh parasit tertentu dalam populasi ikan, intensitas menggambarkan jumlah parasit tertentu yang ditemukan pada ikan

Ikan ini dapat hidup dalam lumpur dan perairan yang lembab, karena ikan ini mempunyai alat pernafasan tambahan yang terdapat dalam rongga insang yang disebut arborescent